الباب الثاني في ترتيب الأعمال الظاهرة من أول السفر إلى الرجوع وهي عشر جمل

الجملة الخامسة في السعي

الجملة الخامسة في السعي

الْجُمْلَةُ الْخَامِسَةُ فِي السَّعْيِ

Bagian Kelima: Mengenai Sa'i

فَإِذَا فَرَغَ مِنَ الطواف فليخرج من باب الصفا وهو في محاذاة الضلع الذي بين الركن اليماني والحجر فإذا خرج من ذلك الباب وانتهى إلى الصفا وهو جبل فيرقى فيه درجات في حضيض الجبل بقدر قامة الرجل رقى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ حَتَّى بدت له الكعبة

Setelah selesai dari tawaf, hendaklah ia keluar melalui Pintu Shafa (Bab ash-Shafa), yang berada sejajar dengan sisi antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Apabila ia telah keluar dari pintu tersebut dan sampai di Shafa—yaitu sebuah bukit—maka hendaklah ia menaiki beberapa anak tangga di kaki bukit itu seukuran tinggi badan manusia, sebagaimana Rasulullah ﷺ menaikinya hingga Ka'bah terlihat oleh beliau.

وابتداء السعي من أصل الجبل كاف وهذه الزيادة مستحبة ولكن بعض تلك الدرج مستحدثة فينبغي أن لا يخلفها وراء ظهره فلا يكون متمماً للسعي وإذا ابتدأ من ههنا سعى بينه وبين المروة سبع مرات

Memulai sa'i dari kaki bukit sebenarnya sudah mencukupi, dan menaiki tangga ini hukumnya sunnah (mustahab). Namun, sebagian dari anak tangga tersebut adalah bangunan baru, maka hendaknya ia tidak membelakanginya agar sa'inya sempurna. Apabila ia telah memulai dari tempat ini, hendaknya ia melakukan sa'i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

وعند رقية في الصفا ينبغي أن يستقبل البيت ويقول الله أكبر الله أكبر الحمد لله على ما هدانا الحمد لله بمحامده كلها على جميع نعمه كلها لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ له له الملك وله الحمد يحيي ويميت بيده الخير وهو على كل شيء قدير لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده لا إله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لا إله إلا الله مخلصين له الدين الحمد لله رب العالمين فسبحان الله حين تمسون وحين تصبحون وله الحمد في السموات والأرض وعشياً وحين تظهرون يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ويحيي الأرض بعد موتها وكذلك تخرجون وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إذا أنتم بشر تنتشرون اللهم إني أسألك إيماناً دائماً ويقيناً صادقاً وعلماً نافعاً وقلباً خاشعاً ولساناً ذاكراً وأسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في الدنيا والآخرة ويصلي على محمد ﷺ ويدعو الله ﷿ بما شاء من حاجته عقيب هذا الدعاء

Saat menaiki Shafa, hendaknya ia menghadap ke arah Baitullah dan mengucapkan: 'Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami. Segala puji bagi Allah dengan seluruh pujian-Nya atas seluruh kenikmatan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia yang menghidupkan dan mematikan, di tangan-Nya lah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan pasukan sekutu dengan keesaan-Nya semata. Tiada Tuhan selain Allah, seraya memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Tiada Tuhan selain Allah, seraya memurnikan ketaatan kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan di waktu kamu berada di subuh hari, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah mati. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu menjadi manusia yang berkembang biak. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang langgeng, keyakinan yang jujur, ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, serta lisan yang senantiasa berzikir; dan aku memohon kepada-Mu ampunan, kesehatan, serta perlindungan yang melanggengkan di dunia dan akhirat.' Lalu ia bersalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla memohon hajat apa saja yang diinginkannya setelah doa ini.

ثم ينزل ويبتدىء السعي وهو يقول رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم إنك أنت الأعز الأكرم اللهم آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وقنا عذاب النار ويمشي على هينة حتى ينتهي إلى الميل الأخضر وهو أول ما يلقاه إذا نزل من الصفا وهو على زاوية المسجد الحرام فإذا بقي بينه وبين محاذاة الميل ستة أذرع أخذ في السير السريع وهو الرمل حتى ينتهي إلى الميلين الأخضرين

Kemudian ia turun dan memulai sa'i seraya mengucapkan: 'Ya Tuhanku, ampunilah, rahmatilah, dan maafkanlah apa yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.' Ia berjalan dengan tenang hingga sampai di tiang hijau, yaitu batas pertama yang dijumpainya ketika turun dari Shafa yang terletak di sudut Masjidil Haram. Ketika jarak antara dirinya dan kelurusan tiang itu tersisa enam hasta, ia mulai berjalan cepat (ramal) hingga sampai di antara dua tiang hijau.

ثم يعود إلى الهينة فإذا انتهى إلى المروة صعدها كما صعد الصفا وأقبل بوجهه على الصفا ودعا بمثل ذلك الدعاء وقد حصل السعي مرة واحدة فإذا عاد إلى الصفا حصلت مرتان يفعل ذلك سبعاً ويرمل في موضع الرمل في كل مرة ويسكن في موضع السكون كما سبق وفي كل نوبة يصعد الصفا والمروة فإذا فعل ذلك فقد فرغ من طواف القدوم والسعي وهما سنتان

Kemudian ia kembali berjalan biasa dengan tenang. Ketika sampai di Marwah, ia menaikinya sebagaimana ia menaiki Shafa, lalu menghadap ke arah Shafa dan berdoa dengan doa seperti tadi. Dengan demikian, terhitung satu kali lintasan sa'i. Jika ia kembali ke Shafa, terhitung dua kali. Ia melakukan hal itu sebanyak tujuh kali lintasan, berjalan cepat di tempat yang diperintahkan berjalan cepat (ramal) pada setiap lintasan, dan berjalan tenang di tempat yang tenang sebagaimana telah dijelaskan. Pada setiap putaran, ia menaiki Shafa dan Marwah. Apabila ia telah melakukan hal tersebut, maka ia telah selesai dari tawaf qudum dan sa'i, yang mana keduanya hukumnya sunnah.

وَالطَّهَارَةُ مُسْتَحَبَّةٌ لِلسَّعْيِ وَلَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ بِخِلَافِ الطَّوَافِ وإذا سعى فينبغي أن لا يعيد السعي بعد الوقوف ويكتفي بهذا ركناً فإنه ليس من شروط السعي أن يتأخر عن الوقوف وإنما ذلك شرط في طواف الركن نعم شرط كل سعي أن يقع بعد طواف أي طواف كان

Kesucian dari hadas hukumnya sunnah (mustahab) untuk sa'i dan tidak wajib, berbeda halnya dengan tawaf. Apabila ia telah melakukan sa'i, maka hendaknya ia tidak mengulangi sa'i setelah wukuf dan cukup memadai sa'i ini sebagai rukun, karena bukan termasuk syarat sa'i bahwa ia harus dilakukan setelah wukuf. Syarat tersebut hanyalah berlaku untuk tawaf rukun. Namun, syarat bagi setiap sa'i adalah harus dilaksanakan setelah tawaf, tawaf apa pun itu.