النوع الرابع زكاة التجارة
النوع الرابع زكاة التجارة
Jenis Keempat: Zakat Perdagangan
وهي كزكاة النقدين وإنما ينعقد الحول من وقت ملك النقد الذي به اشترى البضاعة إن كان النقد نصاباً فإن كان ناقصاً أو اشترى بعرض على نية التجارة فالحول من وقت الشراء
Zakat perdagangan ketentuannya sama seperti zakat dua mata uang (emas dan perak). Perhitungan haulnya dimulai sejak waktu kepemilikan uang tunai yang digunakan untuk membeli barang dagangan tersebut jika uang tunai itu telah mencapai nisab. Namun jika kurang dari nisab, atau ia membelinya dengan barang dagangan lain ('ardh) dengan niat berdagang, maka haul dihitung sejak saat transaksi pembelian.
وتؤدى الزكاة من نقد البلد وبه يقوم
Zakat ditunaikan menggunakan mata uang yang berlaku di negeri setempat, dan dengan mata uang itu pula barang dagangan dinilai (ditaksir).
فإن كان ما به الشراء نقداً وكان نصاباً كاملاً كان التقويم به أولى من نقد البلد
Jika uang yang digunakan untuk membeli barang dagangan itu berupa mata uang tertentu dan sudah mencapai nisab yang sempurna, maka penaksiran nilainya dengan mata uang pembelian tersebut lebih utama daripada dengan mata uang yang berlaku di negeri itu.
ومن نوى التجارة من مال قنية فلا ينعقد الحول بمجرد نيته حتى يشتري به شيئاً ومهما قطع نية التجارة قبل تمام الحول سقطت الزكاة
Barangsiapa berniat menjadikan harta simpanan pribadi (qinyah) sebagai barang dagangan, maka haulnya tidak berlaku hanya dengan niat semata, sampai ia menggunakannya untuk membeli sesuatu. Dan kapan saja ia memutus niat berdagang sebelum genapnya haul, maka gugurlah kewajiban zakat.
والأولى أن تؤدى زكاة تلك السنة وما كان من ربح في السلعة في آخر الحول وجبت الزكاة فيه بحول رأس المال ولم يستأنف له حولاً كما في النتاج
Namun yang lebih utama adalah tetap menunaikan zakat pada tahun tersebut. Adapun keuntungan yang diperoleh dari barang dagangan pada akhir haul, zakatnya wajib ditunaikan mengikuti haul modal pokok dan tidak perlu memulai perhitungan haul baru, sebagaimana aturan pada perkembangbiakan ternak (nitaj).
وأموال الصيارفة لا ينقطع حولها بالمبادلة الجارية بينهم كسائر التجارات وزكاة ربح مال القراض على العامل وإن كان قبل القسمة هذا هو الأقيس
Harta para penukar uang (shairafah) tidak terputus perhitungan haulnya disebabkan transaksi pertukaran uang yang berlaku di antara mereka, sebagaimana halnya perdagangan lainnya. Dan zakat atas keuntungan modal bagi hasil (qiradh) menjadi kewajiban pengelola modal (amill) meskipun sebelum pembagian; inilah pendapat yang lebih kuat secara qiyas.