ربع المنجيات
ربع المنجيات من كتاب إحياء علوم
…seperempat bagian Perkara-Perkara yang Menyelamatkan dari Kitab Ihya 'Ulumiddin…
الدين بسم الله الرحمن الرحيم
…ad-Din. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
الحمد لله الذي بتحميده يستفتح كل كتاب وبذكره يصدر كل خطاب وبحمده يتنعم أهل النعيم في دار الثواب وباسمه يتسلى الأشقياء وإن أرخي دونهم الحجاب وضرب بينهم وبين السعداء بسور له باب باطنه فيه الرحمة وظاهره من قبله العذاب ونتوب إليه توبة من يوقن أنه رب الأرباب ومسبب الأسباب ونرجوه رجاء من يعلم أنه الملك الرحيم الغفور التواب ونمزج الخوف برجائنا مزج من لا يرتاب أنه مع كونه غافر الذنب وقابل التوب شديد العقاب
Segala puji bagi Allah yang dengan memuji-Nya setiap kitab dimulai, dengan mengingat-Nya setiap pembicaraan diawali, dengan memuji-Nya penduduk kenikmatan merasakan kebahagiaan di negeri balasan (surga), dan dengan nama-Nya orang-orang yang celaka terhibur meskipun tabir diturunkan di hadapan mereka dan dipasang di antara mereka dengan orang-orang yang bahagia suatu dinding yang mempunyai pintu, di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari sisinya ada azab. Dan kami bertobat kepada-Nya dengan tobat seseorang yang meyakini bahwa Dia adalah Tuhan segala tuhan dan Maha Penyebab segala sebab. Kami berharap kepada-Nya dengan harapan seseorang yang mengetahui bahwa Dia adalah Maha Raja, Maha Penyayang, Maha Pengampun, lagi Maha Penerima Tobat. Dan kami membaurkan rasa takut (khauf) dengan harapan (raja') kami, sebagaimana bauran orang yang tidak ragu bahwa di samping Dia adalah Maha Pengampun dosa dan Penerima tobat, Dia juga sangat keras siksaan-Nya.
ونصلي على نبيه محمد ﷺ وعلى آله وصحبه صلاة تنقذنا من هول المطلع يوم العرض والحساب وتمهد لنا عند الله زلفى وحسن مآب
Dan kita bersalawat kepada Nabi-Nya, Muhammad ﷺ, serta keluarga dan para sahabatnya, dengan salawat yang menyelamatkan kita dari kedahsyatan tempat penantian (saat kebangkitan) pada hari perhisaban dan pengoperasian amal, serta mempermudah bagi kita kedekatan di sisi Allah dan tempat kembali yang baik.
أما بعد فإن التوبة عن الذنوب بالرجوع إلى ستار العيوب وعلام الغيوب مبدأ طريق السالكين ورأس مال الفائزين وأول أقدام المريدين ومفتاح استقامة المائلين ومطلع الاصطفاء والاجتباء للمقربين ولأبينا آدم ﵊ وعلى سائر الأنبياء أجمعين وما أجدر بالأولاد الإقتداء بالآباء والأجداد فلا غرو إن أذنب الآدمي واجترم فهي شنشنة نعرفها من أخزم ومن أشبه أباه فما ظلم ولكن الأب إذا جبر بعد ما كسر وعمر بعد أن هدم فليكن النزوع إليه في كلا طرفي النفي والإثبات والوجود والعدم ولقد قرع آدم سن الندم وتندم على ما سبق منه وتقدم فمن اتخذه قدوة في الذنب دون التوبة فقد زلت به القدم بل التجرد لمحض الخير دأب الملائكة المقربين والتجرد للشر دون التلافي سجية الشياطين والرجوع إلى الخير بعد الوقوع في الشر ضرورة الآدميين فالمتجرد للخير ملك مقرب عند الملك الديان والمتجرد للشر شيطان والمتلافي للشر بالرجوع إلى الخير بالحقيقة إنسان فقد ازدوج في طينة الإنسان شائبتان واصطحب فيه سجيتان وكل عبد مصحح نسبه إما إلى الملك آو إلى آدم أو إلى الشيطان فالتائب قد أقام البرهان على صحة نسبه إلى آدم بملازمة حد الإنسان والمصر على الطغيان مسجل على نفسه بنسب الشيطان فإما تصحيح النسب إلى الملائكة بالتجرد
Amma ba'du, sesungguhnya bertobat dari dosa-dosa dengan kembali kepada Maha Penutup Aib dan Maha Mengetahui Hal-hal Gaib adalah permulaan jalan para salik (penempuh jalan spiritual), modal utama orang-orang yang beruntung, langkah awal para murīd (pencari kebenaran), kunci istikamah bagi orang-orang yang condong (pada kebatilan), serta terbitnya pintu pilihan dan penyeleksian bagi orang-orang yang didekatkan (al-muqarrabūn), juga bagi bapak kita, Adam 'alaihissalām, serta seluruh nabi lainnya. Betapa patutnya anak-anak meneladani bapak dan nenek moyang mereka. Maka tidak mengherankan jika manusia berbuat dosa dan kejahatan, sebab itu adalah watak yang telah kita kenal sejak lama, dan barang siapa menyerupai bapaknya, maka ia tidak berbuat zalim. Namun sang bapak (Adam), ketika membenarkan kembali setelah hancur, dan memakmurkan kembali setelah runtuh, hendaknya kerinduan dan kecenderungan untuk kembali kepadanya terjadi dalam dua sisi peniadaan dan pengukuhan, ada dan tiada. Sungguh, Adam telah menggigit jari penyesalan dan menyesali apa yang telah lalu dan mendahuluinya. Maka barang siapa menjadikannya teladan dalam berbuat dosa saja tanpa bertobat, sungguh kakinya telah tergelincir. Justru, memurnikan diri hanya untuk kebaikan murni adalah kebiasaan para malaikat muqarrabīn, memurnikan diri untuk kejahatan tanpa memperbaikinya adalah watak para setan, dan kembali kepada kebaikan setelah jatuh ke dalam kejahatan adalah keniscayaan bagi manusia. Maka orang yang memurnikan diri untuk kebaikan adalah malaikat yang didekatkan di sisi Raja yang Maha Membalas, orang yang memurnikan diri untuk kejahatan adalah setan, sedangkan orang yang memulihkan kejahatan dengan kembali kepada kebaikan hakikatnya adalah manusia. Sebab, dalam tanah liat pembentukan manusia telah terpadu dua unsur dan terhimpun dua watak. Setiap hamba menautkan nasabnya, baik kepada malaikat, Adam, maupun setan. Maka orang yang bertobat telah menegakkan bukti atas kebenaran nasabnya kepada Adam dengan senantiasa menjaga batasan kemanusiaan, sedangkan orang yang terus-menerus dalam pembangkangan telah mencatat bagi dirinya nasab setan. Adapun membenarkan nasab kepada malaikat dengan memurnikan diri…
لمحض الخير فخارج عن حيز الإمكان فإن الشر معجون مع الخير في طينة آدم عجناً محكماً لا يخلصه إلا إحدى النارين نار الندم أو نار جهنم فالإحراق بالنار ضروري في تخليص جوهر الإنسان من خبائث الشيطان وإليك الآن اختيار أهون النارين والمبادرة إلى أخف الشرين قبل أن يطوى بساط الاختيار ويساق إلى دار الاضطرار إما إلى الجنة وإما إلى النار وإذا كانت التوبة موقعها من الدين هذا الموقع وجب تقديمها في صدر ربع المنجيات بشرح حقيقتها وشروطها وسببها وعلامتها وثمرتها والآفات المانعة منها والأدوية الميسرة لها ويتضح ذلك بذكر أربعة أركان
…hanya untuk kebaikan murni, maka itu di luar jangkauan kemungkinan. Sebab, kejahatan telah teraduk bersama kebaikan dalam tanah liat Adam dengan adukan yang sangat kuat, yang tidak dapat dipisahkan melainkan oleh salah satu dari dua api: api penyesalan atau api Jahanam. Pembakaran dengan api merupakan hal yang niscaya untuk memurnikan esensi manusia dari kotoran-kotoran setan. Dan kini terserah kepadamu untuk memilih api yang paling ringan dari keduanya dan bersegera menuju kejahatan yang paling ringan dari keduanya sebelum hamparan pilihan digulung dan dipaksa menuju ke alam keniscayaan, baik ke surga maupun ke neraka. Apabila tobat memiliki kedudukan yang sedemikian penting dalam agama, maka wajib mendahulukannya di awal Seperempat Hal-Hal yang Menyelamatkan (Rub'u al-Munjiyāt) dengan menjelaskan hakikat, syarat-syarat, sebab, tanda-tanda, buah, bahaya-bahaya yang menghalanginya, serta obat-obat yang memudahkannya. Hal itu menjadi jelas dengan menyebutkan empat rukun.