كتاب أحكام الطهارة

• مبطلات المسح

• مبطلات المسح

مُبْطِلَاتُ الْمَسْحِ

Hal-Hal yang Membatalkan Usapan Khuf

(وَيَبْطُلُ الْمَسْحُ) عَلَى الْخُفَّيْنِ (بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: بِخَلْعِهِمَا) أَوْ خَلْعِ أَحَدِهِمَا أَوْ انْخِلَاعِهِ أَوْ خُرُوجِ الْخُفِّ عَنْ صَلَاحِيَّةِ الْمَسْحِ كَتَخَرُّقِهِ، (وَانْقِضَاءِ الْمُدَّةِ)؛

(Dan batallah usapan) atas kedua khuf (disebabkan oleh tiga perkara: dengan melepaskan keduanya) atau melepaskan salah satunya, atau (karena khuf tersebut) terlepas dengan sendirinya, atau keluarnya khuf dari status kelayakannya untuk diusap (seperti) karena robek, (serta karena habisnya masa usapan);

وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ «مُدَّةِ الْمَسْحِ» مِنْ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لِمُقِيمٍ، وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ بِلَيَالِيهَا لِمُسَافِرٍ، (وَ) بِعُرُوضِ (مَا يُوجِبُ الْغُسْلَ)، كَجَنَابَةٍ أَوْ حَيْضٍ أَوْ نِفَاسٍ لِلَابِسِ الْخُفِّ.

Dan di dalam sebagian naskah (menggunakan redaksi) ‘masa usapan’ yakni sehari semalam bagi orang yang mukim dan tiga hari tiga malam bagi musafir, (dan) disebabkan datangnya (hal-hal yang mewajibkan mandi) seperti jinabah, haid, atau nifas bagi orang yang memakai khuf.