• تخلل الخمر
تَخَلُّلُ الْخَمْرِ
Khamar yang Berubah Menjadi Cuka
وَلَمَّا فَرَغَ الْمُصَنِّفُ مِمَّا يَطْهُرُ بِالْغَسْلِ شَرَعَ فِي مَا يَطْهُرُ بِالِاسْتِحَالَةِ، وَهِيَ انْقِلَابُ الشَّيْءِ مِنْ صِفَةٍ إِلَى صِفَةٍ أُخْرَى؛ فَقَالَ: (وَإِذَا تَخَلَّلَتِ الْخَمْرَةُ)؛ وَهِيَ الْمُتَّخَذَةُ مِنْ مَاءِ الْعِنَبِ، مُحْتَرَمَةً كَانَتِ الْخَمْرَةُ أَمْ لَا. وَمَعْنَى تَخَلَّلَتْ صَارَتْ خَلًّا، وَكَانَتْ صَيْرُورَتُهَا خَلًّا (بِنَفْسِهَا طَهُرَتْ). وَكَذَا لَوْ تَخَلَّلَتْ بِنَقْلِهَا مِنْ شَمْسٍ إِلَى ظِلٍّ وَعَكْسِهِ، (وَإِنْ) لَمْ تَتَخَلَّلِ الْخَمْرَةُ بِنَفْسِهَا بَلْ (تَخَلَّلَتْ بِطَرْحِ شَيْءٍ فِيهَا لَمْ تَطْهُرْ). وَإِذَا طَهُرَتِ الْخَمْرَةُ طَهُرَ دَنُّهَا تَبَعًا لَهَا.
Dan tatkala Mushannif telah selesai menjelaskan perkara yang menjadi suci dengan dibasuh, beliau mulai menjelaskan (perkara) yang menjadi suci dengan jalan istihalah (perubahan), yaitu berbaliknya (berubahnya) sesuatu dari satu bentuk (sifat) ke bentuk yang lain; lalu beliau berkata: (Dan apabila khamar telah berubah menjadi cuka); dan yang dimaksud khamar di sini adalah perasan anggur, baik khamar tersebut muhtaramah (disimpan dengan tujuan untuk dijadikan cuka) maupun tidak. Dan makna ‘takhallalat’ adalah ia berubah wujudnya menjadi cuka, dan perubahan wujudnya menjadi cuka tersebut (berproses dengan sendirinya, maka ia menjadi suci). Begitu juga seandainya ia menjadi cuka karena dipindahkan posisinya dari tempat yang terkena sinar matahari ke tempat yang teduh ataupun sebaliknya, (dan seandainya) khamar tersebut tidak menjadi cuka dengan sendirinya melainkan (menjadi cuka karena dilemparkan suatu benda ke dalamnya, maka ia tidak menjadi suci). Dan apabila khamar tersebut telah (berubah menjadi cuka dan) suci, maka gentong (wadahnya) pun ikut suci mengikutinya.