كتاب المراقبة والمحاسبة

صفة الحور العين والولدان

صفة الحور العين والولدان

صفة الحور العين والولدان

Sifat Bidadari Bermata Jeli dan Anak-Anak Pelayan Surga

قد تكرر في القرآن وصفهم ووردت الأخبار بزيادة شرح فيه

Penggambaran sifat mereka telah berulang kali disebutkan di dalam Al-Qur'an, dan telah diriwayatkan hadis-hadis yang memberikan penjelasan tambahan mengenainya.

روى أنس ﵁ أن رسول الله ﷺ قال غدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها ولقاب قوس أحدكم أو موضع قدمه من الجنة خير من الدنيا وما فيها ولو أن امرأة من نساء أهل الجنة اطلعت إلى الأرض لأضاءت ولملأت ما بينهما رائحة ولنصيفها على رأسها خير من الدنيا بما فيها يعني الخمار وقال أبو سعيد الخدري قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ في قوله تعالى ﴿كأنهن الياقوت والمرجان﴾ قال تنظر إلى وجهها في خدرها أصفى من المرآة وإن أدنى لؤلؤة عليها لتضيء ما بين المشرق والمغرب وإنه يكون عليها سبعون ثوباً ينفذها بصره حتى يرى مخ ساقها من وراء ذلك وقال أنس قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لما أسري بي دخلت في الجنة موضعاً يسمى البيدخ عليه خيام اللؤلؤ والزبرجد الأخضر والياقوت الأحمر فقلن السلام عليك يا رسول الله فقلت يا جبريل ما هذا النداء قال هؤلاء المقصورات في الخيام استأذن ربهن في السلام عليك فأذن لهن فطفقن يقلن نحن الراضيات فلا نسخط أبداً ونحن الخالدات فلا نظعن أبداً وقرأ رسول الله ﷺ قوله تعالى حور مقصورات في الخيام // حديث أنس لما أسري بي دخلت في الجنة موضعاً يسمى الصرح عليه خيام اللؤلؤ والزبرجد الأخضر والياقوت الأحمر الحديث وفيه أن جبريل قال هؤلاء المقصورات في الخيام وفيه فطفقن يقلن نحن الراضيات فلا نسخط لم أجده هكذا

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Perjalanan di awal hari atau di akhir hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan panjang busur panah salah seorang dari kalian atau tempat berpijak kakinya di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan seandainya seorang wanita dari wanita-wanita penghuni surga muncul melihat ke bumi, niscaya ia akan menerangi dan memenuhi apa yang ada di antara keduanya dengan aroma wangi, dan sungguh kerudung di atas kepalanya adalah lebih baik daripada dunia beserta isinya'—yakni kerudung. Dan Abu Sa'id al-Khudri berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang firman Allah Ta'ala: 'Seakan-akan mereka adalah permata yakut dan marjan' (QS. Ar-Rahman: 58): 'Engkau memandang wajahnya di dalam biliknya lebih jernih daripada cermin, dan sesungguhnya mutiara terendah padanya benar-benar menyinari antara timur dan barat. Dan sesungguhnya ia mengenakan tujuh puluh pakaian yang dapat ditembus oleh pandangan mata hingga terlihat sumsum betisnya dari balik pakaian itu.' Dan Anas berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Ketika aku diisrakan, aku masuk ke dalam surga di suatu tempat yang dinamakan Al-Baidhak, yang di atasnya terdapat kemah-kemah dari mutiara, zamrud hijau, dan yakut merah. Lalu mereka mengucapkan: 'Assalamu 'alaika wahai Rasulullah.' Aku bertanya: 'Wahai Jibril, seruan apakah ini?' Ia menjawab: 'Merekalah bidadari-bidadari yang dipingit di dalam kemah-kemah, mereka meminta izin kepada Rabb mereka untuk mengucapkan salam kepadamu, lalu Dia mengizinkan mereka. Maka mereka mulai berkata: 'Kami adalah wanita-wanita yang ridha maka kami tidak akan murka selamanya, dan kami adalah wanita-wanita yang kekal maka kami tidak akan berpindah selamanya.' Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman Allah Ta'ala: '(Bidadari-bidadari) yang bermata jeli, dipingit dalam kemah-kemah' (QS. Ar-Rahman: 72).' // Hadis Anas: 'Ketika aku diisrakan, aku masuk ke dalam surga di suatu tempat yang dinamakan Ash-Sharh, yang di atasnya terdapat kemah-kemah dari mutiara, zamrud hijau, dan yakut merah…' al-hadits, dan di dalamnya disebutkan bahwa Jibril berkata: 'Merekalah bidadari-bidadari yang dipingit di dalam kemah-kemah', dan di dalamnya disebutkan: 'Maka mereka mulai berkata: 'Kami adalah wanita-wanita yang ridha maka kami tidak akan murka…'' — [Al-Iraqi berkata:] Aku tidak menemukannya dengan redaksi seperti ini.

بتمامه وللترمذى من حديث على أن فى الجنة لمجتمعا للحور العين يرفعن أصواتا لم تسمع الخلائق مثلها يقلن نحن الخالدات فلا نبيد ونحن الناعمات فلا نبأس ونحن الراضيات فلا نسخط طوبى لمن كان لنا وكنا له وقال غريب ولأبى الشيخ فى كتاب العظمة حديث ابن أبى أوفى بسند ضعيف فيجتمعن فى كل سبعة أيام فيقلن بأصوات الحديث

…secara sempurna. Dan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari hadis Ali bahwasanya di dalam surga terdapat tempat berkumpulnya para bidadari (hur al-'in). Mereka menyuarakan suara-suara indah yang belum pernah didengar oleh makhluk seumpamanya. Mereka berkata: 'Kami adalah wanita-wanita yang kekal maka kami tidak akan binasa, kami adalah wanita-wanita yang hidup penuh kenikmatan maka kami tidak akan mengalami kesengsaraan, dan kami adalah wanita-wanita yang ridha maka kami tidak akan murka. Beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya.' At-Tirmidzi berkata: 'Hadis ini gharib'. Dan bagi Abu asy-Syaikh dalam Kitab al-'Adhamah terdapat hadis Ibn Abi Aufa dengan sanad yang dhaif: 'Maka mereka berkumpul setiap tujuh hari sekali lalu mereka berkata dengan suara-suara…' (al-hadis).

وقال مجاهد في قوله تعالى ﴿وأزواج مطهرة﴾ قال من الحيض والغائط والبول والبصاق والنخامة والمني والولد

Mujahid berkata mengenai firman Allah Ta'ala: 'Dan istri-istri yang disucikan' (QS. Al-Baqarah: 25): 'Yaitu disucikan dari haid, kotoran, air seni, ludah, dahak, mani, dan dari melahirkan anak.'

وقال الأوزاعي ﴿في شغل فاكهون﴾ قال شغلهم افتضاض الأبكار وقال رجل يا رسول الله أيباضع أهل الجنة قال يعطى الرجل منهم من القوة في اليوم الواحد أفضل من سبعين منكم وقال عبد الله بن عمر إن أدنى أهل الجنة منزلة من يسعى له ألف خادم كل خادم على عمل ليس عليه صاحبه وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن الرجل من أهل الجنة ليتزوج خمسمائة حوراء وأربعة آلاف بكر وثمانية آلاف ثيب يعانق كل واحدة منهن مقدار عمره في الدنيا وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ إِنَّ في الجنة سوقاً ما فيها بيع ولا شراء إلا الصور من الرجال والنساء فإذا اشتهى الرجل صورة دخل فيها وإن فيها لمجتمع الحور العين يرفعن بأصوات لم تسمع الخلائق مثلها يقلن نحن الخالدات فلا نبيد ونحن الناعمات فلا نبأس ونحن الراضيات فلا نسخط فطوبى لمن كان لنا وكنا له وقال أنس ﵁ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن الحور العين في الجنة يتغنين نحن الحور الحسان خبئنا لأزواج كرام وقال يحيى بن كثير في قوله تعالى ﴿في روضة يحبرون﴾ قال السماع في الجنة وقال أبو أمامة الباهلي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ما من عبد يدخل الجنة إلا ويجلس عند رأسه وعند رجليه ثنتان من الحور العين يغنيانه بأحسن صوت سمعه الإنس والجن وليس بمزمار الشيطان ولكن بتحميد الله وتقديسه

Al-Auza'i berkata mengenai firman-Nya: 'Berada dalam kesibukan lagi bersenang-senang' (QS. Yasin: 55): 'Kesibukan mereka adalah menggauli perawan-perawan.' Seorang laki-laki bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah penghuni surga melakukan hubungan intim?' Beliau bersabda: 'Seorang laki-laki dari mereka diberi kekuatan dalam satu hari yang lebih utama dari kekuatan tujuh puluh orang di antara kalian.' Abdullah bin Umar berkata: 'Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah kedudukannya adalah orang yang dilayani oleh seribu pelayan, yang mana setiap pelayan mengerjakan tugas yang tidak dikerjakan oleh pelayan lainnya.' Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya seorang laki-laki dari penghuni surga menikahi lima ratus bidadari (hur), empat ribu perawan, dan delapan ribu janda; ia memeluk masing-masing dari mereka sepanjang ukuran umurnya di dunia.' Dan Nabi ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya di surga terdapat pasar yang tidak ada jual beli di dalamnya melainkan rupa-rupa laki-laki dan wanita. Maka apabila seseorang menginginkan suatu rupa, ia masuk ke dalamnya. Dan di sana terdapat tempat berkumpulnya para bidadari (hur al-'in), mereka menyuarakan suara-suara yang belum pernah didengar oleh makhluk seumpamanya, mereka berkata: Kami adalah wanita-wanita yang kekal maka kami tidak akan binasa, kami adalah wanita-wanita yang hidup penuh kenikmatan maka kami tidak akan mengalami kesengsaraan, dan kami adalah wanita-wanita yang ridha maka kami tidak akan murka. Maka beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya.' Anas radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya para bidadari (hur al-'in) di surga bernyanyi: Kami adalah bidadari-bidadari yang jelita, kami disimpan untuk suami-suami yang mulia.' Yahya bin Katsir berkata mengenai firman Allah Ta'ala: 'Di dalam taman surga mereka bergembira' (QS. Ar-Rum: 15): 'Maksudnya adalah mendengarkan nyanyian (indah) di surga.' Dan Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidak ada seorang hamba pun yang masuk surga melainkan duduk di sisi kepala dan di sisi kedua kakinya dua bidadari (hur al-'in) yang menyanyikan lagu untuknya dengan suara terindah yang belum pernah didengar oleh jin dan manusia, bukan dengan seruling setan, melainkan dengan pujian (tahmid) dan penyucian (taqdis) kepada Allah.'