كتاب ذم الدنيا
كتاب ذم الدنيا وهو الكتاب السادس من ربع المهلكات من كتاب إحياء
Kitab Celaan Terhadap Dunia (Kitab Dzammid-Dunya), yaitu Kitab Keenam dari Seperempat Al-Muhlikat (Hal-hal yang Membinasakan) dari Kitab Ihya'
العلوم الدين
Ulumiddin (Penyucian Jiwa dan Keagamaan).
﷽
Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
الحمد لله الذي عرف أولياءه غوائل الدنيا وآفاتها وكشف لهم عن عيوبها وعوراتها حتى نظروا في شواهدها وآياتها ووزنوا بحسناتها سيئاتها فعلموا أنه يزيد منكرها على معروفها ولا يفي مرجوها بمخوفها ولا يسلم طلوعها من كسوفها ولكنها في صورة امرأة مليحة تستميل الناس بجمالها ولها أسرار سوء قبائح تهلك الراغبين في وصالها ثم هي فرارة عن طلابها شحيحة بإقبالها وإذا أقبلت لم يؤمن شرها ووبالها إن أحسنت ساعة أساءت سنة وإن أساءت مرة جعلتها سنة فدوائر إقبالها على التقارب دائرة وتجارة بنيها خاسرة بائرة وآفاتها على التوالي لصدور طلابها راشقة ومجاري أحوالها بذل طالبيها ناطقة فكل مغرور بها إلى الذل مصيره وكل متكبر بها إلى التحسر مسيره شأنها الهرب من طالبها والطلب لهاربها ومن خدمها فاتته ومن أعرض عنها واتته لا يخلو صفوها عن شوائب الكدورات ولا ينفك سرورها عن المنغصات سلامتها تعقب السقم وشبابها يسوق إلى الهرم ونعيمها لا يثمر إلا الحسرة والندم فهي خداعة مكارة طيارة فرارة لا تزال تتزين لطلابها حتى إذا صاروا من أحبابها كشرت لهم عن أنيابها وشوشت عليهم مناظم أسبابها وكشفت لهم عن مكنون عجائبها فأذاقتهم قواتل سمامها ورشقتهم بصوائب سهامها بينما أصحابها منها في سرور وإنعام إذ ولت عنها كأنها أضغاث أحلام ثم عكرت عليهم بدواهيها فطحنتهم طحن الحصيد ووارتهم في أكفانهم تحت الصعيد إن ملكت واحداً منهم جميع ما طلعت عليه الشمس جعلته حصيداً كأن لم يغن بالأمس تمنى أصحابها سروراً وتعدهم غروراً حتى يأملون كثيراً ويبنون قصورا فتصبح قصورهم قبورا وجمعهم بورا وسعيهم هباء منثورا ودعاؤهم ثبورا هذه صفتها وكان أمر الله قدراً مقدورا والصلاة والسلام على محمد عبده ورسوله المرسل إلى العالمين بشيراً ونذيرا وسراجاً منيرا وعلى من كان من أهله وأصحابه له في الدين ظهيرا وعلى الظالمين نصيرا وسلم تسليماً كثيراً أما بعد فإن الدنيا عدوة لله وعدوة لأولياء الله وعدوة لأعداء الله أما عداوتها لله فإنها قطعت الطريق على عباد الله ولذلك لم ينظر الله إليها منذ خلقها وأما عداوتها لأولياء الله ﷿ فإنه تزينت لهم بزينتها وعمتهم بزهرتها ونضارتها حتى تجرعوا مرارة الصبر في مقاطعتها وأما عداوتها لأعداء الله فإنها استدرجتهم بمكرها وكيدها فاقتنصتهم بشبكتها حتى وثقوا بها وعولوا عليها فخذلتهم أحوج ما كانوا إليها فاجتنوا منها حسرة تتقطع دونها الأكباد ثم حرمتهم السعادة أبد الآباد فهم على فراقها يتحسرون ومن مكايدها يستغيثون ولا يغاثون بل يقال لهم اخسئوا فيها ولا تكلمون أولئك الذي اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ العذاب ولا هم ينصرون
Segala puji bagi Allah yang telah mengenalkan kepada para kekasih-Nya bahaya-bahaya serta kebinasaan-kebinasaan dunia, dan menyingkapkan bagi mereka keburukan-keburukan serta cacat-cacatnya, sehingga mereka memandang bukti-bukti dan tanda-tandanya, menimbang kebaikannya dengan keburukannya. Maka mereka mengetahui bahwa kemungkarannya melebihi kebaikannya, kebaikan yang diharapkannya tidak sebanding dengan kepedihan yang ditakutkannya, dan terbitnya tidak pernah selamat dari gerhananya. Namun dunia ini hadir dalam rupa seorang wanita jelita yang memikat manusia dengan kecantikannya, padahal ia menyimpan rahasia-rahasia keburukan yang membinasakan orang-orang yang mendambakan persatuan dengannya. Kemudian ia selalu lari dari para pencarinya dan sangat kikir dalam mendatangi mereka. Apabila ia datang, tidak ada jaminan aman dari kejahatan dan petakanya. Jika ia berbuat baik sesaat, ia akan berbuat jahat setahun; dan jika ia berbuat kejahatan sekali, ia menjadikannya kebiasaan. Maka roda keberbalikannya senantiasa berputar dekat, perdagangan anak-anaknya merugi dan binasa, petaka-petakanya berturut-turut menembus dada para peminatnya, dan alur perjalanannya menegaskan kehinaan para pencarinya. Maka setiap orang yang tertipu olehnya bermuara pada kehinaan, dan setiap orang yang bersikap sombong darinya berujung pada penyesalan. Tabiatnya adalah lari dari orang yang mengejarnya dan mengejar orang yang lari darinya. Barangsiapa melayaninya, ia akan luput darinya; dan barangsiapa berpaling darinya, ia akan mendatanginya. Kebersihannya tidak pernah sepi dari keruhan noda, dan kegembiraannya tidak pernah terlepas dari hal-hal yang menyusahkan. Keselamatannya menyusulkan kesakitan, masa mudanya menggiring kepada kelesuan usia tua, dan kesenangannya tidak membuahkan kecuali kerugian dan penyesalan. Ia adalah penipu, pembuat makar, cepat terbang, dan suka lari; ia senantiasa berhias bagi para pencarinya hingga ketika mereka telah menjadi para kekasihnya, ia memperlihatkan taringnya kepada mereka, mengacaukan susunan ikatan sebab-sebab mereka, serta menyingkapkan rahasia keanehan-keanehan yang tersembunyi baginya, lalu mencekoki mereka dengan racun-racun pembunuh dan menembakkan panah-panah yang tepat sasaran. Ketika para pemiliknya berada dalam kegembiraan dan kenikmatan darinya, tiba-tiba ia berpaling meninggalkan mereka seolah-olah hanya mimpi-mimpi yang hampa. Kemudian ia mengeruhkan keadaan mereka dengan bencana-bencananya, melumatkan mereka bagaikan tanaman yang dituai, dan menyembunyikan mereka dalam kain kafan di bawah tanah. Jika ia memberikan kepada salah seorang dari mereka semua yang disinari matahari, ia akan menjadikannya bagai tanaman yang dituai, seakan-akan tidak pernah ada kemarin. Para pencarinya mengangankan kesenangan dan dunia menjanjikan kebohongan kepada mereka hingga mereka banyak berharap dan membangun istana-istana, lalu istana-istana mereka menjadi kuburan, himpunan harta mereka menjadi binasa, usaha mereka menjadi debu yang beterbangan, dan doa mereka menjadi kebinasaan. Inilah sifatnya, dan sungguh ketetapan Allah itu adalah takdir yang telah ditentukan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad, hamba dan utusan-Nya yang diutus kepada seluruh alam sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan serta pelita yang menerangi, juga kepada keluarga dan para sahabatnya yang menjadi penolong baginya dalam agama dan pembantu terhadap orang-orang zalim, serta keselamatan yang banyak. Amma ba'du: Sesungguhnya dunia adalah musuh bagi Allah, musuh bagi para kekasih Allah, dan musuh bagi para musuh Allah. Adapun permusuhannya terhadap Allah, sesungguhnya ia memutus jalan bagi hamba-hamba Allah, karena itulah Allah tidak pernah memandangnya (dengan pandangan keridaan) sejak menciptakan-Nya. Adapun permusuhannya terhadap para kekasih Allah 'Azza wa Jalla, ia berhias untuk mereka dengan perhiasannya dan memikat mereka dengan keindahan serta kesegarannya, hingga mereka meneguk kepahitan kesabaran dalam memutuskannya. Adapun permusuhannya terhadap para musuh Allah, ia mengulur mereka dengan makar dan tipu dayanya, menawan mereka dalam jaringnya hingga mereka percaya dan bersandar padanya, lalu ia menelantarkan mereka pada saat mereka paling membutuhkannya, sehingga mereka memetik darinya penyesalan yang merobek-robek hati. Kemudian ia menghalangi mereka dari kebahagiaan abadi selama-lamanya. Mereka menyesal atas perpisahannya dan meminta pertolongan dari tipu dayanya namun tidak ditolong, melainkan dikatakan kepada mereka: 'Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan-Aku.' Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, maka tidak akan diringankan azab dari mereka dan mereka tidak akan ditolong.
وإذا عظمت غوائل الدنيا وشرورها فلا بد أولاً من معرفة حقيقة الدنيا وما هي وما الحكمة في خلقها مع عداوتها وما مدخل غرورها وشرورها فإن من لا يعرف الشر لا يتقيه ويوشك أن يقع فيه ونحن نذكر ذم
Dan apabila bencana-bencana serta keburukan-keburukan dunia begitu besar, maka pertama-tama harus ada pengetahuan tentang hakikat dunia, apakah ia, apa hikmah diciptakannya meskipun ia memusuhi, dan bagaimana jalan masuk tipu daya serta keburukannya. Sebab barangsiapa yang tidak mengetahui keburukan, ia tidak akan dapat bertakwa darinya dan dikhawatirkan akan terjerumus ke dalamnya. Dan kami akan menyebutkan celaan…
الدنيا وأمثلتها وحقيقتها وتفصيل معانيها وأصناف الأشغال المتعلقة بها ووجه الحاجة إلى أصولها وسبب انصراف الخلق عن الله بسبب التشاغل بفضولها إن شاء الله تعالى وهو المعين على ما يرتضيه
…terhadap dunia, perumpamaan-perumpamaannya, hakikatnya, rincian makna-maknanya, jenis-jenis kesibukan yang berkaitan dengannya, segi kebutuhan terhadap pokok-pokoknya, serta sebab berpalingnya makhluk dari Allah akibat sibuk dengan kelebihannya (fadhul), insya Allah Ta'ala. Dan Dialah Penolong atas apa yang diridai-Nya.
بيان ذَمِّ الدُّنْيَا
Penjelasan tentang Celaan Terhadap Dunia
الْآيَاتُ الْوَارِدَةُ فِي ذَمِّ الدُّنْيَا وَأَمْثِلَتِهَا كَثِيرَةٌ وَأَكْثَرُ الْقُرْآنِ مُشْتَمِلٌ عَلَى ذَمِّ الدنيا وصرف الخلق عنها ودعوتهم إِلَى الْآخِرَةِ بَلْ هُوَ مَقْصُودُ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَلَمْ يُبْعَثُوا إِلَّا لِذَلِكَ فَلَا حَاجَةَ إِلَى الِاسْتِشْهَادِ بِآيَاتِ الْقُرْآنِ لِظُهُورِهَا وَإِنَّمَا نُورِدُ بَعْضَ الْأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيهَا
Ayat-ayat yang datang mengenai celaan terhadap dunia beserta perumpamaan-perumpamaannya sangatlah banyak. Sebagian besar Al-Qur'an memuat celaan terhadap dunia, memalingkan makhluk darinya, serta menyeru mereka menuju akhirat. Bahkan hal itu merupakan maksud utama para Nabi alaihimus shalatu was salam, dan mereka tidaklah diutus melainkan untuk tujuan tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu lagi mengutip ayat-ayat Al-Qur'an karena begitu jelasnya, melainkan kami hanya akan menyampaikan sebagian riwayat (hadis) yang datang berkenaan dengannya.
فَقَدْ رُوِيَ أن رسول الله ﷺ مَرَّ عَلَى شَاةٍ مَيِّتَةٍ فَقَالَ أَتَرَوْنَ هَذِهِ الشَّاةَ هَيِّنَةً عَلَى أَهْلِهَا قَالُوا مِنْ هَوَانِهَا أَلْقَوْهَا
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah berjalan melewati seekor bangkai domba, lalu beliau bersabda: 'Apakah kalian melihat domba ini hina bagi pemiliknya?' Para sahabat menjawab: 'Karena hinanyalah mereka membuangnya.'
قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الشَّاةِ عَلَى أَهْلِهَا وَلَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
Beliau bersabda: 'Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh dunia ini lebih hina di sisi Allah daripada bangkai domba ini bagi pemiliknya. Seandainya dunia ini bernilai di sisi Allah seimbang dengan sehelai sayap nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberi minum seorang kafir pun seteguk air dari dunia itu.'
وقال ﷺ الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر
Dan beliau ﷺ bersabda: 'Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.'
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ما كان منها
Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia itu terlaknat, dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali apa yang diperuntukkan bagi-Nya (demi keridaan Allah)."
وقال أبو موسى الأشعري قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ من أحب دنياه أضر بآخرته ومن أحب آخرته أضر بدنياه فآثروا ما يبقى على ما يفنى
Abu Musa Al-Asy'ari meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa mencintai dunianya, niscaya akan membahayakan akhiratnya; dan barangsiapa mencintai akhiratnya, niscaya akan membahayakan dunianya. Maka utamakanlah apa yang kekal di atas apa yang akan sirna."
وَقَالَ ﷺ حُبُّ الدُّنْيَا رأس كل خطيئة
Dan Beliau ﷺ bersabda, "Cinta dunia adalah muara (pangkal) segala kesalahan."
وقال زيد بن أرقم كنا مع أبي بكر الصديق ﵁ فدعا بشراب فأتي بماء وعسل فلما أدناه من فيه بكى حتى أبكى أصحابه وسكتوا وما سكت ثم عاد وبكى حتى ظنوا أنهم لا يقدرون على مسألته قال ثم مسح عينيه فقالوا يا خليفة رسول الله ما أبكاك قال كنت مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فرأيته يدفع عن نفسه شيئاً ولم أر معه أحداً فقلت يا رسول الله ما الذي تدفع عن نفسك قال هذه الدنيا مثلت لي فقلت لها إليك عني ثم رجعت فقالت إنك إن أفلت مني لم يفلت مني من بعدك
Zaid bin Arqam berkata, "Kami pernah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq ﵁, lalu beliau meminta minuman. Kemudian dibawakanlah air bercampur madu. Ketika beliau mendekatkannya ke mulutnya, beliau menangis hingga membuat sahabat-sahabatnya ikut menangis. Ketika mereka telah berhenti menangis, beliau belum juga berhenti, kemudian beliau menangis lagi hingga mereka mengira tidak akan sanggup menanyakannya. Kemudian beliau mengusap kedua matanya, lalu mereka bertanya, 'Wahai Khalifah Rasulullah, apa yang membuatmu menangis?' Beliau menjawab, 'Dahulu aku pernah bersama Rasulullah ﷺ dan aku melihat beliau mendorong sesuatu dari dirinya padahal aku tidak melihat seorang pun bersama beliau. Lalu aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah yang engkau dorong dari dirimu?' Beliau bersabda, 'Ini adalah dunia yang menampakkan diri kepadaku, maka aku katakan padanya: Pergilah jauh dariku! Kemudian dunia itu kembali dan berkata: Sesungguhnya jika engkau terlepas dariku, maka orang-orang setelahmu tidak akan bisa terlepas dariku.'"
وقال ﷺ يا عجباً كل العجب للمصدق بدار الخلود وهو يسعى لدار الغرور
Dan Beliau ﷺ bersabda, "Sungguh sangat mengherankan orang yang membenarkan adanya negeri yang kekal (akhirat), namun ia justru berpayah-payah demi negeri yang menipu (dunia)."
وروي أن رسول الله ﷺ وقف على مزبلة فقال هلموا إلى الدنيا وأخذ خرقاً قد بليت على تلك المزبلة وعظاماً قد نخرت فقال هذه الدنيا
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berdiri di tempat pembuangan sampah, lalu bersabda, "Kemarilah menuju dunia!" Beliau lalu mengambil kain-kain lap yang telah usang di tempat sampah itu serta tulang-tulang yang telah rapuh, lalu bersabda, "Inilah dunia."
وهذه إشارة إلى أن زينة الدنيا ستخلق مثل تلك الخرق وأن الأجسام التي ترى بها ستصير عظاماً بالية
Ini merupakan isyarat bahwa perhiasan dunia kelak akan melapuk seperti kain-kain lap tersebut, dan tubuh-tubuh yang dipelihara dengannya kelak akan menjadi tulang-belulang yang hancur rapuh.
وَقَالَ ﷺ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَنَاظِرٌ كيف تعملون إن بني إسرائيل لما
Beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau memikat, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai pengelola di dalamnya, lalu Dia memperhatikan bagaimana kalian berbuat. Sesungguhnya Bani Israil ketika…"
بسطت لهم الدنيا ومهدت تاهوا في الحلية والنساء والطيب والثياب
"…dunia dibentangkan dan dimudahkan bagi mereka, mereka tersesat dalam perhiasan, wanita, wewangian, dan pakaian."
وقال عيسى ﵇ لا تتخذوا الدنيا ربا فتتخذكم عبيداً اكنزوا كنزكم عند من لا يضيعه فإن صاحب كنز الدنيا يخاف عليه الآفة وصاحب كنز الله لا يخاف عليه الآفة وقال عليه أفضل الصلاة والسلام يا معشر الحواريين إني قد كببت لكم الدنيا على وجهها فلا تنعشوها بعدي فإن من خبث الدنيا أن عصي الله فيها وإن من خبث الدنيا أن الآخرة لا تدرك إلا بتركها ألا فاعبروا الدنيا ولا تعمروها واعلموا أن أصل كل خطيئة حب الدنيا ورب شهوة ساعة أورثت أهلها حزناً طويلاً
Nabi Isa ﵇ berkata, "Janganlah kalian menjadikan dunia sebagai tuhan, sehingga dunia menjadikan kalian sebagai hamba-hambanya. Simpanlah harta simpanan kalian di sisi Dzat yang tidak akan mensia-siakannya; karena pemilik simpanan dunia senantiasa dikhawatirkan terkena malapetaka, sedangkan pemilik simpanan di sisi Allah tidak dikhawatirkan terkena malapetaka." Beliau—semoga selawat dan salam tercurah atasnya—juga berkata, "Wahai kaum Hawariyyin, sesungguhnya aku telah menangkupkan dunia pada wajahnya untuk kalian, maka janganlah kalian menegakkannya kembali sepeninggalku! Sebab di antara keburukan dunia adalah bahwasanya Allah didurhakai di dalamnya, dan di antara keburukan dunia adalah bahwasanya akhirat tidak dapat diraih kecuali dengan meninggalkannya. Ingatlah, seberangilah dunia dan janganlah memakmurkannya! Ketahuilah bahwa pangkal segala kesalahan adalah cinta dunia, dan betapa banyak syahwat sesaat yang membuahkan kesedihan yang panjang bagi pelakunya."
وقال أيضاً بطحت لكم الدنيا وجلستم على ظهرها فلا ينازعنكم فيها الملوك والنساء فأما الملوك فلا تنازعوهم الدنيا فإنهم لن يعرضوا لكم ما تركتموهم ودنياهم وأما النساء فاتقوهن بالصوم والصلاة وقال أيضاً الدنيا طالبة ومطلوبة فطالب الآخرة تطلبه الدنيا حتى يستكمل فيها رزقه وطالب الدنيا تطلبه الآخرة حتى يجيء الموت فيأخذ بعنقه وقال موسى ابن يسار قال النَّبِيِّ ﷺ إِنَّ اللَّهَ ﷿ لم يخلق خلقاً أبغض إليه من الدنيا وأنه منذ خلقها لم ينظر إليها
Beliau juga berkata, "Dunia telah aku hamparkan untuk kalian dan kalian telah duduk di atas punggungnya, maka janganlah kalian memperebutkannya dengan para raja dan kaum wanita. Adapun terhadap para raja, janganlah kalian memperebutkan dunia dengan mereka, karena mereka tidak akan mengganggu kalian selama kalian membiarkan mereka beserta dunianya. Sedangkan terhadap wanita, bertakwalah kepada Allah dari fitnah mereka dengan berpuasa dan salat." Beliau juga berkata, "Dunia itu mencari dan dicari; penuntut akhirat dicari oleh dunia hingga rizkinya di dunia genap, sedangkan penuntut dunia dicari oleh akhirat hingga kematian datang merenggut lehernya." Musa bin Yasar berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah ﷿ tidak pernah menciptakan ciptaan yang lebih Dia benci melebihi dunia, dan sesungguhnya sejak Dia menciptakannya, Dia tidak pernah memandangnya."
وروي أن سليمان بن داود ﵉ مر في موكبه والطير تظله والجن والإنس عن يمينه وشماله قال فمر بعابد من بني إسرائيل فقال والله يا ابن داود لقد آتاك الله ملكاً عظيماً قال فسمع سليمان وقال لتسبيحة في صحيفة مؤمن خير مما أعطى ابن داود فإن ما أعطى ابن داود يذهب والتسبيحة تبقى
Diriwayatkan bahwa Sulaiman bin Dawud ﵉ lewat bersama rombongannya, burung-burung menaunginya, serta bangsa jin dan manusia berbaris di sebelah kanan dan kirinya. Beliau lewat di hadapan seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil, lalu ahli ibadah itu berkata, "Demi Allah, wahai putra Dawud, sungguh Allah telah memberimu kerajaan yang sangat agung!" Sulaiman mendengarnya lalu berkata, "Sungguh, satu bacaan tasbih dalam lembaran catatan amal seorang mukmin lebih baik daripada apa yang diberikan kepada putra Dawud; sebab apa yang diberikan kepada putra Dawud akan sirna, sedangkan tasbih akan tetap kekal."
وقال ﷺ ألهاكم التكاثر يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لبست فأبليت أو تصدقت فأبقيت حديث الدنيا دار من لا دار له الحديث أخرجه أحمد من حديث عائشة مقتصرا على هذا وعلى قوله ولها يجمع من لا عقل له دون بقيته وزاد ابن أبي الدنيا والبيهقي في الشعب من طريقه ومال من لا مال له وإسناده جيد حديث من أصبح والدنيا أكبر همه فليس من الله في شيء وألزم الله قلبه أربع خصال الحديث أخرجه الطبراني في الأوسط من حديث أبي ذر دون قوله وألزم الله قلبه وكذلك رواه ابن أبي الدنيا من حديث أنس بإسناد ضعيف والحاكم من حديث حذيفة وروي هذه الزيادة منفردة صاحب الفردوس من حديث ابن عمر وكلاهما ضعيف حديث أبي هريرة ألا أريك الدنيا جميعها بما فيها قلت بلى يا رسول الله فأخذ بيدي وأتى بي وادياً من أودية المدينة فإذا مزبلة الحديث لم أجد له أصلا //
Dan Beliau ﷺ membaca, "Bermewah-mewahan telah melalaikan kamu." Beliau bersabda, "Manusia berkata: Harta milikku, harta milikku! Padahal bukankah tidak ada dari hartamu melainkan apa yang telah engkau makan lalu engkau habiskan, atau apa yang engkau pakai lalu engkau usangkan, atau apa yang engkau sedekahkan lalu engkau kekalkan?" Hadis "Dunia adalah rumah bagi orang yang tidak memiliki rumah…" dikeluarkan oleh Ahmad dari hadis Aisyah secara ringkas pada lafal ini dan lafal "dan untuknyalah mengumpulkan orang yang tidak berakal", tanpa bagian sisanya. Ibn Abi Ad-Dunya dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab menambahkannya melalui jalurnya: "…dan harta bagi yang tidak memiliki harta," dengan sanad yang baik. Hadis "Barangsiapa di pagi hari menjadikan dunia sebagai perhatian utamanya, maka ia tidak mendapatkan apa pun dari Allah, dan Allah menetapkan empat hal dalam hatinya…" dikeluarkan oleh At-Thabrani dalam Al-Ausath dari hadis Abu Dzar tanpa lafal "dan Allah menetapkan dalam hatinya", dan begitu pula diriwayatkan oleh Ibn Abi Ad-Dunya dari hadis Anas dengan sanad lemah, serta Al-Hakim dari hadis Hudzaifah; sedangkan penambahan ini diriwayatkan secara terpisah oleh penyusun Al-Firdaus dari hadis Ibn Umar, dan keduanya lemah. Hadis Abu Hurairah, "Maukah kuperlihatkan kepadamu seluruh dunia beserta isinya?" Aku menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Lalu Beliau memegang tanganku dan membawaku ke salah satu lembah di Madinah, ternyata di sana ada tempat sampah… Hadis ini tidak aku temukan asal-usulnya.
ويروى إن الله ﷿ لما أهبط آدم إلى الأرض قال له ابن للخراب ولد للفناء
Diriwayatkan bahwa ketika Allah ﷿ menurunkan Adam ke bumi, Dia berfirman kepadanya, "Membangunlah untuk kehancuran, dan melahirkanlah untuk kefanaan!"
وقال داود بن هلال مكتوب في صحف إبراهيم ﵇ يا دنيا ما أهونك على الأبرار الذين تصنعت وتزينت لهم إني قذفت في قلوبهم بغضك والصدود عنك وما خلقت خلقاً أهون علي منك كل شأنك صغير وإلى الفناء يصير قضيت عليك يوم خلقتك أن لا تدومي لأحد ولا يدوم لك أحد وإن بخل بك صاحبك وشح عليك طوبى للأبرار الذين أطلعوني من قلوبهم على الرضا ومن ضميرهم على الصدق والاستقامة طوبى لهم ما لهم عندي من الجزاء إذا وفدوا إلي من قبورهم إلا النور يسعى أمامهم والملائكة حافون بهم حتى أبلغهم ما يرجون من رحمتي وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الدنيا موقوفة بين السماء والأرض منذ خلقها الله تعالى لم ينظر إليها وتقول يوم القيامة يا رب اجعلني لأدنى أوليائك اليوم نصيباً فيقول اسكتي يا لا شيء إني لم أرضك لهم في الدنيا أرضاك لهم اليوم
Dawud bin Hilal berkata bahwa tertulis dalam Lembaran-lembaran (Shuhuf) Ibrahim ﵇: "Wahai dunia, alangkah hinanya engkau di mata orang-orang yang berbakti yang engkau bersolek dan berhias untuk mereka. Sesungguhnya Aku telah menanamkan kebencian kepadamu dan keberpalingan darimu di dalam hati mereka. Dan Tidaklah Aku menciptakan ciptaan yang lebih hina di sisi-Ku melebihi dirimu; seluruh urusanmu kecil dan berakhir pada kefanaan. Aku telah menetapkan atasmu pada hari Aku menciptakanmu bahwa engkau tidak akan kekal bagi siapa pun dan tidak ada seorang pun yang kekal bagimu, meskipun pemilikmu kikir dan sangat serakah terhadapmu. Beruntunglah orang-orang yang berbakti yang memperlihatkan keridaan dari hati mereka dan kejujuran serta keistiqamahan dari batin mereka kepada-Ku. Beruntunglah mereka, tidak ada balasan bagi mereka di sisi-Ku ketika mereka datang menghadap-Ku dari kubur mereka melainkan cahaya yang memancar di hadapan mereka dan malaikat-malaikat yang mengelilingi mereka hingga Aku menyampaikan mereka pada apa yang mereka harapkan dari rahmat-Ku." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia ditangguhkan di antara langit dan bumi; sejak Allah Ta'ala menciptakannya, Dia tidak pernah memandangnya. Dunia berkata pada hari kiamat: 'Wahai Rabb-ku, jadikanlah aku hari ini sebagai bagian untuk wali-Mu yang paling rendah.' Maka Allah berfirman: 'Diamlah wahai yang tidak bernilai! Sesungguhnya Aku tidak meredaimu untuk mereka sewaktu di dunia, bagaimana mungkin Aku meredaimu untuk mereka pada hari ini?'"
وروي في أخبار آدم ﵇ أنه لما أكل من الشجرة تحركت معدته لخروج الثقل ولم يكن ذلك مجعولاً في شيء من أطعمة الجنة إلا في هذه الشجرة فلذلك نهيا عن أكلها قال فجعل يدور في الجنة فأمر الله تعالى ملكاً يخاطبه فقال له قل له أي شيء تريد قال آدم أريد أن أضع ما في بطني من الأذى فقيل للملك قل له في أي مكان تريد أن تضعه أعلى الفرش أم على السرر أم على الأنهار أم تحت ظلال الأشجار هل ترى ههنا مكاناً يصلح لذلك اهبط إلى الدنيا وقال ﷺ ليجيئن أقوام يوم القيامة وأعمالهم كجبال تهامة فيؤمر بهم إلى النار قالوا يا رسول الله مصلين قال نعم كانوا يصلون ويصومون ويأخذون هنة من الليل فإذا عرض لهم شيء من الدنيا وثبوا عليه
Diriwayatkan dalam kisah-kisah Nabi Adam ﵇ bahwa ketika beliau memakan buah dari pohon terlarang itu, perutnya bergejolak untuk mengeluarkan kotoran. Hal itu tidak ada pada makanan-makanan surga mana pun kecuali pada pohon ini, oleh karena itulah keduanya dilarang memakannya. Keterangan menyebutkan: Adam lalu berkeliling di surga, maka Allah Ta'ala memerintahkan seorang malaikat untuk berbicara dengannya. Malaikat itu berkata kepadanya, "Katakan padanya, apa yang engkau inginkan?" Adam menjawab, "Aku ingin membuang kotoran yang ada di dalam perutku." Dikatakan kepada malaikat itu, "Katakan kepadanya: Di tempat manakah engkau hendak membuangnya? Apakah di atas kasur-kasur, di atas dipan-dipan, di atas sungai-sungai, atau di bawah naungan pohon-pohon? Apakah engkau melihat di sini tempat yang layak untuk itu? Turunlah ke dunia!" Dan Beliau ﷺ bersabda, "Sungguh akan datang kelompok-kelompok manusia pada hari kiamat dengan amal-amal kebajikan sebesar gunung-gunung Tihamah, lalu diperintahkan agar mereka dibawa ke neraka." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah mereka orang-orang yang salat?" Beliau menjawab, "Ya, mereka dahulu salat, berpuasa, dan mengambil bagian ibadah di malam hari, namun apabila ditawarkan kepada mereka sesuatu dari keduniaan, mereka langsung menerkamnya."
وقال ﷺ في بعض خطبه المؤمن بين مخافتين بين أجل قد مضى لا يدري ما الله صانع فيه وبين أجل قد بقي لا يدري ما الله قاض فيه فليتزود العبد من نفسه لنفسه ومن دنياه لآخرته ومن حياته لموته ومن شبابه لهرمه فإن الدنيا خلقت لكم وأنتم خلقتم للآخرة والذي نفسي بيده ما بعد الموت من مستعتب ولا بعد الدنيا من دار إلا الجنة أو النار وقال عيسى ﵇ لا يستقيم حب الدنيا والآخرة في مؤمن كما لا يستقيم الماء والنار في إناء واحد وروي أن جبريل ﵇ قال لنوح ﵇ يا أطول الأنبياء عمراً كيف وجدت الدنيا قال كدار لها بابان دخلت من أحدهما وخرجت من الآخر قيل لعيسى ﵇ لو اتخذت بيتاً يكنك
Dan Beliau ﷺ bersabda dalam salah satu khutbahnya, "Seorang mukmin berada di antara dua ketakutan: di antara ajal yang telah berlalu yang ia tidak tahu apa yang telah Allah perbuat padanya, dan di antara ajal yang masih tersisa yang ia tidak tahu apa yang Allah putuskan padanya. Maka hendaklah seorang hamba mengambil bekal dari dirinya untuk dirinya, dari dunianya untuk akhiratnya, dari hidupnya untuk matinya, dan dari masa mudanya untuk masa tuanya. Sebab sesungguhnya dunia diciptakan untuk kalian dan kalian diciptakan untuk akhirat. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada lagi tempat memohon ampunan setelah kematian, dan tidak ada negeri setelah dunia melainkan Surga atau Neraka." Nabi Isa ﵇ berkata, "Tidak akan menyatu cinta dunia dan akhirat di dalam hati seorang mukmin sebagaimana tidak akan menyatu air dan api dalam satu wadah." Dan diriwayatkan bahwa Jibril ﵇ berkata kepada Nuh ﵇, "Wahai Nabi yang paling panjang umurnya, bagaimanakah engkau mendapati dunia?" Beliau menjawab, "Seperti sebuah rumah yang memiliki dua pintu; aku masuk melalui salah satu pintu dan keluar melalui pintu yang lain." Dikatakan kepada Nabi Isa ﵇, "Sekiranya engkau membuat rumah yang dapat menaungimu…"
قال يكفينا خلقان من كان قبلنا
Beliau menjawab, "Pakaian lusuh (atau peninggalan) orang-orang sebelum kita sudah cukup bagi kita."
وقال نبينا ﷺ احذروا الدنيا فإنها أسحر من هاروت وماروت
Dan Nabi kita ﷺ bersabda, "Waspadalah terhadap dunia, karena sesungguhnya sihirnya lebih memikat daripada Harut dan Marut."
وعن الحسن قال خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ذات يوم على أصحابه فقال هل منكم من يريد أن يذهب الله عنه العمى ويجعله بصيراً ألا إنه من رغب في الدنيا وطال أمله فيها أعمى الله قلبه على قدر ذلك ومن زهد في الدنيا وقصر فيها أمله أعطاه الله علماً بغير تعلم وهدى بغير هداية ألا أنه سيكون بعدكم قوم لا يستقيم لهم الملك إلا بالقتل والتجبر ولا الغنى إلا بالفخر والبخل ولا المحبة إلا باتباع الهوى إلا فمن أدرك ذلك الزمان منكم فصبر على الفقر وهو يقدر على الغنى وصبر على البغضاء وهو يقدر على المحبة وصبر على الذل وهو يقدر على العز لا يريد بذلك إلا وجه الله تعالى أعطاه الله ثواب خمسين صديقا // حديث الحسن هل منكم من يريد أن يذهب الله عنه العمى الحديث أخرجه ابن أبي الدنيا والبيهقي في الشعب من طريقه هكذا مرسلا وفيه إبراهيم بن الأشعث تكلم فيه أبو حاتم وروي أن عيسى ﵇ اشتد عليه المطر والرعد
Dari Al-Hasan ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah ﷺ keluar menemui para sahabatnya lalu bersabda, "Adakah di antara kalian yang ingin agar Allah melenyapkan kebutaan darinya dan menjadikannya dapat melihat (dengan mata hati)? Ketahuilah, barangsiapa yang menyukai dunia dan panjang angan-angannya padanya, maka Allah akan membutakan hatinya seukuran hal itu; dan barangsiapa yang berzuhud terhadap dunia serta memendekkan angan-angannya di dalamnya, maka Allah akan memberinya ilmu tanpa belajar dan petunjuk tanpa bimbingan. Ketahuilah, sungguh kelak setelah kalian akan ada suatu kaum yang kekuasaan tidak akan tegak bagi mereka kecuali dengan pembunuhan dan kesewenang-wenangan, kekayaan tidak tercapai kecuali dengan kesombongan dan kikir, serta kecintaan tidak diperoleh kecuali dengan mengikuti hawa nafsu. Ketahuilah, barangsiapa di antara kalian mendapati zaman itu lalu ia bersabar atas kemiskinan padahal ia mampu untuk kaya, bersabar atas kebencian padahal ia mampu meraih kecintaan, dan bersabar atas kehinaan padahal ia mampu meraih kemuliaan, yang ia tidak menginginkan hal itu melainkan hanya demi mengharap keridaan Allah Ta'ala, niscaya Allah memberinya pahala lima puluh orang Shiddiq." Hadis Al-Hasan "Adakah di antara kalian yang ingin agar Allah melenyapkan kebutaan darinya…" dikeluarkan oleh Ibn Abi Ad-Dunya dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab melalui jalurnya secara mursal seperti ini. Di dalam sanadnya terdapat Ibrahim bin Al-Asy'ath yang diperbincangkan oleh Abu Hatim. Dan diriwayatkan bahwa Nabi Isa ﵇ pernah dilanda hujan lebat dan petir…
والبرق يوماً فجعل يطلب شيئاً يلجأ إليه فوقعت عينه على خيمة من بعيد فأتاها فإذا فيها امرأة فحاد عنها فإذا هو بكهف في جبل فأتاه فإذا فيه أسد فوضع يده عليه وقال إلهي جعلت لكل شيء مأوى ولم تجعل لي مأوى فأوحى الله تعالى إليه مأواك في مستقر رحمتي لأزوجنك يوم القيامة مائة حوراء خلقتها بيدي ولأطعمن في عرسك أربعة آلاف عام يوم منها كعمر الدنيا ولآمرن منادياً ينادي أين الزهاد في الدنيا زوروا عرس الزاهد في الدنيا عيسى ابن مريم وقال عيسى ابن مريم ﵇ ويل لصاحب الدنيا كيف يموت ويتركها وما فيها وتغره ويأمنها ويثق بها وتخذله وويل للمغترين كيف أرتهم ما يكرهون وفارقهم ما يحبون وجاءهم ما يوعدون وويل لمن الدنيا همه والخطايا عمله كيف يفتضح غداً بذنبه وقيل أوحى الله تعالى إلى موسى ﵇ يا موسى مالك ولدار الظالمين إنها ليست لك بدار أخرج منها همك وفارقها بعقلك فبئست الدار هي إلا لعامل يعمل فيها فنعمت الدار هي يا موسى إني مرصد للظالم حتى آخذ منه للمظلوم وروي أن رسول الله ﷺ بعث أبا عبيدة بن الجراح فجاء بمال من البحرين فسمعت الأنصار بقدوم أبي عبيدة فوافوا صلاة الفجر مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فلما صلى رسول الله ﷺ انصرف فتعرضوا له فتبسم رسول الله ﷺ حين رآهم ثم قال أظنكم سمعتم أن أبا عبيدة قدم بشيء قالوا أجل يا رسول الله قال فأبشروا وأملوا ما يسركم فوالله ما الفقر أخشى عليكم ولكني أخشى عليكم أن تبسط عليكم الدنيا كما بسطت على من كان قبلكم فتنافسوها كما تنافسوها فتهلككم كما أهلكتهم
Pada suatu hari terjadi kilat dan petir, lalu beliau (Nabi Isa a.s.) mencari tempat berlindung. Penglihatannya tertuju pada sebuah kemah dari jauh, maka beliau mendatanginya, namun di dalamnya ada seorang wanita, lalu beliau menghindar darinya. Tiba-tiba beliau menemukan sebuah gua di gunung, lalu beliau mendatanginya, tetapi di dalamnya ada seekor singa. Beliau pun meletakkan tangannya di atas singa itu seraya berkata, 'Tuhanku, Engkau telah menjadikan tempat berlindung bagi segala sesuatu, namun Engkau tidak menjadikan tempat berlindung bagiku.' Maka Allah Ta'ala berwahyu kepadanya, 'Tempat berlindungmu berada di dalam ketetapan rahmat-Ku. Sungguh, Aku akan menikahkanmu pada hari kiamat dengan seratus bidadari yang Aku ciptakan dengan tangan-Ku sendiri, dan Aku akan memberi makan pada pesta pernikahanmu selama empat ribu tahun, yang mana satu hari di antaranya bagaikan seumur dunia. Dan sungguh Aku akan memerintahkan penyeru untuk menyerukan: Di manakah orang-orang yang zuhud di dunia? Hadirilah pesta pernikahan orang yang zuhud di dunia, Isa putra Maryam!' Dan Isa putra Maryam a.s. berkata, 'Celakalah pemilik dunia! Betapa ia mati dan meninggalkannya serta apa yang ada di dalamnya. Dunia memperdayanya, ia pun merasa aman dan percaya padanya, namun dunia menelantarkannya. Celakalah orang-orang yang terpedaya! Betapa dunia memperlihatkan kepada mereka apa yang mereka benci, berpisah dari apa yang mereka cintai, dan mendatangi mereka apa yang dijanjikan kepada mereka. Dan celakalah orang yang menjadikan dunia sebagai cita-citanya dan dosa-dosa sebagai perbuatannya, betapa ia besok terhina karena dosanya!' Dan dikatakan bahwa Allah Ta'ala berwahyu kepada Musa a.s., 'Wahai Musa, ada apa engkau dengan negeri orang-orang zalim? Sesungguhnya itu bukanlah negeri bagimu. Keluarkanlah hasratmu darinya dan berpisahlah darinya dengan akalmu. Maka seburuk-buruk negeri adalah dunia, kecuali bagi orang yang beramal saleh di dalamnya, maka ia sebaik-baik negeri. Wahai Musa, sesungguhnya Aku senantiasa mengawasi orang zalim hingga Aku mengambil hak darinya untuk orang yang dizalimi.' Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mengutus Abu Ubaidah ibnul Jarrah, lalu ia membawa harta dari Bahrain. Orang-orang Ansar mendengar kedatangan Abu Ubaidah, maka mereka menghadiri shalat Subuh bersama Rasulullah ﷺ. Ketika Rasulullah ﷺ selesai shalat, beliau berpaling lalu mereka menemui beliau. Rasulullah ﷺ pun tersenyum ketika melihat mereka, kemudian bersabda, 'Aku kira kalian telah mendengar bahwa Abu Ubaidah telah datang membawa sesuatu.' Mereka menjawab, 'Benar, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Bergembiralah dan harapkanlah apa yang menyenangkan kalian. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, melainkan aku takut dunia dibentangkan atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, sehingga dunia membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.'
وقال أبو سعيد الخدري قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن أكثر ما أخاف عليكم ما يخرج الله لكم من بركات الأرض فقيل ما بركات الأرض قال زهرة الدنيا
Dan Abu Sa'id al-Khudri berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya hal yang paling aku takuti atas kalian adalah apa yang dikeluarkan Allah untuk kalian dari keberkahan bumi.' Lalu ditanyakan: 'Apakah keberkahan bumi itu?' Beliau bersabda: 'Perhiasan dunia.'
وقال ﷺ لا تشغلوا قلوبكم بذكر الدنيا
Dan Beliau ﷺ bersabda: 'Janganlah kalian sibukkan hati kalian dengan mengingat dunia.'
فنهى عن ذكرها فضلاً عن إصابة عينها وقال عمار بن سعيد مر عيسى ﵇ بقرية فإذا أهلها موتى في الأفنية والطرق فقال يا معشر الحواريين إن هؤلاء ماتوا عن سخطة ولو ماتوا عن غير ذلك لتدافنوا فقالوا يا روح الله وددنا أن لو علمنا خبرهم فسأل الله تعالى فأوحى إليه إذا كان الليل فنادهم يجيبوك فلما كان الليل أشرف على نشز ثم نادى يا أهل القرية فأجابه مجيب لبيك يا روح الله فقال ما حالكم وما قصتكم قال بتنا في عافية وأصبحنا في الهاوية قال وكيف ذاك قال بحبنا الدنيا وطاعتنا أهل المعاصي قال وكيف كان حبكم للدنيا قال حب الصبي لأمه إذا أقبلت فرحنا بها وإذا أدبرت حزنا وبكينا عليها قال فما بال أصحابك لم يجيبوني قال لأنهم ملجمون بلجم من نار بأيدي ملائكة غلاظ شداد قال فكيف أجبتني أنت من بينهم قال لأني كنت فيهم ولم أكن منهم فلما نزل بهم العذاب أصابني معهم فأنا معلق على شفير جهنم لا أدري أأنجوا منها أم أكبكب فيها فقال المسيح للحواريين لأكل خبز الشعير بالملح الجريش ولبس المسوح والنوم على المزابل كثير مع عافية الدنيا والآخرة وقال أنس كانت ناقة رسول الله ﷺ العضباء لا تسبق فجاء أعرابي بناقة له فسبقها فشق ذلك على المسلمين فقال ﷺ إنه حق على الله أن لا يرفع شيئاً من الدنيا إلا وضعه وقال عيسى ﵇ من الذي يبني على موج البحر داراً تلكم الدنيا فلا
Maka Beliau melarang dari mengingatnya, terlebih lagi memperoleh wujud fisiknya. Ammar bin Said berkata: Nabi Isa a.s. melewati suatu desa, tiba-tiba penduduknya telah mati di pelataran dan jalan-jalan. Maka beliau berkata, 'Wahai kaum Hawariyyin, sesungguhnya mereka ini mati karena kemurkaan Allah. Seandainya mereka mati bukan karena itu, niscaya mereka akan saling menguburkan.' Mereka berkata, 'Wahai Ruhullah, kami ingin sekiranya kami mengetahui kabar mereka.' Maka beliau memohon kepada Allah Ta'ala, lalu Allah memberi wahyu kepadanya, 'Jika malam telah tiba, panggillah mereka, niscaya mereka akan menjawabmu.' Ketika malam tiba, beliau menaiki tempat yang tinggi lalu menyeru, 'Wahai penduduk desa!' Maka seorang penjawab menjawabnya, 'Labbaik, wahai Ruhullah.' Beliau bertanya, 'Bagaimana keadaan kalian dan apa kisah kalian?' Ia menjawab, 'Kami bermalam dalam kesejahteraan dan memasuki pagi hari di jurang neraka (Al-Hawiyah).' Beliau bertanya, 'Bagaimana hal itu bisa terjadi?' Ia menjawab, 'Karena kecintaan kami kepada dunia dan ketaatan kami kepada pelaku maksiat.' Beliau bertanya, 'Bagaimana kecintaan kalian kepada dunia?' Ia menjawab, 'Seperti cintanya anak kecil kepada ibunya; jika dunia datang kami bergembira dengannya, dan jika dunia berpaling kami bersedih serta menangisinya.' Beliau bertanya, 'Lalu mengapa teman-temanmu tidak menjawabku?' Ia menjawab, 'Karena mereka dikendalikan dengan kekang dari api neraka di tangan para malaikat yang kasar dan keras.' Beliau bertanya, 'Lalu bagaimana engkau bisa menjawabku di antara mereka?' Ia menjawab, 'Karena aku berada di antara mereka tetapi aku tidak termasuk dari golongan mereka (dalam perbuatannya). Namun ketika azab turun kepada mereka, aku ikut tertimpa bersama mereka. Maka aku tergantung di tepi Jahannam, aku tidak tahu apakah aku akan selamat darinya ataukah dilemparkan ke dalamnya.' Maka Al-Masih berkata kepada kaum Hawariyyin, 'Memakan roti gandum kasar dengan garam tumbuk, mengenakan pakaian bulu domba yang kasar, dan tidur di atas tempat pembuangan sampah adalah sangat banyak (cukup) bersamaan dengan keselamatan dunia dan akhirat.' Dan Anas berkata: Unta Rasulullah ﷺ yang bernama Al-Adhba' tidak pernah terbalap. Lalu datang seorang Arab Badui dengan untanya dan membalapnya, maka hal itu terasa berat bagi kaum muslimin. Lalu Beliau ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya sudah menjadi hak bagi Allah bahwa tidaklah Dia meninggikan sesuatu dari dunia melainkan Dia akan merendahkannya.' Dan Isa a.s. berkata, 'Siapakah yang membangun rumah di atas gelombang laut? Itulah dunia, maka janganlah…
تتخذوها قراراً وقيل لعيسى ﵇ علمنا علما واحداً يحبنا الله عليه قال ابغضوا الدنيا يحبكم الله تعالى وقال أبو الدرداء قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلاً ولبكيتم كثيراً ولهانت عليكم الدنيا ولآثرتم الآخرة ثم قال أبو الدرداء من قبل نفسه لو تعلمون ما أعلم لخرجتم إلى الصعدات تجأرون وتبكون على أنفسكم ولتركتم أموالكم لا حارس لها ولا راجع إليها إلا ما لابد لكم منه ولكن يغيب عن قلوبكم ذكر الآخرة وحضرها الأمل فصارت الدنيا أملك بأعمالكم وصرتم كالذين لا يعلمون فبعضكم شر من البهائم التي لا تدع هواها مخافة مما في عاقبته ما لكم لا تحابون ولا تناصحون وأنتم إخوان على دين الله ما فرق بين أهوائكم إلا خبث سرائركم ولو اجتمعتم على البر لتحاببتم ما لكم تناصحون في أمر الدنيا ولا تناصحون في أمر الآخرة ولا يملك أحدكم النصيحة لمن يحبه ويعينه على أمر آخرته ما هذا إلا من قلة الإيمان في قلوبكم لو كنتم توقنون بخير الآخرة وشرها كما توقنون بالدنيا لآثرتم طلب الآخرة لأنها أملك لأموركم فإن قلتم حب العاجلة غالب فإنا نراكم تدعون العاجلة من الدنيا للآجل منها تكدون أنفسكم بالمشقة والاحتراف في طلب أمر لعلكم لا تدركونه فبئس القوم أنتم ما حققتم إيمانكم بما يعرف به الإيمان البالغ فيكم فإن كنتم في شك مما جاء به محمد ﷺ فائتونا لنبين لكم ولنريكم من النور ما تطمئن إليه قلوبكم والله ما أنتم بالمنقوصة عقولكم فنعذركم إنكم تستبينون صواب الرأي في دنياكم وتأخذون بالحزم في أموركم ما لكم تفرحون باليسير من الدنيا تصيبونه وتحزنون على اليسير منها يفوتكم حتى يتبين ذلك في وجوهكم ويظهر على ألسنتكم وتسمونها المصائب وتقيمون فيها المآتم وعامتكم قد تركوا كثيراً من دينهم ثم لا يتبين ذلك في وجوهكم ولا يتغير حالكم إني لأرى الله قد تبرأ منكم يلقى بعضكم بعضاً بالسرور وكلكم يكره أن يستقبل صاحبه بما يكره مخافة أن يستقبله صاحبه بمثله فاصطحبتم على الغل ونبتت مراعيكم على الدمن وتصافيتم على رفض الأجل ولوددت أن الله تعالى أراحني منكم وألحقني بمن أحب رؤيته ولو كان حياً لم يصابركم فإن كان فيكم خير فقد أسمعتكم وإن تطلبوا ما عند الله تجدوه يسيراً وبالله أستعين على نفسي وعليكم وقال عيسى ﵇ يا معشر الحواريين ارضوا بدنيء الدنيا مع سلامة الدين كما رضى أهل الدنيا بدنيء الدين مع سلامة الدنيا وفي معناه قيل
…kalian menjadikannya sebagai tempat tinggal menetap.' Dan dikatakan kepada Isa a.s., 'Ajarkanlah kepada kami satu ilmu yang dengannya Allah mencintai kami.' Beliau berkata, 'Bencilah dunia, niscaya Allah Ta'ala mencintai kalian.' Dan Abu ad-Darda' berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, 'Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, niscaya dunia menjadi hina bagi kalian, dan niscaya kalian akan lebih mengutamakan akhirat.' Kemudian Abu ad-Darda' berkata dari dirinya sendiri, 'Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan keluar ke jalan-jalan bukit seraya menjerit dan menangisi diri kalian sendiri, dan niscaya kalian akan meninggalkan harta-harta kalian tanpa ada penjaganya dan tidak ada yang kembali kepadanya kecuali sekadar apa yang darurat bagi kalian. Akan tetapi, ingatan tentang akhirat gaib dari hati kalian dan angan-angan hadir padanya, maka dunia menjadi lebih menguasai amal-amal kalian, dan kalian menjadi seperti orang-orang yang tidak mengetahui. Sebagian kalian lebih buruk daripada binatang ternak yang tidak meninggalkan hawa nafsunya karena takut akan akibat dari kesudahannya. Mengapa kalian tidak saling mencintai dan tidak saling menasihati, padahal kalian adalah saudara di atas agama Allah? Tidak ada yang memecah belah di antara hawa nafsu kalian melainkan keburukan batin kalian. Seandainya kalian bersatu di atas kebajikan, niscaya kalian saling mencintai. Mengapa kalian saling menasihati dalam urusan dunia, tetapi tidak saling menasihati dalam urusan akhirat? Dan tidak ada seorang pun dari kalian yang memberikan nasihat kepada orang yang dicintainya serta membantunya dalam urusan akhiratnya? Tidaklah hal ini terjadi melainkan karena sedikitnya iman dalam hati kalian. Seandainya kalian meyakini kebaikan akhirat dan keburukannya sebagaimana kalian meyakini dunia, niscaya kalian lebih mengutamakan menuntut akhirat, karena akhirat lebih berhak atas urusan-urusan kalian. Jika kalian katakan bahwa cinta kepada yang disegerakan (dunia) lebih mendominasi, maka sesungguhnya kami melihat kalian meninggalkan yang disegerakan dari dunia demi sesuatu yang ditangguhkan darinya; kalian memayahkan diri dengan kesusahan dan mata pencaharian untuk menuntut sesuatu yang mungkin tidak kalian dapatkan. Maka seburuk-buruk kaum adalah kalian! Kalian tidak membenarkan iman kalian dengan apa yang dengannya iman yang sempurna dikenal pada diri kalian. Jika kalian berada dalam keraguan tentang apa yang dibawa oleh Muhammad ﷺ, maka datanglah kepada kami agar kami jelaskan kepada kalian dan kami perlihatkan kepada kalian sebagian dari cahaya yang dengannya hati kalian menjadi tenteram. Demi Allah, bukannya akal kalian berkurang sehingga kami memaklumi kalian; sesungguhnya kalian dapat melihat kebenaran pendapat dalam urusan dunia kalian dan mengambil keputusan yang teguh dalam urusan-urusan kalian. Mengapa kalian bergembira dengan sedikit dari dunia yang kalian dapatkan dan bersedih atas sedikit dari dunia yang luput dari kalian, hingga hal itu tampak jelas di wajah-wajah kalian dan terlihat pada lidah-lidah kalian, serta kalian menamakannya sebagai musibah dan mengadakan duka cita padanya, sementara sebagian besar dari kalian telah meninggalkan banyak dari agama mereka, kemudian hal itu tidak tampak di wajah-wajah kalian dan tidak mengubah keadaan kalian? Sungguh, aku melihat Allah telah berlepas diri dari kalian; sebagian kalian menemui sebagian yang lain dengan kegembiraan, padahal kalian semua tidak suka menghadapi saudaranya dengan apa yang tidak disukainya karena takut saudaranya akan menghadapinya dengan hal yang serupa. Maka kalian bergaul di atas kedengkian, padang rumput kalian tumbuh di atas kotoran, dan kalian murni bersepakat untuk mencampakkan akhirat. Sungguh aku menginginkan sekiranya Allah Ta'ala mengistirahatkan aku dari kalian dan mempertemukan aku dengan orang yang aku rindukan untuk melihatnya, yang seandainya ia masih hidup, niscaya ia tidak akan sabar menghadapi kalian. Jika ada kebaikan pada diri kalian, maka sungguh aku telah memperdengarkannya kepada kalian, dan jika kalian mencari apa yang ada di sisi Allah, kalian akan mendapatkannya dengan mudah. Dan hanya kepada Allah aku memohon pertolongan atas diriku dan atas kalian.' Dan Isa a.s. berkata, 'Wahai kaum Hawariyyin, ridalah dengan dunianya agama (keadaan dunia yang rendah) beserta keselamatan agama, sebagaimana ahli dunia rida dengan dunianya agama (rendahnya agama) beserta keselamatan dunia mereka.' Dan dalam makna ini dikatakan:
أرى رجالاً بأدنى الدين قد قنعوا … وما أراهم رضوا في العيش بالدون
Aku melihat orang-orang merasa cukup dengan agama yang paling rendah … padahal aku tidak melihat mereka rida dalam penghidupan dengan yang rendah
فاستغن بالدين عن دنيا الملوك كما استغنى … الملوك بدنياهم عن الدين
Maka merasa cukuplah dengan agama dari dunianya para raja … sebagaimana para raja merasa cukup dengan dunia mereka dari agama
وقال عيسى ﵇ يا طالب الدنيا لتبر تركك الدنيا أبر
Dan Isa a.s. berkata: 'Wahai pencari dunia untuk berbuat kebajikan, meninggalkan duniamu itu lebih berbakti (lebih utama).'
وقال نبينا ﷺ لتأتينكم بعدي دنيا تأكل إيمانكم كما تأكل النار الحطب
Dan Nabi kita ﷺ bersabda: 'Sungguh akan datang kepada kalian setelahku dunia yang memakan iman kalian sebagaimana api memakan kayu bakar.'
وأوحى الله تعالى إلى موسى ﵇ يا موسى لا تركنن إلى حب الدنيا فلن تأتيني بكبيرة هي أشذ منها
Dan Allah Ta'ala berwahyu kepada Musa a.s.: 'Wahai Musa, janganlah sekali-kali engkau cenderung kepada cinta dunia, karena engkau tidak akan pernah menghadap-Ku membawa dosa besar yang lebih dahsyat daripadanya.'
ومر موسى ﵇ برجل وهو يبكي ورجع وهو يبكي فقال موسى يا رب عبدك يبكي من مخافتك فقال يا ابن عمران لو سال دماغه مع دموع عينيه ورفع يديه حتى يسقطا لم أغفر له وهو يحب الدنيا
Dan Musa a.s. melewati seorang laki-laki yang sedang menangis, dan ketika kembali ia masih menangis. Maka Musa berkata: 'Wahai Tuhan, hamba-Mu menangis karena takut kepada-Mu.' Maka Allah berfirman: 'Wahai putra Imran, seandainya otak kepalanya mengalir bersama air matanya dan ia mengangkat kedua tangannya hingga keduanya jatuh, Aku tidak akan mengampuninya selama ia mencintai dunia.'
الآثار قال علي ﵁ من جمع فيه ست خصال لم يدع للجنة مطلباً ولا عن النار مهرباً أولها من
Atsar (Riwayat Para Sahabat dan Tabi'in): Ali r.a. berkata: 'Barang siapa terhimpun pada dirinya enam perkara, maka ia tidak meninggalkan satu tuntutan pun untuk surga dan tidak meninggalkan satu jalan lari pun dari neraka. Pertama dari enam perkara itu adalah barang siapa…'
عرف الله وأطاعه وعرف الشيطان فعصاه وعرف الحق فاتبعه وعرف الباطل فاتقاه وعرف الدنيا فرفضها وعرف الآخرة فطلبها
…yang mengenal Allah lalu menaati-Nya, mengenal setan lalu mendurhakainya, mengenal kebenaran lalu mengikutinya, mengenal kebatilan lalu menjauhinya, mengenal dunia lalu mencampakkannya, serta mengenal akhirat lalu mencarinya.'
وقال الحسن رحم الله أقواماً كانت الدنيا عندهم وديعة فأدوها إلى من ائتمنهم عليها ثم راحوا خفافاً وقال أيضاً ﵀ من نافسك في دينك فنافسه ومن نافسك في دنياك فألقها في نحره وقال لقمان ﵇ لابنه يا بني إن الدنيا بحر عميق وقد غرق فيه ناس كثير فلتكن سفينتك فيه تقوى الله ﷿ وحشوها الإيمان بالله تعالى وشراعها التوكل على الله ﷿ لعلك تنجو وما أراك ناجياً وقال الفضيل طالت فكرتي في هذه الآية ﴿إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لنبلوهم أيهم أحسن عملاً وإنا لجاعلون ما عليها صعيدا جرزا﴾ وقال بعض الحكماء إنك لن تصبح في شيء من الدنيا إلا وقد كان له أهل قبلك وسيكون له أهل بعدك وليس لك من الدنيا إلا عشاء ليلة وغداء يوم فلا تهلك في أكله وصم عن الدنيا وأفطر على الآخرة وإن رأس مال الدنيا الهوى وربحها النار وقيل لبعض الرهبان كيف ترى الدهر قال يخلق الأبدان ويجدد الآمال ويقرب المنية ويبعد الأمنية قيل فما حال أهله قال من ظفر به تعب ومن فاته نصب وفي ذلك قيل
Dan Al-Hasan berkata: 'Semoga Allah merahmati kaum-kaum yang mana dunia di sisi mereka adalah titipan, lalu mereka menunaikannya kepada Yang mempercayakan kepada mereka atasnya, kemudian mereka pergi dalam keadaan ringan.' Dan beliau juga berkata r.a.: 'Barang siapa menyaingimu dalam agamamu maka saingilah dia, dan barang siapa menyaingimu dalam duniamu maka lemparkanlah dunia itu ke lehernya.' Dan Luqman a.s. berkata kepada putranya: 'Wahai anakku, sesungguhnya dunia adalah lautan yang dalam, dan sungguh telah banyak manusia yang tenggelam di dalamnya. Maka hendaknya bahteramu di dalamnya adalah ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla, muatannya adalah iman kepada Allah Ta'ala, dan layarnya adalah tawakal kepada Allah Azza wa Jalla, mudah-mudahan engkau selamat, meskipun aku tidak melihatmu akan selamat.' Dan Al-Fudhail berkata: 'Pemikiranku sangat lama merenungkan ayat ini: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.' Dan sebagian ahli hikmah berkata: 'Sesungguhnya engkau tidak memasuki pagi hari dalam sesuatu dari dunia melainkan sungguh telah ada pemiliknya sebelummu dan akan ada pemiliknya setelahmu, dan tidak ada bagimu dari dunia melainkan makan malam satu malam dan makan siang satu hari, maka janganlah engkau binasa dalam memakannya, berpuasalah dari dunia dan berbukalah pada akhirat. Sesungguhnya modal dunia adalah hawa nafsu dan keuntungannya adalah neraka.' Dan dikatakan kepada sebagian rahib: 'Bagaimana engkau melihat zaman (dunia)?' Ia menjawab: 'Ia melapukkan tubuh, memperbarui angan-angan, mendekatkan kematian, dan menjauhkan cita-cita.' Dikatakan: 'Lalu bagaimana keadaan penghuninya?' Ia menjawab: 'Barang siapa yang mendapatkannya ia akan lelah, dan barang siapa yang kehilangan darinya ia akan terbebani.' Dan tentang hal itu dikatakan:
ومن يحمد الدنيا لعيش يسره … فسوف لعمري عن قليل يلومها
Barang siapa memuji dunia karena kehidupan yang mengenangkannya … maka demi umurku, sebentar lagi ia akan mencelanya
إذا أدبرت كانت على المرء حسرة … وإن أقبلت كانت كثيراً همومها وقال بعض الحكماء كانت الدنيا ولم أكن فيها وتذهب الدنيا ولا أكون فيها فلا أسكن إليها فإن عيشها نكد وصفوها كدر وأهلها منها على وجل إما بنعمة زائلة أو بلية نازلة أو منية قاضية وقال بعضهم من عيب الدنيا أنها لا تعطي أحدا ما يستحق لكنها إما أن تزيد وإما أن تنقص وقال سفيان أما ترى النعم كأنها مغضوب عليها قد وضعت في غير أهلها وقال أبو سليمان الداراني من طلب الدنيا على المحبة لها لم يعط منها شيئاً إلا أراد أكثر ومن طلب الآخرة على المحبة لها لم يعط منها شيئاً إلا أراد أكثر وليس لهذا غاية وقال رجل لأبي حازم أشكو إليك حب الدنيا وليست لي بدار فقال انظر ما آتاكه الله ﷿ منها فلا تأخذه إلا من حلة ولا تضعه إلا في حقه ولا يضرك حب الدنيا
Apabila dunia berpaling, ia menjadi penyesalan bagi seseorang … dan apabila ia datang, kerisauannya menjadi sangat banyak. Dan sebagian ahli hikmah berkata: 'Dunia ini ada saat aku belum ada padanya, dan dunia akan pergi saat aku tidak ada padanya, maka aku tidak akan merasa tenang kepadanya; karena kehidupannya adalah kesusahan, kejernihannya adalah keruhan, dan penghuninya berada dalam kecemasan padanya, baik karena nikmat yang sirna, petaka yang menimpa, ataupun kematian yang menetapkan.' Dan sebagian dari mereka berkata: 'Di antara cela dunia adalah ia tidak memberikan kepada seorang pun apa yang berhak diterimanya, melainkan ia mungkin melebihkan atau mengurangkan.' Dan Sufyan berkata: 'Tidakkah engkau melihat nikmat-nikmat seolah-olah dimurkai, ditempatkan bukan pada orang yang berhak padanya?' Dan Abu Sulaiman ad-Darani berkata: 'Barang siapa menuntut dunia atas dasar kecintaan kepadanya, tidaklah ia diberi sesuatu darinya melainkan ia menginginkan yang lebih banyak; dan barang siapa menuntut akhirat atas dasar kecintaan kepadanya, tidaklah ia diberi sesuatu darinya melainkan ia menginginkan yang lebih banyak, dan hal ini tidak ada batas akhirnya.' Dan seorang laki-laki berkata kepada Abu Hazim: 'Aku mengadukan kepadamu tentang cinta dunia padahal ia bukanlah rumah tinggal bagiku.' Maka beliau berkata: 'Lihatlah apa yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepadamu darinya, janganlah engkau mengambilnya kecuali dari cara yang halal, dan janganlah engkau menempatkannya kecuali pada haknya, niscaya cinta dunia tidak akan membahayakanmu.'
وإنما قال هذا لأنه لو آخذ نفسه بذلك لألعبه حتى يتبرم بالدنيا ويطلب الخروج منها وقال يحيى بن معاذ الدنيا حانوت الشيطان فلا تسرق من حانوته شيئاً فيجيء في طلبه فيأخذك وقال الفضيل لو كانت الدنيا من ذهب يفنى والآخرة من خزف يبقى لكان ينبغي لنا أن نختار خزفاً يبقى على ذهب يفنى فكيف وقد اخترنا خزفاً يفني على ذهب يبقى وقال أبو حازم إياكم والدنيا فإنه بلغني أنه يوقف العبد يوم القيامة إذا كان معظماً الدنيا فيقال هذا عظم ما حقره الله وقال ابن مسعود ما أصبح أحد من الناس إلا وهو ضيف وماله عارية فالضيف مرتحل والعارية مردودة وفي ذلك قيل
Beliau hanya mengatakan demikian karena seandainya ia memaksakan dirinya dengan hal itu, niscaya hal itu akan melelahkannya hingga ia jenuh dengan dunia dan menuntut untuk keluar darinya. Dan Yahya bin Mu'adz berkata: 'Dunia adalah kedai setan, maka janganlah engkau mencuri sesuatu dari kedainya, sehingga ia akan datang menuntutnya lalu menangkapmu.' Dan Al-Fudhail berkata: 'Seandainya dunia itu dari emas yang fana dan akhirat itu dari tembikar yang kekal, niscaya sudah sepatutnya bagi kita untuk memilih tembikar yang kekal daripada emas yang fana. Lantas bagaimana padahal kita telah memilih tembikar yang fana daripada emas yang kekal?' Dan Abu Hazim berkata: 'Waspadalah kalian terhadap dunia, karena telah sampai kepadaku berita bahwa hamba akan dihentikan pada hari kiamat apabila ia mengagungkan dunia, lalu dikatakan: Orang ini telah mengagungkan apa yang dihinakan oleh Allah.' Dan Ibn Mas'ud berkata: 'Tidaklah seorang pun dari manusia memasuki pagi hari melainkan ia adalah seorang tamu dan hartanya adalah pinjaman; tamu akan berangkat dan pinjaman harus dikembalikan.' Dan tentang hal itu dikatakan:
وما المال والأهلون إلا ودائع … ولا بد يوماً أن ترد الودائع
Tidaklah harta dan keluarga melainkan hanyalah titipan … dan suatu hari titipan itu pasti harus dikembalikan
وزار رابعة أصحابها فذكروا الدنيا فأقبلوا على ذمها فقالت اسكتوا عن ذكرها فلولا موقعها من قلوبكم ما أكثرتم من ذكرها ألا من أحب شيئاً أكثر من ذكره وقيل لإبراهيم بن أدهم كيف أنت فقال
Dan sahabat-sahabat Rabi'ah melawatnya, lalu mereka menyebut-nyebut tentang dunia dan mencelanya, maka Rabi'ah berkata: 'Diamlah kalian dari menyebutnya, seandainya bukan karena kedudukannya di dalam hati kalian, niscaya kalian tidak akan memperbanyak menyebutnya. Ketahuilah, barang siapa mencintai sesuatu niscaya ia sering menyebutnya!' Dan dikatakan kepada Ibrahim bin Adham: 'Bagaimana keadaanmu?' Maka beliau berkata:
نرقع دنيانا بتمزيق ديننا … فلا ديننا يبقى ولا ما نرقع
Kita menambal dunia kita dengan mengoyak agama kita … maka agama kita tidak tersisa dan tidak pula apa yang kita tambal
فطوبى لعبد آثر الله ربه … وجاد بدنياه لما يتوقع
Maka beruntunglah seorang hamba yang mengutamakan Allah Rabbnya… dan mendermakan dunianya demi apa yang diharapkannya di akhirat.
وقيل أيضاً في ذلك
Dikatakan pula mengenai hal itu:
أرى طالب الدنيا وإن طال عمره … ونال من الدنيا سروراً وأنعما
Aku melihat pencari dunia, meskipun panjang umurnya… dan memperoleh kegembiraan serta kenikmatan dari dunia,
كبان بنى بنيانه فأقامه … فلما استوى ما قد بناه تهدما
Laksana seorang pembangun yang mendirikan bangunannya hingga tegak… namun ketika apa yang dibangunya telah sempurna, ia pun roboh.
وقيل أيضاً في ذلك
Dikatakan pula mengenai hal itu:
هب الدنيا تساق إليك عفواً … أليس مصير ذاك إلى انتقال
Andaikan dunia digiring kepadamu tanpa susah payah… bukankah akhir dari semua itu adalah kepindahan (kemusnahan)?
وما دنياك إلا مثل فيء … أظلك ثم آذن بالزوال
Dan tiadalah duniamu melainkan bagai bayang-bayang… yang menaungimu sejenak, lalu memberi tanda akan segera sirna.
وقال لقمان لابنه يا بني بع دنياك بآخرتك تربحهما جميعاً ولا تبع آخرتك بدنياك تخسرهما جميعاً وقال مطرف ابن الشخير لا تنظر إلى خفض عيش الملوك ولين رياشهم ولكن انظر إلى سرعة ظعنهم وسوء منقلبهم وقال ابن عباس إن الله تعالى جعل الدنيا ثلاثة أجزاء جزء للمؤمن وجزء للمنافق وجزء للكافر فالمؤمن يتزود والمنافق يتزين والكافر يتمتع وقال بعضهم الدنيا جيفة فمن أراد منها شيئاً فليصبر على معاشرة الكلاب وفي ذلك قيل يا خاطب الدنيا إلى نفسها … تنح عن خطبتها تسلم
Luqman berkata kepada putranya, "Wahai anakku, juallah duniamu demi akhiratmu, niscaya engkau beruntung mendapatkan keduanya. Dan janganlah engkau menjual akhiratmu demi duniamu, niscaya engkau rugi pada keduanya." Mutharrif bin ash-Syikhkhir berkata, "Janganlah engkau memandang kemewahan hidup para raja dan kelembutan perhiasan mereka, tetapi pandanglah kecepatan kepergian mereka dan buruknya tempat kembali mereka." Ibn 'Abbas berkata, "Sesungguhnya Allah Ta'ala menjadikan dunia tiga bagian: sebagian untuk orang mukmin, sebagian untuk orang munafik, dan sebagian untuk orang kafir. Orang mukmin menjadikannya bekal, orang munafik menjadikannya perhiasan, dan orang kafir bersenang-senang dengannya." Sebagian ulama berkata, "Dunia adalah bangkai, maka barang siapa menginginkan sesuatu darinya, hendaklah ia bersabar bergaul dengan anjing-anjing." Dan mengenai hal itu dikatakan: Wahai peminang dunia pada dirinya sendiri… menjauhlah dari meminangnya niscaya engkau akan selamat.
إن التي تخطب غدارة … قريبة العرس من المأتم
Sesungguhnya wanita (dunia) yang engkau pinang itu amat pengkhianat… pesta pernikahannya sangat dekat dengan tempat duka cita.
وقال أبو الدرداء من هوان الدنيا على الله أنه لا يعصى إلا فيها ولا ينال ما عنده إلا بتركها
Abu ad-Darda' berkata, "Di antara hinanya dunia di sisi Allah adalah bahwa Dia tidak didurhakai melainkan di dunia, dan tidak dapat diraih apa yang ada di sisi-Nya melainkan dengan meninggalkannya."
وفي ذلك قيل
Dan mengenai hal itu dikatakan:
إذا امتحن الدنيا لبيب تكشفت … له عن عدو في ثياب صديق
Apabila orang yang berakal menguji dunia, niscaya tersingkaplah… baginya musuh yang mengenakan pakaian seorang sahabat.
وقيل أيضاً
Dikatakan pula:
يا راقد الليل مسروراً بأوله … إن الحوادث قد يطرقن أسحارا
Wahai orang yang tidur di malam hari dengan gembira pada permulaannya… sesungguhnya malapetaka bisa saja datang mengetuk di waktu sahur.
أفنى القرون التي كانت منعمة … كر الجديدين إقبالاً وإدبارا
Perputaran siang dan malam yang datang dan pergi… telah membinasakan generasi-generasi yang dahulunya hidup dalam kenikmatan.
كم قد أبادت صروف الدهر من ملك … قد كان في الدهر نفاعاً وضرارا
Betapa banyak raja yang telah dibinasakan oleh pergantian zaman… padahal dahulunya di zamannya ia memberi manfaat dan mudarat.
يا من يعانق دنيا لا بقاء لها … يمسي ويصبح في دنياه سفارا
Wahai orang yang merangkul dunia yang tidak kekal… ia berada di waktu petang dan pagi dalam dunianya sebagai seorang musafir.
هلا تركت من الدنيا معانقة … حتى تعانق في الفردوس أبكارا
Mengapa tidak kau tinggalkan pelukan dunia… hingga engkau dapat memeluk bidadari-bidadari di surga Firdaus?
إن كنت تبغي جنان الخلد تسكنها … فينبغي لك أن لا تأمن النارا
Jika engkau mendambakan surga keabadian untuk kau huni… maka sepatutnya engkau tidak merasa aman dari neraka.
وقال أبو أمامة الباهلي ﵁ لما بعث محمد ﷺ أتت إبليس جنوده فقالوا قد بعث نبي وأخرجت أمة قال يحبون الدنيا قالوا نعم قال لئن كانوا يحبون الدنيا ما أبالي أن لا يعبدوا الأوثان وإنما أغدو عليهم وأروح بثلاث أخذ المال من غير حقه وإنفاقه في غير حقه وإمساكه عن حقه والشر كان من هذا نبع وقال رجل لعلي كرم الله وجهه يا أمير المؤمنين صف لنا الدنيا قال وما أصف لك من دار صح فيها سقم ومن أمن فيها ندم ومن افتقر فيها حزن ومن استغنى فيها افتتن في حلالها الحساب وفي حرامها العقاب ومتشابهها العتاب وقيل له ذلك مرة أخرى فقال أطول أم أقصر فقيل قصر فقال حلالها حساب وحرامها عذاب وقال مالك بن دينار اتقوا السحارة فإنها تسحر قلوب العلماء يعني الدنيا
Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diutus, prajurit-prajurit Iblis datang kepadanya seraya berkata, "Seorang nabi telah diutus dan suatu umat telah dikeluarkan." Iblis bertanya, "Apakah mereka mencintai dunia?" Mereka menjawab, "Ya." Iblis berkata, "Jika mereka mencintai dunia, aku tidak peduli bila mereka tidak menyembah berhala-berhala. Sungguh aku akan mendatangi mereka pagi dan petang dengan tiga hal: mengambil harta bukan dengan haknya, menginfakkannya bukan pada haknya, dan menahannya dari haknya; dan kejahatan itu bersumber dari hal ini." Seseorang berkata kepada 'Ali karramallahu wajhah, "Wahai Amirul Mukminin, gambarkanlah dunia kepada kami!" Beliau menjawab, "Apa yang bisa aku gambarkan kepadamu tentang suatu negeri yang kesehatannya mengandung penyakit, orang yang merasa aman di dalamnya akan menyesal, orang yang miskin di dalamnya akan bersedih, dan orang yang kaya di dalamnya akan terfitnah? Pada halalnya terdapat hisab, pada haramnya terdapat siksa, dan pada hal-hal yang samar (syubhat) terdapat celaan." Dikatakan lagi kepadanya pada kesempatan lain, lalu beliau bertanya, "Apakah aku perpanjang atau kupersingkat?" Dikatakan, "Persingkatlah!" Maka beliau berkata, "Halalnya adalah hisab, dan haramnya adalah azab." Malik bin Dinar berkata, "Takutlah kalian kepada wanita penyihir, karena sesungguhnya ia menyihir hati para ulama," yakni dunia.
وقال أبو سليمان الداراني إذا كانت الآخرة في القلب جاءت الدنيا تزاحمها فإذا كانت الدنيا في القلب لم تزاحمها الآخرة لأن الآخرة كريمة والدنيا لئيمة وهذا تشديد عظيم ونرجو أن يكون ما ذكره سيار بن الحكم أصح إذ قال الدنيا والآخرة يجتمعان في القلب فأيهما غلب كان الآخر تبعاً له وقال مالك بن دينار بقدر ما تحزن للدنيا يخرج هم الآخرة من قلبك وبقدر ما تحزن للآخرة يخرج هم الدنيا من قلبك وهذا اقتباس مما قاله علي كرم الله وجهه حيث قال الدنيا
Abu Sulaiman ad-Darani berkata, "Jika akhirat berada di dalam hati, maka dunia akan datang mendesaknya. Namun jika dunia berada di dalam hati, maka akhirat tidak akan mendesaknya, karena akhirat itu mulia sedangkan dunia itu hina." Ini adalah penegasan yang sangat berat, dan kita berharap agar apa yang disebutkan oleh Sayyar bin al-Hakam lebih shahih, ketika ia berkata, "Dunia dan akhirat dapat berkumpul di dalam hati, maka mana di antara keduanya yang menang, yang lain akan mengikutinya." Malik bin Dinar berkata, "Seukuran rasa sedihmu untuk dunia, sebesar itu pula kerisauan akan akhirat keluar dari hatimu. Dan seukuran rasa sedihmu untuk akhirat, sebesar itu pula kerisauan akan dunia keluar dari hatimu." Ini merupakan kutipan dari apa yang dikatakan oleh 'Ali karramallahu wajhah ketika beliau berkata, "Dunia…
والآخرة ضرتان فبقدر ما ترضى إحداهما تسخط الأخرى وقال الحسن والله لقد أدركت أقواماً كانت الدنيا أهون عليهم من التراب الذي تمشون عليه ما يبالون أشرقت الدنيا أم غربت ذهبت إلى ذا أو ذهبت إلى ذا وقال رجل للحسن ما تقول في رجل آتاه الله مالاً فهو يتصدق منه ويصل منه أيحسن له أن يتعيش فيه يعني يتنعم فقال لا لو كانت له الدنيا كلها ما كان له منها إلا الكفاف ويقدم ذلك ليوم فقره وقال الفضيل لو أن الدنيا بحذافيرها عرضت على حلالاً لا أحاسب عليها في الآخرة لكنت أتقذرها كما يتقذر أحدكم الجيفة إذا مر بها أن تصيب ثوبه وقيل لما قدم عمر ﵁ الشام فاستقبله أبو عبيدة بن الجراح على الناقة مخطومة بحبل فسلم وسأله ثم أتى منزله فلم ير فيه إلا سيفه وترسه ورحله فقال له عمر ﵁ لو اتخذت متاعاً فقال يا أمير المؤمنين إن هذا يبلغنا المقيل
…dan akhirat adalah dua madu (isteri seranjang). Maka seberapa besar engkau meredai salah satunya, sebesar itu pula engkau memurkai yang lainnya." Al-Hasan berkata, "Demi Allah, sungguh aku telah mendapati kaum-kaum yang mana dunia lebih hina bagi mereka daripada tanah yang kalian pijak di atasnya. Mereka tidak peduli apakah dunia ini terbit di timur atau tenggelam di barat, pergi ke orang ini atau ke orang itu." Seorang laki-laki bertanya kepada Al-Hasan, "Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia bersedekah dengannya dan menyambung silaturahmi dengannya, apakah boleh baginya untuk bernikmat-nikmat darinya?" Yakni bersenang-senang dengannya. Maka beliau menjawab, "Tidak. Seandainya seluruh dunia ini miliknya, tidak ada baginya darinya melainkan sekadar kecukupan (kafaf), dan ia menyimpannya (menginfakkannya) untuk hari kefakirannya." Al-Fudhayl berkata, "Seandainya dunia dengan seluruh isinya ditawarkan kepadaku secara halal tanpa ada hisab atasnya di akhirat, niscaya aku akan merasa jijik terhadapnya sebagaimana salah seorang dari kalian merasa jijik terhadap bangkai ketika melewatinya agar tidak mengenai pakaiannya." Dikatakan bahwa ketika 'Umar radhiyallahu 'anhu tiba di Syam, Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah menyambutnya di atas unta yang dikendalikan dengan tali sabut, lalu ia mengucapkan salam dan bertanya kepadanya, kemudian ia mendatangi rumahnya dan tidak melihat di dalamnya melainkan pedangnya, perisainya, dan pelananya. Maka 'Umar radhiyallahu 'anhu berkata kepadanya, "Mengapa engkau tidak mengambil perlengkapan (perabot)?" Beliau menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ini cukup untuk mengantarkan kita ke tempat peristirahatan (tujuan)."
وقال سفيان خذ من الدنيا لبدنك وخذ من الآخرة لقلبك
Sufyan berkata, "Ambillah dari dunia untuk tubuhmu, dan ambillah dari akhirat untuk hatimu."
وقال الحسن والله لقد عبدت بنو إسرائيل الأصنام بعد عبادتهم الرحمن بحبهم الدنيا
Al-Hasan berkata, "Demi Allah, sungguh Bani Israil telah menyembah berhala-berhala setelah mereka menyembah Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih), disebabkan oleh kecintaan mereka terhadap dunia."
وقال وهب قرأت في بعض الكتب الدنيا غنيمة الأكياس وغفلة الجهال لم يعرفوها حتى خرجوا منها فسألوا الرجعة فلم يرجعوا وقال لقمان لابنه يا بني إنك استدبرت الدنيا من يوم نزلتها واستقبلت الآخرة فأنت إلى دار تقرب منها أقرب من دار تباعد عنها وقال سعيد بن مسعود إذا رأيت العبد تزداد دنياه وتنقص آخرته وهو به راض فذلك المغون الذي يلعب بوجهه وهو لا يشعر وقال عمرو بن العاص على المنبر والله ما رأيت قوماً قط أرغب فيما كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يزهد فيه منكم والله ما مر برسول الله ﷺ ثلاث إلا والذي عليه أكثر من الذي له
Wahb berkata, "Aku telah membaca dalam sebagian kitab: dunia adalah ghanimah (keuntungan) bagi orang-orang yang cerdas dan kelalaian bagi orang-orang yang jahil. Mereka tidak mengenalnya hingga mereka keluar darinya, lalu mereka meminta untuk kembali tetapi tidak dikembalikan." Luqman berkata kepada putranya, "Wahai anakku, sesungguhnya engkau telah membelakangi dunia sejak hari engkau mendatangginyai, dan menghadap ke akhirat. Maka engkau menuju negeri yang engkau makin mendekatinya adalah lebih dekat daripada negeri yang engkau makin menjauhinya." Sa'id bin Mas'ud berkata, "Jika engkau melihat seorang hamba yang dunianya bertambah tetapi akhiratnya berkurang sementara ia ridha dengannya, maka itulah orang yang tertipu yang sedang dimainkan di hadapannya sedangkan ia tidak menyadarinya." 'Amr bin al-'Ash berkata di atas mimbar, "Demi Allah, aku tidak pernah melihat suatu kaum yang lebih menyukai apa yang dizuhudi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam daripada kalian. Demi Allah, tidaklah berlalu tiga hari bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melainkan apa yang beliau tanggung lebih banyak daripada apa yang beliau miliki."
وقال الحسن بعد أن تلا قوله تعالى ﴿فلا تغرنكم الحياة الدنيا﴾ من قال ذا قاله من خلقها ومن هو أعلم بها إياكم وما شغل من الدنيا فإن الدنيا كثيرة الأشغال لا يفتح رجل على نفسه باب شغل إلا أوشك ذلك الباب أن يفتح عليه عشرة أبواب وقال أيضاً مسكين ابن أدم رضي بدار حلالها حساب وحرامها عذاب إن أخذه من حله حوسب به وإن أخذه من حرام عذب به ابن آدم يستقل ماله ولا يستقل عمله يفرح بمصيبته في دينه ويجزع من مصيبته في دنياه وكتب الحسن إلى عمر بن عبد العزيز سلام عليك أما بعد فكأنك بآخر من كتب عليه الموت قد مات فأجابه عمر سلام عليك كأنك بالدنيا ولم تكن وكأنك بالآخرة لم تزل وقال الفضيل بن عياض الدخول في الدنيا هين ولكن الخروج منها شديد وقال بعضهم عجباً لمن يعرف أن الموت حق كيف يفرح وعجباً لمن يعرف أن النار حق كيف يضحك وعجبا لمن رأى تقلب الدنيا بأهلها كيف يطمئن إليها وعجباً لمن يعلم أن القدر حق كيف ينصب وقدم على معاوية ﵁ رجل من نجران عمره مائتا سنة فسأله عن الدنيا كيف وجدها فقال سنيات بلاء وسنيات رخاء يوم فيوم وليلة فليلة يولد ولد ويهلك هالك فلولا المولود لباد الخلق ولولا الهالك ضاقت الدنيا بمن فيها فقال له سل ما شئت قال عمر مضى فترده أو أجل حضر فتدفعه قال لا أملك ذلك قال لا حاجة لي إليك وقال داود الطائي ﵀ يا ابن آدم فرحت ببلوغ أملك وإنما بلغته بانقضاه أجلك ثم سوفت بعملك كان منفعته لغيرك وقال بشر من سأل الله الدنيا فإنما يسأله طول الوقوف بين يديه وقال أبو حازم ما في الدنيا شيء يسرك إلا وقد ألصق الله إليه شيئاً يسوءك وقال الحسن لا تخرج نفس ابن آدم من الدنيا إلا بحسرات ثلاث أنه لم يشبع مما جمع ولم يدرك ما أمل ولم يحسن الزاد لما يقدم عليه وقيل لبعض العباد قد نلت الغنى فقال إنما نال الغنى من عتق من رق الدنيا وقال أبو سليمان لا يصبر
Al-Hasan berkata setelah membaca firman Allah Ta'ala: "Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu," (QS. Fatir: 5), "Siapakah yang mengatakan ini? Yang mengatakannya adalah Penciptanya dan Yang lebih mengetahui tentangnya. Waspadalah kalian terhadap apa yang menyibukkan dari dunia, karena dunia itu sangat banyak kesibukannya. Tidaklah seseorang membukakan bagi dirinya satu pintu kesibukan melainkan hampir pasti pintu itu membukakan sepuluh pintu kesibukan lainnya baginya." Beliau juga berkata, "Kasihan anak Adam, ia ridha dengan negeri yang mana yang halalnya adalah hisab dan yang haramnya adalah azab. Jika ia mengambilnya dari yang halal, ia dihisab dengannya; dan jika ia mengambilnya dari yang haram, ia diazab dengannya. Anak Adam menganggap sedikit hartanya tetapi tidak menganggap sedikit amalannya. Ia bergembira dengan musibah pada agamanya dan bersedih hati karena musibah pada dunianya." Al-Hasan menulis surat kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, "Salam atasmu. Amma ba'du, seolah-olah engkau telah melihat orang terakhir yang ditetapkan kematian atasnya telah mati." Maka 'Umar membalasnya, "Salam atasmu. Seolah-olah engkau telah melihat dunia tidak pernah ada, dan seolah-olah engkau telah melihat akhirat tidak pernah sirna." Fudhayl bin 'Iyadh berkata, "Masuk ke dalam dunia itu mudah, tetapi keluar darinya sangat berat." Sebagian dari mereka berkata, "Sungguh menakjubkan bagi orang yang tahu bahwa kematian itu benar, bagaimana ia bisa bergembira? Sungguh menakjubkan bagi orang yang tahu bahwa neraka itu benar, bagaimana ia bisa tertawa? Sungguh menakjubkan bagi orang yang melihat bolak-baliknya dunia bagi penghuninya, bagaimana ia bisa merasa tenang kepadanya? Dan sungguh menakjubkan bagi orang yang mengetahui bahwa takdir itu benar, bagaimana ia bisa merasa letih (gelisah)?" Seorang laki-laki dari Najran yang berumur dua ratus tahun datang menghadap Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu, lalu Mu'awiyah bertanya kepadanya tentang dunia, bagaimana ia mendapatkannya. Maka ia menjawab, "Tahun-tahun cobaan dan tahun-tahun kelapangan; hari demi hari dan malam demi malam. Lahir seorang bayi dan binasa seorang yang mati. Seandainya bukan karena yang lahir, niscaya punahlah makhluk; dan seandainya bukan karena yang mati, niscaya sempitlah dunia bagi orang-orang di dalamnya." Maka Mu'awiyah berkata kepadanya, "Mintalah apa yang engkau kehendaki!" Ia menjawab, "Umur yang telah berlalu lalu engkau mengembalikannya, atau ajal yang telah hadir lalu engkau menolaknya?" Mu'awiyah berkata, "Aku tidak memiliki kuasa atas itu." Ia berkata, "Maka aku tidak ada keperluan kepadamu." Daud ath-Tha'i rahimahullah berkata, "Wahai anak Adam, engkau bergembira dengan tercapainya angan-anganmu, padahal engkau mencapainya dengan berlalunya ajalmu. Kemudian engkau menunda-nunda amalmu seolah-olah manfaatnya untuk orang lain." Bishr berkata, "Barang siapa meminta dunia kepada Allah, sesungguhnya ia hanyalah meminta panjangnya berdiri (hisab) di hadapan-Nya." Abu Hazim berkata, "Tidak ada sesuatu pun di dunia yang membahagiakanmu melainkan Allah telah menyertakan padanya sesuatu yang menyusahkanmu." Al-Hasan berkata, "Jiwa anak Adam tidak akan keluar dari dunia melainkan dengan tiga penyesalan: ia belum merasa puas dari apa yang ia kumpulkan, belum mencapai apa yang ia cita-citakan, dan belum memperbaiki bekal untuk apa yang akan ia hadapi." Dikatakan kepada sebagian ahli ibadah, "Engkau telah meraih kekayaan." Maka ia menjawab, "Sesungguhnya orang yang meraih kekayaan adalah orang yang telah merdeka dari perbudakan dunia." Abu Sulaiman berkata, "Tidak ada yang dapat bersabar…
عن شهوات الدنيا إلا من كان في قلبه ما يشغله بالآخرة وقال مالك بن دينار اصطلحنا على حب الدنيا فلا يأمر بعضنا بعضاً ولا ينهى بعضنا بعضاً ولا يدعنا الله على هذا فليت شعري أي عذاب الله ينزل علينا وقال أبو حازم يسير الدنيا يشغل عن كثير الآخرة وقال الحسن أهينوا الدنيا فو الله ما هي لأحد بأهنأ منها لمن أهانها
…dari syahwat dunia melainkan orang yang di dalam hatinya terdapat sesuatu yang menyibukkannya dengan akhirat." Malik bin Dinar berkata, "Kita telah sepakat atas kecintaan kepada dunia, sehingga sebagian kita tidak memerintahkan (kebaikan) kepada sebagian yang lain dan tidak melarang (kemungkaran) sebagian yang lain. Allah tidak akan membiarkan kita dalam keadaan ini, aduhai kiranya azab Allah mana yang akan turun kepada kita!" Abu Hazim berkata, "Sedikit dari dunia menyibukkan dari banyak akhirat." Al-Hasan berkata, "Hinakanlah dunia! Demi Allah, dunia tidak akan terasa lebih menyenangkan bagi seseorang melebihi orang yang menghinakannya."
وقال أيضاً إذا أراد الله بعبد خيراً أعطاه من الدنيا عطية ثم يمسك فإذا نفذ أعاد عليه وإذا هان عليه عبد بسط له الدنيا بسطاً وكان بعضهم يقول في دعائه يا ممسك السماء أن تقع على الأرض إلا بإذنك أمسك الدنيا عني وقال محمد بن المنكدر أرأيت لو أن رجلاً صام الدهر لا يفطر وقام الليل لا ينام وتصدق بماله وجاهد في سبيل الله واجتنب محارم الله غير أنه يؤتى به يوم القيامة فيقال إن هذا عظم في عينه ما صغره الله وصغر في عينه ما عظمه الله كيف ترى يكون حاله فمن منا ليس هكذا الدنيا عظيمة عنده مع ما اقترفنا من الذنوب والخطايا وقال أبو حازم اشتدت مؤنة الدنيا والآخرة فأما مؤنة الآخرة فإنك لا تجد عليها أعواناً وأما مؤنة الدنيا فإنك لا تضرب بيدك إلى شيء منها إلا وجدت فاجراً قد سبقك إليه وقال أبو هريرة الدنيا موقوفة بين السماء والأرض كالشن البالي تنادي ربها منذ خلقها إلى يوم يفنيها يا رب يا رب لم تبغضني فيقول لها اسكتي يا لا شيء وقال عبد الله بن المبارك حب الدنيا والذنوب في القلب قد احتوشته فمتى يصل الخير إليه وقال وهب بن منبه من فرح قلبه بشيء من الدنيا فقد أخطأ الحكمة ومن جعل شهوته تحت قدميه فرق الشيطان من ظله ومن غلب علمه هواه فهو الغالب وقيل لبشر مات فلان فقال جمع الدنيا وذهب إلى الآخرة ضيع نفسه قيل له إنه كان يفعل ويفعل وذكروا أبواباً من البر فقال وما ينفع هذا وهو يجمع الدنيا وقال بعضهم الدنيا تبغض إلينا نفسها ونحن نحبها فكيف لو تحببت إلينا وقيل لحكيم الدنيا لمن هي قال لمن تركها فقيل الآخرة لمن هي قال لمن طلبها وقال حكيم الدنيا دار خراب وأخرب منها قلب من يعمرها والجنة دار عمران وأعمر منها قلب من يطلبها وقال الجنيد كان الشافعي ﵀ من المريدين الناطقين بلسان الحق في الدنيا وعظ أخاً له في الله وخوفه بالله فقال يا أخي إن الدنيا دحض مزلة ودار مذلة عمرانها إلى الخراب صائر وساكنها إلى القبور زائر شملها على الفرقة موقوف وغناها إلى الفقر مصروف الإكثار فيها إعسار والإعسار فيها يسار فافزع إلى الله وارض برزق الله لا تتسلف من دار بقائك إلى دار فنائك فإن عيشتك فيء زائل وجدار مائل أكثر من عملك وأقصر من أملك وقال إبراهيم بن أدهم لرجل أدرهم في المنام أحب إليك أم دينار في اليقظة فقال دينار في اليقظة فقال كذبت لأن الذي تحبه في الدنيا كأنك تحبه في المنام والذي لا تحبه في الآخرة كأنك لا تحبه في اليقظة وعن إسماعيل بن عياش قال كان أصحابنا يسمون الدنيا خنزيرة فيقولون إليك عنا يا خنزيرة فلو وجدوا لها أسماء أقبح من هذا لسموها به وقال كعب لتحببن إليكم الدنيا حتى تعبدوها وأهلها وقال يحيى بن معاذ الرازي ﵀ العقلاء ثلاثة من ترك الدنيا قبل أن تتركه وبنى قبره قبل أن يدخله وأرضى خالقه قبل أن يلقاه وقال أيضاً الدنيا بلغ شؤمها أن تمنيك لما يلهيك عن طاعة الله فكيف الوقوع فيها وقال بكر بن عبد الله من أراد أن يستغني عن الدنيا بالدنيا كان كمطفيء النار بالتبن وقال بندار إذا رأيت أبناء الدنيا يتكلمون في الزهد فاعلم أنهم في سخرة الشيطان وقال أيضاً من أقبل على الدنيا أحرقته نيرانها يعني الحرص حتى يصير رماداً ومن أقبل على الآخرة صفته بنيرانها فصار سبيكة ذهب ينتفع به ومن أقبل على الله ﷿ أحرقته نيران التوحيد فصار جوهراً لا حد لقيمته وقال علي كرم الله وجهه إنما الدنيا ستة أشياء مطعوم ومشروب وملبوس ومركوب
Beliau juga berkata, "Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia memberinya pemberian dari dunia lalu menahannya. Apabila pemberian itu telah habis, Dia mengulanginya lagi untuknya. Namun jika seorang hamba itu hina di sisi-Nya, Dia membentangkan dunia baginya seluas-luasnya." Sebagian dari mereka sering berdoa, "Wahai Yang Menahan langit agar tidak jatuh ke bumi melainkan dengan izin-Nya, tahanlah dunia dariku." Muhammad bin al-Munkadir berkata, "Bagaimana pendapatmu seandainya ada seorang laki-laki yang berpuasa sepanjang masa tanpa berbuka, bangun malam tanpa tidur, bersedekah dengan hartanya, berjihad di jalan Allah, dan menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah; hanya saja ia didatangkan pada hari kiamat lalu dikatakan, 'Sesungguhnya orang ini membesarkan dalam pandangannya apa yang dikecilkan oleh Allah, dan mengecilkan dalam pandangannya apa yang dibesarkan oleh Allah,' bagaimana menurutmu keadaannya? Maka siapakah di antara kita yang tidak seperti ini, yang mana dunia terasa agung dalam pandangannya bersamaan dengan dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat?" Abu Hazim berkata, "Beban dunia dan akhirat sangatlah berat. Adapun beban akhirat, engkau tidak mendapati pembantu untuk mengatasinya; sedangkan beban dunia, tidaklah engkau mengulurkan tanganmu pada sesuatu darinya melainkan engkau mendapati orang durhaka telah mendahuluimu kepadanya." Abu Hurairah berkata, "Dunia ini ditangguhkan di antara langit dan bumi seperti kantong kulit yang lapuk, seraya berseru kepada Rabbnya sejak Dia menciptakannya hingga hari Dia memusnahkannya, 'Wahai Rabb, wahai Rabb, mengapa Engkau membenciku?' Maka Dia berfirman kepadanya, 'Diamlah wahai yang bukan apa-apa!'" 'Abdullah bin al-Mubarak berkata, "Kecintaan kepada dunia dan dosa-dosa telah mengepung hati, maka bilakah kebaikan akan sampai kepadanya?" Wahb bin Munabbih berkata, "Barang siapa hatinya bergembira dengan sesuatu dari dunia, maka sungguh ia telah kehilangan hikmah. Dan barang siapa menjadikan syahwatnya di bawah kedua telapak kakinya, niscaya setan takut dari bayangannya. Dan barang siapa ilmunya mengalahkan hawa nafsunya, dialah pemenang." Dikatakan kepada Bishr, "Si Fulan telah meninggal dunia." Maka ia berkata, "Ia mengumpulkan dunia dan pergi ke akhirat, ia telah menyia-nyiakan dirinya." Dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya ia telah melakukan ini dan itu," lalu mereka menyebutkan pintu-pintu kebaikan. Maka ia berkata, "Apakah gunanya ini sedangkan ia mengumpulkan dunia?" Sebagian mereka berkata, "Dunia ini membuat kita membencinya, namun kita tetap mencintainya; maka bagaimana jika ia membuat kita menyukainya?" Dikatakan kepada seorang hakim (orang bijak), "Dunia ini milik siapa?" Ia menjawab, "Milik orang yang meninggalkannya." Dikatakan lagi, "Akhirat milik siapa?" Ia menjawab, "Milik orang yang mencarinya." Seorang hakim berkata, "Dunia adalah negeri kehancuran, dan yang lebih hancur darinya adalah hati orang yang memakmurkannya. Sedangkan surga adalah negeri kemakmuran, dan yang lebih memakmurkan darinya adalah hati orang yang mencarinya." Al-Junaid berkata, "Asy-Syafi'i rahimahullah termasuk golongan muridin (penuntut jalan Allah) yang berbicara dengan lisan kebenaran di dunia. Beliau pernah menasihati seorang saudaranya fi-llah dan menakut-nakutinya dengan Allah, seraya berkata, 'Wahai saudaraku, sesungguhnya dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, dan negeri kehinaan. Kemakmurannya akan menuju kehancuran, penghuninya adalah peziarah menuju kubur. Kebersamaannya berujung pada perpisahan, dan kekayaannya berujung pada kefakiran. Memperbanyak di dalamnya adalah kesukaran, dan merasa cukup (sedikit) di dalamnya adalah kemudahan. Maka berlarilah kepada Allah dan ridhalah dengan rezeki dari Allah. Janganlah engkau berutang dari negeri kekekalanmu untuk negeri kefanaanmu, karena sesungguhnya kehidupanmu bagaikan bayangan yang sirna dan dinding yang miring. Perbanyaklah amalmu dan pendekkanlah angan-anganmu.'" Ibrahim bin Adham berkata kepada seorang laki-laki, "Apakah satu dirham dalam mimpi lebih engkau sukai atau satu dinar dalam keadaan terjaga?" Orang itu menjawab, "Satu dinar dalam keadaan terjaga." Maka beliau berkata, "Engkau berdusta, karena apa yang engkau cintai di dunia seolah-olah engkau mencintainya dalam mimpi, dan apa yang tidak engkau cintai di akhirat seolah-olah engkau tidak mencintainya dalam keadaan terjaga." Dari Isma'il bin 'Ayyash, ia berkata, "Sahabat-sahabat kami biasa menamai dunia dengan sebutan babi betina, lalu mereka berkata, 'Jauhlah dari kami wahai babi betina!' Seandainya mereka menemukan nama yang lebih buruk dari ini baginya, niscaya mereka akan menamainya dengannya." Ka'ab berkata, "Sungguh dunia akan dibuat sangat dicintai oleh kalian hingga kalian menyembahnya beserta penghuninya." Yahya bin Mu'adh ar-Razi rahimahullah berkata, "Orang yang berakal itu ada tiga: orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, orang yang membangun kuburnya sebelum ia memasukinya, dan orang yang membuat Meredai Penciptanya sebelum ia menemui-Nya." Beliau juga berkata, "Dunia ini begitu besar kesialannya hingga ia memberi angan-angan kepadamu tentang apa yang melalaikanmu dari ketaatan kepada Allah, maka bagaimana pula jika terjatuh ke dalamnya?" Bakr bin 'Abdullah berkata, "Barang siapa hendak merasa cukup (kaya) dari dunia dengan menggunakan dunia, maka ia seperti orang yang memadamkan api dengan jerami." Bundar berkata, "Jika engkau melihat anak-anak dunia berbicara tentang zuhud, maka ketahuilah bahwa mereka berada dalam perbudakan/permainan setan." Beliau juga berkata, "Barang siapa menghadap kepada dunia, niscaya kobaran apinya (yakni ketamakan) akan membakarnya hingga menjadi abu. Dan barang siapa menghadap kepada akhirat, niscaya apinya akan memurnikannya hingga menjadi batangan emas yang bermanfaat. Dan barang siapa menghadap kepada Allah 'Azza wa Jalla, niscaya api tauhid akan membakarnya hingga menjadi permata yang tidak terbatas nilainya." 'Ali karramallahu wajhah berkata, "Sesungguhnya dunia itu hanyalah enam perkara: makanan, minuman, pakaian, tunggangan,…
ومنكوح ومشموم فأشرف المطعومات العسل وهو مذقة ذباب وأشرف المشروبات الماء ويستوي فيه البر والفاجر وأشرف الملبوسات الحرير وهو نسج دودة وأشرف المركوبات الفرس وعليه يقتل الرجال وأشرف المنكوحات المرأة وهي مبال في مبال وإن المرأة لتزين أحسن شيء منها ويراد أقبح شيء منها وأشرف المشمومات المسك وهو دم
…pernikahan (persetubuhan), dan wewangian. Maka makanan yang paling mulia adalah madu, padahal ia adalah liur lalat. Minuman yang paling mulia adalah air, yang sama-sama diminum oleh orang baik maupun orang jahat. Pakaian yang paling mulia adalah sutra, padahal ia adalah tenunan ulat. Tunggangan yang paling mulia adalah kuda, dan di atasnyalah orang-orang terbunuh. Hal yang dinikahi yang paling mulia adalah wanita, padahal itu adalah saluran kencing di atas saluran kencing, dan sesungguhnya wanita berhias pada bagian terindahnya padahal yang diincar dengannya adalah bagian tertutupnya/paling tidak bersih darinya. Dan wewangian yang paling mulia adalah kasturi, padahal ia adalah darah."
بيان المواعظ في ذم الدنيا وصفتها
Penjelasan tentang Nasihat-nasihat dalam Mencela Dunia dan Sifatnya
قال بعضهم يا أيها الناس اعملوا على مهل وكونوا من الله على وجل ولا تغتروا بالأمل ونسيان الأجل ولا تركنوا إلى الدنيا فإنها غدارة خداعة قد تزخرف لكم بغرورها وفتنتكم بأمانيها وتزينت لخطابها فأصبحت كالعروس المجلية العيون إليها ناظرة والقلوب عليها عاكفة والنفوس لها عاشقة فكم من عاشق لها قتلت ومطمئن إليها خذلت فانظروا إليها بعين الحقيقة فإنها دار كثير بوائقها وذمها خالقها جديدها يبلى وملكها يفنى وعزيزها يذل وكثيرها يقل ودها يموت وخيرها يفوت فاستيقظوا رحمكم الله من غفلتكم وانتبهوا من رقدتكم قبل أن يقال فلان عليل أو مدنف ثقيل فهو على الدواء من دليل وهل إلى الطبيب من سبيل فتدعى له الأطباء ولا يرجى له الشفاء ثم يقال فلان أوصى ولماله أحصى ثم يقال قد ثقل لسانه فما يكلم إخوانه ولا يعرف جيرانه وعرق عند ذلك جبينك وتتابع أنينك وثبت يقينك وطمحت جفونك وصدقت ظنونك وتلجلج لسانك وبكى إخوانك وقيل لك هذا ابنك فلان وهذا أخوك فلان ومنعت من الكلام فلا تنطق وختم على لسانك فلا ينطلق ثم حل بك القضاء وانتزعت نفسك من الأعضاء ثم عرج بها إلى السماء فاجتمع عند ذلك إخوانك وأحضرت أكفانك فغسلوك وكفنوك فانقطع عوادك واستراح حسادك وانصرف أهلك إلى مالك وبقيت مرتهناً بأعمالك وقال بعضهم لبعض الملوك إن أحق الناس بذم الدنيا وقلاها من بسط له فيها وأعطى حاجته منها لأنه يتوقع آفة تعدو على ماله فتجتاحه أو على جمعه فتفرقه أو تأتي سلطانه فتهدمه من القواعد أو تدب إلى جسمه فتسقمه أو تفجعه بشيء هو ضنين به بين أحبابه فالدنيا أحق بالذم هي الآخذة ما تعطي الراجعة فيما تهب بينا هي تضحك صاحبها إذا أضحكت منه غيره وبينا تبكي له إذ أبكت عليه وبينا هي تبسط كفها بالإعطاء إذ بسطتها بالاسترداد فتعقد التاج على رأس صاحبها اليوم وتعفره بالتراب غداً سواء عليها ذهاب ما ذهب وبقاء ما بقي تجد في الباقي من الذاهب خلفاً وترضى بكل من كل بدلاً وكتب الحسن البصري إلى عمر بن عبد العزيز أما بعد فإن الدنيا دار ظعن ليست بدار إقامة وإنما أنزل آدم ﵇ من الجنة إلى عقوبة فاحذرها يا أمير المؤمنين فإن الزاد منها تركها والغني منها فقرها لها في كل حين قتيل تذل من أعزها وتفقر من جمعها هي كالسم يأكله من لا يعرفه وفيه حتفه فكن فيها كالمداوي جراحه يحتمي قليلاً مخافة ما يكره طويلاً ويصبر على شدة الدواء مخافة طول الداء فاحذر هذه الدار الغدارة الختالة الخداعة التي قد تزينت بخدعها وفتنت بغرورها حلت بآمالها وسوفت بخطابها فأصبحت كالعروس المجلية العيون إليها ناظرة والقلوب عليها والهة والنفوس لها عاشقة وهي لأزواجها كلهم قالية فلا الباقي بالماضي معتبر ولا الآخر بالأول مزدجر ولا العارف بالله ﷿ حين أخبره عنها مدكر فعاشق لها قد ظفر منها بحاجته فاغتر وطغى ونسي المعاد فشغل فيها لبه حتى زلت به قدمه فعظمت ندامته وكثرت حسرته واجتمعت عليه سكرات الموت وتألمه وحسرات الفوت بغصته وراغب فيها لم يدرك منها ما طلب ولم يروح نفسه من التعب فخرج بغير زاد وقدم
Sebagian dari mereka berkata, "Wahai manusia, beramallah dengan tenang dan bersikaplah takut kepada Allah, janganlah tertipu oleh angan-angan dan melupakan ajal, serta janganlah cenderung kepada dunia. Sebab sesungguhnya dunia itu sangat culas dan penipu, ia telah menghiasi dirinya untuk kalian dengan tipu dayanya dan memfitnah kalian dengan angan-angannya. Ia mempercatik diri bagi para peminangnya hingga menjadi seperti pengantin yang diarak: mata mendelik memandangnya, hati terpaut padanya, dan jiwa merindukannya. Betapa banyak pecinta yang telah dibunuhnya dan orang yang merasa tenang kepadanya yang telah ditelantarkannya! Maka pandanglah dunia dengan mata hakikat, karena ia adalah negeri yang banyak malapetakanya, dan Penciptanya telah mencelanya. Yang baru darinya akan melapuk, kerajaannya akan sirna, orang mulianya akan terhina, yang banyaknya akan menjadi sedikit, kasih sayangnya akan mati, dan kebaikannya akan luput. Maka bangunlah—semoga Allah meratai kalian dengan rahmat-Nya—dari kelalaian kalian dan sadarlah dari tidur kalian sebelum dikatakan: Si Fulan sedang sakit parah atau terbaring lemah, adakah penunjuk jalan menuju obatnya atau adakah jalan menuju dokter? Lalu dipanggillah para dokter baginya padahal tidak ada harapan kesembuhan baginya. Kemudian dikatakan: Si Fulan telah berwasiat dan merapikan hartanya. Lalu dikatakan: Lidahnya telah berat hingga tidak bisa lagi berbicara kepada saudara-saudaranya dan tidak mengenali tetangganya. Saat itu dahi mu berkeringat, rintihanmu bersambung, keyakinanmu makin mantap, kelopak matamu terbelalak, prasangkamu terbukti benar, lidahmu terkelap-kelip, saudara-saudaramu menangis, dan dikatakan kepadamu: 'Ini anakmu si Fulan, ini saudaramu si Fulan.' Namun engkau terhalang dari berbicara sehingga tidak dapat mengucap, dan lidahmu dikunci sehingga tidak mampu terucap. Kemudian takdir menimpamu dan jiwamu dicabut dari anggota-anggota tubuh, lalu diangkat ke langit. Pada saat itu saudara-saudaramu berkumpul dan kain kafanmu dihadirkan; mereka memandikanmu dan mengafanimu, maka terputuslah penjemukmu, beristirahatlah orang yang dengki kepadamu, dan keluargamu berbalik mengurus hartamu sementara engkau tetap tergadai dengan amal-amalmu." Sebagian dari mereka berkata kepada seorang raja, "Sesungguhnya manusia yang paling berhak mencela dan membenci dunia adalah orang yang dibentangkan dunia baginya dan diberikan hajatnya darinya. Karena ia senantiasa menanti musibah yang menerjang hartanya lalu melumatkannya, atau menerjang himpunan hartanya lalu menceraiberaikannya, atau menimpa kekuasaannya lalu meruntuhkannya dari fondasinya, atau menyusup ke dalam tubuhnya lalu menyakitinya, atau mengejutkannya dengan sesuatu yang sangat ia sayangi di antara kekasih-kekasihnya. Maka dunia adalah yang paling berhak dicela; ia mengambil apa yang ia berikan, menarik kembali apa yang ia hibahkan. Ketika ia membuat pemiliknya tertawa, saat itu pula ia membuat orang lain tertawa atasnya; ketika ia menangisinya, saat itu pula ia menangis atas dirinya; ketika ia membentangkan telapak tangannya untuk memberi, saat itu pula ia membentangkannya untuk mengambil kembali. Ia memahkotai kepala pemiliknya hari ini, dan membenamkannya ke dalam debu esok hari. Baginya sama saja hilangnya apa yang hilang dan tersisanya apa yang tersisa, ia menemukan ganti pada yang tersisa dari yang hilang dan ridha dengan siapa pun sebagai pengganti bagi siapa pun." Al-Hasan Al-Basri menulis surat kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz: "Amma ba'du, sesungguhnya dunia adalah negeri persinggahan/perjalanan, bukan negeri kediaman. Adam 'alaihis salam hanyalah diturunkan dari surga ke dunia sebagai hukuman. Maka waspadalah terhadapnya wahai Amirul Mukminin, karena bekal darinya adalah meninggalkannya, dan kekayaan darinya adalah kefakiran darinya. Pada setiap waktu ia memiliki korban terbunuh; ia menghinakan orang yang memuliakannya dan memiskinkan orang yang mengumpulkannya. Dunia seperti racun yang dimakan oleh orang yang tidak mengetahuinya padahal di dalamnya terdapat kebinasaannya. Maka jadilah engkau di dalamnya seperti orang yang mengobati luka-lukanya: ia berpantang sedikit demi takut akan sesuatu yang ia benci dalam waktu yang lama, dan ia bersabar atas kerasnya obat karena takut akan panjangnya penyakit. Waspadalah terhadap negeri yang sangat culas, penipu, dan pemaling ini, yang telah bersolek dengan tipu dayanya dan memfitnah dengan perhiasannya; ia manis dengan angan-angannya dan menunda-nunda penyerahan diri kepada peminangnya sehingga menjadi seperti pengantin yang diarak: mata-mata memandangnya, hati-hati kasmaran padanya, dan jiwa-jiwa merindukannya, padahal ia membenci semua suaminya! Orang yang tersisa tidak mengambil pelajaran dari yang telah berlalu, orang yang belakangan tidak tercegah oleh orang yang terdahulu, dan orang yang mengenal Allah 'Azza wa Jalla ketika Dia mengabarkan kepadanya tentangnya pun tidak mengambil peringatan. Maka pencintanya yang telah mendapatkan hajatnya darinya menjadi tertipu, melampaui batas, dan melupakan hari kembali; pikirannya terhitung sibuk di dalamnya hingga kakinya tergelincir, maka besarlah penyesalannya, banyaknya duka citanya, dan berkumpullah padanya sakaratul mawt beserta rasa sakitnya dan penyesalan akan luputnya kesempatan dengan kepahitan yang menyumbat kerongkongan. Dan orang yang menginginkannya tetapi tidak mendapatkan apa yang dicarinya tidak dapat mengistirahatkan jiwanya dari keletihan, sehingga ia keluar tanpa bekal dan datang…
على غير مهاد فاحذرها يا أمير المؤمنين وكن أسر ما تكون فيها أحذر ما تكون لها فإن صاحب الدنيا كلما اطمأن منها إلى سرور أشخصته إلى مكروه السار في أهلها غار والنافع فيها غدار ضار وقد وصل الرخاء منها بالبلاء وجعل البقاء فيها إلى فناء فسروها مشوب بالأحزان لا يرجع منها ما ولى وأدبر ولا يدري ما هو آت فينتظر أمانيها كاذبة وآمالها باطلة وصفوها كدر وعيشها نكد وابن آدم فيها على خطر إن عقل ونظر فهو من النعماء على خطر ومن البلاء على الحذر فلو كان الخالق لم يخبر عنها خبراً ولم يضرب لها مثلاً لكانت الدنيا قد أيقظت النائم ونبهت الغافل فكيف وقد جاء من الله ﷿ عنها زاجرا وفيها واعظ فما لها عند الله جل ثناؤه قدر وما نظر إليها منذ خلقها ولقد عرضت على نبيك ﷺ بمفاتيحها وخزائنها لا ينقصه ذلك عند الله جناح بعوضة فأبى أن يقبلها إذ كره أن يخالف على الله أمره أو يحب ما أبغضه خالقه أو يرفع ما وضع مليكه فزواها عن الصالحين اختباراً وبسطها لأعدائه اغترارا فيظن المغرور بها المقتدر عليها أنه أكرم بها ونسي ما صنع الله ﷿ بمحمد ﷺ حين شد الحجر على بطنه
…tanpa alas tidur. Maka waspadalah terhadapnya wahai Amirul Mukminin, dan jadilah engkau pada saat yang paling menggembirakan di dalamnya sebagai orang yang paling waspada terhadapnya. Karena sesungguhnya pemilik dunia, setiap kali ia merasa tenang dengannya menuju kesenangan, dunia akan mengalihkannya kepada hal yang dibenci. Orang yang menyenangkan di antara penghuninya adalah penipu, dan yang bermanfaat di dalamnya adalah culas lagi membahayakan. Kelapangan di dalamnya disambung dengan cobaan, dan kelangsungan di dalamnya dijadikan menuju kefanaan. Maka kegembiraannya bercampur dengan kesedihan; apa yang telah pergi dan membelakangi tidak akan kembali, dan apa yang akan datang tidak diketahui sehingga ditunggu-tunggu. Angan-angannya bohong, cita-citanya batil, kejernihannya keruh, dan kehidupannya berat. Anak Adam di dalamnya berada dalam bahaya; jika ia berakal dan memperhatikan, ia berada dalam bahaya dari kenikmatan dan dalam kewaspadaan dari cobaan. Seandainya Sang Pencipta tidak mengabarkan berita tentangnya dan tidak membuat perumpamaan baginya, niscaya dunia itu sendiri telah membangunkan orang yang tidur dan menyadarkan orang yang lalai. Maka bagaimana lagi sedangkan telah datang pencegah dari Allah 'Azza wa Jalla tentangnya dan penasihat padanya? Di sisi Allah jalla tsana'uhu, dunia tidak memiliki kadar nilai sedikit pun dan Dia tidak pernah memandangnya sejak Dia menciptakannya. Sungguh dunia telah ditawarkan kepada Nabimu shallallahu 'alaihi wa sallam beserta kunci-kunci dan perbendaharaannya—yang mana hal itu tidak mengurangi nilainya di sisi Allah walau sekerat sayap nyamuk—namun beliau enggan menerimanya karena beliau tidak suka menyelisihi perintah Allah, atau mencintai apa yang dibenci oleh Penciptanya, atau mengangkat apa yang direndahkan oleh Raja-Nya. Maka Allah memalingkannya dari orang-orang saleh sebagai ujian, dan membentangkannya bagi musuh-musuh-Nya sebagai bentuk tipuan; lalu orang yang tertipu dengannya dan merasa berkuasa atasnya menyangka bahwa ia telah dimuliakan dengannya, padahal ia lupa apa yang diperbuat Allah 'Azza wa Jalla kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengikatkan batu pada perutnya.
ولقد جاءت الرواية عنه عن ربه ﷿ أنه قال لموسى ﵇ إذا رأيت الغني مقبلاً فقل ذنب عجلت عقوبته وإذا رأيت الفقر مقبلاً فقل مرحباً بشعار الصالحين وإن شئت اقتديت بصاحب الروح والكلمة عيسى ابن مريم ﵇ فإنه كان يقول إدامي الجوع وشعاري الخوف ولباسي الصوف وصلائي في الشتاء في مشارق الشمس وسراجي القمر ودابتي رجلاي وطعامي وفاكهتي ما أنبتت الأرض أبيت وليس لي شيء وأصبح وليس لي شيء وليس على الأرض أحد أغنى مني وقال وهب بن منبه لما بعث الله ﷿ موسى وهارون ﵉ إلى فرعون قال لا يرو عنكما لباسه الذي لبس من الدنيا فإن ناصيته بيدي ليس ينطق ولا يطرف ولا يتنفس إلا بإذني ولا يعجبنكما ما تمتع به منها فإنما هي زهرة الحياة الدنيا وزينة المترفين فلو شئت أن أزينكما بزينة من الدنيا يعرف فرعون حين يراها أن قدرته تعجز عما أوتيتما لفعلت ولكني أرغب بكما عن ذلك فأزوي ذلك عنكما وكذلك أفعل بأوليائي إني لأذودهم عن نعيمها كما يذود الراعي الشفيق غنمه عن مراتع الهلكة وإني لأجنبهم ملاذها كما يجنب الراعي الشفيق إبله عن منازل الغرة وما ذاك لهوانهم علي ولكن ليستكملوا نصيبهم من كرامتي سالماً موفراً إنما يتزين لي أوليائي بالذل والخوف والخضوع والتقوى تنبت في قلوبهم وتظهر على أجسادهم فهي ثيابهم التي يلبسون ودثارهم الذي يظهرون وضميرهم الذي يستشعرون ونجاتهم التي بها يفوزون ورجاؤهم الذي إياه يأملون ومجدهم الذي به يفخرون وسيماهم التي بها يعرفون فإذا لقيتهم فاخفض لهم جناحك وذلل لهم قلبك ولسانك واعلم أنه من أخاف لي ولياً فقد بارزني بالمحاربة ثم أنا الثائر له يوم القيامة
Sungguh telah datang riwayat dari beliau dari Rabbnya 'Azza wa Jalla bahwa Dia berfirman kepada Musa 'alaihis salam: "Jika engkau melihat kekayaan datang menghampiri, maka katakanlah: 'Ini adalah dosa yang disegerakan hukumannya.' Dan jika engkau melihat kefakiran datang menghampiri, maka katakanlah: 'Selamat datang wahai syiar orang-orang saleh.' Dan jika engkau mau, engkau dapat meneladani pemilik ruh dan kalimat, 'Isa bin Maryam 'alaihis salam, karena sesungguhnya beliau pernah berkata: 'Laukku adalah kelaparan, syiarku adalah rasa takut, pakaianku adalah kain wol, tempat hangatku di musim dingin adalah tempat terbitnya matahari, pelitaku adalah bulan, tungganganku adalah kedua kakiku, makanan dan buah-buahanku adalah apa yang ditumbuhkan oleh bumi; aku memasuki malam tanpa memiliki sesuatu pun dan memasuki pagi tanpa memiliki sesuatu pun, padahal tidak ada seorang pun di muka bumi yang lebih kaya dariku.'" Wahb bin Munabbih berkata: Ketika Allah 'Azza wa Jalla mengutus Musa dan Harun 'alaihimas salam kepada Firaun, Dia berfirman: "Janganlah pakaian yang ia kenakan dari dunia mengejutkan kalian berdua, karena sesungguhnya ubun-ubunnya berada di tangan-Ku, ia tidak berbicara, tidak berkedip, dan tidak bernapas melainkan dengan izin-Ku. Dan janganlah kalian berdua kagum terhadap apa yang ia nikmati darinya, karena sesungguhnya itu hanyalah perhiasan kehidupan dunia dan kemewahan orang-orang yang hidup bermewah-mewahan. Seandainya Aku menghendaki untuk menghiasi kalian berdua dengan perhiasan dari dunia yang membuat Firaun sadar ketika melihatnya bahwa kemampuannya tidak berdaya dibanding apa yang diberikan kepada kalian berdua, niscaya Aku lakukan. Namun Aku menghindarkan kalian berdua dari hal itu, maka Aku memalingkannya dari kalian berdua. Demikian pulalah yang Aku perbuat kepada wali-wali-Ku: sesungguhnya Aku menghalau mereka dari kenikmatan dunia sebagaimana penggembala yang penuh kasih menghalau dombanya dari padang gembala kebinasaan; dan sesungguhnya Aku menjauhkan mereka dari kelezatan dunia sebagaimana penggembala yang penuh kasih menjauhkan untanya dari tempat-tempat bahaya/kelalaian. Bukanlah hal itu karena kehinaan mereka di sisi-Ku, melainkan agar mereka menyempurnakan bagian mereka dari kemuliaan-Ku secara utuh dan sempurna. Sesungguhnya wali-wali-Ku berhias untuk-Ku dengan kehinaan, rasa takut, ketundukan, dan ketakwaan yang tumbuh di dalam hati mereka serta nampak pada tubuh mereka; maka itulah pakaian yang mereka kenakan, busana luar yang mereka tampakkan, kesadaran batin yang mereka rasakan, keselamatan yang dengannya mereka beruntung, harapan yang kepadanya mereka berharap, kebanggaan yang dengannya mereka berbangga, dan tanda khas yang dengannya mereka dikenali. Maka apabila engkau bertemu mereka, rendahkanlah sayapmu (bersikap santunlah) kepada mereka, serta tundukkanlah hati dan lidahmu untuk mereka. Dan ketahuilah bahwa barang siapa menakut-nakuti seorang wali-Ku, maka sungguh ia telah menantang-Ku dalam peperangan, lalu Akulah yang akan menuntut balas untuknya pada hari kiamat."
وخطب علي كرم الله وجهه يوماً خطبة فقال فيها اعلموا أنكم ميتون ومبعوثون من بعد الموت وموقوفون على أعمالكم ومجزيون بها فلا تغرنكم الحياة الدنيا فإنها بالبلاء محفوفة وبالفناء معروفة وبالغدر موصوفة وكل ما فيها إلى زوال وهي بين أهلها دول وسجال لا تدوم أحوالها ولا يسلم من شرها نزالها بينا أهلها منها في رخاء
Pada suatu hari 'Ali karramallahu wajhah berkhotbah, lalu beliau berkata di dalamnya: "Ketahuilah bahwa kalian akan mati dan akan dibangkitkan setelah kematian, serta akan dihentikan atas amalan-amalan kalian dan diberi balasan dengannya. Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kalian, karena sesungguhnya dunia itu diliputi oleh cobaan, dikenal dengan kefanaan, dan disifati dengan keculasan. Setiap apa yang ada di dalamnya akan sirna, dan dunia di antara penghuninya saling bergiliran (silih berganti). Keadaannya tidak akan langgeng dan orang yang singgah padanya tidak akan selamat dari keburukannya. Ketika penghuninya berada di dalamnya dalam kelapangan…
وسرور إذا هم منها في بلاء وغرور أحوال مختلفة وتارات منصرفة العيش فيها مذموم والرخاء فيها لا يدوم وإنما أهلها فيها أغراض مستهدفة ترميهم بسهامها وتقصيهم بحمامها وكل حتفه فيها مقدور وحظه فيها موفور واعلموا عباد الله أنكم وما أنتم فيه من هذه الدنيا على سبيل من قد مضى ممن كان أطول منكم أعماراً وأشد منكم بطشاً وأعمر دياراً وأبعد آثاراً فأصبحت أصواتهم هامدة خامدة من بعد طول تقلبها وأجسادهم بالية وديارهم على عروشها خاوية وآثارهم عافية واستبدلوا بالقصور المشيدة والسرر والنمارق الممهدة الصخور والأحجار المسندة في القبور اللاطئة الملحدة فمحلها مقترب وساكنها مغترب بين أهل عمارة موحشين وأهل محلة متشاغلين لا يستأنسون بالعمران ولا يتواصلون تواصل الجيران والإخوان على ما بينهم من قرب المكان والجوار ودنو الدار وكيف يكون بينهم تواصل وقد طحنهم بكلكله البلا وأكلتهم الجنادل والثرى وأصبحوا بعد الحياة أمواتاً وبعد نضارة العيش رفاتاً فجع بهم الأحباب وسكنوا تحت التراب ظعنوا فليس لهم إياب هيهات هيهات ﴿كلا إنها كلمة هو قائلها ومن ورائهم برزخ إلى يوم يبعثون﴾ فكأن قد صرتم إلى ما صاروا إليه من البلاء والوحدة في دار المثوى وارتهنتم في ذلك المضجع وضمكم ذلك المستودع فكيف بكم لو عاينتم الأمور وبعثرت القبور وحصل ما في الصدور وأوقفتم للتحصيل بين يدي الملك الجليل فطارت القلوب لإشفاقها من سالف الذنوب وهتكت عنكم الحجب والأستار وظهرت منكم العيوب والأسرار هنالك تجزى كل نفس بما كسبت إن الله ﷿ يقول ليجزى الذي أساءوا بما عملوا ويجزى الذي أحسنوا بالحسنى وَقَالَ تَعَالَى ﴿وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مما فيه﴾ الآية جعلنا الله وإياكم عاملين بكتابة متبعين لأوليائه حتى يحلنا وإياكم دار المقامة من فضله إنه حميد مجيد
…dan kesenangan, tiba-tiba mereka berada di dalamnya dalam cobaan dan tipu daya; keadaan-keadaan yang berbeda dan masa-masa yang berganti. Kehidupan di dalamnya tercela dan kelapangan di dalamnya tidak akan langgeng. Sesungguhnya penghuninya di dalamnya bagaikan sasaran tembak yang menjadi target: dunia memanah mereka dengan anak panahnya dan membinasakan mereka dengan kematiannya. Setiap orang telah ditakdirkan kebinasaannya di dalamnya dan telah disempurnakan bagiannya di dalamnya. Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah, bahwa kalian dan apa yang kalian berada di dalamnya dari dunia ini berada di atas jalan orang-orang yang telah berlalu sebelum kalian; yaitu orang-orang yang lebih panjang umurnya dari kalian, lebih keras kekuatannya dari kalian, lebih makmur negerinya, dan lebih jauh peninggalannya. Namun suara-suara mereka menjadi tenang dan padam setelah sekian lama beraktivitas; jasad-jasad mereka melapuk, rumah-rumah mereka roboh berantakan, dan peninggalan-peninggalan mereka lenyap. Mereka mengganti istana-istana yang megah serta dipan-dipan dan bantal-bantal yang dihamparkan dengan batu-batu dan bebatuan yang disandarkan di dalam kubur yang sempit lagi dilihanglahatkan. Maka tempatnya sangat dekat namun penghuninya merantau jauh; di antara penduduk tempat tinggal yang merasa asing dan penduduk pemukiman yang sibuk sendiri-sendiri, mereka tidak merasa nyaman dengan keramaian dan tidak saling mengunjungi sebagaimana berkunjungnya tetangga dan saudara, padahal jarak tempat, kejiranan, dan kediaman mereka sangat dekat. Bagaimana mungkin ada hubungan di antara mereka padahal bencana telah meremukkan mereka dengan bebannya, batu-batu dan tanah telah memakan mereka, dan mereka menjadi mayat setelah kehidupan serta menjadi tulang-belulang setelah kesegaran hidup? Para kekasih merasa berduka atas mereka dan mereka tinggal di bawah tanah; mereka telah berangkat dan tidak ada jalan kembali bagi meeka. Sungguh jauh, sangat jauh! 'Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.' (QS. Al-Mu'minun: 100). Maka seolah-olah kalian telah sampai pada apa yang telah mereka sampai kepadanya, berupa cobaan dan kesendirian di negeri tempat tinggal; kalian tergadai di tempat tidur tersebut dan terhimpun dalam tempat penyimpanan itu. Maka bagaimanakah keadaan kalian jika kalian menyaksikan urusan-urusan itu, isi kubur dibongkar, apa yang ada di dalam dada dilahirkan, dan kalian dihentikan untuk hisab di hadapan Raja Yang Maha Agung? Hati pun terbang (guncang) karena takutnya dari dosa-dosa yang lalu, tirai-tirai dan penutup-penutup tersingkap dari kalian, serta nampaklah aib-aib dan rahasia-rahasia kalian. Di sanalah setiap jiwa diberi balasan atas apa yang diusahakannya. Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: 'Agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).' (QS. An-Najm: 31). Dan Ta'ala berfirman: 'Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya…' (QS. Al-Kahf: 49) hingga akhir ayat. Semoga Allah menjadikan kami dan kalian orang-orang yang mengamalkan Kitab-Nya, mengikut wali-wali-Nya, hingga Dia menempatkan kami dan kalian di Negeri Kediaman (Surga) dari karunia-Nya; sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Agung.
وقال بعض الحكماء الأيام سهام والناس أغراض والدهر يرميك كل يوم بسهامه ويخترمك بلياليه وأيامه حتى يستغرق جميع أجزائك فكيف بقاء سلامتك مع وقوع الأيام بك وسرعة الليالي في بدنك لو كشف لك عما أحدثت الأيام فيك من النقص لاستوحشت من كل يوم يأتي عليك واستثقلت ممر الساعة بك ولكن تدبير الله فوق تدبير الاعتبار وبالسلو عن غوائل الدنيا وجد طعم لذاتها وإنها لأمر من العلقم إذا عجنها الحكيم وقد أعيت الواصف لعيوبها بظاهر أفعالها وما تأتي به من العجائب أكثر مما يحيط به الواعظ اللهم أرشدنا إلى الصواب وقال بعض الحكماء وقد استوصف الدنيا وقدر بقائها فقال الدنيا وقتك الذي يرجع إليك فيه طرفك لأن ما مضى عنك فقد فاتك إدراكه وما لم يأت فلا علم لك به والدهر يوم مقبل تنعاه ليلته وتطويه ساعاته وأحداثه تتوالى على الإنسان بالتغيير والنقصان والدهر موكل بتشتيت الجماعات وانخرام الشمل وتنقل الدول والأمل طويل والعمر قصير وإلى الله تصير الأمور
Sebagian orang bijak berkata, "Hari-hari adalah anak panah dan manusia adalah sasaran tembaknya. Zaman memanahmu setiap hari dengan anak panahnya dan memotongmu dengan malam-malam dan hari-harinya hingga menghabiskan seluruh bagian dari dirimu. Maka bagaimanakah kelangsungan keselamatanmu bersamaan dengan jatuhnya hari-hari padamu dan cepatnya malam-malam merusak tubuhmu? Seandainya disingkapkan bagimu tentang pengurangan yang telah diperbuat oleh hari-hari pada dirimu, niscaya engkau merasa asing/takut dari setiap hari yang mendatangimu dan merasa berat atas berlalunya setiap jam bagimu. Namun penataan Allah berada di atas penataan ikhtiar/iktibar manusia. Dengan berpaling dari kejahatan-kejahatan dunia, barulah dirasakan kelezatan hakikinya; dan sesungguhnya dunia itu lebih pahit daripada pohon pait (al-qam) ketika diracik oleh orang yang bijak. Sungguh dunia telah menyulitkan pendeskripsi aib-aibnya dengan perbuatan-perbuatan lahiriahnya, dan apa yang didatangkannya dari keajaiban-keajaiban adalah lebih banyak daripada apa yang dapat diliputi oleh seorang penasihat. Ya Allah, bimbinglah kami menuju kebenaran." Sebagian orang bijak berkata ketika diminta mendeskripsikan dunia dan kadar kelanggengannya, ia berkata, "Dunia adalah waktumu yang mana sekelip matamu kembali kepadamu padanya. Sebab apa yang telah berlalu darimu telah luput pencapaiannya olehmu, dan apa yang belum datang engkau tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Zaman adalah hari yang datang, yang diumumkan kematiannya oleh malamnya dan dilipat oleh jam-jamnya; peristiwa-peristiwanya berturut-turut menimpa manusia dengan perubahan dan pengurangan. Zaman diserahi tugas untuk memecah belah kelompok-kelompok, meretakkan persatuan, dan memindahkan kekuasaan. Angan-angan itu panjang sedangkan umur itu pendek, dan hanya kepada Allah-lah segala urusan kembali."
وخطب عمر بن عبد العزيز ﵀ عليه فقال يا أيها الناس إنكم خلقتم لأمر إن كنتم تصدقون به فإنكم حمقى وإن كنتم تكذبون به فإنكم هلكى إنما خلقتم للأبد ولكنكم من دار إلى دار تنقلون عباد الله إنكم في دار لكم فيها من طعامكم غصص ومن شرابكم شرق لا تصفو لكم نعمة تسرون بها إلا بفراق أخرى تكرهون فراقها فاعملوا لما أنتم صائرون إليه وخالدون فيه ثم غلبه البكاء ونزل
'Umar bin 'Abdul 'Aziz radhiyallahu 'anhu berkhotbah, lalu beliau berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian diciptakan untuk suatu urusan besar; jika kalian membenarkannya (namun tidak beramal) maka kalian adalah orang-orang yang dungu, dan jika kalian mendustakannya maka kalian adalah orang-orang yang binasa. Sesungguhnya kalian diciptakan untuk keabadian, namun kalian dipindahkan dari satu negeri ke negeri yang lain. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya kalian berada di suatu negeri yang mana pada makanan kalian di dalamnya terdapat ketersedakan dan pada minuman kalian terdapat tersedak. Tidak ada satu kenikmatan pun yang murni bagi kalian yang membuat kalian bergembira karenanya melainkan dengan berpisah dari kenikmatan lain yang kalian benci perpisahannya. Maka beramallah untuk apa yang kalian akan menuju kepadanya dan kekal di dalamnya!" Kemudian tangisan mengalahkannya lalu beliau turun (dari mimbar).
قال علي كرم الله وجهه في خطبته أوصيكم بتقوى الله والترك للدنيا التاركة لكم وإن كنتم لا تحبون تركها المبلية أجسامكم وأنتم تريدون تجديدها فإنما مثلكم ومثلها كمثل قوم في سفر سلكوا طريقاً وكأنهم قطعوه وأفضوا إلى علم فكأنهم بلغوه وكم عسى أن يجري المجرى حتى ينتهي إلى الغاية وكم عسى أن يبقى من له يوم في
'Ali karramallahu wajhah berkata dalam khotbahnya: "Aku mewasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah dan meninggalkan dunia yang akan meninggalkan kalian—meskipun kalian tidak menyukai perpisahannya—yang merusakkan tubuh-tubuh kalian sedangkan kalian ingin memperbaharuinya. Perumpamaan kalian dan perumpamaan dunia hanyalah seperti suatu kaum dalam perjalanan yang menempuh suatu jalan, seolah-olah mereka telah memotongnya (menyelesaikannya), dan mereka sampai pada suatu tanda/petunjuk jalan, seolah-olah mereka telah mencapainya. Berapa lamakah kira-kira pelari itu akan berlari hingga ia sampai ke garis akhir, dan berapa lamakah kira-kira yang tersisa dari orang yang memiliki satu hari di…
الدنيا وطالب حثيث يطلبه حتى يفارقها فلا تجزعوا لبؤسها وضرائها فإنه إلى انقطاع ولا تفرحوا بمتاعها ونعمائها فإنه إلى زوال عجبت لطالب الدنيا والموت يطلبه وغافل وليس بمغفول عنه
…dunia, sedangkan penuntut yang gencar (ajal) terus mencarinya hingga ia meninggalkan dunia? Maka janganlah kalian bersedih hati karena kesengsaraan dan kesulitannya, karena sesungguhnya itu akan terputus; dan janganlah kalian bergembira dengan kesenangan dan kenikmatannya, karena sesungguhnya itu akan sirna. Aku merasa heran kepada penuntut dunia padahal kematian menuntutnya (mencarinya), dan kepada orang yang lalai padahal ia tidak pernah dilalaikan."
وقال محمد بن الحسين لما علم أهل الفضل والعلم والمعرفة والأدب إن الله ﷿ قد أهان الدنيا وأنه لم يرضها لأوليائه وأنها عنده حقيرة قليلة وأن رسول الله ﷺ زهد فيها وحذر أصحابه من فتنتها أكلوا منها قصداً وقدموا فضلاً وأخذوا منها ما يكفي وتركوا ما يلهي لبسوا من الثياب ما ستر العورة وأكلوا من الطعام أدناه مما سد الجوعة ونظروا إلى الدنيا بعين أنها فانية وإلى الآخرة أنها باقية فتزودوا من الدنيا كزاد الراكب فخربوا الدنيا وعمروا بها الآخرة ونظروا إلى الآخرة بقلوبهم فعلموا أنهم سينظرون إليها بأعينهم فارتحلوا إليها بقلوبهم لما علموا أنهم سيرتحلون إليها بأبدانهم تعبوا قليلاً وتنعموا طويلاً كل ذلك بتوفيق مولاهم الكريم أحب ما أحب لهم وكرهوا ما كره لهم
Muhammad bin al-Husain berkata: "Ketika orang-orang yang memiliki keutamaan, ilmu, ma'rifah, dan adab mengetahui bahwa Allah 'Azza wa Jalla telah menghinakan dunia, bahwa Dia tidak meredainya untuk wali-wali-Nya, bahwa dunia di sisi-Nya adalah hina lagi sedikit, dan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersikap zuhud terhadapnya serta memperingatkan para sahabatnya dari fitnahnya; maka mereka pun makan darinya secara bersahaja (sederhana) dan mendahulukan kelebihan (menginfakkannya). Mereka mengambil darinya apa yang mencukupi dan meninggalkan apa yang melalaikan. Mereka mengenakan pakaian yang menutup aurat dan memakan makanan yang paling sederhana yang sekadar mengganjal kelaparan. Mereka memandang dunia dengan mata bahwa ia fana, dan memandang akhirat bahwa ia kekal. Maka mereka pun berbekal dari dunia seperti bekal seorang penunggang/musafir; mereka merobohkan (mengabaikan) dunia dan memakmurkan akhirat dengannya. Mereka memandang akhirat dengan hati mereka, sehingga mereka tahu bahwa mereka kelak akan memandangnya dengan mata kepala mereka; maka mereka pun berangkat menuju akhirat dengan hati mereka ketika mereka mengetahui bahwa mereka akan berangkat kepadanya dengan jasad mereka. Mereka bersusah payah sebentar dan bernikmat-nikmat dalam waktu yang panjang. Semua itu terjadi dengan taufik dari Pelindung mereka Yang Maha Pemurah; mereka menyukai apa yang disukai-Nya untuk mereka dan membenci apa yang dibenci-Nya untuk mereka."
بيان صفة الدنيا بالأمثلة
Penjelasan tentang Sifat Dunia Melalui Perumpamaan-Perumpamaan
اعلم أن الدنيا سريعة الفناء قريبة الانقضاء تعد بالبقاء ثم تخلف في الوفاء تنظر إليها فتراها ساكنة مستقرة وهي سائرة سيراً عنيفاً ومرتحلة ارتحالاً سريعاً ولكن الناظر إليها قد لا يحس بحركتها فيطمئن إليها وإنما يحس عند انقضائها ومثالها الظل فإنه متحرك ساكن متحرك في الحقيقة ساكن الظاهر لا تدرك حركته بالبصر الظاهر بل بالبصيرة الباطنة ولما ذكرت الدنيا عند الحسن البصري ﵀ أنشد وقال
Ketahuilah bahwasanya dunia itu cepat sirna dan karib kepunahannya. Ia menjanjikan kelanggengan namun memungkiri pemenuhan janjinya. Engkau memandangnya lalu melihatnya tenang dan kokoh menetap, padahal ia sedang berjalan dengan sangat cepat dan beranjak pergi dengan pesat. Namun orang yang memandangnya terkadang tidak merasakan pergerakannya sehingga ia merasa tenang kepadanya, dan ia baru merasakannya tatkala dunia itu telah habis. Perumpamaannya bagaikan bayang-bayang; ia bergerak sekaligus diam—bergerak secara hakikat, namun tampak diam secara lahiriah. Pergerakannya tidak dapat ditangkap oleh pandangan lahiriah, melainkan oleh mata hati (basirah) batiniah. Ketika dunia disebutkan di hadapan Al-Hasan Al-Bashri رحمة الله عليه, beliau bersyair:
أحلام نوم أو كظل زائل … إن اللبيب بمثلها لا يخدع
"Impian tidur atau bagai bayangan yang sirna… Sungguh orang yang berakal tidak akan tertipu oleh yang serupa dengannya."
وكان الحسن بن علي بن أبي طالب كرم الله وجهه يتمثل كثيراً ويقول
Al-Hasan bin 'Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah sering kali bersyair (menggunakan bait syair sebagai perumpamaan) dan berkata:
يا أهل لذات دنيا لا بقاء لها … إن اغتراراً بظل زائل حمق
"Wahai para penikmat kelezatan dunia yang tiada kekal… Sesungguhnya terperdaya oleh bayangan yang bakal sirna adalah suatu kebodohan."
وقيل إن هذا من قوله ويقال إن أعرابياً نزل بقوم فقدموا إليه طعاماً فأكل ثم قام إلى ظل خيمة لهم فنام هناك فاقتلعوا الخيمة فأصابته الشمس فانتبه فقام وهو يقول
Dikatakan bahwa bait ini adalah di antara ucapannya. Diceritakan pula bahwa seorang Arab Badui singgah pada suatu kaum, lalu mereka menyajikan makanan kepadanya, maka ia pun makan. Kemudian ia beranjak menuju bayangan kemah mereka dan tertidur di sana. Lalu kaum itu mencabut kemah tersebut hingga ia tersengat sinar matahari. Ia pun terbangun dan beranjak seraya berkata:
ألا إنما الدنيا كظل ثنية … ولا بد يوماً أن ظلك زائل
"Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini hanyalah bagaikan bayangan lekukan bukit… dan niscaya pada suatu hari bayanganmu itu akan sirna."
وكذلك قيل
Demikian pula dikatakan:
وإن امرأ دنياه أكبر همه … لمستمسك منها بحبل غرور
"Dan barangsiapa yang dunianya menjadi cita-cita terbesarnya… sungguh ia berpegang pada tali tipu daya."
مثال آخر للدنيا من حيث التغرير بخيالاتها ثم الإفلاس منها بعد إفلاتها
Perumpamaan Lain bagi Dunia dalam Hal Menipu Daya dengan Angan-angannya, Kemudian Kebangkrutan Darinya Setelah Kehilangannya
تشبه خيالات المنام وأضغاث الأحلام قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الدنيا حلم وأهلها عليها مجازون ومعاقبون وقال يونس بن عبيد ما شبهت نفسي في الدنيا إلا كرجل نام فرأى في منامه ما يكره وما يحب فبينما هو كذلك إذ انتبه فكذلك الناس نيام فإذا ماتوا انتبهوا فإذا ليس بأيديهم شيء مما ركنوا إليه وفرحوا به وقيل لبعض الحكماء أي شيء أشبه بالدنيا قال أحلام النائم
Ia menyerupai bayangan tidur dan mimpi-mimpi igauan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Dunia itu bagaikan mimpi, sedangkan penghuninya akan diberi balasan pahala dan siksaan atasnya." Yunus bin Ubaid berkata: "Aku tidak memisalkan diriku di dunia melainkan seperti seorang laki-laki yang tidur, lalu dalam tidurnya ia melihat apa yang ia benci dan apa yang ia sukai. Ketika ia dalam keadaan demikian, tiba-tiba ia terbangun. Begitulah manusia, mereka tertidur; maka apabila mereka mati, barulah mereka terbangun, lalu ternyata tiada sesuatu pun di tangan mereka dari apa yang dahulu mereka bersandar dan bergembira dengannya." Ditanyakan kepada sebagian hukama (orang bijak): "Apakah sesuatu yang paling serupa dengan dunia?" Beliau menjawab: "Mimpi-mimpi orang yang tertidur."
مثال آخر للدنيا في عداوتها لأهلها وإهلاكها لبنيها اعلم أن طبع الدنيا التلطف في الاستدراج أولاً والتوصل إلى الإهلاك آخراً وهي كامرأة تتزين للخطاب حتى إذا نكحتهم ذبحتهم وقد روي أن عيسى ﵇ كوشف بالدنيا فرآها في صورة عجوز هتماء عليها من كل زينة فقال لها كم تزوجت قالت لا أحصيهم قال
Perumpamaan Lain bagi Dunia dalam Permusuhannya terhadap Penghuninya dan Kebinasaan yang Ditimpakan pada Anak-Cucunya. Ketahuilah bahwasanya watak dunia adalah bersikap lembut dalam mengulur (istidraj) pada mulanya, lalu mengantarkan kepada kebinasaan pada akhirnya. Ia bagaikan seorang wanita yang bersolek untuk para peminangnya, namun ketika ia telah menikahi mereka, ia menyembelih mereka. Sungguh telah diriwayatkan bahwa Nabi Isa عليه السلام dibukakan kasyaf (singkapan batin) tentang dunia, lalu beliau melihatnya dalam wujud seorang nenek tua ompong yang mengenakan segenap perhiasan. Beliau bertanya kepadanya: "Berapa kali engkau telah menikah?" Ia menjawab: "Aku tidak dapat menghitungnya." Beliau bertanya:
فكلهم مات عنك أم كلهم طلقك قالت بل كلهم قتلت فقال عيسى ﵇ بؤساً لأزواجك الباقين كيف لا يعتبرون بأزواجك الماضين كيف تهلكينهم واحداً بعد واحد ولا يكونون منك على حذر
"Apakah mereka semua mati meninggalkanmu, ataukah semuanya menceraikanmu?" Ia menjawab: "Bahkan semuanya telah aku bunuh." Maka Nabi Isa عليه السلام bersabda: "Celakalah bagi suami-suamimu yang tersisa! Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari suami-suamimu yang telah berlalu? Bagaimana bisa engkau membinasakan mereka satu demi satu, sedangkan mereka tidak bersikap waspada terhadapmu?"
مثال آخر للدنيا في مخالفة ظاهرها لباطنها اعلم أن الدنيا مزينة الظواهر قبيحة السرائر وهي شبه عجوز متزينة تخدع الناس بظاهرها فإذا وقفوا على باطنها وكشفوا القناع عن وجهها تمثل لهم قبائحها فندموا على اتباعها وخجلوا من ضعف عقولهم في الاغترار بظاهرها
Perumpamaan Lain bagi Dunia dalam Pertentangan antara Lahiriah dan Batiniahnya. Ketahuilah bahwasanya dunia itu indah tampak lahiriahnya, namun buruk rahasia batiniahnya. Ia menyerupai seorang nenek tua yang bersolek, menipu manusia dengan penampilan lahiriahnya. Namun ketika mereka mendapati batinnya dan menyingkap tirai dari wajahnya, terwujudlah bagi mereka keburukan-keburukannya, sehingga mereka menyesali pengikutan mereka kepadanya dan merasa malu atas lemahnya akal mereka karena terperdaya oleh lahiriahnya.
وقال العلاء بن زياد رأيت في المنام عجوزاً كبيرة متعصبة الجلد عليها من كل زينة الدنيا والناس عكوف عليها معجبون ينظرون إليها فجئت ونظرت وتعجبت من نظرهم إليها وإقبالهم عليها فقلت لها ويلك من أنت قالت أو ما تعرفني قلت لا أدري من أنت قالت أنا الدنيا قلت أعوذ بالله من شرك قالت إن أحببت أن تعاذ من شري فابغض الدرهم قال أبو بكر بن عياش رأيت الدنيا في النوم عجوزاً مشوهة شمطاء تصفق بيديها وخلفها خلق يتبعونها ويصفقون ويرقصون فلما كانت بحذائي أقبلت علي فقالت لو ظفرت بك لصنعت بك مثل ما صنعت بهؤلاء ثم بكى أبو بكر وقال رأيت هذا قبل أن أقدم إلى بغداد وقال الفضيل بن عياض قال ابن عباس يؤتى بالدنيا يوم القيامة في صورة عجوز شمطاء زرقاء أنيابها بادية ومشوه خلقها فتشرف على الخلائق فيقال لهم أتعرفون هذه فيقولون نعوذ بالله من معرفة هذه فيقال هذه الدنيا التي تناحرتم عليها بها تقاطعتم الأرحام وبها تحاسدتم وتباغضتم واغتررتم ثم يقذف بها في جهنم فتنادي أي رب أين أتباعي وأشياعي فيقول الله ﷿ ألحقوا بها أتباعها وأشياعها وقال الفضيل بلغني أن رجلاً عرج بروحه فإذا امرأة على قارعة الطريق عليها من كل زينة من الحلي والثياب وإذا لا يمر بها أحد إلا جرحته فإذا هي أدبرت كانت أحسن شيء رآه الناس وإذا هي أقبلت كانت أقبح شيء رآه الناس عجوز شمطاء زرقاء عمشاء قال فقلت أعوذ بالله منك قالت لا والله لا يعيذك الله مني حتى تبغض الدرهم قال فقلت من أنت قالت أنا الدنيا
Al-Ala' bin Ziyad berkata: "Aku bermimpi melihat seorang nenek tua yang sangat renta, kulitnya berkerut-kerut, mengenakan segenap perhiasan dunia, sementara orang-orang mengelilinginya, terpesona memandangnya. Aku datang dan memperhatikan, lalu merasa heran atas pandangan dan sambutan mereka kepadanya. Aku berkata kepadanya: 'Celaka engkau, siapakah engkau?' Ia menjawab: 'Apakah engkau tidak mengenalku?' Aku berkata: 'Aku tidak tahu siapa engkau.' Ia berkata: 'Aku adalah dunia.' Aku berkata: 'Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu.' Ia menjawab: 'Jika engkau ingin dilindungi dari kejahatanku, maka bencilah dirham.'" Abu Bakr bin Ayyash berkata: "Aku melihat dunia dalam mimpi sebagai seorang nenek tua yang buruk rupa, berambut ubanan, menepuk-nepuk tangannya, dan di belakangnya banyak makhluk mengikutinya seraya menepuk tangan dan menari-nari. Ketika ia berada di hadapanku, ia menghadap kepadaku lalu berkata: 'Jika aku berhasil menguasaimu, niscaya aku akan memperlakukanmu sebagaimana aku memperlakukan mereka.' Kemudian Abu Bakr menangis dan berkata: 'Aku melihat ini sebelum aku datang ke Baghdad.'" Dan Al-Fudhayl bin 'Iyadh berkata: "Ibn Abbas berkata: 'Dunia akan didatangkan pada hari kiamat dalam wujud seorang nenek tua berambut ubanan, bermata biru, taringnya kelihatan, dan buruk rupa bentuknya. Ia diperlihatkan kepada seluruh makhluk, lalu dikatakan kepada mereka: "Apakah kalian mengenal ini?" Mereka menjawab: "Kami berlindung kepada Allah dari mengenal ini." Maka dikatakan: "Inilah dunia yang kalian saling berbunuhan karenanya, dengannya kalian memutuskan tali silaturahmi, dengannya kalian saling mendengki, saling membenci, dan terperdaya." Kemudian ia dilemparkan ke dalam jahanam, lalu ia berseru: "Wahai Rabbku, di manakah para pengikut dan kelompokku?" Maka Allah ﷿ berfirman: "Susulkanlah para pengikut dan kelompoknya kepadanya!"'" Dan Al-Fudhayl berkata: "Telah sampai kepadaku bahwasanya seorang laki-laki diangkat ruhnya, tiba-tiba ada seorang wanita di tengah jalan mengenakan segenap perhiasan berupa perhiasan dan pakaian, dan tidaklah seorang pun melintasinya melainkan ia melukainya. Apabila wanita itu membelakangi, ia adalah sesuatu yang paling indah yang dilihat manusia, namun apabila ia menghadap, ia adalah sesuatu yang paling buruk yang dilihat manusia, seorang nenek tua ubanan, bermata biru, lagi kabur penglihatannya. Laki-laki itu berkata: 'Aku berkata: Aku berlindung kepada Allah darimu.' Wanita itu menjawab: 'Tidak, demi Allah, Allah tidak akan melindungimu dariku sampai engkau membenci dirham.' Laki-laki itu berkata: 'Aku bertanya: Siapakah engkau?' Ia menjawab: 'Aku adalah dunia.'"
مثال آخر للدنيا وعبور الإنسان بها اعلم أن الأحوال ثلاثة حالة لم تكن فيها شيئاً وهي ما قبل وجودك إلى الأزل وحالة لا تكون فيها مشاهداً للدنيا وهي ما بعد موتك إلى الأبد وحالة متوسطة بين الأبد والأزل وهي أيام حياتك في الدنيا فانظر إلى مقدار طولها وانسبه إلى طرفي الأزل والأبد حتى تعلم أنه أقل من منزل قصير في سفر بعيد ولذلك قال ﷺ مالي وللدنيا وإنما مثلي ومثل الدنيا كمثل راكب سار في يوم صائف فرفعت شجرة فقال تحت ظلها ساعة ثم راح وتركها
Perumpamaan Lain bagi Dunia dan Perjalanan Manusia Melaluinya. Ketahuilah bahwasanya keadaan itu ada tiga: keadaan ketika engkau belum menjadi sesuatu apa pun, yaitu masa sebelum keberadaanmu hingga azali; keadaan ketika engkau tidak lagi menyaksikan dunia, yaitu masa setelah kematianmu hingga abadi; dan keadaan pertengahan antara azali dan abadi, yaitu hari-hari kehidupanmu di dunia. Maka lihatlah kadar panjangnya dan nisbatkanlah kepada kedua ujung azali dan abadi, agar engkau mengetahui bahwasanya ia lebih singkat daripada tempat singgah yang pendek dalam perjalanan yang jauh. Oleh karena itulah Rasulullah ﷺ bersabda: "Apa urusanku dengan dunia? Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini tidak lain bagaikan seorang pengendara yang berjalan pada hari yang sangat panas, lalu tampak baginya sebuah pohon, maka ia berteduh di bawah naungannya sesaat, kemudian ia berangkat lagi dan meninggalkannya."
ومن رأى الدنيا بهذه العين لم يركن إليها ولم يبال كيف انقضت أيامه في ضر وضيق أو في سعة ورفاهية بل لا يبني لبنة على لبنة
Barangsiapa yang memandang dunia dengan pandangan mata batin ini, niscaya ia tidak akan bersandar kepadanya dan tidak akan peduli bagaimana hari-harinya berlalu, apakah dalam kesusahan dan kesempitan, ataukah dalam kelapangan dan kemewahan; bahkan ia tidak akan menumpuk batu bata di atas batu bata lainnya.
توفي رسول الله ﷺ وما وضع لبنة على لبنة ولا قصبة على قصبة
Rasulullah ﷺ wafat tanpa pernah meletakkan batu bata di atas batu bata lainnya, dan tidak pula pelepah di atas pelepah lainnya.
ورأى بعض الصحابة يبني بيتاً من جص فقال أرى الأمر أعجل من هذا وأنكر ذلك وإلى هذا أشار عيسى ﵇ حيث قال الدنيا قنطرة فاعبروها ولا تعمروها وهو مثال واضح فإن الحياة الدنيا معبر إلى الآخرة والمهد هو الميل الأول على رأس القنطرة واللحد هو الميل الآخر
Beliau pernah melihat sebagian sahabat membangun rumah dari batu kapur, lalu beliau bersabda: "Aku melihat perkara (kematian) itu lebih cepat daripada ini," dan beliau mengingkari hal tersebut. Kepada hal inilah Nabi Isa عليه السلام mengisyaratkan tatkala beliau bersabda: "Dunia ini adalah sebuah jembatan, maka seberangilah ia dan janganlah kalian memakmurkannya." Ini adalah perumpamaan yang sangat jelas, karena kehidupan dunia adalah tempat penyeberangan menuju akhirat, buaian bayi adalah patung jarak (mil) pertama di pangkal jembatan, dan liang lahat adalah patung jarak terakhir.
وبينهما مسافة محدودة فمن الناس من قطع نصف القنطرة ومنهم من قطع ثلثها ومنهم من قطع ثلثيها ومنهم من لم يبق له إلا خطوة واحدة وهو غافل عنها وكيفما كان فلا بد له من العبور والبناء على القنطرة وتزيينها بأصناف الزينة وأنت عابر عليها غاية الجهل والخذلان
Di antara keduanya terdapat jarak yang terbatas. Di antara manusia ada yang telah menempuh separuh jembatan, ada yang menempuh sepertiganya, ada yang menempuh dua pertiganya, dan ada pula yang tidak tersisa baginya melainkan satu langkah saja padahal ia lalai darinya. Bagaimanapun juga, ia pasti harus menyeberang. Maka membangun bangunan di atas jembatan serta menghiasinya dengan beraneka ragam perhiasan padahal engkau sekadar melintasinya adalah puncak kebodohan dan kehinaan.
مثال آخر للدنيا في لين موردها وخشونة مصدرها اعلم أن أوائل الدنيا تبدو هينة لينة يظن الخائض فيها أن حلاوة خفضها كحلاوة الخوض فيها وهيهات فإن الخوض في الدنيا سهل والخروج منها مع السلامة شديد وقد كتب علي ﵁ إلى سلمان الفارسي بمثالها فقال مثل الدنيا مثل الحية لين مسها ويقتل سمها فأعرض عما يعجبك منها لقلة ما يصحبك منها وضع عنك همومها بما أيقنت من فراقها وكن أسر ما تكون فيها أحذر ما تكون لها فإن صاحبها كلما اطمأن منها إلى سرور أشخصه عنه مكروه والسلام
Permisalan lain untuk dunia dalam kelembutan permulaannya dan kekasaran kesudahannya. Ketahuilah bahwa permulaan dunia tampak mudah dan lembut; orang yang terjerumus di dalamnya mengira bahwa manisnya kenikmatan hidup di dalamnya seperti manisnya menyelaminya. Sungguh jauh dari dugaannya! Sebab, menyelami dunia itu mudah, sedangkan keluar darinya dengan selamat amatlah berat. Ali ra. pernah menulis surat kepada Salman al-Farisi memisalkan dunia, beliau berkata: 'Perumpamaan dunia seperti ular, sentuhannya lembut namun racunnya membunuh. Maka berpalinglah dari apa yang mengagumkanmu darinya karena sedikitnya apa yang akan menyertaimu darinya. Tanggalkanlah kegelisahan-kegelisahannya dengan keyakinanmu akan perpisahan darinya. Hendaknya keadaanmu yang paling gembira di dalamnya adalah keadaanmu yang paling waspada terhadapnya. Sebab, pemiliknya setiap kali merasa tenteram pada suatu kesenangan di dalamnya, niscaya kesenangan itu akan disingkirkan oleh sesuatu yang tidak disukainya. Wassalam.'
مثال آخر للدنيا في تعذر الخلاص من تبعتها بعد الخوض فيها قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إنما مثل صاحب الدنيا كالماشي في الماء هل يستطيع الذي يمشي في الماء أن لا تبتل قدماه
Permisalan lain untuk dunia tentang sulitnya melepaskan diri dari konsekuensinya setelah menyelaminya. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya perumpamaan pecinta dunia seperti orang yang berjalan di atas air. Adakah orang yang berjalan di atas air mampu membuat kedua kakinya tidak basah?'
وهذا يعرفك جهالة قوم ظنوا أنهم يخوضون في نعيم الدنيا بأبدانهم وقلوبهم منها مطهرة وعلائقها عن بواطنهم منقطعة وذلك مكيدة من الشيطان بل لو أخرجوا مما هم فيه لكانوا من أعظم المتفجعين بفراقها فكما أن المشي على الماء يقتضي بللاً لا محالة يلتصق بالقدم فكذلك ملابسة الدنيا تقتضي علاقة وظلمة في القلب بل علاقة الدنيا مع القلب تمنع حلاوة العبادة
Dan ini memberi tahumu tentang kebodohan suatu kaum yang mengira bahwa mereka menyelami kenikmatan dunia hanya dengan jasad mereka sementara hati mereka disucikan darinya dan keterikatan-keterikatannya terputus dari batin mereka. Hal itu merupakan tipu daya setan. Bahkan, jika mereka dikeluarkan dari apa yang mereka berada di dalamnya, niscaya mereka termasuk orang-orang yang paling menderita akibat perpisahan darinya. Sebagaimana berjalan di atas air niscaya menuntut kebasahan yang pasti menempel pada kaki, begitu pula berkecamuk dengan dunia niscaya menimbulkan keterikatan dan kegelapan di dalam hati. Bahkan keterikatan dunia dengan hati itu menghalangi manisnya ibadah.
قال عيسى ﵇ بحق أقول لكم كما ينظر المريض إلى الطعام فلا يلتذ به من شدة الوجع كذلك صاحب الدنيا لا يلتذ بالعبادة ولا يجد حلاوتها مع ما يجد من حب الدنيا وبحق أقول لكم إن الدابة إذا لم تركب وتمتهن تصعب ويتغير خلقها كذلك القلوب إذا لم ترقق بذكر الموت ونصب العبادة تقسو وتغلظ وبحق أقول لكم إن الزق ما لم ينخرق أو يقحل يوشك أن يكون وعاء للعسل كذلك القلوب ما لم تخرقها الشهوات أو يدنسها الطمع أو يقسيها النعيم فسوف تكون أوعية للحكمة وقال النبي ﷺ إنما بقي من الدنيا بلاء وفتنة وإنما مثل عمل أحدكم كمثل الوعاء إذا طاب أعلاه طاب أسفله وإذا خبث أعلاه خبث أسفله
Nabi Isa 'as. berkata: 'Demi kebenaran aku katakan kepadamu, sebagaimana orang sakit melihat makanan lalu tidak merasakan kelezatannya karena besarnya rasa sakit, demikian pula pecinta dunia tidak dapat merasakan kelezatan ibadah dan tidak menemukan manisnya bersamaan dengan kecintaan pada dunia yang ada di dalam hatinya. Dan demi kebenaran aku katakan kepadamu, sesungguhnya hewan ternak jika tidak ditunggangi dan tidak dilatih niscaya akan menjadi liar dan berubah temperamennya, demikian pula hati jika tidak dilembutkan dengan mengingat kematian dan kesungguhan ibadah niscaya akan membatu dan mengeras. Dan demi kebenaran aku katakan kepadamu, sesungguhnya wadah kulit selama tidak bocor atau mengering hampir pasti bisa menjadi wadah bagi madu, demikian pula hati selama tidak dirobek oleh syahwat, dikotori oleh ketamakan, atau dikeraskan oleh kenikmatan, maka hati itu akan menjadi wadah-wadah bagi hikmah.' Dan Nabi ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya yang tersisa dari dunia hanyalah ujian dan fitnah. Dan perumpamaan amal salah seorang dari kalian adalah seperti wadah: jika bagian atasnya baik maka bagian bawahnya pun baik, dan jika bagian atasnya buruk maka bagian bawahnya pun buruk.'
مثال آخر لما بقي من الدنيا وقلته بالإضافة لما سبق قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مثل هذه الدنيا مثل ثوب شق من أوله إلى آخره فبقي متعلقاً بخيط في آخره فيوشك ذلك الخيط أن ينقطع
Permisalan lain untuk apa yang tersisa dari dunia dan sedikitnya ia dibanding apa yang telah berlalu. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Perumpamaan dunia ini seperti pakaian yang robek dari awal hingga akhirnya, lalu tersisa tergantung pada sehelai benang di ujungnya, maka hampir saja benang itu terputus.'
مثال آخر لتأدية علائق الدنيا بعضها إلى بعض حتى الهلاك قال عيسى ﵇ مثل طالب الدنيا مثل شارب ماء البحر كلما ازداد شربا ازداد عطشاً حتى يقتله
Permisalan lain tentang bagaimana keterikatan-keterikatan dunia saling menyeret satu sama lain hingga membawakan kebinasaan. Nabi Isa 'as. berkata: 'Perumpamaan pencari dunia seperti orang yang meminum air laut; semakin banyak ia minum, semakin bertambah dahaganya hingga air itu membunuhnya.'
مثال آخر لمخالفة آخر الدنيا أولها ولنضارة أوائلها وخبث عواقبها اعلم أن شهوات الدنيا في القلب لذيذة كشهوات الأطعمة في المعدة وسيجد العبد عند الموت لشهوات الدنيا في قلبه من الكراهة والنتن والقبح ما يجده للأطعمة اللذيذة إذا بلغت في المعدة غايتها وكما أن الطعام كلما كان ألذ طعماً وأكثر دسماً وأظهر حلاوة كان رجيعه أقذر وأشد نتناً فكذلك كل شهوة في القلب هي أشهى وألذ وأقوى فنتنها وكراهتها والتأذي بها عند الموت أشد
Permisalan lain tentang perbedaan akhir dunia dengan permulaannya, serta indahnya permulaannya dan buruknya akibatnya. Ketahuilah bahwa syahwat-syahwat duniawi di dalam hati terasa lezat sebagaimana syahwat makanan di dalam lambung. Dan kelak hamba saat sakaratul maut akan mendapati rasa benci, kebusukan, dan keburukan dari syahwat-syahwat dunia di dalam hatinya sebagaimana yang didapatkannya pada makanan-makanan lezat ketika telah mencapai batas akhirnya di dalam lambung (menjadi kotoran). Sebagaimana makanan, semakin lezat rasanya, semakin gurih/berlemak, dan semakin manis tampak kelezatannya, maka kotoran yang dikeluarkannya pun semakin menjijikkan dan semakin busuk baunya; demikian pula setiap syahwat di dalam hati yang semakin menggiurkan, lezat, dan kuat, maka bau busuk, kebencian, dan penderitaannya ketika sakaratul maut pun akan semakin hebat.
بل هي في الدنيا مشاهدة فإن من نهبت داره وأخذ أهله وماله وولده فتكون مصيبته وألمه وتفجعه في كل ما فقد بقدر لذته به وحبه له وحرصه عليه فكل ما كان عند الوجود أشهى عنده وألذ فهو عند الفقد أدهى وأمر ولا معنى للموت إلا فقد ما في الدنيا وقد رُوِيَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قال للضحاك بن سفيان الكلابي الست تؤتى بطعامك وقد ملح وقزح ثم تشرب عليه اللبن والماء قال بلى قال فإلام يصير قال إلى ما قد علمت يا رسول لله قال فإن الله ﷿ ضرب مثل الدنيا بما يصير إليه طعام ابن آدم
Bahkan hal itu di dunia pun dapat disaksikan. Sesungguhnya orang yang rumahnya dirampok, keluarga, harta, dan anaknya diambil, maka musibah, rasa sakit, dan kepedihannya terhadap segala yang hilang itu adalah sebanding dengan kadar kelezatan, kecintaan, dan ketamakannya terhadapnya. Jadi, segala sesuatu yang ketika ada terasa lebih nikmat dan lezat baginya, maka ketika hilang ia akan terasa lebih dahsyat dan pahit. Dan tidaklah ada makna kematian melainkan hilangnya apa yang ada di dunia. Sungguh telah diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada Adh-Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi: 'Bukankah disajikan kepadamu makananmu yang telah diberi garam dan bumbu-bumbu, lalu engkau meminum susu dan air di atasnya?' Ia menjawab: 'Benar.' Beliau bersabda: 'Lalu menjadi apakah ia akhirnya?' Ia menjawab: 'Menjadi apa yang telah engkau ketahui, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Maka sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah membuat perumpamaan dunia dengan apa yang menjadi akhir dari makanan anak Cucu Adam.'
وقال أبي بن كعب قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن الدنيا ضربت مثلاً لابن آدم فانظر إلى ما يخرج من ابن آدم وإن قزحه وملحه إلام يصير وَقَالَ ﷺ إِنَّ اللَّهَ ضرب الدنيا لمطعم ابن آدم مثلا وضرب مطعم ابن آدم للدنيا مثلاً وإن قزحه وملحه
Ubai bin Ka'b berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya dunia dijadikan perumpamaan bagi anak Cucu Adam; maka lihatlah apa yang keluar dari anak Cucu Adam, meskipun telah diberi bumbu dan garam.' Dan Beliau ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah menjadikan dunia sebagai perumpamaan bagi makanan anak Cucu Adam, dan menjadikan makanan anak Cucu Adam sebagai perumpamaan bagi dunia, meskipun telah diberi bumbu dan garam.'
وقال الحسن قد رأيتهم يطيبونه بالأفاويه والطيب ثم يرمون به حيث رأيتم وقد قال الله ﷿ فلينظر الإنسان إلى طعامه قال ابن عباس إلى رجيعه وقال رجل لابن عمر إني أريد أن أسألك وأستحي قال فلا تستحي واسأل قال إذا قضى أحدنا حاجته فقام ينظر إلى ذلك منه قال نعم إن الملك يقول له انظر إلى ما بخلت به انظر إلى ماذا صار وكان بشر بن كعب يقول انطلقوا حتى أريكم الدنيا فيذهب بهم إلى مزبلة فيقول انظروا إلى ثمارهم ودجاجهم وعسلهم وسمنهم
Al-Hasan berkata: 'Aku telah melihat mereka mengharumkannya dengan rempah-rempah dan wewangian, kemudian mereka membuangnya ke tempat yang kalian lihat.' Dan Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman: 'Maka hendaknya manusia memperhatikan makanannya' (QS. Abasa: 24); Ibnu Abbas berkata: 'Yakni memperhatikan kotorannya.' Seseorang berkata kepada Ibnu Umar: 'Sesungguhnya aku ingin bertanya kepadamu tetapi aku malu.' Beliau menjawab: 'Janganlah malu, bertanyalah!' Orang itu bertanya: 'Jika salah seorang dari kita selesai membuang hajat, lalu ia berdiri melihat kotoran itu darinya (apakah ada hikmahnya)?' Beliau menjawab: 'Ya, sesungguhnya malaikat berkata kepadanya: Lihatlah apa yang dahulu engkau kikirkan, lihatlah menjadi apa ia sekarang!' Dan Bisyir bin Ka'b pernah berkata: 'Marilah ikut hingga aku perlihatkan dunia kepada kalian.' Lalu beliau membawa mereka ke tempat pembuangan sampah seraya berkata: 'Lihatlah buah-buahan mereka, ayam-ayam mereka, madu mereka, dan minyak samin mereka!'
مثال آخر في نسبة الدنيا إلى الآخرة قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ما الدنيا في الآخرة إلا كمثل ما يجعل أحدكم إصبعه في اليم فلينظر أحدكم بم يرجع إليه
Permisalan lain tentang nisbah (perbandingan) dunia terhadap akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidaklah dunia dibanding akhirat melainkan seperti seseorang dari kalian memasukkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa kembali oleh jarinya itu.'
مثال آخر للدنيا وأهلها في اشتغالهم بنعيم الدنيا وغفلتهم عن الآخرة وخسرانهم العظيم بسببها اعلم أن أهل الدنيا مثلهم في غفلتهم مثل قوم ركبوا سفينة فانتهت بهم إلى جزيرة فأمرهم الملاح بالخروج إلى قضاء الحاجة وحذرهم المقام وخوفهم مرور السفينة واستعجالها فتفرقوا في نواحي الجزيرة فقضى بعضهم حاجته وبادر إلى السفينة فصادف المكان خالياً فأخذ أوسع الأماكن وألينها وأوفقها لمراده وبعضهم توقف في الجزيرة ينظر إلى أنوارها وأزهارها العجيبة وغياضها الملتفة ونغمات طيورها الطيبة وألحانها الموزونة الغريبة وصار يلحظ من بريتها أحجارها وجواهرها ومعادنها المختلفة الألوان والأشكال الحسنة المنظر العجيبة النقوش السالبة أعين الناظرين بحسن زبرجدها وعجائب صورها ثم تنبه لخطر فوات السفينة فرجع إليها فلم يصادف إلا مكاناً ضيقاً حرجاً فاستقر فيه وبعضهم أكب على تلك الأصداف والأحجار وأعجبه حسنها ولم تسمح نفسه بإهمالها فاستصحب منها جملة فلم يجد في السفينة إلا مكاناً ضيقاً وزاده ما حمله من الحجارة ضيقاً وصار ثقيلاً عليه ووبالاً فندم على أخذه ولم يقدر على رميه ولم يجد مكاناً لوضعه فحمله في السفينة على عنقه وهو متأسف على أخذه وليس ينفعه التأسف
Permisalan lain tentang dunia dan para penghuninya dalam kesibukan mereka dengan kenikmatan dunia, kelalaian mereka dari akhirat, dan kerugian besar mereka karenanya. Ketahuilah bahwa para pecinta dunia dalam kelalaian mereka perumpamaannya seperti sekelompok orang yang menaiki kapal, lalu kapal itu membawa mereka sampai ke sebuah pulau. Nakhoda memerintahkan mereka turun untuk buang hajat, lalu memperingatkan mereka agar tidak menetap lama serta menakut-nakuti mereka akan keberangkatan kapal yang cepat. Maka mereka bertebaran di pelosok pulau itu. Sebagian dari mereka segera menyelesaikan hajatnya dan bergegas kembali ke kapal, sehingga mendapati tempat masih kosong; lalu ia mengambil tempat yang paling lapang, paling nyaman, dan paling sesuai dengan keinginannya. Sebagian lagi tertegun di pulau itu sambil memandangi keindahan bunga-bunganya yang menakjubkan, pepohonannya yang lebat berselingan, kicau burung-burungnya yang merdu, serta irama-iramanya yang indah memikat. Ia pun mulai mengamati batu-batuan, permata, dan barang tambangnya yang beraneka warna dan bentuk, tampak indah dipandang, memukau dengan ukiran menakjubkan yang memikat mata orang yang melihatnya karena keindahan zabarjad dan keajaiban bentuknya. Kemudian ia tersadar akan bahaya tertinggal kapal, maka ia kembali ke kapal tetapi tidak mendapati melainkan tempat yang sempit dan sesak, lalu ia pun menetap di sana. Sebagian lain sangat berhasrat pada kerang-kerang dan batu-batu permata itu, ia terkagum-kagum oleh keindahannya dan hatinya tidak rela meninggalkannya, sehingga ia membawa sejumlah besar darinya. Ketika kembali, ia tidak mendapati di kapal melainkan tempat yang amat sempit, ditambah lagi beban batu yang dibawanya makin mempersempit tempatnya dan menjadi beban berat serta kesengsaraan baginya. Ia pun menyesal telah mengambilnya, namun tak sanggup membuangnya dan tidak menemukan tempat untuk meletakkannya, sehingga ia memikulnya di atas pundaknya di dalam kapal dalam keadaan penuh penyesalan atas tindakannya, padahal penyesalan itu tidak lagi berguna baginya.
وبعضهم تولج الغياض ونسي المركب وبعد في متفرجه ومتنزهه منه حتى لم يبلغه نداء الملاح لاشتغاله بأكل تلك الثمار واستشمام تلك الأنوار والتفرج بين تلك الأشجار وهو مع ذلك خائف على نفسه من السباع وغير خال من السقطات
Dan sebagian dari mereka masuk jauh ke dalam hutan lebat dan melupakan kapal. Ia semakin jauh berjalan di tempat wisata dan tamannya hingga panggilan nakhoda tidak sampai kepadanya karena kesibukannya memakan buah-buahan, mencium keharuman bunga-bunga, dan bersenang-senang di antara pepohonan itu. Padahal di samping itu ia merasa takut terhadap binatang buas dan tidak luput dari jatuh/terperosok,
والنكبات ولا منفك عن شوك ينشب بثيابه وغضن يجرح بدنه وشوكة تدخل في رجله وصوت هائل يفزع منه وعوسج يخرق ثيابه ويهتك عورته ويمنعه عن الانصراف لو أراده فلما بلغه نداء أهل السفينة انصرف مثقلاً بما معه ولم يجد في المركب موضعاً فبقي في الشط حتى مات جوعاً وبعضهم لم يبلغه النداء وسارت السفينة فمنهم من افترسته السباع ومنهم من تاه فهام على وجهه حتى هلك ومنهم من مات في الأوحال ومنهم من نهشته الحيات فتفرقوا كالجيف المنتنة
serta bencana-bencana. Ia tak pernah lepas dari duri yang tersangkut di pakaiannya, dahan yang melukai tubuhnya, duri yang menancap di kakinya, suara menakutkan yang mengejutkannya, dan semak berduri yang merobek pakaiannya, menyingkap auratnya, serta menghalanginya untuk kembali seandainya ia menginginkannya. Ketika panggilan para penumpang kapal sampai kepadanya, ia pun kembali dengan terbebani oleh barang yang dibawanya, namun ia tidak mendapati tempat lagi di kapal sehingga ia tertinggal di pantai hingga mati kelaparan. Sementara sebagian lainnya tidak mendengar panggilan itu sama sekali dan kapal pun berlayar pergi; maka di antara mereka ada yang diterkam binatang buas, ada yang tersesat lalu terlunta-lunta hingga binasa, ada yang mati di lumpur hisap, dan ada pula yang dipatuk ular-ular, sehingga mereka bergelimpangan bagaikan bangkai-bangkai yang membusuk.
وأما من وصل إلى المركب بثقل ما أخذه من الأزهار والأحجار فقد استرقته وشغله الحزن بحفظها والخوف من فوتها وقد ضيقت عليه مكانه فلم يلبث أن ذبلت تلك الأزهار وكمدت تلك الألوان والأحجار فظهر نتن رائحتها فصارت مع كونها مضيقة عليه مؤذية له بنتنها ووحشتها فلم يجد حيلة إلا أن ألقاها في البحر هرباً منها وقد أثر فيه ما أكل منها فلم ينته إلى الوطن إلا بعد أن ظهرت عليه الأسقام بتلك الروائح فبلغ سقيماً مدبراً ومن رجع قريباً ما فاته إلا سعة المحل فتأدى بضيق المكان مدة ولكن لما وصل إلى الوطن استراح ومن رجع أولاً وجد المكان الأوسع ووصل إلى الوطن سالماً فهذا مثال أهل الدنيا في اشتغالهم بحظوظهم العاجلة ونسيانهم موردهم ومصدرهم وغفلتهم عن عاقبة أمورهم وما أقبح من يزعم أنه بصير عاقل أن تغره أحجار الأرض وهي الذهب والفضة وهشيم النبت وهي زينة الدنيا وشيء من ذلك لا يصحبه عند الموت بل يصير كلاً ووبالاً عليه وهو في الحال شاغل له بالحزن والخوف عليه وهذه حال الخلق كلهم إلا من عصمه الله ﷿
Adapun orang yang sampai ke kapal dengan beban berat dari bunga-bunga dan batu-batu yang diambilnya, barang-barang itu telah memperhambakannya; duka cita menyibukkannya untuk menjaganya dan rasa takut menyelimutinya akan kehilangan barang tersebut, serta barang itu menyempitkan tempat duduknya. Tidak lama kemudian, bunga-bunga itu layu, warna batu-batuan itu memudar dan kusam, lalu timbullah bau busuk darinya. Maka barang-barang itu, di samping menyempitkan tempatnya, juga menyakitinya dengan bau busuk dan kegelapannya, sehingga ia tidak menemukan jalan lain kecuali melemparkannya ke laut untuk melarikan diri darinya. Sementara apa yang telah dimakannya dari buah-buahan itu berdampak buruk padanya, sehingga ia tidak sampai ke tanah airnya melainkan setelah tampak padanya penyakit-penyakit akibat bau busuk tersebut, lalu ia sampai dalam keadaan sakit dan sengsara. Adapun orang yang kembali belakangan (kelompok kedua), ia hanya kehilangan kelapangan tempat sehingga ia terganggu oleh kesempitan tempat beberapa saat, tetapi ketika sampai di tanah air ia merasa tenang dan istirahat. Sedangkan orang yang kembali pertama kali, ia mendapatkan tempat yang paling lapang dan sampai ke tanah air dengan selamat. Maka inilah perumpamaan ahli dunia dalam kesibukan mereka dengan bagian-bagian yang bernikmat sesaat (duniawi), kelalaian mereka dari tempat kembali dan asal muasal mereka, serta kelengahan mereka terhadap kesudahan urusan mereka. Betapa buruknya orang yang mengaku berakal dan berpengetahuan bila ia tertipu oleh batu-batu bumi—yaitu emas dan perak—serta pepohonan yang rapuh—yaitu perhiasan dunia—padahal tidak ada satupun darinya yang akan menyertainya ketika mati, bahkan menjadi beban berat dan kesengsaraan baginya, dan saat ini menyibukkannya dengan kesedihan dan ketakutan atasnya. Dan inilah keadaan seluruh makhluk kecuali orang yang dipelihara oleh Allah 'Azza wa Jalla.
مثال آخر لاغتزار الخلق بالدنيا وضعف إيمانهم قال الحسن ﵀ بلغني أن رسول الله ﷺ قال لأصحابه إنما مثلي ومثلكم ومثل الدنيا كمثل قوم سلكوا مفازة غبراء حتى إذا لم يدروا ما سلكوا منها أكثر أو ما بقي أنفدوا الزاد وخسروا الظهر وبقوا بين ظهراني المفازة ولا زاد ولا حمولة فأيقنوا بالهلكة فبينما هم كذلك إذ خرج عليهم رجل في حلة تقطر رأسه فقالوا هذا قريب عهد بريف وما جاءكم هذا إلا من قريب فلما انتهى إليهم قال يا هؤلاء فقالوا يا هذا فقال علام أنتم فقالوا على ما ترى فقال أرأيتم إن هديتكم إلى ماء رواء ورياض خضر ما تعملون قالوا لا نعصيك شيئاً قال عهودكم ومواثيقكم بالله فأعطوه عهودهم ومواثيقهم بالله لا يعصونه شيئاً قال فأوردهم ماء رواء ورياضاً خضراً فمكث فيهم ما شاء الله ثم قال يا هؤلاء قالوا يا هذا قال الرحيل قالوا إلى أين قال إلى ماء ليس كمائكم وإلى رياض ليست كرياضكم فقال أكثرهم والله ما وجدنا هذا حتى ظننا أنا لن نجده وما نصنع بعيش خير من هذا وقالت طائفة وهم أقلهم ألم تعطوا هذا الرجل عهودكم ومواثيقكم بالله أن لا تعصوه شيئاً وقد صدقكم في أول حديثه فوالله ليصدقنكم في آخره فراح فيمن اتبعه وتخلف بقيتهم فبدرهم عدو فأصبحوا بين أسير وقتيل
Permisalan lain tentang tertipunya makhluk oleh dunia dan lemahnya iman mereka. Al-Hasan ra. berkata: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya: 'Sesungguhnya perumpamaanku, perumpamaan kalian, dan perumpamaan dunia adalah seperti sekelompok orang yang menempuh padang pasir yang berdebu; hingga ketika mereka tidak tahu apakah jarak yang telah mereka tempuh lebih banyak ataukah sisanya, mereka pun kehabisan bekal, kehilangan hewan tunggangan, dan berada di tengah-tengah padang pasir tanpa bekal dan tanpa tunggangan, sehingga mereka yakin akan binasa. Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba muncul seorang laki-laki mengenakan pakaian indah dengan kepala yang meneteskan air (sehabis bersuci/mandi). Mereka berkata: 'Orang ini pasti baru saja dari daerah yang subur dan hijau, dan tidaklah ia datang kepada kalian melainkan dari tempat yang dekat.' Ketika ia sampai kepada mereka, ia berkata: 'Wahai kalian!' Mereka menjawab: 'Wahai hamba Allah!' Ia bertanya: 'Dalam keadaan apakah kalian ini?' Mereka menjawab: 'Seperti yang engkau lihat.' Ia berkata: 'Bagaimana pendapat kalian jika aku tunjukkan kalian ke air yang segar dan taman-taman yang hijau, apa yang akan kalian lakukan?' Mereka menjawab: 'Kami tidak akan mendurhakaimu sedikit pun.' Ia berkata: 'Berikan janji dan ikrar kalian demi Allah!' Maka mereka memberikan janji dan ikrar mereka demi Allah bahwa mereka tidak akan mendurhakainya sedikit pun. Beliau bersabda: Lalu orang itu membimbing mereka ke air yang segar dan taman-taman yang hijau, lalu ia tinggal bersama mereka selama yang dikehendaki Allah. Kemudian ia berkata: 'Wahai kalian!' Mereka menjawab: 'Wahai hamba Allah!' Ia berkata: 'Mari berangkat!' Mereka bertanya: 'Ke mana?' Ia menjawab: 'Ke air yang tidak seperti air kalian ini, dan ke taman-taman yang tidak seperti taman kalian ini.' Maka mayoritas dari mereka berkata: 'Demi Allah, kita tidak menemukan ini hingga kita mengira tidak akan mendapatkannya, lalu apa yang akan kita perbuat dengan kehidupan yang lebih baik dari ini?' Sedangkan sekelompok kecil dari mereka berkata: 'Bukankah kalian telah memberikan janji dan ikrar demi Allah kepada orang ini untuk tidak mendurhakainya sedikit pun? Dan sungguh ia telah jujur kepada kalian di awal perkataannya, maka demi Allah ia pasti jujur kepada kalian di akhirnya.' Maka orang itu berangkat bersama orang-orang yang mengikutinya, sedangkan sisanya tertinggal; lalu musuh mendatangi mereka secara tiba-tiba sehingga pada pagi harinya mereka menjadi tawanan atau terbunuh.'
ومثال آخر لتنعم الناس بالدنيا ثم تفجعهم على فراقها اعلم أن مثل الناس فيما أعطوا من الدنيا مثل رجل هيأ داراً وزينها وهو يدعو إلى داره على الترتيب قوماً واحداً بعد واحد فدخل واحد داره فقدم إليه طبق ذهب عليه بخور ورياحين ليشمه ويتركه لمن يلحقه لا ليتملكه ويأخذه فجهل رسمه وظن أنه قد وهب ذلك فتعلق به قلبه لما ظن أنه له فلما استرجع منه ضجر وتفجع ومن كان عالماً برسمه انتفع به وشكره ورده بطيب قلب
Dan permisalan lain tentang bersenang-senangnya manusia dengan dunia lalu menderitanya mereka saat berpisah darinya. Ketahuilah bahwa perumpamaan manusia dalam apa yang diberikan kepada mereka dari dunia adalah seperti seorang laki-laki yang menyiapkan sebuah rumah dan menghiasinya, lalu ia mengundang kaum ke rumahnya secara berurutan satu demi satu. Seseorang masuk ke rumahnya, lalu disajikan kepadanya nampan emas yang berisi wewangian gaharu dan bunga-bunga harum untuk diciumnya lalu ditinggalkannya bagi orang yang menyusulnya, bukan untuk dimiliki dan diambilnya. Namun ia tidak tahu ketentuannya dan mengira bahwa barang itu telah dihibahkan kepadanya, sehingga hatinya terikat kepadanya karena persangkaannya bahwa itu miliknya. Ketika barang itu diminta kembali darinya, ia pun jengkel dan menderita. Sedangkan orang yang mengetahui ketentuannya, ia memanfaatkannya, bersyukur atasnya, dan mengembalikannya dengan kerelaan hati
وانشراح صدر وكذلك من عرف سنة الله في الدنيا علم أنها دار ضيافة سبلت على المجتازين لا على المقيمين ليتزودوا منها وينتفعوا بما فيها كما ينتفع المسافرون بالعواري ولا يصرفون إليها كل قلوبهم حتى تعظم مصيبتهم عند فراقها
dan kelapangan dada. Demikian pula orang yang mengenali ketetapan (sunnatullah) Allah pada dunia, ia akan mengetahui bahwa dunia adalah rumah persinggahan (tempat jamuan) yang diperuntukkan bagi orang-orang yang lewat (musafir), bukan bagi orang yang menetap, agar mereka mengambil bekal darinya dan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya sebagaimana para musafir memanfaatkan barang pinjaman, dan tidak memalingkan seluruh hati mereka kepadanya sehingga musibah mereka menjadi besar ketika berpisah darinya.
فهذه أمثلة الدنيا وآفاتها وغوائلها نسأل الله تعالى اللطيف الخبير حسن العون بكرمه وحلمه
Maka inilah perumpamaan-perumpamaan dunia, bahaya-bahayanya, dan bencana-bencananya. Kita memohon kepada Allah Ta'ala Yang Mahalembut lagi Mahamengehatui akan indahnya pertolongan dengan kemurahan dan kelembutan-Nya.
بيان حقيقة الدنيا وماهيتها في حق العبد
Penjelasan Hakikat Dunia dan Esensinya bagi Seorang Hamba
اعْلَمْ أَنَّ مَعْرِفَةَ ذَمِّ الدُّنْيَا لَا تَكْفِيكَ مَا لَمْ تَعْرِفِ الدُّنْيَا الْمَذْمُومَةَ مَا هِيَ وَمَا الَّذِي يَنْبَغِي أَنْ يُجْتَنَبَ مِنْهَا وَمَا الَّذِي لَا يُجْتَنَبُ فَلَا بُدَّ وَأَنْ نُبَيِّنَ الدُّنْيَا الْمَذْمُومَةَ الْمَأْمُورَ بِاجْتِنَابِهَا لِكَوْنِهَا عَدُوَّةً قَاطِعَةً لِطَرِيقِ اللَّهِ مَا هِيَ فَنَقُولُ دُنْيَاكَ وَآخِرَتُكَ عِبَارَةٌ عَنْ حَالَتَيْنِ مِنْ أَحْوَالِ قَلْبِكَ فَالْقَرِيبُ الداني منها يُسَمَّى دُنْيَا وَهُوَ كُلُّ مَا قَبْلَ الْمَوْتِ وَالْمُتَرَاخِي الْمُتَأَخِّرُ يُسَمَّى آخِرَةً وَهُوَ مَا بَعْدَ الْمَوْتِ فَكُلُّ مَا لَكَ فِيهِ حَظٌّ وَنَصِيبٌ وَغَرَضٌ وَشَهْوَةٌ وَلَذَّةٌ عَاجِلُ الْحَالِ قَبْلَ الْوَفَاةِ فَهِيَ الدُّنْيَا فِي حَقِّكَ إِلَّا أَنَّ جَمِيعَ مالك إِلَيْهِ مَيْلٌ وَفِيهِ نَصِيبٌ وَحَظٌّ فَلَيْسَ بِمَذْمُومٍ بَلْ هُوَ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ
Ketahuilah bahwa sekadar mengetahui celaan terhadap dunia tidaklah cukup bagimu, selama engkau belum mengetahui apa sebenarnya dunia yang dicela itu, mana yang harus dijauhi darinya dan mana yang tidak harus dijauhi. Karena itu, wajib bagi kita untuk menjelaskan apa itu dunia yang dicela dan diperintahkan untuk dijauhi, yang merupakan musuh dan penghalang jalan menuju Allah. Maka kami katakan: Dunia dan akhiratmu pada hakikatnya adalah ungkapan dari dua keadaan dari kondisi-kondisi hatimu. Yang dekat dan segera di antaranya dinamakan dunia, yaitu segala sesuatu sebelum kematian. Dan yang lambat serta di kemudian hari dinamakan akhirat, yaitu segala sesuatu setelah kematian. Maka segala hal yang padanya engkau memiliki bagian, tujuan, syahwat, dan kelezatan seketika sebelum wafat, itulah dunia bagimu. Hanya saja, tidak semua hal yang cenderung engkau sukai dan padanya engkau memiliki bagian itu tercela, melainkan terbagi menjadi tiga bagian.
الْقِسْمُ الْأَوَّلُ مَا يصحبك في الآخرة وتبقى معك ثمرته بعد الموت وهو شيئان العلم والعمل فقط وأعني بالعلم العلم بالله وصفاته وأفعاله وملائكته وكتبه ورسله وملكوت أرضه وسمائه والعلم بشريعة نبيه وأعني بالعمل العبادة الخالصة لوجه الله تعالى وقد يأنس العالم بالعلم حتى يصير ذلك ألذ الأشياء عنده فيهجر النوم والمطعم والمنكح في لذته لأنه أشهى عنده من جميع ذلك فقد صار حظاً عاجلاً في الدنيا
Bagian pertama: Sesuatu yang menyertaimu di akhirat dan buahnya tetap bersamamu setelah kematian. Hal itu hanya ada dua: ilmu dan amal. Yang aku maksud dengan ilmu adalah makrifat tentang Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, serta kerajaan bumi dan langit-Nya, serta ilmu tentang syariat Nabi-Nya. Dan yang aku maksud dengan amal adalah ibadah yang ikhlas semata-mata karena Allah Ta'ala. Terkadang seorang alim merasa tenteram dengan ilmu hingga ilmu menjadi hal yang paling lezat baginya, lalu ia meninggalkan tidur, makanan, dan pernikahan demi kelezatan ilmu tersebut, karena ilmu itu lebih ia inginkan daripada semua itu. Maka hal ini telah menjadi kenikmatan seketika di dunia.
ولكنا إذا ذكرنا الدنيا المذمومة لم نعد هذا من الدنيا أصلاً بل قلنا إنه من الآخرة وكذلك العابد قد يأنس بعبادته فيستلذها بحيث لو منع عنها لكان ذلك أعظم العقوبات عليه حتى قال بعضهم ما أخاف من الموت إلا من حيث يحول بيني وبين قيام الليل وكان آخر يقول اللهم ارزقني قوة الصلاة والركوع والسجود في القبر فهذا قد صارت الصلاة عنده من حظوظه العاجلة وكل حظ عاجل فاسم الدنيا ينطلق عليه من حيث الاشتقاق من الدنو ولكنا لسنا نعني بالدنيا المذمومة ذلك وقد قال ﷺ حبب إلي من دنياكم ثلاث النساء والطيب وقرة عيني في الصلاة
Namun jika kami menyebutkan tentang dunia yang dicela, kami tidak memasukkan hal ini ke dalam bagian dunia sama sekali, melainkan kami katakan bahwa ini termasuk bagian dari akhirat. Begitu pula seorang 'abid (ahli ibadah), terkadang ia merasa tenteram dengan ibadahnya dan merasakannya sangat lezat, sekiranya ia dilarang darinya niscaya hal itu menjadi hukuman terbesar baginya. Hingga sebagian dari mereka berkata, 'Aku tidak takut pada kematian melainkan karena ia menghalangi antara aku dan shalat malam.' Yang lain berdoa, 'Ya Allah, berilah aku kekuatan untuk shalat, rukuk, dan sujud di dalam kubur.' Maka shalat bagi orang ini telah menjadi bagian dari kenikmatan segeranya. Dan setiap kenikmatan yang segera, maka nama 'dunia' secara etimologi (dari kata ad-dunuw yang berarti dekat) dapat disematkan padanya, tetapi bukanlah ini yang kami maksud dengan dunia yang dicela. Rasulullah ﷺ telah bersabda: 'Diberikan rasa cinta kepadaku dari dunia kalian tiga hal: wanita, wewangian, dan dijadikan sejuk mataku di dalam shalat.'
فجعل الصلاة من جملة ملاذ الدنيا وكذلك كل ما يدخل في الحس والمشاهدة فهو من عالم الشهادة وهو من الدنيا والتلذذ بتحريك الجوارح بالركوع والسجود إنما يكون في الدنيا فلذلك أضافها إلى الدنيا إلا أنا لسنا في هذا الكتاب نتعرض إلا للدنيا المذمومة فنقول هذه ليست من الدنيا
Maka Beliau menyertakan shalat ke dalam kelompok kelezatan dunia. Begitu pula segala sesuatu yang masuk ke dalam panca indra dan persaksian kasat mata adalah bagian dari alam syahadah (alam kasat mata), dan itu termasuk dunia. Merasakan kelezatan dalam menggerakkan anggota badan saat rukuk dan sujud itu hanya terjadi di dunia. Oleh karena itulah Beliau menyandarkannya kepada dunia. Hanya saja, dalam kitab ini kita tidak membahas kecuali tentang dunia yang dicela, maka kami katakan: Hal ini tidaklah termasuk dari dunia (yang dicela tersebut).
الْقِسْمُ الثَّانِي وَهُوَ الْمُقَابِلُ لَهُ عَلَى الطَّرَفِ الْأَقْصَى كُلُّ مَا فِيهِ حَظٌّ عَاجِلٌ وَلَا ثَمَرَةَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ أَصْلًا كَالتَّلَذُّذِ بِالْمَعَاصِي كلها والتنعم بالمباحاة الزَّائِدَةِ عَلَى قَدْرِ الْحَاجَاتِ وَالضَّرُورَاتِ الدَّاخِلَةِ فِي جملة الرفاهية والرعونات كالتنعم بالقناطير الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ والحرث والغلمان والجواري والخيول والمواشي والقصور والدور ورفيع الثياب ولذائذ الأطعمة فَحَظُّ الْعَبْدِ مِنْ هَذَا كُلِّهِ هِيَ الدُّنْيَا المذمومة وفيما يعد فضولا أوفى محل الحاجة نظر طويل إذ روي عن عمر ﵁ أنه استعمل أبا الدرداء على حمص فاتخذ كنيفاً أنفق عليه درهمين فكتب إليه عمر من عمر بن الخطاب أمير المؤمنين إلى عويمر قد كان لك في بناء فارس والروم ما تكتفي به عن عمران الدنيا حين أراد الله خرابها فإذا أتاك كتابي هذا فقد سيرتك إلى دمشق أنت وأهلك فلم يزل بها حتى مات فهذا رآه فضولاً من الدنيا فتأمل فيه
Bagian kedua: Yaitu kebalikannya pada ujung yang berlawanan, yaitu segala sesuatu yang di dalamnya terdapat kenikmatan seketika dan tidak memiliki buah sama sekali di akhirat, seperti bersenang-senang dengan seluruh bentuk kemaksiatan, serta bermewah-mewah dalam hal-hal yang mubah yang melebihi batas kebutuhan dan kedaruratan, yang masuk dalam kategori kemewahan dan kebebalan; seperti bermewah-mewah dengan harta yang berlimpah dari emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, sawah ladang, pelayan laki-laki dan perempuan, hewan tunggangan, ternak, istana, rumah-rumah, pakaian mewah, dan makanan yang lezat. Maka bagian hamba dari semua ini adalah dunia yang dicela. Dan dalam menetapkan apa yang dianggap berlebihan (fadhul) atau berada pada batas kebutuhan terdapat perenungan yang mendalam. Diriwayatkan dari Umar ﵁ bahwa ia mengangkat Abu ad-Darda' sebagai wali di Hims, lalu Abu ad-Darda' membuat tempat buang hajat (kakus) dengan menghabiskan biaya dua dirham. Maka Umar menulis surat kepadanya: 'Dari Umar bin al-Khattab Amirul Mukminin kepada Uwaimir: Bukankah bangunan-bangunan Persia dan Romawi sudah cukup bagimu sehingga engkau tidak perlu meramaikan dunia di saat Allah menghendaki kehancurannya? Jika suratku ini sampai kepadamu, sungguh aku telah memindahkanmu ke Damaskus bersama keluargamu.' Maka Abu ad-Darda' menetap di sana hingga wafat. Umar menilai hal ini sebagai tindakan berlebih-lebihan dari dunia, maka renungkanlah hal ini.
الْقِسْمُ الثَّالِثُ وَهُوَ مُتَوَسِّطٌ بَيْنَ الطَّرَفَيْنِ كُلُّ حظ في العاجل معين على أعمال الآخرة كقدر القوت من الطعام والقميص الواحد الخشن وكل ما لا بد منه لبتأتي للإنسان البقاء والصحة التي بها يتوصل إِلَى الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ وَهَذَا لَيْسَ مِنَ الدُّنْيَا كالقسم الأول لأنه معين على القسم الْأَوَّلِ وَوَسِيلَةٌ إِلَيْهِ فَمَهْمَا تَنَاوَلَهُ الْعَبْدُ عَلَى قَصْدِ الِاسْتِعَانَةِ بِهِ عَلَى الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ لَمْ يَكُنْ بِهِ مُتَنَاوِلًا لِلدُّنْيَا وَلَمْ يَصِرْ بِهِ من أبناء الدنيا وإن كان باعثه الحظ العاجل دون الاستعانة على التقوى التحق بالقسم الثاني وصار من جملة الدنيا ولا يبقى مع العبد عند الموت إلا ثلاث صفات صفاء القلب أعني طهارته من الأدناس وأنسه بذكر الله تعالى وحبه لله ﷿
Bagian ketiga: Yaitu pertengahan di antara kedua ujung tersebut, yaitu setiap kenikmatan seketika yang membantu bagi amal-amal akhirat, seperti makanan sekadar penopang hidup (qut), sehelai baju yang kasar, dan segala hal yang pasti diperlukan agar manusia memperoleh kelangsungan hidup dan kesehatan yang dengannya ia sampai pada ilmu dan amal. Bagian ini tidak termasuk dunia, sebagaimana halnya bagian pertama, karena ia membantu bagian pertama dan menjadi perantara kepadanya. Maka kapan pun hamba mengambilnya dengan maksud memohon pertolongan dengannya untuk ilmu dan amal, niscaya ia tidak dianggap mengambil dunia dan tidak menjadi bagian dari 'anak-anak dunia'. Namun jika dorongannya adalah kenikmatan seketika semata tanpa niat memohon bantuan untuk ketakwaan, maka ia bergabung ke dalam bagian kedua dan menjadi bagian dari dunia. Dan tidak ada yang tersisa bersama hamba ketika mati kecuali tiga sifat: kesucian hati—yakni bersihnya hati dari kotoran—keintiman (uns) dengan zikir kepada Allah Ta'ala, dan cinta (mahabbah) kepada Allah ﷿.
وصفاء القلب وطهارته لا يحصلان إلا بالكف عن شهوات الدنيا والأنس لا يحصل إلا بكثرة ذكر الله تعالى والمواظبة عليه والحب لا يحصل إلا بالمعرفة ولا تحصل معرفة الله إلا بدوام الفكر وهذه الصفات الثلاث هي المنجيات المسعدات بعد الموت
Kesucian hati dan kebersihannya tidak akan diperoleh melainkan dengan menahan diri dari syahwat-syahwat dunia. Keintiman (uns) tidak akan diperoleh melainkan dengan banyak berzikir kepada Allah Ta'ala serta membiasakannya secara terus-menerus. Dan cinta (mahabbah) tidak akan diperoleh melainkan dengan makrifat (pengenalan), sedangkan makrifat kepada Allah tidak akan diperoleh melainkan dengan membiasakan tafakur (perenungan). Ketiga sifat inilah yang menyelamatkan dan membahagiakan setelah kematian.
أما طهارة القلب عن شهوات الدنيا فهي من المنجيات إذ تكون جنة بن العبد وبين عذاب الله كما ورد في الأخبار إن أعمال العبد تناضل عنه فإذا جاء العذاب من قبل رجليه جاء قيام الليل يدفع عنه وإذا جاء من جهة يديه جاءت الصدقة تدفع عنه الحديث
Adapun kesucian hati dari syahwat-syahwat dunia, ia termasuk hal-hal yang menyelamatkan (al-munjiyat), karena ia menjadi perisai antara hamba dan azab Allah, sebagaimana terdapat dalam riwayat-riwayat: 'Sesungguhnya amal-amal hamba saling mempertahankan dirinya; apabila azab datang dari arah kedua kakinya, maka shalat malam datang membelanya; dan apabila datang dari arah kedua tangannya, maka sedekah datang membelanya…' al-hadits.
وأما الأنس والحب فهما من المسعدات وهما موصلان العبد إلى لذة اللقاء والمشاهدة وهذه السعادة تتعجل عقيب الموت إلى أن يدخل أوان الرؤية في الجنة فيصير القبر روضة من رياض الجنة وكيف لا يكون القبر عليه روضة من رياض الجنة ولم يكن له إلا محبوب واحد وكانت العوائق تعوقه عن دوام الأنس بدوام ذكره ومطالعة جماله فارتفعت العوائق وأفلت من السجن وخلي بينه وبين محبوبه فقدم عليه مسروراً سليماً من الموانع آمناً من العوائق وكيف لا يكون محب الدنيا عند الموت معذباً ولم يكن له محبوب إلا الدنيا وقد غصب منه وحيل بينه وبينه وسدت عليه طرق الحيلة في الرجوع إليه ولذلك قيل
Adapun keintiman (uns) dan cinta (mahabbah), keduanya termasuk hal-hal yang membahagiakan (al-mus'idat), dan keduanya menyampaikannya kepada kelezatan perjumpaan (liqa') dan persaksian (musyahadah). Kebahagiaan ini disegerakan sesudah kematian hingga tiba saatnya melihat Allah (ru'yah) di surga, sehingga kubur menjadi salah satu taman dari taman-taman surga. Bagaimana mungkin kubur tidak menjadi taman dari taman-taman surga baginya, padahal ia tidak memiliki kekasih melainkan hanya Satu, sedangkan dahulunya berbagai penghalang menghalanginya dari keabadian keintiman dengan terus-menerus mengingat-Nya dan memandang keindahan-Nya? Maka kini terangkatlah penghalang-penghalang itu, ia terlepas dari penjara (dunia), dan dibiarkan menyatu dengan Kekasihnya, sehingga ia menghadap-Nya dengan penuh sukacita, selamat dari berbagai rintangan, dan aman dari segala penghalang. Dan bagaimana mungkin pecinta dunia tidak diazab saat kematiannya, padahal ia tidak memiliki kekasih selain dunia, sementara dunia itu telah dirampas darinya, dihalangi antara dirinya dan dunia, serta ditutup rapat baginya segala tipu daya untuk kembali kepadanya? Oleh karena itu dikatakan:
ما حال من كان له واحد … غيب عنه ذلك الواحد
Betapa malangnya keadaan orang yang hanya memiliki satu kekasih… namun Kekasih yang satu itu digaibkan darinya.
وليس الموت عدماً إنما هو فراق لمحاب الدنيا وقدوم على الله تعالى فإذا سالك طريق الآخرة هو المواظب على أسباب هذه الصفات الثلاث وهي الذكر والفكر والعمل الذي يفطمه عن شهوات الدنيا ويبغض إليه ملاذها ويقطعه عنها وكل ذلك لا يمكن إلا بصحة البدن وصحة البدن لا تنال إلا بقوت وملبس ومسكن ويحتاج كل واحد إلى أسباب فالقدر الذي لا بد منه من هذه الثلاثة إذا أخذه العبد من الدنيا للآخرة لم يكن مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا وَكَانَتِ الدُّنْيَا فِي حَقِّهِ مزرعة للآخرة وإن أخذ ذلك لحظ النفس وعلى قصد التنعم صار من أبناء الدنيا والراغبين في حظوظها إلا أن الرغبة في حظوظ الدنيا تنقسم إلى ما يعرض صاحبه لعذاب الآخرة ويسمى ذلك حراماً وإلى ما يحول بينه وبين الدرجات العلا ويعرضه لطول الحساب ويسمى ذلك حلالاً والبصير يعلم أن طول الموقف في عرصات القيامة لأجل المحاسبة أيضاً عذاب فمن نوقش الحساب عذب
Kematian bukanlah ketiadaan mutlak, melainkan perpisahan dengan kekasih-kekasih duniawi dan menghadap kepada Allah Ta'ala. Maka salik (penempuh jalan akhirat) adalah orang yang melazimi sebab-sebab dari ketiga sifat ini, yaitu zikir, pikir (tafakur), dan amal yang menyapihnya dari syahwat dunia, membuat kenikmatannya dibenci olehnya, serta memutuskannya dari dunia. Dan semua itu tidak mungkin terlaksana kecuali dengan kesehatan badan, sedangkan kesehatan badan tidak diperoleh melainkan dengan makanan (qut), pakaian, dan tempat tinggal, di mana masing-masing membutuhkan sebab-sebab penunjang. Maka kadar yang harus ada dari ketiga hal ini, apabila diambil oleh seorang hamba dari dunia untuk kepentingan akhirat, niscaya ia tidak termasuk dari golongan pencinta dunia, dan dunia baginya menjadi ladang bercocok tanam (mazra'ah) untuk akhirat. Namun jika ia mengambilnya untuk memperturutkan hawa nafsu dan bersenang-senang, maka ia menjadi bagian dari pencinta dunia dan orang-orang yang menginginkan bagian-bagiannya. Hanya saja, keinginan pada bagian dunia terbagi menjadi: apa yang menyebabkannya mendapat azab akhirat dan itu dinamakan haram; serta apa yang menghalanginya dari derajat-derajat yang tinggi dan menyebabkannya menjalani hisab yang panjang, dan itu dinamakan halal. Orang yang memiliki mata hati (bashirah) mengetahui bahwa berdirinya seseorang dalam waktu yang lama di padang Mahsyar untuk dihisab juga merupakan suatu azab, karena barang siapa yang dihisab secara rinci, niscaya ia diazab.
إذ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ حلالها حساب وحرامها عذاب
Sebab Rasulullah ﷺ bersabda: 'Halalnya adalah hisab (perhitungan) dan haramnya adalah azab (siksaan).'
وقد قال أيضاً حلالها عذاب إلا أنه عذاب أخف من عذاب الحرام
Beliau juga bersabda: 'Halalnya adalah azab, hanya saja ia merupakan azab yang lebih ringan daripada azab yang haram.'
بل لو لم يكن الحساب لكان ما يفوت من الدرجات العلا في الجنة وما يرد على القلب من التحسر على تفوتها لحظوظ حقيرة خسيسة لا بقاء لها هو أيضاً عذاب وقس به حالك في الدنيا إذا نظرت إلى أقرانك وقد سبقوك بسعادات دنيوية كيف يتقطع قلبك عليها حسرات مع علمك بأنها سعادات منصرمة لا بقاء لها منغصة بكدورات لا صفاء لها فما حالك في فوات سعادة لا يحيط الوصف بعظمتها وتنقطع الدهور دون غايتها فكل من تنعم في الدنيا ولو بسماع صوت من طائر أو بالنظر إلى خضرة أو شربة ماء بارد فإنه ينقص من حظه في الآخرة أضعافه وهو المعنى بقوله ﷺ لعمر ﵁ هذا من النعيم الذي تسئل عنه
Bahkan, sekiranya tidak ada hisab pun, terlepasnya derajat-derajat yang tinggi di surga dan munculnya penyesalan yang melanda hati akibat terlewatnya derajat tersebut hanya demi bagian-bagian yang hina, rendah, serta tidak kekal, itu pun sudah merupakan azab. Qiyaskanlah hal itu dengan keadaanmu di dunia; ketika engkau melihat teman-teman sebayamu telah mendahuluimu dengan kebahagiaan duniawi, betapa hatimu hancur berkerat-kerat dalam penyesalan, padahal engkau tahu bahwa kebahagiaan itu akan sirna, tidak abadi, dan terkeruhkan oleh kotoran tanpa kejernihan! Maka bagaimanakah keadaanmu atas luputnya kebahagiaan yang keagungannya tidak dapat dilukiskan dan tidak akan pernah berakhir sepanjang zaman? Maka setiap orang yang bermewah-mewah di dunia, walau hanya dengan mendengarkan suara burung, melihat dedaunan hijau, atau mereguk tegukan air dingin, sesungguhnya hal itu mengurangi bagian kenikmatannya di akhirat berlipat-lipat ganda. Dan itulah makna yang dimaksud dari sabda Nabi ﷺ kepada Umar ﵁: 'Ini termasuk kenikmatan yang engkau akan ditanya mengenainya.'
أشار به إلى الماء البارد والتعرض لجواب السؤال فيه ذل وخوف وخطر ومشقة وانتظار وكل ذلك من نقصان الحظ ولذلك قال عمر ﵁ اعزلوا عني حسابها حين كان به عطش فعرض عليه ماء بارد بعسل فأداره في كفه ثم امتنع عن شربه فالدنيا قليلها وكثيرها حرامها وحلالها ملعونة إلا ما أعان على تقوى الله فإن ذلك القدر ليس من الدنيا وكل من كانت معرفته أقوى وأتقن كان حذره من نعيم الدنيا أشد حتى أن عيسى ﵇ وضع رأسه على حجر لما نام ثم رماه إذ تمثل له إبليس وقال رغبت في الدنيا وحتى أَنَّ سُلَيْمَانَ ﵇ فِي مُلْكِهِ كَانَ يطعم الناس لذائذ الأطعمة وهو يأكل خبز الشعير فجعل الملك على نفسه بهذا الطريق امتهاناً وشدة فإن الصبر على لذائذ الأطعمة مع القدرة عليها ووجودها أشد ولهذا روي أن الله تعالى زوى الدنيا عن نبينا ﷺ فكان يطوي أياماً
Beliau mengisyaratkan hal tersebut pada air dingin. Menghadapi pertanggungjawaban di dalamnya mengandung kehinaan, rasa takut, bahaya, kesulitan, dan penantian, dan semua itu merupakan bagian dari berkurangnya kenikmatan akhirat. Oleh karena itu, Umar ﵁ berkata: 'Jauhkanlah dariku hisabnya,' ketika beliau merasakan haus lalu disuguhkan air dingin bercampur madu. Beliau memutar-mutarnya di telapak tangannya kemudian enggan meminumnya. Maka dunia itu, baik sedikit maupun banyaknya, haram maupun halalnya, terlaknat kecuali apa yang membantu untuk bertakwa kepada Allah, sebab kadar tersebut bukanlah bagian dari dunia. Dan setiap orang yang makrifatnya semakin kuat dan kokoh, niscaya kewaspadaannya terhadap kenikmatan dunia menjadi lebih masif, hingga Nabi Isa ﵇ pernah meletakkan kepalanya di atas batu ketika tidur, lalu melemparkannya ketika Iblis menampakkan diri kepadanya seraya berkata: 'Engkau telah menyukai dunia.' Hingga Nabi Sulaiman ﵇ di tengah kerajaannya biasa memberi makan manusia dengan makanan-makanan lezat, sedangkan beliau sendiri memakan roti gandum kasar; beliau menjadikan kerajaan itu atas dirinya dengan jalan ini sebagai penundukan diri dan kesukaran, sebab bersabar dari makanan lezat saat mampu dan memilikinya adalah hal yang lebih berat. Oleh sebab itu diriwayatkan bahwa Allah Ta'ala melipat dunia dari Nabi kita ﷺ, sehingga Beliau sering berpuasa berturut-turut tanpa berbuka selama beberapa hari.
وكان يشد الحجر على بطنه من الجوع
Dan Beliau mengikatkan batu pada perutnya karena menahan lapar.
ولهذا سلط الله البلاء والمحن على الأنبياء والأولياء ثم الأمثل فالأمثل كل ذلك نظراً لهم وامتناناً عليهم ليتوفر من الآخرة حظهم كما يمنع الوالد الشفيق ولده لذة الفواكه ويلزم ألم الفصد والحجامة شفقة عليه وحباً له لا بخلاً عليه وقد عرفت بهذا أن كل مَا لَيْسَ لِلَّهِ فَهُوَ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا هو لله فذلك ليس من الدنيا
Oleh karena inilah Allah menimpakan ujian dan cobaan kepada para nabi dan para wali, kemudian orang yang serupa lalu yang serupa dengan mereka, semua itu sebagai perhatian dan karunia kepada mereka agar bagian akhirat mereka berlimpah ruah; sebagaimana seorang ayah yang penuh kasih sayang melarang anaknya menikmati kelezatan buah-buahan dan mewajibkan kepedihan perlakuan bekam atau pengeluaran darah karena rasa kasih dan cinta kepadanya, bukan karena kikir kepadanya. Dengan ini engkau telah mengetahui bahwa segala sesuatu yang bukan untuk Allah maka itu bagian dari dunia, dan apa yang untuk Allah maka itu bukanlah bagian dari dunia.
فإن قلت فما الذي هو لله فأقول الأشياء ثلاثة أقسام منها مالا يتصور أن يكون لله وهو الذي يعبر عنه بالمعاصي والمحظورات وأنواع التنعمات في المباحات وهي الدنيا المحضة المذمومة فهي الدنيا صورة ومعنى ومنها ما صورته لله ويمكن أن يجعل لغير الله وهو ثلاثة الفكر والذكر والكف عن الشهوات فإن هذه الثلاثة إذا جرت سراً ولم يكن عليها باعث سوى أمر الله واليوم الآخر فهي لله وليست من الدنيا وإن كان الغرض من الفكر طلب العلم للتشرف به وطلب القبول بين الخلق بإظهار المعرفة أو كان الغرض من ترك الشهوة حفظ المال أو الحمية لصحة البدن والاشتهار بالزهد فقد صار هذا من الدنيا بالمعنى وإن كان يظن بصورته أنه لله تعالى ومنها ما صورته لحظ النفس ويمكن أن يكون معناه لله وذلك كالأكل والنكاح وكل ما يرتبط به بقاؤه وبقاء ولده فإن كان القصد حظ النفس فهو من الدنيا وإن كان القصد الاستعانة به على التقوى فهو لله بمعناه وإن كانت صورته صورة الدنيا قال ﷺ من طلب الدنيا حلالاً مكاثراً مفاخراً لقي الله وهو عليه غضبان ومن طلبها استعفافاً عن المسألة وصيانة لنفسه جاء يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر
Jika engkau bertanya: 'Lantas, apa yang dikategorikan untuk Allah?' Maka aku katakan: Segala sesuatu terbagi menjadi tiga bagian. Di antaranya ada yang tidak mungkin dibayangkan diperuntukkan bagi Allah, yaitu yang diungkapan dengan kemaksiatan, hal-hal yang dilarang, dan berbagai bentuk kebersenang-senangan dalam hal mubah; inilah dunia murni yang dicela, ia adalah dunia secara bentuk maupun makna. Di antaranya ada yang bentuk lahiriahnya diperuntukkan bagi Allah, tetapi bisa saja dijadikan untuk selain Allah, yaitu tiga hal: pikir (tafakur), zikir, dan menahan diri dari syahwat. Ketiga hal ini apabila dilakukan secara rahasia dan tidak ada pendorong padanya selain perintah Allah dan hari akhir, maka ia diperuntukkan bagi Allah dan bukan bagian dari dunia. Namun jika tujuan dari berpikir adalah menuntut ilmu untuk mendapatkan kemuliaan darinya dan mencari penerimaan di antara makhluk dengan menampakkan makrifat, atau tujuan dari meninggalkan syahwat adalah menjaga harta, menjaga kesehatan badan, atau mencari ketenaran sebagai orang zuhud, maka hal ini menjadi bagian dari dunia secara makna, meskipun bentuk lahiriahnya dikira untuk Allah Ta'ala. Dan di antaranya ada yang bentuk lahiriahnya untuk bagian nafsu, namun maknanya bisa diperuntukkan bagi Allah, seperti makan, menikah, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelangsungan hidupnya dan kelangsungan hidup anaknya. Jika tujuannya untuk memenuhi bagian nafsu, maka itu termasuk dunia. Namun jika tujuannya untuk memohon bantuan dengannya atas ketakwaan, maka ia diperuntukkan bagi Allah secara makna, meskipun bentuk lahiriahnya adalah bentuk dunia. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barang siapa mencari dunia secara halal dengan maksud memperbanyak harta dan bermegah-megahan, niscaya ia bertemu Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya. Dan barang siapa mencarinya demi menjaga diri dari meminta-minta serta memelihara kehormatan dirinya, niscaya ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bercahaya seperti bulan pada malam purnama.'
فانظر كيف اختلف ذلك بالقصد فإذاً الدُّنْيَا حَظُّ نَفْسِكَ الْعَاجِلُ الَّذِي لَا حَاجَةَ إِلَيْهِ لِأَمْرِ الْآخِرَةِ وَيُعَبَّرُ عَنْهُ بِالْهَوَى وَإِلَيْهِ الإشارة بقوله تعالى ونهى النفس عن
Maka perhatikanlah bagaimana hal itu dapat berbeda disebabkan oleh niat (maksud)! Dengan demikian, dunia adalah bagian nafsumu seketika yang tidak dibutuhkan untuk urusan akhirat, dan hal itu diungkapkan dengan 'hawa nafsu'. Kepadanya terdapat isyarat dalam firman-Nya Ta'ala: 'Dan menahan diri dari…
الهوى فإن الجنة هي المأوى وَمَجَامِعُ الْهَوَى خَمْسَةُ أُمُورٍ وَهِيَ مَا جَمَعَهُ اللَّهُ تَعَالَى فِي قَوْلِهِ أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأموال والأولاد وَالْأَعْيَانُ الَّتِي تَحْصُلُ مِنْهَا هَذِهِ الْخَمْسَةُ سَبْعَةٌ يَجْمَعُهَا قَوْلُهُ تَعَالَى زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الحياة الدنيا فقد عرفت أن كل ما هو لله فليس من الدنيا وقدر ضرورة القوت وما لا بد منه من مسكن وملبس هو لله إن قصد به وجه الله والاستكثار منه تنعم وهو لغير الله وبين التنعم والضرورة درجة يعبر عنها بالحاجة ولها طرفان وواسطة طرف يقرب من حد الضرورة فلا يضر فإن الاقتصار على حد الضرورة غير ممكن وطرف يزاحم جانب التنعم ويقرب منه وينبغي أن يحذر منه وبينهما وسائط متشابهة ومن حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه
…hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)' (QS. An-Nazi'at: 40-41). Dan muara dari hawa nafsu terhimpun dalam lima hal, yaitu yang dihimpun oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya: 'Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelalaian, perhiasan, bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak' (QS. Al-Hadid: 20). Adapun wujud benda-benda yang menghasilkan kelima hal ini ada tujuh, yang dihimpun oleh firman-Nya Ta'ala: 'Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia' (QS. Ali 'Imran: 14). Maka engkau telah mengetahui bahwa segala sesuatu yang diperuntukkan bagi Allah bukanlah bagian dari dunia. Dan kadar darurat berupa makanan penopang hidup serta apa yang harus ada berupa tempat tinggal dan pakaian adalah diperuntukkan bagi Allah jika dimaksudkan dengannya keridaan Allah. Sedangkan memperbanyaknya adalah bentuk bermewah-mewah dan itu untuk selain Allah. Di antara sikap bermewah-mewah dan kedaruratan terdapat satu derajat yang diungkapkan dengan 'kebutuhan' (hajah), yang memiliki dua ujung dan satu pertengahan: ujung yang mendekati batas darurat maka tidak membahayakan, sebab membatasi diri hanya pada batas darurat adalah hal yang tidak memungkinkan; dan ujung yang berdempetan dengan sisi bermewah-mewah serta mendekatinya, maka seyogianya diwaspadai; dan di antara keduanya terdapat perantara-perantara yang syubhat. Dan barang siapa yang menggembala di sekitar larangan (hima), dikhawatirkan ia akan terjerumus ke dalamnya.
والحزم في الحذر والتقوى والتقرب من حد الضرورة ما أمكن اقتداء بالأنبياء والأولياء ﵈ إذا كانوا يردون أنفسهم إلى حد الضرورة حتى إن أويسا القرنى كان يظن أهله أنه مجنون لشدة تضييقه على نفسه فبنوا له بيتاً على باب دارهم فكان يأتي عليهم السنة والسنتان والثلاث لا يرون له وجهاً وكان يخرج أول الآذان ويأتي إلى منزله بعد العشاء الآخرة وكان طعامه أن يلتقط النوى وكلما أصاب حشفة خبأها لإفطاره وإن لم يصب ما يقوته من الحشف باع النوى واشترى بثمنه ما يقوته وكان لباسه مما يلتقط من المزابل من قطع الأكسية فيغسلها في الفرات ويلفق بعضها إلى بعض ثم يلبسها فكان ذلك لباسه وكان ربما مر الصبيان فيرمونه ويظنون أنه مجنون فيقول لهم يا أخوتاه إن كنتم ولا بد أن ترموني فارموني بأحجار صغار فإني أخاف أن تدموا عقبي فيحضر وقت الصلاة ولا أصيب الماء فهكذا كانت سيرته ولقد عظم رسول الله ﷺ أمره فقال إني لأجد نفس الرحمن من جانب اليمن إشارة إليه ﵀ ولما ولي الخلافة عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال أيها الناس من كان منكم من العراق فليقم قالوا فقاموا فقال اجلسوا إلا من كان من أهل الكوفة فجلسوا فقال اجلسوا إلا من كان من مراد فجلسوا فقال اجلسوا إلا من كان من قرن فجلسوا كلهم إلا رجلاً واحداً فقال له عمر أقرني أنت فقال نعم فقال أتعرف أويس بن عامر القرني فوصفه له فقال نعم وما ذاك تسأل عنه يا أمير المؤمنين والله ما فينا أحمق منه ولا أجن منه ولا أوحش منه ولا أدنى منه فبكى عمر رضي الله تعالى عنه ثم قال ما قلت ما قلت إلا لأني سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يقول يدخل في شفاعته مثل ربيعة ومضر
Keteguhan sikap itu terletak pada kewaspadaan, ketakwaan, dan sedapat mungkin mendekatkan diri pada batas kebutuhan pokok (darurat), demi meneladani para nabi dan wali—semoga keridaan Allah tercurah kepada mereka—sebab mereka senantiasa membatasi diri pada batas kebutuhan pokok semata. Sampai-sampai Uwais al-Qarani dikira gila oleh keluarganya karena begitu ketatnya ia menekan hawanafsunya, sehingga mereka membuatkannya sebuah rumah kecil di dekat pintu rumah mereka. Selama satu, dua, hingga tiga tahun berlalu, mereka tidak pernah melihat wajahnya. Ia keluar pada awal azan dan kembali ke kediamannya setelah shalat Isya. Makanan pokoknya adalah memunguti biji kurma; setiap kali menemukan kurma kering yang terbuang, ia menyimpannya untuk berbuka puasa. Jika ia tidak menemukan kurma kering yang dapat menopang fisiknya, ia menjual biji kurma itu lalu membeli makanan pokok dari harganya. Pakaiannya berasal dari potongan-potongan kain yang dipungut dari tempat pembuangan sampah, lalu ia mencucinya di sungai Eufrat dan menyambung sebagiannya dengan yang lain kemudian mengenakannya; begitulah pakaian beliau. Terkadang anak-anak kecil melewatinya lalu melemparinya dengan batu karena mengira beliau gila. Beliau berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudaraku, jika kalian memang harus melempariku, lemparilah dengan batu-batu kecil, sebab aku khawatir kalian membuat tumitku berdarah sehingga ketika waktu shalat tiba aku tidak menemukan air untuk bersuci." Begitulah perjalanan hidupnya. Rasulullah ﷺ sungguh telah mengagungkan kedudukannya seraya bersabda, "Sesungguhnya aku benar-benar mencium hembusan napas Ar-Rahman dari arah Yaman," sebagai isyarat kepada beliau r.a. Dan ketika Umar bin al-Khattab r.a. memegang tampuk kekhalifahan, ia berkata, "Wahai manusia, barang siapa di antara kalian berasal dari Irak, hendaklah berdiri!" Maka mereka pun berdiri. Umar berkata, "Duduklah kalian, kecuali yang berasal dari penduduk Kufah!" Maka sebagian duduk. Umar berkata lagi, "Duduklah kalian, kecuali yang berasal dari suku Murad!" Maka sebagian duduk. Umar berkata lagi, "Duduklah kalian, kecuali yang berasal dari kabilah Qaran!" Maka semuanya duduk kecuali satu orang laki-laki. Umar bertanya kepadanya, "Apakah engkau orang Qaran?" Ia menjawab, "Ya." Umar bertanya, "Apakah engkau mengenal Uwais bin Amir al-Qarani?" Lalu Umar menggambarkan ciri-cirinya. Orang itu menjawab, "Ya, untuk apa engkau menanyakannya wahai Amirulmukminin? Demi Allah, tidak ada di antara kami orang yang lebih bodoh, lebih gila, lebih menyendiri, dan lebih hina daripada dirinya." Maka Umar r.a. menangis lalu berkata, "Aku tidak menanyakan hal itu melainkan karena aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Akan masuk (surga) melalui syafaatnya sejumlah orang sebanyak kabilah Rabi'ah dan Mudhar.'"
فقال هرم بن حيان لما سمعت هذا القول من عمر بن الخطاب قدمت الكوفة فلم يكن لي هم إلا أن أطلب أويساً القرني وأسأل عنه حتى سقطت عليه جالسا على شاطيء الفرات نصف النهار يتوضأ ويغسل ثوبه فعرفته بالنعت الذي نعت لي فإذا رجل لحيم شديد الأدمة محلوق الرأس كث اللحية متغير جداً كريه الوجه متهيب المنظر قال فسلمت عليه فرد علي السلام ونظر إلي فقلت حياك الله من رجل ومددت يدي لأصافحه فأبى أن يصافحني فقلت رحمك الله يا أويس وغفر لك كيف أنت رحمك الله ثم خنقتني العبرة من حبي إياه ورقتي عليه إذ رأيت من حاله ما رأيت حتى بكيت وبكى فقال وأنت فحياك الله يا هرم بن حيان كيف أنت يا أخي ومن دلك علي قال قلت الله فقال
Haram bin Hayyan berkata: Ketika aku mendengar perkataan dari Umar bin al-Khattab ini, aku mendatangi Kufah dan tidak ada keinginan bagiku selain mencari Uwais al-Qarani dan menanyakannya, hingga akhirnya aku menemukannya sedang duduk di tepi sungai Eufrat pada tengah hari, sedang berwudu dan mencuci pakaiannya. Aku mengenalinya dari ciri-ciri yang telah digambarkan kepadaku. Tampak seorang laki-laki yang berotot, berkulit amat legam, berkepala gundul, berjanggut tebal, perawakannya sangat kusam, bermuka masam, dan tampak menakutkan wujudnya. Haram berkata, "Maka aku mengucapkan salam kepadanya, lalu ia membalas salamku dan memandangku. Aku berkata, 'Semoga Allah memelihara hidupmu, wahai Fulan,' dan aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya, namun ia enggan berjabat tangan denganku. Aku berkata, 'Semoga Allah merahmatimu wahai Uwais, dan mengampunimu. Bagaimana kabarmu, semoga Allah merahmatimu?' Kemudian air mataku menetes karena cintaku kepadanya dan rasa ibaku kepadanya ketika melihat keadaannya sebagaimana yang kulihat, hingga aku menangis dan ia pun ikut menangis. Lalu ia berkata, 'Dan engkau pula, semoga Allah memelihara hidupmu wahai Haram bin Hayyan. Bagaimana kabarmu wahai saudaraku, dan siapa yang menunjukkanmu kepadaku?' Aku menjawab, 'Allah.'"
لا إله إلا الله سبحان الله إن كان وعد ربنا لمفعولا قال فعجبت حين عرفني ولا والله ما رأيته قبل ذلك ولا رآني فقلت من أين عرفت اسمي واسم أبي وما رأيتك قبل اليوم قال نبأني العليم الخبير وعرفت روحي روحك حين كلمت نفسي نفسك إن الأرواح لها أنفس كأنفس الأجساد وإن المؤمنين ليعرف بعضهم بعضاً ويتحابون بروح الله وإن لم يلتقوا يتعارفون ويتكلمون وإن نأت بهم الدار وتفرقت بهم المنازل قال قلت حدثني رحمك الله عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ بحديث أسمعه منك قال إني لم أدرك رسول الله ﷺ ولم تكن لي معه صحبة بأبي وأمي رسول الله ولكن رأيت رجالاً قد صحبوه وبلغني من حديثه كما بلغك ولست أحب أن أفتح على نفسي هذا الباب أن أكون محدثاً أو مفتياً أو قاضياً في نفسي شغل عن الناس يا هرم بن حيان فقلت يا أخي اقرأ علي آية من القرآن أسمعها منك وادع لي بدعوات وأوصني بوصية أحفظها عنك فإني أحبك في الله حباً شديداً قال فقام وأخذ بيدي على شاطيء الفرات ثم قال أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ثم بكى ثم قال قال ربي والحق قول ربي وأصدق الحديث حديثه وأصدق الكلام كلامه ثم قرأ وما خلقنا السموات والأرض وما بينهما لاعبين ما خلقناهما إلا بالحق ولكن أكثرهم لا يعلمون حتى انتهى إلى قوله إنه هو العزيز الرحيم فشهق شهقة ظننت أنه قد غشي عليه ثم قال يا ابن حيان مات أبوك حيان وتوشك أن تموت فإما إلى جنة وإما إلى نار ومات أبوك آدم وماتت أمك حواء ومات نوح ومات إبراهيم خليل الرحمن ومات موسى نجى الرحمن ومات داود خليفة الرحمن ومات محمد ﷺ وهو رسول رب العالمين ومات أبو بكر خليفة المسلمين ومات عمر بن الخطاب أخي وصفي ثم قال يا عمراه يا عمراه قال فقلت رحمك الله إن عمر لم يمت قال فقد نعاه إلي ربي ونعى إلى نفسي ثم قال أنا وأنت في الموت كأنه قد كان ثم صلى على النبي ﷺ ثم دعا بدعوات خفيات ثم قال هذه وصيتي إياك يا هرم بن حيان كتاب الله ونهج الصالحين المؤمنين فقد نعيت إلى نفسي ونفسك عليك بذكر الموت لا يفارق قلبك طرفة عين ما بقيت وأنذر قومك إذا رجعت إليهم وانصح للأمة جميعاً وإياك أن تفارق الجماعة قيد شبر فتفارق دينك وأنت لا تعلم فتدخل النار يوم القيامة ادع لي ولنفسك ثم قال اللهم إن هذا يزعم أنه يحبني فيك وزارني من أجلك فعرفني وجهه في الجنة وأدخله علي في دارك دار السلام واحفظه ما دام في الدنيا حيثما كان وضم عليه ضيعته وأرضه من الدنيا باليسير وما أعطيته من الدنيا فيسره له تيسيراً واجعله لما أعطيته من نعمائك من الشاكرين وأجزه عني خير الجزاء ثم قال أستودعك الله يا هرم بن حيان والسلام عليك ورحمة الله وبركاته لا أراك بعد اليوم رحمك الله تطلبني فإني أكره الشهرة والوحدة أحب إلي أن كثير الهم شديد الغم مع هؤلاء الناس ما دمت حياً فلا تسأل عني ولا تطلبني واعلم أنك مني على بال وإن لم أرك ولم ترني فاذكرني وادع لي فإني سأذكرك وأدعو لك إن شاء الله انطلق أنت ههنا حتى أنطلق أنا ههنا
Uwais berkata, "Tiada Tuhan selain Allah, Mahasuci Allah, sungguh janji Tuhan kami pasti terlaksana." Haram berkata: Aku terheran-heran ketika ia mengenalku, padahal demi Allah aku belum pernah melihatnya sebelum itu dan ia pun tidak pernah melihatku. Aku bertanya, "Dari mana engkau mengetahui namaku dan nama ayahku, padahal aku belum pernah melihatmu sebelum hari ini?" Uwais menjawab, "Diberitahukan kepadaku oleh Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal, dan rohku telah mengenali rohmu ketika jiwaku berbicara dengan jiwamu. Sesungguhnya roh-roh itu memiliki jiwa sebagaimana fisik memiliki jiwa. Dan sesungguhnya orang-orang mukmin itu saling mengenal satu sama lain dan saling mencintai karena roh dari Allah, meskipun mereka belum pernah bertemu; mereka saling mengenali dan saling bertegur sapa meskipun tempat tinggal mereka jauh dan kediaman mereka terpisah." Haram berkata: Aku berkata, "Ceritakanlah kepadaku—semoga Allah merahmatimu—sebuah hadis dari Rasulullah ﷺ yang bisa aku dengar darimu." Uwais menjawab, "Aku tidak sempat menemui Rasulullah ﷺ dan tidak bermulazamah/bersahabat dengan beliau—demi ayah dan ibuku, Rasulullah ﷺ—akan tetapi aku pernah melihat orang-orang yang telah bersahabat dengan beliau, dan telah sampai kepadaku hadis beliau sebagaimana telah sampai kepadamu. Dan aku tidak suka membuka pintu ini bagi diriku, yakni menjadi seorang perawi hadis, pemberi fatwa, atau hakim; sungguh dalam diriku ada kesibukan urusan jiwa yang memalingkan dari manusia, wahai Haram bin Hayyan." Aku berkata, "Wahai saudaraku, bacakanlah untukku satu ayat dari Al-Qur'an agar aku dapat mendengarnya darimu, dan doakanlah aku dengan beberapa doa serta berilah aku wasiat yang dapat kujaga darimu, karena sesungguhnya aku sangat mencintaimu karena Allah." Haram berkata: Lalu Uwais berdiri dan memegang tanganku di tepi sungai Eufrat, kemudian berkata, "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk." Kemudian ia menangis dan berkata, "Tuhanku telah berfirman—dan firman Tuhanku adalah kebenaran, sebaik-baik perkataan adalah perkataan-Nya, dan sebenar-benar ucapan adalah ucapan-Nya—kemudian ia membaca: 'Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq (tujuan yang benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui' hingga ia sampai pada firman-Nya: 'Sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.' Lalu ia menarik napas panjang (teresak) hingga aku mengira ia telah pingsan. Kemudian ia berkata, 'Wahai Ibnu Hayyan, ayahmu Hayyan telah meninggal dunia, dan engkau pun hampir meninggal; entah menuju surga atau menuju neraka. Ayahmu Adam telah meninggal, ibumu Hawa telah meninggal, Nuh telah meninggal, Ibrahim kekasih Ar-Rahman telah meninggal, Musa yang diajak bicara oleh Ar-Rahman telah meninggal, Daud khalifah Ar-Rahman telah meninggal, dan Muhammad ﷺ sang utusan Tuhan semesta alam telah meninggal, Abu Bakar khalifah kaum muslimin telah meninggal, dan Umar bin al-Khattab saudaraku dan sahabat karibku telah meninggal.' Lalu ia berkata, 'Duhai Umar! Duhai Umar!' Aku berkata, 'Semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya Umar belum meninggal.' Uwais menjawab, 'Sungguh, Tuhanku telah memberitahukan kematiannya kepadaku dan menyampaikan berita kematian diriku sendiri.' Kemudian ia berkata, 'Aku dan engkau berada dalam kematian, seolah-olah kematian itu telah terjadi.' Lalu ia bersalawat kepada Nabi ﷺ dan berdoa dengan doa-doa yang tersembunyi (lirih). Kemudian ia berkata, 'Inilah wasiatku kepadamu wahai Haram bin Hayyan: Kitabullah dan jalan orang-orang saleh dari kalangan mukminin, sebab berita kematian diriku dan dirimu telah disampaikan kepadaku. Hendaklah engkau senantiasa mengingat kematian, jangan pernah ia berpisah dari hatimu sekejap mata pun selama engkau masih hidup. Peringatkanlah kaummu jika engkau telah kembali kepada mereka, dan berilah nasihat bagi seluruh umat. Dan waspadalah, jangan sampai engkau memisahkan diri dari jamaah walau sejengkal, sehingga engkau terpisah dari agamamu tanpa engkau sadari lalu engkau masuk ke dalam neraka pada hari kiamat. Doakanlah aku dan dirimu sendiri.' Kemudian ia berdoa, 'Ya Allah, sesungguhnya orang ini mengaku bahwa ia mencintaiku karena-Mu dan mengunjungiku demi Engkau, maka perkenalkanlah wajahnya kepadaku di surga, masukkanlah ia bersamaku di kediaman-Mu, Darus Salam. Peliharalah ia selama di dunia di mana pun ia berada, kumpulkanlah baginya urusannya yang terurai, jadikanlah ia rida terhadap dunia dengan yang sedikit, dan permudahkanlah baginya apa yang Engkau berikan kepadanya dari dunia dengan secukupnya, serta jadikanlah ia termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadanya, dan balaslah ia dariku dengan balasan terbaik.' Kemudian ia berkata, 'Aku titipkan engkau kepada Allah wahai Haram bin Hayyan, dan keselamatan atasmu serta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Engkau tidak akan melihatku lagi setelah hari ini, semoga Allah merahmatimu, janganlah engkau mencariku, karena sesungguhnya aku membenci kepopuleran dan kesendirian lebih kucintai. Aku berada dalam kesedihan yang mendalam dan duka yang berat bersama manusia-manusia ini selama aku masih hidup, maka janganlah engkau menanyakan tentang diriku dan jangan mencariku. Ketahuilah bahwa engkau selalu berada dalam ingatanku meskipun aku tidak melihatmu dan engkau tidak melihatku; maka ingatlah aku dan doakanlah aku, karena aku pun akan mengingatmu dan mendoakanmu insya Allah. Pergilah engkau ke arah sana hingga aku pergi ke arah sini.'"
فحرصت أن أمشي معه ساعة فأبى علي وفارقته فبكى وأبكاني وجعلت أنظر في قفاه حتى دخل بعض السكك ثم سألت عنه بعد ذلك فما وجدت أحداً يخبرني عنه بشيء ﵀ وغفر له
Haram berkata: Maka aku sangat berkeinginan untuk berjalan bersamanya sesaat, namun ia menolakku dan memisahkanku. Ia menangis dan membuatku menangis, lalu aku terus memandangi punggungnya hingga ia masuk ke salah satu lorong. Setelah itu aku menanyakan tentang dirinya, namun aku tidak menemukan seorang pun yang memberi tahu aku sesuatu tentang dirinya. Semoga Allah meridainya dan mengampuninya.
فهكذا كانت سيرة أبناء الآخرة المعرضين عن الدنيا
Demikianlah perjalanan hidup para pencari akhirat (abna'ul-akhirah) yang berpaling dari dunia.
وقد عرفت مما سبق في بيان الدنيا ومن سيرة الأنبياء والأولياء أن حد الدنيا كل ما أظلته الخضراء وأقلته الغبراء إلا ما كان لله ﷿ من ذلك وضد الدنيا الآخرة وهو كل ما أريد به الله تعالى مما يؤخذ بقدر الضرورة من الدنيا لأجل قوة طاعة الله وذلك ليس من الدنيا
Engkau telah mengetahui dari penjelasan sebelumnya mengenai dunia dan dari perjalanan hidup para nabi serta para wali, bahwa batas definisi dunia adalah segala sesuatu yang dinaungi oleh langit dan dipangku oleh bumi, kecuali apa yang ditujukan karena Allah Azza wa Jalla darinya. Dan lawan dari dunia adalah akhirat, yaitu segala sesuatu yang dengannya dimaksudkan untuk Allah Ta'ala dari apa yang diambil sekadar batas kebutuhan pokok (darurat) dari dunia demi melapangkan kekuatan untuk menaati Allah; dan hal tersebut bukanlah bagian dari dunia.
ويتبين هذا بمثال وهو أن الحاج إذا حلف أنه في طريق الحج
Hal ini menjadi jelas melalui sebuah perumpamaan, yaitu bahwa seorang jamaah haji apabila bersumpah bahwa dirinya berada di jalan haji…
لا يشتغل بغير الحج بل يتجرد له ثم اشتغل بحفظ الزاد وعلف الجمل وخرز الرواية وكل ما لا بد للحج منه لم يحنث في يمينه ولم يكن مشغولاً بغير الحج فكذلك البدن مركب النفس تقطع به مسافة العمر فتعهد البدن بما تبقى به قوته على سلوك الطريق بالعلم والعمل هو من الآخرة لا من الدنيا نعم إذا قصد تلذذ البدن وتنعمه بشيء من هذه الأسباب كان منحرفاً عن الآخرة ويخشى على قلبه القسوة قال الطنافسي كنت على باب بني شيبة في المسجد الحرام سبعة أيام طاوياً فسمعت في الليلة الثامنة منادياً وأنا بين اليقظة والنوم ألا من أخذ من الدنيا أكثر مما يحتاج إليه أعمى الله عين قلبه
…tidak akan disibukkan oleh selain haji melainkan memfokuskan diri sepenuhnya untuk haji, lalu kemudian ia disibukkan dengan menjaga bekal, memberi makan unta, menjahit tempat air, dan segala sesuatu yang mutlak diperlukan bagi kelangsungan haji, maka ia tidaklah melanggar sumpahnya dan tidak dianggap disibukkan oleh selain haji. Begitu pula badan, ia adalah tunggangan bagi jiwa yang dengannya ia menempuh jarak umur. Maka memperhatikan kondisi badan dengan hal-hal yang menopang kekuatannya untuk menempuh jalan (menuju Allah) melalui ilmu dan amal adalah bagian dari akhirat, bukan dari dunia. Ya, jika ia bertujuan untuk menikmati kesenangan fisik dan bermewah-mewah dengannya melalui sesuatu dari sebab-sebab ini, maka ia telah menyimpang dari akhirat dan dikhawatirkan hatinya menjadi keras. At-Tanafisi berkata: "Aku pernah berada di pintu Bani Syaibah di Masjidil Haram selama tujuh hari dalam keadaan melapar (tidak makan), lalu pada malam kedelapan aku mendengar suara menyeru antara sadar dan tidur: 'Ketahuilah, barang siapa mengambil dari dunia lebih dari apa yang ia butuhkan, niscaya Allah akan membutakan mata hatinya.'"
فهذا بيان حقيقة الدنيا في حقك فاعلم ذلك ترشد إن شاء الله تعالى
Inilah penjelasan tentang hakikat dunia dalam kaitannya dengan dirimu, maka ketahuilah hal itu, niscaya engkau mendapat petunjuk, insya Allah Ta'ala.
بيان حقيقة الدنيا في نفسها وأشغالها التي استغرقت همم الخلق حتى أنستهم
Penjelasan tentang Hakikat Dunia pada Dirinya Sendiri dan Kesibukan-kesibukannya yang Menyita Kepedulian Makhluk Hingga Membuat Mereka Lupa…
أنفسهم وخالقهم ومصدرهم وموردهم
…akan diri mereka sendiri, Pencipta mereka, tempat asal mereka, dan tempat kembali mereka.
اعْلَمْ أَنَّ الدُّنْيَا عِبَارَةٌ عَنْ أَعْيَانٍ مَوْجُودَةٍ وللإنسان فيها حظ وله في إصلاحها شغل فهذه ثلاثة أمور قد يظن أن الدنيا عبارة عن آحادها وليس كذلك أما الأعيان الموجودة التي الدنيا عِبَارَةٌ عَنْهَا فَهِيَ الْأَرْضُ وَمَا عَلَيْهَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زينة لها لنبلوهم أيهم أحسن عملاً فَالْأَرْضُ فِرَاشٌ لِلْآدَمِيِّينَ وَمِهَادٌ وَمَسْكَنٌ وَمُسْتَقَرٌّ وَمَا عَلَيْهَا لَهُمْ مَلْبَسٌ وَمَطْعَمٌ وَمَشْرَبٌ وَمَنْكَحٌ
Ketahuilah bahwa dunia adalah ungkapan tentang entitas-entitas yang ada (a'yan maujudah), di mana manusia memiliki bagian padanya dan memiliki kesibukan dalam mengelolanya. Ketiganya ini adalah perkara yang terkadang disangka bahwa dunia itu adalah ungkapan dari masing-masing unsurnya secara terpisah, padahal tidak demikian. Adapun entitas-entitas ada yang dengannya dunia diungkapkan adalah bumi dan apa saja yang ada di atasnya. Allah Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS. Al-Kahf: 7). Maka bumi adalah hamparan bagi manusia, tempat tinggal, kediaman, dan tempat menetap; sedangkan apa yang ada di atasnya bagi mereka adalah pakaian, makanan, minuman, dan pasangan (pernikahan).
وَيَجْمَعُ مَا عَلَى الْأَرْضِ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ الْمَعَادِنُ وَالنَّبَاتُ وَالْحَيَوَانُ
Segala sesuatu yang ada di atas bumi terhimpun dalam tiga bagian: barang tambang (mineral), tumbuh-tumbuhan, dan hewan.
أَمَّا النَّبَاتُ فَيَطْلُبُهُ الْآدَمِيُّ لِلِاقْتِيَاتِ وَالتَّدَاوِي وَأَمَّا الْمَعَادِنُ فَيَطْلُبُهَا لِلْآلَاتِ وَالْأَوَانِي كَالنُّحَاسِ وَالرَّصَاصِ وَلِلنَّقْدِ كَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلِغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْمَقَاصِدِ وَأَمَّا الْحَيَوَانُ فَيَنْقَسِمُ إِلَى الْإِنْسَانِ وَالْبَهَائِمِ
Adapun tumbuh-tumbuhan, manusia mencarinya untuk bahan makanan pokok dan pengobatan. Adapun barang tambang, ia mencarinya untuk peralatan dan wadah seperti tembaga dan timah, serta untuk alat tukar/mata uang seperti emas dan perak, dan untuk tujuan-tujuan lainnya. Sedangkan hewan, terbagi menjadi manusia dan binatang ternak.
أَمَّا الْبَهَائِمُ فَيَطْلُبُ مِنْهَا لُحُومَهَا لِلْمَآكِلِ وَظُهُورَهَا لِلْمَرْكَبِ والزينة
Adapun binatang ternak, yang dicari darinya adalah dagingnya untuk dimakan, serta punggungnya untuk tunggangan dan perhiasan.
وأما الإنسان فقد يطلب الأدمى أن يملك أبدان الناس ليستخدمهم ويستسخرهم كالغلمان أو ليتمتع بهم كَالْجَوَارِي وَالنِّسْوَانِ وَيَطْلُبُ قُلُوبَ النَّاسِ لِيَمْلِكَهَا بِأَنْ يَغْرِسَ فِيهَا التَّعْظِيمَ وَالْإِكْرَامَ وَهُوَ الَّذِي يُعَبَّرُ عَنْهُ بِالْجَاهِ إِذْ مَعْنَى الْجَاهِ مِلْكُ قُلُوبِ الْآدَمِيِّينَ فَهَذِهِ هِيَ الْأَعْيَانُ الَّتِي يُعَبَّرُ عَنْهَا بِالدُّنْيَا وَقَدْ جَمَعَهَا اللَّهُ تَعَالَى فِي قَوْلِهِ زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَهَذَا مِنَ الْإِنْسِ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَهَذَا مِنَ الْجَوَاهِرِ وَالْمَعَادِنِ وَفِيهِ تَنْبِيهٌ على غيرها من اللآليء وَالْيَوَاقِيتِ وَغَيْرِهَا وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَهِيَ الْبَهَائِمُ والحيوانات وَالْحَرْثِ وَهُوَ النَّبَاتُ وَالزَّرْعُ
Adapun manusia, terkadang seseorang ingin memiliki fisik manusia lain untuk mempekerjakan dan menundukkan mereka seperti hamba sahaya laki-laki, atau untuk bersenang-senang dengan mereka seperti hamba sahaya wanita dan istri-istri. Dan ia menginginkan hati manusia untuk dikuasainya dengan cara menanamkan penghormatan dan pengagungan di dalamnya; itulah yang diungkapkan dengan *kedudukan* (al-jah), karena arti kedudukan adalah menguasai hati sesama manusia. Inilah entitas-entitas yang diungkapkan sebagai dunia, dan Allah Ta'ala telah menghimpunnya dalam firman-Nya: “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak”—ini berasal dari jenis manusia—“harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak”—ini berasal dari jenis permata dan barang tambang, yang di dalamnya terdapat peringatan atas perhiasan lainnya seperti mutiara, yaqut, dan selainnya—“kuda pilihan, hewan ternak”—yaitu binatang dan hewan—“dan sawah ladang”—yaitu tumbuh-tumbuhan dan tanaman (QS. Ali 'Imran: 14).
فَهَذِهِ هِيَ أَعْيَانُ الدُّنْيَا إِلَّا أَنَّ لَهَا مَعَ الْعَبْدِ عَلَاقَتَيْنِ عَلَاقَةٌ مَعَ الْقَلْبِ وَهُوَ حُبُّهُ لَهَا وَحَظُّهُ مِنْهَا وَانْصِرَافُ هَمِّهِ إِلَيْهَا حَتَّى يَصِيرَ قَلْبُهُ كَالْعَبْدِ أَوِ الْمُحِبِّ الْمُسْتَهْتِرِ بِالدُّنْيَا وَيَدْخُلُ فِي هذه العلاقة جميع صفات القلب المعلقة بِالدُّنْيَا كَالْكِبْرِ وَالْغِلِّ وَالْحَسَدِ وَالرِّيَاءِ وَالسُّمْعَةِ وَسُوءِ الظَّنِّ وَالْمُدَاهَنَةِ وَحُبِّ الثَّنَاءِ وَحُبِّ التَّكَاثُرِ وَالتَّفَاخُرِ وَهَذِهِ هِيَ الدُّنْيَا الْبَاطِنَةُ وَأَمَّا الظَّاهِرَةُ فَهِيَ الأعيان الَّتِي ذَكَرْنَاهَا
Maka inilah entitas-entitas dunia, hanya saja ia memiliki dua keterikatan ('alaqah) dengan seorang hamba: Pertama, keterikatan dengan hati, yaitu kecintaannya pada dunia, bagian yang didapatkannya darinya, dan berpalingnya fokus perhatiannya kepadanya sehingga hatinya menjadi seperti budak atau kekasih yang mabuk kepayang oleh dunia. Dan masuk dalam keterikatan ini seluruh sifat-sifat hati yang terikat dengan dunia, seperti kesombongan, kedengkian, hasad, riya, sum'ah, buruk sangka, bermuka dua (mudahanah), menyukai pujian, serta gemar bermewah-mewahan dan membanggakan diri. Inilah yang disebut dengan *dunia batin*. Adapun *dunia lahiriah*, ia adalah entitas-entitas yang telah kami sebutkan.
الْعَلَاقَةُ الثَّانِيَةُ مَعَ الْبَدَنِ وَهُوَ اشْتِغَالُهُ بِإِصْلَاحِ هَذِهِ الْأَعْيَانِ لِتَصْلُحَ لِحُظُوظِهِ وَحُظُوظِ غَيْرِهِ وَهِيَ جُمْلَةُ الصِّنَاعَاتِ وَالْحِرَفِ الَّتِي الْخَلْقُ مَشْغُولُونَ بِهَا وَالْخَلْقُ إِنَّمَا نَسُوا أَنْفُسَهُمْ وَمَآبَهُمْ وَمُنْقَلَبَهُمْ بِالدُّنْيَا لِهَاتَيْنِ الْعَلَاقَتَيْنِ عَلَاقَةِ الْقَلْبِ بِالْحُبِّ وَعَلَاقَةِ الْبَدَنِ بِالشُّغْلِ وَلَوْ عَرَفَ نَفْسَهُ وَعَرَفَ رَبَّهُ وَعَرَفَ حِكْمَةَ الدُّنْيَا وَسِرَّهَا عَلِمَ أَنَّ هَذِهِ الْأَعْيَانَ الَّتِي سَمَّيْنَاهَا دُنْيَا لَمْ تُخْلَقْ إلا لعلف الدابة التي يسير بها إلى الله تعالى وأعنى بالدابة البدن فإنه لا يبقى إلا بمطعم ومشرب وملبس ومسكن كما لا يبقى الجمل في طريق الحج إلا يعلف وماء وجلال
Keterikatan kedua adalah dengan badan, yaitu kesibukannya dalam mengelola entitas-entitas ini agar layak bagi bagian kebutuhannya dan kebutuhan orang lain. Ini merupakan himpunan segenap profesi dan kerajinan tangan yang membuat para makhluk sibuk dengannya. Sesungguhnya manusia menjadi lupa akan diri mereka, tempat kembali mereka, dan kesudahan mereka karena dunia, disebabkan oleh dua keterikatan ini: keterikatan hati berupa kecintaan, dan keterikatan badan berupa kesibukan kerja. Seandainya seseorang mengenal dirinya, mengenal Tuhannya, serta mengenal hikmah dunia dan rahasianya, niscaya ia mengetahui bahwa entitas-entitas yang kita namakan dunia ini tidaklah diciptakan melainkan sebagai pakan bagi tunggangan yang digunakannya untuk berjalan menuju Allah Ta'ala. Yang aku maksud dengan tunggangan adalah badan, karena badan tidak akan bertahan hidup kecuali dengan makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal, sebagaimana unta di jalan haji tidak akan bertahan kecuali dengan pakan, air, dan pelana.
ومثال العبد في الدنيا في نسيانه نفسه ومقصده مثال الحاج الذي يقف في منازل الطريق ولا يزال يعلف الناقة ويتعهدها وينظفها ويكسوها ألوان الثياب ويحمل إليها أنواع الحشيش ويبرد لها الماء بالثلج حتى تفوته القافلة وهو غافل عن الحج وعن مرور القافلة وعن بقائه في البادية فريسة للسباع هو وناقته والحاج البصير لا يهمه من أمر الجمل إلا القدر الذي يقوى به على المشي فيتعهده وقلبه إلى الكعبة والحج وإنما يلتفت إلى الناقة بقدر الضرورة فكذلك البصير في السفر إلى الآخرة لا يشغل بتعهد البدن إلا بالضرورة كما لا يدخل بيت الماء إلا لضرورة ولا فرق بين إدخال الطعام في البطن وبين إخراجه من البطن في أن كل واحد منهما ضرورة البدن ومن همته ما يدخل بطنه فقيمته ما يخرج منها وأكثر ما شغل عن الله تعالى هو البطن فإن القوت ضروري وأمر المسكن والملبس أهون ولو عرفوا سبب الحاجة إلى هذه الأمور واقتصروا عليه لم تستغرقهم أشغال الدنيا وإنما استغرقتهم لجهلهم بالدنيا وحكمتها وحظوظهم منها ولكنهم جهلوا وغفلوا وتتابعت أشغال الدنيا عليهم واتصل بعضها ببعض وتداعت إلى غير نهاية محدودة فتاهوا في كثرة الأشغال ونسوا مقاصدها
Perumpamaan seorang hamba di dunia dalam hal kelupaannya terhadap diri dan tujuannya adalah seperti perumpamaan seorang jamaah haji yang berhenti di tempat-tempat persinggahan jalan, lalu ia terus-menerus memberi pakan pada untanya, merawatnya, membersihkannya, mengenakan padanya berbagai corak pakaian, membawakannya beragam rumput, serta mendinginkan air untuknya dengan es, hingga rombongan haji meninggalkannya sementara ia lalai dari ibadah haji, lalai dari berlalunya rombongan, dan lalai bahwa ia tetap berada di padang pasir menjadi mangsa binatang buas bersama untanya. Sedangkan jamaah haji yang mata hatinya terbuka (al-bashir) tidaklah merisaukan urusan unta melainkan sekadar kadar yang memberinya kekuatan untuk berjalan; ia merawatnya sementara hatinya tetap tertuju ke Ka'bah dan ibadah haji, dan ia hanya berpaling kepada unta sekadar batas kebutuhan mendesak. Maka demikian pula orang yang memiliki pandangan batin tajam dalam perjalanan menuju akhirat, ia tidak disibukkan oleh perawatan badan melainkan karena keterpaksaan, sebagaimana ia tidak memasuki kamar mandi/kakus melainkan karena hajat mendesak. Tidak ada perbedaan antara memasukkan makanan ke dalam perut dan mengeluarkannya dari perut dalam hal bahwa masing-masing dari keduanya merupakan kebutuhan fisik semata. Dan barang siapa yang cita-cita utamanya adalah apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilainya adalah apa yang keluar dari perutnya. Dan hal terbanyak yang memalingkan manusia dari Allah Ta'ala adalah perut, karena makanan pokok adalah kebutuhan mendesak, sedangkan urusan tempat tinggal dan pakaian itu lebih ringan. Seandainya mereka mengetahui sebab hajat pada perkara-perkara ini dan mencukupkan diri padanya, niscaya kesibukan dunia tidak akan menyita mereka. Mereka tersita hanyalah karena kebodohan mereka terhadap dunia dan hikmahnya serta bagian mereka darinya. Namun mereka bodoh dan lalai, lalu kesibukan dunia datang bertubi-tubi pada mereka, bersambung satu sama lain, dan menarik pada hal-hal lain tanpa batas yang pasti, sehingga mereka tersesat dalam banyaknya kesibukan dan melupakan tujuan-tujuannya.
ونحن نذكر تفاصيل أشغال الدنيا وكيفية حدوث الحاجة إليها وكيفية غلط الناس في مقاصدها حتى تتضح لك أشغال الدنيا كيف صرفت الخلق عن الله تعالى وكيف أنستهم عاقبة أمورهم فنقول الأشغال الدنيوية هي الحرف والصناعات والأعمال التي ترى الخلق منكبين عليها وسبب كثرة الأشغال هو أن الإنسان مضطر إلى ثلاث القوت والمسكن والملبس فالقوت للغذاء والبقاء والملبس لدفع الحر والبرد والمسكن لدفع الحر والبرد ولدفع أسباب الهلاك عن الأهل والمال ولم يخلق الله القوت والمسكن والملبس مصلحاً بحيث يستغني عن صنعة الإنسان فيه
Dan kami akan menyebutkan rincian kesibukan-kesibukan dunia, tata cara timbulnya kebutuhan padanya, dan tata cara kekeliruan manusia dalam tujuan-tujuannya, sehingga menjadi jelas bagimu bagaimana kesibukan-kesibukan dunia telah memalingkan para makhluk dari Allah Ta'ala dan bagaimana hal itu membuat mereka lupa akan kesudahan urusan mereka. Maka kami katakan: Kesibukan-kesibukan duniawi adalah profesi-profesi, mata pencaharian, dan pekerjaan-pekerjaan yang engkau lihat para makhluk menekuninya dengan tekun. Dan sebab banyaknya kesibukan itu adalah bahwa manusia terdesak pada tiga hal: makanan pokok, tempat tinggal, dan pakaian. Makanan pokok adalah untuk nutrisi dan kelangsungan hidup, pakaian untuk menolak panas dan dingin, sedangkan tempat tinggal untuk menolak panas dan dingin serta menolak sebab-sebab kebinasaan dari keluarga dan harta benda. Dan Allah tidak menciptakan makanan pokok, tempat tinggal, dan pakaian dalam keadaan langsung siap pakai sehingga tidak memerlukan karya/usaha manusia padanya.
نعم خلق ذلك للبهائم فإن النبات يغذي الحيوان من غير طبخ والحر والبرد لا يؤثر في بدنه فيستغني عن البناء ويقنع بالصحراء ولباسها شعورها وجلودها فتستغني عن اللباس والإنسان ليس كذلك فحدثت الحاجة لذلك إلى خمس صناعات هي أصول الصناعات وأوائل الأشغال الدنيوية وهي الفلاحة والرعاية والاقتناص والحياكة والبناء أما البناء فللمسكن والحياكة وما يكتنفها من أمر الغزل والخياطة فللملبس والفلاحة للمطعم والرعاية للمواشي والخيل أيضاً للمطعم والمركب والاقتناص نعني به تحصيل ما خلقه الله من صيد أو معدن أو حشيش أو حطب فالفلاح يحصل النباتات والراعي يحفظ الحيوانات ويستنتجها والمقتنص يحصل ما نبت ونتج بنفسه من غير صنع آدمي وكذلك يأخذ من معادن الأرض ما خلق فيها من غير صنعة آدمي ونعني بالاقتناص ذلك ويدخل تحته صناعات وأشغال عدة ثم هذه الصناعات تفتقر إلى أدوات وآلات كالحياكة والفلاحة والبناء والاقتناص والآلات إنما تؤخذ إما من النبات وهو الأخشاب أو من المعادن كالحديد والرصاص وغيرهما أو من جلود الحيوانات فحدثت الحاجة إلى ثلاث أنواع أخر من الصناعات النجارة والحدادة والخز وهؤلاء هم عمال الآلات ونعني بالنجارة كل عامل في الخشب كيفما كان وبالحداد كل عامل في الحديد وجواهر المعادن حتى النحاس والإبرى وغيرهما وغرضنا ذكر الأجناس فأما آحاد الحرف فكثيرة وأما الخراز فنعني به كل عامل في جلود الحيوانات وأجزائها فهذه أمهات الصناعات ثم إن الإنسان خلق بحيث لا يعيش وحده بل يضطر إلى الاجتماع مع غيره من أبناء جنسه وذلك لسببين أحدهما حاجته إلى النسل لبقاء جنس الإنسان ولا يكون ذلك إلا باجتماع الذكر والأنثى وعشرتهما
Benar, hal itu diciptakan untuk binatang ternak. Sebab tumbuh-tumbuhan memberi makan hewan tanpa perlu dimasak, serta panas dan dingin tidak memengaruhi tubuhnya sehingga ia tidak membutuhkan bangunan dan merasa cukup dengan padang terbuka. Pakaiannya adalah bulu dan kulitnya sehingga ia tidak membutuhkan pakaian. Namun manusia tidaklah demikian. Oleh karena itu, timbullah kebutuhan terhadap lima industri (kerajinan) yang merupakan pokok-pokok industri dan awal dari kesibukan duniawi, yaitu: pertanian, peternakan, ekstraksi hasil alam (perburuan/penambangan), tenun (pertekstilan), dan perbangunan. Adapun perbangunan adalah untuk tempat tinggal; tenun serta apa yang melingkupinya berupa pemintalan dan penjahitan adalah untuk pakaian; pertanian untuk makanan; peternakan hewan ternak dan kuda juga untuk makanan serta sarana transportasi; sedangkan ekstraksi hasil alam yang kami maksudkan adalah memperoleh apa yang telah diciptakan Allah berupa hasil buruan, barang tambang, rumput, atau kayu bakar. Maka petani menghasilkan tumbuh-tumbuhan, peternak menjaga hewan dan mengembangkannya, sedangkan pengumpul (pemburu/penambang) memperoleh apa yang tumbuh dan berkembang biak dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia, serta mengambil dari barang tambang bumi apa yang diciptakan di dalamnya tanpa buatan manusia. Itulah yang kami maksud dengan perburuan/ekstraksi, dan di dalamnya mencakup berbagai jenis pekerjaan dan industri. Kemudian industri-industri ini membutuhkan perkakas dan alat-alat, seperti tenun, pertanian, perbangunan, dan ekstraksi. Alat-alat tersebut hanya dapat diambil dari tumbuh-tumbuhan yaitu kayu, atau dari barang tambang seperti besi, timah, dan lainnya, atau dari kulit hewan. Maka timbullah kebutuhan kepada tiga jenis industri lainnya, yaitu pertukangan kayu, pertukangan besi (logam), dan pengolahan kulit. Mereka inilah para pembuat alat. Yang kami maksud dengan pertukangan kayu adalah setiap pekerja kayu bagaimanapun bentuknya; pertukangan besi adalah setiap pekerja besi dan bahan tambang hingga tembaga, kuningan, dan lainnya—dan maksud kami adalah menyebutkan jenis-jenis pokoknya, adapun perincian profesi amatlah banyak; sedangkan pengrajin kulit yang kami maksud adalah setiap pekerja yang mengolah kulit hewan dan bagian-bagian tubuhnya. Inilah induk dari segala industri. Kemudian, sesungguhnya manusia diciptakan sedemikian rupa sehingga tidak dapat hidup sendirian, melainkan terpaksa untuk berkumpul bersama sesamanya dari jenis manusia. Hal itu disebabkan oleh dua hal: salah satunya adalah kebutuhannya untuk berketurunan demi kelangsungan jenis manusia, dan hal itu tidak akan terwujud melainkan dengan berkumpulnya laki-laki dan perempuan serta kehidupan bersama mereka.
والثاني
Dan yang kedua:
التعاون على تهيئة أسباب المطعم والملبس ولتربية الولد فإن الاجتماع يفضي إلى الولد لا محالة والواحد لا يشتغل بحفظ الولد وتهيئة أسباب القوت ثم ليس يكفيه الاجتماع مع الأهل والولد في المنزل بل لا يمكنه أن يعيش كذلك ما لم تجتمع طائفة كثيرة ليتكفل كل واحد بصناعة فإن الشخص الواحد كيف يتولى الفلاحة وحده وهو يحتاج إلى آلاتها وتحتاج الآلة إلى حداد ونجار ويحتاج الطعام إلى طحان وخباز وكذلك كيف ينفرد بتحصيل الملبس وهو يفتقر إلى حراسة القطن وآلات الحياكة والخياطة وآلات كثيرة فلذلك امتنع عيش الإنسان وحده وحدثت الحاجة إلى الاجتماع ثم لو اجتمعوا في صحراء مكشوفة لتأذوا بالحر والبرد والمطر واللصوص فافتقروا إلى أبنية محكمة ومنازل ينفرد كل أهل بيت به وبما معه من الآلات والأثاث والمنازل تدفع الحر والبرد والمطر وتدفع أذى الجيران من اللصوصية وغيرها لكن المنازل قد تقصدها جماعة من اللصوص خارج المنازل فافتقر أهل المنازل إلى التناصر والتعاون والتحصن بسور يحيط بجميع المنازل فحدثت البلاد لهذه الضرورة
Saling membantu dalam menyiapkan sarana makanan dan pakaian, serta untuk merawat anak. Sebab kehidupan bersama pasti menghasilkan anak, dan seseorang tidak akan sanggup mengurus perawatan anak sekaligus menyiapkan sarana makanan sendirian. Kemudian, tidaklah cukup baginya sekadar berkumpul bersama istri dan anak di dalam rumah, bahkan ia tidak mungkin hidup demikian selama belum berkumpul satu kelompok masyarakat yang besar agar masing-masing orang menangani satu jenis pekerjaan. Sebab bagaimana mungkin seseorang mampu mengurus pertanian sendirian padahal ia membutuhkan alat-alatnya, sedangkan alat-alat itu membutuhkan tukang besi dan tukang kayu, dan makanan itu sendiri membutuhkan penggiling dan pembuat roti? Demikian pula bagaimana mungkin ia sendirian menghasilkan pakaian padahal ia membutuhkan pemeliharaan kapas, alat penenunan, penjahitan, dan berbagai alat lainnya? Oleh karena itu, mustahil manusia dapat hidup sendirian dan timbullah kebutuhan untuk bermasyarakat. Kemudian, seandainya mereka berkumpul di padang terbuka, niscaya mereka akan terganggu oleh panas, dingin, hujan, dan para pencuri. Maka mereka membutuhkan bangunan yang kokoh dan rumah-rumah di mana setiap penghuni rumah dapat menyendiri di dalamnya beserta alat-alat dan perabot yang dimilikinya. Rumah-rumah tersebut dapat menolak panas, dingin, hujan, serta menolak gangguan tetangga berupa pencurian dan lainnya. Namun rumah-rumah tersebut terkadang menjadi sasaran kelompok pencuri dari luar rumah, sehingga para penghuni rumah membutuhkan pertolongan bersama, kerja sama, dan benteng pertahanan berupa tembok yang mengelilingi seluruh pemukiman. Maka terbentuklah kota-kota karena kebutuhan mendesak ini.
ثم مهما اجتمع الناس في المنازل والبلاد وتعاملوا تولدت بينهم خصومات إذ تحدث رياسة وولاية للزوج على الزوجة وولاية للأبوين على الولد لأنه ضعيف يحتاج إلى قوام به ومهما حصلت الولاية على عاقل أفضى إلى الخصومة بخلاف الولاية على البهائم إذ ليس لها قوة المخاصمة وإن ظلمت
Kemudian, kapan pun manusia berkumpul di rumah-rumah dan kota-kota serta saling bertransaksi, niscaya timbul perselisihan di antara mereka. Hal ini karena timbul kepemimpinan dan kekuasaan (wilayah) suami atas istri, dan kekuasaan kedua orang tua atas anak karena anak itu lemah dan membutuhkan pengampu yang mengurusnya. Kapan saja kekuasaan itu berlaku atas makhluk yang berakal, hal itu akan mengarah pada perselisihan, berbeda halnya dengan kekuasaan atas hewan ternak sebab ia tidak memiliki kemampuan untuk berselisih meskipun ia dizalimi.
فأما المرأة فتخاصم الزوج والولد يخاصم الأبوين هذا في المنزل
Adapun wanita (istri) dapat memprotes suaminya, dan anak dapat berselisih dengan kedua orang tuanya; hal ini terjadi di dalam rumah tangga.
وأما أهل البلد أيضاً فيتعاملون في الحاجات ويتنازعون فيها ولو تركوا كذلك لتقاتلوا وهلكوا وكذلك الرعاة وأرباب الفلاحة يتواردون على المراعي والأراضي والمياه وهي لا تفي بأغراضهم فيتنازعون لا محالة ثم قد يعجز بعضهم عن الفلاحة والصناعة بعمى أو مرض أو هرم وتعرض عوارض مختلفة ولو ترك ضائعاً لهلك ولو وكل تفقده إلى الجميع لتخاذلوا ولو خص واحد من غير سبب يخصه لكان لا يذعن له فحدث بالضرورة من هذه العوارض الحاصلة بالاجتماع صناعات أخرى
Adapun penduduk kota juga saling bertransaksi dalam memenuhi kebutuhan dan berselisih padanya. Seandainya mereka dibiarkan begitu saja, niscaya mereka akan saling membunuh dan binasa. Demikian pula para peternak dan pemilik lahan pertanian saling berebut padang gembalaan, tanah, dan sumber air yang tidak mencukupi seluruh tujuan mereka, sehingga perselisihan tidak dapat terhindarkan. Kemudian sebagian dari mereka terkadang menjadi tidak mampu melakukan pertanian dan pekerjaan karena kebutaan, sakit, atau usia renta, serta mengalami berbagai keadaaan darurat lainnya. Seandainya ia dibiarkan terlantar niscaya ia akan binasa; seandainya pemeliharaannya diserahkan kepada seluruh masyarakat niscaya mereka akan saling melempar tanggung jawab; dan seandainya ditunjuk satu orang khusus tanpa ada alasan khusus baginya, niscaya orang lain tidak akan tunduk kepadanya. Maka secara pasti timbullah industri-industri (tugas-tugas) lain akibat berbagai kendala yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat ini.
فمنها صناعة المساحة التي بها تعرف مقادير الأرض لتمكن القسمة بينهم العدل
Di antaranya adalah ilmu/keahlian pengukuran tanah, yang dengannya diketahui ukuran-ukuran tanah agar pembagian di antara mereka dapat dilakukan secara adil.
ومنها صناعة الجندية لحراسة البلد بالسيف ودفع اللصوص عنهم
Di antaranya adalah tugas keprajuritan (ketentaraan) untuk menjaga negeri dengan pedang dan mengusir para pencuri dari mereka.
ومنها صناعة الحكم والتوصل لفصل الخصومة ومنها الحاجة إلى الفقه وهو معرفة القانون الذي ينبغي أن يضبط به الخلق ويلزموا الوقوف على حدوده حتى لا يكثر النزاع وهو معرفة حدود الله تعالى في المعاملات وشروطها
Di antaranya adalah profesi kehakiman dan upaya untuk memutuskan perselisihan. Di antaranya pula adalah kebutuhan terhadap ilmu Fiqih, yaitu pengetahuan tentang hukum yang seyogianya digunakan untuk mengatur makhluk dan mewajibkan mereka mematuhi batas-batasnya agar tidak banyak terjadi perselisihan; yaitu pengetahuan tentang batasan-batasan (hukum-hukum) Allah Ta'ala dalam hal muamalah beserta syarat-syaratnya.
فهذه أمور سياسية لا بد منها ولا يشتغل بها إلا مخصوصون بصفات مخصوصة من العلم والتمييز والهداية وإذا اشتغلوا بها لم يتفرغوا لصناعة أخرى ويحتاجون إلى المعاش ويحتاج أهل البلد إليهم إذ لو اشتغل أهل البلد بالحرب مع الأعداء مثلاً تعطلت الصناعات ولو اشتغل أهل الحرب والسلاح بالصناعات لطلب القوت تعطلت البلاد عن الحراس واستضر الناس فمست الحاجة إلى أن يصرف إلى معايشهم وأرزاقهم الأموال الضائعة التي لا مالك لها إن كانت أو تصرف الغنائم إليهم إن كانت العداوة مع الكفار فإن كانوا أهل ديانة وورع قنعوا بالقليل من أموال المصالح وإن أرادوا التوسع فتمس الحاجة لا محالة إلى أن يمدهم أهل البلد بأموالهم ليمدوهم بالحراسة فتحدث الحاجة إلى الخراج ثم يتولد بسبب الحاجة إلى الخراج الحاجة لصناعات أخر إذ يحتاج إلى من يوظف الخراج بالعدل على الفلاحين وأرباب الأموال وهم العمال وإلى من يستوفي منهم بالرفق وهم الجباة والمتخرجون وإلى من يجمع عنده ليحفظه إلى وقت التفرقة وهم الخزان وإلى من يفرق عليهم بالعدل وهو الفارض للعساكر وهذه الأعمال لو تولاها عدد لا تجمعهم رابطة انخرم النظام فتحدث منه الحاجة إلى ملك يدبرهم وأمير مطاع يعين لكل عمل شخصاً ويختار لكل واحد ما يليق به ويراعي النصفة في أخذ الخراج وإعطائه واستعمال الجند في الحرب وتوزيع أسلحتهم وتعين جهات الحرب ونصب الأمير والقائد على كل
Maka ini semua adalah urusan ketatanegaraan (politik pemerintahan) yang harus ada, dan tidak ada yang menangani hal tersebut kecuali orang-orang yang dikhususkan dengan sifat-sifat khusus berupa ilmu, kearifan (tamyiz), dan petunjuk. Apabila mereka sibuk mengurusnya, mereka tidak memiliki waktu luang untuk profesi lain, padahal mereka membutuhkan penghidupan dan penduduk negeri pun membutuhkan mereka. Sebab seandainya penduduk negeri sibuk berperang melawan musuh misalnya, niscaya terbengkalailah industri/pekerjaan; dan seandainya para prajurit perang serta pemilik senjata sibuk bekerja mencari makanan, niscaya negeri akan terlantar tanpa penjaga dan manusia akan tertimpa kemudaratan. Oleh karena itu, timbullah kebutuhan mendesak untuk menyalurkan guna penghidupan dan rezeki mereka harta-harta tak bertuan yang tidak ada pemiliknya—jika ada—atau disalurkan harta rampasan perang (ghanimah) kepada mereka jika permusuhan terjadi dengan orang-orang kafir. Apabila mereka adalah orang-orang yang taat beragama dan wara', niscaya mereka merasa cukup dengan sedikit harta kemaslahatan umum. Namun jika mereka menginginkan kelapangan, secara pasti timbullah kebutuhan agar penduduk negeri menyokong mereka dengan harta-harta mereka sebagai imbalan penjagaan yang diberikan kepada mereka, maka timbullah kebutuhan terhadap pajak tanah/pajak umum (kharaj). Kemudian, dari kebutuhan terhadap pajak ini timbul kebutuhan akan profesi-profesi lainnya; sebab dibutuhkan orang yang menetapkan besaran pajak secara adil kepada para petani dan pemilik harta—yaitu para petugas penentu pajak (amils); orang yang memungutnya dari mereka dengan kelembutan—yaitu para pemungut pajak (jubat); orang yang mengumpulkannya untuk disimpan hingga waktu pembagian—yaitu para bendahara (khuzzan); serta orang yang membagikannya kepada yang berhak secara adil—yaitu pengatur alokasi untuk pasukan tentara. Dan pekerjaan-pekerjaan ini, seandainya ditangani oleh sejumlah orang tanpa ada ikatan pemersatu, niscaya tatanan akan rusak. Maka dari itu timbullah kebutuhan terhadap seorang raja yang mengatur mereka dan seorang pemimpin yang ditaati, yang menetapkan seseorang untuk setiap tugas, memilihkan bagi tiap-tiap orang apa yang layak baginya, memperhatikan keadilan dalam memungut dan menyalurkan pajak, mengerahkan pasukan dalam peperangan, membagikan senjata mereka, menentukan arah pertempuran, serta mengangkat komandan dan panglima untuk setiap…
طائفة منهم إلى غير ذلك من صناعات الملك فيحدث من ذلك بعد الجند الذين هم أهل السلاح وبعد الملك الذي يراقبهم بالعين الكالئة ويدبرهم الحاجة إلى الكتاب والخزان والحساب والجباة والعمال
kelompok dari mereka, serta industri-industri kekuasaan lainnya. Maka dari hal tersebut, di samping pasukan tentara yang memegang senjata dan raja yang mengawasi mereka dengan pandangan penuh penjagaan serta mengatur mereka, timbullah kebutuhan terhadap para juru tulis, para bendahara, para akuntan, para pemungut pajak, dan para pegawai pemerintahan.
ثم هؤلاء أيضاً يحتاجون إلى معيشة ولا يمكنهم الاشتغال بالحرف فتحدث الحاجة إلى مال الفرع مع مال الأصل وهو المسمى فرع الخراج وعند هذا يكون الناس في الصناعات ثلاث طوائف الفلاحون والرعاة والمحترفون
Kemudian mereka ini juga membutuhkan penghidupan dan tidak mungkin sibuk dengan profesi kerajinan, maka timbullah kebutuhan terhadap harta cabang di samping harta pokok, yaitu yang dinamakan cabang dari kharaj. Pada tahap ini, manusia dalam bidang industri/pekerjaan terbagi menjadi tiga kelompok: para petani, peternak, dan pengrajin/pekerja;
والثانية الجندية الحماة بالسيوف
kelompok kedua adalah tentara pelindung dengan pedang;
والثالثة المترددون بين الطائفتين في الأخذ والعطاء وهم العمال والجباة وأمثالهم فانظر كيف ابتدأ الأمر من حاجة القوت والملبس والمسكن وإلى ماذا انتهى
dan kelompok ketiga adalah perantara di antara kedua kelompok dalam hal mengambil dan memberi, yaitu para pegawai, pemungut pajak, dan sejenisnya. Maka perhatikanlah bagaimana urusan ini bermula dari kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal, lalu berakhir pada taraf seperti ini!
وهكذا أمور الدنيا لا يفتح منها باب إلا وينفتح بسببه أبواب أخر وهكذا تتناهى إلى غير حد محصور كأنها هاوية لا نهاية لعمقها من وقع في مهواة منها سقط منها إلى أخرى وهكذا على التوالي فهذه هي الحرف والصناعات إلا أنها لا تتم إلا بالأموال والآلات والمال عبارة عن أعيان الأرض وما عليها مما ينتفع به وأعلاها الأغذية ثم الأمكنة التي يأوي الإنسان إليها وهي الدور ثم الأمكنة التي يسعى فيها للتعيش كالحوانيت والأسواق والمزارع ثم الكسوة ثم أثاث البيت وآلاته ثم آلات الآلات وقد يكون الآلات ما هو حيوان كالكلب آلة الصيد والبقر آلة الحراثة والفرس آلة الركوب في الحرب ثم يحدث من ذلك حاجة البيع فإن الفلاح ربما يسكن قرية ليس فيها آلة الفلاحة والحداد والنجار يسكنان قرية لا يمكن فيها الزراعة فبالضرورة يحتاج الفلاح إليهما ويحتاجان إلى الفلاح فيحتاج أحدهما أن يبذل ما عنده للآخر حتى يأخذ منه غرضه وذلك بطريق المعاوضة إلا أن النجار مثلاً إذا طلب من الفلاح الغذاء بآلته ربما لا يحتاج الفلاح في ذلك الوقت إلى آلته فلا يبيعه والفلاح إذا طلب الآلة من النجار بالطعام ربما كان عنده طعام في ذلك الوقت فلا يحتاج إليه فتتعوق الأغراض فاضطروا إلى حانوت يجمع آلة كل صناعة ليترصد بها صاحبها أرباب الحاجات وإلى أبيات يجمع إليها ما يحمل الفلاحون فيشتريه منهم صاحب الأبيات ليترصد به أرباب الحاجات فظهرت لذلك الأسواق والمخازن فيحمل الفلاح الحبوب فإذا لم يصادف محتاجاً باعها بثمن رخيص من الباعة فيخزنونها في انتظار أرباب الحاجات طمعا في الربح وكذلك في جميع الأمتعة والأموال ثم يحدث لا محالة بين البلاد والقرى تردد فيتردد الناس يشترون من القرى الأطعمة ومن البلاد الآلات وينقلون ذلك ويتعيشون به لتنتظم أمور الناس في البلاد بسببهم إذ كل بلد ربما لا توجد فيه كل آلة وكل قرية لا يوجد فيها كل طعام فالبعض يحتاج إلى البعض فيحوج إلى النقل فيحدث التجار المتكفلون بالنقل وباعثهم عليه حرص جمع المال لا محالة فيتعبون طول الليل والنهار في الأسفار لغرض غيرهم ونصيبهم منها جمع المال الذي يأكله لا محالة غيرهم إما قاطع طريق وإما سلطان ظالم ولكن جعل الله تعالى في غفلتهم وجهلهم نظاماً للبلاد ومصلحة للعباد بل جميع أمور الدنيا انتظمت بالغفلة وخسة الهمة
Demikianlah urusan-urusan dunia; tidaklah dibuka darinya satu pintu melainkan terbuka beralaskan pintu itu pintu-pintu yang lain. Begitulah seterusnya membentang tanpa batas yang terhingga, seolah-olah ia adalah jurang yang tidak berujung kedalamannya; barang siapa jatuh ke dalam satu jurang dengannya, niscaya ia akan terperosok darinya ke jurang lainnya, demikian seterusnya secara berturut-turut. Maka inilah profesi dan industri, hanya saja ia tidak akan sempurna melainkan dengan harta dan alat-alat. Harta itu sendiri merupakan ungkapan untuk wujud fisik bumi dan apa yang ada di atasnya dari hal-hal yang dapat dimanfaatkan. Yang tertinggi tingkatannya adalah makanan, kemudian tempat-tempat yang menjadi naungan manusia yaitu rumah-rumah, kemudian tempat-tempat yang digunakan untuk berusaha mencari penghidupan seperti toko-toko, pasar-pasar, dan ladang-ladang, kemudian pakaian, kemudian perabot rumah dan alat-alatnya, lalu alat dari alat-alat. Terkadang alat itu berupa hewan seperti anjing sebagai alat berburu, sapi sebagai alat membajak, dan kuda sebagai alat menunggang dalam peperangan. Kemudian dari hal itu timbullah kebutuhan jual-beli; sebab petani terkadang tinggal di desa yang tidak terdapat alat pertanian, sedangkan tukang besi dan tukang kayu tinggal di desa yang tidak memungkinkan adanya pertanian. Maka secara pasti petani membutuhkan keduanya dan keduanya pun membutuhkan petani, sehingga salah satu dari mereka perlu memberikan apa yang dimilikinya kepada yang lain untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya, dan itu dilakukan dengan cara pertukaran. Hanya saja jika tukang kayu misalnya meminta makanan dari petani dengan menukarkan alatnya, boleh jadi petani pada saat itu sedang tidak membutuhkan alatnya sehingga ia tidak menjual kepadanya; dan jika petani meminta alat dari tukang kayu dengan menukarkan makanan, boleh jadi tukang kayu saat itu sudah memiliki makanan sehingga ia tidak membutuhkannya, akibatnya terhambatlah tujuan-tujuan mereka. Oleh karena itu, mereka terpaksa membutuhkan toko yang mengumpulkan alat dari setiap industri agar pemiliknya dapat menunggunya untuk dijual kepada orang-orang yang membutuhkan; dan membutuhkan tempat-tempat penampungan yang mengumpulkan apa yang dibawa oleh para petani sehingga pemilik tempat penampungan itu membelinya dari mereka untuk disiapkan bagi orang-orang yang membutuhkan. Maka karena itulah muncul pasar-pasar dan gudang-gudang penampungan. Lalu petani membawa biji-bijian, apabila ia tidak menemukan orang yang membutuhkan secara langsung, ia menjualnya dengan harga murah kepada para pedagang, lalu para pedagang menyimpannya sembari menunggu orang-orang yang membutuhkan karena tergiur keuntungan. Demikian pula yang terjadi pada seluruh barang dan harta. Kemudian secara pasti timbul lalu-lalang pertukaran antara kota-kota dan desa-desa, sehingga orang-orang berulang-alik membeli makanan dari desa-desa dan membeli alat-alat dari kota-kota, lalu mereka mengangkutnya dan mencari penghidupan darinya agar urusan manusia di berbagai negeri menjadi teratur dengan perantara mereka. Sebab setiap kota boleh jadi tidak memiliki seluruh alat dan setiap desa tidak memiliki seluruh makanan, maka sebagian membutuhkan sebagian yang lain sehingga menuntut adanya pengangkutan. Maka muncullah para pedagang yang menanggung pengangkutan tersebut, dan dorongan mereka untuk melakukan hal itu tidak lain adalah ketamakan mengumpulkan harta. Mereka pun bersusah payah sepanjang siang dan malam dalam perjalanan demi kepentingan orang lain, sedangkan bagian mereka darinya hanyalah mengumpulkan harta yang pada akhirnya pasti akan dimakan oleh orang lain, baik oleh penyamun jalanan maupun sultan yang zalim. Namun, Allah Ta'ala menjadikan di dalam kelalaian dan kebodohan mereka itu tatanan bagi negeri-negeri dan kemaslahatan bagi para hamba. Bahkan seluruh urusan dunia ini menjadi teratur justru melalui kelalaian dan kerendahan cita-cita.
ولو عقل الناس وارتفعت هممهم لزهدوا في الدنيا ولو فعلوا ذلك لبطلت المعايش ولو بطلت لهلكوا ولهلك الزهاد أيضاً ثم هذه الأموال التي تنقل لا يقدر الإنسان على حملها فتحتاج إلى دواب تحملها وصاحب المال قد لا تكون له دابة فتحدث معاملة بينه وبين مالك الدابة تسمى الإجارة ويصير الكراء نوعاً من الاكتساب أيضاً ثم يحدث بسبب البياعات الحاجة إلى النقدين فإن من يريد أن يشتري طعاماً بثوب فمن أين يدري المقدار الذي يساويه من الطعام كم هو والمعاملة تجري في أجناس مختلفة كما يباع ثوب بطعام وحيوان بثوب وهذه أمور لا تتناسب فلا بد من حاكم عدل يتوسط بين المتبايعين يعدل أحدهما بالآخر فيطلب ذلك العدل من أعيان الأموال ثم يحتاج إلى
Seandainya manusia berakal sehat dan cita-cita spiritual mereka tinggi, niscaya mereka akan bersikap zuhud terhadap dunia. Seandainya mereka berbuat demikian, niscaya berhentilah sarana-sarana mata pencaharian; dan seandainya mata pencaharian berhenti, niscaya mereka akan binasa dan para ahli zuhud pun ikut binasa. Kemudian harta-harta yang diangkut ini tidak mampu dipikul sendiri oleh manusia, sehingga membutuhkan hewan tunggangan yang mengangkutnya, sedangkan pemilik harta terkadang tidak memiliki hewan tunggangan. Maka timbullah transaksi antara dirinya dan pemilik hewan tunggangan yang dinamakan sewa-menyewa (ijarah), dan usaha penyewaan menjadi salah satu bentuk mata pencaharian pula. Kemudian karena adanya transaksi jual-beli timbullah kebutuhan terhadap dua jenis mata uang (emas dan perak). Sebab barang siapa yang ingin membeli makanan dengan sehelai pakaian, dari manakah ia tahu berapa kadar makanan yang sebanding nilainya dengan pakaian tersebut? Padahal transaksi berlaku pada jenis-jenis barang yang berbeda, seperti pakaian dijual dengan makanan, dan hewan dijual dengan pakaian, padahal hal-hal ini tidak memiliki kesepadanan langsung. Maka harus ada penilai yang adil (hakim 'adl) yang menjadi penengah di antara dua orang yang bertransaksi untuk menyeimbangkan nilai salah satunya dengan yang lain, maka penilai adil itu dicari dari jenis-jenis harta benda, kemudian dibutuhkan…
مال يطول بقاؤه لأن الحاجة إليه تدوم
harta yang tahan lama karena kebutuhan terhadapnya berlangsung terus-menerus.
وأبقى الأموال المعادن فاتخذت النقود من الذهب والفضة والنحاس ثم مست الحاجة إلى الضرب والنقش والتقدير فمست الحاجة إلى دار الضرب والصيارفة وهكذا تتداعى الأشغال والأعمال بعضها إلى بعض حتى انتهت إلى ما تراه فهذه أشغال الخلق وهي معاشهم وشي من هذه الحرف لا يمكن مباشرته إلا بنوع تعلم وتعب في الابتداء وفي الناس من يغفل عن ذلك في الصبا فلا يشتغل به أو يمنعه عنه مانع فيبقى عاجز عن الاكتساب لعجزه عن الحرف فيحتاج إلى أن يأكل مما يسعى فيه غيره فيحدث منه حرفتان خسيستان اللصوصية والكداية إذ يجمهما أنهما يأكلان من سعي غيرهما ثم الناس يحترزون من اللصوص والمكدين ويحفظون عنهم أموالهم فافتقروا إلى صرف عقولهم في استنباط الحيل والتدابير أما اللصوص فمنهم من يطلب أعواناً ويكون في يديه شوكة وقوة فيجتمعون ويتكاثرون ويقطعون الطريق كالأعراب والأكراد وأما الضعفاء منهم فيفزعون إلى الحيل إما بالنقب أو التسلق عند انتهاز فرصة الغفلة وإما بأن يكون طراراً أو سلالاً إلى غير ذلك من أنواع التلصص الحادثة بحسب ما تنتجه الأفكار المصروفة إلى استنباطها وأما المكدي فإنه إذا طلب ما سعى فيه غيره وقيل له اتعب واعمل كما عمل غيرك فمالك والبطالة فلا يعطى شيئاً فافتقروا إلى حيلة في استخراج الأموال وتمهيد العذر لأنفسهم في البطالة فاحتالوا للتعلل بالعجز إما بالحقيقة كجماعة يعمون أولادهم وأنفسهم بالحيلة ليعذروا بالعمى فيعطون وإما بالتعامي والتفالج والتجانن والتمارض وإظهار ذلك بأنواع من الحيل مع بيان أن تلك محنة أصابت من غير استحقاق ليكون ذلك سبب الرحمة وجماعة يلتمسون أقوالاً وأفعالاً يتعجب الناس منها حتى تنبسط قلوبهم عند مشاهدتها فيسخوا برفع اليد عن قليل من المال في حال التعجب ثم قد يندم بعد زوال التعجب ولا ينفع الندم وذلك قد يكون بالتمسخر والمحاكاة والشعبذة والأفعال المضحكة وقد يكون بالأشعار الغريبة والكلام المنثور المسجع مع حسن الصوت والشعر الموزون أشد تأثيراً في النفس لا سيما إذا كان فيه تعصب يتعلق بالمذاهب كأشعار مناقب الصحابة وفضائل أهل البيت أو الذي يحرك داعية العشق من أهل المجانة كصنعة الطبالين في الأسواق وصنعة ما يشبه العوض وليس بعوض كبيع التعويذات والحشيش الذي يخيل بائعه أنها أدوية فيخدع بذلك الصبيان والجهال وكأصحاب القرعة والفأل من المنجمين ويدخل في هذا الجنس الوعاظ والمكدون على رءوس المنابر إذا لم يكن وراءهم طائل علمي وكان غرضهم استمالة قلوب العوام وأخذ أموالهم بأنواع الكدية وأنواعها تزيد على ألف نوع وألفين وكل ذلك استنبط بدقيق الفكرة لأجل المعيشة فهذه هي أشغال الخلق وأعمالهم التي أكبوا عليها وجرهم إلى ذلك كله الحاجة إلى القوت والكسوة ولكنهم نسوا في أثناء ذلك أنفسهم ومقصودهم ومنقلبهم ومآبهم فتاهوا وضلوا وسبق إلى عقولهم الضعيفة بعد أن كدرتها زحمة الاشتغالات بالدنيا خيالات فاسدة فانقسمت مذاهبهم واختلفت آراؤهم على عدة أوجه
Dan harta yang paling tahan lama adalah barang-barang tambang. Maka dijadikanlah mata uang dari emas, perak, dan tembaga. Kemudian timbullah kebutuhan untuk mencetak, mengukir, dan menentukan ukurannya, sehingga muncullah kebutuhan akan tempat pencetakan uang dan para penukar uang (sarraf). Demikianlah berbagai profesi dan pekerjaan saling bertaut satu sama lain hingga berakhir pada apa yang engkau lihat. Inilah kesibukan para makhluk dan sarana penghidupan mereka. Tidak ada satu pun dari profesi ini yang dapat dijalankan kecuali dengan sejenis pembelajaran dan jerah payah di awalnya. Di antara manusia ada yang lalai dari hal itu pada masa kecilnya sehingga ia tidak mempelajarinya, atau ada penghalang yang menghalanginya, sehingga ia tetap tidak mampu mencari penghidupan karena ketidakmampuannya menguasai profesi. Akibatnya, ia membutuhkan makan dari hasil usaha orang lain, sehingga timbullah darinya dua profesi yang sangat hina: pencurian dan pengemisan (kediyyah), karena kesamaan keduanya adalah sama-sama memakan hasil usaha orang lain. Kemudian manusia berhati-hati terhadap para pencuri dan pengemis serta menjaga harta mereka dari keduanya, sehingga para pencuri dan pengemis itu perlu mengalihkan akal mereka untuk menciptakan berbagai tipu daya dan strategi. Adapun para pencuri, di antara mereka ada yang mencari pembantu dan memiliki kekuatan serta pengaruh, sehingga mereka berkumpul, bertambah banyak, dan melakukan perampokan di jalanan seperti orang-orang Badui dan Kurdi. Adapun orang-orang yang lemah di antara mereka, mereka berpaling pada tipu daya, baik dengan membobol tembok atau memanjat saat memanfaatkan kesempatan kelalaian, atau dengan menjadi pencopet atau pencuri sembunyi-sembunyi, serta jenis-jenis pencurian lainnya yang muncul sesuai dengan apa yang dihasilkan oleh pemikiran yang dikerahkan untuk menciptakannya. Adapun pengemis, apabila ia meminta apa yang diusahakan orang lain lalu dikatakan kepadanya: 'Bekerjalah dan berlelah-lelahlah sebagaimana orang lain bekerja, mengapa engkau pengangguran?', maka ia tidak diberi sesuatu pun. Sehingga mereka membutuhkan tipu daya untuk mengeluarkan harta dan menyiapkan alasan bagi diri mereka atas pengangguran tersebut. Maka mereka bertipu daya dengan berpura-pura lumpuh/lemah, baik secara nyata—seperti sekelompok orang yang membutakan mata anak-anak dan diri mereka sendiri dengan tipu daya agar diberi uzur karena kebutaan lalu diberi sedekah—maupun dengan berpura-pura buta, berpura-pura lumpuh, berpura-pura gila, berpura-pura sakit, dan menampakkan hal itu dengan berbagai bentuk tipu daya disertai penjelasan bahwa hal itu adalah musibah yang menimpa tanpa kesengajaan agar menjadi sebab datangnya belas kasihan. Dan sekelompok orang mencari ucapan dan perbuatan yang membuat orang-orang kagum/heran hingga hati mereka menjadi gembira saat menyaksikannya, lalu mereka menjadi dermawan dengan melepaskan sedikit harta dalam keadaan kagum tersebut; kemudian terkadang ia menyesal setelah rasa kagum itu hilang, namun penyesalan tidak lagi berguna. Hal itu terkadang dengan lelucon, mimik meniru, sulap, dan perbuatan-perbuatan yang menggelikan. Terkadang pula dengan syair-syair aneh dan kalimat berirama (sajak) disertai suara yang merdu. Syair berirama lebih kuat pengaruhnya dalam jiwa, terlebih lagi jika di dalamnya terdapat kesombongan kelompok yang berkaitan dengan mazhab-mazhab seperti syair-syair tentang keutamaan para sahabat dan keutamaan Ahlul Bait, atau syair yang mengobarkan dorongan asmara dari kalangan orang-orang yang fasik; seperti pekerjaan para penabuh gendang di pasar-pasar, dan pekerjaan meniru sesuatu yang tampak seperti pengganti padahal bukan pengganti, seperti menjual jimat-jimat dan rumput-rumputan yang dikhayalkan oleh penjualnya sebagai obat-obatan sehingga menipu anak-anak dan orang-orang bodoh darinya; serta seperti para peramal nasib dan peramal sial dari kalangan ahli nujum. Termasuk dalam jenis ini adalah para penceramah (wa'izh) dan pengemis di atas mimbar-mimbar apabila di balik mereka tidak ada kecukupan ilmu dan tujuan mereka hanyalah memikat hati orang awam serta mengambil harta mereka dengan berbagai jenis pengemisan. Jenis-jenisnya melebihi seribu hingga dua ribu jenis, dan semuanya diciptakan dengan kecerdasan pikiran yang halus demi mencari penghidupan. Maka inilah kesibukan-kesibukan para makhluk dan perbuatan-perbuatan mereka yang mereka tekuni, dan yang menyeret mereka kepada semua itu tidak lain adalah kebutuhan terhadap makanan dan pakaian. Akan tetapi, di tengah-tengah proses itu mereka melupakan diri mereka sendiri, tujuan hidup mereka, tempat kembali mereka, dan muara akhir mereka; sehingga mereka tersesat dan menyimpang. Lalu masuklah bayangan-bayangan yang rusak ke dalam akal mereka yang lemah setelah dikeruhkan oleh kesibukan-kesibukan duniawi, maka terbagilah mazhab-mazhab mereka dan berbeda-bedalah pandangan mereka dalam beberapa segi.
فطائفة غلبهم الجهل والغفلة فلم تنفتح أعينهم للنظر إلى عاقبة امورهم فقالوا المقصود أن نعيش أياماً في الدنيا فنجتهد حتى نكسب القوت ثم نأكل حتى نقوى على الكسب ثم نكسب حتى نأكل فيأكلون ليكسبوا ثم يكسبون ليأكلوا وهذا مذهب الفلاحين والمحترفين ومن ليس له تنعم في الدنيا ولا قدم في الدين فإنه يتعب نهاراً
Maka satu kelompok dikuasai oleh kebodohan dan kelalaian, sehingga mata mereka tidak terbuka untuk melihat kesudahan urusan-urusan mereka. Mereka berkata: 'Tujuannya adalah agar kita hidup beberapa hari di dunia, maka kita berusaha keras hingga memperoleh makanan, kemudian kita makan agar kita kuat bekerja, kemudian kita bekerja agar kita bisa makan.' Maka mereka makan untuk bekerja, kemudian mereka bekerja untuk makan. Dan ini adalah cara pandang para petani, pengrajin/pekerja, dan orang yang tidak memiliki kesenangan nikmat di dunia serta tidak memiliki kedudukan dalam agama; sebab ia berlelah-lelah di siang hari
ليأكل ليلاً ويأكل ليلاً ليتعب نهاراً وذلك كسير السواني فهو سفر لا ينقطع إلا بالموت
agar dapat makan di malam hari, dan ia makan di malam hari agar dapat berlelah-lelah di siang hari. Yang demikian itu seperti jalannya unta penarik timba air; ia adalah perjalanan yang tidak pernah terputus kecuali oleh kematian.
وطائفة أخرى زعموا أنهم تفطنوا الأمر وهو أنه ليس المقصود أن يشقى الإنسان بالعمل ولا يتنعم في الدنيا بل السعادة في أن يقضي وطره من شهوة الدنيا وهي شهوة البطن والفرج فهؤلاء نسوا أنفسهم وصرفوا هممهم إلى اتباع النسوان وجمع لذائذ الأطعمة يأكلون كما تأكل الأنعام ويظنون أنهم إذا نالوا ذلك فقد أدركوا غاية السعادة فشغلهم ذلك عن الله تعالى وعن اليوم الآخر
Dan kelompok lain menduga bahwa mereka telah memahami hakikat perkara, yaitu bahwa maksud kehidupan bukanlah agar manusia sengsara dengan beramal dan tidak menikmati dunia. Sebaliknya, kebahagiaan itu terletak pada terpenuhinya hasrat dari syahwat duniawi, yaitu syahwat perut dan kemaluan. Maka mereka ini melupakan diri mereka sendiri dan mencurahkan cita-cita (himmah) mereka untuk mengejar wanita serta mengumpulkan kelezatan makanan. Mereka makan sebagaimana hewan ternak makan, dan menyangka bahwa jika telah memperoleh hal itu, mereka telah mencapai puncak kebahagiaan. Maka hal itu memalingkan mereka dari Allah Ta'ala dan dari hari akhirat.
وطائفة ظنوا أن السعادة في كثرة المال والاستغناء بكثرة الكنوز فأسهروا ليلهم وأتعبوا نهارهم في الجمع فهم يتعبون في الأسفار طول الليل والنهار ويترددون في الأعمال الشاقة ويكتسبون ويجمعون ولا يأكلون إلا قدر الضرورة شحاً وبخلاً عليها أن تنقص وهذه لذتهم وفي ذلك دأبهم وحركتهم إلى أن يدركهم الموت فيبقى تحت الأرض أو يظفر به من يأكله في الشهوات واللذات فيكون للجامع تعبه ووباله وللآكل لذته ثم الذين يجمعون ينظرون إلى أمثال ذلك ولا يعتبرون وطائفة ظنوا أن السعادة في حسن الاسم وانطلاق الألسنة بالثناء والمدح بالتجمل والمروءة فهؤلاء يتعبون في كسب المعاش ويضيقون على أنفسهم في المطعم والمشرب ويصرفون جميع مالهم إلى الملابس الحسنة والدواب النفيسة ويزخرفون أبواب الدور وما يقع عليها أبصار الناس حتى يقال إنه غني وإنه ذو ثروة ويظنون أن ذلك هو السعادة فهمتهم في نهارهم وليلهم في تعهد موقع نظر الناس
Dan sekelompok orang menyangka bahwa kebahagiaan itu terletak pada berlimpahnya harta dan kecukupan dengan banyaknya kekayaan yang ditimbun. Maka mereka tidak tidur di malam hari dan meletihkan diri di siang hari untuk mengumpulkannya. Mereka bersusah payah dalam perjalanan sepanjang malam dan siang, bolak-balik dalam pekerjaan yang berat, mencari penghidupan dan mengumpulkan harta tanpa memakannya melainkan sebatas darurat karena kikir dan pelitnya mereka khawatir harta itu berkurang. Inilah kelezatan mereka, dan dalam hal itulah jerih payah serta pergerakan mereka hingga maut menjemput mereka. Lalu harta itu tetap terpendam di bawah tanah atau diraih oleh orang yang akan menghabiskannya untuk syahwat dan kelezatan. Maka bagi si pengumpul harta adalah keletihan dan kebinasaannya, sedangkan bagi si pemakan adalah kelezatannya. Kemudian orang-orang yang mengumpulkan harta itu melihat contoh-contoh seperti itu namun tidak mengambil pelajaran (i'tibar). Dan sekelompok orang menyangka bahwa kebahagiaan terletak pada nama yang baik (reputasi) dan sanjungan lisan berupa pujian, keindahan penampilan, serta kehormatan (muru'ah). Maka mereka ini meletihkan diri dalam mencari penghidupan dan menyempitkan diri mereka sendiri dalam makanan dan minuman, lalu mencurahkan seluruh harta mereka untuk pakaian yang indah, binatang tunggangan yang berharga, serta menghiasi pintu-pintu rumah dan apa saja yang dipandang oleh mata manusia agar dikatakan bahwa dia adalah orang kaya dan memiliki harta berlimpah. Mereka menyangka bahwa hal itu adalah kebahagiaan, maka perhatian mereka sepanjang siang dan malam hanya tertuju untuk menjaga pandangan manusia terhadap mereka.
وطائفة أخرى ظنوا أن السعادة في الجاه والكرامة بين الناس وانقياد الخلق بالتواضع والتوقير فصرفوا هممهم إلى استجرار الناس إلى الطاعة لطلب الولايات وتقلد الأعمال السلطانية لينفذ أمرهم بها على طائفة من الناس ويرون أنهم إذا اتسعت ولايتهم وانقادت لهم رعاياهم فقد سعدوا سعادة عظيمة وأن ذلك غاية المطلب وهذا أغلب الشهوات على قلوب الغافلين من الناس فهؤلاء شغلهم حب تواضع الناس لهم عن التواضع لله وعن عبادته وعن التفكر في آخرتهم ومعادهم ووراء هؤلاء طوائف يطول حصرها تزيد على نيف وسبعين فرقة كلهم قد ضلوا وأضلوا عن سواء السبيل وإنما جرهم إلى جميع ذلك حاجة المطعم والملبس والمسكن ونسوا ما تراد له هذه الأمور الثلاثة والقدر الذي يكفي منها وانجرت بهم أوائل أسبابها إلى أواخرها وتداعى بهم ذلك إلى مهاو لم يمكنهم الرقي منها فمن عرف وجه الحاجة إلى هذه الأسباب والأشغال وعرف غاية المقصود منها فلا يخوض في شغل وحرفة وعمل إلا وهو عالم بمقصوده وعالم بحظه ونصيبه منه وأن غاية مقصوده تعهد بدنه بالقوت والكسوة حتى لا يهلك وذلك إن سلك فيه سبيل التقليل اندفعت الأشغال عنه وفرغ القلب وغلب عليه ذكر الآخرة وانصرفت الهمة إلى الاستعداد له وإن تعدى به قدر الضرورة كثرت الأشغال وتداعى البعض إلى البعض وتسلسل إلى غير نهاية فتتشعب به الهموم ومن تشعبت به الهموم في أودية الدنيا فلا يبالي الله في أي واد أهلكه منها فهذا شأن المنهمكين في أشغال الدنيا وتنبه لذلك طائفة فأعرضوا عن الدنيا فحسدهم الشيطان ولم يتركهم وأضلهم في الإعراض أيضاً حتى انقسموا إلى طوائف
Dan kelompok lainnya menyangka bahwa kebahagiaan terletak pada kedudukan (jah) dan penghormatan di antara manusia, serta tunduknya makhluk dengan sikap tawadhu' dan pengagungan. Maka mereka mencurahkan cita-cita mereka untuk menarik manusia pada ketaatan demi mencari kekuasaan (wilayah) dan memangku jabatan-jabatan pemerintahan (al-a'mal as-sulthaniyyah) agar perintah mereka dapat berlaku atas sekelompok manusia. Mereka berpandangan bahwa jika kekuasaan mereka meluas dan rakyat tunduk kepada mereka, maka mereka telah berbahagia dengan kebahagiaan yang besar dan bahwa itu adalah puncak tujuan. Ini adalah syahwat yang paling mendominasi hati orang-orang yang lalai dari manusia. Maka kecintaan mereka terhadap ketundukan manusia kepada mereka telah memalingkan mereka dari ketundukan kepada Allah, dari beribadah kepada-Nya, dan dari memikirkan akhirat serta tempat kembali mereka. Di balik mereka ini terdapat kelompok-kelompok yang sangat panjang untuk diperincikan, melebihi tujuh puluh golongan lebih; semuanya telah tersesat dan menyesatkan dari jalan yang lurus. Dan tiada yang menyeret mereka ke dalam seluruh hal itu melainkan kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal, namun mereka melupakan maksud dari ketiga hal tersebut diciptakan serta kadar yang mencukupi darinya. Sebab-sebab permulaannya menyeret mereka hingga ke ujungnya, dan hal itu membawa mereka ke jurang kebinasaan yang tidak memungkinkan mereka untuk naik kembali darinya. Barangsiapa yang mengetahui sisi kebutuhan terhadap sebab-sebab dan kesibukan-kesibukan ini, serta mengetahui puncak maksud darinya, maka dia tidak akan terjun ke dalam suatu kesibukan, mata pencaharian, maupun pekerjaan melainkan dalam keadaan mengetahui maksudnya serta mengetahui bagian dan bagiannya darinya, dan bahwa puncak maksudnya hanyalah menjaga tubuhnya dengan makanan pokok dan pakaian agar tidak binasa. Jika dia menempuh jalan menyedikitkan (al-taqlil) dalam hal itu, maka kesibukan-kesibukan akan terhalau darinya, hati menjadi kosong (dari kesibukan dunia) dan ingatan akan akhirat mendominasi dirinya, serta cita-citanya beralih untuk bersiap menghadapinya. Namun jika dia melampaui kadar kebutuhan darurat, kesibukan akan bertambah banyak, sebagian akan menyeret sebagian lainnya, dan bersambung tanpa batas, sehingga cita-cita dan kecemasannya akan terpecah-belah. Dan barangsiapa yang cita-citanya terpecah-belah di lembah-lembah dunia, maka Allah tidak peduli di lembah mana dia akan dibinasakan-Nya. Inilah keadaan orang-orang yang tenggelam dalam kesibukan dunia. Kemudian sekelompok orang menyadari hal itu lalu berpaling dari dunia, namun setan mendengki mereka dan tidak membiarkan mereka, melainkan menyesatkan mereka pula dalam hal berpaling itu hingga mereka terbagi menjadi beberapa kelompok.
فظنت طائفة أن الدنيا دار بلاء ومحنة والآخرة دار سعادة لكل من وصل إليها سواء تعبد في الدنيا أو لم يتعبد فرأوا أن الصواب في أن يقتلوا أنفسهم للخلاص من محنة الدنيا وإليه ذهب طوائف من العباد من أهل الهند فهم يتهجمون على النار ويقتلون أنفسهم بالإحراق ويظنون أن ذلك خلاص لهم من محن الدنيا
Maka sekelompok orang menyangka bahwa dunia adalah negeri ujian dan cobaan, sedangkan akhirat adalah negeri kebahagiaan bagi siapa saja yang sampai kepadanya, baik dia beribadah di dunia maupun tidak beribadah. Maka mereka berpendapat bahwa yang benar adalah membunuh diri mereka sendiri untuk terbebas dari cobaan dunia. Kepada pemikiran inilah beberapa kelompok ahli ibadah dari kalangan penduduk India cenderung; mereka menerjunkan diri ke dalam api dan membunuh diri mereka dengan cara membakar diri, serta menyangka bahwa hal itu merupakan pembebasan bagi mereka dari cobaan-cobaan dunia.
وظنت طائفة أخرى أن القتل لا يخلص بل لا بد أولاً من إماتة الصفات البشرية وقطعها عن النفس بالكلية وأن السعادة في قطع الشهوة والغضب ثم أقبلوا على المجاهدة وشددوا على أنفسهم حتى هلك بعضهم بشدة الرياضة وبعضهم فسد عقله وجن وبعضهم مرض وانسد عليه الطريق في العبادة وبعضهم عجز عن قمع الصفات بالكلية فظن أن ما كلفه الشرع محال وأن الشرع تلبيس لا أصل له فوقع في الإلحاد وظهر لبعضهم أن هذا التعب كله لله وأن الله تعالى مستغن عن عبادة العباد لا ينقصه عصيان عصيان عاص ولا تزيده عبادة متعبد فعادوا إلى الشهوات وسلكوا مسلك الإباحة وطووا بساط الشرع والأحكام وزعموا أن ذلك من صفاء توحيدهم حيث اعتقدوا أن الله مستغن عن عبادة العباد
Dan sekelompok lainnya menyangka bahwa membunuh diri tidaklah membebaskan, melainkan terlebih dahulu harus mematikan sifat-sifat kemanusiaan dan memotongnya dari jiwa secara keseluruhan, dan bahwa kebahagiaan itu terletak pada memutus syahwat dan amarah. Kemudian mereka mengarah pada riyadhah (kesungguhan latihan jiwa/mujahadah) dan memperketat diri mereka sendiri hingga sebagian mereka binasa karena beratnya olah jiwa (riyadhah), sebagian mereka rusak akalnya dan menjadi gila, sebagian mereka sakit dan tertutup baginya jalan ibadah, dan sebagian mereka lemah dari menumpas sifat-sifat tersebut secara keseluruhan lalu menyangka bahwa apa yang dibebankan oleh syariat adalah hal yang mustahil dan bahwa syariat hanyalah kerancuan yang tidak ada dasarnya, sehingga ia jatuh ke dalam ilhad (keraguan/atheisme). Tampak pula bagi sebagian mereka bahwa seluruh keletihan ini adalah untuk Allah, sedangkan Allah Ta'ala tidak membutuhkan ibadah para hamba, kemaksiatan pelaku maksiat tidak mengurangi-Nya dan ibadah pelaku ibadah tidak menambah-Nya. Maka mereka kembali kepada syahwat dan menempuh jalan ibahah (kebolehan tanpa batas), menggulung hamparan syariat serta hukum-hukumnya, dan menduga bahwa hal itu termasuk kemurnian tauhid mereka karena mereka berkeyakinan bahwa Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan) ibadah para hamba.
وظن طائفة أن المقصود من العبادات المجاهدة حتى يصل العبد بها إلى معرفة الله تعالى فإذا حصلت المعرفة فقد وصل وبعد الوصول يستغني عن الوسيلة والحيلة فتركوا السعي والعبادة وزعموا أنه ارتفع محلهم في معرفة الله سبحانه عن أن يمتهنوا بالتكاليف وإنما التكليف على عوام الخلق ووراء هذا مذاهب باطلة وضلالات هائلة يطول إحصاؤها إلى ما يبلغ نيفاً وسبعين فرقة وإنما الناجي منها فرقة واحدة وهي السالكة ما كان عليه رسول الله ﷺ وأصحابه وهو أن لا يترك الدنيا بالكلية ولا يقمع الشهوات بالكلية أما الدنيا فيأخذ منها قدر الزاد وأما الشهوات فيقمع منها ما يخرج عن طاعة الشرع والعقل ولا يتبع كل شهوة ولا يترك كل شهوة بل يتبع العدل ولا يترك كل شيء من الدنيا ولا يطلب كل شيء من الدنيا بل يعلم مقصود كل ما خلق من الدنيا ويحفظه على حد مقصوده فيأخذ من القوت ما يقوي به البدن على العبادة ومن المسكن ما يحفظ عن اللصوص والحر والبرد ومن الكسوة كذلك حَتَّى إِذَا فَرَغَ الْقَلْبُ مِنْ شُغْلِ الْبَدَنِ أقبل على الله تعالى بكنه همته واشتغل بالذكر والفكر طول العمر وَبَقِيَ مُلَازِمًا لِسِيَاسَةِ الشَّهَوَاتِ وَمُرَاقِبًا لَهَا حَتَّى لَا يُجَاوِزَ حُدُودَ الْوَرَعِ وَالتَّقْوَى وَلَا يُعْلَمُ تَفْصِيلُ ذَلِكَ إِلَّا بِالِاقْتِدَاءِ بِالْفِرْقَةِ النَّاجِيَةِ وَهُمُ الصحابة فإنه ﵇ لما قال الناجي منها واحدة قالوا يا رسول الله ومن هم قال أهل السنة والجماعة فقيل ومن أهل السنة والجماعة قال ما أنا عليه وأصحابي
Dan sekelompok orang menyangka bahwa maksud dari ibadah-ibadah adalah mujahadah hingga seorang hamba sampai padanya menuju ma'rifatullah (mengenal Allah Ta'ala). Apabila ma'rifat telah terwujud, maka dia telah sampai (wushul), dan setelah wushul dia tidak memerlukan lagi sarana dan perantara. Maka mereka meninggalkan ikhtiar dan ibadah, serta menduga bahwa kedudukan mereka dalam ma'rifatullah Subhanahu telah melampaui batas untuk dihinakan dengan beban-beban taklif (syariat), dan bahwa taklif itu hanyalah bagi orang-orang awam dari kalangan makhluk. Di balik ini terdapat mazhab-mazhab bathil dan kesesatan-kesesatan dahsyat yang panjang untuk dihitung hingga mencapai tujuh puluh golongan lebih. Sesungguhnya golongan yang selamat darinya hanyalah satu golongan, yaitu yang menempuh jalan yang berada di atasnya Rasulullah ﷺ dan para sahabat beliau, yaitu tidak meninggalkan dunia secara keseluruhan dan tidak pula menumpas syahwat secara keseluruhan. Adapun dunia, ia mengambil darinya sekadar bekal; sedangkan syahwat, ia menekan bagian yang keluar dari ketaatan syariat dan akal. Ia tidak menuruti setiap syahwat dan tidak pula meninggalkan setiap syahwat, melainkan mengikuti keadilan. Ia tidak meninggalkan segala sesuatu dari dunia dan tidak pula mencari segala sesuatu dari dunia, melainkan mengetahui maksud dari setiap apa yang diciptakan dari dunia dan meletakkannya pada batas maksudnya. Maka ia mengambil dari makanan pokok apa yang menguatkan badan untuk beribadah, dari tempat tinggal apa yang menjaganya dari pencuri, panas, dan dingin, serta dari pakaian demikian pula. Hingga apabila hati telah kosong dari kesibukan badan, ia menghadap kepada Allah Ta'ala dengan sepenuh cita-citanya dan sibuk dengan dzikir serta fikr sepanjang umur, dan tetap mendampingi pengendalian syahwat serta mengawasi (muraqabah)nya agar tidak melampaui batas-batas wara' dan takwa. Rincian hal tersebut tidak dapat diketahui melainkan dengan meneladani firqah najiyah (golongan yang selamat), yaitu para Sahabat. Sebab beliau ﵇ ketika bersabda, 'Yang selamat darinya hanyalah satu,' mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah mereka?' Beliau bersabda, 'Ahlussunnah wal Jama'ah.' Dikatakan, 'Dan siapakah Ahlussunnah wal Jama'ah?' Beliau bersabda, 'Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.'
وقد كانوا على النهج القصد وعلى السبيل الواضح الذي فصلناه من قبل فَإِنَّهُمْ مَا كَانُوا يَأْخُذُونَ الدُّنْيَا لِلدُّنْيَا بَلْ لِلدِّينِ وَمَا كَانُوا يَتَرَهَّبُونَ وَيَهْجُرُونَ الدُّنْيَا بِالْكُلِّيَّةِ وَمَا كَانَ لَهُمْ فِي الْأُمُورِ تَفْرِيطٌ وَلَا إِفْرَاطٌ بَلْ كَانَ أَمْرُهُمْ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا وَذَلِكَ هُوَ الْعَدْلُ وَالْوَسَطُ بَيْنَ الطَّرَفَيْنِ وَهُوَ أحب الأمور إلى الله تعالى كما سبق ذكره في مواضع والله أعمل تم كتاب ذم الدنيا والحمد لله أولاً وآخراً وصلى الله عليه وسلم وآله وصحبه وسلم
Dan sungguh mereka berada di atas jalan yang pertengahan dan di atas jalan yang terang yang telah kami perincikan sebelumnya. Sebab sesungguhnya mereka tidak mengambil dunia untuk dunia, melainkan untuk agama, dan mereka tidak menjadi rahib serta meninggalkan dunia secara keseluruhan. Tidak ada dalam perkara mereka sikap melalaikan (tafrith) dan tidak pula berlebihan (ifrath), melainkan perkara mereka berada di antara hal tersebut secara seimbang. Dan itulah keadilan serta jalan tengah di antara dua ujung ekstrem, dan merupakan perkara yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala sebagaimana telah berlalu sebutannya di beberapa tempat. Wallahu a'lam. Telah selesai Kitab Dzammid Dunia (Celaan Terhadap Dunia), dan walhamdulillah awal dan akhir, serta shalawat dan salam Allah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau.