بيان الآداب والسنن الخارجة عن الترتيب السابق الذي يعم جميع النهار
بيان الآداب والسنن الخارجة عن الترتيب السابق الذي يعم جميع النهار وهي سبعة أمور
Penjelasan tentang adab dan sunnah yang berada di luar urutan sebelumnya yang mencakup keseluruhan hari, yaitu ada tujuh perkara.
الأول: أن يحضر مجالس العلم بكرة أو بعد العصر ولا يحضر مجالس القصاص فلا خير في كلامهم
Pertama: Hendaknya ia menghadiri majelis-majelis ilmu di pagi hari atau setelah Asar, dan tidak menghadiri majelis para pembawa kisah (qussas), karena tidak ada kebaikan dalam perkataan mereka.
ولا ينبغي أن يخلو المريد في جميع يوم الجمعة عن الخيرات والدعوات حتى توافيه الساعة الشريفة وهو في خير ولا ينبغي أن يحضر الحلق قبل الصلاة وروى عبد الله بن عمر ﵄ إن النبي ﷺ نهى عن التحلق يوم الجمعة قبل الصلاة
Seorang murid (pencari jalan Allah) hendaknya tidak luput dari pelbagai kebaikan dan doa sepanjang hari Jumat hingga ia mendapati saat yang mulia (sa'at syarifah) dalam keadaan melakukan kebaikan. Tidak sepantasnya pula ia menghadiri halaqah (kelompok belajar) sebelum shalat Jumat. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang membuat halaqah pada hari Jumat sebelum shalat.
إلا أن يكون عالماً بالله يذكر بأيام الله ويفقه في دين الله يتكلم في الجامع بالغداة فيجلس إليه فيكون جامعاً بين البكور وبين الاستماع واستماع العلم النافع في الآخرة أفضل من اشتغاله بالنوافل فقد روى أبو ذر إن حضور مجلس علم أفضل من صلاة ألف ركعة
Kecuali jika pengajarnya adalah seorang yang alim tentang Allah (arif billah), yang mengingatkan pada hari-hari Allah dan memahamkan agama Allah, serta berbicara di masjid jami' pada pagi hari, lalu ia duduk mendengarkannya. Dengan demikian, ia menggabungkan antara menyegerakan diri ke masjid dan mendengarkan ilmu. Mendengarkan ilmu yang bermanfaat untuk akhirat itu lebih utama daripada disibukkan dengan shalat-shalat sunnah. Abu Dzar meriwayatkan bahwa menghadiri majelis ilmu itu lebih utama daripada shalat seribu rakaat.
قال أنس بن مالك في قوله تعالى فإذا قضيت الصلاة فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ أما إنه ليس بطلب دنيا لكن عيادة مريض وشهود جنازة وتعلم علم وزيارة أخ في الله ﷿
Anas bin Malik berkata mengenai firman Allah Ta'ala: "Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah." Sesungguhnya hal itu bukanlah mencari dunia, melainkan menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, mempelajari ilmu, dan mengunjungi saudara karena Allah 'Azza wa Jalla.
وقد سمى الله ﷿ العلم فضلاً في مواضع قال تعالى وعلمك ما لم تكن تعلم وكان فضل الله عليك عظيماً وقال تعالى ولقد آتينا داود منا فضلاً يعني العلم فتعلم العلم في هذا اليوم وتعليمه من أفضل القربات
Allah 'Azza wa Jalla telah menyebut ilmu sebagai "karunia" (fadhl) di beberapa tempat. Allah Ta'ala berfirman: "Dan Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah kepadamu itu sangat besar." Allah Ta'ala juga berfirman: "Dan sungguh, Kami telah memberikan karunia kepada Daud dari Kami," yakni ilmu. Maka mempelajari ilmu dan mengajarkannya pada hari ini termasuk bentuk mendekatkan diri (qurbah) yang paling utama.
والصلاة أفضل من مجالس القصاص إذ كانوا يرونه بدعة ويخرجون القصاص من الجامع بكر ابن عمر ﵄ إلى مجلسه في المسجد الجامع فإذا قاص في موضعه فقال قم عن مجلسي فقال لا أقوم وقد جلست وسبقتك إليه فأرسل ابن عمر إلى صاحب الشرطة فأقامه، فلو كان ذلك من السنة لما جازت إقامته فَقَدْ قَالَ ﷺ لَا يقيمن أحدكم أخاه من مجلسه ثم يجلس فيه ولكن تفسحوا وتوسعوا
Shalat sunnah lebih utama daripada menghadiri majelis para pembawa kisah (qussas), sebab para ulama dahulu menganggap hal itu sebagai bid'ah dan mengusir para pembawa kisah dari masjid jami'. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma pernah berangkat pagi-pagi ke majelisnya di masjid jami', lalu mendapati seorang pembawa kisah berada di tempatnya. Ibnu Umar berkata, "Berdirilah dari tempat dudukku!" Orang itu menjawab, "Aku tidak akan berdiri, aku sudah duduk dan mendahuluimu ke sini." Maka Ibnu Umar mengutus orang kepada kepala kepolisian hingga membangunkannya. Seandainya hal itu bagian dari sunnah, tentu tidak boleh membangunkannya, sebab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian menyuruh saudaranya berdiri dari tempat duduknya kemudian ia mendudukinya, tetapi berilah kelapangan dan kelonggaran."
وكان ابن عمر إذا قام الرجل له من مجلسه لم يجلس فيه حتى يعود إليه
Ibnu Umar, apabila ada seseorang berdiri dari tempat duduknya untuk dirinya, beliau tidak mau menduduki tempat itu sampai orang tersebut kembali ke tempatnya.
وروى أن قاصا كان يجلس بفناء حجرة عائشة ﵂ فأرسلت إلى ابن عمر إن هذا قد آذاني بقصصه وشغلني عن سبحتي فضربه ابن عمر حتى كسر عصاه على ظهره ثم طرده
Diriwayatkan bahwa seorang pembawa kisah pernah duduk di halaman kamar Aisyah radhiyallahu 'anha, lalu Aisyah mengutus utusan kepada Ibnu Umar menyampaikan, "Orang ini telah menggangguku dengan kisah-kisahnya dan memalingkanku dari zikir/tasbihku." Maka Ibnu Umar memukulnya hingga tongkatnya patah di punggung orang tersebut, kemudian mengusirnya.
الثاني: أن يكون حسن المراقبة للساعة الشريفة ففي الخبر المشهور إن في الجمعة ساعة لايوافقها عبد مسلم يسأل الله ﷿ فيها شيئا إلا أعطاه وفي خبر آخر لا يصادفها عبد يصلي
Kedua: Hendaknya ia menjaga kesadaran batin (muraqabah) yang baik terhadap saat yang mulia (sa'at syarifah). Dalam hadis yang masyhur disebutkan: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu saat yang tidaklah seorang hamba muslim mendapatinya seraya memohon sesuatu kepada Allah 'Azza wa Jalla pada saat itu, melainkan Allah akan mengabulkannya." Dalam riwayat lain: "Tidaklah mendapatinya seorang hamba yang sedang shalat…"
واختلف فيها فقيل إنها عند طلوع الشمس وقيل عند الزوال وقيل مع الأذان وقيل إذا صعد الإمام المنبر وأخذ في الخطبة وقيل إذا قام
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktunya: Ada yang mengatakan ketika terbit matahari; ada yang mengatakan ketika matahari tergelincir (zawal); ada yang mengatakan bersamaan dengan azan; ada yang mengatakan ketika khatib naik ke mimbar dan mulai berkhotbah; ada yang mengatakan ketika orang-orang berdiri untuk shalat;
الناس إلى الصلاة وقيل آخر وقت العصر أعني وقت الاختيار وقيل قبل غروب الشمس وكانت فاطمة ﵂ تراعي ذلك الوقت وتأمر خادمتها أن تنظر إلى الشمس فتؤذنها بسقوطها فتأخذ في الدعاء والاستغفار إلى أن تغرب الشمس وتخبر بأن تلك الساعة هي المنتظرة وتؤثره عن أبيها ﷺ وعليها وقال بعض العلماء هي مبهمة في جميع اليوم مثل ليلة القدر تتوفر الدواعي على مراقبتها
ada pula yang mengatakan pada akhir waktu Asar—maksudnya waktu ikhtiyar; dan ada yang mengatakan sebelum matahari terbenam. Fatimah radhiyallahu 'anha dahulu memperhatikan waktu tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk melihat ke arah matahari, agar memberitahunya ketika matahari hendak tenggelam. Lalu beliau mulai berdoa dan memohon ampunan hingga matahari terbenam, serta mengabarkan bahwa saat itulah yang dinanti-nantikan, yang beliau riwayatkan dari ayahnya shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu itu dirahasiakan sepanjang hari Jumat, sebagaimana halnya Lailatul Qadar, agar membangkitkan kehendak yang kuat untuk selalu mencarinya dan bersiap diri.
وقيل إنها تنتقل في ساعات يوم الجمعة كتنقل ليلة القدر وهذا هو الأشبه وله سر لا يليق بعلم المعاملة ذكره ولكن ينبغي أن يصدق بما قال ﷺ إن لربكم في أيام دهركم نفحات ألا فتعرضوا لها ويوم الجمعة من جملة تلك الأيام فينبغي أن يكون العبد في جميع نهاره متعرضاً لها بإحضار القلب وملازمة الذكر والنزوع عن وساوس الدنيا فعساه يحطى بشيء من تلك النفحات
Dikatakan pula bahwa saat tersebut berpindah-pindah di antara jam-jam pada hari Jumat sebagaimana berpindahnya Lailatul Qadar, dan pendapat inilah yang paling mendekati kebenaran. Hal ini memiliki rahasia spiritual yang tidak layak disebutkan dalam ilmu muamalah. Namun, hendaknya seseorang membenarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya bagi Rabb kalian pada hari-hari dalam hidupmu terdapat tiupan-tiupan rahmat (nafahat), maka sambutlah tiupan-tiupan tersebut!" Hari Jumat termasuk dari hari-hari tersebut. Oleh karena itu, sepantasnya seorang hamba sepanjang harinya menyambut tiupan rahmat itu dengan menghadirkan hati, melanggengkan zikir, serta melepaskan diri dari waswas duniawi; mudah-mudahan ia beruntung mendapatkan bagian dari tiupan rahmat tersebut.
وقد قال كعب الأحبار إنها في آخر ساعة من يوم الجمعة وذلك عند الغروب فقال أبو هريرة وكيف تكون آخر ساعة وقد سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يقول لا يوافقها عبد يصلي ولات حين صلاة فقال كعب ألم يقل رسول الله ﷺ من قعد ينتظر الصلاة فهو في الصلاة قال بلى قال فذلك صلاة فسكت أبو هريرة
Ka'ab al-Ahbar pernah berkata bahwa waktu tersebut berada pada jam terakhir dari hari Jumat, yaitu ketika mendekati terbenamnya matahari. Abu Hurairah bertanya, "Bagaimana mungkin pada jam terakhir, padahal aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tidaklah seorang hamba mendapatinya dalam keadaan sedang shalat,' padahal waktu itu bukanlah waktu shalat?" Ka'ab menjawab, "Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: 'Barangsiapa duduk menantikan shalat, maka ia dihitung berada dalam shalat'?" Abu Hurairah menjawab, "Ya." Ka'ab berkata, "Maka itulah shalat." Abu Hurairah pun terdiam.
وكان كعب مائلاً إلى أنها رحمة من الله سبحانه للقائمين بحق هذا اليوم وأوان إرسالها عند الفراغ من تمام العمل
Ka'ab cenderung berpendapat bahwa saat tersebut merupakan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi orang-orang yang menunaikan hak hari ini, dan waktu diturunkannya adalah ketika telah selesai menuntaskan seluruh amal ibadah.
وبالجملة هذا وقت شريف مع وقت صعود الإمام المنبر فليكثر الدعاء فيهما
Kesimpulannya, ini adalah waktu yang mulia bersamaan pula dengan waktu saat khatib naik ke mimbar, maka hendaknya seseorang memperbanyak doa pada kedua waktu tersebut.
الثالث يستحب أَنَّ يُكْثِرَ الصَّلَاةَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ في هذا اليوم فَقَدْ قَالَ ﷺ مَنْ صلى علي في يوم الجمعة ثمانين مرة غفر الله له ذنوب ثمانين سنة قيل يا رسول الله كيف الصلاة عليك قال تقول اللهم صل على محمد عبدك ونبيك ورسولك النبي الأمي وتعقد واحدة وإن قلت اللهم صلي على محمد وعلى آل محمد صلاة تكون لك رضاء ولحقه أداء وأعطه الوسيلة وابعثه المقام المحمود الذي وعدته واجزه عنا ما هو أهله واجزه أفضل ما جازيت نبياً عن أمته وصل عليه وعلى جميع إخوانه من النبيين والصالحين يا أرحم الراحمين تقول هذا سبع مرات فقد قيل من قالها في سبع جمع في كل جمعة سبع مرات وجبت له شفاعته ﷺ
Ketiga: Disunnahkan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari ini. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bershalawat kepadaku pada hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, niscaya Allah mengampuni dosanya selama delapan puluh tahun." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu?" Beliau bersabda: Engkau mengucapkan, "Allahumma shalli 'ala Muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa rasulika an-nabiyyil ummiyyi" (Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi), dan engkau menghitungnya satu kali. Jika engkau mengucapkan: "Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin shalatan takunu laka ridhan wa lihaqqihi adā'an wa a'thihil-wasilata wab'atshu al-maqāmal-mahmuuda alladzi wa'adtahu wajzihi 'anna ma huwa ahluhu wajzihi afdhala ma jazaita nabiyyan 'an ummatihi wa shalli 'alaihi wa 'ala jami'i ikhwanihi minan-nabiyyina wash-shalihina ya Arhamar-rahimin" (Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dengan shalawat yang menjadi keridaan bagi-Mu dan pemenuhan bagi haknya, berikanlah kepadanya wasilah, bangkitkanlah ia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, balaslah ia dari kami dengan balasan yang sepatutnya bagi beliau, dan balaslah ia dengan balasan paling utama yang pernah Engkau berikan kepada seorang nabi dari umatnya, serta limpahkanlah shalawat kepadanya dan kepada seluruh saudaranya dari para nabi dan orang-orang saleh, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang), engkau mengucapkannya sebanyak tujuh kali. Sungguh dikatakan bahwa barangsiapa mengucapkannya pada tujuh hari Jumat, pada setiap Jumat sebanyak tujuh kali, niscaya ia berhak mendapatkan syafaat beliau shallallahu 'alaihi wa sallam.
وإن أراد أن يزيد أتى بالصلاة المأثورة فقال اللهم اجعل فضائل صلواتك ونوامي بركاتك وشرائف زكواتك ورأفتك ورحمتك وتحيتك على محمد سيد المرسلين وإمام المتقين وخاتم النبيين ورسول رب العالمين قائد الخير وفاتح البر ونبي الرحمة وسيد الأمة اللهم ابعثه مقاماً محموداً تزلف به قربه وتقر به عينه يغبطه به الأولون وألاخرون اللهم أعطه الفضل والفضيلة والشرف والوسيلة والدرجة الرفيعة والمنزلة الشامخة المنيفة اللهم أعط محمداً سؤله وبلغه مأموله واجعله أول شافع وأول مشفع اللهم عظم برهانه وثقل ميزانه وأبلج حجته وارفع في أعلى المقربين درجته اللهم احشرنا في زمرته واجعلنا من أهل شفاعته وأحينا على سنته وتوفنا على ملته
Jika ia ingin menambah, ia membaca shalawat ma'tsurah (yang diriwayatkan) dengan mengucapkan: "Allahummaj'al fadhā'ila shalawātika wa nawāmiya barakātika wa syarā'ifa zakawātika wa ra'fataka wa rahmataka wa tahiyyataka 'alā Muhammadin sayyidil-mursalīna wa imāmil-muttaqīna wa khāatamin-nabiyyīna wa rasūli rabbil-'ālamīna qā'idil-khairi wa fātihil-birri wa nabiyyir-rahmati wa sayyidil-ummati. Allahummab'atshu maqāmam mahmūdan tuzlifu bihi qurbahu wa taqirru bihi 'ainuhu yaghbituhu bihil-awwalūna wal-ākhirūna. Allahumma a'thihil-fadhla wal-fadhīlata wasy-syarafa wal-wasīlata wad-darajatar-rafī'ata wal-manzilatasy-syāmikhatal-manīfata. Allahumma a'thi Muhammadan su'lahu wa balligh-hu ma'mūlahu waj'alhu awwala syāfi'in wa awwala musyaffa'in. Allahumma 'azhdzim burhānahu wa tsaqqil mīzānahu wa ablij hujjatahu warfa' fī a'lal-muqarrabīna darajatahu. Allahummahsyurnā fī zumratihi waj'alnā min ahli syafā'atihi wa ahyinā 'alā sunnatihi wa tawaffanā 'alā millatihi" (Ya Allah, jadikanlah shalawat-Mu yang paling utama, keberkahan-Mu yang terus berkembang, kesucian-Mu yang paling mulia, kelembutan-Mu, rahmat-Mu, dan penghormatan-Mu tercurah kepada Muhammad, pemimpin para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, penutup para nabi, rasul Tuhan semesta alam, penuntun kebaikan, pembuka kebajikan, nabi pembawa rahmat, dan pemimpin umat. Ya Allah, bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang mendekatkan derajatnya di sisi-Mu dan membahagiakan pandangannya, yang dicemburui oleh orang-orang terdahulu dan kemudian. Ya Allah, berikanlah kepadanya keutamaan, kemuliaan, kehormatan, wasilah, derajat yang tinggi, serta kedudukan yang luhur lagi agung. Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad permohonannya, sampaikanlah harapannya, dan jadikanlah beliau pemberi syafaat pertama serta yang pertama kali dikabulkan syafaatnya. Ya Allah, agungkanlah buktinya, beratkanlah timbangan kebaikannya, jelaskanlah hujjahnya, dan tinggikanlah derajatnya di antara hamba-hamba yang paling dekat dengan-Mu. Ya Allah, kumpulkanlah kami dalam golongannya, jadikanlah kami termasuk penerima syafaatnya, hidupkanlah kami di atas sunnahnya, dan wafatkanlah kami dalam agamanya).
وأوردنا حوضه واسقنا بكأسه غير خزايا ولا نادمين ولا شاكين ولا مبدلين ولا فاتنين ولا مفتونين آمين يا رب العالمين
Dan datangkanlah kami ke telaganya (telaga Nabi ﷺ), serta minumi kami dari cawannya tanpa rasa hina, tanpa menyesal, tanpa ragu, tanpa mengubah-ubah (syariat), tanpa terfitnah, dan tanpa memfitnah. Aamiin, wahai Tuhan semesta alam.
وعلى الجملة فكل ما أتى به من ألفاظ الصلاة ولو بالمشهورة في التشهد كان مصلياً
Kesimpulannya, setiap lafaz shalawat yang dibaca oleh seseorang, meskipun dengan lafaz yang masyhur dalam tasyahhud, maka ia telah dianggap bershalawat.
وينبغي أن يضيف إليه الاستغفار فإن ذلك أيضاً مستحب في هذا اليوم
Dan hendaknya ia menambahkan bacaan istighfar padanya, karena hal itu juga disunnahkan pada hari ini (hari Jumat).
الرابع قراءة القرآن فليكثر منه وليقرأ سورة الكهف خاصة
Yang keempat: Membaca Al-Qur'an. Hendaknya ia memperbanyak membaca Al-Qur'an dan secara khusus membaca Surah Al-Kahfi.
فقد روي عن ابن عباس وأبي هريرة ﵄ إن من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أو ليلة الجمعة أو يوم الجمعة أعطي نوراً من حيث يقرؤها إلى مكة وغفر له إلى يوم الجمعة الأخرى وفضل ثلاثة أيام وصلى عليه سبعون ألف ملك حتى يصح وعوفي من الداء والدبيلة وذات الجنب والبرص والجذام وفتنة الدجال ويستحب أن يختم القرآن في يوم الجمعة وليلتها إن قدر وليكن ختمه للقرآن في ركعتي الفجر إن قرأ بالليل أو في ركعتي المغرب أو بين الإذان والإقامة للجمعة فله فضل عظيم
Sungguh telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma bahwa barangsiapa membaca Surah Al-Kahfi pada malam Jumat atau hari Jumat, maka ia dianugerahi cahaya dari tempat ia membacanya hingga ke Makkah, diampuni dosanya hingga hari Jumat berikutnya ditambah tiga hari, didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga subuh, disembuhkan dari penyakit, bisul/tumor internal, radang selaput dada, kusta, sopak, dan fitnah Dajjal. Disunnahkan pula mengkhatamkan Al-Qur'an pada hari Jumat dan malamnya jika mampu. Hendaknya pengkhataman Al-Qur'an tersebut dilakukan dalam dua rakaat shalat Fajar jika ia membaca di waktu malam, atau dalam dua rakaat shalat Maghrib, atau di antara azan dan iqamah shalat Jumat, sebab padanya terdapat keutamaan yang sangat besar.
وكان العابدون يستحبون أن يقرءوا يوم الجمعة قل هو الله أحد ألف مرة
Para ahli ibadah menyukai untuk membaca 'Qul Huwallāhu Aḥad' (Surah Al-Ikhlas) sebanyak seribu kali pada hari Jumat.
ويقال إن من قرأها في عشر ركعات أو عشرين فهو أفضل من ختمة وكانوا يصلون على النبي ﷺ ألف مرة وكانوا يقولون سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا الله والله أكبر ألف مرة وإن قرأ المسبعات الست في يوم الجمعة أو ليلتها فحسن
Dikatakan bahwa barangsiapa membacanya dalam sepuluh atau dua puluh rakaat, maka itu lebih utama daripada satu kali khatam Al-Qur'an. Mereka juga membaca shalawat kepada Nabi ﷺ sebanyak seribu kali, serta mengucapkan 'Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar' sebanyak seribu kali. Apabila seseorang membaca al-musabbi'at as-sitt (tujuh bacaan yang dibaca masing-masing tujuh kali) pada hari Jumat atau malamnya, maka itu sangat baik.
وليس يروى عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ كان يقرأ سوراً بأعيانها إلا في يوم الجمعة وليلتها كان يقرأ في صلاة المغرب ليلة الجمعة قل يا أيها الكافرون وقل هو الله أحد وكان يقرأ في صلاة العشاء الآخرة ليلة الجمعة سورة الجمعة والمنافقين وروي أنه ﷺ كان يقرؤهما في ركعتي الجمعة
Tidak diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau membaca surah-surah tertentu secara khusus kecuali pada hari Jumat dan malamnya. Beliau membaca dalam shalat Maghrib pada malam Jumat surah 'Qul Yā Ayyuhal-Kāfirūn' dan 'Qul Huwallāhu Aḥad', dan dalam shalat Isya pada malam Jumat membaca Surah Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun. Diriwayatkan pula bahwa beliau ﷺ membaca keduanya dalam dua rakaat shalat Jumat.
وكان يقرأ في الصبح يوم الجمعة سورة سجدة لقمان وسورة هل أتى على الإنسان
Dan beliau membaca dalam shalat Subuh pada hari Jumat Surah As-Sajdah dan Surah Hal Atā 'Alal-Insān (Al-Insan).
الخامس الصلوات يستحب إذا دخل الجامع أن لا يجلس حتى يصلي أربع ركعات يقرأ فيهن قل هو الله أحد مائتي مرة في كل ركعة خمسين مرة فقد نقل عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إن من فعله لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة أو يرى له ولا يدع ركعتي التحية وإن كان الإمام يخطب ولكن يخفف
Yang kelima: Shalat-shalat sunnah. Disunnahkan ketika seseorang memasuki masjid jami' untuk tidak duduk sebelum mengerjakan shalat empat rakaat, di mana pada setiap rakaat ia membaca 'Qul Huwallāhu Aḥad' sebanyak lima puluh kali—sehingga total dua ratus kali dalam empat rakaat. Diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwasanya barangsiapa melakukannya, ia tidak akan mati sampai melihat tempat duduknya di surga atau diperlihatkan kepadanya. Dan janganlah ia meninggalkan shalat dua rakaat tahiyyatul masjid meskipun khatib sedang berkhutbah, namun ia mengerjakannya dengan ringan (singkat).
أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بذلك وفي حديث غريب أنه ﷺ سكت للداخل حتى صلاهما فقال الكوفيون إن سكت له الإمام صلاهما
Rasulullah ﷺ memerintahkan hal tersebut. Dalam sebuah hadis gharib disebutkan bahwa beliau ﷺ diam sejenak menunggu orang yang baru masuk tersebut hingga selesai shalat dua rakaat. Maka fuqaha Kufah berpendapat bahwa jika imam diam sejenak untuknya, hendaknya orang tersebut melaksanakan shalat dua rakaat.
ويستحب في هذا اليوم أو في ليلته أن يصلي أربع ركعات بأربع سور الأنعام والكهف وطه ويس
Disunnahkan pada hari ini atau malamnya untuk melaksanakan shalat empat rakaat dengan membaca empat surah, yaitu: Al-An'am, Al-Kahf, Thaha, dan Yasin.
فإن لم يحسن قرأ يس وسورة سجدة لقمان وسورة الدخان وسورة الملك
Jika ia tidak menghafalnya dengan baik, hendaknya ia membaca Yasin, Surah As-Sajdah, Surah Ad-Dukhan, dan Surah Al-Mulk.
ولا يدع قراءة هذه الأربع سور في ليلة الجمعة ففيها فضل كثير
Dan janganlah ia meninggalkan membaca empat surah ini pada malam Jumat, karena padanya terdapat keutamaan yang sangat banyak.
ومن لا يحسن القرآن قرأ ما يحسن فهو له بمنزلة الختمة
Barangsiapa yang tidak lancar atau tidak menghafal Al-Qur'an, hendaknya ia membaca apa yang ia kuasai, dan hal itu baginya bernilai seperti mengkhatamkan Al-Qur'an.
ويكثر من قراءة سورة الإخلاص
Dan hendaknya ia memperbanyak membaca Surah Al-Ikhlas.
ويستحب أن يصلي صلاة التسبيح كما سيأتي في باب التطوعات كيفيتها لأنه ﷺ قال لعمه العباس صلها في كل جمعة وكان ابن عباس ﵄ لا يدع هذه الصلاة يوم الجمعة بعد الزوال
Disunnahkan pula mengerjakan shalat Tasbih sebagaimana tata caranya akan dijelaskan kelak pada Bab Shalat-Shalat Sunnah (at-Tathawwu'at), karena Nabi ﷺ pernah bersabda kepada paman beliau, Al-'Abbas: 'Kerjakanlah shalat itu pada setiap hari Jumat.' Dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma tidak pernah meninggalkan shalat ini pada hari Jumat setelah gelincir matahari (zawal).
وكان يخبر عن جلالة فضلها
Dan beliau (Ibnu Abbas) sering mengabarkan tentang keagungan keutamaannya.
والأحسن أن يجعل وقته إلى الزوال للصلاة وبعد صلاة الجمعة إلى العصر لاستماع العلم وبعد العصر إلى المغرب للتسبيح والاستغفار
Yang paling utama adalah ia mengalokasikan waktunya hingga gelincir matahari untuk shalat, setelah shalat Jumat hingga Ashar untuk mendengarkan ilmu, dan setelah Ashar hingga Maghrib untuk bertasbih serta beristighfar.
السادس الصدقة مستحبة في هذا اليوم خاصة فإنها تتضاعف إلا على من سأل والإمام يخطب وكان يتكلم في كلام الإمام فهذا مكروه
Yang keenam: Bersedekah. Bersedekah disunnahkan secara khusus pada hari ini karena pahalanya dilipatgandakan, kecuali bersedekah kepada orang yang meminta-minta saat khatib sedang berkhutbah di mana hal itu menyela khutbah imam, maka hal yang demikian ini hukumnya makruh.
وقال صالح بن محمد سأل مسكين يوم الجمعة والإمام يخطب وكان إلى جانب أبي فأعطى رجل أبي قطعة ليناوله إياها فلم يأخذها منه أبي
Saleh bin Muhammad berkata, "Seorang miskin meminta-minta pada hari Jumat saat imam sedang berkhotbah. Peminta-minta itu berada di samping ayahku. Seseorang memberikan sepotong uang koin kepada ayahku agar beliau menyerahkannya kepada orang itu, namun ayahku menolak mengambinya."
وقال ابْنُ مَسْعُودٍ إِذَا سَأَلَ الرَّجُلُ فِي الْمَسْجِدِ فقد استحق أن لا يعطى وإذا سأل على القرآن فلا تعطوه
Ibnu Mas'ud berkata, "Apabila seseorang meminta-minta di dalam masjid, sungguh ia berhak untuk tidak diberi. Dan apabila ia meminta-minta atas nama Al-Qur'an (dengan membacanya), maka janganlah kalian memberinya."
ومن العلماء من كره الصدقة على السُّؤَّالَ فِي الْجَامِعِ الَّذِينَ يَتَخَطَّوْنَ رِقَابَ النَّاسِ إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ قَائِمًا أَوْ قَاعِدًا فِي مكانه من غير تخط
Di antara para ulama ada yang memakruhkan bersedekah kepada para peminta-minta di masjid jami' yang melangkahi pundak-pundak jamaah, kecuali jika ia meminta dalam keadaan berdiri atau duduk di tempatnya tanpa melangkahi pundak jamaah.
وقال كعب الأحبار من شهد الجمعة ثم انصرف فتصدق بشيئين مختلفين من الصدقة ثم رجع فركع ركعتين يتم ركوعهما وسجودهما وخشوعهما ثم يقول اللهم إني أسألك باسمك بسم الله الرحمن الرحيم وباسمك الذي لا إله إلا الله هو الحي القيوم الذي لا تأخذه سنة ولا نوم لم يسأل الله تعالى شيئاً إلا أعطاه
Ka'ab al-Ahbar berkata, "Barang siapa menghadiri shalat Jumat kemudian selesai, lalu bersedekah dengan dua jenis sedekah yang berbeda, kemudian kembali dan ruku' dua rakaat dengan menyempurnakan ruku', sujud, dan kekhusyukannya, lalu berdoa: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu, dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan dengan nama-Mu yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, Yang tidak mengantuk dan tidak tidur', maka tidaklah ia memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala melainkan Dia pasti mengabulkannya."
وقال بعض السلف
Sebagian ulama Salaf berkata:
من أطعم مسكيناً يوم الجمعة ثم غدا وابتكر ولم يؤذ أحداً ثم قال حين يسلم الإمام بسم الله الرحمن الرحيم الحي القيوم أسألك أن تغفر لي وترحمني وتعافيني من النار ثم دعا بما بدا له استجيب له
"Barang siapa memberi makan seorang miskin pada hari Jumat, lalu ia berangkat awal di pagi hari ke masjid dan tidak menyakiti seorang pun, kemudian ia membaca tatkala imam mengagungkan salam: 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengampuniku, merahmatiku, dan menyelamatkanku dari neraka', lalu ia berdoa sesuai dengan kehendaknya, niscaya doanya dikabulkan."
السابع أن يجعل يوم الجمعة للآخرة فيكف فيه عن جميع أشغال الدنيا ويكثر فيه الأوراد ولا يبتدىء فيه السفر فقد روي أنه من سافر في ليلة الجمعة دعا عليه ملكاه وهو بعد طلوع الفجر حرام إلا إذا كانت الرفقة تفوت
Ketujuh, hendaklah mengkhususkan hari Jumat untuk kepentingan akhirat dengan menahan diri dari segala kesibukan duniawi, memperbanyak wirid, dan tidak memulai perjalanan (safar) pada hari itu. Sungguh telah diriwayatkan bahwa barang siapa melakukan perjalanan pada malam Jumat, dua malaikatnya akan mendoakan keburukan baginya. Adapun melakukan perjalanan setelah terbit fajar adalah haram, kecuali apabila ia khawatir tertinggal rombongan.
وَكَرِهَ بَعْضُ السَّلَفِ شِرَاءَ الْمَاءِ فِي الْمَسْجِدِ مِنَ السَّقَّاءِ لِيَشْرَبَهُ أَوْ يُسَبِّلَهُ حَتَّى لَا يَكُونَ مُبْتَاعًا فِي الْمَسْجِدِ فَإِنَّ الْبَيْعَ وَالشِّرَاءَ فِي الْمَسْجِدِ مَكْرُوهٌ
Sebagian ulama Salaf memakruhkan membeli air di dalam masjid dari penjaja air untuk diminum sendiri atau dibagikan secara gratis (disedekahkan), agar tidak melakukan transaksi jual-beli di dalam masjid, sebab jual-beli di dalam masjid hukumnya makruh.
وَقَالُوا لَا بَأْسَ لَوْ أعطى القطعة خَارِجَ الْمَسْجِدِ ثُمَّ شَرِبَ أَوْ سَبَّلَ فِي المسجد
Mereka berkata, "Tidak mengapa jika ia menyerahkan uangnya di luar masjid, kemudian ia minum atau membagikan air tersebut secara gratis di dalam masjid."
وبالجملة ينبغي أن يزيد في الجمعة في أوراده وأنواع خَيْرَاتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا استعمله في الأوقات الفاضلة بفواضل الأعمال وإذا مقته استعمله في الأوقات الفاضلة بسيء الأعمال ليكون ذلك أوجع في عقابه وأشد لمقته لحرمانه بركة الوقت وانتهاكه حرمة الوقت
Kesimpulannya, hendaknya seseorang memperbanyak wirid dan berbagai kebaikan pada hari Jumat. Sebab, apabila Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintai seorang hamba, Dia akan menyibukkannya pada waktu-waktu yang utama dengan amalan-amalan yang utama. Dan apabila Dia murka kepadanya, Dia akan menyibukkannya pada waktu-waktu yang mulia dengan perbuatan-perbuatan buruk, agar hal itu menjadi hukuman yang lebih menyakitkan dan kemurkaan yang lebih dahsyat baginya disebabkan ia terhalang dari keberkahan waktu dan telah melanggar kehormatan waktu tersebut.
ويستحب في الجمعة دعوات وسيأتي ذكرها في كتاب الدعوات إن شاء الله تعالى
Disunnahkan membaca doa-doa tertentu pada hari Jumat, dan penjelasannya akan hadir dalam Kitab Doa-Doa, insya Allah Ta'ala.
وصلى الله على كل عبد مصطفى
Dan semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada setiap hamba yang terpilih.