وَأما الْقيَاس فَهُوَ رد الْفَرْع إِلَى الأَصْل بعلة تجمعهما فِي الحكم وَهُوَ يَنْقَسِم إِلَى ثَلَاثَة أَقسَام إِلَى قِيَاس عِلّة وَقِيَاس دلَالَة وَقِيَاس شبه فَقِيَاس الْعلَّة مَا كَانَت الْعلَّة فِيهِ مُوجبَة للْحكم وَقِيَاس الدّلَالَة هُوَ الِاسْتِدْلَال بِأحد النظيرين على الآخر وَهُوَ أَن تكون الْعلَّة دَالَّة على الحكم وَلَا تكون مُوجبَة للْحكم وَقِيَاس الشّبَه هُوَ الْفَرْع المتردد بَين أصلين وَلَا يُصَار إِلَيْهِ مَعَ إِمْكَان مَا قبله وَمن شَرط الْفَرْع أَن يكون مناسبا للْأَصْل وَمن شَرط الأَصْل أَن يكون ثَابتا بِدَلِيل مُتَّفق عَلَيْهِ بَين الْخَصْمَيْنِ وَمن شَرط الْعلَّة أَن تطرد فِي معلولاتها فَلَا تنتفض لفظا وَلَا معنى وَمن شَرط الحكم أَن يكون مثل الْعلَّة فِي النَّفْي وَالْإِثْبَات أَي فِي الْوُجُود والعدم فَإِن وجدت الْعلَّة وجد الحكم وَالْعلَّة هِيَ الجالبة للْحكم ١٢ –
Adapun qiyas, ia adalah mengembalikan cabang (masalah baru) kepada asal (masalah pokok) karena adanya illat (alasan hukum) yang menghimpun keduanya dalam satu hukum. Dan qiyas terbagi menjadi tiga macam: qiyas illat, qiyas dalalah, dan qiyas syabah. Maka qiyas illat adalah qiyas yang illat-nya menetapkan keharusan hukum secara mutlak. Dan qiyas dalalah adalah mencari dalil melalui salah satu dari dua hal yang serupa atas hal yang lainnya; yaitu jika illat-nya (sekadar) menunjukkan pada hukum namun tidak mewajibkan keharusan hukum tersebut. Dan qiyas syabah adalah cabang yang ragu-ragu di antara dua asal, dan (qiyas jenis ini) tidak boleh dituju jika memungkinkan untuk menggunakan qiyas yang sebelumnya. Dan sebagian dari syarat cabang adalah harus memiliki kesesuaian (munasabah) dengan asalnya. Dan sebagian dari syarat asal adalah ia harus ditetapkan dengan dalil yang disepakati di antara dua pihak yang berselisih. Dan sebagian dari syarat illat adalah ia harus berlaku konstan (muththarid) pada objek-objek hukumnya, maka ia tidak boleh batal (terinterupsi) baik secara lafaz maupun makna. Dan sebagian dari syarat hukum adalah ia harus sama seperti illat dalam penafian dan penetapannya, yakni dalam keberadaan dan ketiadaannya; maka apabila terdapat illat, terdapat pula hukum, dan illat itulah yang menarik datangnya hukum.