الطرف الرابع في نعم الله تعالى في الأصول التي يحصل منها الأطعمة وتصير صالحة لأن يصلحها الآدمي بعد ذلك بصنعته
الطرف الرابع في نعم الله تعالى في الأصول التي يحصل منها الأطعمة وتصير صالحة لأن يصلحها الآدمي بعد ذلك بصنعته
Bagian Keempat: Mengenai nikmat-nikmat Allah Ta'ala pada bahan-bahan pokok yang dengannya makanan dihasilkan dan menjadi siap untuk diolah lebih lanjut oleh manusia melalui keterampilannya.
اعلم أن الأطعمة كثيرة ولله تعالى في خلقها عجائب كثيرة لا تحصى وأسباب متوالية لا تتناهى وذكر ذلك في كل طعام مما يطول فإن الأطعمة إما أدوية وإما فواكه وإما أغذية فلنأخذ الأغذية فإنها الأصل ولنأخذ من جملتها حبة من البر ولندع سائر الأغذية فنقول إذا وجدت حبة أو حبات فلو أكلتها فنيت وبقيت جائعاً فما أحوجك إلى أن تنمو الحبة في نفسها وتزيد وتتضاعف حتى تفي بتمام حاجتك فخلق الله تعالى في حبة الحنطة من القوى ما يغتذى به كما خلق فيك فإن النبات إنما يفارقك في الحس والحركة ولا يخالفك في الاغتذاء لأنه يغتذي بالماء ويجتذب إلى باطنه بواسطة العروق كما تغتذى أنت وتجتذب ولسنا نطنب في ذكر آلات النبات في اجتذاب الغذاء إلى نفسه ولكن نشير إلى غذائه فنقول كما أن الخشب والتراب لا يغذيك بل تحتاج إلى طعام مخصوص فكذلك الحبة لا تغتذي بكل شيء بل تحتاج إلى شيء مخصوص بدليل أنك لو تركتها في البيت لم تزد لأنه ليس يحيط بها إلا هواء ومجرد الهواء لا يصلح لغذائها ولو تركنها في الماء لم تزد ولو تركنها في أرض لا ماء فيها لم تزد بل لا بد من أرض فيها ماء يمتزج ماؤها بالأرض فيصير طيناً وإليه الإشارة بقوله تعالى ﴿فلينظر الإنسان إلى طعامه أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شقاً فأنبتنا فيها حباً وعنباً وقضباً وزيتوناً ونخلاً﴾ الآية ثم لا يكفي الماء والتراب إذ لو تركت في أرض ندية صلبة متراكمة لم تنبت لفقد الهواء فيحتاج إلى تركها في أرض رجوة متخلخلة يتغلغل الهواء إليها ثم الهواء لا يتحرك إليها بنفسه فيحتاج إلى ريح تحرك الهواء وتضربه بقهر وعنف على الأرض حتى ينفذ فيها وإليه الإشارة بقوله تعالى ﴿وأرسلنا الرياح لواقح﴾ وإنما إلقاحها في إيقاع الازدواج بين الهواء والماء والأرض ثم كل ذلك لا يغنيك لو كان في برد مفرط وشتاء شات فتحتاج إلى حرارة الربيع والصيف فقد بان احتياج غذائه إلى هذه الأربعة فانظر إلى ماذا يحتاج كل واحد إذ يحتاج الماء لينساق إلى أرض الزراعة من البحار والعيون والأنهار والسواقي فانظر كيف خلق الله البحار وفجر العيون وأجرى منها الأنهار ثم الأرض ربما تكون مرتفعة والمياه لا ترتفع إليها فانظر كيف خلق الله تعالى الغيوم وكيف سلط الرياح عليها لتسوقها بإذنه إلى أقطار الأرض وهي سحب ثقال حوامل بالماء ثم انظر كيف يرسله مدراراً على الأراضي في وقت الربيع والخريف على حسب الحاجة وانظر كيف خلق الجبال حافظة للمياه تتفجر منها العيون تدريجاً فلو خرجت دفعة لغرقت البلاد وهلك الزرع والمواشي ونعم الله في الجبال والسحاب والبحار والأمطار لا يمكن إحصاؤها وأما الحرارة فإنها لا تحصل بين الماء والأرض وكلاهما باردان فانظر كيف سخر الشمس وكيف خلقها مع بعدها عن الأرض مسخنة للأرض في وقت دون وقت ليحصل البرد عند الحاجة إلى البرد والحر عند الحاجة إلى الحر فهذه إحدى حكم الشمس والحكم فيها أكثر من أن تحصى ثم النبات إذا ارتفع عن الأرض كان في الفواكه انعقاد وصلابة فتفتقر إلى رطوبة تنضجها فانظر كيف خلق القمر وجعل من خاصيته الترطيب كما جعل من خاصية الشمس التسخين فهو ينضج الفواكه ويصبغها بتقدير الفاطر الحكيم ولذلك لو كانت الأشجار في ظل يمنع شروق الشمس والقمر وسائر
Ketahuilah bahwa makanan itu sangat banyak, dan bagi Allah Ta'ala dalam penciptaannya terdapat keajaiban-keajaiban yang tak terhitung banyaknya serta sebab-sebab beruntun yang tidak bertepi. Menyebutkan hal itu pada setiap makanan akan memperpanjang pembahasan, sebab makanan itu bisa berupa obat-obatan, buah-buahan, atau makanan pokok (gizi). Maka marilah kita ambil makanan pokok, karena ia adalah asalnya, dan marilah kita mengambil darinya sebutir gandum serta meninggalkan makanan lainnya. Kami katakan: Jika engkau menemukan sebutir atau beberapa butir gandum, lalu engkau memakannya, niscaya ia akan habis dan engkau tetap lapar. Betapa butuhnya engkau agar butir tersebut tumbuh dalam dirinya sendiri, bertambah, dan berlipat ganda sehingga dapat memenuhi seluruh kebutuhanmu. Maka Allah Ta'ala menciptakan pada butir gandum daya-daya yang dapat memberi nutrisi sebagaimana Dia menciptakannya di dalam dirimu. Sebab tumbuh-tumbuhan itu hanya berbeda denganmu dalam hal pengindraan dan pergerakan, namun tidak berbeda denganmu dalam hal mengambil nutrisi; karena ia bernutrisi dengan air dan menyerapnya ke bagian dalamnya melalui perantara akar-akar sebagaimana engkau bernutrisi dan menyerapnya. Kami tidak akan memperpanjang menyebutkan alat-alat tumbuhan dalam menyerap nutrisi ke dalam dirinya, melainkan kami mengisyaratkan pada nutrisinya. Kami katakan: Sebagaimana kayu dan tanah tidak memberi nutrisi padamu melainkan engkau membutuhkan makanan khusus, maka demikian pula butir gandum tidak bernutrisi dengan segala sesuatu melainkan membutuhkan sesuatu yang khusus. Buktinya, jika engkau meninggalkannya di dalam rumah, ia tidak akan bertambah, karena tidak ada yang mengelilinginya selain udara, sedangkan udara semata tidak layak untuk nutrisinya. Jika engkau meninggalkannya di dalam air, ia tidak akan bertambah. Dan jika engkau meninggalkannya di tanah yang tidak ada airnya, ia juga tidak akan bertambah. Melainkan harus ada tanah yang di dalamnya terdapat air yang bercampur dengan tanah tersebut sehingga menjadi lumpur. Kepada hal inilah diisyaratkan oleh firman-Nya Ta'ala: 'Maka hendaklah manusia memperhatikan makannya, sungguh Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan sebanjur-banjurnya, kemudian Kami belah bumi dengan sebeber-bebernya, lalu Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, dan pohon kurma…' (QS. 'Abasa: 24-29). Kemudian air dan tanah saja tidak cukup, sebab jika ia ditinggalkan di tanah yang basah namun keras dan padat, ia tidak akan tumbuh karena ketiadaan udara. Maka ia membutuhkan untuk diletakkan di tanah yang gembur dan berpori sehingga udara dapat meresap ke dalamnya. Kemudian udara tidak bergerak kepadanya dengan sendirinya, maka dibutuhkan angin yang menggerakkan udara dan menghembuskannya dengan paksa dan kuat ke bumi hingga menembus ke dalamnya. Kepada hal inilah diisyaratkan oleh firman-Nya Ta'ala: 'Dan Kami telah menghembuskan angin untuk mengawinkan' (QS. Al-Hijr: 22). Pengawinan tersebut tidak lain adalah terjadinya perpaduan antara udara, air, dan tanah. Kemudian seluruh hal itu tidak akan berguna bagimu jika berada dalam hawa dingin yang sangat tajam dan musim dingin yang membeku. Maka engkau membutuhkan panasnya musim semi dan musim panas. Maka jelaslah kebutuhan nutrisinya kepada keempat unsur ini. Lihatlah kepada apa yang dibutuhkan oleh masing-masing unsur tersebut! Sebab air membutuhkan untuk dialirkan ke lahan pertanian dari lautan, mata air, sungai-sungai, dan saluran air. Lihatlah bagaimana Allah menciptakan lautan, memancarkan mata air, dan mengalirkan darinya sungai-sungai! Kemudian tanah terkadang berada di tempat yang tinggi sedangkan air tidak naik ke sana; maka lihatlah bagaimana Allah Ta'ala menciptakan awan dan bagaimana Dia menguasakan angin atasnya untuk mengiringnya dengan izin-Nya ke pelosok-pelosok bumi, yaitu awan yang tebal dan sarat membawa air! Kemudian lihatlah bagaimana Dia menurunkannya berlimpah-limpah ke tanah-tanah pada waktu musim semi dan gugur sesuai kadar kebutuhan! Dan lihatlah bagaimana Dia menciptakan gunung-gunung sebagai penyimpan air yang darinya memancar mata air secara bertahap; sebab jika keluar sekaligus, niscaya akan menenggelamkan negeri dan membinasakan tanaman serta hewan ternak! Nikmat-nikmat Allah pada gunung, awan, laut, dan hujan tidak mungkin dihitung. Adapun panas, ia tidak dapat dihasilkan dari perpaduan air dan tanah semata karena keduanya dingin. Maka lihatlah bagaimana Dia menundukkan matahari dan bagaimana Dia menciptakannya meskipun jauh dari bumi untuk memanaskan bumi pada suatu waktu dan tidak pada waktu yang lain, agar terjadi dingin saat dibutuhkan dingin dan panas saat dibutuhkan panas! Ini adalah salah satu hikmah matahari, sedangkan hikmah-hikmah padanya jauh lebih banyak daripada yang dapat dihitung. Kemudian tumbuh-tumbuhan jika telah meninggi dari tanah, buah-buahannya mengalami pembentukan dan pengerasan, maka ia membutuhkan kelembapan yang mematangkannya. Lihatlah bagaimana Dia menciptakan bulan dan menjadikan di antara keistimewaannya adalah melembabkan, sebagaimana Dia menjadikan di antara keistimewaan matahari adalah memanaskan! Maka bulan mematangkan buah-buahan dan memberinya warna dengan takdir Sang Pencipta Yang Mahabijaksana. Oleh karena itu, sekiranya pohon-pohon berada di bawah naungan yang menghalangi terbitnya matahari, bulan, dan seluruh…
الكواكب عليها لكانت فاسدة ناقصة حتى إن الشجرة الصغيرة تفسد إذا ظللتها شجرة كبيرة وتعرف ترطيب القمر بأن تكشف رأسك له بالليل فتغلب على رأسك الرطوبة التي يعبر عنها بالزكام فكما يرطب رأسك يرطب الفاكهة أيضاً ولا نطول فيما لا مطمع في استقصائه بل نقول كل كوكب في السماء فقد سخر لنوع فائدة كما سخرت الشمس للتسخين والقمر للترطيب فلا يخلو واحد منها عن حكم كثيرة لا تفي قوة البشر بإحصائها ولو لم يكن كذلك لكان خلقها عبثاً وباطلاً ولم يصح قوله تعالى ﴿ربنا ما خلقت هذا باطلاً﴾ وقوله ﷿ وما خلقنا السموات والأرض وما بينهما لاعبين وكما أنه ليس في أعضاء بدنك عضو إلا لفائدة فليس في أعضاء بدن العالم عضو إلا لفائدة والعالم كله كشخص واحد وآحاد أجسامه كالأعضاء له وهي متعاونة تعاون أعضاء بدنك في جملة بدنك وشرح ذلك يطول ولا ينبغي أن تظن أن الإيمان بأن النجوم والشمس والقمر مسخرات بأمر الله سبحانه في أمور جعلت أسباباً لها بحكم الحكمة مخالف للشرع لما ورد فيه من النهي عن تصديق المنجمين وعن علم النجوم // حديث النهي عن تصديق المنجمين وعن علم النجوم أخرجه أبو داود وابن ماجه بسند صحيح من حديث ابن عباس من اقتبس علما من النجوم اقتبس شعبة من السحر زاد ما زاد وللطبرانى من حديث ابن مسعود وثوبان إذا ذكرت النجوم فأمسكوا وإسنادهما ضعيف وقد تقدم فى العلم ولمسلم من حديث معاوية بن الحكم السلمى قال قلت يا رسول لله أمورا كنا نصنعها فى الجاهلية كنا نأتى الكهان قال فلا تأتوا الكهان الحديث
…bintang-bintang atasnya, niscaya pohon-pohon itu akan rusak dan kerdil, hingga pohon yang kecil akan rusak jika dinaungi oleh pohon yang besar. Engkau dapat mengetahui efek pelembapan bulan apabila engkau membuka kepalamu di bawah sinar bulan pada malam hari, lalu kepalamu dikuasai oleh kelembapan yang diungkapkan dengan selesma (pilek/flu). Sebagaimana ia melembabkan kepalamu, ia juga melembabkan buah-buahan. Kita tidak akan memperpanjang hal yang tidak mungkin dituntaskan, melainkan kita katakan: Setiap bintang di langit telah ditundukkan untuk suatu jenis manfaat, sebagaimana matahari ditundukkan untuk memanaskan dan bulan untuk melembabkan. Maka tidak satu pun darinya yang sunyi dari hikmah yang banyak, yang daya manusia tidak akan sanggup menghitungnya. Sekiranya tidak demikian, niscaya penciptaannya adalah sia-sia dan batil, dan tidaklah benar firman-Nya Ta'ala: 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini secara sia-sia' (QS. Ali 'Imran: 191) dan firman-Nya 'Azza wa Jalla: 'Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main' (QS. Al-Anbiya': 16). Sebagaimana tidak ada satu pun anggota dalam tubuhmu melainkan memiliki manfaat, maka tidak ada satu pun anggota dalam tubuh alam semesta melainkan memiliki manfaat. Alam semesta seluruhnya bagaikan satu pribadi, dan individu-individu jasadnya seperti anggota-anggota tubuh baginya yang saling menopang sebagaimana penopangan anggota-anggota tubuhmu dalam keseluruhan tubuhmu; dan uraian mengenai hal itu sangat panjang. Tidak sepatutnya engkau mengira bahwa beriman kepada fakta bahwa bintang-bintang, matahari, dan bulan ditundukkan dengan perintah Allah Subhanah dalam perkara-perkara yang dijadikan sebagai sebab-sebab baginya berdasarkan hikmah, adalah bertentangan dengan syariat hanya karena adanya larangan membenarkan ahli nujum (ramalan bintang) dan larangan dari ilmu nujum // Hadis larangan membenarkan ahli nujum dan ilmu nujum diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah dengan sanad shahih dari hadis Ibn 'Abbas: 'Barang siapa mengambil satu cabang dari ilmu nujum, maka sungguh ia telah mengambil satu cabang dari sihir, bertambah seiring bertambahnya…' Dan bagi Ath-Thabrani dari hadis Ibn Mas'ud dan Tsauban: 'Apabila disebutkan tentang bintang-bintang, maka tahanlah diri kalian' dan sanad keduanya dha'if, dan telah berlalu dalam Kitab Al-'Ilm. Bagi Muslim dari hadis Mu'awiyah bin Al-Hakam As-Sulami, ia berkata: Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, ada hal-hal yang dulu kami lakukan di masa Jahiliyah, kami biasa mendatangi tukang tenung.' Beliau bersabda: 'Maka janganlah kalian mendatangi tukang tenung…' al-hadits.
بل المنهي عنه في النجوم أمران أحدهما أن تصدق بأنها فاعلة لآثارها مستقلة بها وأنها ليست مسخرة تحت تدبير مدبر خلقها وقهرها وهذا كفر والثاني تصديق المنجمين في تفصيل ما يخبرون عنه من الآثار التي لا يشترك كافة الخلق في دركها لأنهم يقولون ذلك عن جهل فإن علم أحكام النجوم كان معجزة لبعض الأنبياء ﵈ ثم اندرس ذلك العلم فلم يبق إلا ما هو مختلط لا يتميز فيه الصواب عن الخطأ فاعتقاد كون الكواكب أسباباً لآثار تحصل بخلق الله تعالى في الأرض وفي النبات وفي الحيوان ليس قادحاً في الدين بل هو حق ولكن دعوى العلم بتلك الآثار على التفصيل مع الجهل قادح في الدين ولذلك إذا كان معك ثوب غسلته وتريد تجفيفه فقال لك غيرك أخرج الثوب وابسطه فإن الشمس قد طلعت وحمي النهار والهواء لا يلزمك تكذيبه ولا يلزمك الإنكار عليه بحوالته حمي الهواء على طلوع الشمس وإذا سألت عن تغيير وجه الإنسان فقال قرعتني الشمس في الطريق فاسود وجهي لم يلزمك تكذيبه بذلك وقس بهذا سائر الآثار إلا أن الآثار بعضها معلوم وبعضها مجهول فالمجهول لا يجوز دعوى العلم فيه والمعلوم بعضه معلوم للناس كافة كحصول الضياء والحرارة بطلوع الشمس وبعضه لبعض الناس كحصول الزكام بشروق القمر فإذن الكواكب ما خلقت عبثاً بل فيها حكم كثيرة لا تحصى ولهذا نظر رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى السماء وقرأ قوله تعالى ربنا ما خلقت هذا باطلاً سبحانك فقنا عذاب النار ثم قال ﷺ ويل لمن قرأ هذه الآية ثم مسح بها سبلته
Melainkan yang dilarang dalam hal bintang-bintang ada dua perkara: Pertama, engkau membenarkan bahwa bintang-bintang itu adalah pelaku mandiri yang menghasilkan bekas-bekasnya (pengaruhnya) secara independen, dan bahwa ia tidak ditundukkan di bawah pengaturan Sang Pengatur yang menciptakannya dan menguasainya; ini adalah kekufuran. Kedua, membenarkan ahli nujum dalam perincian apa yang mereka kabarkan tentang pengaruh-pengaruh yang tidak bersekutu seluruh makhluk dalam mencapainya, karena mereka mengatakan hal itu berdasarkan kebodohan. Sebab ilmu hukum-hukum bintang dulunya merupakan mukjizat bagi sebagian nabi 'alaihimus salam, kemudian ilmu itu sirna hingga tidak tersisa melainkan apa yang telah bercampur aduk sehingga tidak dapat dibedakan antara yang benar dan yang salah. Maka meyakini keberadaan benda-benda langit sebagai sebab-sebab bagi pengaruh yang terjadi dengan ciptaan Allah Ta'ala di bumi, tumbuhan, dan hewan, bukanlah hal yang mencederai agama, melainkan itu adalah kebenaran. Namun klaim mengetahui pengaruh-pengaruh tersebut secara terperinci menyertai kebodohan dialah yang mencederai agama. Oleh karena itu, jika engkau membawa pakaian yang telah engkau cuci dan engkau ingin mengeringkannya, lalu orang lain berkata kepadamu: 'Keluarkan pakaian itu dan bentangkanlah, karena matahari telah terbit, hawa telah panas, dan angin berhembus', engkau tidak wajib mendustakannya dan tidak wajib mengingkarinya atas penyandaran panasnya udara kepada terbitnya matahari. Dan jika engkau bertanya tentang perubahan wajah seseorang lalu ia menjawab: 'Matahari menyengatku di jalan sehingga wajahku menghitam', engkau tidak wajib mendustakannya dalam hal itu. Qiyaskanlah perkara-perkara lainnya dengan ini! Hanya saja pengaruh-pengaruh itu sebagian ada yang diketahui dan sebagian ada yang tidak diketahui. Perkara yang tidak diketahui tidak boleh diklaim pengetahuannya, sedangkan perkara yang diketahui, sebagian ada yang diketahui oleh seluruh manusia seperti terjadinya cahaya dan panas dengan terbitnya matahari, dan sebagian lagi diketahui oleh sebagian manusia seperti terjadinya selesma dengan pancaran bulan. Maka dengan demikian, bintang-bintang tidaklah diciptakan secara sia-sia, melainkan padanya terdapat hikmah-hikmah yang sangat banyak yang tak terhitung. Oleh sebab inilah Rasulullah ﷺ memandang ke langit dan membaca firman-Nya Ta'ala: 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini secara sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka' (QS. Ali 'Imran: 191), kemudian beliau ﷺ bersabda: 'Celakalah bagi orang yang membaca ayat ini lalu mengusap cambangnya dengannya…'
حديث قرأ قوله تعالى ربنا ما خلقت هذا باطلاً سبحانك فقنا عذاب النار ثم قال ويل لمن قرأ هذه الآية ثم مسح بها سبلته أى ترك تأملها أخرجه الثعلبى من حديث ابن عباس بلفظ ولم يتفكر فيها وفيه أبو جناب يحيى بن أبى حبة ضعيف
// Hadis: Beliau membaca firman-Nya Ta'ala 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini secara sia-sia…', kemudian bersabda: 'Celakalah bagi orang yang membaca ayat ini lalu mengusap cambangnya dengannya', yakni meninggalkan perenungan terhadapnya. Diriwayatkan oleh At-Tsa'labi dari hadis Ibn 'Abbas dengan lafaz: 'dan ia tidak memikirkannya', dan di dalamnya terdapat Abu Janab Yahya bin Abi Habbah yang dha'if.
ومعناه أن يقرأ ويترك التأمل ويقتصر من فهم ملكوت السموات على أن يعرف لون السماء وضوء الكواكب وذلك مما تعرفه البهائم أيضاً فمن قنع منه بمعرفة ذلك فهو الذي مسح بها سبلته فلله تعالى في ملكوت السموات والآفاق والأنفس والحيوانات عجائب يطلب معرفتها المحبون لله تعالى فإن من أحب عالماً فلا يزال مشغولاً بطلب تصانيفه ليزداد بمزيد الوقوف على عجائب علمه حباً له فكذلك الأمر في عجائب صنع الله تعالى فإن العالم
Maknanya adalah ia membaca namun meninggalkan tafakur (perenungan), dan mencukupi pemahaman tentang kerajaan (malakut) langit sebatas mengetahui warna langit dan cahaya bintang-bintang. Padahal hal itu juga diketahui oleh binatang ternak. Barang siapa merasa cukup dengannya sebatas pengetahuan tersebut, maka dialah orang yang mengusap cambangnya dengan ayat itu. Maka bagi Allah Ta'ala di dalam malakut langit, cakrawala, jiwa-jiwa, dan hewan-hewan terdapat keajaiban-keajaiban yang dicari pengetahuannya oleh para pencinta Allah Ta'ala. Sebab barang siapa mencintai seorang alim, ia akan senantiasa sibuk mencari karya-karyanya agar dengan bertambahnya penyingkapan atas keajaiban ilmunya, bertambah pula cintanya kepadanya. Maka demikian pula halnya dalam keajaiban ciptaan Allah Ta'ala. Sebab alam semesta…
كله من تصنيفه بل تصنيف المصنفين من تصنيفه الذي صنفه بواسطة قلوب عباده فإن تعجبت من تصنيف فلا تتعجب من المصنف بل من الذي سخر المصنف لتصنيفه بما أنعم عليه من هدايته وتسديده وتعريفه كما إذا رأيت لعب المشعوذ ترقص وتتحرك حركات موزونة متناسبة فلا تعجب من اللعب فإنها خرق محركة لا متحركة ولكن تعجب من حذق المشعوذ المحرك لها بروابط دقيقة خفية عن الأبصار فإذن المقصود أن غذاء النبات لا يتم إلا بالماء والهواء والشمس والقمر والكواكب ولا يتم ذلك إلا بالأفلاك التي هي مركوزة فيها ولا تتم الأفلاك إلا بحركانها ولا تتم حركاتها إلا بملائكة سماوية يحركونها وكذلك يتمادى ذلك إلى أسباب بعيدة تركنا ذكرها تنبيهاً بما ذكرناه على ما أهملناه ولنقتصر على هذا من ذكر أسباب غذاء النبات
…seluruhnya adalah karya-Nya. Bahkan karya para penulis pun termasuk karya-Nya yang diciptakan-Nya melalui perantara hati hamba-hamba-Nya. Jika engkau takjub terhadap suatu karya tulisan, maka janganlah takjub kepada penulisnya, melainkan kepada Zat yang menundukkan penulis tersebut untuk menyusun karyanya dengan nikmat hidayah, taufik, dan pemahaman yang dikurniakan-Nya. Sebagaimana jika engkau melihat boneka pertunjukan tukang sulap menari dan bergerak dengan gerakan-gerakan yang teratur dan serasi, maka janganlah engkau takjub kepada boneka-boneka itu, karena ia hanyalah kain-kain yang digerakkan, bukan yang bergerak sendiri; melainkan takjublah kepada keahlian tukang sulap yang menggerakkannya dengan tali-tali yang halus dan tersembunyi dari pandangan mata. Maka dengan demikian, maksudnya adalah bahwa nutrisi tumbuhan tidak akan sempurna melainkan dengan air, udara, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Hal itu tidak akan sempurna melainkan dengan garis-garis edar (aflak) tempat bersemayamnya benda-benda itu. Aflak tersebut tidak akan sempurna melainkan dengan pergerakannya, dan pergerakannya tidak akan sempurna melainkan dengan malaikat-malaikat langit yang menggerakkannya. Demikian pula hal itu berlanjut sampai kepada sebab-sebab yang jauh yang kami tinggalkan penyebutannya sebagai peringatan atas apa yang kami sebutkan terhadap apa yang kami abaikan. Dan marilah kita cukupkan sampai di sini dalam menyebutkan sebab-sebab nutrisi tumbuhan.