فضيلة إتمام الأركان
فَضِيلَةُ إِتْمَامِ الْأَرْكَانِ
Keutamaan Menyempurnakan Rukun-Rukun Shalat
قَالَ ﷺ مثل الصلاة المكتوبة كمثل الميزان من أوفى استوفى وقال يزيد الرقاشي كانت
Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan shalat fardhu adalah seperti timbangan; barang siapa yang menepati (menyempurnakan takarannya), maka ia akan mendapatkan pembalasan yang sempurna." Dan Yazid Ar-Raqasyi berkata, "Bahwasanya…"
صلاة رسول الله ﷺ مستوية كأنها موزونة وقال ﷺ إن الرجلين من أمتي ليقومان إلى الصلاة وركوعهما وسجودهما واحد وإن ما بين صلاتيهما ما بين السماء والأرض وأشار إلى الخشوع وَقَالَ ﷺ لَا يَنْظُرُ الله يوم القيامة إلى العبد لا يقيم صلبه بين ركوعه وسجوده وقال ﷺ أما يخاف الذي يحول وجهه في الصلاة أن يحول الله وجهه وجه حمار وَقَالَ ﷺ مَنْ صَلَّى صَلَاةً لِوَقْتِهَا وَأَسْبَغَ وُضُوءَهَا وَأَتَمَّ رُكُوعَهَا وَسُجُودَهَا وَخُشُوعَهَا عَرَجَتْ وَهِيَ بَيْضَاءُ مُسْفِرَةٌ تَقُولُ حَفِظَكَ اللَّهُ كَمَا حَفِظْتَنِي وَمَنْ صَلَّى لِغَيْرِ وَقْتِهَا وَلَمْ يُسْبِغْ وُضُوءَهَا وَلَمْ يُتِمَّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُودَهَا وَلَا خُشُوعَهَا عَرَجَتْ وَهِيَ سَوْدَاءُ مُظْلِمَةٌ تَقُولُ ضَيَّعَكَ اللَّهُ كَمَا ضَيَّعْتَنِي حَتَّى إِذَا كَانَتْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ لُفَّتْ كَمَا يُلَفُّ الثوب الخلق فيضرب بها وجهه وقال ﷺ أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته وقال ابن مسعود ﵁ وسلمان ﵁ الصلاة مكيال فمن أوفى استوفى ومن طفف فقد علم ما قال الله في المطففين
"…shalat Rasulullah ﷺ seimbang dan selaras, seolah-olah ditimbang." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya ada dua orang dari umatku yang berdiri melaksanakan shalat, rukuk dan sujud keduanya sama, namun perbedaan (nilai) antara shalat keduanya sejauh antara langit dan bumi." Beliau mengisyaratkan pada kekhusyukan. Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah tidak akan memandang pada hari kiamat kepada hamba yang tidak meluruskan tulang punggungnya di antara rukuk dan sujudnya." Dan Beliau ﷺ bersabda, "Tidakkah takut orang yang memalingkan wajahnya dalam shalat bahwa Allah akan mengubah wajahnya menjadi wajah keledai?" Dan Beliau ﷺ bersabda, "Barang siapa yang melaksanakan shalat pada waktunya, menyempurnakan wudhunya, menyempurnakan rukuk, sujud, dan khusyuknya, maka shalat itu akan naik dalam keadaan putih bercahaya seraya berkata: 'Semoga Allah memeliharamu sebagaimana engkau telah memeliharaku.' Dan barang siapa yang shalat tidak pada waktunya, tidak menyempurnakan wudhunya, tidak menyempurnakan rukuk, sujud, maupun khusyuknya, maka shalat itu akan naik dalam keadaan hitam kelam seraya berkata: 'Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana engkau telah menyia-nyiakanku.' Hingga ketika mencapai tempat yang dikehendaki Allah, shalat itu dilipat sebagaimana dilipatnya pakaian yang usang, lalu dipukulkan ke wajahnya." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Pencuri yang paling jahat di antara manusia adalah orang yang mencuri dari shalatnya." Ibnu Mas'ud ؓ dan Salman ؓ berkata, "Shalat itu adalah takaran; barang siapa yang menepati takarannya, niscaya ia akan menerima pembayarannya dengan sempurna, dan barang siapa yang menguranginya, maka ia telah mengetahui apa yang difirmankan Allah mengenai orang-orang yang curang (al-muthaffifin)."