كتاب آداب تلاوة القرآن
تم كتاب أسرار الحج يتلوه إن شاء الله تعالى كتاب آداب تلاوة القرآن
Telah selesai Kitab Rahasia-Rahasia Haji, dan insya Allah Ta'ala akan dilanjutkan dengan Kitab Adab Menderas (Membaca) Al-Qur'an.
كتاب آداب تلاوة القرآن
Kitab Adab Membaca Al-Qur'an
…
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
الحمد لله الذي امتن على عباده بنبيه المرسل ﷺ وَكِتَابِهِ الْمُنَزَّلِ الَّذِي لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد حتى اتسع على أهل الأفكار طَرِيقُ الِاعْتِبَارِ بِمَا فِيهِ مِنَ الْقَصَصِ وَالْأَخْبَارِ وَاتَّضَحَ بِهِ سُلُوكُ الْمَنْهَجِ الْقَوِيمِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ بِمَا فَصَّلَ فِيهِ مِنَ الْأَحْكَامِ وَفَرَّقَ بَيْنَ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ فَهُوَ الضِّيَاءُ وَالنُّورُ وَبِهِ النَّجَاةُ مِنَ الْغُرُورِ وَفِيهِ شِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ ومن خالفه من الجبابرة قصمه الله ومن ابتغى العلم في غيره أضله الله هو حبل الله المتين ونوره المبين والعروة الوثقى والمعتصم الأوفى وهو المحيط بالقليل والكثير والصغير والكبير لا تنقضي عجائبه ولا تتناهى غرائبه لا يحيط بفوائده عند أهل العلم تحديد ولا يخلقه عند أهل التلاوة كثرة الترديد هو الذي أرشد الأولين والآخرين ولما سمعه الجن لم يلبثوا أن ولوا إلى قومهم منذرين ﴿فقالوا إنا سمعنا قرآناً عجباً يهدي إلى الرشد فآمنا به ولن نشرك بربنا أحداً﴾ فكل من آمن به فقد وفق ومن قال به فقد صدق ومن تَمَسَّكَ بِهِ فَقَدْ هُدِيَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ فقد فاز وقال تَعَالَى ﴿إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لحافظون﴾ وَمِنْ أَسْبَابِ حِفْظِهِ فِي الْقُلُوبِ وَالْمَصَاحِفِ اسْتِدَامَةُ تِلَاوَتِهِ وَالْمُوَاظَبَةُ عَلَى دِرَاسَتِهِ مَعَ الْقِيَامِ بِآدَابِهِ وَشُرُوطِهِ وَالْمُحَافَظَةِ عَلَى مَا فِيهِ مِنَ الْأَعْمَالِ الباطنة والآداب الظاهرة وذلك لا بد من بيانه وتفصيله وتنكشف مقاصده في أربعة أبواب
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan diutus-Nya Nabi-Nya ﷺ dan diturunkannya Kitab-Nya yang tidak didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji; sehingga membentang luas bagi orang-orang yang berpikir jalan untuk mengambil pelajaran melalui kisah-kisah dan berita-berita di dalamnya, dan menjadi jelas melaluinya menempuh jalan yang lurus dan jalan yang lempeng berkat hukum-hukum yang dijelaskan secara terperinci di dalamnya serta pembedaan antara yang halal dan yang haram. Al-Qur'an adalah sinar dan cahaya, dengannya terdapat keselamatan dari tipu daya duniawi, dan di dalamnya terdapat penawar bagi apa yang ada di dalam dada. Barang siapa dari kalangan orang-orang yang sombong menentangnya, niscaya Allah akan membinasakannya; dan barang siapa mencari ilmu pada selainnya, niscaya Allah akan menyesatkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh, cahaya-Nya yang terang, pegangan yang sangat kuat, dan tempat berlindung yang paling sempurna. Ia mencakup hal yang sedikit dan banyak, yang kecil dan besar. Keajaibannya tidak pernah habis dan keunikannya tidak pernah berakhir. Manfaatnya tidak dapat dibatasi oleh batas tertentu menurut para ahli ilmu, dan ia tidak menjadi usang bagi para pembacanya meskipun sering diulang-ulang. Dialah yang memberi petunjuk kepada orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian. Ketika kaum jin mendengarnya, mereka tidak bertangguh untuk kembali kepada kaumnya memberi peringatan, "Maka mereka berkata: 'Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.'" Maka barang siapa yang beriman kepadanya sungguh ia telah diberi taufik, barang siapa yang berkata dengannya sungguh ia telah benar, barang siapa yang berpegang teguh padanya sungguh ia telah diberi petunjuk, dan barang siapa yang mengamalkannya sungguh ia telah beruntung. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." Di antara sebab terpeliharanya Al-Qur'an di dalam hati dan lembaran-lembaran mushaf adalah melanggengkan pembacaannya (tilawah) dan merutinkan pengajiannya (dirasah), disertai dengan menunaikan adab-adab dan syarat-syaratnya, serta menjaga amalan-amalan batin dan adab-adab lahiriah yang ada di dalamnya. Hal itu harus dijelaskan dan dirinci, dan maksud-maksudnya akan terungkap dalam empat bab.
الباب الأول في فضل القرآن وأهله
Bab Pertama: Tentang Keutamaan Al-Qur'an dan Ahlinya.
الباب الثاني في آداب التلاوة في الظاهر
Bab Kedua: Tentang Adab-Adab Membaca Al-Qur'an secara Lahiriah.
الباب الثالث في الأعمال الباطنة عند التلاوة
Bab Ketiga: Tentang Amalan-Amalan Batin saat Membaca Al-Qur'an.
الباب الرابع في فهم القرآن وتفسيره بالرأي وغيره
Bab Keempat: Tentang Memahami Al-Qur'an dan Menafsirkannya dengan Nalar (Ra'yi) serta Lainnya.