الفصل الأول في أنواع الزكاة وأسباب وجوبها والزكوات باعتبار متعلقاتها ستة أنواع زكاة النعم والنقدين والتجارة وزكاة الركاز والمعادن وزكاة المعشرات وزكاة الفطر

النوع الخامس الركاز والمعدن

النوع الخامس الركاز والمعدن

النوع الخامس الركاز والمعدن

Jenis Kelima: Rikaz (Harta Karun Temuan) dan Barang Tambang (Ma'din)

والركاز مال دفن في الجاهلية ووجد في أرض لم يجر عليها في الإسلام ملك فعلى واجده في الذهب والفضة منه الخمس والحول غير معتبر

Rikaz adalah harta yang terpendam sejak zaman jahiliyah dan ditemukan di tanah yang belum pernah dimiliki dalam Islam. Maka bagi penemunya wajib mengeluarkan seperlima (20%) jika harta tersebut berupa emas atau perak, dan syarat kepemilikan selama satu tahun (haul) tidak berlaku.

والأولى أن لا يعتبر النصاب أيضاً لأن إيجاب الخمس يؤكد شبهه بالغنيمة واعتباره أيضاً ليس ببعيد لأن مصرف الزكاة ولذلك يخصص على الصحيح بالنقدين

Pendapat yang lebih utama adalah nisab juga tidak diperhitungkan, karena kewajiban mengeluarkan seperlima memperkuat kemiripannya dengan harta rampasan perang (ghanimah). Namun mempertimbangkan nisab pun bukanlah hal yang jauh dari kebenaran, sebab sasaran penyalurannya adalah alokasi zakat. Oleh karena itu, menurut pendapat yang shahih, rikaz dikhususkan pada emas dan perak.

وأما المعادن فلا زكاة فيما استخرج منها سوى الذهب والفضة ففيها بعد الطحن والتخليص ربع العشر على أصح القولين وعلى هذا يعتبر النصاب

Adapun barang tambang (ma'din), tidak ada zakat pada hasil ekstrak darinya selain emas dan perak. Maka padanya wajib dikeluarkan seperempat dari sepersepuluh (2,5%) setelah proses penumbukan dan pemurnian menurut pendapat yang paling sahih dari dua pendapat, dan atas dasar ini nisab diperhitungkan.

وفي الحول قولان وفي قول يجب الخمس فعلى هذا لا يعتبر

Mengenai syarat kepemilikan satu tahun (haul) terdapat dua pendapat. Dan menurut satu pendapat, yang wajib dikeluarkan adalah seperlima (20%), maka berdasarkan pendapat ini haul tidak diperhitungkan.

وفي النصاب قولان والأشبه والعلم عند الله تعالى أن يلحق في قدر الواجب بزكاة التجارة فإنه نوع اكتساب

Mengenai nisab juga terdapat dua pendapat. Pendapat yang lebih mendekati kebenaran—wallahu a'lam—ialah kadar zakat yang wajib disamakan dengan zakat perdagangan, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk iktisab (usaha pencaharian).

وفي الحول بالمعشرات فلا يعتبر لأنه عين الرفق ويعتبر النصاب كالمعشرات والاحتياط أن يخرج الخمس من القليل والكثير ومن عين النقدين أيضاً خروجاً عن شبهة هذه الاختلافات فإنها ظنون قريبة من التعارض وجزم الفتوى فيها خطر لتعارض الاشتباه

Mengenai kepemilikan genap satu tahun (haul) pada zakat hasil bumi (al-mu'asysyarat), maka hal itu tidak dipertimbangkan (tidak disyaratkan) karena itu merupakan bentuk kemudahan. Sedangkan nisab dipertimbangkan sebagaimana halnya zakat hasil bumi. Sikap kehati-hatian (احتياط) adalah dengan mengeluarkan seperlima (khumus) dari jumlah yang sedikit maupun banyak, serta dari jenis kedua mata uang (emas dan perak) secara langsung guna keluar dari kesamaran perbedaan pendapat ini. Sebab, pendapat-pendapat tersebut merupakan dugaan (zhann) yang mendekati pertentangan, dan memastikan fatwa di dalamnya mengandung bahaya karena adanya pertentangan kesamaran.