الباب الخامس فضل الجمعة وآدابها وسننها وشروطها

بيان شروط الجمعة

بيان شروط الجمعة

بيان شروط الجمعة

Penjelasan tentang Syarat-Syarat Shalat Jumat

اعلم أنها تشارك جميع الصلوات في الشروط وتتميز عنها بستة شروط

Ketahuilah bahwa shalat Jumat memiliki kesamaan syarat dengan seluruh shalat lainnya, dan memiliki keistimewaan dari shalat lainnya dengan enam syarat khusus.

﴿الأول﴾ الوقت فإن وقعت تسليمة الإمام في وقت العصر فاتت الجمعة وعليه أن يتمها ظهراً أربعاً والمسبوق إذا وقعت ركعته الأخيرة خارجاً من الوقت ففيه خلاف

[Yang Pertama] Waktu. Apabila salamnya imam jatuh di waktu Asar, maka luputlah shalat Jumat tersebut, dan imam beserta makmum wajib menyempurnakannya sebagai shalat Dzuhur empat rakaat. Adapun makmum masbuq, apabila rakaat terakhirnya jatuh di luar waktu (masuk waktu Asar), maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat (khilaf).

الثاني المكان فلا تصح في الصحاري والبراري وبين الخيام بل لا بد من بقعة جامعة لأبنية لا تنقل يجمع أربعين ممن تلزمهم الجمعة والقرية فيه كالبلد ولا يشترط فيه حضور السلطان ولا إذنه ولكن الأحب استئذانه

Yang Kedua: Tempat. Shalat Jumat tidak sah dilaksanakan di padang pasir, tanah lapang, maupun di antara kemah-kemah; melainkan harus di suatu kawasan permukiman yang menghimpun bangunan-bangunan tetap yang tidak dipindah-pindahkan, yang mengumpulkan empat puluh orang yang wajib melaksanakan Jumat. Dalam hal ini, desa kedudukannya sama seperti kota. Dan tidak disyaratkan kehadiran pemimpin (sultan) maupun izin darinya, namun yang lebih dianjurkan adalah meminta izinnya.

الثالث العدد فلا تنعقد بأقل من أربعين ذكوراً مكلفين أحراراً مقيمين لا يظعنون عنها شتاء ولا صيفاً فإن انفضوا حتى نقص العدد إما في الخطبة أو في الصلاة لم تصح الجمعة بل لا بد منهم من الأول إلى الآخر

Yang Ketiga: Jumlah jamaah. Shalat Jumat tidak sah dengan kurang dari empat puluh orang laki-laki, mukallaf, merdeka, dan bermukim (menetap) yang tidak bepergian meninggalkan tempat itu baik di musim dingin maupun musim panas. Jika mereka bubar hingga jumlahnya berkurang, baik saat khutbah maupun saat shalat, maka shalat Jumat tidak sah; melainkan kehadiran mereka harus utuh sejak awal hingga akhir.

الرابع الجماعة فلو صلى أربعون في قرية أو في بلد متفرقين لم تصح جمعتهم

Yang Keempat: Berjamaah. Maka seandainya empat puluh orang di suatu desa atau kota melaksanakan shalat secara terpisah-pisah (sendiri-sendiri), maka shalat Jumat mereka tidak sah.

ولكن المسبوق إذا أدرك الركعة الثانية جاز له الانفراد بالركعة الثانية

Namun bagi makmum masbuq, apabila ia mendapati rakaat kedua (bersama imam), maka diperbolehkan baginya menyempurnakan rakaat kedua tersebut secara sendiri.

وإن لم يدرك ركوع الركعة الثانية اقتدى ونوى الظهر وإذا سلم الإمام تممها ظهراً

Dan jika ia tidak mendapati rukuk pada rakaat kedua, maka ia tetap mengikutinya dengan berniat shalat Dzuhur. Ketika imam mengucapkan salam, ia menyempurnakannya sebagai shalat Dzuhur (empat rakaat).

الخامس أن لا تكون الجمعة مسبوقة بأخرى في ذلك البلد

Yang Kelima: Shalat Jumat tidak didahului oleh pelaksanaan shalat Jumat lainnya di kota/kawasan tersebut.

فإن تعذر اجتماعهم في جامع واحد جاز في جامعين وثلاثة وأربعة بقدر الحاجة وإن لم تكن حاجة فالصحيح الجمعة التي يقع بها التحريم أولاً وإذا تحققت الحاجة فالأفضل الصلاة خلف الأفضل من الإمامين فإن تساويا فالمسجد الأقدم فإن تساويا ففي الأقرب ولكثرة الناس أيضاً فضل يراعى

Jika mereka mengalami kesulitan untuk berkumpul di satu masjid jami', maka diperbolehkan menyelenggarakannya di dua, tiga, atau empat masjid jami' sesuai kadar kebutuhan. Namun jika tidak ada kebutuhan (hajat), pendapat yang sahih adalah shalat Jumat yang sah adalah yang takbiratul ihramnya dilakukan lebih dahulu. Apabila kebutuhan telah terpenuhi (diizinkan di banyak tempat), maka yang lebih utama adalah shalat di belakang imam yang paling utama dari dua imam tersebut. Jika keduanya setara, maka di masjid yang paling tua. Jika setara juga, maka di masjid yang paling dekat. Dan banyaknya jumlah jamaah juga memiliki keutamaan yang patut dipertimbangkan.

السادس الخطبتان فهما فريضتان والقيام فيهما فريضة والجلسة بينهما فريضة

Yang Keenam: Dua Khutbah. Keduanya merupakan kewajiban (fardhu), berdiri pada saat menyampaikan keduanya adalah fardhu, dan duduk di antara keduanya juga fardhu.

وفي الأولى أربع فرائض التحميد وأقله الحمد لله

Pada khutbah yang pertama terdapat empat rukun fardhu: Mengucapkan tahmid (pujian kepada Allah), sekurang-kurangnya ialah *Alhamdulillah*.

والثانية الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ

Yang kedua: Membaca shalawat kepada Nabi ﷺ.

والثالثة الوصية بتقوى الله ﷾

Yang ketiga: Wasiat untuk bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla.

والرابعة قراءة آية من القرآن

Yang keempat: Membaca satu ayat dari Al-Qur'an.

وكذا فرائض الثانية أربعة إلا أنه يجب فيها الدعاء بدل القراءة

Demikian pula rukun fardhu pada khutbah kedua ada empat, hanya saja diwajibkan padanya membaca doa sebagai ganti dari membaca ayat Al-Qur'an.

واستماع الخطبتين واجب من الأربعين

Dan mendengarkan kedua khutbah hukumnya wajib bagi empat puluh orang jamaah tersebut.

وأما السنن فإذا زالت الشمس وأذن المؤذن وجلس الإمام على المنبر انقطعت الصلاة سوى التحية والكلام لا ينقطع إلا بافتتاح الخطبة

Adapun sunnah-sunnahnya: apabila matahari telah tergelincir, muazin telah mengumandangkan azan, dan imam telah duduk di atas mimbar, maka terputuslah shalat sunnah kecuali shalat Tahiyyatul Masjid. Sedangkan pembicaraan (berkata-kata) tidak terputus (terlarang) kecuali saat pembukaan khutbah dimulai.

ويسلم الخطيب على الناس إذا أقبل عليهم بوجهه ويردون ﵇ فإذا فرغ المؤذن قام مقبلاً على الناس بوجهه لا يلتفت يميناً ولا شمالاً ويشغل يديه بقائم السيف أو العنزة والمنبر كي لا يعبث بهما أو يضع إحداهما على الأخرى

Khatib mengucapkan salam kepada jamaah ketika ia menghadap ke arah mereka, dan jamaah membalas salamnya. Setelah muazin selesai azan, khatib berdiri menghadap jamaah tanpa menoleh ke kanan maupun ke kiri, dan kedua tangannya memegang gagang pedang atau tongkat pendek (anazah) serta mimbar agar tangannya tidak berbuat sia-sia, atau meletakkan salah satu tangannya di atas tangan yang lain.

ويخطب خطبتين بينهما جلسة خفيفة

Khatib menyampaikan dua khotbah yang diselingi dengan duduk yang ringan di antara keduanya.

ولا يستعمل غريب اللغة ولا يمطط ولا يتغنى

Dan tidak menggunakan bahasa yang asing (sulit dipahami), tidak memanjang-manjangkan suara secara berlebihan, serta tidak melagukannya seperti menyanyi.

وتكون الخطبة قصيرة بليغة جامعة

Khotbah hendaknya singkat, balighah (memikat dan tepat sasaran), serta jami'ah (mencakup pokok-pokok petunjuk).

ويستحب أن يقرأ آية في الثانية أيضاً ولا يسلم من دخل والخطيب يخطب فإن سلم لم يستحق جواباً والإشارة بالجواب حسن ولا يشمت العاطسين أيضاً

Disunnahkan pula membaca satu ayat Al-Qur'an pada khotbah kedua. Orang yang baru masuk masjid saat khatib sedang berkhotbah tidak disunnahkan mengucapkan salam; jika ia mengucapkan salam, ia tidak berhak mendapat jawaban salam, namun mengisyaratkan jawaban adalah hal yang baik. Demikian pula, ia tidak perlu mendoakan orang yang bersin (tasymit).

هذه شروط الصحة

Inilah syarat-syarat sah Shalat Jumat.

فأما شروط الوجوب فلا تجب الجمعة إلا على ذكر بالغ عاقل مسلم حر مقيم في قرية تشتمل على أربعين جامعين

Adapun syarat-syarat kewajiban, maka Shalat Jumat tidak wajib kecuali bagi seorang laki-laki, baligh, berakal, muslim, merdeka, dan bermukim di suatu desa atau pemukiman yang mencakup empat puluh orang jamaah

لهذه الصفات أو في قرية من سواد البلد يبلغها نداء البلد من طرف بابها والأصوات ساكنة والمؤذن رفيع الصوت لقوله تَعَالَى ﴿إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع﴾ ويرخص لهؤلاء في ترك الجمعة لعذر الْمَطَرِ وَالْوَحْلِ وَالْفَزَعِ وَالْمَرَضِ وَالتَّمْرِيضِ إِذَا لَمْ يكن للمريض قيم غيره

yang memiliki sifat-sifat tersebut, atau di desa di pinggiran kota yang sampai kepadanya seruan adzan dari batas luar kota dalam keadaan suasana tenang dan muadzin bersuara lantang, berdasarkan firman Allah Ta'ala: 'Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.' Namun diberi keringanan (rukhsah) bagi mereka untuk meninggalkan Shalat Jumat karena udzur hujan, jalanan berlumpur, rasa takut, sakit, atau merawat orang sakit jika tidak ada pengurus lain bagi si sakit tersebut.

ثم يستحب لهم أعني أصحاب الأعذار تأخير الظهر إلى أن يفرغ الناس من الجمعة فإن حضر الجمعة مريض أو مسافر أو عبد أو امرأة صحت جمعتهم وأجزأت عن الظهر والله أعلم

Kemudian disunnahkan bagi mereka—yaitu orang-orang yang memiliki udzur—untuk menunda Shalat Dzuhur sampai jamaah selesai dari Shalat Jumat. Apabila seorang yang sakit, musafir, hamba sahaya, atau wanita menghadiri Shalat Jumat, maka Shalat Jumat mereka sah dan sudah mencukupi (menggantikan) Shalat Dzuhur. Wallahu a'lam.