الفصل الأول في أنواع الزكاة وأسباب وجوبها والزكوات باعتبار متعلقاتها ستة أنواع زكاة النعم والنقدين والتجارة وزكاة الركاز والمعادن وزكاة المعشرات وزكاة الفطر

النوع السادس في صدقة الفطر

النوع السادس في صدقة الفطر

النوع السادس في صدقة الفطر

Jenis Keenam: Zakat Fitrah

وهي واجبة على لسان رسول الله ﷺ على كل مسلم فضل عن قوته وقوت من يقوته يوم الفطر وليلته صاع مما يقتات بصاع رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ منوان وثلثا من يخرجه من جنس قوته أو من أفضل منه

Zakat fitrah diwajibkan melalui lisan Rasulullah ﷺ atas setiap muslim yang memiliki kelebihan dari makanan pokok untuk dirinya dan makanan pokok orang yang ditanggung nafkahnya pada hari Raya Idulfitri dan malamnya, sebanyak satu sha' dari apa yang menjadi makanan pokoknya berdasarkan takaran sha' Rasulullah ﷺ, yaitu dua manna dan dua pertiga manna. Zakat ini dikeluarkan dari jenis makanan pokoknya atau dari jenis yang lebih baik darinya.

فإن اقتات بالحنطة لم يجز الشعير

Jika makanan pokoknya adalah gandum halus (hinthah), maka tidak mencukupi (tidak sah) jika dikeluarkan berupa gandum kasar/jelai (sya'ir).

وإن اقتات حبوباً مختلفة اختار خيرها ومن أيها أخرج أجزأه

Jika ia mengonsumsi berbagai jenis biji-bijian yang berbeda sebagai makanan pokoknya, hendaknya ia memilih yang terbaik darinya, dan dari jenis mana pun yang ia keluarkan, maka hal itu sudah mencukupi (sah).

وقسمتها كقسمة زكاة الأموال فيجب فيها استيعاب الأصناف ولا يجوز إخراج الدقيق والسويق

Pembaginya sama seperti pembagian zakat harta, sehingga wajib mencakup seluruh golongan penerima (ashnaf), dan tidak diperbolehkan mengeluarkan berupa tepung biasa (daqaq) maupun adonan tepung panggang (sawiq).

ويجب على الرجل المسلم فطرة زوجته ومماليكه وأولاده وكل قريب هو في نفقته أعني من تجب عليه نفقته من الآباء والأمهات والأولاد قال ﷺ أدوا صدقة الفطر عمن تمونون وتجب صدقة العبد المشترك على الشريكين ولا تجب صدقة العبد الكافر

Wajib bagi seorang laki-laki muslim mengeluarkan zakat fitrah istrinya, hamba sahayanya, anak-anaknya, serta setiap kerabat yang berada dalam tanggungan nafkahnya—yaitu orang-orang yang wajib ia nafkahi seperti ayah, ibu, dan anak-anak. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tunaikanlah zakat fitrah atas orang-orang yang wajib kalian nafkahi." Zakat fitrah bagi hamba sahaya milik bersama (berserikat) menjadi kewajiban kedua sekutu tersebut, sedangkan hamba sahaya yang kafir tidak wajib dikeluarkan zakat fitrahnya.

وإن تبرعت الزوجة بالإخراج عن نفسها أجزأها وللزوج الإخراج عنها دون إذنها

Jika sang istri dengan sukarela mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri, maka hal itu mencukupi (sah). Bagi suami, diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah untuk istrinya tanpa perlu meminta izin darinya.

وإن فضل عنه ما يؤدى عن بعضهم أدى عن بعضهم وأولاهم بالتقديم من كانت نفقته آكد

Jika kelebihan harta yang ia miliki hanya cukup untuk membayarkan zakat sebagian dari mereka, maka ia menunaikannya untuk sebagian dari mereka tersebut. Orang yang paling utama untuk didahulukan adalah yang kewajiban nafkahnya paling kuat.

وقد

Dan sungguh,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ نفقة الولد على نفقة الزوجة ونفقتها على نفقة الخادم فهذه أحكام فقهية لا بد للغني من معرفتها وقد تعرض له وقائع نادرة خارجة عن هذا فله أن يتكل فيها على الاستفتاء عند نزول الواقعة بعد إحاطته بهذا المقدار

Rasulullah ﷺ mendahulukan nafkah anak atas nafkah istri, serta nafkah istri atas nafkah pelayan. Ini merupakan hukum-hukum fiqih yang wajib diketahui oleh orang yang berkecukupan (ghani). Terkadang ia dihadapkan pada peristiwa-peristiwa langka di luar cakupan ini, maka ia boleh bersandar pada permohonan fatwa (istifta') saat peristiwa tersebut terjadi setelah ia menguasai kadar pengetahuan ini.