الشطر الأول في الرجاء

بيان فضيلة الرجاء والترغيب فيه

بيان فضيلة الرجاء والترغيب فيه

بيان فضيلة الرجاء والترغيب فيه

Penjelasan tentang Keutamaan Raja' dan Anjuran Kepadanya

اعلم أن العمل على الرجاء أعلى منه على الخوف لأن أقرب العباد إلى الله تعالى أحبهم له والحب يغلب الرجاء واعتبر ذلك بملكين يخدم أحداهما خوفاً من عقابه والآخر رجاء لثوابه ولذلك ورد في الرجاء وحسن الظن رغائب لا سيما في وقت الموت قال تعالى لا تقنطوا من رحمة الله فحرم أصل اليأس وفي أخبار يعقوب ﵇ إن الله تعالى أوحى إليه

Ketahuilah bahwa beramal berdasarkan raja' (harapan) lebih tinggi kedudukannya daripada beramal berdasarkan khauf (rasa takut), karena hamba yang paling dekat dengan Allah Ta'ala adalah yang paling mencintai-Nya, sedangkan rasa cinta lebih mendominasi raja'. Pertimbangkanlah hal itu pada dua orang pelayan yang mana salah seorang mengabdi kepada rajanya karena takut akan hukumannya, sementara yang lain mengabdi karena mengharapkan ganjaran pahalanya. Oleh karena itu, terdapat anjuran-anjuran (ragha'ib) dalam hal raja' dan husnuzhan (prasangka baik), khususnya pada saat menjelang kematian. Allah Ta'ala berfirman: 'Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah' (QS. Az-Zumar: 53), maka Dia mengharamkan dasar dari keputusasaan. Dan dalam riwayat-riwayat tentang Ya'qub 'alaihissalam bahwasanya Allah Ta'ala mengwahyukan kepadanya:

أتدري لم فرقت بينك وبين يوسف لأنك قلت أخاف أن يأكله الذئب وأنتم عنه غافلون لم خفت الذئب ولم ترجني ولم نظرت إلى غفلة أخوته ولم تنظر إلى حفظي له

'Apakah engkau tahu mengapa Aku memisahkan antara engkau dan Yusuf? Karena engkau berkata: 'Aku khawatir ia akan dimakan serigala sedang kamu lalai darinya.' Mengapa engkau takut kepada serigala dan tidak berharap kepada-Ku? Mengapa engkau memandang kelalaian saudara-saudaranya dan tidak memandang penjagaan-Ku terhadapnya?'

وقال صلى الله عليه وسلم

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن بالله تعالى وقال ﷺ يَقُولُ اللَّهُ ﷿ أنا عند ظن عبدي بي فليظن بي ما شاء

'Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian meninggal dunia melainkan ia berhusnuzhan (berprasangka baik) kepada Allah Ta'ala.' Dan Beliau ﷺ bersabda: 'Allah Azza wa Jalla berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, maka hendaklah ia berprasangka kepada-Ku sekehendaknya.'

ودخل ﷺ على رجل وهو في النزع فقال كيف تجدك فقال أجدني أخاف ذنوبي وأرجو رحمة ربي

Dan Nabi ﷺ pernah menjenguk seorang laki-laki yang sedang berada dalam sakaratul maut, lalu Beliau bertanya: 'Bagaimana engkau mendapati dirimu?' Ia menjawab: 'Aku mendapati diriku takut akan dosa-dosaku dan mengharapkan rahmat Tuhanku.'

فقال ﷺ ما اجتمعا في قلب عبد في هذا الموطن إلا أعطاه الله ما رجا وأمنه مما يخاف وقال علي ﵁ لرجل أخرجه الخوف إلى القنوط لكثرة ذنوبه يا هذا يأسك من رحمة الله أعظم من ذنوبك

Maka Beliau ﷺ bersabda: 'Tidaklah kedua hal ini berhimpun di dalam hati seorang hamba pada keadaan seperti ini, melainkan Allah akan memberikan apa yang ia harapkan dan mengamankannya dari apa yang ia takuti.' Dan Ali radiyallahu 'anhu berkata kepada seorang laki-laki yang rasa takutnya telah membawanya pada keputusasaan karena banyaknya dosanya: 'Wahai Fulan, keputusasaanmu dari rahmat Allah lebih besar daripada dosa-dosamu.'

وقال سفيان من أذنب ذنباً فعلم أن الله تعالى قدره عليه ورجاء غفرانه غفر الله له ذنبه قال لأن الله ﷿ عير قوماً فقال وذلكم ظنكم الذي ظننتم بربكم أرداكم وقال تعالى وظننتم ظن السوء وكنتم قوماً بوراً وَقَالَ ﷺ إِنَّ اللَّهَ تعالى يقول للعبد يوم القيامة ما منعك إذ رأيت المنكر أن تنكره فإن لقنه الله حجته قال يا رب رجوتك وخفت الناس قال فيقول الله تعالى قد غفرته لك وفي الخبر الصحيح أن رجلاً كان يداين الناس فيسامح الغني ويتجاوز عن المعسر فلقي الله ولم يعمل خيراً قط فقال الله ﷿ من أحق بذلك منا فعفا عنه لحسن ظنه ورجائه أن يعفو عنه مع إفلاسه عن الطاعات وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يرجون تجارة لن تبور ولما قال ﷺ لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلاً ولبكيتم كثيراً ولخرجتم إلى الصعدات تلدمون صدروكم وتجأرون إلى ربكم فهبط جبريل ﵇ فقال إن ربك يقول لك لم تقنط عبادي فخرج عليهم ورجاهم وشوقهم

Sufyan berkata: 'Barang siapa melakukan suatu dosa lalu ia mengetahui bahwa Allah Ta'ala telah menakdirkannya atas dirinya dan ia mengharapkan ampunan-Nya, niscaya Allah mengampuni dosanya.' Ia berkata demikian karena Allah Azza wa Jalla mencela suatu kaum seraya berfirman: 'Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanku, prasangka itu telah membinasakan kamu.' (QS. Fussilat: 23). Dan Allah Ta'ala berfirman: 'Dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk dan kamu adalah kaum yang binasa.' (QS. Al-Fath: 12). Dan Nabi ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman kepada hamba pada hari Kiamat: Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat kemungkaran untuk mengingkarinya? Jika Allah menuntunkan hujahnya kepada hamba itu, ia berkata: Wahai Tuhanku, aku mengharapkan-Mu dan takut kepada manusia. Beliau bersabda: Maka Allah Ta'ala berfirman: Sungguh Aku telah mengampunimu.' Dan dalam riwayat yang shahih disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang biasa memberi pinjaman kepada orang-orang; ia memberi kemudahan kepada orang yang berkecukupan dan memaafkan orang yang kesulitan. Lalu ia bertemu dengan Allah sedangkan ia tidak pernah berbuat kebaikan sama sekali. Maka Allah Azza wa Jalla berfirman: 'Siapakah yang lebih berhak untuk melakukan hal itu daripada Kami?' Lalu Allah memaafkannya karena prasangka baiknya dan harapannya bahwa Allah akan memaafkannya meskipun ia bangkrut dari ketaatan. Dan Allah Ta'ala berfirman: 'Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.' (QS. Fatir: 29). Dan ketika Nabi ﷺ bersabda: 'Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, serta kalian akan keluar ke jalan-jalan tinggi sambil memukul-mukul dada kalian dan meratap memohon kepada Tuhan kalian,' maka Malaikat Jibril 'alaihissalam turun dan berkata: 'Sesungguhnya Tuhanmu berfirman kepadamu: Mengapa engkau membuat hamba-hamba-Ku berputus asa?' Maka Beliau keluar menemui mereka, memberi mereka harapan, dan menanamkan kerinduan (kepada rahmat Allah).

وفي الخبر إن الله تعالى أوحى إلى داود ﵇ أحبني وأحب من يحبني وحببني إلى خلقي فقال يا رب كيف أحببك إلى خلقك اذكرني بالحسن الجميل واذكر آلائي وإحساني وذكرهم ذلك فإنهم لا يعرفون مني إلا الجميل ورئى أبان بن أبي عياش في النوم وكان يكثر ذكر أبواب الرجاء فقال أوقفني الله تعالى بين يديه فقال ما الذي حملك على ذلك فقلت أردت أن أحببك إلى خلقك فقال قد غفرت لك

Dan dalam riwayat disebutkan bahwa Allah Ta'ala mengwahyukan kepada Daud 'alaihissalam: 'Cintailah Aku, cintailah orang yang mencintai-Ku, dan buatlah makhluk-Ku mencintai-Ku.' Daud berkata: 'Wahai Tuhanku, bagaimana aku membuat makhluk-Mu mencintai-Mu?' Allah berfirman: 'Sebutlah Aku dengan kebaikan yang indah, sebutlah nikmat-nikmat-Ku dan kebaikan-Ku, serta ingatkanlah mereka akan hal itu, karena mereka tidak mengenal dari-Ku melainkan keindahan.' Dan Aban bin Abi 'Ayyash terlihat dalam mimpi—ia dahulu sering menyebutkan pintu-pintu harapan (raja')—lalu ia berkata: 'Allah Ta'ala menghentikanku di hadapan-Nya seraya berfirman: Apa yang mendorongmu melakukan hal itu? Aku menjawab: Aku ingin membuat-Mu dicintai oleh makhluk-Mu. Maka Allah berfirman: Sungguh Aku telah mengampunimu.'

ورئى يحيى بن أكثم بعد موته في النوم فقيل له ما فعل الله بك فقال أوقفني الله بين يديه وقال يا شيخ السوء فعلت وفعلت وقال فأخذني من الرعب ما يعلم الله ثم قلت يا رب ما هكذا حدثت عنك فقال وما حدثت عني فقلت حدثني عبد الرزاق عن معمر عن الزهري عن أنس عن نبيك ﷺ عن جبريل ﵇ أنك قلت أنا عند ظن عبدي بي فليظن بي ما شاء وكنت أظن بك أن لا تعذبني فقال الله ﷿ صدق جبريل وصدق نبيي وصدق أنس وصدق الزهري وصدق معمر وصدق عبد الرزاق وصدقت قال فألبست ومشى بين

Dan Yahya bin Aktham terlihat dalam mimpi setelah wafatnya, lalu ditanyakan kepadanya: 'Apa yang telah Allah perbuat kepadamu?' Ia menjawab: 'Allah menghentikanku di hadapan-Nya seraya berfirman: Wahai orang tua yang buruk, engkau telah melakukan ini dan itu. Ia berkata: Maka aku dikuasai oleh rasa takut yang luar biasa yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian aku berkata: Wahai Tuhanku, tidaklah demikian hadits yang disampaikan kepadaku tentang-Mu. Allah berfirman: Dan apa yang disampaikan kepadamu tentang-Ku? Aku menjawab: Abdurrazzaq menyampaikan hadits kepadaku dari Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Anas, dari Nabi-Mu ﷺ, dari Jibril 'alaihissalam, bahwasanya Engkau berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, maka hendaklah ia berprasangka kepada-Ku sekehendaknya. Dan aku berprasangka kepada-Mu bahwa Engkau tidak akan mengazabku. Maka Allah Azza wa Jalla berfirman: Benarlah Jibril, benarlah Nabi-Ku, benarlah Anas, benarlah Az-Zuhri, benarlah Ma'mar, benarlah Abdurrazzaq, dan benarlah engkau.' Ia berkata: 'Lalu aku diberi pakaian kebesaran dan berjalan di antara…'

يدي الولدان إلى الجنة فقلت يا لها من فرحة

…tangan anak-anak pelayan surga menuju Surga, lalu aku berkata: "Betapa besarnya kegembiraan ini!"

وفي الخبر أن رجلاً من بني إسرائيل كان يقنط الناس ويشدد عليهم قال فيقل له الله تعالى يوم القيامة اليوم أويسك من رحمتي كما كنت تقنط عبادي منها وقال ﷺ إن رجلاً يدخل النار فيمكث فيها ألف سنة ينادي يا حنان يا منان فيقول الله تعالى لجبريل اذهب فائتني بعبدي قال فيجيء به فيوقفه على ربه فيقول الله تعالى كيف وجدت مكانك فيقول شر مكان قال فيقول رذوه إلى مكانه قال فيمشي ويلتفت إلى ورائه فيقول الله ﷿ إلى أي شيء تلتفت فيقول لقد رجوت أن لا تعيدني إليها بعد إذ أخرجتني منها فيقول الله تعالى اذهبوا به إلى الجنة فدل هذا على أن رجاءه كان سبب نجاته نسأل الله حسن التوفيق بلطفه وكرمه

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seorang lelaki dari Bani Israil biasa membuat manusia berputus asa dan bersikap amat keras terhadap mereka. Maka Allah Ta'ala berfirman kepadanya pada hari Kiamat, "Hari ini Aku membuatmu berputus asa dari rahmat-Ku sebagaimana engkau dahulu membuat hamba-hamba-Ku berputus asa darinya." Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya seorang lelaki akan masuk ke dalam neraka lalu berdiam di dalamnya selama seribu tahun seraya menyeru: 'Ya Hannan, Ya Mannan' (Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Yang Maha Memberi Anugerah!). Maka Allah Ta'ala berfirman kepada Jibril, 'Pergilah dan bawalah hamba-Ku itu kepada-Ku!' Maka Jibril membawanya dan memperhentikannya di hadapan Tuhannya. Allah Ta'ala berfirman, 'Bagaimana engkau mendapati tempatmu?' Ia menjawab, 'Seburuk-buruk tempat.' Allah berfirman, 'Kembalikan dia ke tempatnya!' Maka lelaki itu berjalan lalu menoleh ke belakang. Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Mengapa engkau menoleh?' Ia menjawab, 'Sungguh aku telah berharap Engkau tidak akan mengembalikan aku ke dalamnya setelah Engkau mengeluarkan aku darinya.' Maka Allah Ta'ala berfirman, 'Bawalah dia ke Surga!'" Hal ini menunjukkan bahwa harapannya (raja'-nya) menjadi sebab keselamatannya. Kita memohon kepada Allah sebaik-baik taufik dengan kelembutan dan kemurahan-Nya.