الباب السابع في النوافل من الصلوات
الباب السابع في النوافل من الصلوات
Bab Ketujuh: Shalat-Shalat Sunnah (Nawafil)
اعْلَمْ أَنَّ مَا عَدَا الْفَرَائِضِ
Ketahuilah bahwa shalat-shalat selain shalat fardhu…
مِنَ الصَّلَوَاتِ ينقسم إلى ثلاثة أقسام سنن ومستحبات وتطوعات
…terbagi menjadi tiga bagian: Sunnah, Mustahabb (yang dianjurkan), dan Tatawwu' (sukarela).
ونعني بالسنن ما نقل عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ المواظبة عليه كالرواتب عقيب الصلوات وصلاة الضحى والوتر والتهجد وغيرها لأن السنة عبارة عن الطريق المسلوكة
Yang kami maksud dengan Sunnah adalah shalat yang diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ merutinkannya secara konsisten, seperti shalat Rawatib setelah shalat-shalat fardhu, shalat Dhuha, Witir, Tahajud, dan selainnya; sebab sunnah secara bahasa adalah jalan yang ditempuh.
ونعني بالمستحبات ما ورد الخبر بفضله ولم ينقل المواظبة عليه كما سننقله في صلوات الأيام والليالي في الأسبوع وكالصلاة عند الخروج من المنزل والدخول فيه وأمثاله
Dan yang kami maksud dengan Mustahabb adalah shalat yang diriwayatkan hadis tentang keutamaannya namun tidak diriwayatkan kontinuitasnya secara rutin oleh Nabi ﷺ, sebagaimana akan kami sebutkan tentang shalat-shalat harian dan mingguan, serta seperti shalat ketika keluar dari rumah dan memasukinya, dan sejenisnya.
ونعني بالتطوعات ما وراء ذلك مما لم يرد في عينه أثر ولكنه تطوع به العبد من حيث رغب في مناجاة الله ﷿ بالصلاة التي ورد الشرع بفضلها مطلقاً فكأنه متبرع به إذا لم يندب إلى تلك الصلاة بعينها وإن ندب إلى الصلاة مطلقاً والتطوع عبارة عن التبرع
Dan yang kami maksud dengan Tatawwu' adalah shalat di luar kategori tersebut yang tidak diriwayatkan dalil khusus secara spesifik mengenainya, melainkan seorang hamba melakukannya secara sukarela karena keinginannya untuk bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla melalui shalat yang keutamaannya telah ditetapkan syariat secara mutlak. Seolah-olah ia menyumbangkannya secara sukarela karena tidak ada anjuran khusus untuk shalat tersebut secara spesifik, meskipun ada anjuran untuk melakukan shalat secara mutlak. Kata Tatawwu' itu sendiri bermakna sukarela.
وسميت الأقسام الثلاثة نوافل من حيث إن النفل هو الزيادة وجملتها زائد على الفرائض
Ketiga bagian ini dinamakan nawafil (shalat-shalat tambahan) karena kata nafl berarti tambahan, dan keseluruhannya merupakan tambahan di atas shalat-shalat fardhu.
فلفظ النافلة والسنة والمستحب والتطوع أردنا الاصطلاح عليه لتعريف هذه المقاصد
Maka istilah nafilah, sunnah, mustahabb, dan tatawwu' ini kami jadikan sebagai istilah untuk menjelaskan maksud-maksud tersebut.
ولا حرج على من يغير هذا الاصطلاح فلا مشاحة في الألفاظ بعد فهم المقاصد
Dan tidak ada halangan bagi siapa pun yang hendak mengubah peristilahan ini, sebab tidak ada perdebatan dalam penggunaan istilah apabila maknanya telah dipahami.
وكل قسم من هذه الأقاسم تتفاوت درجاته في
Dan setiap bagian dari tingkatan-tingkatan ini berbeda-beda derajatnya dalam…
الفضل بحسب ما ورد فيها من الأخبار والآثار المعرفة لفضلها وبحسب طول مواظبة رسول الله ﷺ عليها وبحسب صحة الأخبار الواردة فيها واشتهارها ولذلك يقال سنن الجماعات أفضل من سنن الانفراد
…keutamaan, sesuai dengan riwayat dan atsar yang menjelaskan keutamaannya, sesuai dengan lamanya konsistensi Rasulullah ﷺ dalam menjalankannya, serta sesuai dengan kesahihan dan kemasyhuran riwayat-riwayat yang ada mengenainya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa shalat-shalat sunnah yang dilakukan secara berjamaah lebih utama daripada shalat-shalat sunnah yang dilakukan secara sendirian.
وأفضل سنن الجماعات صلاة العيد ثم الكسوف ثم الاستسقاء
Shalat sunnah berjamaah yang paling utama adalah shalat Hari Raya (Id), kemudian shalat Gerhana (Kusuf), lalu shalat Minta Hujan (Istisqa').
وأفضل سنن الانفراد الوتر ثم ركعتا الفجر ثم ما بعدهما من الرواتب على تفاوتها
Dan shalat sunnah munfarid (sendirian) yang paling utama adalah Witir, kemudian dua rakaat Fajar (Qabliyah Subuh), lalu shalat-shalat Rawatib berikutnya berdasarkan tingkatan perbedaan keutamaannya.
واعلم أن النوافل باعتبار الإضافة إلى معلقاتها تنقسم إلى ما يتعلق بأسباب كالكسوف والاستسقاء وإلى ما يتعلق بأوقات والمتعلق بالأوقات ينقسم إلى ما يتكرر بتكرر اليوم والليلة أو بتكرر الأسبوع أو بتكرر السنة فالجملة أربعة أقسام
Ketahuilah bahwa shalat-shalat sunnah (nawafil) ditinjau dari penyandarannya kepada keterkaitannya terbagi menjadi dua: yang berkaitan dengan sebab-sebab tertentu seperti shalat Gerhana dan Istisqa', dan yang berkaitan dengan waktu-waktu tertentu. Dan yang berkaitan dengan waktu terbagi lagi menjadi apa yang berulang dengan berulangnya siang dan malam, atau dengan berulangnya pekan, atau dengan berulangnya tahun. Maka keseluruhannya ada empat bagian.