الجملة السادسة في الوقوف وما قبله
الْجُمْلَةُ السَّادِسَةُ فِي الْوُقُوفِ وَمَا قَبْلَهُ
Bagian Keenam: Mengenai Wukuf dan Amalan Sebelum Wukuf
الْحَاجُّ إذا انتهى يوم عرفة إلى عرفات يَتَفَرَّغُ لِطَوَافِ الْقُدُومِ وَدُخُولِ مَكَّةَ قَبْلَ الْوُقُوفِ وَإِذَا وَصَلَ قَبْلَ ذَلِكَ بِأَيَّامٍ فَطَافَ طَوَافَ الْقُدُومِ فَيَمْكُثُ مُحْرِمًا إِلَى الْيَوْمِ السَّابِعِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ فَيَخْطُبُ الْإِمَامُ بِمَكَّةَ خُطْبَةً بَعْدَ الظُّهْرِ عِنْدَ الْكَعْبَةِ وَيَأْمُرُ النَّاسَ بِالِاسْتِعْدَادِ لِلْخُرُوجِ إِلَى مِنًى يَوْمَ التَّرْوِيَةِ وَالْمَبِيتِ بِهَا وَبِالْغُدُوِّ مِنْهَا إِلَى عَرَفَةَ لِإِقَامَةِ فَرْضِ الْوُقُوفِ بَعْدَ الزَّوَالِ إِذْ وَقَتُ الْوُقُوفِ مِنَ الزَّوَالِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ الصَّادِقِ مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ فَيَنْبَغِي أن يخرج إلى منى ملبياً ويستحب له المشي من مكة في المناسك إلى انقضاء حجته إن قدر عليه والمشي من مسجد إبراهيم ﵇ إلى الموقف أفضل وآكد
Jika seorang jemaah haji baru tiba di Arafah pada hari Arafah, maka ia tidak sempat lagi melakukan tawaf qudum dan memasuki Makkah sebelum wukuf. Namun jika ia tiba beberapa hari sebelumnya lalu melaksanakan tawaf qudum, ia tetap dalam keadaan ihram hingga hari ketujuh bulan Dzulhijjah. Pada hari itu, imam berkhotbah di Makkah setelah salat Zuhur di dekat Ka'bah, memerintahkan orang-orang untuk bersiap-siap keluar menuju Mina pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), menginap di sana, dan berangkat dari Mina ke Arafah pada pagi harinya untuk menunaikan kewajiban wukuf setelah tergelincirnya matahari (zawal). Sebab, waktu wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari hingga terbitnya fajar shadiq pada hari Nahar (10 Dzulhijjah). Hendaknya ia keluar menuju Mina seraya mengucapkan talbiyah. Disunnahkan baginya berjalan kaki dari Makkah dalam rangkaian manasik hingga haji selesai jika ia mampu. Berjalan kaki dari Masjid Ibrahim a.s. menuju tempat wukuf adalah lebih utama dan lebih ditekankan.
فإذا انتهى إلى منى قال اللهم هذه منى فامنن علي بما مننت به على أوليائك وأهل طاعتك وليمكث هذه الليلة بمنى وهو مبيت منزل لا يتعلق به نسك فَإِذَا أَصْبَحَ يَوْمَ عَرَفَةَ صَلَّى الصُّبْحَ فَإِذَا طلعت الشمس على ثبير سار إلى عرفات ويقول اللهم أجعلها خير غدوة غدوتها قط واقربها من رضوانك وأبعدها من سخطك اللهم إليك غدوت وإياك رجوت وعليك اعتمدت ووجهك أردت فاجعلني ممن تباهي به اليوم من هو خير مني وأفضل
Ketika ia sampai di Mina, hendaknya ia berdoa: 'Ya Allah, ini adalah Mina, maka berikanlah karunia kepadaku sebagaimana Engkau berikan karunia kepada para wali-Mu dan ahli ketaatan kepada-Mu.' Hendaklah ia bermalam pada malam ini di Mina, yaitu tempat singgah sementara yang tidak terkait langsung dengan suatu rukun manasik tertentu. Apabila telah masuk pagi hari Arafah, ia melaksanakan salat Subuh. Ketika matahari telah terbit di atas Gunung Tsabir, ia berangkat menuju Arafah seraya berdoa: 'Ya Allah, jadikanlah pagi ini sebaik-baik keberangkatan pagi yang pernah aku tempuh, paling dekat dengan keridaan-Mu, dan paling jauh dari kemurkaan-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berangkat pada pagi hari, hanya kepada-Mu aku berharap, hanya kepada-Mu aku bersandar, dan hanya keridaan-Mu yang aku tuju. Maka jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau banggakan hari ini kepada makhluk yang lebih baik dan lebih utama dariku.'
فإذا أتى عرفات فليضرب خباءه بنمرة قريباً من المسجد فثم ضرب رسول الله ﷺ قبته ونمرة هي بطن عرنة دون الموقف ودون عرفة وليغتسل للوقوف فإذا زالت الشمس خطب الإمام خطبة وجيزة وقعد وأخذ المؤذن في المؤذن في الأذان والإمام في الخطبة الثانية ووصل الإقامة بالأذان وفرغ الإمام مع تمام إقامة المؤذن ثم جمع بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِأَذَانٍ وَإِقَامَتَيْنِ وَقَصْرِ الصَّلَاةِ وراح إلى الموقف فليقف بعرفة ولا يقفن في وادي عرنة وأما مسجد إبراهيم ﵇ فصدره في الوادي وأخرياته من عرفة فمن وقف في صدر المسجد لم يحصل له الوقوف بعرفة
Ketika tiba di Arafah, hendaknya ia mendirikan kemahnya di Namirah dekat dengan masjid, karena di sanalah Rasulullah ﷺ mendirikan kemah beliau. Namirah berada di dasar Lembah 'Uranah, sebelum tempat wukuf dan di luar batas Arafah. Hendaknya ia mandi untuk wukuf. Apabila matahari telah tergelincir, imam menyampaikan khotbah yang singkat lalu duduk, kemudian muazin mengumandangkan azan sementara imam melanjutkan khotbah kedua. Muazin menyambung ikamah dengan azan dan imam selesai berkhotbah bertepatan dengan selesainya ikamah muazin. Kemudian imam menjamak salat Zuhur dan Asar dengan satu azan, dua ikamah, serta menggasar salat. Setelah itu, ia berangkat ke tempat wukuf dan hendaklah berwukuf di Arafah, serta jangan berwukuf di Lembah 'Uranah. Adapun Masjid Ibrahim a.s., bagian depannya berada di lembah ('Uranah) sedangkan bagian belakangnya termasuk wilayah Arafah. Barang siapa yang berwukuf di bagian depan masjid, maka wukufnya di Arafah tidak sah.
ويتميز مكان عرفة من المسجد بصخرات كبار فرشت ثم
Batas area Arafah dari masjid tersebut ditandai dengan batu-batu besar yang dibentangkan di sana.
والأفضل أن يقف عند الصخرات بقرب الإمام مستقبلاً للقبلة راكباً وَلْيُكْثِرْ مِنْ أَنْوَاعِ التَّحْمِيدِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ ﷿ وَالدُّعَاءِ وَالتَّوْبَةِ
Yang paling utama adalah ia berwukuf di dekat batu-batu besar tersebut di dekat imam, seraya menghadap kiblat dalam keadaan berkendara, serta memperbanyak berbagai bentuk tahmid, tasbih, tahlil, sanjungan kepada Allah Azza wa Jalla, doa, dan pertobatan.
وَلَا يَصُومُ فِي هَذَا الْيَوْمِ لِيَقْوَى عَلَى الْمُوَاظَبَةِ عَلَى الدُّعَاءِ
Dan ia tidak berpuasa pada hari ini agar kuat bersungguh-sungguh dan terus-menerus dalam berdoa.
وَلَا يَقْطَعُ التَّلْبِيَةَ يَوْمَ عَرَفَةَ بَلِ الْأَحَبُّ أَنْ يُلَبِّيَ تَارَةً وَيَكُبَّ عَلَى الدعاء أخرى
Dan hendaklah ia tidak menghentikan bacaan talbiyah pada hari Arafah; justru yang dianjurkan adalah terkadang ia mengucapkan talbiyah dan di waktu lain bertekun dalam berdoa.
وينبغي أن لا ينفصل من طرف عرفة إلا بعد الغروب ليجمع في عرفة بين الليل والنهار وإن أمكنه الوقوف يوم الثامن ساعة عند إمكان الغلط في الهلال فهو الحزم وبه الأمن من الفوات
Hendaknya ia tidak berpisah dari kawasan Arafah kecuali setelah terbenam matahari, agar ia menggabungkan keberadaannya di Arafah antara waktu siang dan malam. Jika memungkinkan baginya untuk berwukuf sejenak pada hari kedelapan apabila ada potensi kekeliruan dalam penentuan hilal, maka itu adalah langkah kehati-hatian dan dengannya terjamin keamanan dari terluputnya haji.
ومن فاته الوقوف حتى طلع الفجر يوم النحر فقد فاته الحج فعليه أن يتحلل عن إحرامه بأعمال العمرة ثم يريق دماً لأجل الفوات ثم يقضي العام الآتي وليكن أهم اشتغاله في هذا اليوم الدعاء ففي مثل تلك البقعة ومثل ذلك الجمع ترجى إجابة الدعوات
Barang siapa yang terluput dari wukuf hingga terbit fajar pada hari Nahar (10 Dzulhijjah), maka sungguh telah gugur darinya ibadah haji tahun tersebut. Ia wajib bertahalul dari ihramnya dengan amalan umrah, lalu menyembelih hewan kurban (fidyah) karena terluputnya haji, kemudian mengqadanya di tahun mendatang. Hendaknya kesibukan terpentingnya pada hari ini adalah berdoa, karena di tempat yang mulia dan perhimpunan yang agung seperti itulah sangat diharapkan terkabulnya doa-doa.
والدعاء المأثور عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وعن السلف
Adapun doa yang bersumber (ma'tsur) dari Rasulullah ﷺ dan dari para ulama Salaf:
في يوم عرفة أول ما يدعو به فليقل لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيء قدير
Pada hari Arafah, doa pertama yang hendaknya ia ucapkan adalah: 'Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak pernah mati, di tangan-Nya lah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.'
اللهم اجعل في قلبي نوراً وفي سمعي نوراً وفي بصري نوراً وفي لساني نوراً
'Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, pada pendengaranku cahaya, pada penglihatanku cahaya, dan pada lisanku cahaya.'
اللهم اشرح لي صدري ويسر لي أمري وليقل
"Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku." Dan hendaklah ia mengucapkan:
اللهم رب الحمد لك الحمد كما تقول وخيراً مما نقول لك صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي وإليك مآبي وإليك ثوابي
"Ya Allah, Tuhan pemilik segala pujian, bagi-Mu segala puji sebagaimana yang Engkau firmankan dan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Hanya untuk-Mu shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, serta kepada-Mu tempat kembaliku dan kepada-Mu pahalaku.
اللهم إني أعوذ بك من وساوس الصدر وشتات الأمر وعذاب القبر
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan jahat dalam dada, cerai-berainya urusan, dan azab kubur.
اللهم إني أعوذ بك من شر ما يلج في الليل ومن شر ما يلج في النهار ومن شر ما تهب به الرياح ومن شر بوائق الدهر
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang masuk di malam hari, kejahatan apa yang masuk di siang hari, kejahatan apa yang dihembuskan oleh angin, dan kejahatan bencana-bencana zaman.
اللهم إني أعوذ بك من تحول عافيتك وفجأة نقمتك وجميع سخطك
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berubahnya kesejahteraan dari-Mu, datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan seluruh kemurkaan-Mu.
اللهم اهدني بالهدى واغفر لي في الآخرة والأولى يا خير مقصود وأسنى منزول به وأكرم مسئول ما لديه أعطني العشية أفضل ما أعطيت أحداً من خلقك وحجاج بيتك يا أرحم الراحمين
Ya Allah, berilah aku petunjuk dengan hidayah-Mu dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Wahai Sebaik-baik Dzat yang dituju, yang paling mulia tempat berteduh pada-Nya, dan yang paling pemurah di antara Dzat yang dimintai apa yang ada di sisi-Nya, anugerahkanlah kepadaku pada sore hari ini karunia terbaik yang pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu dan para jemaah haji rumah-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
اللهم يا رفيع الدرجات ومنزل البركات ويا فاطر الأرضين والسموات ضجت إليك الأصوات بصنوف اللغات يسألونك الحاجات وحاجتي إليك أن لا تنساني في دار البلاء إذا نسيني أهل الدنيا
Ya Allah, wahai Dzat Yang Meninggikan derajat, Pengeluar keberkahan, wahai Pencipta bumi dan langit, bergemuruh suara-suara memohon kepada-Mu dengan bermacam-macam bahasa, mereka memohon kepada-Mu bermacam-macam hajat, dan hajatku kepada-Mu adalah agar Engkau tidak melupakanku di negeri ujian (dalam kubur) ketika penduduk dunia telah melupakanku.
اللهم إنك تسمع كلامي وترى مكاني وتعلم سري وعلانيتي ولا يخفى عليك شيء من أمري أنا البائس الفقير المستغيث المستجير الوجل المشفق المعترف بذنه أسألك مسألة المسكين وأبتهل إليك ابتهال المذنب الذليل وأدعوك دعاء الخائف الضرير دعاء من خضعت لك رقبته وفاضت لك عبرته وذل لك جسده ورغم لك أنفه
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mendengar perkataanku, melihat tempatku, dan mengetahui rahasia maupun terang-teranganku, tidak ada sesuatu pun dari urusanku yang tersembunyi bagi-Mu. Akulah hamba yang malang, fakir, memohon pertolongan, memohon perlindungan, merasa takut, khawatir, lagi mengakui dosanya. Aku memohon kepada-Mu sebagaimana permohonan orang miskin, aku merendahkan diri kepada-Mu seperti kerendahan pelaku dosa yang hina, dan aku berdoa kepada-Mu seperti doa orang yang takut lagi tertimpa bahaya—doa orang yang lehernya telah tunduk kepada-Mu, air matanya dicurahkan untuk-Mu, jasadnya merendah di hadapan-Mu, dan hidungnya menempel pada tanah demi Agung-Mu.
اللهم لا تجعلني بدعائك رب شقياً وكن بي رءوفاً رحيماً يا خير المسئولين وأكرم المعطين
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku sengsara sebab berdoaku kepada-Mu, wahai Tuhanku. Jadilah Engkau Penyantun dan Penyayang kepadaku, wahai Sebaik-baik Dzat yang dimintai dan Yang Paling Pemurah di antara para pemberi.
إلهي من مدح لك نفسه فإني لائم نفسي
Tuhanku, barangsiapa yang memuji dirinya sendiri di hadapan-Mu, maka sesungguhnya aku justru mencela diriku sendiri.
إلهي أخرست المعاصي لساني فما لي وسيلة عن عمل ولا شفيع سوى الأمل
Tuhanku, kemaksiatan telah membuat lidahku kelu, sehingga aku tidak memiliki wasilah dari amal perbuatan, dan tidak ada pemberi syafaat bagiku selain rasa harap (raja').
إلهي إني أعلم أن ذنوبي لم تبق لي عندك جاهاً ولا للاعتذار وجهاً ولكنك أكرم الأكرمين
Tuhanku, sungguh aku tahu bahwa dosa-dosaku tidak menyisakan lagi kehormatan bagi diriku di sisi-Mu, tidak pula menyisakan alasan untuk meminta uzur, tetapi Engkau adalah Dzat yang Maha Pemurah di antara semua yang pemurah.
إلهي إن لم أكن أهلاً أن أبلغ رحمتك فإن رحمتك أهل أن تبلغني ورحمتك وسعت كل شيء وأنا شيء
Tuhanku, jika aku tidak layak untuk mencapai rahmat-Mu, maka rahmat-Mu sangat layak untuk mencapaiku, sebab rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, dan aku adalah salah satu dari sesuatu itu.
إلهي إن ذنوبي وإن كانت عظاماً ولكنها صغار في جنب عفوك فاغفرها لي يا كريم
Tuhanku, sesungguhnya dosa-dosaku meskipun amat besar, tetapi dosa-dosa itu sangat kecil di samping keampunan-Mu, maka ampunilah dosa-dosaku itu wahai Dzat Yang Mahamulia.
إلهي أنت أنت وأنا أنا أنا العواد إلى الذنوب وأنت العواد إلى المغفرة
Tuhanku, Engkau adalah Engkau (dengan segala keagungan-Mu), dan aku adalah aku (dengan segala kelemahan-ku). Aku adalah orang yang senantiasa kembali berbuat dosa, sedangkan Engkau adalah Dzat Yang senantiasa memberi keampunan.
إلهي إن كنت لا ترحم إلا أهل طاعتك فإلى من يفزع المذنبون
Tuhanku, jika Engkau tidak mengasihi kecuali orang-orang yang taat kepada-Mu, maka kepada siapakah para pelaku dosa akan berlindung?
إلهي تجنبت عن طاعتك عمداً وتوجهت إلى معصيتك قصداً فسبحانك ما أعظم حجتك علي وأكرم عفوك عني فبوجوب حجتك علي وانقطاع حجتي عنك وفقري إليك وغناك عني إلا غفرت لي يا خير من دعاه داع وأفضل من رجاه راج بحرمة الإسلام وبذمة محمد ﷺ أتوسل إليك فاغفر لي جميع ذنوبي واصرفني من موقفي هذا مقضي الحوائج وهب لي ما سالت وحقق رجائي فيما تمنيت
Tuhanku, aku telah menjauhi ketaatan kepada-Mu secara sengaja dan menghadap kepada kemaksiatan kepada-Mu dengan maksud penuh. Maha Suci Engkau, alangkah besarnya hujjah-Mu atas diriku dan alangkah mulianya ampunan-Mu dariku. Maka dengan kepastian hujjah-Mu atas diriku, terputusnya alih alasan bagiku di hadapan-Mu, kefakiranku kepada-Mu, serta Maha Kayanya Engkau dari diriku, ampunilah aku wahai Sebaik-baik Dzat yang diseru oleh orang yang berdoa, dan Yang Paling Utama diharapkan oleh orang yang berharap. Dengan kehormatan Islam dan dengan perantara Nabi Muhammad ﷺ, aku bertawasul kepada-Mu, maka ampunilah seluruh dosa-dosaku, dan palingkanlah aku dari tempat wukufku ini dalam keadaan telah terpenuhi segala hajat, anugerahkanlah kepadaku apa yang aku minta, dan wujudkanlah harapanku pada apa yang aku cita-citakan.
إلهي دعوتك بالدعاء الذي علمتنيه فلا تحرمني الرجاء الذي عرفتنيه
Tuhanku, aku telah berdoa kepada-Mu dengan doa yang Engkau ajarkan kepadaku, maka janganlah Engkau menghalangiku dari harapan yang telah Engkau kenalkan kepadaku.
إلهي ما أنت صانع العشية بعبد مقر لك بذنبه خاشع لك بذلته مستكين بجرمه متضرع إليك من عمله تائب إليك من اقترافه مستغفر لك من ظلمه مبتهل إليك في العفو عنه طالب إليك نجاح حوائجه راج إليك في موقفه مع كثرة ذنوبه فيا ملجأ كل حي وولي كل مؤمن من أحسن فبرحمتك يفوز ومن أخطأ فبخطيئته يهلك
Tuhanku, apakah yang akan Engkau perbuat pada petang hari ini terhadap seorang hamba yang mengakui dosanya kepada-Mu, tunduk khusyuk dengan kehinaannya, berserah diri akibat kejahatannya, merendahkan diri kepada-Mu dari amal perbuatannya, bertobat kepada-Mu dari perbuatan dosanya, memohon ampunan-Mu atas kezalimannya, bersungguh-sungguh memohon maaf dari-Mu, meminta keberhasilan hajat-hajatnya kepada-Mu, serta berharap kepada-Mu di tempat wukufnya ini beserta banyaknya dosa-dosanya? Wahai Tempat Berlindung bagi setiap yang hidup dan Pelindung bagi setiap orang mukmin; barangsiapa berbuat baik maka dengan rahmat-Mu ia beruntung, dan barangsiapa berbuat salah maka akibat kesalahannya ia binasa.
اللهم إليك خرجنا وبفنائك أنخنا وإياك أملنا وما عندك طلبنا ولإحسانك تعرضنا ورحمتك رجونا ومن عذابك أشفقنا وإليك بأثقال الذنوب هربنا ولبيتك الحرام حججنا يا من يملك حوائج السائلين ويعلم ضمائر الصامتين يا من ليس معه رب يدعى ويا من ليس فوقه خالق يخشى ويا من ليس له وزير يؤتى ولا حاجب يرشى يا من لا يزداد على كثرة السؤال إلا جوداً وكرماً وعلى كثرة الحوائج إلا تفضلاً وإحساناً
Ya Allah, hanya kepada-Mu kami keluar memohon, di pelataran-Mu kami menderumkan harapan, hanya kepada-Mu kami berharap, apa yang ada di sisi-Mu yang kami cari, kepada kebaikan-Mu kami memohon, rahmat-Mu yang kami harapkan, dari azab-Mu kami merasa takut, dan kepada-Mu kami berlari membawa beban dosa-dosa yang berat, serta ke Rumah-Mu yang suci kami berhaji. Wahai Dzat yang menguasai hajat orang-orang yang memohon, dan yang mengetahui isi hati orang-orang yang diam. Wahai Dzat yang tidak ada tuhan bersama-Nya yang diseru, wahai Dzat yang tidak ada pencipta di atas-Nya yang ditakuti, wahai Dzat yang tidak memiliki menteri yang dituju, tidak pula pengawal yang disuap. Wahai Dzat yang tidak bertambah atas banyaknya permintaan melainkan kedermawanan dan kemurahan hati, serta atas banyaknya hajat melainkan karunia dan kebaikan."
اللهم إنك جعلت لكل ضيف قرى ونحن أضيافك فاجعل قرانا منك الجنة
Ya Allah, sungguh Engkau telah menjadikan jamuan penghormatan bagi setiap tamu, sedangkan kami adalah tamu-tamu-Mu, maka jadikanlah jamuan dari-Mu untuk kami adalah surga.
اللهم إن لكل وفد جائزة ولكل زائر كرامة ولكل سائل عطية ولكل راج ثواباً ولكل ملتمس لم عندك جزاء ولكل
Ya Allah, sesungguhnya bagi setiap utusan rombongan ada penganugerahan, bagi setiap peziarah ada penghormatan, bagi setiap pemohon ada pemberian, bagi setiap orang yang berharap ada pahala, bagi setiap pencari apa yang ada di sisi-Mu ada balasan, dan bagi setiap…
مسترحم عندك رحمة ولكل راغب إليك زلفى ولكل متوسل إليك عفواً وقد وفدنا إلى بيتك الحرام ووقفنا بهذه المشاعر العظام وشهدنا هذه المشاهد الكرام رجاء لما عندك فلا تخيب رجاءنا
…pemohon rahmat di sisi-Mu ada kasih sayang, bagi setiap orang yang mendambakan-Mu ada kedekatan, dan bagi setiap orang yang bertawasul kepada-Mu ada ampunan. Sungguh kami telah tiba sebagai utusan di Rumah-Mu yang Suci (Baitullah Al-Haram), kami telah wukuf di tempat-tempat syiar yang agung ini, dan menghadiri tempat-tempat yang mulia ini demi mengharapkan apa yang ada di sisi-Mu, maka janganlah Engkau kecewakan harapan kami.
إلهنا تابعت النعم حتى اطمأنت الأنفس بتتابع نعمك وأظهرت العبر حتى نطقت الصوامت بحجتك وظاهرت المنن حتى اعترف أولياؤك بالتقصير عن حقك وأظهرت الآيات حتى أفصحت السموات والأرضون بأدلتك وقهرت بقدرتك حتى خضع كل شيء لعزتك وعنت الوجوه لعظمتك إذا أساءت عبادك حلمت وأمهلت وإن أحسنوا تفضلت وقبلت وإن عصوا سترت وإن أذنبوا عفوت وغفرت وإذا دعونا أجبت وإذا نادينا سمعت وإذا أقبلنا إليك قربت وإذا ولينا عنك دعوت
Tuhan kami, Engkau terus-menerus melimpahkan nikmat hingga jiwa-jiwa menjadi tenang dengan beruntunnya nikmat-nikmat-Mu. Engkau menampakkan ikhtibar (tanda pelajaran) hingga benda-benda mati pun menyuarakan hujah-Mu. Engkau menumpuk karunia hingga para kekasih-Mu (awliya') mengakui kekurangan mereka dalam memenuhi hak-Mu. Engkau menampakkan ayat-ayat keagungan hingga langit dan bumi menuturkan bukti-bukti keesaan-Mu secara jelas. Engkau menaklukkan dengan kekuasaan-Mu hingga segala sesuatu tunduk pada keperkasaan-Mu dan bertekuk lututlah wajah-wajah di hadapan keagungan-Mu. Jika hamba-hamba-Mu berbuat jahat, Engkau Maha Penyantun dan memberi penangguhan; jika mereka berbuat baik, Engkau melimpahkan karunia dan menerima; jika mereka bermaksiat, Engkau menutupi; jika mereka berdosa, Engkau memaafkan dan mengampuni; jika kami berdoa, Engkau mengabulkan; jika kami memanggil, Engkau mendengar; jika kami menghadap kepada-Mu, Engkau mendekatkan; dan jika kami berpaling dari-Mu, Engkau menyeru kami.
إلهنا إنك قلت في كتابك المبين لمحمد خاتم النبيين ﴿قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف﴾ فأرضاك عنهم بالإقرار بكلمة التوحيد بعد الجحود وإنا نشهد لك بالتوحيد مخبتين ولمحمد بالرسالة مخلصين فاغفر لنا بهذه الشهادة سوالف الإجرام ولا تجعل حظنا فيه أنقص من حظ من دخل في الإسلام
Tuhan kami, sungguh Engkau telah berfirman dalam Kitab-Mu yang jelas kepada Muhammad Penutup Para Nabi: 'Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.' Maka pengakuan akan kalimat tauhid setelah kesengajaan ingkar telah membuat-Mu ridha kepada mereka. Sungguh kami pun bersaksi bagi-Mu dengan keesaan (tauhid) dalam keadaan tunduk dan khusyuk (mukhbitin), serta bersaksi bagi Muhammad dengan kerisalahan secara ikhlas. Maka ampunilah kami dengan persaksian ini atas kejahatan-kejahatan kami yang terdahulu, dan janganlah Engkau jadikan bagian kami di dalamnya lebih sedikit daripada bagian orang yang baru masuk Islam.
إلهنا إنك أحببت التقرب إليك بعتق ما ملكت أيماننا ونحن عبيدك وأنت أولى بالتفضل فأعتقنا
Tuhan kami, sungguh Engkau menyukai perbuatan mendekatkan diri kepada-Mu dengan memerdekakan budak-budak yang kami miliki, sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu dan Engkau adalah yang paling berhak untuk melimpahkan karunia, maka merdekakanlah kami.
وإنك أمرتنا أن نتصدق على فقرائنا ونحن فقراؤك وأنت أحق بالتطول فتصدق علينا
Dan sungguh Engkau telah memerintahkan kami untuk bersedekah kepada orang-orang fakir di antara kami, sedangkan kami adalah orang-orang fakir-Mu dan Engkau adalah yang paling berhak untuk memberi kemurahan, maka bersedekahlah kepada kami.
ووصيتنا بالعفو عمن ظلمنا وقد ظلمنا أنفسنا وأنت أحق بالكرم فاعف عنا
Dan Engkau telah berwasiat kepada kami agar memaafkan orang yang menzalimi kami, padahal kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan Engkau lebih berhak atas kedermawanan, maka maafkanlah kami.
ربنا اغفر لنا وارحمنا أنت مولانا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حسنة وقنا برحمتك عذاب النار
Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan rahmati kami, Engkaulah Pelindung kami. 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dengan rahmat-Mu dari azab neraka.'
وليكثر من دعاء الخضر ﵇ وهو أن يقول يا من لا يشغله شأن عن شأن ولا سمع عن سمع ولا تشتبه عليه الأصوات يا من لا تغلطه المسائل ولا تختلف عليه اللغات يا من لا يبرمه إلحاح الملحين ولا تضجره مسألة السائلين أذقنا برد عفوك وحلاوة مناجاتك
Hendaklah ia memperbanyak doa Nabi Khidhir 'alaihis-salam, yaitu mengucapkan: 'Wahai Dzat yang tidak disibukkan oleh suatu urusan dari urusan yang lain, tidak juga oleh suatu pendengaran dari pendengaran yang lain, dan tidak samar bagi-Nya berbagai macam suara. Wahai Dzat yang tidak dikelirukan oleh kerumunan permohonan dan tidak dipusingkan oleh beraneka ragam bahasa. Wahai Dzat yang tidak merasa terganggu oleh desakan orang-orang yang mendesak (dalam berdoa) dan tidak dibuat jemu oleh permohonan orang-orang yang meminta, rasakanlah kepada kami kesejukan ampunan-Mu dan manisnya bermunajat kepada-Mu.'
وَلْيَدْعُ بِمَا بَدَا لَهُ وَلْيَسْتَغْفِرْ لَهُ وَلِوَالِدَيْهِ وَلِجَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلْيُلِحَّ فِي الدُّعَاءِ وَلْيُعَظِّمِ المسألة فإن الله لا يتعاظمه شيء وقال مطرف بن عبد الله هو بعرفة اللهم لا ترد الجميع من أجلي
Hendaklah ia berdoa dengan apa yang terlintas di hatinya, memohon ampunan untuk dirinya, kedua orang tuanya, serta seluruh orang mukmin laki-laki dan perempuan. Hendaklah ia bersungguh-sungguh (mendesak) dalam berdoa dan membesarkan permohonan, karena sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang terasa besar bagi Allah. Mutharrif bin 'Abdullah pernah berdoa ketika berada di 'Arafah: 'Ya Allah, janganlah Engkau menolak mereka semua hanya karena diriku.'
وقال بكر المزني قال رجل لما نظرت إلى أهل عرفات ظننت أنهم قد غفر لهم لولا أني كنت فيهم
Bakr Al-Muzani menceritakan bahwa seorang laki-laki berkata: 'Ketika aku melihat jamaah di 'Arafah, aku yakin bahwa mereka benar-benar telah diampuni, seandainya aku tidak berada di tengah-tengah mereka.'