مدخل
مدخل
Pengantar
…
…
باب الحدود
Bab Hukuman Had (Al-Hudud)
باب الحدود
Bab Hukuman Had (Al-Hudud)
أو أولها حد الزنا وهو أكبر الكبائر بعد القتل وقيل هو مقدم عليه.
Atau yang pertama dari hukuman had tersebut adalah had zina, dan zina merupakan dosa besar yang paling besar setelah pembunuhan, bahkan ada yang berpendapat bahwa zina didahulukan (lebih besar) daripada pembunuhan.
يجلد إمام حرا مكلفا زنى مئة ويغرب عاما إن كان بكرا لا مع ظن حل أو مع تحليل عالم,
Seorang imam (pemimpin) mencambuk orang merdeka yang mukallaf yang berzina sebanyak seratus kali cambukan dan mengasingkannya selama satu tahun jika ia seorang bujang/gadis (bikr), tidak dijatuhi had jika dilakukan bersamaan dengan prasangka kehalalan atau dengan fatwa kehalalan dari seorang alim,
يجلد وجوبا إمام أو نائبه دون غيرهما خلافا للقفال.
Secara wajib, seorang imam atau wakilnya—bukan selain keduanya, berbeda dengan pendapat Al-Qaffal—mencambuk
حرا مكلفا زنى بإيلاج حشفة أو قدرها من فاقدها في فرج آدمي حي قبل أو دبر ذكر أو أنثى مع علم تحريمه فلا حد بمفاخذة ومساحقة واستمناء بيد نفسه أو غير حليلته بل يعزر فاعل ذلك.
orang merdeka yang mukallaf yang berzina dengan cara memasukkan hasyafah (kepala kemaluan) atau sekadarnya bagi yang tidak memilikinya ke dalam kemaluan manusia yang masih hidup, baik kemaluan depan (qubul) maupun belakang (dubur), baik laki-laki maupun perempuan, serta mengetahui keharamannya. Maka tidak ada hukuman had karena saling menggesekkan paha (mufakhadhah), lesbianisme (musahaqah), atau onani/masturbasi dengan tangannya sendiri atau tangan wanita yang bukan istrinya, melainkan pelakunya dikenakan hukuman ta'zir.
ويكره بنحو يدها كتمكينها من العبث بذكره حتى ينزل لأنه في معنى العزل.
Dan dimakruhkan pemanfaatan dengan sejenis tangannya (istri), seperti membiarkannya bermain-main dengan kemaluannya hingga keluar mani, karena hal itu bermakna sama dengan 'azal (membuang sperma di luar).
ولا بإيلاج في فرج بهيمة أو ميت ولا يجب ذبح البهيمة المأكولة خلافا لمن وهم فيه وإنما يجلد من ذكر مائة من الجلدات ويغرب عاما ولاء لمسافة قصر فأكثر.
Serta tidak ada hukuman had dengan memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan hewan atau mayat, dan tidak wajib menyembelih hewan yang dagingnya boleh dimakan tersebut—berbeda dengan orang yang keliru dalam hal ini. Dan hanyasanya orang yang disebutkan tadi dicambuk sebanyak seratus kali cambukan dan diasingkan selama satu tahun secara berturut-turut ke jarak perjalanan qashar atau lebih.
إن كان الواطئ أو الموطوءة حرا بكرا وهو من لم يطأ أو توطأ في نكاح صحيح.
Jika orang yang bersetubuh atau disetubuhi itu seorang yang merdeka dan bikr (bujang/gadis), yaitu orang yang belum pernah bersetubuh atau disetubuhi dalam pernikahan yang sah.
لا إن زنى مع ظن حل بأن ادعاه وقد قرب عهده بالإسلام أو بعد عن أهله أو مع تحليل عالم يعتد بخلافه لشبهة إباحته وإن لم يقلده الفاعل كنكاح بلا ولي كمذهب أبي حنيفة أو بلا شهود كمذهب مالك بخلاف الخالي عنهما وإن نقل عن داود وكنكاح متعة نظرا لخلاف ابن عباس ولو من معتقد تحريمه.
Tidak dijatuhi had jika ia berzina disertai prasangka kehalalan, dengan cara mengklaimnya sementara ia baru masuk Islam atau hidup jauh dari ulama, atau disertai pendapat kehalalan dari seorang alim yang diperhitungkan perbedaannya karena adanya syubhat kebolehan, meskipun pelaku tidak bertaklid kepadanya; seperti pernikahan tanpa wali sebagaimana mazhab Abu Hanifah, atau tanpa saksi-saksi sebagaimana mazhab Malik—berbeda halnya dengan nikah yang kosong dari keduanya meskipun diriwayatkan dari Dawud—serta seperti nikah mut'ah mengingat adanya perbedaan pendapat dari Ibn Abbas, meskipun dari orang yang meyakini keharamannya.
نعم: إن حكم حاكم بإبطال النكاح المختلف فيه حد لارتفاع الشبهة حينئذ قاله الماوردي.
Ya, jika seorang hakim telah memutuskan pembatalan nikah yang diperselisihkan tersebut, maka pelaku dijatuhi had karena syubhat telah hilang pada saat itu, sebagaimana dikatakan oleh Al-Mawardi.
ويرجم محصنا,
Dan ia (imam) merajam pelaku zina yang muhshan,
ويحد في مستأجرة للزنا بها إذ لا شبهة لعدم الاعتداد بالعقد الباطل بوجه وقول أبي حنيفة أنه شبهة ينافيه الإجماع على عدم ثبوت النسب بذلك ومن ثم ضعف مدركه ولم يراع خلافه وكذا في مبيحة لان الإباحة هنا لغو ومحرمة عليه لتوثن أو لنحو بينونة كبرى وإن كان قد تزوجها خلافا لأبي حنيفة لأنه لا عبرة بالعقد الفاسد أما مجوسية تزوجها فلا يحد بوطئها للاختلاف في حل نكاحها.
Dan ia dijatuhi had atas wanita yang disewa untuk dizinai, karena tidak ada syubhat sama sekali sebab akad yang batal tidak dianggap dari sisi manapun. Pendapat Abu Hanifah bahwa hal itu merupakan syubhat bertentangan dengan ijma' atas tidak tetapnya nasab melalui hal tersebut, oleh karena itu landasan dalilnya lemah dan pendapatnya yang berselisih tidak dipertimbangkan. Demikian pula (dijatuhi had) pada wanita yang membolehkan (dirinya dizinai), karena pembolehan di sini adalah sia-sia; dan wanita yang haram atasnya karena kemusyrikan atau karena talak bain kubra meskipun ia telah menikahinya, berbeda dengan pendapat Abu Hanifah, karena akad yang fasad tidak dianggap. Adapun wanita Majusi yang dinikahinya, maka ia tidak dijatuhi had karena menyetubuhinya lantaran adanya perbedaan pendapat mengenai kehalalan menikahinya.
ولا يحد بإيلاج في قبل مملوكة حرمت عليه بنحو محرمية أو شرب لغيره فيها أو توثن أو تمجس.
Dan ia tidak dijatuhi had karena melakukan penetrasi ke dalam kemaluan budak wanita yang diharamkan atasnya dengan sebab kemahraman, atau adanya kepemilikan orang lain padanya, atau karena kemusyrikan, atau Majusi.
ولا بإيلاج في أمة فرع ولو مستولدة لشبهة الملك فيما عدا الأخيرة وشبهة الإعفاف فيها.
Dan tidak pula karena penetrasi pada budak wanita milik keturunannya (anak/cucu), meskipun berupa ummu walad, karena adanya syubhat kepemilikan pada selain yang terakhir, dan syubhat menjaga kehormatan (i'faf) pada yang terakhir.
وأما حد ذي رق محصن أو بكر ولو مبعضا فنصف حد الحر وتغريبه فيجلد خمسين ويغرب نصف عام. ويحد الرقيق الإمام أو السيد.
Adapun had bagi hamba sahaya yang muhshan maupun bujang, meskipun sebagian dirinya merdeka (muba''adh), adalah setengah dari had orang merdeka dan pengasingannya; maka ia dicambuk lima puluh kali dan diasingkan selama setengah tahun. Dan yang menjatuhkan had kepada hamba sahaya adalah imam atau tuannya.
ويرجم أي الإمام أو نائبه بأن يأمر الناس ليحيطوا به فيرموه من الجوانب بحجارة معتدلة إن كان محصنا رجلا أو امرأة حتى يموت إجماعا لأنه ﷺ رجم ماعزا والغامدية.
Dan yang merajam—yaitu imam atau wakilnya dengan cara memerintahkan orang-orang untuk mengelilinginya lalu melemparinya dari berbagai sisi dengan batu-batu berukuran sedang—jika ia adalah muhshan, baik laki-laki maupun perempuan, hingga ia meninggal berdasarkan ijma', karena Nabi ﷺ merajam Ma'iz dan wanita dari suku Al-Ghamidiyyah.
ولا يجلد مع الرجم عند جماهير العلماء.
Dan tidak dicambuk bersamaan dengan rajam menurut mayoritas ulama.
وتعرض عليه توبة لتكون خاتمة أمره ويؤمر بصلاة دخل وقتها,
Dan ditawarkan taubat kepadanya agar menjadi penutup urusannya, serta diperintahkan melaksanakan shalat yang telah masuk waktunya,
وأخر رجم لوضع حمل وفطام ويثبت بإقرار وبينة ولو أقر ثم رجع
Dan rajam ditunda sampai melahirkan dan penyapihan. Dan perzinahan terbukti dengan pengakuan (ikrar) dan bukti (saksi). Dan jika ia mengaku lalu mencabut pengakuannya,
ويجاب لشرب لا أكل ولصلاة ركعتين ويعتد بقتله بالسيف لكن فات الواجب.
Dan permintaannya dipenuhi untuk minum, bukan untuk makan, dan untuk shalat dua rakaat. Dan pembunuhannya dengan pedang sudah dianggap sah, tetapi kewajiban (cara pelaksanaan rajam) telah terlewatkan.
والمحصن مكلف حر وطئ أو وطئت بقبل في نكاح صحيح ولو في حيض فلا إحصان لصبي أو مجنون أوقن وطئ في نكاح ولا لمن وطئ في ملك يمين أو نكاح فاسد ثم زنى.
Dan orang yang muhshan adalah mukalaf yang merdeka yang telah melakukan atau mengalami persetubuhan pada kemaluan dalam pernikahan yang sah, meskipun saat haid. Maka tidak ada status ihshan bagi anak kecil, orang gila, atau orang yang bersetubuh dalam pernikahan yang diyakini sah padahal tidak, tidak pula bagi orang yang bersetubuh dalam kepemilikan budak atau pernikahan yang fasad, lalu ia berzina.
وأخر وجوبا رجم كقود لوضع حمل وفطام لا لمرض يرجى بروه منه وحر وبرد مفرطين نعم يؤخر الجلد لهما ولمرض يرجى بروه منه أو لكونه حاملا لان القصد الردع لا القتل.
Dan rajam diakhirkan secara wajib, sebagaimana qishash, sampai melahirkan dan penyapihan; tidak karena sakit yang diharapkan kesembuhannya, serta tidak karena cuaca panas atau dingin yang sangat ekstrem. Ya, hukuman cambuk ditunda karena kedua hal tersebut dan karena sakit yang diharapkan kesembuhannya atau karena wanita tersebut sedang hamil, karena maksud dari hukuman cambuk adalah memberikan efek jera, bukan pembunuhan.
ويثبت الزنا بإقرار حقيقي مفصل نظير ما في الشهادة ولو بإشارة أخرس إن فهمها كل أحد ولو مرة ولا يشترط تكرره أربعا خلافا لأبي حنيفة وبينة فصلت بذكر المزني بها وكيفية الإدخال ومكانه ووقته كأشهد أنه أدخل حشفته في فرج فلانة بمحل كذا وقت كذا على سبيل الزنا.
Dan perzinahan terbukti dengan pengakuan yang sejati lagi terperinci seperti halnya yang terdapat dalam kesaksian, meskipun dengan isyarat orang bisu jika dapat dipahami oleh setiap orang, walaupun hanya sekali dan tidak disyaratkan diulang empat kali berbeda dengan pendapat Abu Hanifah; dan (terbukti juga dengan) bukti (saksi) yang terperinci dengan menyebutkan wanita yang dizinai, cara penetrasi, tempat, serta waktunya, seperti perkataan: "Aku bersaksi bahwa ia telah memasukkan kepala kemaluannya ke dalam kemaluan si Fulanah di tempat ini pada waktu ini dengan cara berzina."
ولو أقر بالزنا ثم رجع عن ذلك قبل الشروع في الحد أو بعده بنحو كذبت أو ما زنيت.
Dan jika ia mengakui perzinahan lalu pencabutan pengakuan dilakukan sebelum pelaksanaan had dimulai atau setelahnya, dengan ucapan seperti: "Aku berbohong" atau "Aku tidak berzina,"
وإن قال بعد كذبت في رجوعي أو كنت فاخذت فظننته زنا وإن شهد حاله بكذبه فيما استظهره شيخنا بخلاف ما أقررت به لأنه مجرد تكذيب للبينة الشاهدة به.
Bahkan jika ia berkata setelahnya: "Aku berbohong dalam pencabutan pengakuanku," atau "Aku hanya memegang-megang lalu menyangkanya zina," meskipun kondisi keadaannya menunjukkan kebohongan ucapannya menurut pendapat yang dikuatkan oleh guru kami; berbeda halnya jika ia berkata: "Dua saksi itu berbohong atas apa yang kuakui," karena itu sekadar mendustakan saksi yang bersaksi atasnya.
سقط.
Maka gugurlah (hukuman had tersebut).
وحد قاذف محصنا ثمانين ولا يحد أصل,
Dan had bagi penuduh zina (qadzif) terhadap orang yang muhshan adalah delapan puluh kali cambukan, dan seorang asal (orang tua/leluhur) tidak dijatuhi had,
سقط الحد لأنه ص عرض لماعز بالرجوع فلولا أنه لا يفيد لما عرض له به ومن ثم سن له الرجوع.
Had gugur karena Nabi ﷺ memberi isyarat kepada Ma'iz untuk mencabut pengakuannya. Seandainya pencabutan itu tidak ada gunanya, tentu beliau tidak akan menyarankannya, dan oleh karena itulah disunnahkan baginya untuk mencabut pengakuannya.
وكالزنا في قبول الرجوع عنه كل حد لله تعالى كشرب وسرقة بالنسبة للقطع.
Dan sama seperti zina dalam hal penerimaan pencabutan pengakuan (ruju'), demikian pula setiap had yang merupakan hak Allah Ta'ala, seperti hukuman meminum khamur dan pencurian terkait dengan hukuman potong tangan.
وأفهم كلامهم أنه إذا ثبت بالبينة لا يتطرق إليه رجوع وهو كذلك لكنه يتطرق إليه السقوط بغيره كدعوى زوجية وملك أمة وظن كونها حليلة.
Perkataan mereka memberikan pemahaman bahwa jika had tersebut telah terbukti dengan saksi (bayyinah), maka tidak dapat dibatalkan dengan pencabutan pengakuan, dan memang demikian halnya. Akan tetapi, had tersebut dapat gugur dengan sebab lain, seperti klaim adanya ikatan pernikahan, kepemilikan budak wanita, atau dugaan bahwa wanita tersebut adalah istrinya yang halal.
وثانيها حد القذف وهو من السبع الموبقات.
Yang kedua adalah had qadzaf (menuduh zina), dan itu termasuk salah satu dari tujuh dosa besar yang membinasakan.
وحد قاذف مكلف مختار ملتزم للأحكام عالم بالتحريم.
Hukuman had dikenakan bagi penuduh zina (qadzif) yang mukalaf, bertindak atas sukarela, terikat oleh hukum-hukum Islam, serta mengetahui keharaman perbuatan tersebut,
محصنا وهو هنا مكلف حر مسلم عفيف من زنا ووطئ دبر حليلته.
terhadap orang yang muhshan. Yang dimaksud muhshan di sini adalah orang yang mukalaf, merdeka, muslim, serta suci (menjaga diri) dari perbuatan zina dan menyetubuhi dubur istrinya.
ثمانين جلدة إن كان القاذف حرا وإلا فأربعين.
Hukuman hadnya berupa delapan puluh kali cambukan jika penuduh seorang yang merdeka, dan jika bukan (hamba sahaya), maka empat puluh kali cambukan.
ويحصل القذف بزنيت أو يا زاني أو يا مخنث أو بلطت أو لاط بك فلان أو يا لائط أو يا لوطي وكذا بياقحبة لامرأة.
Tuduhan zina (qadzaf) terjadi dengan ucapan 'kamu telah berzina', 'wahai pezina', 'wahai waria (mukhannats)', 'kamu telah melakukan sodomi', 'si Fulan telah menyodomimu', 'wahai pelaku sodomi', atau 'wahai orang yang melakukan sodomi', begitu pula dengan ucapan 'wahai pelacur' kepada seorang wanita.
ومن صريح قذف المرأة أن يقول لابنها من زيد مثلا لست ابنه أو لست منه لا قوله لابنه لست ابني ولو قال لولده أو ولد غيره يا ولد الزنا كان قذفا لامه.
Termasuk tuduhan zina yang tegas (qadzaf sharih) terhadap seorang wanita adalah jika seseorang berkata kepada anak wanita tersebut dari Zaid misalnya: 'Kamu bukan anaknya' atau 'Kamu bukan darinya', bukan ucapan seseorang kepada anaknya sendiri: 'Kamu bukan anakku'. Dan jika seseorang berkata kepada anaknya atau anak orang lain: 'Wahai anak zina', maka ucapan itu merupakan tuduhan zina (qadzaf) terhadap ibunya.
ولا يحد أصل لقذف فرع بل يعزر كقاذف غير مكلف.
Seorang leluhur (orang tua/kakek) tidak dijatuhi hukuman had karena menuduh zina keturunannya (anak/cucu), melainkan dijatuhi hukuman takzir, sebagaimana penuduh yang bukan mukalaf.
ويجلد مكلفا عالما شرب خمرا
Dan dijatuhi hukuman cambuk terhadap orang mukalaf yang mengetahui [keharamannya] yang meminum khamur.
ولو شهد بزنا دون أربعة من الرجال أو نساء أو عبيد حدوا ولو تقاذفا لم يتقاصا ولقاذف تحليف مقذوفه أنه ما زنى قط.
Jika saksi zina kurang dari empat orang laki-laki, atau para saksinya adalah wanita-wanita atau hamba-hamba sahaya, maka mereka dijatuhi had qadzaf. Jika dua orang saling menuduh zina, hukuman had mereka tidak bisa saling menggugurkan (impas). Dan penuduh berhak meminta orang yang dituduh untuk bersumpah bahwa dia tidak pernah berzina sama sekali.
وسقط بعفو من مقذوف أو ووارثه الحائز.
Hukuman had menjadi gugur dengan pemaafan dari orang yang dituduh atau dari ahli warisnya yang menerima seluruh harta warisan.
ولا يستقل المقذوف باستيفاء الحد.
Orang yang dituduh zina tidak boleh bertindak sendiri dalam mengeksekusi hukuman had.
ولزوج قذف زوجته التي علم زناها وهي في نكاحه ولو بظن ظنا مؤكدا مع قرينة كأن رآها وأجنبيا في
Seorang suami diperbolehkan menuduh perzinahan istrinya yang ia ketahui telah berzina dan wanita itu masih dalam ikatan nikahnya, meskipun baru sebatas dugaan kuat yang disertai indikasi (qarinah), seperti ia melihat istrinya bersama laki-laki asing di…
خلوة أو رآه خارجا من عندها مع شيوع بين الناس بأنه زنى بها أو مع خبر ثقة أنه رآه يزني بها أو مع تكرر رؤيته لهما كذلك مرات ووجب نفي الولد إن تيقن أنه ليس منه وحيث لا ولد ينفيه فالأولى له الستر وعليها وأن يطلقها إن كرهها فإن أحبها أمسكها لما صح: أن رجلا أتى النبي ص فقال امرأتي لا ترد يد لامس فقال طلقها قال: إني أحبها قال أمسكها [النسائي رقم: ٣٢٢٩, ٣٤٦٤, ٣٤٦٥, أبو داود رقم: ٢٠٤٩] .
…tempat sunyi (khalwat), atau ia melihat laki-laki itu keluar dari rumah istrinya disertai desas-desus di tengah masyarakat bahwa laki-laki itu berzina dengannya, atau disertai kabar dari orang tepercaya yang melihat laki-laki itu berzina dengannya, atau ia berulang kali melihat keduanya dalam keadaan demikian. Dan suami wajib menafikan (menolak pengakuan) anak jika ia yakin bahwa anak itu bukan darinya. Jika tidak ada anak yang dinafikan, maka yang lebih utama baginya adalah menutup aibnya dan aib istrinya, serta menceraikannya jika ia membencinya. Namun jika ia mencintainya, maka ia boleh mempertahankannya, berdasarkan hadis sahih: Bahwa seorang laki-laki mendatangi Nabi SAW lalu berkata, 'Istriku tidak menolak tangan orang yang menyentuh.' Nabi bersabda, 'Ceraikanlah dia.' Laki-laki itu berkata, 'Sesungguhnya aku mencintainya.' Nabi bersabda, 'Kekalkanlah (pertahankanlah) dia.' [HR. An-Nasa'i No. 3229, 3464, 3465, Abu Dawud No. 2049].
فرع: إذا سب شخص آخر فللآخر أن يسبه بقدر ما سبه مما لا كذب فيه ولا قذف: كيا ظالم ويا أحمق.
Cabang masalah: Apabila seseorang mencaci orang lain, maka orang yang dicaci berhak membalas mencacinya sebanding dengan cacian tersebut selama tidak mengandung kedustaan dan tuduhan zina (qadzaf), seperti ucapan: 'Wahai orang zalim' dan 'Wahai orang bodoh'.
ولا يجوز سب أبيه وأمه.
Dan tidak boleh mencaci ayah dan ibunya.
وثالثها حد الشرب ويجلد أي الإمام أو نائبه مكلفا مختارا عالما بتحريم الخمر شرب لغير تداو خمرا وحقيتها عند أكثر
Yang ketiga adalah had meminum minuman keras. Imam atau wakilnya mencambuk seorang mukalaf yang bertindak atas sukarela serta mengetahui keharaman khamur, yang meminum khamur bukan untuk berobat. Dan hakikat khamur menurut mayoritas…
٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠
……………………………..
أصحابنا المسكر من عصير العنب وإن لم يقذف بالزبد فتحريم غيرها قياسي: أي بفرض عدم ورود ما يأتي وإلا فسيعلم منه أن تحريم الكل منصوص عليه وعند أقلهم كل مسكر ولكن لا يكفر مستحل المسكر من عصير غير العنب للخلاف فيه أي من حيث الجنس لحل قليله على قول جماعة أما المسكر بالفعل فهو حرام إجماعا كما حكاه الحنفية فضلا عن غيرهم بخلاف مستحله من عصير العنب الصرف الذي لم يطبخ ولو قطرة لأنه مجمع عليه ضروري.
Sahabat-sahabat kami (ulama Syafi'iyah mendefinisikan khamr sebagai) minuman yang memabukkan dari perasan anggur meskipun belum mengeluarkan busa. Maka keharaman selainnya bersifat qiyasi (berdasarkan kias), yaitu dengan mengandaikan tidak adanya dalil nash yang akan datang. Jika tidak (yakni jika dalil tersebut ada), maka akan diketahui darinya bahwa keharaman semuanya ditunjukkan oleh nash. Menurut sebagian kecil dari mereka, (khamr adalah) setiap yang memabukkan. Namun, orang yang menganggap halal minuman memabukkan dari selain perasan anggur tidak dianggap kafir karena adanya perbedaan pendapat padanya, yaitu dari segi jenisnya, disebabkan kehalalan jumlah yang sedikit menurut pendapat sekelompok ulama. Adapun minuman yang memabukkan secara aktual (dalam jumlah banyak), hukumnya haram berdasarkan ijma' sebagaimana dihikayatkan oleh kalangan Hanafiyah, apalagi ulama lainnya. Berbeda halnya dengan orang yang menganggap halal perasan anggur murni yang belum dimasak walau setetes, karena keharamannya telah disepakati secara ijma' dharuri (pengetahuan agama yang pasti).
وخرج بالقيود المذكورة فيه أضدادها فلا حد على من اتصف بشيء منها من صبي ومجنون ومكره وجاهل بتحريمه أو بكونه خمرا إن قرب إسلامه أو بعد عن العلماء ولا على من شرب لتداو وإن وجد غيرها كما نقله الشيخان عن جماعة وإن حرم التداوي بها.
Dan dikecualikan dengan syarat-syarat yang disebutkan padanya adalah kebalikannya. Maka tidak ada hukuman had atas orang yang bersifat dengan salah satu darinya, seperti anak kecil, orang gila, orang yang dipaksa, dan orang yang tidak tahu keharamannya atau tidak tahu bahwa itu khamr jika ia baru masuk Islam atau jauh dari ulama. Tidak pula atas orang yang meminumnya untuk berobat meskipun ditemukan obat lain, sebagaimana dinukil oleh Asy-Syaikhani (An-Nawawi dan Ar-Rafi'i) dari sekelompok ulama, meskipun berobat dengannya adalah haram.
فائدة [في بيان ضابط حرمة شرب الخمر] كل شراب أسكر كثيره من خمر أو غيرها حرم قليله وكثيره لخبر الصحيحين [البخاري رقم: ٢٤٢, مسلم رقم: ٢٠٠١] : "كل شراب أسكر فهو حرام" وخبر مسلم [رقم: ٢٠٠٣] كل مسكر خمر وكل خمر حرام ويحد شاربه وإن لم يسكر: أي متعاطيه.
Faedah [dalam menjelaskan kaidah keharaman meminum khamr]: Setiap minuman yang banyaknya memabukkan, baik berupa khamr atau lainnya, maka hukumnya haram sedikit maupun banyaknya, berdasarkan hadis dalam As-Shahihain [Al-Bukhari no. 242, Muslim no. 2001]: "Setiap minuman yang memabukkan adalah haram," dan hadis Muslim [no. 2003]: "Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram." Dan peminumnya dijatuhi had meskipun ia tidak sampai mabuk, yaitu pengonsumsinya.
وخرج بالشراب ما حرم من الجامدات فلا حد فيها وإن حرمت وأسكرت بل التعزير: ككثير البنج والحشيشة والأفيون.
Dan dikecualikan dari istilah minuman yaitu benda-benda padat yang diharamkan, maka tidak ada had padanya meskipun haram dan memabukkan, melainkan dikenakan hukuman ta'zir: seperti kecubung/pembius (banj) dalam jumlah banyak, ganja (hasyisyah), dan opium (afyun).
أربعين حرا بإقراره أو شهادة رجلين ويقطع كوع يمين بالغ
Empat puluh kali didera bagi orang merdeka, berdasarkan pengakuannya atau kesaksian dua orang laki-laki. Dan dipotong pergelangan tangan kanan seorang yang baligh.
ويكره أكل يسير منها من غير قصد المداومة ويباح لحاجة التداوي.
Dan dimakruhkan memakan sedikit darinya tanpa maksud membiasakan, dan dibolehkan untuk keperluan berobat.
أربعين جلدة إن كان حرا ففي مسلم عن أنس: كان ص يضرب في الخمر بالجريد والنعال أربعين جلدة. وخرج بالحر الرقيق ولو مبعضا فيجلد عشرين جلدة.
Empat puluh kali cambukan jika ia seorang yang merdeka. Maka dalam riwayat Muslim dari Anas: Rasulullah saw. memukul (peminum) khamr dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali deraan. Dan dikecualikan dari orang merdeka adalah hamba sahaya, meskipun sebagian dirinya merdeka (mubai'adh), maka ia dicambuk dua puluh kali deraan.
وإنما يجلد الإمام شارب الخمر إن ثبت بإقراره أو شهادة رجلين لا بريح خمر وهيئة سكر وقئ وحد عثمان ﵁ بالقيء اجتهاد له.
Imam (hakim/pemimpin) hanya menimpa hukuman cambuk kepada peminum khamr jika terbukti dengan pengakuannya sendiri atau kesaksian dua orang laki-laki, bukan karena bau khamr, kondisi mabuk, atau muntah. Adapun penetapan had oleh Utsman radhiyallahu 'anhu karena muntah merupakan ijtihad beliau.
ويحد الرقيق أيضا بعلم السيد دون غيره.
Dan hamba sahaya juga dijatuhi had dengan pengetahuan tuannya, tidak oleh selainnya.
تتمة: جزم صاحب الاستقصاء بحل إسقائها للبهائم وللزركشي احتمال أنها كالآدمي في حرمة إسقائها لها. ورابعها قطع السرقة.
Tattimmah (Pelengkap): Penulis kitab Al-Istiqsha' memastikannya halal meminumkan khamr kepada hewan ternak, sedangkan Az-Zarkasyi memiliki kemungkinan pendapat bahwa hewan sama seperti manusia dalam hal keharaman meminumkannya. Dan yang keempat (dari jenis hukuman had) adalah pemotongan tangan karena mencuri.
ويقطع أي الإمام وجوبا بعد طلب المالك وثبوت السرقة.
Dan dipotong, yaitu Imam (hakim/pemimpin), secara wajib setelah adanya tuntutan dari pemilik barang dan terbuktinya pencurian.
كوع يمين بالغ ذكرا كان أو أنثى.
Pergelangan tangan kanan orang yang baligh, baik laki-laki maupun perempuan.
سرق ربع دينار أو قيمته من حرز لا مغصوبا أو فيه
Mencuri seperempat dinar atau setara nilainya dari tempat penyimpanan (hirz), bukan barang rampasan atau berada di dalamnya.
سرق أي أخذ خفية.
Mencuri, yaitu mengambil secara sembunyi-sembunyi.
ربع دينار أي مثقال١ ذهبا مضروبا خالصا وإن تحصل من مغشوش أو قيمته بالذهب المضروب الخالص وإن كان الربع لجماعة فلا يقطع بكونه ربع دينار سبيكة أو حليا لا يساوي ربعا مضروبا من حرز أي موضع يحرز فيه مثل ذلك المسروق عرفا ولا قطع بما للسارق فيه شركة ولا بملكه وإن تعلق به نحو رهن.
Seperempat dinar, yaitu mitsqal emas murni yang dicetak, meskipun didapat dari emas campuran; atau nilainya seharga emas murni yang dicetak tersebut. Dan jika seperempat itu milik rombongan, maka tidak dipotong jika barang tersebut berupa seperempat dinar batangan atau perhiasan yang nilainya tidak mencapai seperempat dinar cetak. Dari tempat penyimpanan (hirz), yaitu tempat yang secara urf (kebiasaan) digunakan untuk menyimpan barang curian semisal itu. Dan tidak ada pemotongan tangan pada barang yang padanya pencuri memiliki kepemilikan berserikat, tidak pula pada barang miliknya sendiri meskipun berkaitan dengan hak lain seperti gadai.
ولو اشترك اثنان في إخراج نصاب فقط لم يقطع واحد منهما.
Dan seandainya dua orang bekerja sama dalam mengeluarkan barang senilai nisab saja, maka tidak ada satu pun dari keduanya yang dipotong tangannya.
وخرج بـ سرق ما لو اختلس معتمدا الهرب أو انتهب معتمدا القوة فلا يقطع بهما لخبر الصحيح به [الترمذي رقم: ١٤٤٨, النسائي رقم: ٤٩٧١, ٤٩٧٥, أبو داود رقم: ٤٣٩١, ٤٣٩٢, ابن ماجه رقم: ٢٥٩١, مسند أحمد رقم: ١٤٦٥٢, الدارمي رقم: ٢٣١٠] . ولإمكان دفعهم بالسلطان وغيره بخلاف السارق لأخذه خفية فشرع قطعه زجرا.
Dan dikecualikan dengan kata 'mencuri' yaitu jika seseorang melakukan pencopetan (ikhtilas) dengan mengandalkan lari, atau merampas (intihab) dengan mengandalkan kekuatan, maka tidak dipotong tangan pada keduanya berdasarkan hadis shahih tentang hal tersebut [At-Tirmidzi no. 1448, An-Nasa'i no. 4971, 4975, Abu Dawud no. 4391, 4392, Ibn Majah no. 2591, Musnad Ahmad no. 14652, Ad-Darimi no. 2310], dan karena memungkinkan untuk mencegah mereka melalui pemerintah atau lainnya, berbeda dengan pencuri karena ia mengambil secara sembunyi-sembunyi, maka disyariatkan pemotongan tangan baginya sebagai hukuman yang mencegah.
لا حال كون المال مغصوبا فلا يقطع سارقه من حرز الغاصب وإن لم يعلم أنه مغصوب لان مالكه لم يرض بإحرازه به أو حال كونه فيه أي في مكان مغصوب فلا قطع أيضا بسرقة من حرز مغصوب لان الغاصب ممنوع من الإحراز به بخلاف نحو مستأجر ومعار ويختلف الحرز باختلاف الأموال والأحوال والأوقات فحرز الثوب
Tidak pula apabila harta tersebut statusnya dirampas (ghashab), maka pencurinya tidak dipotong tangannya dari tempat penyimpanan (hirz) si pengghashab meskipun pencuri tidak mengetahui bahwa harta itu adalah harta ghashab, karena pemiliknya tidak meredhai penyimpanannya dengannya. Atau apabila pencurian terjadi di dalamnya, yaitu di tempat yang dighashab, maka tidak dipotong tangan juga dengan mencuri dari hirz yang dighashab, karena pengghashab dilarang menyimpan padanya, berbeda dengan penyewa dan peminjam. Tempat penyimpanan (hirz) berbeda-beda sesuai dengan perbedaan jenis harta, keadaan, dan waktu. Maka hirz pakaian…
ويقطع بمال وقف ومسجد لا حصره ولا بمال صدقة وهو مستحق ومصالح وبعض وسيد والأظهر قطع أحد الزوجين بالآخر فإن عاد فرجله اليسرى,
Dan dipotong tangan karena mencuri harta wakaf dan harta masjid, bukan tikarnya; tidak pula dipotong karena mencuri harta sedekah sementara ia berhak menerimanya, harta kemaslahatan umum, harta kerabat (asal/furuk), dan harta tuan. Menurut pendapat yang azhar, salah satu pasangan suami istri dipotong tangannya karena mencuri harta pasangan yang lain. Jika ia mengulangi (mencuri lagi), maka yang dipotong adalah kaki kirinya.
والنقد الصندوق المقفل والأمتعة الدكاكين وثم حارس ونوم بمسجد أو شارع على متاع ولو بتوسده حرز له لا إن وضعه بقربه بلا ملاحظ قوي يمنع السارق بقوة أو استغاثة أو انقلب عنه ولو بقلب السارق فليس حرزا له.
Dan hirz mata uang adalah peti yang terkunci, hirz barang-barang adalah toko-toko yang ada penjaganya. Tidur di masjid atau di jalanan di atas barang bawaan—meskipun dengan menjadikannya bantal—merupakan hirz baginya; tidak demikian jika ia meletakkannya di dekatnya tanpa adanya pengawas yang kuat yang mampu mencegah pencuri dengan kekuatan atau jeritan minta tolong, atau jika ia berguling menjauh darinya meskipun karena digulingkan oleh pencuri, maka itu bukanlah hirz baginya.
ويقطع بمال وقف أي بسرقة مال موقوف على غيره.
"Dan dipotong tangan karena (mencuri) harta wakaf", yaitu dengan mencuri harta yang diwakafkan kepada selain dirinya.
ومال مسجد كبابه وساريته وقنديل زينة لا بنحو حصره وقناديل تسرج وهو مسلم لأنها أعدت للانتفاع بها ولا بمال صدقة أي زكاة وهو مستحق لها بوصف فقر أو غيره ولو لم يكن له فيه حق كغني أخذ مال صدقة وليس غارما لإصلاح ذات البين ولا غازيا قطع لانتفاء الشبهة ولا بمال مصالح كبيت المال وإن كان غنيا لان له فيه حقا لان ذلك قد يصرف في عمارة المساجد والرباطات فينتفع به الغني والفقير من المسلمين. ولا بمال بعض من أصل أو فرع وسيد لشبهة استحقاق النفقة في الجملة والأظهر قطع أحد الزوجين بالآخر أي بسرقة ماله المحرز عنه.
Dan harta masjid seperti pintunya, tiangnya, dan lampu hiasannya; bukan tikarnya dan lampu-lampu yang dinyalakan sementara ia seorang muslim, karena barang-barang tersebut disediakan untuk dimanfaatkan. Dan tidak dipotong karena mencuri harta sedekah, yaitu zakat, sedangkan ia adalah orang yang berhak menerimanya dengan sifat fakir atau selainnya. Namun jika ia tidak memiliki hak padanya, seperti orang kaya yang mengambil harta sedekah padahal ia bukan orang yang berutang untuk mendamaikan perselisihan (gharim) dan bukan pula pejuang (ghazi), maka ia dipotong tangannya karena tidak adanya syubhat (keraguan). Tidak dipotong pula karena mencuri harta maslahat umum seperti Baitul Mal meskipun ia kaya, karena ia memiliki hak padanya, sebab harta tersebut terkadang disalurkan untuk pembangunan masjid dan benteng/pesantren sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang kaya maupun miskin dari kaum muslimin. Dan tidak dipotong karena mencuri harta sebagian kerabat dari asal (orang tua/leluhur) atau furuk (anak/cucu) serta tuan, karena adanya syubhat hak nafkah secara umum. Pendapat yang azhar adalah dipotong tangannya salah satu suami-istri karena mencuri harta yang lain, yaitu mencuri hartanya yang tersimpan dari dirinya.
فإن عاد بعد قطع يمناه إلى السرقة ثانيا ف تقطع رجله اليسرى من مفصل الساق والقدم.
Jika ia kembali melakukan pencurian untuk kedua kalinya setelah tangan kanannya dipotong, maka dipotong kaki kirinya dari persendian betis dan telapak kaki.
فيده اليسرى فرجله اليمنى ثم عزر وتثبت برجلين وإقرار وبيمين رد وقبل رجوع مقر ومن أقر بعقوبة لله فلقاض
Kemudian tangan kirinya, lalu kaki kanannya, kemudian di-ta'zir. Dan pencurian terbukti dengan kesaksian dua orang laki-laki, pengakuan (iqrar), dan sumpah yang dikembalikan (yamin radd). Diterima pencabutan pengakuan dari orang yang mengaku. Barangsiapa yang mengakui perbuatan yang diancam hukuman karena hak Allah, maka bagi seorang hakim…
فـ إن عاد ثالثا فتقطع يده اليسرى من كوعها.
Jika ia kembali mencuri untuk ketiga kalinya, maka dipotong tangan kirinya dari pergelangan tangan.
فـ إن عاد رابعا فتقطع رجله اليمنى ثم إن سرق بعد قطع ما ذكر عزر ولا يقتل وما روي من أنه ص قتله منسوخ أو مؤول بقتله لاستحلال بل ضعفه الدارقطني وغيره وقال ابن عبد البر أنه منكر لا أصل له.
Jika ia kembali mencuri untuk keempat kalinya, maka dipotong kaki kanannya. Kemudian jika ia mencuri lagi setelah pemotongan anggota tubuh tersebut di atas, ia di-ta'zir dan tidak dibunuh. Hadis yang diriwayatkan bahwa Nabi SAW membunuhnya telah dinasakh (dihapus hukumnya) atau diakwilkan bahwa hukuman bunuh itu karena ia menganggap halal pencurian tersebut; bahkan Ad-Daraqutni dan lainnya melemahkannya, dan Ibn Abdil Barr berkata bahwa hadis tersebut munkar dan tidak ada dasarnya.
ومن سرق مرارا بلا قطع لم يلزمه إلا حد واحد على المعتمد فتكفي يمينه عن الكل لاتحاد السبب فتداخلت.
Barangsiapa yang mencuri berkali-kali tanpa pernah dijatuhi hukuman potong tangan, maka menurut pendapat yang mu'tamad ia hanya dikenakan satu had (hukuman). Maka pemotongan tangan kanannya sudah mencukupi untuk seluruh pencurian tersebut karena sebabnya sama, sehingga hukumannya saling tumpang tindih (tadakhul).
وتثبت السرقة برجلين كسائر العقوبات غير الزنا وإقرار من سارق بعد دعوى عليه مع تفصيل في الشهادة والإقرار بأن تبين السرقة والمسروق منه وقدر المسروق والحرز بتعيينه.
Dan pencurian terbukti dengan kesaksian dua orang laki-laki seperti hukuman-hukuman lainnya selain zina, serta dengan pengakuan dari pencuri setelah adanya tuduhan terhadapnya, disertai rincian dalam kesaksian dan pengakuan tersebut yaitu dengan menjelaskan pencuriannya, korban pencurian, kadar barang yang dicuri, dan tempat penyimpanannya (hirz) secara spesifik.
وتثبت السرقة أيضا خلافا لما اعتمده جمع بيمين رد من المدعى عليه على المدعي لأنها كإقرار المدعى عليه وقبل رجوع مقر بالنسبة لقطع بخلاف المال فلا يقبل رجوعه فيه لأنه حق آدمي.
Dan pencurian juga terbukti—berbeda dari pendapat yang dipegang oleh sekelompok ulama—dengan sumpah yang dikembalikan (yamin radd) dari tergugat kepada penggugat, karena sumpah tersebut kedudukannya seperti pengakuan tergugat. Dan pencabutan kembali pengakuan dari orang yang mengaku diterima dalam hal potong tangan, berbeda dengan pengembalian harta, maka pencabutannya tidak diterima padanya karena itu merupakan hak sesama manusia (haqq adami).
ومن أقر بقعوبة لله تعالى أي بموجبها كزنا وسرقة وشرب خمر ولو بعد دعوى فلقاض أي يجوز له كما في الروضة وأصلها لكن نقل في شرح مسلم الإجماع على ندبه وحكاه في البحر عن الأصحاب وقضية تخصيصهم القاضي بالجواز حرمته على غيره.
Barangsiapa yang mengakui perbuatan yang berkonsekuensi hukuman (hadd) karena hak Allah Ta'ala—yaitu hal yang mewajibkannya seperti zina, pencurian, dan minum khamar—meskipun setelah adanya tuduhan, maka bagi seorang hakim, yaitu diperbolehkan baginya sebagaimana terdapat dalam Ar-Raudhah dan kitab asalnya. Namun dinukilkan dalam Syarh Muslim adanya ijmak atas kesunatannya, dan diceritakan dalam Al-Bahr dari para ashab. Dan konsekuensi logis dari pengkhususan hakim dengan kebolehan tersebut menunjukkan keharamannya bagi selain hakim.
قال شيخنا: وهو محتمل ويحتمل أن غير القاضي أولى منه,
Syaikh kita (Ibn Hajar) berkata: "Hal itu memungkinkan, dan ada kemungkinan pula bahwa selain hakim justru lebih utama dari hakim,"
تعريض برجوع
memberikan isyarat sindiran untuk mencabut pengakuan
لامتناع التلقين عليه.
karena terlarangnya menuntun jawaban (talqin) baginya.
تعريض له برجوع عن الإقرار أو بالإنكار فيقول لعلك فأخذت أو أخذت من غير حرز أو ما علمته خمرا لأنه ص عرض لماعز وقال لمن أقر عنده بالسرقة ما أخالك سرقت [النسائي رقم: ٤٨٧٧, أبو داود رقم: ٤٣٨٠, ابن ماجه رقم: ٢٥٩٧, الدارمي رقم: ٢٣٠٣] .
Memberikan sindiran/isyarat kepadanya untuk mencabut pengakuan atau memungkirinya, misalnya hakim berkata: "Mungkin engkau hanya mengambilnya," atau "Engkau mengambilnya dari tempat yang bukan hirz," atau "Engkau tidak tahu bahwa itu khamar," karena Nabi SAW pernah memberi isyarat sindiran kepada Ma'iz dan beliau bersabda kepada orang yang mengaku melakukan pencurian di hadapannya: "Aku tidak mengira engkau telah mencuri." [An-Nasa'i no. 4877, Abu Dawud no. 4380, Ibn Majah no. 2597, Ad-Darimi no. 2303].
وخرج بالتعريض التصريح كارجع عنه أو اجحده فيأثم به لأنه أمر بالكذب.
Dikecualikan dari sindiran (ta'ridh) adalah pernyataan secara terang-terangan (tashrih), seperti "tariklah pengakuan itu" atau "ingkarlah itu", sehingga ia berdosa karenanya karena menyuruh untuk berdusta.
ويحرم التعريض عند قيام البينة.
Diharamkan memberi sindiran (agar mencabut pengakuan) ketika alat bukti (bayyinah) telah berdiri tegak.
ويجوز للقاضي أيضا التعريض للشهود بالتوقف في حد الله تعالى إن رأى المصلحة في الستر وإلا فلا.
Boleh juga bagi hakim menyindir para saksi untuk menahan diri (memberikan kesaksian) dalam hukuman had hak Allah Ta'ala jika ia melihat ada maslahat untuk menutupi aib, dan jika tidak ada maslahat maka tidak boleh.
وبه يعلم أنه لا يجوز له التعرض ولا لهم التوقف إن ترتب على ذلك ضياع المسروق أو حد الغير كحد القذف.
Dari situ dapat diketahui bahwa hakim tidak boleh menyindir dan saksi tidak boleh menahan diri jika hal itu mengakibatkan hilangnya barang yang dicuri atau hilangnya had orang lain seperti had qadzaf (tuduhan zina).
خاتمة: في قاطع الطريق
Penutup: Tentang Penyamun (Qati' at-Tariq)
لو علم الإمام قوما يخيفون الطريق ولم يأخذوا مالا ولا قتلوا نفسا عزرهم وجوبا بحبس وغيره.
Jika imam (pemerintah) mengetahui sekelompok orang yang menakut-nakuti jalanan tetapi mereka tidak mengambil harta dan tidak membunuh jiwa, maka imam wajib menakzir mereka dengan hukuman penjara dan selainnya.
وإن أخذ القاطع المال ولم يقتل قطعت يده اليمنى ورجله اليسرى,
Dan jika penyamun mengambil harta dan tidak membunuh, maka dipotong tangan kanannya dan kaki kirinya,
فإن عاد فرجله اليمنى ويده اليسرى.
jika ia mengulanginya lagi, maka dipotong kaki kanannya dan tangan kirinya.
وإن قتل قتل حتما وإن عفا مستحق القود.
Dan jika ia membunuh, ia wajib dihukum mati secara pasti, meskipun pemegang hak qishash memaafkannya.
وإن قتل وأخذ نصابا قتل ثم صلب بعد غسله وتكفينه والصلاة عليه ثلاثة أيام حتما ثم ينزل وقيل يبقى وجوبا حتى يتهرى ويسيل صديده وفي قول يصلب حيا قليلا ثم ينزل فيقتل.
Dan jika ia membunuh serta mengambil harta mencapai nisab, ia dibunuh lalu disalib setelah dimandikan, dikafani, dan dishalati selama tiga hari secara pasti, kemudian diturunkan. Ada yang berpendapat wajib dibiarkan tersalib sampai hancur dagingnya dan mengalir nanahnya. Dan menurut satu pendapat: disalib sebentar dalam keadaan hidup, lalu diturunkan kemudian dibunuh.