الباب الأول في فضائل الصلاة السجود والجماعة والأذان وغيرها

فضيلة الجماعة

فضيلة الجماعة

فَضِيلَةُ الْجَمَاعَةِ

Keutamaan Shalat Berjamaah

قَالَ ﷺ صلاة الجماعة تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَرَوَى أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّهُ ﷺ فَقَدَ نَاسًا فِي بَعْضِ الصَّلَوَاتِ فَقَالَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلًا يُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ أُخَالِفُ إِلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنْهَا فَأُحَرِّقُ عَلَيْهِمْ بيوتهم وفي رواية أخرى ثم أخالف إلى رجال يتخلفون عنها فآمر بهم فتحرق عليهم بيوتهم بحزم الحطب ولو علم أحدهم أنه يجد عظماً سميناً أو مرماتين لشهدها يعني صلاة العشاء

Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." Dan Abu Hurairah merawayatkan bahwa Nabi ﷺ mendapati beberapa orang tidak hadir dalam sebagian shalat, maka Beliau bersabda, "Sungguh, aku berniat memerintahkan seorang laki-laki untuk mengimami shalat bersama orang-orang, kemudian aku pergi mendatangi orang-orang yang meninggalkannya, lalu aku bakar rumah-rumah mereka." Dan dalam riwayat lain: "kemudian aku mendatangi orang-orang yang meninggalkannya, lalu aku perintahkan agar rumah-rumah mereka dibakar dengan ikat-ikatan kayu bakar. Seandainya salah seorang dari mereka tahu bahwa ia akan mendapatkan tulang berdaging gemuk atau dua ujung kuku, niscaya ia akan menghadiri shalat itu," yakni shalat 'Isya.

وَقَالَ عثمان ﵁ مَرْفُوعًا مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ لَيْلَةٍ وَمَنْ شهد الصبح فكأنما قام ليلة وَقَالَ ﷺ مَنْ صَلَّى صلاة في جماعة فقد ملأ نحره عبادة وقال سعيد بن المسيب ما أذن مؤذن منذ عشرين سنة إلا وأنا في المسجد

Utsman ؓ meriwayatkan secara marfu', "Barang siapa yang menghadiri shalat 'Isya (berjamaah), maka seolah-olah ia mendirikan shalat separuh malam; dan barang siapa yang menghadiri shalat Subuh (berjamaah), maka seolah-olah ia mendirikan shalat semalam suntuk." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa melaksanakan shalat secara berjamaah, maka sungguh ia telah memenuhi dadanya dengan ibadah." Dan Sa'id bin al-Musayyib berkata, "Tidaklah muazin mengumandangkan azan sejak dua puluh tahun yang lalu melainkan aku telah berada di masjid."

وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ وَاسِعٍ مَا أَشْتَهِي مِنَ الدنيا إلا ثلاثة أخاً إنه إِنْ تَعَوَّجْتُ قَوَّمَنِي وَقُوتًا مِنَ الرِّزْقِ عَفْوًا من غير تَبِعَةٍ وَصَلَاةً فِي جَمَاعَةٍ يُرْفَعُ عَنِّي سَهْوُهَا ويكتب لي فضلها

Muhammad bin Wasi' berkata, "Aku tidak menginginkan dari dunia ini kecuali tiga hal: seorang saudara yang jika aku menyimpang maka ia akan meluruskanku; makanan rezeki yang bersih tanpa menanggung beban dosa; dan shalat secara berjamaah yang mana kelalaian dariku diangkat dan dicatat keutamaannya untukku."

وروي أن أبا عبيدة بن الجراح أم قوماً مرة فلما انصرف قال ما زال الشيطان بي آنفاً حتى أريت أن لي فضلاً عن غيري لا أؤم أبداً

Diriwayatkan bahwa Abu Ubaidah bin al-Jarrah pernah mengimami suatu kaum. Setelah selesai shalat, ia berkata, "Setan terus-menerus membisikiku tadi hingga ia memperlihatkan kepadaku seolah-olah aku memiliki keutamaan atas orang lain. Aku tidak akan mengimami lagi selamanya."

وَقَالَ الحسن لَا تُصَلُّوا خَلْفَ رَجُلٍ لَا يختلف إلى العلماء

Al-Hasan berkata, "Janganlah kalian shalat di belakang seorang laki-laki yang tidak pernah mendatangi (berguru kepada) para ulama."

وقال النخعي مثل الذي يؤم الناس بغير علم مثل الذي يكيل الماء في البحر لا يدري

An-Nakha'i berkata, "Perumpamaan orang yang mengimami manusia tanpa ilmu adalah seperti orang yang menakar air di laut, ia tidak menyadari (kesia-siaannya)."

زيادته من نقصانه وقال حاتم الأصم فاتتني الصلاة في الجماعة فعزاني أبو إسحاق البخاري وحده ولو مات لي ولد لعزاني أكثر من عشر آلاف لأن مصيبة الدين أهون عند الناس من مصيبة الدنيا

…bertambahnya dari berkurangnya. Hatim al-Asham berkata, 'Aku pernah tertinggal shalat berjamaah, lalu hanya Abu Ishaq al-Bukhari seorang yang bertakziyah (menyampaikan duka cita) kepadaku. Padahal jika anakku yang meninggal, niscaya lebih dari sepuluh ribu orang akan bertakziyah kepadaku. Hal itu karena musibah dalam agama terasa lebih ringan bagi manusia daripada musibah dunia.'

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ ﵄ مَنْ سَمِعَ الْمُنَادِيَ فَلَمْ يُجِبْ لَمْ يُرِدْ خَيْرًا لم يرد به خير

Ibnu Abbas r.a. berkata, 'Barangsiapa mendengar penyeru (azan) namun tidak memenuhinya, maka ia tidak menginginkan kebaikan, dan tidak diinginkan kebaikan baginya.'

وقال أبو هريرة ﵁ لأن تملأ أذن ابن آدم رصاصاً مذاباً خير له من أن يسمع النداء ثم لا يجيب

Abu Hurairah r.a. berkata, 'Sungguh, telinga anak Cucu Adam dituangi timah mendidih itu lebih baik baginya daripada ia mendengar seruan (azan) lalu tidak memenuhinya.'

وروي أن ميمون بن مهران أتى المسجد فقيل له إن الناس قد انصرفوا فقال إنا لله وإنا إليه راجعون لفضل هذه الصلاة أحب إلي من ولاية العراق

Diriwayatkan bahwa Maimun bin Mihran pernah mendatangi masjid, lalu dikatakan kepadanya bahwa orang-orang telah selesai shalat dan bubar. Maka beliau mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sungguh, keutamaan shalat ini lebih aku cintai daripada kekuasaan atas wilayah Irak.'

وَقَالَ ﷺ مَنْ صَلَّى أربعين يوماً الصلوات في جماعة لا تفوته فيها تكبيرة الإحرام كتب الله له براءتين براءة من النفاق وبراءة من النار ويقال إنه إذا كان يوم القيامة يحشر قوم وجوههم كالكوكب الدري فتقول لهم الملائكة ما كانت أعمالكم فيقولون كنا إذا سمعنا الأذان قمنا إلى الطهارة لا يشغلنا غيرها ثم تحشر طائفة وجوههم كالأقمار فيقولون بعد السؤال كنا نتوضأ قبل الوقت ثم تحشر طائفة وجوههم كالشمس فيقولون كنا نسمع الأذان في المسجد

Rasulullah ﷺ bersabda, 'Barangsiapa melaksanakan shalat secara berjamaah selama empat puluh hari tanpa tertinggal takbiratul ihram, maka Allah menetapkan baginya dua kebebasan: kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari siksa neraka.' Dan dikatakan bahwa kelak pada hari kiamat, suatu kaum akan dihimpun dengan wajah-wajah yang bersinar seperti bintang yang berkilauan. Para malaikat pun bertanya kepada mereka, 'Apakah amal perbuatan kalian?' Mereka menjawab, 'Dahulu, apabila kami mendengar azan, kami segera bangkit untuk bersuci dan tidak ada hal lain yang menyibukkan kami.' Kemudian kelompok lain dihimpun dengan wajah-wajah seperti bulan, lalu setelah ditanya mereka menjawab, 'Dahulu kami berwudhu sebelum masuk waktu shalat.' Kemudian kelompok lain dihimpun dengan wajah-wajah seperti matahari, lalu mereka menjawab, 'Dahulu kami sudah berada di masjid saat mendengar azan.'

وروي أن السلف كانوا يعزون أنفسهم ثلاثة أيام إذا فاتتهم التكبيرة الأولى ويعزون سبعاً إذا فاتتهم الجماعة

Diriwayatkan bahwa para ulama Salaf biasa bertakziyah (menghibur diri dalam duka cita) selama tiga hari apabila tertinggal takbir pertama (takbiratul ihram), dan mereka bertakziyah selama tujuh hari apabila tertinggal shalat berjamaah.