باب الحج والعمرة

مدخل

مدخل

مدخل

Pengantar

باب الحج [والعمرة]

Bab Haji [dan Umrah]

باب الحج [والعمرة]

Bab Haji [dan Umrah]

وهو: بفتح أوله وكسره لغة: القصد أو كثرته إلى من يعظم وشرعا: قصد الكعبة للنسك الآتي.

Haji — dengan dibaca fathah atau kasrah huruf pertamanya — secara bahasa berarti: menyengaja atau sering menyengaja menuju sesuatu yang diagungkan. Secara syariat berarti: menyengaja menuju Ka'bah untuk melaksanakan ibadah (nusuk) yang akan dijelaskan.

وهو من الشرائع القديمة.

Haji termasuk dari syariat-syariat terdahulu.

وروي أن آدم ﵇ حج أربعين حجة من الهند ماشيا وأن جبريل قال له: إن الملائكة كانوا يطوفون قبلك بهذا البيت سبعة آلاف سنة.

Diriwayatkan bahwa Nabi Adam 'alaihissalam berhaji sebanyak empat puluh kali dari India dengan berjalan kaki, dan bahwasanya Malaikat Jibril berkata kepadanya: "Sesungguhnya para malaikat telah bertawaf sebelummu di Rumah (Baitullah) ini selama tujuh ribu tahun."

قال ابن إسحاق: لم يبعث الله نبيا بعد إبراهيم ﵊ إلا حج.

Ibnu Ishaq berkata: "Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun setelah Nabi Ibrahim 'alaihissalam melainkan ia melakukan haji."

والذي صرح به غيره أنه ما من نبي إلا حج خلافا لمن استثنى هودا وصالحا.

Pendapat yang ditegaskan oleh selainnya adalah bahwa tidak ada seorang nabi pun melainkan pernah berhaji, berbeda dengan ulama yang mengecualikan Nabi Hud dan Nabi Shalih.

والصلاة أفضل منه خلافا للقاضي.

Dan salat lebih utama daripada haji, berbeda dengan pendapat Al-Qadhi.

وفرض في السنة السادسة على الأصح.

Haji diwajibkan pada tahun keenam (Hijriah) menurut pendapat yang paling sahih.

وحج ﷺ قبل النبوة وبعدها وقبل الهجرة حججا لا يدرى عددها وبعدها حجة الوداع لا غير وورد: "من حج هذا البيت خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه" [البخاري رقم: ١٥٢١, مسلم رقم: ١٣٥٠] .

Nabi ﷺ melakukan ibadah haji sebelum kenabian dan sesudahnya, serta sebelum hijrah sebanyak haji yang tidak diketahui jumlahnya; sedangkan setelah hijrah beliau melakukan Haji Wada' (haji perpisahan) saja, tidak ada yang lain. Dan terdapat hadis: "Barang siapa yang berhaji ke Rumah ini (Baitullah), maka ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." [Al-Bukhari no. 1521, Muslim no. 1350].

يجبان على مكلف حر مستطيع

Keduanya (haji dan umrah) wajib bagi seorang mukalaf, merdeka, dan mampu (mustathi').

قال شيخنا في حاشية الإيضاح: قوله: كيوم ولدته أمه يشمل التبعات١ وورد التصريح به في رواية وأفتى به بعض مشايخنا لكن ظاهر كلامهم يخالفه والأول أوفق بظواهر السنة والثاني أوفق بالقواعد.

Guru kami berkata dalam Hasyiyah al-Idhah: Perkataan beliau: "seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya" mencakup pula hak-hak sesama (tanggungan/tabi'at). Penegasan akan hal ini terdapat dalam suatu riwayat dan difatwakan oleh sebagian guru kami, namun lahiriah perkataan mereka menyelisihi hal tersebut. Yang pertama lebih sesuai dengan lahiriah Sunnah, sedangkan yang kedua lebih sesuai dengan kaidah-kaidah.

ثم رأيت بعض المحققين نقل الإجماع عليه وبه يندفع الإفتاء المذكور تمسكا بالظواهر.

Kemudian aku melihat sebagian muhaqqiq menukil adanya ijmak atas hal tersebut, dan dengan demikian gugurlah fatwa yang disebutkan tadi yang berpegang pada teks-teks lahiriah.

والعمرة وهي لغة: زيادة مكان عامر وشرعا: قصد الكعبة للنسك الآتي.

Dan umrah, secara bahasa adalah mengunjungi tempat yang ramai/makmur, sedangkan menurut syariat adalah menuju Ka'bah untuk melaksanakan ibadah (nusuk) yang akan dijelaskan.

يجبان أي الحج والعمرة ولا يغني عنها الحج وإن اشتمل عليها وخبر: سئل ص عن العمرة أواجبة هي؟ قال: لا ضعيف اتفاقا وإن صححه الترمذي [رقم: ٩٣١] .

Keduanya wajib, yaitu haji dan umrah. Haji tidak menggantikan umrah meskipun haji mencakupnya. Dan riwayat: Nabi SAW ditanya tentang umrah, apakah wajib? Beliau menjawab: "Tidak," adalah hadis dhaif berdasarkan kesepakatan ulama, meskipun diriwayatkan shahih oleh at-Tirmidzi [no. 931].

على كل مسلم مكلف أي بالغ عاقل حر: فلا يجبان على صبي ومجنون ولا على رقيق فنسك غير المكلف ومن فيه رق يقع نفلا لا فرضا.

Wajib atas setiap muslim mukalaf, yaitu baligh, berakal, dan merdeka. Maka keduanya tidak wajib bagi anak kecil, orang gila, dan budak. Ibadah haji/umrah orang yang belum mukalaf dan budak berstatus sunnah, bukan fardhu.

مستطيع للحج بوجدان الزاد ذهابا وإيابا وأجرة خفير أي مجير

Yang mampu melaksanakan haji dengan memiliki bekal untuk pergi dan pulang, serta upah pengawal yakni pelindung

مرة بتراخ

sekali seumur hidup dengan boleh ditunda,

يأمن معه والراحلة أو ثمنها: إن كان بينه وبين مكة مرحلتان أو دونهما وضعف عن المشي مع نفقة من يجب عليه نفقته وكسوته إلى الرجوع.

yang membuatnya merasa aman, serta memiliki kendaraan atau biayanya jika jarak antara dirinya dan Makkah dua marhalah atau kurang namun ia tidak kuat berjalan kaki, disertai nafkah untuk orang yang wajib ia nafkahi beserta pakaian mereka sampai ia kembali.

ويشترط أيضا للوجوب: أمن الطريق على النفس والمال ولو من رصدي وإن قل ما يأخذه وغلبة السلامة لراكب البحر فإن غلب الهلاك لهيجان الأمواج في بعض الأحوال أو استويا: لم يجب بل يحرم الركوب فيه له ولغيره.

Disyaratkan pula untuk kewajibannya: aman di perjalanan bagi jiwa dan harta, meskipun dari pemungut liar (rasadi) walaupun sedikit yang diambilnya, serta dominan keselamatan bagi penumpang laut. Jika dominan kebinasaan karena gejolak ombak pada sebagian kondisi atau kondisinya seimbang, maka tidak wajib, bahkan haram menumpanginya baginya dan bagi selainnya.

وشرط للوجوب على المرأة مع ما ذكر أن يخرج معها محرم أو زوج أو نسوة ثقات ولو إماء وذلك

Dan disyaratkan pula untuk kewajiban bagi wanita beserta syarat yang telah disebutkan, hendaknya ia pergi bersama mahram, suami, atau rombongan wanita-wanita yang terpercaya meskipun budak wanita, dan hal itu

لحرمة سفرها وحدها وإن قصر أو كانت في قافلة عظيمة ولها بلا وجوب أن تخرج مع امرأة ثقة لأداء فرض الإسلام وليس لها الخروج لتطوع ولو مع نسوة كثيرة وإن قصر السفر أو كانت شوهاء.

karena haramnya bepergian seorang diri meskipun jaraknya pendek atau berada dalam kafilah yang besar. Dan baginya—tanpa kewajiban—boleh pergi bersama seorang wanita terpercaya untuk menunaikan fardhu Islam (haji/umrah pertama). Namun ia tidak boleh pergi untuk ibadah sunnah meskipun bersama banyak wanita dan meskipun perjalanannya pendek atau ia adalah wanita yang berwajah buruk rupa.

وقد صرحوا بأنه يحرم على المكية التطوع بالعمرة من التنعيم مع النساء خلافا لمن نازع فيه.

Para ulama telah menegaskan bahwa haram hukumnya bagi wanita penduduk Makkah untuk melakukan umrah sunnah dari Tan'im bersama kaum wanita, berbeda dengan ulama yang menentangnya.

مرة واحدة في العمر بتراخ لا على الفور نعم إنما يجوز التأخير بشرط العزم على الفعل في المستقبل وأن لا يتضيقا عليه بنذر أو قضاء أو خوف عضب أو تلف مال بقرينة ولو ضعيفة وقيل يجب على القادر أن لا يترك الحج في كل خمس سنين لخبر فيه [رواه ابن حبان في صحيحه رقم: ٣٧٠٣ ,٩/ ١٦] .

Sekali saja seumur hidup secara teratur (boleh ditunda) dan tidak wajib serta-merta. Ya, penundaan tersebut hanya diperbolehkan dengan syarat adanya azam (tekad) untuk melaksanakannya di masa mendatang, serta tidak menyempit waktunya karena nadzar, qadha, atau kekhawatiran kelumpuhan fisik atau kerusakan harta berdasarkan indikasi meskipun lemah. Ada yang berpendapat: wajib bagi orang yang mampu untuk tidak meninggalkan haji dalam setiap lima tahun sekali berdasarkan hadis tentang hal tersebut [HR. Ibn Hibban dalam Shahihnya no. 3703, 9/16].

أركانه: ١- إحرام, ٢- ووقوف بعرفة

Rukun-rukunnya: 1- Ihram, 2- Wukuf di Arafah,

فرع تجب إنابة عن ميت عليه نسك من تركته كما تقضى منه ديونه فلو لم تكن له تركة سن لوارثه أن

Cabang Masalah: Wajib mewakilkan (badal) bagi mayit yang menanggung kewajiban ibadah haji/umrah yang diambil dari harta peninggalannya sebagaimana utang-utangnya dilunasi darinya. Jika ia tidak memiliki harta peninggalan, disunnahkan bagi ahli warisnya untuk

يفعله عنه فلو فعله أجنبي جاز ولو بلا إذن وعن آفاقي معضوب١ عاجز عن النسك بنفسه: لنحو زمانه أو مرض لا يرجى برؤه بأجرة مثل فضلت عما يحتاجه المعضوب يوم الاستئجار وعما عدا مؤنة نفسه وعياله

melaksanakannya untuknya. Jika dilaksanakan oleh orang asing (bukan ahli waris), maka boleh meskipun tanpa izin. Dan (wajib mewakilkan) bagi orang luar Makkah (afaqi) yang mengalami lumpuh/ketidakmampuan fisik (ma'dhub) yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji/umrah sendiri karena kelumpuhan atau penyakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, dengan upah standar (ujratul mitsl) yang melebihi kebutuhan orang yang ma'dhub tersebut pada hari persewaan dan di luar biaya nafkah dirinya serta keluarganya

بعده ولا يصح أن يحج عن معضوب بغير إذنه لان الحج يفتقر للنية والمعضوب أهل لها وللإذن.

setelahnya. Dan tidak sah membadalkan haji untuk orang yang ma'dhub tanpa izinnya, karena haji membutuhkan niat, sedangkan orang yang ma'dhub masih cakap untuk berniat dan memberi izin.

أركانه أي الحج: ستة:

Rukun-rukunnya, yaitu rukun haji, ada enam:

١- أحدها: إحرام به أي بنية دخول فيه لخبر [البخاري رقم: ١, مسلم رقم: ١٩٠٧] : "إنما الأعمال بالنيات".

1. Pertama: Ihram dengannya, yaitu dengan niat masuk ke dalamnya, berdasarkan hadis [Al-Bukhari no: 1, Muslim no: 1907]: "Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung pada niatnya."

ولا يجب تلفظ بها وتلبية بل يسنان فيقول بقلبه ولسانه: نويت الحج وأحرمت به لله تعالى لبيك اللهم لبيك إلى آخره.

Dan tidak wajib melafalkan niat serta membaca talbiyah, melainkan keduanya disunnahkan. Maka ia mengucapkan dengan hati dan lisannya: 'Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaikallahumma labbaik…' hingga akhir.

٢- وثانيها: وقوف بعرفة أي حضوره بأي جزء منها ولو لحظة وإن كان نائما أو مارا لخبر الترمذي [رقم: ٨٨٩] : الحج عرفة وليس منها: مسجد إبراهيم ﵇ ولا نمرة.

2. Kedua: Wukuf di Arafah, yaitu hadir di bagian mana pun dari Arafah meskipun sejenak, walaupun dalam keadaan tidur atau sekadar lewat, berdasarkan hadis At-Tirmidzi [no: 889]: 'Haji adalah Arafah'. Dan tidak termasuk bagian Arafah: Masjid Ibrahim a.s. dan juga Namirah.

بين زوال وفجر نحر ٣- وطواف إفاضة ٤- وسعي سبعا,

[Antara] tergelincir matahari hingga terbit fajar hari Nahr (10 Dzulhijjah). 3- Tawaf Ifadah. 4- Sa'i sebanyak tujuh kali,

والأفضل للذكر تحري موقفه ص وهو عند الصخرات المعروفة.

Dan yang paling utama bagi laki-laki adalah mencari tempat wukuf Nabi ﷺ, yaitu di dekat batu-batu besar yang dikenal (as-Sakhraat).

وسميت عرفة قيل: لان آدم وحواء تعارفا بها وقيل غير ذلك.

Dinamakan Arafah, dikatakan: karena Adam dan Hawa saling mengenal di sana, dan ada pula pendapat lain.

ووقته بين زوال للشمس يوم عرفة وهو تاسع ذي الحجة وبين طلوع فجر يوم نحر.

Dan waktunya adalah antara tergelincirnya matahari pada hari Arafah, yaitu tanggal sembilan Dzulhijjah, hingga terbitnya fajar pada hari Nahr.

وسن له الجمع بين الليل والنهار وإلا أراق دم تمتع ندبا.

Dan disunnahkan baginya untuk menggabungkan antara malam dan siang; jika tidak, maka disunnahkan baginya menyembelih dam (denda) tamattu'.

٣- وثالثها: طواف إفاضة ويدخل وقته بانتصاف ليلة النحر.

3. Ketiga: Tawaf Ifadah, dan waktunya dimulai sejak tengah malam pada malam Nahr.

وهو أفضل الأركان حتى من الوقوف خلافا للزركشي.

Tawaf ini adalah rukun yang paling utama, bahkan lebih utama daripada wukuf, berbeda dengan pendapat Az-Zarkasyi.

٤- ورابعها: سعي بين الصفا والمروة سبعا يقينا بعد طواف قدوم ما لم يقف بعرفة أو بعد طواف إفاضة.

4. Keempat: Sa'i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali secara yakin setelah Tawaf Qudum selama belum melakukan wukuf di Arafah, atau setelah Tawaf Ifadah.

فلو اقتصر على ما دون السبع لم يجزه ولو شك في عددها قبل فراغه أخذ بالأقل لأنه المتيقن.

Jika ia mencukupi kurang dari tujuh kali, maka belum mencukupi. Dan jika ia ragu terhadap jumlah bilangannya sebelum selesai, ia mengambil jumlah yang terkecil karena itulah yang diyakini.

ومن سعى بعد طواف القدوم لم يندب له إعادة السعي بعد طواف الإفاضة بل يكره.

Dan barang siapa telah melakukan sa'i setelah Tawaf Qudum, tidak disunnahkan baginya mengulangi sa'i setelah Tawaf Ifadah, bahkan hukumnya makruh.

ويجب أن يبدأ فيه في المرة الأولى بالصفا ويختم بالمروة للاتباع فإن بدأ بالمروة لم يحسب مروره منها إلى الصفا وذهابه من الصفا إلى المروة مرة وعوده منها إليه مرة أخرى.

Dan wajib baginya untuk memulai sa'i pada putaran pertama dari Shafa dan mengakhirinya di Marwah karena mengikuti petunjuk Nabi (it-tiba'). Jika ia memulai dari Marwah, perjalanannya dari Marwah ke Shafa tidak dihitung, dan perjalanannya dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali putaran dan kembalinya dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali putaran lainnya.

ويسن للذكر أن يرقى على الصفا والمروة قدر قامة.

Dan disunnahkan bagi laki-laki untuk naik ke atas Shafa dan Marwah setinggi ukuran berdiri seseorang.

وأن يمشي أول السعي وآخره ويعدو الذكر في الوسط ومحلهما معروف.

Dan berjalan pada awal sa'i dan akhirnya, serta laki-laki berlari-lari kecil di pertengahan sa'i, dan kedua tempat tersebut sudah diketahui.

٥- وإزالة شعر ٦- وترتيب ولا تجبر بدم وغير وقوف أركان العمرة.

5- Menghilangkan rambut. 6- Tertib (berurutan). Dan rukun-rukun ini tidak dapat diganti dengan dam (denda), dan selain wukuf merupakan rukun-rukun Umrah.

٥- وخامسها: إزالة شعر من الرأس بحلق أو تقصير لتوقف التحلل عليه وأقل ما يجزئ ثلاث شعرات. فتعميمه ﷺ لبيان الأفضل خلافا لمن أخذ منه وجوب التعميم.

5. Kelima: Menghilangkan rambut dari kepala dengan mencukur habis atau memendekkan, karena tahallul bergantung padanya, dan kadar minimal yang mencukupi adalah tiga helai rambut. Adapun tindakan meratakan cukuran oleh Nabi ﷺ adalah untuk menjelaskan yang lebih utama, berbeda dengan pihak yang mengambil darinya kewajiban meratakan seluruh kepala.

وتقصير المرأة أولى من حلقها.

Dan memotong sebagian rambut (taqsir) bagi wanita lebih utama daripada mencukurnya (halq).

ثم يدخل مكة بعد رمي جمرة العقبة والحلق ويطوف للركن فيسعى إن لم يكن سعى بعد طواف القدوم كما هو الأفضل.

Kemudian ia memasuki Mekkah setelah melempar Jamrah Aqabah dan mencukur rambut, lalu melakukan tawaf rukun (Tawaf Ifadah), dan melakukan sa'i jika ia belum melakukan sa'i setelah Tawaf Qudum sebagaimana yang lebih utama.

والحلق والطواف والسعي لا آخر لوقتها ويكره تأخيرها عن يوم النحر وأشد منه: تأخيرها عن أيام التشريق ثم عن خروجه من مكة.

Mencukur rambut, tawaf, dan sa'i tidak ada batas akhir waktunya, tetapi dimakruhkan menundanya dari hari Nahar (10 Dzulhijjah), dan yang lebih makruh dari itu adalah menundanya dari hari-hari Tasyrik, kemudian menundanya hingga keluar dari Mekkah.

وسادسها: ترتيب بين معظم أركانه بأن يقدم الإحرام على الجميع والوقوف على طواف الركن والحلق والطواف على السعي إن لم يسع بعد طواف القدوم ودليله الإتباع.

Dan yang keenam: tertib di antara sebagian besar rukun-rukunnya, yaitu dengan mendahulukan ihram atas semuanya, wukuf atas tawaf rukun dan mencukur rambut, serta tawaf atas sa'i jika belum sa'i setelah Tawaf Qudum; dalilnya adalah ittiba' (mengikuti perbuatan Nabi).

ولا تجبر أي الأركان بدم وسيأتي ما يجبر بالدم.

Dan rukun-rukun itu tidak dapat ditambal (diganti) dengan dam (denda), dan akan dijelaskan hal-hal yang dapat ditambal dengan dam.

وغير وقوف من الأركان الستة أركان العمرة لشمول الأدلة لها.

Dan selain wukuf dari keenam rukun tersebut merupakan rukun-rukun Umrah, karena keumuman dalil-dalil yang mencakupnya.

وظاهر أن الحلق يجب تأخيره عن سعيها فالترتيب فيها في جميع الأركان.

Dan jelas bahwa mencukur rambut (dalam Umrah) wajib diakhirkan setelah sa'inya, maka tertib padanya berlaku pada seluruh rukun.

تنبيه يؤديان بثلاثة أوجه:

Peringatan: Keduanya (Haji dan Umrah) dilaksanakan dengan tiga cara:

وشروط الطواف: ١- طهر ٢- وستر ٣- ونيته إن استقل ٤- وبدؤه بالحجر الأسود محاذيا له,

Syarat-syarat tawaf: 1- Suci 2- Menutup aurat 3- Niat tawaf jika berdiri sendiri 4- Memulainya dari Hajar Aswad seraya sejajar dengannya,

إفراد: بأن يحج ثم يعتمر.

Ifrad: yaitu dengan berhaji terlebih dahulu kemudian berumrah.

وتمتع: بأن يعتمر ثم يحج.

Tamattu': yaitu dengan berumrah terlebih dahulu kemudian berhaji.

وقران: بأن يحرم بهما معا.

Qiran: yaitu dengan berihram untuk keduanya secara bersamaan.

وأفضلها: إفراد إن اعتمر عامه ثم تمتع.

Dan yang paling utama adalah Ifrad jika ia berumrah pada tahunnya, kemudian Tamattu'.

وعلى كل من المتمتع والقارن: دم إن لم يكن من حاضري المسجد الحرام وهم من دون مرحلتين.

Dan wajib atas masing-masing dari pelaku Tamattu' dan Qiran: menyembelih dam (denda) jika ia bukan termasuk penduduk sekitar Masjidil Haram, yaitu mereka yang berada di jarak kurang dari dua marhalah.

وشروط الطواف ستة١:

Dan syarat-syarat tawaf ada enam1:

١- أحدها: طهر عن حدث وخبث.

1- Yang pertama: suci dari hadas dan najis.

٢- وثانيها: ستر لعورة قادر فلو زالا فيه جدد وبنى على طوافه وإن تعمد ذلك وطال الفصل.

2- Yang kedua: menutup aurat bagi orang yang mampu. Jika keduanya (kesucian atau penutup aurat) hilang saat tawaf, ia harus memperbaharuinya dan melanjutkan (melengkapi) tawafnya, meskipun ia melakukannya secara sengaja dan pemisah waktunya lama.

٣- وثالثها: نيته: أي الطواف إن استقل بأن لم يشمله نسك كسائر العبادات وإلا فهي سنة.

3- Yang ketiga: niatnya, yaitu niat tawaf jika berdiri sendiri (terpisah) dengan tidak tercakup dalam ibadah manasik sebagaimana ibadah-ibadah lainnya; jika tidak (yaitu sudah tercakup dalam manasik), maka berniat tawaf hukumnya sunnah.

٤- ورابعها: بدؤه بالحجر الأسود محاذيا له في مروره ببدنه: أي بجميع شقه الأيسر وصفة المحاذاة: أن يقف بجانبه من جهة

4- Yang keempat: memulainya dari Hajar Aswad seraya sejajar dengannya dalam lewatan tubuhnya, yaitu seluruh sisi kiri tubuhnya. Adapun tata cara sejajar (muhadzah) yaitu ia berdiri di samping Hajar Aswad dari arah

٥- وجعل البيت عن يساره ٦- وكونه سبعا وسن أن يفتتح باستلام الحجر ويستلمه في كل طوفة والركن وأن يرمل ذكر في الثلاث الأول من طواف بعده سعي.

5. Menjadikan Baitullah berada di sebelah kirinya, 6. Melakukan tawaf sebanyak tujuh kali putaran. Dan disunnahkan memulai tawaf dengan mengusap Hajar Aswad dan mengusapnya pada setiap putaran, begitu pula Rukun Yamani, serta disunnahkan bagi laki-laki untuk melakukan ramal (berjalan cepat) pada tiga putaran pertama dari tawaf yang diiringi sa'i setelahnya.

اليماني بحيث يصير جميع الحجر عن يمينه ثم ينوي ثم يمشي مستقبلة حتى يجاوزه فحينئذ ينفتل ويجعل يساره للبيت ولا يجوز استقبال البيت إلا في هذا.

…Yamani, sekira seluruh Hajar Aswad berada di sebelah kanannya, kemudian berniat, lalu berjalan menghadap ke depan sampai melewatinya. Pada saat itulah ia berputar dan menjadikan bahu kirinya menghadap ke Baitullah, dan tidak boleh menghadap Baitullah kecuali dalam kondisi ini.

٥- وخامسها: جعل البيت عن يساره مارا تلقاء وجهه فيجب كونه خارجا بكل بدنه حتى بيده عن

5. Yang kelima: Menjadikan Baitullah berada di sebelah kirinya seraya berjalan searah dengan wajahnya (ke depan). Maka wajib seluruh tubuhnya, termasuk tangannya, berada di luar…

شاذروانه وحجره للاتباع فإن خالف شيئا من ذلك لم يصح طوافه وإذا استقبل الطائف لنحو دعاء فليحترز عن أن يمر منه أدنى جزء قبل عوده إلى جعل البيت عن يساره.

…Syadzarwan dan Hijir Ismail karena mengikuti petunjuk Nabi (Ittiba'). Jika ia menyelisih sedikit saja dari hal tersebut, maka tawafnya tidak sah. Apabila orang yang bertawaf menghadap Baitullah untuk berdoa atau semacamnya, hendaklah ia berhati-hati jangan sampai ada sekecil apa pun dari tubuhnya bergerak maju sebelum ia kembali menjadikan Baitullah berada di sebelah kirinya.

ويلزم من قبل الحجر أن يقر قدميه في محلهما حتى يعتدل قائما فإن رأسه حال التقبيل في جزء من البيت.

Orang yang mencium Hajar Aswad wajib menetapkan kedua kakinya di tempatnya sampai ia tegak berdiri kembali, karena kepalanya saat mencium berada di bagian dari Baitullah.

٦- وسادسها: كونه سبعا يقينا ولو في الوقت المكروه فإن ترك منها شيئا وإن قل لم يجزئه.

6. Yang keenam: Keadaan tawaf tersebut secara meyakinkan sebanyak tujuh kali putaran, meskipun dilakukan pada waktu yang dimakruhkan. Jika ia meninggalkan sebagian darinya meskipun sedikit, maka tawafnya tidak mencukupi (tidak sah).

وسن أن يفتتح الطائف باستلام الحجر الأسود بيده وأن يستلمه في كل طوفة وفي الأوتار آكد وأن يقبله ويضع جبهته عليه ويستلم الركن اليماني ويقبل يده بعد استلامه وأن يرمل ذكر في الطوافات الثلاث الأول من طواف بعده سعي بإسراع مشيه مقاربا خطاه وأن يمشي في الأربعة الأخيرة على هيئته للاتباع ولو ترك الرمل في الثلاث الأول: لا يقضيه في البقية.

Disunnahkan bagi orang yang tawaf untuk memulainya dengan mengusap Hajar Aswad menggunakan tangannya, mengusapnya pada setiap putaran—dan pada putaran ganjil lebih ditekankan—serta menciumnya dan meletakkan dahi di atasnya, mengusap Rukun Yamani dan mencium tangannya setelah mengusapnya. Dan disunnahkan bagi laki-laki untuk melakukan ramal pada tiga putaran pertama dari tawaf yang diiringi sa'i setelahnya dengan mempercepat langkahnya seraya mendekatkan jarak langkahnya, serta berjalan biasa pada empat putaran terakhir karena mengikuti sunnah (Ittiba'). Jika ia meninggalkan ramal pada tiga putaran pertama, maka ia tidak perlu mengqadhalnya pada putaran sisanya.

وو١جباته: ١- إحرام من ميقات.

Dan kewajiban-kewajibannya: 1- Berihram dari miqat.

ويسن أن يقرب الذكر من البيت ما لم يؤذ أو يتأذ بزحمة فلو تعارض القرب منه والرمل: قدم لان ما يتعلق بنفس العبادة أولى من المتعلق بمكانها وأن يضطبع في طواف يرمل فيه وكذا في السعي: وهو جعل وسط ردائه تحت منكبه الأيمن وطرفيه على الأيسر للاتباع وأن يصلي بعده ركعتين خلف المقام ففي الحجر.

Disunnahkan bagi laki-laki untuk dekat dengan Ka'bah selama tidak menyakiti atau tersakiti oleh desakan jamaah. Jika bertentangan antara dekat dengan Ka'bah dan melakukan ramal, maka ramal didahulukan, karena hal yang berkaitan dengan zat ibadah itu sendiri lebih diutamakan daripada hal yang berkaitan dengan tempatnya. Disunnahkan pula melakukan idhtiba' pada tawaf yang disunnahkan ramal di dalamnya, begitu pula dalam sa'i, yaitu menjadikan bagian tengah selendangnya di bawah ketiak kanannya dan kedua ujungnya di atas bahu kirinya karena mengikuti sunnah. Serta disunnahkan shalat dua rakaat setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim, lalu di dalam Hijir Ismail.

فرع [في ما يسن للقادم مكة أول قدومه] يسن أن يبدأ كل من الذكر والأنثى بالطواف عند دخول المسجد للاتباع رواه الشيخان [البخاري رقم: ١٦١٥, مسلم رقم: ١٢٣٥] إلا أن يجد الإمام في مكتوبة أو يخاف فوت فرض أو راتبة مؤكدة فيبدأ بها لا بالطواف.

Cabang masalah [Tentang apa yang disunnahkan bagi orang yang baru tiba di Mekkah pada awal kedatangannya]: Disunnahkan bagi setiap laki-laki maupun perempuan untuk memulai dengan tawaf ketika memasuki Masjidil Haram karena mengikuti sunnah (Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani [Al-Bukhari no. 1615, Muslim no. 1235]), kecuali jika ia mendapati imam sedang shalat fardhu atau khawatir tertinggal shalat fardhu atau shalat sunnah rawatib mu'akkadah, maka ia memulainya dengan shalat tersebut, bukan tawaf.

وواجباته أي الحج خمسة وهو ما يجب بتركه الفدية:

Kewajiban-kewajibannya (yaitu kewajiban haji) ada lima, yaitu hal-hal yang jika ditinggalkan menyebabkan wajib membayar fidyah (denda):

١- إحرام من ميقات فميقات الحج لمن بمكة: هي:

1- Berihram dari miqat. Miqat haji bagi orang yang berada di Mekkah adalah:

وهو للحج والعمرة للمتوجه من المدينة: ذو الحليفة المسماة ببئر علي.

Dan miqat haji dan umrah bagi orang yang datang dari arah Madinah adalah Dzul Hulaifah yang dinamakan Bir Ali.

ومن الشام ومصر والمغرب: الجحفة.

Bagi jamaah dari Syam, Mesir, dan Maghrib (Afrika Utara) adalah Al-Juhfah.

ومن تهامة اليمن: يلملم.

Bagi yang datang dari Tihamah Yaman adalah Yalamlam.

ومن نجد اليمن والحجاز: قرن.

Bagi yang datang dari Najd Yaman dan Najd Hijaz adalah Qarn (Qarnul Manazil).

٢- ومبيت بمزدلفة ٣- وبمنى,

2- Bermalam di Muzdalifah, 3- Dan bermalam di Mina,

ومن المشرق: ذات عرق.

Dan dari arah timur: Dzat 'Irq.

وميقات العمرة لمن بالحرم الحل وأفضله الجعرانة فالتنعيم فالحديبية.

Miqat umrah bagi orang yang berada di tanah Haram adalah tanah Halal (luar Haram), dan yang paling utama adalah Ji'ranah, kemudian Tan'im, lalu Hudaibiyah.

وميقات من لا ميقات له في طريقه: محاذاة الميقات الوارد إن حاذاه في بر أو بحر وإلا فمرحلتان من مكة. فيحرم الجائي في البحر من جهة اليمين من الشعب المحرم الذي يحاذي يلملم ولا يجوز له تأخير إحرامه إلى الوصول إلى جدة خلافا لما أفتى به شيخنا من جواز تأخيره إليها وعلل بأن مسافتها إلى مكة كمسافة يلملم إليها.

Miqat bagi orang yang tidak memiliki miqat di jalurnya adalah tempat yang sejajar dengan miqat yang ada, baik ia sejajar darinya di darat maupun di laut. Jika tidak (tidak sejajar dengan miqat mana pun), maka miqatnya adalah dua marhalah dari Makkah. Oleh karena itu, orang yang datang melalui laut dari arah Yaman berihram dari celah bukit yang bernama Muharram yang sejajar dengan Yalamlam, dan ia tidak boleh menunda ihramnya hingga sampai di Jeddah, berbeda dengan fatwa guru kami tentang kebolehan mengakhirkannya hingga Jeddah, dengan alasan bahwa jarak dari Jeddah ke Makkah sama dengan jarak dari Yalamlam ke Makkah.

ولو أحرم من دون الميقات لزمه دم ولو ناسيا أو جاهلا ما لم يعد إليه قبل تلبسه بنسك ولو طواف قدوم وأثم غيرهما.

Apabila seseorang berihram dari tempat setelah miqat (melewatinya tanpa ihram), maka ia wajib membayar dam (denda) meskipun lupa atau tidak tahu, selama ia tidak kembali ke miqat sebelum memulai pelaksanaan manasik haji meskipun berupa tawaf qudum; dan selain orang yang lupa dan tidak tahu itu berdosa.

٢- ومبيت بمزدلفة ولو ساعة١ من نصف ثان من ليلة النحر.

2- Bermalam (mabit) di Muzdalifah meskipun hanya sejenak pada paruh kedua dari malam Hari Nahar (10 Dzulhijjah).

٣- ومبيت بمنى معظم ليالي أيام التشريق نعم إن نفر قبل غروب شمس اليوم الثاني جاز وسقط عنه مبيت الليلة الثالثة ورمي يومها وإنما يجب المبيت في لياليها لغير الرعاء وأهل السقاية.

3- Bermalam di Mina pada sebagian besar malam dari hari-hari Tasyriq. Ya, jika ia melakukan nafar (kembali) sebelum terbenamnya matahari pada hari kedua, maka boleh dan gugur darinya kewajiban bermalam pada malam ketiga serta melempar jumrah pada harinya. Kewajiban bermalam pada malam-malam tersebut hanyalah berlaku bagi selain para penggembala dan petugas pemberi minum (siqayah).

٤- وطواف الوداع ٥- ورمي بحجر وتجبر.

4- Tawaf wada' (perpisahan), 5- Melempar jumrah dengan batu, dan kewajiban-kewajiban ini dapat ditambal.

وسننه: غسل لإحرام ودخول مكة ووقوف وتطيب قبيله,

Dan sunnah-sunnahnya adalah: mandi untuk ihram, masuk Makkah, wukuf, dan memakai wewangian sebelum berihram,

٤- وطواف الوداع لغير حائض ومكي إن لم يفارق مكة بعد حجه.

4- Tawaf wada' bagi selain wanita haid dan penduduk Makkah jika tidak meninggalkan Makkah setelah hajinya.

٥- ورمي إلى جمرة العقبة بعد انتصاف ليلة النحر سبعا وإلى الجمرات الثلاث بعد زوال كل يوم من أيام التشريق سبعا سبعا مع ترتيب بين الجمرات.

5- Melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali setelah pertengahan malam Hari Nahar, dan melempar ke ketiga jumrah masing-masing tujuh kali setelah tergelincirnya matahari pada setiap hari dari hari-hari Tasyriq dengan memperhatikan urutan di antara jumrah-jumrah tersebut.

بحجر أي بما يسمى به ولو عقيقا وبلورا ولو ترك رمي يوم تداركه في باقي أيام التشريق وإلا لزمه دم بترك ثلاث رميات١ فأكثر.

Menggunakan batu, yaitu apa saja yang dinamakan batu meskipun berupa batu akik atau kristal. Jika ia meninggalkan lemparan pada suatu hari, ia wajib menyusulnya pada sisa hari-hari Tasyriq; jika tidak, ia wajib membayar dam karena meninggalkan tiga lemparan atau lebih.

وتجبر أي الواجبات بدم.

Dan dapat ditambal, yaitu kewajiban-kewajiban tersebut, dengan dam (denda).

وتسمى هذه أبعاضا.

Dan hal-hal ini dinamakan sebagai ab'adh.

وسننه أي الحج:

Dan sunnah-sunnahnya, yaitu sunnah haji:

غسل فتيمم لإحرام ودخول مكة ولو حلالا بذي طوي وقوف بعرفة عشيتها وبمزدلفة ولرمي أيام التشريق. وتطيب البدن والثوب ولو بما له جرم قبيله أي الإحرام وبعد الغسل.

Mandi—lalu bertayamum (jika ada udzur)—untuk ihram, masuk Makkah meskipun dalam keadaan halal (tidak berihram) di Dzu Tuwa, wukuf di Arafah pada sore harinya, wukuf di Muzdalifah, dan untuk melempar jumrah pada hari-hari Tasyriq. Serta memakai wewangian pada badan dan pakaian, meskipun berupa wewangian yang berwujud, sebelum berihram dan setelah mandi.

ولا يضر استدامته بعد الإحرام ولا انتقاله بعرق.

Dan tidak mengapa menetapnya wewangian tersebut setelah ihram, dan tidak mengapa pula perpindahannya karena keringat.

وتلبية وطواف قدوم ومبيت بمنى ليلة عرفة ووقوف بجمع وأذكار.

Membaca talbiyah, tawaf qudum, bermalam di Mina pada malam Arafah, wukuf di Jam' (Muzdalifah), dan membaca dzikir-dzikir.

وتلبية وهي: لبيك اللهم لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك.

Membaca talbiyah, yaitu: "Labbaikallahumma labbaik, laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak" (Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

ومعنى لبيك: أنا مقيم على طاعتك.

Makna dari "labbaika" adalah: Aku senantiasa berada dalam ketaatan kepada-Mu.

ويسن الإكثار منها والصلاة على النبي ص وسؤال الجنة والاستعاذة من النار بعد تكرير التلبية ثلاثا.

Disunnahkan memperbanyak talbiyah, bershalawat kepada Nabi SAW, memohon surga, dan memohon perlindungan dari neraka setelah mengulang talbiyah sebanyak tiga kali.

وتستمر التلبية إلى رمي جمرة العقبة لكن لا تسن في طواف القدوم والسعي بعده لورود أذكار خاصة فيهما. وطواف قدوم لأنه تحية البيت وإنما يسن لحاج أو قارن دخل مكة قبل الوقوف ولا يفوت بالجلوس ولا بالتأخير نعم يفوت بالوقوف بعرفة.

Pembacaan talbiyah berlanjut hingga melempar Jumrah Aqabah, tetapi tidak disunnahkan saat Tawaf Qudum dan Sa'i setelahnya karena adanya dzikir-dzikir khusus pada keduanya. Dan [disunnahkan pula] Tawaf Qudum karena ia merupakan penghormatan bagi Baitullah, dan hanyalah disunnahkan bagi orang yang berhaji mufrid atau qarin yang memasuki Makkah sebelum wukuf. Tawaf Qudum tidak luput disebabkan duduk maupun ditunda, namun luput apabila telah melakukan wukuf di Arafah.

ومبيت بمنى ليلة عرفة ووقوف بجمع المسمى الآن بالمشعر الحرام وهو جبل في آخر مزدلفة فيذكرون في وقوفهم ويدعون إلى الأسفار مستقبلين القبلة للاتباع.

Dan [disunnahkan] bermalam (mabit) di Mina pada malam Arafah serta wukuf di Jam' yang sekarang dinamakan al-Masy'ar al-Haram, yaitu sebuah bukit di ujung Muzdalifah; lalu mereka berdzikir dan berdoa pada wukuf tersebut hingga terang tanah (sebelum terbit matahari) dengan menghadap kiblat karena mengikut teladan Nabi (ittiba').

وأذكار وأدعية مخصوصة بأوقات وأمكنة معينة وقد استوعبها الجلال السيوطي في وظائف اليوم والليلة فليطلب١.

Serta dzikir-dzikir dan doa-doa khusus pada waktu-waktu dan tempat-tempat tertentu, yang mana al-Jalal As-Suyuthi telah mencakup semuanya secara lengkap dalam kitab "Wazha'if al-Yaum wa al-Lailah", maka silakan dicari.

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

………………………………

فائدة [في زيارة قبر سيدنا رسول الله ﷺ] يسن متأكدا زيارة قبر النبي ص ولو لغير حاج ومعتمر لأحاديث وردت في فضلها.

Faedah: [Mengenai ziarah ke makam Baginda Rasulullah ﷺ] Sangat disunnahkan (sunnah muakkadah) menziarahi makam Nabi SAW, meskipun bagi selain jamaah haji dan umrah, berdasarkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya.

وشرب ماء زمزم مستحب ولو لغيرهما وورد أنه أفضل المياه حتى من الكوثر. [راجع كتاب فضل ماء زمزم لسائد بكداش] .

Meminum air Zamzam dianjurkan (mustahab), meskipun bagi selain jamaah haji dan umrah. Diriwayatkan bahwa air Zamzam adalah air yang paling utama, bahkan melebihi air Telaga Kautsar. [Rujuk kitab "Fadhlu Ma'i Zamzam" karya Sa'id Bakdasy].