ربع المنجيات

كتاب الفقر والزهد

كتاب الفقر والزهد

كتاب الفقر والزهد وهو الكتاب رابع من ربع المنجيات من كتاب إحياء

Kitab Fakir dan Zuhud, yaitu kitab keempat dari Seperempat Kelompok Penyelamat (Rub'u al-Munjiyāt) dari Kitab Ihya'

علوم الدين بسم الله الرحمن الرحيم

'Ulumuddin. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الحمد لله الذي تسبح له الرمال وتسجد له الظلال وتتدكدك من هيبته الجبال خلق الإنسان من الطين اللازب والصلصال وزين صورته بأحسن تقويم وأتم اعتدال وعصم قلبه بنور الهداية عن ورطات الضلال وأذن له في قرع باب الخدمة بالغدو والآصال ثم كحل بصيرة المخلص في خدمته بنور العبرة حتى لاحظ بضيائه حضرة الجلال فلاح له من بالبهجة والبهاء والكمال ما استقبح دون مبادئ إشراقه كل حسن وجمال واستثقل كل ما صرفه عن مشاهدته وملازمته غاية الاستثقال وتمثل له ظاهر الدنيا في صورة امرأة جملية تميس وتحتال وانكشف له باطنها عن جور شوهاء عجنت من طينة الخزي وضربت في قالب النكال وهي متلفلفة بجلبابها لتخفي قبائح أسرارها بلطائف السحر والاحتيال وقد نصبت حبائلها في مدارج الرجال فهي تقتنصهم بضروب المكر والاغتيال ثم لا تجتزئ معهم بالخلف في مواعيد الوصال بل تقيدهم مع قطع الوصال بالسلاسل والأغلال وتبليهم بأنواع البلايا والأنكال فلما انكشف للعارفين منا قبائح الأسرار والأفعال زهدوا فيها زهد المبغض لها فتركوها وتركوا التفاخر والتكاثر بالأموال وأقبلوا بكنه همهم على حضرة الجلال واثقين منها بوصال ليس دونه انفصال ومشاهدة أبدية لا يعتريها فناء ولا زوال والصلاة والسلام على محمد سيد الأنبياء وعلى آله خير آل

Segala puji bagi Allah yang kepada-Nya pasir bertasbih, bayang-bayang bersujud, dan gunung-gunung hancur lebur karena keagungan-Nya. Dia menciptakan manusia dari tanah liat yang lekat dan tanah kering seperti tembikar, memperindah rupa bentuknya dengan sebaik-baik bentuk (aḥsani taqwīm) dan kesempurnaan proporsi, serta memelihara hatinya dengan cahaya petunjuk dari jurang kesesatan. Dia mengizinkannya untuk mengetuk pintu pengabdian di waktu pagi dan petang, kemudian celak mata hati (baṣīrah) hamba yang ikhlas dalam berkhidmat disapu-Nya dengan cahaya iktibar, sehingga dengan sinar itu ia dapat menatap Kehadiran Keagungan (Ḥaḍrah al-Jalāl). Maka tampaklah baginya Keindahan, Kegaiban, dan Kesempurnaan yang membuat segala bentuk keindahan dan kecantikan tampak buruk jika dibandingkan dengan permulaan sinarnya. Ia pun merasa sangat berat terhadap segala sesuatu yang memalingkannya dari persaksian (musyāhadah) dan keterikatan kepada-Nya. Tampaklah baginya lahiriah dunia dalam rupa seorang wanita cantik yang bergaya dan bersolek, namun tersingkap baginya batin dunia berupa nenek sihir yang buruk rupa, yang diadoni dari tanah kehinaan dan dicetak dalam cetakan siksaan. Dunia itu berselimutkan jilbabnya untuk menyembunyikan kebusukan rahasianya dengan kehalusan sihir dan tipu daya. Ia telah memasang jerat-jeratnya di jalan-jalan tempat lalu-lalang manusia, memburu mereka dengan berbagai ragam tipu daya dan pengkhianatan. Kemudian ia tidak cukup hanya memungkiri janji-janji pertemuan, melainkan juga mengikat mereka—bersamaan dengan pemutusan hubungan—dengan rantai dan belenggu, serta menimpakan berbagai musibah dan hukuman kepada mereka. Maka ketika tersingkap bagi para 'arif di antara kita kebusukan rahasia dan perbuatan dunia, mereka pun melepaskan kehendak padanya (berzuhud) sebagaimana zuhudnya orang yang membencinya; mereka meninggalkannya beserta kesombongan dan berlomba-lomba mengumpulkan harta, lalu menghadap dengan sepenuh cita-cita ke Kehadiran Keagungan (Ḥaḍrah al-Jalāl), dengan penuh keyakinan akan memperoleh penyatuan (wiṣāl) yang tidak diikuti perpisahan, serta penyaksian abadi yang tidak ditimpa kebinasaan maupun ketiadaan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad, penghulu para nabi, dan kepada keluarganya, sebaik-baik keluarga.

أما بعد فإن الدنيا عدوة لله ﷿ بغرورها ضل من ضل وبمكرها زل من زل فحبها رأس الخطايا والسيئات وبغضها أم الطاعات رأس القربات

Amma ba'du: Sesungguhnya dunia adalah musuh Allah Azza wa Jalla. Dengan tipu dayanya sesatlah orang yang sesat, dan dengan makar tipunya tergelincirlah orang yang tergelincir. Maka mencintai dunia adalah pangkal segala kesalahan dan keburukan, sedangkan membencinya adalah induk ketaatan dan pangkal segala amalan pendekat diri (qurbāt).

وقد استقصينا ما يتعلق بوصفها وذم الحب لها في كتاب ذم الدنيا من ربع المهلكات ونحن الآن نذكر فضل البغض لها والزهد فيها فإنه رأس المنجيات فلا مطمع في النجاة إلا بالانقطاع عن الدنيا والبعد منها لكن مقاطعتها إما أن تكون بانزوائها عن العبد ويسمى ذلك فقراً وإما بانزواء العبد عنها ويسمى ذلك زهداً ولكل واحد منهما درجة في نيل السعادات وحظ في الإعانة على الفوز والنجاة ونحن الآن نذكر حقيقة الفقر والزهد ودرجاتهما وأقسامهما وشروطهما وأحكامهما ونذكر الفقر في شطر من الكتاب والزهد في شطر آخر منه ونبدأ بذكر الفقر فنقول

Dan sungguh telah kami uraikan secara mendalam apa yang berkaitan dengan sifat dunia dan celaan terhadap kecintaan padanya di dalam Kitab Celaan Dunia (Kitāb Ẕamm ad-Dunyā) dari Seperempat Kelompok Kebinasaan (Rub'u al-Muhlikāt). Dan sekarang kami menyebutkan keutamaan membenci dunia serta berzuhud padanya, karena hal itu merupakan inti dari hal-hal yang menyelamatkan (al-munjiyāt). Maka tidak ada harapan untuk selamat melainkan dengan memutuskan hubungan dari dunia dan menjauh darinya. Namun pemutusan hubungan dengannya bisa jadi dengan berpalingnya dunia dari hamba yang dinamakan kemiskinan (al-faqr), atau dengan berpalingnya hamba dari dunia yang dinamakan ketaatan zuhud (az-zuhd). Masing-masing dari keduanya memiliki tingkatan dalam meraih kebahagiaan dan bagian dalam membantu pencapaian kemenangan dan keselamatan. Dan kami sekarang akan menyebutkan hakikat fakir dan zuhud, tingkatan-tingkatan keduanya, pembagiannya, syarat-syaratnya, serta hukum-hukumnya. Kami akan menyebutkan fakir dalam separuh kitab ini dan zuhud dalam separuh sisanya, dan kami akan memulai dengan pembahasan tentang fakir, maka kami katakan: