ربع العبادات

كتاب ترتيب الأوراد وتفصيل إحياء الليل

كتاب ترتيب الأوراد وتفصيل إحياء الليل

Beranda كتاب إحياء علوم الدين ربع العبادات كتاب ترتيب الأوراد وتفصيل إحياء الليل

كتاب ترتيب الأوراد وتفصيل إحياء الليل

Kitab Urutan Wirid-Wirid dan Rincian Menghidupkan Malam (Ihyaul Lail)

وهو الكتاب العاشر من إحياء علوم الدين وبه اختتام ربع العبادات نفع الله به المسلمين بسم الله الرحمن الرحيم

Kitab ini merupakan kitab ke-10 dari Ihya Ulumuddin dan menjadi penutup dari Seperempat Bagian Ibadah (Rub'ul Ibadat). Semoga Allah memberikan manfaat dengannya bagi kaum muslimin. Bismillahir-rahmanir-rahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

نحمد الله على آلائه حمداً كثيراً ونذكره ذكراً لا يغادر في القلب استكباراً ولا نفوراً ونشكره إذ جعل الليل والنهار خلفة لمن أراد أن يذكر أو أراد شكوراً ونصلي على نبيه الذي بعثه بالحق بشيراً ونذيراً وعلى آله الطاهرين وصحبه الأكرمين الذين اجتهدوا في عبادة الله غدوة وعشياً وبكرة وأصيلاً حتى أصبح كل واحد منهم نجماً في الدين هادياً وسراجاً منيراً

Kami memuji Allah atas nikmat-nikmat-Nya dengan pujian yang banyak, dan kami mengingat-Nya dengan zikir yang tidak menyisakan keangkuhan maupun penolakan di dalam hati. Kami bersyukur kepada-Nya karena Dia menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. Kami bershalawat atas Nabi-Nya yang diutus membawa kebenaran sebagai pembawa berita kesenangan dan pemberi peringatan, serta kepada keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia, yang telah bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah di waktu pagi dan petang, serta pagi dan sore hari, hingga setiap orang dari mereka menjadi bintang penunjuk jalan dalam agama dan pelita yang menerangi.

أما بعد فإن الله تعالى جعل الأرض ذلولاً لعباده إلا ليستقروا في مناكبها بل ليتخذوها منزلاً فيتزودوا منها زاداً يحملهم في سفرهم إلى أوطانهم ويكتنزون منها تحفاً لنفوسهم عملاً وفضلاً محترزين من مصايدها ومعاطبها ويتحققون أن العمر يسير بهم سير السفينة براكبها فالناس في هذا العالم سفر وأول منازلهم المهد وآخرها اللحد والوطن هو الجنة أو النار والعمر مسافة السفر فسنوه مراحله وشهوره فراسخه وأيامه أمياله وأنفاسه خطواته وطاعته بضاعته وأوقاته رءوس أمواله وشهواته وأغراضه قطاع طريقه وربحه الفوز بلقاء الله تعالى في دار السلام مع الملك

Amma ba'du (Adapun setelah itu): Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menjadikan bumi ini mudah bagi hamba-hamba-Nya, bukan agar mereka menetap di penjuru-penjuru buminya, melainkan agar mereka menjadikannya tempat singgah sementara, lalu mengambil darinya bekal yang memikul mereka dalam perjalanan menuju tanah air (asal) mereka, serta mengumpulkan dengannya hadiah-hadiah berharga bagi diri mereka berupa amal saleh dan keutamaan, seraya berhati-hati dari jebakan-jebakan dan kebinasaannya. Mereka meyakini bahwa umur berjalan membawa mereka sebagaimana jalurnya kapal membawa penumpangnya. Maka manusia di dunia ini adalah para musafir; persinggahan pertama mereka adalah buaian dan persinggahan terakhir mereka adalah liang lahat, sedangkan tanah air sejati adalah Surga atau Neraka. Umur adalah jarak perjalanan; tahun-tahunnya adalah tahap-tahapnya, bulan-bulannya adalah ukuran parasang-nya, hari-harinya adalah mil-milnya, nafas-nafasnya adalah langkah-langkahnya, ketaatannya adalah barang dagangannya, waktu-waktunya adalah modal utamanya, sedangkan syahwat dan keinginan-keinginan dunianya adalah para perompak jalanan. Dan keuntungannya adalah keberhasilan meraih pertemuan dengan Allah Ta'ala di Negeri Keselamatan (Darussalam) bersama Sang Raja…

الكبير والنعيم المقيم وخسرانه البعد من الله تعالى مع الأنكال والأغلال والعذاب الأليم في دركات الجحيم

…Yang Maha Besar dan kenikmatan yang kekal. Sedangkan kerugiannya adalah kejauhan dari Allah Ta'ala disertai belenggu-belenggu, rantai-rantai, dan azab yang pedih di tingkatan-tingkatan neraka Jahim.

فالغافل في نفس من أنفاسه حتى ينقضي في غير طاعة تقربه إلى الله زلفى متعرض في يوم التغابن لغبينة وحسرة ما لها منتهى ولهذا الخطر العظيم والخطب الهائل شمر الموفقون عن ساق الجد وودعوا بالكلية ملاذ النفس واغتنموا بقايا العمر ورتبوا بحسب تكرر الأوقات وظائف الأوراد حرصاً على إحياء الليل والنهار في طلب القرب من الملك الجبار والسعي إلى دار القرار فصار من مهمات علم طريق الآخرة تفصيل القول في كيفية قسمة الأوراد وتوزيع العبادات التي سبق شرحها على مقادير الأوقات ويتضح هذا المهم بذكر بابين

Maka orang yang lalai dalam satu helaan nafas dari nafas-nafasnya hingga berlalu tanpa ketaatan yang mendekatkan dirinya kepada Allah, berarti ia sedang mempertaruhkan dirinya pada hari penyesalan (Yaumut-Taghabun) pada kerugian dan penyesalan yang tidak ada batasnya. Karena bahaya yang agung dan perkara yang amat dahsyat ini, orang-orang yang mendapat taufik menyingsingkan lengan baju kesungguhan, meninggalkan sepenuhnya kelezatan nafsu, mempergunakan sisa-sisa umur, dan menyusun tugas-tugas wirid berdasarkan perulangan waktu demi menjaga hidupnya siang dan malam dalam menuntut kedekatan dengan Sang Raja Yang Maha Perkasa (Al-Jabbar) serta berupaya menuju Negeri Keabadian. Oleh karena itu, di antara hal terpenting dalam ilmu jalan akhirat (ilmu thariqil akhirah) adalah merincikan penjelasan mengenai cara pembagian wirid-wirid dan mendistribusikan bentuk-bentuk ibadah—yang telah dijelaskan sebelumnya—pada kadar-kadar waktu. Perkara penting ini akan menjadi jelas dengan menyebutkan dua bab:

الباب الأول في فضيلة الأوراد وترتيبها في الليل والنهار

Bab Pertama: Tentang Keutamaan Wirid-Wirid dan Pengaturannya di Waktu Malam dan Siang.

الباب الثاني في كيفية إحياء الليل وفضيلته وما يتعلق به

Bab Kedua: Tentang Tata Cara Menghidupkan Malam, Keutamaannya, dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya.