٣- المعمول
المعمولُ هو ما يَتغيَّرُ آخرُهُ برفعٍ، أو نصبٍ، أو جزمٍ، أو خفضٍ بتأثير العامل فيه.
*Ma'mul* (kata yang dipengaruhi) adalah kata yang bagian akhirnya berubah dengan *rafa'* (nominatif), *nasab* (akusatif), *jazam* (apokopat), atau *khafd* (genitif/jar) karena pengaruh *'amil* (faktor yang mempengaruhi) di dalamnya.
والمعمولاتُ هي الأسماءُ، والفعلُ المضارعُ. والمعمولُ على ضربين معمولٍ بالأصالة، ومعمولٍ بالتَّبعيّة. فالمعمولُ بالأصالةِ هو ما يُؤثَرُ فيه العاملُ مباشرةً، كالفاعل ونائبهِ، والمبتدأ وخبرهِ، واسم الفعل الناقص وخبره، واسمِ إنَّ وأَخواتها وأَخبارها، والمفاعيلِ، والحال، والتمييز، والمستثنى، والمضافِ إليهِ، والفعلِ المضارع. والمبتدأ يكونُ عاملاً، لرفعهِ الخبرَ. ويكونُ معمولاً، لتجرُّدهِ من العوامل اللفظيةِ للابتداء، فهو الذي يرفعُه. والمضافُ يكون عاملاً، لجرِّهِ المضافَ إليه، ويكونُ معمولاً، لأنه يكون مرفوعاً أو منصوباً أو مجروراً، حسبَ العواملِ الداخلةِ عليه. والمضارعُ وشِبهُهُ (ما عدا اسمَ الفعلِ) عاملانِ فيما يَليهما، معمولانِ لما يَسبقُهما من العوامل. والمعمولُ بالتّبعيّة هو ما يُؤثرُ فيه العاملُ بواسطة متبوعه، كالنَّعت والعَطفِ والتوكيدِ والبدل، فإنها تُرفعُ أَو تُنصَبُ أو تُجرُّ أو تُحزَمُ، لأنها تابعةٌ لمرفوع أو منصوب أو مجرور أو مجزوم. والعاملُ فيها هو العاملُ في متبوعها الذي يَتقدّمها. وقد سبقَ الكلام على ذلك كلهِ مُفصّلاً.
*Ma'mul-ma'mul* (kata-kata yang dipengaruhi oleh amil/faktor gramatikal) terdiri dari *isim-isim* (kata benda) dan *fi'il mudhari'* (verba masa kini/nanti). *Ma'mul* terbagi menjadi dua macam: *ma'mul bil-ashalah* (yang dipengaruhi secara langsung/asli) dan *ma'mul bit-taba'iyyah* (yang dipengaruhi karena mengikuti kata lain). *Ma'mul bil-ashalah* adalah kata yang dipengaruhi oleh *'amil* secara langsung, seperti *fa'il* (subjek) dan *na'ib al-fa'il* (subjek pasif), *mubtada'* (subjek kalimat nominal) dan *khabar*-nya (predikat), *isim* dari *fi'il naqish* (verba bantu ناقص) beserta *khabar*-nya, *isim inna* beserta saudara-saudaranya dan *khabar*-nya, *mafa'il* (objek-objek), *hal* (keterangan keadaan), *tamyiz* (penjelas), *mustatsna* (pengecualian), *mudhaf ilaih* (kata kedua dalam frasa kepemilikan), serta *fi'il mudhari'*. *Mubtada'* berkedudukan sebagai *'amil* karena ia men-*rafa'*-kan *khabar*. Ia juga berkedudukan sebagai *ma'mul* karena ia sunyi dari *'amil lafzhiyyah* (faktor gramatikal yang terucap) demi *ibtida'* (permulaan kalimat), dan *ibtida'* itulah yang men-*rafa'*-kannya. *Mudhaf* (kata pertama dalam frasa kepemilikan) berkedudukan sebagai *'amil* karena ia men-*jar*-kan *mudhaf ilaih*. Ia juga berkedudukan sebagai *ma'mul* karena ia bisa berstatus *marfu'*, *manshub*, atau *majrur* sesuai dengan *'amil* yang masuk kepadanya. *Fi'il mudhari'* dan yang menyerupainya (selain *isim fi'il*) bertindak sebagai *'amil* bagi kata setelahnya, sekaligus menjadi *ma'mul* bagi *'amil* yang mendahuluinya. *Ma'mul bit-taba'iyyah* adalah kata yang dipengaruhi oleh *'amil* melalui perantara kata yang diikutinya (*matbu'*), seperti *na'at* (sifat), *'athaf* (konjungsi), *taukid* (penegas), dan *badal* (substitusi). Kata-kata ini di-*rafa'*-kan, di-*nasab*-kan, di-*jar*-kan, atau di-*jazam*-kan karena mengikuti kata yang *marfu'*, *manshub*, *majrur*, atau *majzum*. *'Amil* yang mempengaruhinya adalah *'amil* yang mempengaruhi kata yang diikutinya (*matbu'*) yang mendahuluinya. Pembahasan mengenai semua hal tersebut telah dijelaskan secara rinci sebelumnya.