القول في صفة الجنة وأصناف نعيمها
القول في صِفَةُ الْجَنَّةِ وَأَصْنَافُ نَعِيمِهَا
Penjelasan tentang Sifat Surga dan Berbagai Macam Kenikmatannya
اعْلَمْ أَنَّ تِلْكَ الدار التي عرفت همومها وغمومها تقابلها دار أخرى فتأمل نعيمها وسرورها فإن من بعد من أحدهما استقر لا محالة في الأخرى فاستثر الخوف من قلبك بطول الفكر في أهوال الجحيم واستثر الرجاء بطول الفكر في النعيم المقيم الموعود لأهل الجنان وسق نفسك بسوط الخوف وقدها بزمام الرجاء إلى الصراط المستقيم فبذلك تنال الْمُلْكَ الْعَظِيمَ وَتَسْلَمَ مِنَ الْعَذَابِ الْأَلِيمِ فَتَفَكَّرْ فِي أَهْلِ الْجَنَّةِ وَفِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةُ النَّعِيمِ يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ جَالِسِينَ عَلَى مَنَابِرِ الياقوت الأحمر في خيام من اللؤلؤ الرطب الأبيض فيها بسط من العبقري الأخضر مُتَّكِئِينَ عَلَى أَرَائِكَ مَنْصُوبَةٍ عَلَى أَطْرَافِ أَنْهَارٍ مُطَّرِدَةٍ بِالْخَمْرِ وَالْعَسَلِ مَحْفُوفَةٍ بِالْغِلْمَانِ وَالْوِلْدَانِ مُزَيَّنَةٍ بِالْحُورِ الْعِينِ مِنَ الْخَيْرَاتِ الْحِسَانِ كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ يمشين في درجات الجنان إذا اختالت إحداهن في مشيها حمل أعطافها سبعون ألفاً من الولدان عليها من طرائف الحرير الأبيض ما تتحير فيه الأبصار مكللات بالتيجان المرصعة باللؤلؤ والمرجان شكلات غنجات عطرات آمنات من الهرم والبؤس مقصورات في الخيام في قصور من الياقوت بنيت وسط روضات الجنان قاصرات الطرف عين ثم يطاف عليهم وعليهن بأكواب وأباريق وكأس من معين بيضاء لذة للشاربين ويطوف عليهم خدام وولدان كأمثال اللؤلؤ المكنون جزاء بما كانوا يعملون في مقام أمين في جنات وعيون في جنات ونهر في مقعد صدق عند مليك مقتدر يَنْظُرُونَ فِيهَا إِلَى وَجْهِ الْمَلِكِ الْكَرِيمِ وَقَدْ أشرقت في وجوههم نضرة النعيم لا يرهقهم فتر ولا ذلة بل عباد مكرمون وبأنواع التحف من ربهم يتعاهدون فهم فيما اشتهيت أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ لَا يَخَافُونَ فِيهَا وَلَا يَحْزَنُونَ وهم من ريب المنون آمنون فهم فيها يتنعمون ويأكلون من أطعمتها ويشربون من أنهارها لبناً وخمراً وعسلاً في أنهار أراضيها من فضة وحصباؤها مرجان وعلى أرض ترابها مسك أذفر ونباتها زعفران ويمطرون من سحاب فيها من ماء النسرين على كثبان الكافور ويؤتون بأكواب وأي أكواب بأكواب من فضة مرصعة بالدر والياقوت والمرجان كوب فيه من الرحيق المختوم ممزوج به السلسبيل العذب كوب يشرق نوره من صفاء جوهره يبدو الشراب من ورائه برقته وحمرته لم يصنعه آدمي فيقصر في تسوية صنعته وتحسين صناعته في كف خادم يحكي ضياء وجهه الشمس في إشراقها ولكن من أين للشمس حلاوة مثل حلاوة صورته وحسن أصداغه وملاحة أحداقه
Ketahuilah bahwa negeri (dunia) yang telah engkau ketahui duka dan kesusahannya itu berhadapan dengan negeri lain. Maka renungkanlah kenikmatan dan kesenangannya. Sebab, barang siapa yang jauh dari salah satu dari keduanya, niscaya ia akan bertempat di negeri yang lain. Maka bangkitkanlah rasa takut (*khauf*) dari hatimu dengan memperpanjang tafakur tentang keesetanan dan kedahsyatan siksa neraka Jahim, dan bangkitkanlah harapan (*raja'*) dengan memperpanjang tafakur tentang kenikmatan abadi yang dijanjikan bagi penghuni surga. Cambuklah dirimu dengan cambuk *khauf* dan tuntunlah ia dengan tali kekang *raja'* menuju jalan yang lurus (*ash-shirath al-mustaqim*). Dengan begitu, engkau akan meraih kerajaan yang agung dan selamat dari siksa yang pedih. Renungkanlah para penghuni surga, di mana pada wajah-wajah mereka terpancar kesegaran kenikmatan, mereka diberi minum dari khamar murni yang tertutup rapi, duduk di atas mimbar-mimbar dari yakut merah di dalam kemah-kemah dari mutiara segar yang putih, di dalamnya terdapat permadani-permadani hijau yang indah. Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang ditegakkan di tepi sungai-sungai yang mengalirkan khamar dan madu, dikelilingi pelayan-pelayan muda (*ghilman*) dan anak-anak (*wildan*), dihiasi bidadari-bidadari bermata jeli (*hur 'in*) yang baik lagi jelita, seakan-akan mereka adalah permata yakut dan marjan, yang belum pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. Mereka berjalan di tingkatan-tingkatan surga; apabila salah seorang dari mereka berjalan dengan anggun, tujuh puluh ribu pelayan anak-anak membawa kelepak gaunnya. Mereka mengenakan sutra putih terbaik yang membuat mata terpesona, bermahkotakan mahkota-mahkota yang dihiasi mutiara dan marjan, berparas manja, menawan, wangi, aman dari penuaan dan kesengsaraan, dipingit di dalam kemah-kemah di istana-istana dari yakut yang dibangun di tengah taman-taman surga, bidadari-bidadari yang memelihara pandangannya lagi bermata jeli. Kemudian digilirkan kepada mereka gelas-gelas, teko-teko, dan cangkir-cangkir berisi minuman dari mata air yang mengalir, putih bersih, lezat rasanya bagi orang-orang yang meminumnya. Dan dikelilingi oleh pelayan-pelayan dan anak-anak muda bagaikan mutiara yang tersimpan rapat, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan, di tempat yang aman, di dalam surga-surga dan mata air, di dalam surga-surga dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Raja Yang Mahakuasa. Di sana mereka memandang Wajah Sang Raja Yang Mahamulia, sedang pada wajah-wajah mereka telah bersinar kesegaran kenikmatan. Mereka tidak ditimpa keletihan dan kehinaan, melainkan hamba-hamba yang dimuliakan, dan mereka senantiasa dianugerahi berbagai macam anugerah dari Tuhan mereka. Maka mereka kekal di dalam apa yang diinginkan oleh jiwa mereka; mereka tidak takut di dalamnya dan tidak pula bersedih hati, serta mereka aman dari keraguan kematian. Di sana mereka bersenang-senang, makan dari makanan-makannya, dan minum dari sungai-sungainya yang berisi susu, khamar, dan madu, di sungai-sungai yang tanah dasarnya dari perak dan kerikilnya adalah marjan, di atas tanah yang debunya adalah minyak kasuari (*misik*) yang harum semerbak serta tumbuhannya adalah za'faran. Mereka dihujani dari awan-awan di sana dengan air bunga mawar (*nasrin*) di atas bukit-bukit pasir kapur barus (*kafur*). Mereka disuguhkan gelas-gelas—dan betapa indahnya gelas-gelas itu—gelas dari perak yang dihiasi permata, yakut, dan marjan. Gelas yang di dalamnya berisi *rahiq makhtum* (khamar murni yang tertutup) yang dicampur dengan air *salsabil* yang segar; gelas yang cahayanya bersinar karena kejernihan permatanya, minuman di dalamnya terlihat dari luar karena kehalusan dan rona merahnya, tidak dibuat oleh manusia sehingga tidak ada kekurangan dalam buatan dan keindahannya, berada di telapak tangan pelayan yang kecerahan wajahnya bagaikan pancaran sinar matahari; tetapi dari mana matahari bisa memiliki kemanisan seperti kemanisan rupanya, keindahan pilinan rambutnya, dan keelokan matanya?
فَيَا عَجَبًا لِمَنْ يُؤْمِنُ بِدَارٍ هَذِهِ صِفَتُهَا وَيُوقِنُ بِأَنَّهُ لَا يَمُوتُ أَهْلُهَا وَلَا تَحِلُّ الفجائع بمن نزل بفنائها ولا تنظر الأحداث بعين التغيير إلى أهلها كيف يأنس بدار قد أذن الله في خرابها وَيَتَهَنَّأُ بِعَيْشٍ دُونَهَا وَاللَّهِ لَوْ لَمْ يَكُنْ فِيهَا إِلَّا سَلَامَةُ الْأَبْدَانِ مَعَ الْأَمْنِ
Betapa mengherankan orang yang beriman kepada sebuah negeri yang demikian sifatnya dan meyakini bahwa penghuninya tidak akan mati, musibah-musibah tidak akan menimpa orang yang tinggal di halamannya, serta peristiwa-peristiwa zaman tidak memandang penghuninya dengan pandangan perubahan, bagaimana ia bisa merasa tenang dengan negeri (dunia) yang telah diizinkan oleh Allah untuk dihancurkan, dan merasa nikmat dengan kehidupan selain kehidupan surga? Demi Allah, seandainya di dalam surga tidak ada apa-apa selain keselamatan jasmani beserta rasa aman
مِنَ الْمَوْتِ وَالْجُوعِ وَالْعَطَشِ وَسَائِرِ أَصْنَافِ الْحَدَثَانِ لَكَانَ جَدِيرًا بِأَنْ يَهْجُرَ الدُّنْيَا بِسَبَبِهَا وَأَنْ لَا يُؤْثِرَ عَلَيْهَا مَا التَّصَرُّمُ وَالتَّنَغُّصُ مِنْ ضَرُورَتِهِ كَيْفَ وَأَهْلُهَا مُلُوكٌ آمِنُونَ وَفِي أَنْوَاعِ السرير ممتعون لهم فيها كل ما يشتهون وهم في كل يوم بفناء العرش يحضرون وَإِلَى وَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ يَنْظُرُونَ وَيَنَالُونَ بِالنَّظَرِ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَنْظُرُونَ مَعَهُ إِلَى سائر نعيم الجنان ولا يلتفتون وهم على الدوام بين أصناف هذه النعم يترددون وهم من زوالها آمنون قال أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ينادي مناد يا أهل الجنة إن لكم أن تصحوا فلا تسقموا أبداً وإن لكم أن تحيوا فلا تموتوا أبداً وإن لكم أن تشبوا فلا تهرموا أبداً وإن لكم أن تنعموا فلا تبأسوا أبداً فذلك قوله ﷿ ونودوا أن تلكم الجنة أورثتموها بما كنتم تعلمون
dari kematian, kelaparan, dahaga, dan seluruh jenis bencana zaman, tentulah sudah sepatutnya ia meninggalkan dunia demi meraihnya, dan tidak mengutamakan atasnya apa yang keterputusan dan keruhanannya merupakan suatu keniscayaan. Terlebih lagi penghuninya adalah para raja yang aman tentram, bersenang-senang di atas berbagai jenis dipan, mereka mendapatkan apa saja yang diinginkan oleh jiwa mereka, dan setiap hari mereka hadir di halaman Arsy, memandang ke Wajah Allah Yang Mahamulia, serta meraih dari pandangan kepada Allah itu kenikmatan yang membuat mereka tidak lagi memandang kepada seluruh kenikmatan surga yang lain dan tidak menengok kepadanya. Mereka senantiasa berpindah-pindah di antara berbagai jenis nikmat ini dan aman dari kepunahannya. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Seorang penyeru akan menyerukan: 'Wahai penghuni surga, sesungguhnya bagimu adalah kesehatan sehingga kamu tidak akan sakit selamanya; sesungguhnya bagimu adalah kehidupan sehingga kamu tidak akan mati selamanya; sesungguhnya bagimu adalah masa muda sehingga kamu tidak akan tua selamanya; dan sesungguhnya bagimu adalah kenikmatan sehingga kamu tidak akan sengsara selamanya.' Yang demikian itu adalah firman Allah Azza wa Jalla: 'Dan diserukan kepada mereka: 'Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.'' (QS. Al-A'raf: 43).
وَمَهْمَا أَرَدْتَ أَنْ تَعْرِفَ صِفَةَ الْجَنَّةِ فَاقْرَأِ الْقُرْآنَ فَلَيْسَ وَرَاءَ بَيَانِ اللَّهِ تَعَالَى بَيَانٌ واقرأ من قوله تعالى لمن خاف مقام ربه جنتان إِلَى آخِرِ سُورَةِ الرَّحْمَنِ وَاقْرَأْ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ وغيرها من السور
Setiap kali engkau ingin mengetahui sifat surga, maka bacalah Al-Qur'an, sebab tidak ada penjelasan di balik penjelasan Allah Ta'ala. Bacalah mulai dari firman Allah Ta'ala: 'Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabbnya ada dua surga' (QS. Ar-Rahman: 46) hingga akhir surah Ar-Rahman, dan bacalah surah Al-Waqi'ah serta surah-surah lainnya.
وإن أردت أن تعرف تفصيل صفاتها من الأخبار فتأمل الآن تفصليها بعد أن اطلعت على جملتها وتأمل أولاً عدد الجنان قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ في قَوْلَهُ تَعَالَى ﴿وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ﴾ قال جنتان من فضة آنيتهما وما فيهما وجنتان من ذهب آنيتهما وما فيهما وما بين القوم وبين أن ينظروا إلى ربهم إلا رداء الكبرياء على وجهه في جنة عدن ثم انظر إلى أبواب الجنة فإنها كثيرة بحسب أصول الطاعات كما أن أبواب النار بحسب أصول المعاصي قال أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ من أنفق زوجين من ماله في سبيل الله دعي من أبواب الجنة كلها وللجنة ثمانية أبواب فمن كان من أهل الصلاة دعي من باب الصلاة ومن كان من أهل الصيام دعي من باب الصيام ومن كان من أهل الصدقة دعي من باب الصدقة ومن كان من أهل الجهاد دعي من باب الجهاد فقال أبو بكر ﵁ والله ما على أحد من ضرورة من أيها دعي فهل يدعى أحد منها كلها قال نعم وأرجو أن تكون منهم وعن عاصم بن ضمرة عن علي كرم الله وجهه أنه ذكر النار فعظم أمرها ذكراً لا أحفظه ثم قال وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمراً حتى إذا انتهوا إلى باب من أبوابها وجدوا عنده شجرة يخرج من تحت ساقها عينان تجريان فعمدوا إلى إحداهما كما أمروا به فشربوا منها فأذهبت ما في بطونهم من أذى أو بأس ثم عمدوا إلى الأخرى فتطهروا منها فجرت عليهم نضرة النعيم فلم تتغير أشعارهم بعدها أبداً ولا تشعث رءوسهم كأنما دهنوا بالدهان ثم انتهوا إلى الجنة فقال لهم خزنتها سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين ثم تلقاهم الولدان يطيفون بهم كما تطيف ولدان أهل الدنيا بالحبيب يقدم عليهم من غيبة يقولون له أبشر أعد الله لك من الكرامة كذا قال فينطق غلام من أولئك الولدان إلى بعض أزواجه من الحور العين فيقول قد جاء فلان باسمه الذي كان يدعى به في الدنيا فتقول أنت رأيته فيقول أنا رأيته وهو بأثري فيستخفها الفرح حتى تقوم إلى أسكفة بابها فإذا انتهى إلى منزله نظر إلى أساس بنيانه فإذا جندل اللؤلؤ فوقه صرح أحمر وأخضر وأصفر من كل لون ثم يرفع رأسه فينظر إلى سقفه فإذا مثل البرق ولولا أن الله تعالى قدره لألم أن يذهب بصره ثم يطأطىء رأسه فإذا أزواجه وأكواب موضوعة ونمارق مصفوفة وزرابي مبثوثة ثم اتكأ فقال الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي
Dan jika engkau ingin mengetahui perincian sifat-sifatnya dari hadis-hadis, maka renungkanlah perinciannya sekarang setelah engkau mengetahui garis besarnya. Renungkanlah terlebih dahulu jumlah surga. Rasulullah ﷺ bersabda tentang firman Allah Ta'ala: 'Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabbnya ada dua surga': 'Dua surga dari perak, bejana-bejananya dan apa yang ada di dalamnya, dan dua surga dari emas, bejana-bejananya dan apa yang ada di dalamnya. Tidak ada penghalang antara suatu kaum untuk melihat Rabb mereka melainkan selendang keagungan pada Wajah-Nya di Surga 'Adn.' Kemudian lihatlah pada pintu-pintu surga, sesungguhnya pintu-pintu itu banyak sesuai dengan pokok-pokok ketaatan, sebagaimana pintu-pintu neraka sesuai dengan pokok-pokok maksiat. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barang siapa yang menginfakkan sepasang dari hartanya di jalan Allah, ia akan dipanggil dari seluruh pintu surga. Surga memiliki delapan pintu: barang siapa yang termasuk ahli shalat, ia dipanggil dari pintu shalat; barang siapa yang termasuk ahli puasa, ia dipanggil dari pintu puasa; barang siapa yang termasuk ahli sedekah, ia dipanggil dari pintu sedekah; dan barang siapa yang termasuk ahli jihad, ia dipanggil dari pintu jihad.' Lalu Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata: 'Demi Allah, tidak ada kemudaratan bagi seseorang dari pintu mana pun ia dipanggil, namun apakah ada orang yang dipanggil dari seluruh pintu tersebut?' Beliau menjawab: 'Ya, dan aku berharap engkau termasuk bagian dari mereka.' Dari 'Ashim bin Dhumrah dari 'Ali karramallahu wajhah, ia menyebutkan tentang neraka lalu mengagungkan perkaranya dengan sebutan yang tidak aku hafal seluruhnya, kemudian ia berkata: 'Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka diantar ke dalam surga secara berombongan, hingga apabila mereka sampai di salah satu pintunya, mereka menemukan di sisinya sebuah pohon yang dari bawah batangnya keluar dua mata air yang mengalir. Lalu mereka menuju ke salah satunya sebagaimana yang diperintahkan, lalu mereka minum darinya, maka mata air itu menghilangkan apa yang ada di dalam perut mereka berupa kotoran atau penyakit. Kemudian mereka menuju ke mata air yang lain lalu bersuci darinya, maka terpancarlah pada mereka kesegaran kenikmatan, sehingga rambut mereka tidak pernah berubah setelah itu selamanya dan kepala mereka tidak pernah kusut, seakan-akan diolesi minyak rambut. Kemudian mereka sampai ke surga, lalu para penjaganya berkata kepada mereka: 'Selamat sejahtera bagimu, beruntunglah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.' Kemudian anak-anak muda menyambut mereka, mengelilingi mereka sebagaimana anak-anak di dunia mengelilingi kekasih yang baru datang dari perjalanan jauh, seraya berkata: 'Bergembiralah, Allah telah menyediakan untukmu kemuliaan begini dan begitu.' Beliau berkata: 'Lalu seorang pelayan dari anak-anak itu pergi menuju salah satu istrinya dari bidadari bermata jeli, lalu berkata: 'Fulan telah datang' dengan menyebut namanya yang biasa dipanggil di dunia. Bidadari itu bertanya: 'Apakah engkau melihatnya?' Ia menjawab: 'Aku melihatnya dan ia berada tepat di belakangku.' Maka bidadari itu sangat gembira hingga berdiri menuju ambang pintu rumahnya. Apabila orang itu telah sampai ke tempat tinggalnya, ia melihat pada pondasi bangunannya, ternyata fondasinya dari batuan mutiara, di atasnya terdapat istana merah, hijau, dan kuning dari setiap warna. Kemudian ia mengangkat kepalanya lalu melihat ke atapnya, ternyata seperti kilat, dan seandainya Allah Ta'ala tidak menakdirkan kekuatannya, hampir saja penglihatannya hilang. Kemudian ia menundukkan kepalanya, ternyata di sana terdapat istri-istrinya, cangkir-cangkir yang terletak, bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar. Kemudian ia bersandar seraya berkata: 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami ke (surga) ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk'
لولا أن هدانا الله ثم ينادي مناد تحيون فلا تموتون أبداً وتقيمون فلا تظعنون أبداً وتصحون فلا تمرضون أبداً وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ آتي يوم القيامة باب الجنة فأستفتح فيقول الخازن من أنت فأقول محمد فيقول بك أمرت أن لا أفتح لأحد قبلك
kalau tidak karena Allah telah menunjuki kami.' Kemudian seorang penyeru menyerukan: 'Kamu akan hidup maka tidak akan mati selamanya, kamu akan menetap maka tidak akan berpindah selamanya, dan kamu akan sehat maka tidak akan sakit selamanya.' Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat lalu aku minta dibukakan. Maka penjaga surga bertanya: 'Siapakah engkau?' Aku menjawab: 'Muhammad.' Ia berkata: 'Kepadamulah aku diperintahkan untuk tidak membuka pintu ini bagi siapa pun sebelummu.''
ثم تأمل الآن في غرف الجنة واختلاف درجات العلو فيها فَإِنَّ الْآخِرَةَ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا وَكَمَا أن بين الناس في الطَّاعَاتِ الظَّاهِرَةِ وَالْأَخْلَاقِ الْبَاطِنَةِ الْمَحْمُودَةِ تَفَاوُتًا ظَاهِرًا فَكَذَلِكَ فِيمَا يُجَازَوْنَ بِهِ تَفَاوُتٌ ظَاهِرٌ فَإِنْ كُنْتَ تَطْلُبُ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ فَاجْتَهَدْ أَنْ لَا يَسْبِقَكَ أَحَدٌ بِطَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى فَقَدْ أَمَرَكَ الله بالمسابقة والمنافسة فيها فقال تعالى ﴿سابقوا إلى مغفرة من ربكم﴾ وقال تعالى ﴿وفي ذلك فليتنافس المتنافسون﴾ والعجب أنه لو تقدم عليك أقرانك أو جيرانك بزيادة درهم أو بعلو بناء ثقل عليك ذلك وضاق به صدرك وتنغص بسبب الحسد عيشك وأحسن أحوالك أن تستقر في الجنة وأنت لا تسلم فيها من أقوام يسبقونك بلطائف لا توازيها الدنيا بحذافيرها فقد قال أبو سعيد الخدري قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن أهل الجنة ليتراءون أهل الغرف فوقهم كما تتراءون الكوكب الغائر في الأفق من المشرق إلى المغرب لتفاضل ما بينهم قالوا يا رسول الله تلك منازل الأنبياء لا يبلغها غيرهم قال بلى والذي نفسي بيده رجال آمنوا بالله وصدقوا المرسلين وقال أيضاً إن أهل الدرجات العلى ليراهم من تحتهم كما ترون النجم الطالع في أفق من آفاق السماء وإن أبا بكر وعمر منهم وأنعما وقال جابر قال لنا رسول الله ﷺ إلا أحدثكم بغرف الجنة قال قلت بلى يا رسول الله صلى الله عليك بأبينا أنت وأمنا قال إن في الجنة غرفاً من أصناف الجوهر كله يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها وفيها من النعيم واللذات والسرور مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعْتُ ولا خطر على قلب بشر قال يا رسول الله ولمن هذه الغرف قال لمن أفشى السلام وأطعم الطعام وأدام الصيام وصلى بالليل والناس نيام قال قلنا يا رسول الله ومن يطيق ذلك قال أمتي تطيق ذلك وسأخبركم عن ذلك من لقي أخاه فسلم عليه أو رد عليه فقد أفشى السلام ومن أطعم أهله وعياله من الطعام حتى يشبعهم فقد أطعم الطعام ومن صام شهر رمضان ومن كل شهر ثلاثة أيام فقد أدام الصيام ومن صلى العشاء الآخرة وصلى الغداة في جماعة فقد صلى بالليل والناس نيام يعني اليهود والنصارى والمجوس
Kemudian renungkanlah sekarang tentang kamar-kamar (*ghuraf*) surga dan perbedaan tingkatan ketinggian di dalamnya. Sebab sesungguhnya akhirat itu lebih besar tingkatannya dan lebih besar keutamaannya. Sebagaimana di antara manusia terdapat perbedaan yang nyata dalam ketaatan-ketaatan lahiriah dan akhlak-akhlak batiniah yang terpuji, demikian pula dalam balasan yang diberikan kepada mereka terdapat perbedaan yang nyata. Jika engkau menuntut tingkatan yang tertinggi, maka bersungguh-sungguhlah agar tidak ada seorang pun yang mendahuluimu dalam mentaati Allah Ta'ala. Sungguh Allah telah memerintahkanmu untuk berlomba-lomba dan bersaing di dalamnya, sebagaimana firman-Nya: 'Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu' (QS. Al-Hadid: 21), dan firman-Nya: 'Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang yang berlomba-lomba saling berlomba' (QS. Al-Muthaffifin: 26). Sangat mengherankan jika teman-teman sebayamu atau tetangga-tetanggamu mengunggulimu dengan kelebihan satu dirham atau tingginya bangunan, hal itu terasa berat bagimu, dadamu menjadi sempit, dan kehidupanmu menjadi keruh karena dengki. Sedangkan keadaan terbaikmu adalah engkau menetap di surga padahal engkau tidak terlepas dari kelompok-kelompok yang mengunggulimu dengan kelembutan-kelembutan kenikmatan yang tidak dapat ditandingi oleh dunia seisinya. Sungguh Abu Sa'id al-Khudri berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya penghuni surga benar-benar melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang redup di ufuk dari timur ke barat karena perbedaan keutamaan di antara mereka.' Para sahabat bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah itu kedudukan para nabi yang tidak dapat dicapai oleh selain mereka?' Beliau menjawab: 'Tentu, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.' Beliau juga bersabda: 'Sesungguhnya penghuni tingkatan-tingkatan yang tinggi benar-benar dilihat oleh orang yang berada di bawah mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang terbit di salah satu ufuk langit, dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk dari mereka dan alangkah nikmatnya.' Dan Jabir berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami: 'Maukah kalian aku beritahukan tentang kamar-kamar surga?' Aku menjawab: 'Tentu, wahai Rasulullah, semoga shalawat Allah tercurah kepadamu, demi ayah dan ibu kami sebagai tebusannya.' Beliau bersabda: 'Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar dari berbagai jenis permata seluruhnya, bagian luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya. Di dalamnya terdapat kenikmatan, kelezatan, dan kesenangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.' Ia bertanya: 'Wahai Rasulullah, untuk siapakah kamar-kamar ini?' Beliau menjawab: 'Bagi orang yang menyebarkan salam, memberi makan, melanggengkan puasa, dan shalat di malam hari saat manusia sedang tidur.' Kami bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapakah yang sanggup melakukan itu?' Beliau bersabda: 'Umatku sanggup melakukannya, dan aku akan memberitahukan hal itu kepada kalian: barang siapa bertemu saudaranya lalu mengucapkan salam kepadanya atau menjawab salamnya, maka ia telah menyebarkan salam; barang siapa memberi makan keluarganya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya hingga kenyang, maka ia telah memberi makan; barang siapa berpuasa bulan Ramadhan dan tiga hari dari setiap bulan, maka ia telah melanggengkan puasa; dan barang siapa shalat Isya terakhir serta shalat Subuh secara berjamaah, maka ia telah shalat di malam hari saat manusia sedang tidur—yakni kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi.'
وَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عن قوله ﴿ومساكن طيبة في جنات عدن﴾ قال قصور من لؤلؤ في كل قصر سبعون داراً من ياقوت أحمر في كل دارسبعون بيتاً من زمرد أخضر في كل بيت سرير على كل سرير سبعون فراشاً من كل لون على كل فراش زوجة من الحور العين في كل بيت سبعون مائدة على كل مائدة سبعون لوناً من الطعام في كل بيت سبعون وصيفة ويعطى المؤمن في كل غداة يعني من القوة ما يأتي على ذلك أجمع
Dan Rasulullah ﷺ ditanya tentang firman-Nya: 'Dan tempat-tempat tinggal yang baik di surga 'Adn' (QS. At-Taubah: 72), beliau bersabda: '(Ia adalah) istana-istana dari mutiara, di setiap istana terdapat tujuh puluh rumah dari yakut merah, di setiap rumah terdapat tujuh puluh ruangan dari zamrud hijau, di setiap ruangan terdapat satu dipan, di atas setiap dipan terdapat tujuh puluh kasur dari setiap warna, di atas setiap kasur terdapat seorang istri dari bidadari bermata jeli, di setiap ruangan terdapat tujuh puluh hidangan, di atas setiap hidangan terdapat tujuh puluh jenis makanan, di setiap ruangan terdapat tujuh puluh pelayan wanita, dan orang mukmin diberi pada setiap pagi kekuatan yang mampu mencakupi seluruhnya itu.'