(المجرد والمزيد فيه)
الفعلُ – بِحسَبِ الأصلِ – إما ثلاثيّ الأحرفِ، وهو ما كانت أحرفهُ الأصلية ثلاثةً. ولا عِبرةَ بالزائد، مثل حَسُنَ وأَحسَّنَ، وهَدى واستهدى". وإما رُباعيَّها وهو ما كانت أَحرفهُ الأصليه أربعةً ولا عبرةَ بالزائد، مثل "دحرَجَ وَتدَحرجَ وَقشعرَ واقشعرَّ". وكلٌّ منهما إما مجرَّدٌ وإما مزيدٌ فيه. فالمجردُ ما كانت أحرفُ ماضيه كلُّها أصلية (أي، لا زائدَ فيها) ، مثل "ذهبَ ودحرجَ". والمزيدُ فيه ما كان بعضُ أحرفِ ماضيهِ زائِداً على الأصل، مثل "أذهبَ وَتدحرجَ". وحروفُ الزيادة عشَرَةٌ يجمعها قولك "سألتُمونيها". ولا يُزادُ من غيرها إلاَّ كان الزائدُ من جنس أحرف الكلمة كعَظَّمَ واحمَرَّ. وأقلُّ ما يكونُ عليه الفعلُ المجرَّدُ ثلاثة أحرف. واكثر ما يكون عليه أربعة أحرف. وأكثر ما ينتهي بالزيادة إلى ستَّة أحرف. والفعل المجرَّد قسمانِ مجرَّدٌ ثلاثيّ، وهو ما كانت أحرف ماضيه ثلاثةً فقطْ من غير زيادةٍ
*Fi'il* (kata kerja)—berdasarkan asal hurufnya—adakalanya terdiri dari tiga huruf (*tsulatsi*), yaitu yang huruf-huruf aslinya berjumlah tiga. Huruf tambahan tidak diperhitungkan (dalam penentuan keaslian ini), seperti حَسُنَ (ia telah baik) dan أَحْسَنَ (ia telah berbuat baik), serta هَدَى (ia telah memberi petunjuk) dan اسْتَهْدَى (ia telah meminta petunjuk). Adakalanya pula terdiri dari empat huruf (*ruba'i*), yaitu yang huruf-huruf aslinya berjumlah empat, dan huruf tambahan tidak diperhitungkan, seperti دَحْرَجَ (ia telah menggelindingkan), تَدَحْرَجَ (ia telah menggelinding), قَشْعَرَ (ia telah merinding), dan اقْشَعَرَّ (ia telah sangat merinding). Masing-masing dari keduanya adakalanya berupa *mujarrad* (sunyi dari huruf tambahan) atau *mazid fih* (mendapat tambahan huruf). *Mujarrad* adalah *fi'il* yang seluruh huruf pada bentuk *madhi*-nya (lampau) adalah huruf asli (artinya, tidak ada huruf tambahan di dalamnya), seperti ذَهَبَ (ia telah pergi) dan دَحْرَجَ. Sedangkan *mazid fih* adalah *fi'il* yang sebagian huruf pada bentuk *madhi*-nya merupakan huruf tambahan di luar huruf asli, seperti أَذْهَبَ (ia telah menghilangkan/membuat pergi) dan تَدَحْرَجَ. Huruf-huruf tambahan (*huruf az-ziyadah*) ada sepuluh yang terhimpun dalam ucapanmu: سَأَلْتُمُونِيهَا (Kalian telah meminta hal itu kepadaku). Tidak ada huruf lain yang ditambahkan selain huruf-huruf tersebut, kecuali jika tambahan itu sejenis dengan huruf asli kata tersebut (melalui penggandaan/*tadh'if*), seperti عَظَّمَ (ia telah mengagungkan) dan احْمَرَّ (ia telah memerah). Jumlah huruf paling sedikit bagi *fi'il mujarrad* adalah tiga huruf, dan paling banyak adalah empat huruf. Sedangkan batas maksimal jumlah huruf *fi'il* setelah mendapatkan tambahan (*mazid*) adalah enam huruf. *Fi'il mujarrad* terbagi menjadi dua bagian: *mujarrad tsulatsi*, yaitu *fi'il* yang huruf-huruf *madhi*-nya hanya terdiri dari tiga huruf saja tanpa ada tambahan.
عليها، مثل "ذهبَ وقرأ وكتبَ". مجرَّدٌ رباعيٌّ، وهو، ما كانت أحرفُ ماضيه أربعةً أصلية فقطْ، لا زائدَ عليها مثل "دحرجَ ووسوسَ وزلزلَ". والمَزيدُ فيه قسمان أيضاً مزيدٌ فيه على الثُّلاثي، وهو ما زيدَ على أحرف ماضيه الثلاثة حرفٌ واحدٌ، مثل "أكرمَ"، أو حرفانِ، مثل "انطلقَ"، أو ثلاثة أحرفٍ مثل "استغفرَ". ومَزيدٌ فيه على الرُّباعي، وهو ما زيدَ فيه على أحرف ماضيه الأربعة الأصليةِ حرفٌ واحدٌ نحو "تَزلزلَ"، او حرفان، نحو "احرنجمَ".
…padanya, seperti "ذهبَ" (pergi), "قرأ" (membaca), dan "كتبَ" (menulis). *Fi'il mujarrad ruba'i* (kata kerja murni empat huruf) adalah kata kerja yang huruf-huruf bentuk *madhi* (lampau)-nya terdiri dari empat huruf asli saja, tanpa ada huruf tambahan, seperti "دحرجَ" (menggelindingkan), "وسوسَ" (membisikkan), dan "زلزلَ" (menggoncangkan). *Fi'il mazid fih* (kata kerja dengan huruf tambahan) juga terbagi menjadi dua bagian: Pertama, *mazid fih* dari *tsulatsi* (kata kerja tiga huruf asli yang mendapat tambahan), yaitu kata kerja yang huruf *madhi*-nya yang berjumlah tiga mendapat tambahan satu huruf, seperti "أكرمَ" (memuliakan); atau tambahan dua huruf, seperti "انطلقَ" (pergi/meluncur); atau tambahan tiga huruf, seperti "استغفرَ" (memohon ampunan). Kedua, *mazid fih* dari *ruba'i* (kata kerja empat huruf asli yang mendapat tambahan), yaitu kata kerja yang huruf *madhi*-nya yang berjumlah empat huruf asli mendapat tambahan satu huruf, seperti "تَزلزلَ" (tergoncang); atau tambahan dua huruf, seperti "احرنجمَ" (berkumpul).