الركوع ولواحقه
الرُّكُوعُ وَلَوَاحِقُهُ
Rukuk dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya
ثُمَّ يَرْكَعُ وَيُرَاعِي فِيهِ أُمُورًا وَهُوَ أَنْ يُكَبِّرَ لِلرُّكُوعِ وَأَنْ يَرْفَعَ يَدَيْهِ مع تكبيرة الركوع وأن يمد التكبير مداً إلى الانتهاء إلى الرُّكُوعِ وَأَنْ يَضَعَ رَاحَتَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ فِي الرُّكُوعِ وَأَصَابِعُهُ مَنْشُورَةٌ مُوَجَّهَةٌ نَحْوَ الْقِبْلَةِ عَلَى طُولِ السَّاقِ وَأَنْ يَنْصِبَ رُكْبَتَيْهِ وَلَا يَثْنِيَهُمَا وأن يمد ظهره مستوياً وأن يكون عنقه ورأسه مستويين مع ظهره كالصفيحة الواحدة لَا يَكُونُ رَأْسُهُ أَخْفَضَ وَلَا أَرْفَعَ وَأَنْ يُجَافِيَ مَرْفِقَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ
Kemudian ia melakukan rukuk dan memperhatikan beberapa hal di dalamnya, yaitu: bertakbir untuk rukuk, mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir rukuk, memanjangkan takbir hingga selesai sampai ke posisi rukuk, meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua lutut saat rukuk dengan jari-jari direnggangkan menghadap ke arah kiblat sejajar dengan panjang betis, menegakkan kedua lutut dan tidak membengkokkannya, meratakan punggungnya secara lurus, serta menjadikan leher dan kepalanya sejajar dengan punggungnya seperti satu papan yang rata—kepalanya tidak terlalu menunduk dan tidak pula terlalu menengadah—serta merenggangkan kedua sikunya dari kedua lambungnya.
وَتَضُمُّ الْمَرْأَةُ مَرْفِقَيْهَا إِلَى جَنْبَيْهَا
Sedangkan bagi wanita, ia merapatkan kedua sikunya ke kedua lambungnya.
وَأَنْ يَقُولَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثًا وَالزِّيَادَةُ إِلَى السَّبْعَةِ وَإِلَى الْعَشَرَةِ حَسَنٌ إِنْ لَمْ يَكُنْ إِمَامًا ثُمَّ يَرْتَفِعُ مِنَ الرُّكُوعِ إِلَى الْقِيَامِ وَيَرْفَعُ يَدَيْهِ وَيَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَيَطْمَئِنُّ فِي الِاعْتِدَالِ وَيَقُولُ ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد ولا يطول هذا القيام إلا في صلاة التسبيح والكسوف والصبح
Dan hendaknya ia mengucapkan: "Subḥāna rabbiyal-'aẓīm" sebanyak tiga kali. Menambahnya hingga tujuh atau sepuluh kali adalah baik apabila ia bukan seorang imam. Kemudian ia bangkit dari rukuk menuju posisi berdiri (i'tidal) seraya mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan: "Sami'allāhu liman ḥamidah". Ia tumakninah dalam i'tidal dan mengucapkan: "Rabbanā lakal-ḥamdu mil'as-samāwāti wa mil'al-arḍi wa mil'a mā syi'ta min syai'in ba'd". Dan ia tidak memanjangkan berdiri ini kecuali pada shalat Tasbih, shalat Gerhana (Kusuf), dan shalat Subuh.