الباب الأول في فضائل الصلاة السجود والجماعة والأذان وغيرها

فضيلة الأذان

فضيلة الأذان

فَضِيلَةُ الْأَذَانِ

Keutamaan Azan

قَالَ ﷺ ثلاثة يوم القيامة على كثيب من مسك أسود لا يهولهم حساب ولا ينالهم فزع حتى يفرغ مما بين الناس رجل قرأ القرآن ابتغاء وجه الله ﷿ وأم بقوم وهم به راضون ورجل أذن في مسجد ودعا إلى الله ﷿ ابتغاء وجه الله ورجل ابتلي بالرزق في الدنيا فلم يشغله ذلك عن عمل الآخرة وقال ﷺ لَا يَسْمَعُ نِدَاءَ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقَالَ ﷺ يد الرحمن على رأس المؤذن حتى يفرغ من أذانه وقيل في تفسير قوله ﷿ وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وعمل صالحاً نزلت في المؤذنين وَقَالَ ﷺ إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ وَذَلِكَ مُسْتَحَبٌّ إِلَّا فِي الْحَيْعَلَتَيْنِ فَإِنَّهُ يَقُولُ فِيهِمَا لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ وَفِي قَوْلِهِ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا ما دامت السموات والأرض وفي التثويب صدقت وبررت ونصحت وَعِنْدَ الْفَرَاغِ يَقُولُ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ والدرجة الرفيعة وابعثه المقام المحمود الذي وعدته إنك لا تخلف الميعاد

Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiga golongan pada hari kiamat berada di atas gundukan kasturi hitam; mereka tidak dikagetkan oleh hisab dan tidak disentuh oleh rasa takut hingga selesai urusan di antara manusia: seorang laki-laki yang membaca Al-Qur'an demi mengharap keridaan Allah ﷻ dan menjadi imam bagi suatu kaum dalam keadaan mereka ridha padanya; seorang laki-laki yang mengumandangkan azan di masjid serta mengajak kepada Allah ﷻ semata mengharap keridaan-Nya; dan seorang laki-laki yang diuji dengan mencari rezeki di dunia namun hal itu tidak melalaikannya dari amal akhirat." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah mendengar seruan muazin, baik jin, manusia, maupun sesuatu apa pun, melainkan ia akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Tangan (rahmat) Ar-Rahman berada di atas kepala muazin sampai ia selesai dari azannya." Dan dikatakan dalam tafsir firman Allah ﷻ: "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan…" bahwa ayat ini turun berkenaan dengan para muazin. Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila kalian mendengar seruan azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muazin." Hal demikian itu disunnahkan, kecuali pada dua 'hai'alah' (Hayya 'alas-salah dan Hayya 'alal-falah), maka hendaknya mengucapkan pada keduanya: "La haula wa la quwwata illa billah". Dan ketika muazin mengucapkan "Qad qamatis-salah", hendaknya mengucapkan: "Aqamahallahu wa adamaha ma damatis-samawatu wal-ardh" (Semoga Allah mendirikannya dan mengekalkannya selama langit dan bumi masih ada). Dan pada 'tatswib' (ucapan As-salatu khairum minan-naum), mengucapkan: "Shadaqta wa bararta wa nasahta" (Engkau benar, engkau telah berbuat kebaikan, dan engkau telah memberi nasihat). Dan ketika selesai azan, hendaknya mengucapkan: "Allahumma rabba hadzihid-da'watit-tammah, was-shalatil-qa'imah, ati Muhammadanil-wasilata wal-fadhilah, wad-darajatar-rafii'ah, wab'atshu maqamam-mahmudanil-ladzi wa'adtah, innaka la tukhliful-mi'ad" (Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan serta derajat yang tinggi, dan bangkitkanlah beliau ke tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan, sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji).

وقال سعيد بن المسيب من صلى بأرض فلاة صلى عن يمينه ملك وعن شماله ملك فإن أذن وأقام صلى وراءه أمثال الجبال من الملائكة

Sa'id bin al-Musayyib berkata, "Barang siapa yang shalat di tanah lapang yang sunyi, maka malaikat akan shalat di sebelah kanannya dan malaikat lain di sebelah kirinya. Jika ia mengumandangkan azan dan ikamah, maka malaikat-malaikat sebanyak gunung-gunung akan shalat di belakangnya."