باب في الإعتكاف
باب في الإعتكاف
Bab tentang Itikaf
…
…
باب في الإعتاق
Bab tentang Memerdekakan Budak (Al-I'taq)
صح عتق مطلق تصرف بنحو أعتقتك أو حررتك,
Sah pemerdekaan budak dari orang yang memiliki kebebasan bertindak (mutlaq at-tasharruf) dengan lafal seperti "Aku telah memerdekakanmu" atau "Aku telah membebaskanmu",
باب في الإعتاق
Bab tentang Memerdekakan Budak
هو إزالة الرق عن الآدمي والأصل فيه قوله تعالى: ﴿فَكُّ رَقَبَةٍ﴾ [٩٠ سورة البلد الآية: ١٣] وخبر الصحيحين [البخاري رقم: ٢٥١٧, مسلم رقم: ١٥٠٩] أنه ﷺ قال: "من أعتق رقبة مؤمنة" وفي رواية "امرأ مسلما" أعتق الله بكل عضو منها عضوا من أعضائه من النار حتى الفرج بالفرج وعتق الذكر أفضل.
Yaitu menghilangkan perbudakan dari seorang manusia. Dasar hukumnya adalah firman Allah Ta'ala: "Memerdekakan budak" [QS. Al-Balad: 13], dan hadis Shahihain [Al-Bukhari no. 2517, Muslim no. 1509] bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa memerdekakan seorang budak beriman" —dalam satu riwayat: "seorang muslim"— "maka Allah akan membebaskan dari neraka setiap anggota tubuhnya dengan setiap anggota tubuh budak tersebut, hingga kemaluan dengan kemaluan." Dan memerdekakan budak laki-laki itu lebih utama.
وروي أن عبد الرحمن بن عوف ﵁ أعتق ثلاثين ألف نسمة أي رقبة.
Diriwayatkan bahwa 'Abdurrahman bin 'Auf radhiyallahu 'anhu telah memerdekakan tiga puluh ribu jiwa, yaitu budak.
وختمنا كالأصحاب بباب العتق تفاؤلا.
Dan kami mengakhiri (kitab ini)—sebagaimana para ulama mazhab Syafi'i—dengan bab memerdekakan budak sebagai bentuk tafa'ul (harapan baik).
صح عتق مطلق تصرف له ولاية ولو كافرا فلا يصح من صبي ومجنون ومحجور بسفه أو فلس ولا من غير مالك بغير نيابة.
Sah pemerdekaan budak dari orang yang berhak bertindak secara penuh (mutlaq at-tasharruf) yang memiliki kekuasaan atas hal itu, meskipun ia seorang kafir. Maka tidak sah pemerdekaan dari anak kecil, orang gila, orang yang diampu (mahjur) karena pemborosan (safah) atau kebangkrutan (flis), dan tidak sah pula dari selain pemilik tanpa adanya perwakilan (niyabah).
بنحو أعتقتك أو حررتك كفككتك وأنت حر أو عتيق وبكناية مع نية كلا ملك أو لا سبيل لي عليك أو أزلت ملكي عنك وأنت مولاي وكذا يا سيدي على المرجح.
Dengan ucapan seperti "A'taqtuka" (Aku telah memerdekakanmu) atau "Harrartuka" (Aku telah membebaskanmu), seperti "Fakaktuka" (Aku telah melepaskanmu), "Engkau bebas/merdeka", atau "Engkau dimerdekakan". Dan dengan ucapan sindiran (kinayah) yang disertai niat, seperti "Tidak ada kepemilikan", "Tidak ada jalan bagiku atas dirimu", "Aku telah menghilangkan kepemilikanku darimu", atau "Engkau adalah tuanku", demikian pula ucapan "Wahai tuanku" menurut pendapat yang dikuatkan (murajjah).
ولو بعوض ولو أعتق حاملا تبعها أو مشتركا أو نصيبه عتق نصيبه وسرى بالإعتاق لما أيسر به,
Meskipun dengan imbalan ('iwadh). Dan jika seseorang memerdekakan budak perempuan yang sedang hamil, maka janinnya mengikutinya; atau memerdekakan budak perserikatan atau bagiannya sendiri, maka sah merdeka bagiannya dan pemerdekaan itu merembet (saraya) sesuai kemampuan kelapangan hartanya,
وقوله أنت ابني أو هذا أو هو ابني أو أبي أو أمي إعتاق إن أمكن من حيث السن وإن عرف نسبه مؤاخذة له بإقراره أو يا ابني كناية فلا يعتق في النداء إلا إن قصد به العتق لاختصاصه بأنه يستعمل في العادة كثير الملاطفة وحسن المعاشرة كما صرح به شيخنا في شرح المنهاج والإرشاد.
Ucapan seseorang "Engkau adalah anakku", "Orang ini adalah anakku", "Dia anakku", "Bapakku", atau "Ibuku" adalah pemerdekaan jika memungkinkan dari segi usia, meskipun nasabnya sudah diketahui, sebagai bentuk penindakan atas pengakuannya (iqrar). Adapun panggilan "Wahai anakku" adalah sindiran (kinayah), sehingga budak tersebut tidak merdeka dalam pemanggilan kecuali jika ia memaksudkan pemerdekaan dengannya, karena panggilan tersebut secara kebiasaan khusus digunakan untuk menunjukkan kelembutan yang banyak dan hubungan sosial yang baik, sebagaimana dijelaskan secara tegas oleh guru kami dalam syarh Al-Minhaj dan Al-Irsyad.
وليس من لفظ الإقرار به قوله لا عتق لعبد فلان لأنه لا يصلح موضوعه لإقرار ولا إنشاء وإن استعمل عرفا في العتق كما أفتى به شيخنا رحمه الله تعالى.
Tidak termasuk lafal pengakuan pemerdekaan adalah ucapannya "Tidak ada pemerdekaan bagi budak si Fulan", karena konteks kedudukannya tidak layak untuk pengakuan (iqrar) maupun pembentukan hukum baru (insya'), meskipun secara adat digunakan untuk pemerdekaan, sebagaimana difatwakan oleh guru kami rahimahullah Ta'ala.
ولو بعوض أي معه فلو قال أعتقتك على ألف أو بعتك نفسك بألف فقبل فورا عتق ولزمه الألف في الصورتين والولاء للسيد فيهما.
(Meskipun dengan imbalan) yaitu beserta imbalan. Maka jika ia berkata, "Aku memerdekakanmu atas seribu" atau "Aku menjual dirimu kepadamu dengan harga seribu", lalu budak itu langsung menerima, maka ia merdeka dan wajib membayar seribu itu dalam kedua gambaran tersebut, sedangkan hak wala' tetap bagi tuan dalam kedua kondisi tersebut.
ولو أعتق حاملا مملوكة له هي وحملها تبعها أي الحمل في العتق وإن استثناه لأنه كالجزء منها.
Dan jika ia memerdekakan budak perempuan hamil yang dimiliki olehnya baik induk maupun janinnya, maka janin itu mengikuti induknya dalam hal pemerdekaan, meskipun ia mengecualikan janin tersebut, karena janin itu bagaikan bagian dari induknya.
ولو أعتق الحمل عتق إن نفخت فيه الروح دونها ولو كانت لرجل والحمل لآخر بنحو وصية لم يعتق أحدهما بعتق الآخر.
Dan jika ia memerdekakan janinnya saja, maka janin itu merdeka jika ditiupkan ruh padanya tanpa memerdekakan induknya. Dan jika budak wanita milik seseorang sedangkan janinnya milik orang lain dengan cara seperti wasiat, maka salah satunya tidak menjadi merdeka sebab pemerdekaan yang lain.
أو أعتق مشتركا بينه وبين غيره أي كله أو أعتق نصيبه منه كنصيبي منك حر عتق نصيبه مطلقا وسرى الإعتاق من موسر لا معسر لما أيسر به من نصيب الشريك أو بعضه ولا يمنع السراية دين
Atau jika ia memerdekakan budak berserikat antara dirinya dan orang lain—maksudnya seluruh budak itu—atau ia memerdekakan bagiannya saja darinya seperti ucapan "Bagianku darimu merdeka", maka bagiannya merdeka secara mutlak, dan pemerdekaan itu merembet (saraya) jika dilakukan oleh orang yang berkecukupan (musir), bukan orang yang kesulitan (mu'sir), sesuai kadar kelapangan hartanya dari bagian milik sekutunya atau sebagian dari bagian tersebut. Dan utang tidak menghalangi perembetan (saraya) tersebut.
ولو ملك بعضه عتق عليه ومن قال: أنت حر بعد موتي فهو مدبر يعتق بعد وفاته وبطل بنحو بيع لا برجوع لفظا.
Dan jika seseorang memiliki kerabat (mahram)nya, maka kerabat itu merdeka atasnya. Dan barang siapa berkata: "Engkau merdeka setelah matiku", maka ia adalah budak mudabbar yang akan merdeka setelah kematian tuannya, dan kepemilikan mudabbar tersebut batal dengan hal-hal seperti penjualan, bukan dengan pencabutan secara lisan.
مستغرق بدون حجر واستيلاد أحد الشريكين الموسر يسري إلى حصة شريكه كالعتق وعليه قيمة نصيب شريكه وحصته من مهر المثل لا قيمة الولد أي حصته ولا يسري التدبير.
(Utang yang) menghabiskan harta tanpa adanya mahjur (penahanan harta). Pembuntingan (istilad) yang dilakukan salah satu dari dua orang yang berserikat yang mampu (secara finansial) menjalar (hukum kemerdekaannya) ke bagian sekutunya sebagaimana pemerdekaan ('itq). Dan ia wajib membayar nilai bagian sekutunya serta bagian sekutunya dari mahar mitsil, bukan nilai anak (yaitu bagian sekutunya dari nilai anak), dan hukum tadbir tidak menjalar (seperti ini).
ولو ملك شخص بعضه من أصل أو فرع وإن بعد عتق عليه لخبر مسلم [رقم: ١٥١٠] .
Jika seseorang memiliki sebagian dari asal (leluhur/orang tua) atau cabang (anak/cucu) sekalipun jauh, maka ia langsung merdeka baginya berdasarkan hadis riwayat Muslim [No: 1510].
وخرج بالبعض غيره كالأخ فلا يعتق بملك.
Dan dikecualikan dengan "sebagian" (orang tua/anak) yaitu selainnya seperti saudara kandung, maka ia tidak langsung merdeka dengan sebab kepemilikan.
ومن قال لعبده أنت حر بعد موتي أو إذا مت فأنت حر أو أعتقتك بعد موتي وكذا إذا مت فأنت حرام أو مسيب مع نية فهو مدبر يعتق بعد وفاته من ثلث ماله بعد الدين وبطل أي التدبير بنحو بيع للمدبر فلا يعود وإن ملكه ثانيا ويصح بيعه لا برجوع عنه لفظا كفسخته أو عقصته ولا بإنكار للتدبير.
Barang siapa berkata kepada budaknya, "Kamu merdeka setelah kematianku," atau "Jika aku mati maka kamu merdeka," atau "Aku memerdekakanmu setelah kematianku," demikian pula "Jika aku mati maka kamu haram (tidak boleh dimiliki)" atau "dilepas (musayyab)" disertai niat, maka budak itu menjadi mudabbar yang dimerdekakan setelah kematian majikannya dari sepertiga hartanya setelah pembayaran utang. Dan batal hukum tadbir tersebut dengan sejenis penjualan terhadap budak mudabbar tersebut, sehingga tidak kembali (hukum tadbirnya) meskipun ia memilikinya kembali untuk kedua kalinya, dan sah menjualnya; tetapi (tadbir) tidak batal dengan pencabutan kembali secara lisan seperti "Aku membatalkannya" atau "Aku mengurungkannya", dan tidak pula dengan pengingkaran terhadap tadbir.
ويجوز له وطئ المدبرة ولو ولدت مدبرة ولدا من نكاح أو زنا لا يثبت للولد حكم التدبير فلو كانت حاملا عند موت السيد فيتبعها جزما.
Boleh bagi majikan menyetubuhi budak perempuan mudabbarah. Dan sekiranya budak mudabbarah melahirkan anak dari hasil pernikahan atau perzinahan, maka tidak berlaku bagi anak tersebut hukum tadbir. Namun jika ia sedang hamil saat kematian majikannya, maka anak dalam kandungannya pasti mengikutinya (merdeka).
ولو دبر حاملا ثبت التدبير للحمل تبعا لها إن لم يستثنه وإن انفصل قبل موت سيدها لا إن أبطل قبل انفصاله تدبيرها.
Jika majikan melakukan tadbir terhadap budak perempuan yang sedang hamil, maka hukum tadbir juga berlaku untuk janin yang dikandungnya secara mengikutinya selama majikan tidak mengecualikannya, sekalipun janin tersebut lahir sebelum kematian majikannya; tidak demikian halnya jika majikan membatalkan tadbir induknya sebelum janin tersebut lahir.
والمدبر كعبد في حياة السيد ويصح تدبير مكاتب وعكسه كما يصح تعليق عتق مكاتب.
Budak mudabbar itu statusnya seperti budak biasa selama majikannya masih hidup. Sah melakukan tadbir terhadap budak mukatab dan sebaliknya (membuat akad kitabah terhadap budak mudabbar), sebagaimana sah juga menggantungkan pemerdekaan budak mukatab.
الكتابة سنة بطلب عبد أمين مكتسب وشرط في صحتها لفظ يشعر بها إيجابا ككاتبتك على كذا منجما مع: إذا أديته فأنت حر وقبولا كـ: قبلت وعوض مؤجل منجم بنجمين فأكثر مع بيان قدره وصفته ولزم سيدا حط متمول منه,
Akad kitabah adalah sunnah atas permintaan budak yang terpercaya lagi memiliki usaha/penghasilan. Syarat keabsahannya adalah lafaz yang menunjukkan hal itu, berupa ijab seperti: "Aku melakukan akad kitabah padamu dengan imbalan sekian secara diangsur", disertai ucapan: "jika kamu melunasinya maka kamu merdeka", dan kabul seperti: "Aku menerima", serta imbalan ('iwadh) yang ditangguhkan dan diangsur dalam dua kali cicilan (bintang) atau lebih, disertai penjelasan kadar (jumlah) dan sifatnya. Dan majikan wajib mengurangkan (memotong) sebagian harta bernilai dari imbalan tersebut,
ويصدق المدبر بيمين فيما وجد معه وقال كسبته بعد الموت وقال الوارث بل قبله لان اليد له.
Budak mudabbar dibenarkan perkataannya disertai sumpah mengenai apa yang ada padanya ketika ia berkata, "Aku mengusahakannya (mendapatkannya) setelah kematian (majikan)," sedangkan ahli waris berkata, "Bahkan sebelum kematiannya," karena penguasaan fisik (al-yad) ada pada budak tersebut.
الكتابة شرعا: عقد عتق بلفظها معلق بمال منجم بنجمين فأكثر.
Kitabah secara syariat adalah: akad pemerdekaan dengan lafaznya yang digantungkan pada harta pembayaran yang diangsur dalam dua kali cicilan (bintang) atau lebih.
وهي سنة لا واجبة وإن طلبها الرقيق كالتدبير.
Dan akad kitabah itu hukumnya sunnah, bukan wajib, meskipun budak memintanya, sebagaimana halnya tadbir.
بطلب عبد أمين مكتسب بما يفي مؤنته ونجومه فإن فقدت الشروط أو أحدها فمباحة.
(Disunnahkan) atas permintaan budak yang terpercaya yang memiliki mata pencaharian yang mencukupi kebutuhan hidupnya dan cicilan-cicilannya. Apabila syarat-syarat tersebut atau salah satunya tidak terpenuhi, maka hukumnya mubah.
وشرط في صحتها لفظ يشعر بها أي بالكتابة إيجابا ككاتبتك أو أنت مكاتب على كذا كمائة منجما مع
Disyaratkan dalam keabsahannya adanya lafaz yang menunjukkan padanya—yaitu akad kitabah—berupa ijab seperti "Aku bermukatab denganku" atau "Kamu adalah budak mukatab atas imbalan sekian" seperti seratus (dirham) yang diangsur, disertai
قوله إذا أديته فأنت حر وقبولا كقبلت ذلك.
ucapan majikan: "Apabila engkau melunasinya maka engkau merdeka", dan kabul seperti: "Aku menerima hal itu".
وشرط فيها عوض من دين أو منفعة مؤجل هنا ليحصله ويؤديه منجم بنجمين فأكثر كما جرى عليه أكثر الصحابة رضوان الله عليهم ولو في مبعض مع بيان قدره أي العوض وصفته وعدد النجوم وقسط كل نجم. ولزم سيدا في كتابة صحيحة قبل عتق حط متمول منه أي العوض لقوله تعالى: ﴿وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ﴾ [٢٤ سورة النور الآية: ٣٣] فسر الإيتاء بما ذكر لان القصد منه الإعانة على العتق,
Dan disyaratkan padanya imbalan berupa utang atau manfaat yang ditangguhkan di sini agar ia dapat mengusahakannya dan membayarnya, yang diangsur dalam dua kali cicilan (bintang) atau lebih sebagaimana yang berlaku pada mayoritas Sahabat keridaan Allah atas mereka, sekalipun pada budak muba'adh (sebagian merdeka), beserta penjelasan kadarnya—yaitu imbalan tersebut—sifatnya, jumlah cicilan, dan porsi tiap cicilan. Dan majikan wajib dalam akad kitabah yang sah sebelum kemerdekaan terjadi untuk mengurangi sebagian harta bernilai darinya—yaitu dari pembayaran tersebut—berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikurniakan-Nya kepadamu" [QS. An-Nur: 33]. Pemberian (al-i'ta') ditafsirkan dengan apa yang telah disebutkan karena tujuannya adalah membantu pemerdekaan,
ولا يفسخها إلا إن عجز مكاتب عن أداء أو امتنع عنه أو غاب وله فسخ وحرم عليه تمتع بمكاتبة وله شراء إماء لتجارة لا تزوج إلا بإذن سيده ولا تسر.
Dan majikan tidak boleh membatalkannya kecuali jika budak mukatab tidak mampu membayar, enggan memenuhinya, atau menghilang. Dan bagi budak mukatab berhak membatalkannya. Haram bagi majikan menikmati (menyetubuhi) budak perempuan mukatabah. Dan budak mukatab boleh membeli budak-budak perempuan untuk perdagangan, bukan untuk dinikahi kecuali dengan izin majikannya, dan ia tidak boleh menjadikannya selir.
وكونه ربعا فسبعا أولى.
Dan jika pengurangannya (potongannya) sebesar seperempat lalu sepertujuh, maka itu lebih utama.
ولا يفسخها أي يجوز فسخ السيد الكتابة إلا إن عجز مكاتب عن أداء عند المحل لنجم أو بعضه أو امتنع عنه عند ذلك مع القدرة عليه أو غاب عند ذلك وإن حضر ماله أو كانت غيبة المكاتب دون مسافة القصر فله فسخها بنفسه وبحاكم متى شاء لتعذر العوض عليه.
"Dan tidak membatalkannya" artinya tidak boleh bagi majikan membatalkan akad kitabah kecuali jika budak mukatab lemah (tidak mampu) membayar pada saat jatuh tempo untuk suatu angsuran atau sebagiannya, atau ia enggan memenuhinya pada saat jatuh tempo padahal mampu, atau ia menghilang pada saat jatuh tempo meskipun hartanya ada/hadir atau jarak menghilangnya budak kurang dari jarak qashar shalat, maka majikan berhak membatalkannya sendiri atau melalui hakim kapan saja ia mau karena sulitnya memperoleh imbalan baginya.
وليس للحاكم الأداء من مال المكاتب الغائب.
Dan hakim tidak berhak melunasi cicilan dari harta budak mukatab yang tidak ada (ghaib).
وله أي للمكاتب فسخ كالرهن بالنسبة للمرتهن فله ترك الأداء والفسخ وإن كان معه وفاء.
Dan baginya—yaitu bagi budak mukatab—berhak membatalkan akad sebagaimana barang gadai bagi penerima gadai. Maka ia berhak meninggalkan pembayaran cicilan dan membatalkan akad meskipun ia memiliki harta yang cukup untuk melunasinya.
وحرم عليه تمتع بمكاتبة لاختلال ملكه ويجب بوطئه لها مهر لا حد والولد حر.
Dan diharamkan atas tuannya bersenang-senang (bersetubuh) dengan budak wanita mukatabah karena ketidaksempurnaan kepemilikannya. Dan karena menyetubuhinya, tuan wajib membayar mahar, bukan dijatuhi hukuman had, dan anaknya berstatus merdeka.
وله أي للمكاتب شراء إماء لتجارة لا تزوج إلا بإذن سيده ولا تسر ولو بإذنه يعني لا يجوز وطء مملوكته وما وقع للشيخين في موضع مما يقتضي جوازه بالإذن مبني على الضعيف أن القن غير المكاتب يملك بتمليك السيد.
Dan bagi mukatab diperbolehkan membeli budak-budak wanita untuk perdagangan, bukan untuk dinikahi kecuali dengan izin tuannya, dan tidak boleh menjadikannya selir (menyetubuhinya) meskipun dengan izin tuannya; artinya tidak boleh menyetubuhi budak wanitanya. Adapun apa yang terjadi pada Asy-Syaikhani (An-Nawawi dan Ar-Rafi'i) di suatu tempat yang mengindikasikan kebolehannya dengan izin tuan, itu didasarkan pada pendapat yang lemah bahwa budak murni (bukan mukatab) dapat memiliki harta dengan dipemilikkan oleh tuan.
قال شيخنا: ويظهر أنه ليس له الاستمتاع بما دون الوطء أيضا.
Guru kami berkata: "Tampak jelas bahwa ia juga tidak boleh bersenang-senang dengan sesuatu di bawah setubuh."
إذا أحبل حر أمته فولدت عتقت بموته كولدها بنكاح أو زنى بعد وضعها وله وطء أم ولد لا تمليكها كولدها التابع لها.
Apabila seorang merdeka menghamilkan budak wanitanya lalu ia melahirkan, maka budak itu merdeka sebab kematian tuannya, sebagaimana anaknya dari pernikahan atau perzinaan setelah melahirkannya. Dan tuan berhak menyetubuhi ummu walad, tetapi tidak berhak memindahkan kepemilikannya sebagaimana anaknya yang mengikutinya.
ويجوز للمكاتب بيع وشراء وإجارة لا هبة وصدقة وقرض بلا إذن سيده.
Dan boleh bagi budak mukatab melakukan jual, beli, dan sewa-menyewa, tetapi tidak boleh memberi hibah, sedekah, dan pinjaman tanpa izin tuannya.
فرع: لو قال السيد بعد قبضه المال كنت فسخت الكتابة فأنكر المكاتب صدق بيمينه لان الأصل عدم الفسخ وعلى السيد البينة.
Cabang masalah: Jika tuan berkata setelah menerima pembayaran harta, "Dahulu aku telah membatalkan akad kitabah," lalu budak mukatab memungkirinya, maka pembenaran ada pada budak beserta sumpahnya karena hukum asalnya adalah tidak adanya pembatalan (fasakh), dan tuan wajib mengajukan bukti.
ولو قال كاتبتك وأنا صبي أو مجنون أو محجور علي فأنكر المكاتب حلف السيد إن عرف له ذلك وإلا فالمكاتب لان الأصل عدم ما ادعاه السيد.
Jika tuan berkata, "Aku telah melakukan akad kitabah denganmu saat aku masih anak-anak, gila, atau dalam pengampuan (mahjur 'alaih)," lalu budak mukatab memungkirinya, maka tuan yang bersumpah jika hal tersebut memang pernah diketahui padanya; jika tidak diketahui, maka budak mukatab yang bersumpah, karena hukum asalnya adalah tidak adanya apa yang diklaim oleh tuan.
إذا أحبل حر أمته أي من له فيها ملك وإن قل ولو كانت مزوجة أو محرمة لا إن أحبل أمة تركة مدين وارث معسر فولدت حيا أو ميتا أو مضغة مصورة بشيء من خلق الآدميين عتقت بموته أي السيد من رأس المال مقدما على الديون والوصايا وإن حبلت في مرض موته كولدها الحاصل بنكاح أو زنا بعد وضعها ولدا للسيد فإنه يعتق من رأس المال بموت السيد وإن ماتت أمه قبل ذلك.
Apabila seorang merdeka menghamilkan budak wanitanya—yaitu orang yang memiliki kepemilikan padanya meskipun sedikit, walaupun budak tersebut berstatus menikah atau mahram; tidak jika ia menghamilkan budak wanita dari harta peninggalan orang yang berutang oleh ahli waris yang tidak mampu—lalu ia melahirkan anak yang hidup, mati, atau gumpalan daging yang sudah berbentuk menyerupai ciptaan manusia, maka budak itu merdeka dengan kematian tuannya dari harta utama (ra's al-mal) yang didahulukan atas utang-utang dan wasiat-wasiat, meskipun ia hamil pada masa sakit yang membawa kematian tuannya. Hal ini sebagaimana anaknya yang lahir dari pernikahan atau perzinaan setelah melahirkan anak untuk tuannya, maka anak tersebut merdeka dari harta utama sebab kematian tuan, meskipun ibunya meninggal sebelum itu.
وله وطئ أم ولد إجماعا واستخدامها وإجارتها وكذا تزويجها بغير إذنها لا تمليكها لغيره ببيع أو هبة فيحرم ذلك ولا يصح وكذا رهنها كولدها متابع لها في العتق بموت السيد فلا يصح تمليكه من
Dan tuan berhak menyetubuhi ummu walad secara konsensus (ijma'), mempekerjakannya, menyewakannya, dan juga menikahkannya tanpa izinnya, tetapi tidak berhak memindahkan kepemilikannya kepada orang lain melalui jual beli atau hibah, maka hal itu diharamkan dan tidak sah; begitu pula mengadaikannya, sebagaimana anaknya yang mengikutinya dalam hal kemerdekaan sebab kematian tuan, maka tidak sah memindahkan kepemilikannya kepada…
٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠
…
غيره كالأم بل لو حكم به قاض نقض على ما حكاه الروياني عن الأصحاب.
…orang lain sebagaimana ibunya. Bahkan jika seorang hakim memutuskan keabsahan pemindahtanganan tersebut, maka keputusannya dibatalkan, sebagaimana yang diceritakan oleh Ar-Ruyani dari para ashab (ulama mazhab Syafi'i).
وتصح كتابتها وبيعها من نفسها ولو ادعى ورثة سيدها مالا له بيدها قبل موته فادعت تلفه أي قبل الموت صدقت بيمينها كما نقله الأذرعي فإن ادعت تلفه بعده لم تصدق فيه كما قاله شيخنا رحمه الله تعالى رحمة واسعة.
Dan sah melakukan akad kitabah dengannya serta menjualnya kepada dirinya sendiri. Jika para ahli waris tuannya mengklaim adanya harta milik tuan yang ada di tangannya sebelum kematiannya, lalu ia mengklaim harta itu telah rusak/musnah sebelum kematian tuan, maka pengakuannya dibenarkan beserta sumpahnya sebagaimana dikutip oleh Al-Adzra'i. Namun jika ia mengklaim rusaknya setelah kematian tuan, maka pengakuannya tidak dibenarkan, sebagaimana dikatakan oleh guru kami, semoga Allah Ta'ala merahmatinya dengan rahmat yang luas.
وأفتى القاضي فيمن أقر بوطء أمته فادعت أنها أسقطت منه ما تصير به أم ولد بأنها تصدق إن أمكن ذلك بيمينها فإذا مات عتقت.
Al-Qadhi berfatwa tentang seseorang yang mengakui telah menyetubuhi budak wanitanya, lalu budak wanita itu mengklaim bahwa ia telah mengalami keguguran janin darinya yang menjadikannya sebagai ummu walad, bahwasanya budak wanita itu dibenarkan jika hal itu memungkinkan beserta sumpahnya, sehingga apabila tuannya meninggal ia menjadi merdeka.
أعتقنا الله تعالى من النار وحشرنا في زمرة المقربين الأخيار الأبرار وأسكننا الفردوس من دار القرار ومن علي في هذا التأليف وغيره بقبوله وعموم النفع به وبالإخلاص فيه ليكون ذخيرة لي إذا جاءت الطامة وسببا لرحمة الله الخاصة والعامة.
Semoga Allah Ta'ala membebaskan kita dari api neraka, mengumpulkan kita dalam golongan orang-orang yang dekat (kepada-Nya), pilihan, dan berbakti, menempatkan kita di surga Firdaus di tempat tinggal yang kekal, serta menganugerahkan kepadaku penerimaan atas penyusunan kitab ini dan karya lainnya, keumuman manfaat darinya, dan keikhlasan di dalamnya, agar menjadi simpanan bagiku ketika datang kiamat/bencana besar, serta menjadi sebab datangnya rahmat Allah yang khusus maupun yang umum.
الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده وصلى الله وسلم أفضل صلاة وأكمل سلام على أشرف مخلوقاته محمد وآله وأصحابه وأزواجه عدد معلوماته ومداد كلماته وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang memenuhi nikmat-nikmat-Nya dan menandingi tambahan-Nya. Semoga shalawat dan salam Allah—seutama-utama shalawat dan sesempurna-sempurna salam—tercurah kepada makhluk-Nya yang paling mulia, Muhammad, beserta keluarga, para sahabat, dan istri-istri beliau, sebanyak jumlah apa yang diketahui-Nya dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung, serta tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahagung.
٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠
…
يقول المؤلف عفا الله عنه وعن آبائه ومشايخه: فرغت من تبييض هذا الشرح ضحوة يوم الجمعة الرابع والعشرين من شهر رمضان المعظم قدره سنة اثنتين وثمانين وتسعمائة وأرجو الله ﷾ أن يقبله وأن يعم النفع به ويرزقنا الإخلاص فيه ويعيذنا به من الهاوية ويدخلنا به في جنة عالية وأن يرحم امرأ نظر بعين الإنصاف إليه ووقف على خطأ فأطلعني عليه أو أصلحه.
Penulis—semoga Allah mengampuninya, para leluhurnya, dan guru-gurunya—berkata: Saya telah selesai menyalin draf akhir penjelasan ini pada waktu dhuha hari Jumat, tanggal dua puluh empat bulan Ramadan yang mulia kedudukannya tahun sembilan ratus delapan puluh dua (982 H). Saya memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar menerima karya ini, menyebarkan manfaat darinya, mengaruniakan keikhlasan kepada kami di dalamnya, melindungi kami dengannya dari neraka Hawiyah, memasukkan kami dengannya ke dalam surga yang tinggi, serta merahmati seseorang yang melihatnya dengan pandangan yang adil lalu menemukan kesalahan kemudian memberitahukannya kepadaku atau mengoreksinya.
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه كلما ذكرك وذكره الذاكرون وغفل عن ذكرك وذكره الغافلون وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya, setiap kali orang-orang yang ingat mengingat-Mu dan mengingatnya, dan setiap kali orang-orang yang lalai lupa dari mengingat-Mu dan mengingatnya, serta kepada kami bersama mereka dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
* * *
* * *