الجملة التاسعة في طواف الوداع
الْجُمْلَةُ التَّاسِعَةُ فِي طَوَافِ الْوَدَاعِ
Bagian Kesembilan: Tawaf Wada' (Tawaf Perpisahan)
مَهْمَا عَنَّ لَهُ الرُّجُوعُ إِلَى الْوَطَنِ بَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْ إِتْمَامِ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَلْيُنْجِزْ أَوَّلًا أَشْغَالَهُ وَلْيَشُدَّ رِحَالَهُ وَلْيَجْعَلْ آخِرَ أَشْغَالِهِ وَدَاعَ الْبَيْتِ وَوَدَاعُهُ بأن يطوف به سبعا ما سَبَقَ وَلَكِنْ مِنْ غَيْرِ رَمَلٍ وَاضْطِبَاعٍ فَإِذَا فَرَغَ مِنْهُ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَلْفَ الْمَقَامِ وَشَرِبَ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ ثُمَّ يَأْتِي الْمُلْتَزَمَ وَيَدْعُو ويتضرع ويقول اللهم إن البيت بيتك والعبد عبدك وابن عبدك وابن أمتك حملتني على ما سخرت لي من خلقك حتى سيرتني في بلادك وبلغتني بنعمتك حتى أعنتني على قضاء مناسكك فإن كنت رضيت عني فازدد عني رضاً وإلا فمن الآن قبل تباعدي عن بيتك هذا أوان انصرافي إن أذنت لي غير مستبدل بك ولا ببيتك ولا راغب عنك ولا عن بيتك
Kapan saja timbul keinginannya untuk kembali ke tanah air setelah selesai menunaikan ibadah haji dan umrah secara sempurna, maka hendaklah ia terlebih dahulu menyelesaikan segala urusannya, menyiapkan perbekalan jalannya, dan menjadikan akhir dari segala urusannya adalah berpisah (wada') dengan Baitullah. Cara berpisah dengannya adalah dengan bertawaf padanya sebanyak tujuh kali putaran sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, namun tanpa melakukan ramal (jalan cepat) dan idhtiba' (membuka bahu kanan). Apabila telah selesai darinya, ia salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dan minum air Zamzam, kemudian mendatangi Multazam, berdoa serta merendahkan diri (tadharru') seraya mengucapkan: "Ya Allah, sesungguhnya rumah ini adalah rumah-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki-Mu dan anak dari hamba perempuan-Mu. Engkau telah membawaku di atas apa yang Engkau tundukkan bagiku dari makhluk-Mu hingga Engkau menjalankan aku di negeri-Mu dan menyampaikan aku dengan nikmat-Mu hingga Engkau menolongku untuk menunaikan manasik-Mu. Jika Engkau telah ridha kepadaku, maka tambahkanlah keridhaan-Mu padaku, dan jika belum, maka mulai dari sekarang sebelum aku menjauh dari rumah-Mu—inilah saat kepulanganku jika Engkau mengizinkanku—tanpa mencari pengganti diri-Mu maupun rumah-Mu, serta tanpa membenci-Mu maupun rumah-Mu."
اللَّهُمَّ أَصْحِبْنِي الْعَافِيَةَ فِي بَدَنِي وَالْعِصْمَةَ فِي دِينِي وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِي وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَاجْمَعْ لِي خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّكَ على كل شيء قدير
"Ya Allah, sertakanlah kepadaku kesejahteraan (al-'afiyah) pada tubuhku, pemeliharaan (al-'ishmah) dalam agamaku, perbaikilah tempat kembaliku, dan karuniakanlah kepadaku ketaatan kepada-Mu selama Engkau membiarkanku hidup, serta kumpulkanlah bagiku kebaikan dunia dan akhirat; sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
اللهم لا تجعل هذا آخر عهدي ببيتك الحرام وإن جعلته آخر عهدي فعوضني عنه الجنة والأحب أن لا يصرف بصره عن البيت حتى يغيب عنه
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai saat terakhir bagiku dengan Rumah-Mu yang Suci (Baitullah Al-Haram), dan jika Engkau menjadikannya sebagai saat terakhir bagiku, maka gantikanlah bagiku dengan surga." Dan yang paling disukai adalah agar ia tidak memalingkan pandangannya dari Baitullah hingga bangunan tersebut hilang dari pandangannya.