فضيلة المكتوبة
فَضِيلَةُ الْمَكْتُوبَةِ
Keutamaan Shalat Fardhu (Maktubah)
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّ الصَّلَاةَ كانت على المؤمنين كتاباً موقوتاً وقال ﷺ خمس صلوات كتبهن الله على العباد فمن جاء بهن ولم يضيع منهن شيئاً استخفافاً بحقهن كان له عند الله عهد أن يدخله الجنة ومن لم يأت بهن فليس له عند الله عهد إن شاء عذبه وإن شاء أدخله الجنة وقال ﷺ مثل الصلوات الخمس كمثل نهر عذب غمر بباب أحدكم يقتحم فيه كل يوم خمس مرات فما ترون ذلك يبقي من درنه قالوا لا شيء قال ﷺ
Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Lima shalat yang telah Allah wajibkan atas para hamba. Barang siapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka ia memiliki janji di sisi Allah untuk dimasukkan ke dalam surga. Dan barang siapa tidak mengerjakannya, maka ia tidak memiliki janji di sisi Allah; jika Allah menghendaki, Dia akan mengazabnya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan memasukkannya ke dalam surga." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sungai berair tawar yang melimpah di depan pintu salah seorang dari kalian, yang mana ia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Menurut kalian, apakah masih ada kotoran yang tersisa padanya?" Para sahabat menjawab, "Tidak tersisa sedikit pun." Rasulullah ﷺ bersabda:
فإن الصلوات الخمس تذهب الذنوب كما يذهب الماء الدرن وقال ﷺ إن الصلوات كفارة لما بينهن ما اجتنبت الكبائر وقال ﷺ بيننا وبين المنافقين شهود العتمة والصبح لا يستطيعونهما وقال ﷺ من لقي الله وهو مضيع للصلاة لم يعبأ الله بشيء من حسناته وقال ﷺ الصلاة عماد الدين فمن تركها فقد هدم الدين وَسُئِلَ ﷺ أَيُّ الْأَعْمَالِ أفضل فقال الصلاة لمواقيتها وقال ﷺ من حافظ على الخمس بإكمال طهورها ومواقيتها كانت له نوراً وبرهاناً يوم القيامة ومن ضيعها حشر مع فرعون وهامان وقال ﷺ مفتاح الجنة الصلاة وقال ما افترض الله على خلقه بعد التوحيد أحب إليه من الصلاة ولو كان شيء أحب إليه منها لتعبد به ملائكته فمنهم راكع ومنهم ساجد ومنهم قائم وقاعد وقال النبي ﷺ من ترك صلاة متعمداً فقد كفر أي قارب أن ينخلع عن الإيمان بانحلال عروته وسقوط عماده كما يقال لمن قارب البلدة إنه بلغها ودخلها
"Maka sesungguhnya shalat lima waktu itu menghapuskan dosa-dosa sebagaimana air membersihkan kotoran." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya shalat-shalat itu menjadi pelebur dosa di antara waktunya selama dosa-dosa besar dijauhi." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Pembeda antara kita dan orang-orang munafik adalah menghadiri shalat 'Isya dan Subuh; mereka tidak mampu melakukannya." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa bertemu dengan Allah dalam keadaan menyia-nyiakan shalat, maka Allah tidak memperdulikan sedikit pun dari kebaikannya." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat adalah tiang agama; barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah merubuhkan agama." Dan Rasulullah ﷺ ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Shalat pada waktunya." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa menjaga shalat lima waktu dengan menyempurnakan bersucinya dan waktunya, maka shalat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya pada hari kiamat. Dan barang siapa menyia-nyiakannya, ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Kunci surga adalah shalat." Beliau juga bersabda, "Tidak ada ibadah yang diwajibkan Allah kepada makhluk-Nya setelah tauhid yang lebih Dicintai-Nya daripada shalat. Seandainya ada sesuatu yang lebih Dicintai-Nya daripada shalat, niscaya para malaikat-Nya akan diperintahkan beribadah dengannya; maka di antara mereka ada yang rukuk, ada yang sujud, ada yang berdiri, dan ada yang duduk." Dan Nabi ﷺ bersabda, "Barang siapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka sungguh ia telah kafir," yakni hampir terlepas dari keimanan disebabkan terurainya ikatan keimanan dan runtuhnya tiangnya, sebagaimana dikatakan kepada orang yang telah mendekati suatu kota bahwa ia telah sampai dan memasukinya.
وَقَالَ ﷺ مَنْ تَرَكَ صلاة متعمداً فقد برىء من ذمة محمد ﵇ وقال أبو هريرة ﵁ من توضأ فأحسن وضوءه ثم خرج عامداً إلى الصلاة فإنه في صلاة ما كان يعمد إلى الصلاة وأنه يكتب له بإحدى خطوتيه حسنة وتمحى عنه بالأخرى سيئة فإذا سمع أحدكم الإقامة فلا ينبغي له أن يتأخر فإن أعظمكم أجراً أبعدكم داراً قالوا لم يا أبا هريرة قال من أجل كثرة الخطا
Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa meninggalkan shalat secara sengaja, maka sungguh ia telah terlepas dari jaminan Muhammad ʿalaihissalam." Abu Hurairah ؓ berkata, "Barang siapa berwudhu lalu memperbagus wudhunya, kemudian keluar dengan sengaja menuju shalat, maka sesungguhnya ia berada dalam keadaan shalat selama ia bertujuan menuju shalat. Dan dicatat baginya kebaikan pada salah satu langkah kakinya, serta dihapuskan darinya keburukan pada langkah kaki yang lain. Maka apabila salah seorang dari kalian mendengar ikamah, hendaknya ia tidak terlambat; sebab orang yang paling besar pahalanya di antara kalian adalah yang paling jauh rumahnya." Para sahabat bertanya, "Mengapa demikian, wahai Abu Hurairah?" Ia menjawab, "Karena banyaknya langkah kaki."
ويروى إن أول ما ينظر فيه من عمل العبد يوم القيامة الصلاة فإن وجدت تامة قبلت منه وسائر عمله وإن وجدت ناقصة ردت عليه وسائر عمله وَقَالَ ﷺ يَا أَبَا هريرة مر أهلك بالصلاة فإن الله يأتيك بالرزق من حيث لا تحتسب وقال بعض العلماء مثل المصلي مثل التاجر الذي لا يحصل له الربح حتى يخلص له رأس المال وكذلك المصلي لا تقبل له نافلة حتى يؤدي الفريضة
Diriwayatkan bahwa amalan hamba yang pertama kali diperiksa pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya ditemukan sempurna, maka shalat tersebut dan seluruh amalannya diterima. Namun jika ditemukan kurang, maka shalat tersebut dan seluruh amalannya ditolak dengannya. Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk shalat, maka sesungguhnya Allah akan mendatangkan rezeki kepadamu dari arah yang tidak engkau sangka-sangka." Sebagian ulama berkata, "Perumpamaan orang yang shalat adalah seperti pedagang yang tidak akan memperoleh keuntungan sebelum modal utamanya selamat. Demikian pula orang yang shalat, shalat sunnahnya tidak akan diterima sebelum ia menunaikan shalat fardhu."
وَكَانَ أبو بكر ﵁ يَقُولُ إِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ قُومُوا إِلَى نَارِكُمُ الَّتِي أَوْقَدْتُمُوهَا فَأَطْفِئُوهَا
Dahulu Abu Bakar ؓ berkata, "Apabila waktu shalat telah tiba, bangkitlah menuju api kalian yang telah kalian nyalakan (dosa-dosa kalian), lalu padamkanlah api tersebut."