كتاب المراقبة والمحاسبة

صفة حائط الجنة وأراضيها وأشجارها وأنهارها

صفة حائط الجنة وأراضيها وأشجارها وأنهارها

Beranda كتاب إحياء علوم الدين ربع المنجيات كتاب المراقبة والمحاسبة صفة حائط الجنة وأراضيها وأشجارها وأنهارها

صفة حائط الجنة وأراضيها وأشجارها وأنهارها

Sifat Tembok Surga, Tanah-Tanahnya, Pohon-Pohonnya, dan Sungai-Sungainya

تأمل في صورة الجنة وتفكر في غبطة سكانها وفي حسرة من حرمها لقناعته بالدنيا عوضاً عنها فقد قال أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن حائط الجنة لبنة من فضة ولبنة من ذهب ترابها زعفران وطينها مسك وسئل ﷺ عن تربة الجنة فقال درمكة بيضاء مسك خالص وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ من سره أن يسقيه الله ﷿ الخمر في الآخرة فليتركها في الدنيا ومن سره أن يكسوه الله الحرير في الآخرة فليتركه في الدنيا وقال أنهار الجنة تتفجر من تحت تلال أو تحت جبال المسك ولو كان أدنى أهل الجنة حلية عدلت بحلية أهل الدنيا جميعها لكان ما يحليه الله ﷿ به في الآخرة أفضل من حلية الدنيا جميعها وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن في الجنة شجرة يسير الراكب في ظلها مائة عام لا يقطعها اقرءوا إن شئتم ﴿وظل ممدود﴾ وقال أبو أمامة كان أصحاب رسول الله ﷺ يقولون إن الله ﷿ ينفعنا بالأعراب ومسائلهم أقبل أعرابي فقال يا رسول الله قد ذكر الله في القرآن شجرة مؤذية وما كنت أدري أن في الجنة شجرة تؤذي صاحبها فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ﴿ما هي﴾ قال السدر فإن لها شوكاً فقال قد قال الله تعالى في سدر مخضود يخضد الله شوكه فيجعل مكان كل شوكة ثمرة ثم تنفتق الثمرة منها عن اثنين وسبعين لوناً من الطعام ما منها لون يشبه الآخر وقال جرير بن عبد الله نزلنا الصفاح فإذا رجل نائم تحت شجرة قد كادت الشمس أن تبلغه فقلت للغلام انطلق بهذا النطع فأظله فانطلق فأظله فلما استيقظ فإذا هو سلمان فأتيته أسلم عليه فقال يا جرير تواضع لله فإن من تواضع لله في الدنيا رفعه الله يوم القيامة هل تدري ما الظلمات يوم القيامة قلت لا أدري قال ظلم الناس بعضهم بعضاً ثم أخذ عويداً لا أكاد أراه من صغره فقال يا جرير لو طلبت مثل هذا في الجنة لم تجده قلت يا أبا عبد الله فأين النخل والشجر قال أصولها اللؤلؤ والذهب وأعلاها الثمر

Renungkanlah gambaran surga dan pikirkanlah kebahagiaan para penghuninya serta penyesalan orang yang terhalang darinya karena ia puas dengan dunia sebagai gantinya. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya tembok surga itu satu bata dari perak dan satu bata dari emas, debunya adalah za'faran dan tanah liatnya adalah minyak kasuari (*misik*).' Dan Rasulullah ﷺ ditanya tentang tanah surga, lalu beliau menjawab: 'Tepung gandum putih yang berupa misik murni.' Dan Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barang siapa yang ingin diberi minum khamar oleh Allah Azza wa Jalla di akhirat, hendaknya ia meninggalkannya di dunia; dan barang siapa yang ingin diberi pakaian sutra oleh Allah di akhirat, hendaknya ia meninggalkannya di dunia.' Beliau juga bersabda: 'Sungai-sungai surga memancar dari bawah bukit-bukit atau dari bawah gunung-gunung misik. Dan seandainya perhiasan paling rendah milik penghuni surga dibandingkan dengan seluruh perhiasan penghuni dunia, niscaya apa yang dipakaikan oleh Allah Azza wa Jalla kepadanya di akhirat jauh lebih utama daripada seluruh perhiasan dunia.' Dan Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang naungannya diarungi oleh seorang penunggang kuda selama seratus tahun tanpa mampu melintasinya. Bacalah jika kalian mau: 'Dan naungan yang terbentang luas' (QS. Al-Waqi'ah: 30).' Dan Abu Umamah berkata: 'Para sahabat Rasulullah ﷺ biasa berkata bahwa Allah Azza wa Jalla memberi manfaat kepada kami melalui orang-orang Arab Badui dan pertanyaan-pertanyaan mereka. Seorang Arab Badui datang lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah menyebutkan di dalam Al-Qur'an pohon yang menyakitkan, dan aku tidak pernah menyangka bahwa di surga ada pohon yang menyakiti pemiliknya.' Maka Rasulullah ﷺ bertanya: 'Pohon apakah itu?' Ia menjawab: 'Pohon bidara (*as-sidr*), karena ia memiliki duri.' Beliau bersabda: 'Bukankah Allah Ta'ala telah berfirman: '(Berada di antara) pohon bidara yang tidak berduri' (QS. Al-Waqi'ah: 28)? Allah memotong durinya lalu menjadikan di tempat setiap duri itu satu buah, kemudian buah itu terbelah menghasilkan tujuh puluh dua jenis makanan yang tidak ada satu jenis pun yang menyerupai jenis lainnya.' Dan Jarir bin Abdillah berkata: 'Kami singgah di Ash-Shafah, tiba-tiba ada seorang laki-laki sedang tidur di bawah pohon yang hampir saja sinar matahari mengenainya. Maka aku berkata kepada pelayanku: 'Pergilah membawa tikar kulit ini dan naungilah dia.' Maka ia pergi lalu menaunginya. Ketika ia terbangun, ternyata ia adalah Salman. Maka aku mendatanginya dan mengucapkan salam kepadanya, lalu ia berkata: 'Wahai Jarir, bertawaduklah kepada Allah, karena barang siapa bertawaduk kepada Allah di dunia, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada hari kiamat. Tahukah engkau apa kegelapan-kegelapan pada hari kiamat?' Aku menjawab: 'Aku tidak tahu.' Ia berkata: 'Kezaliman manusia terhadap sesamanya.' Kemudian ia mengambil sebuah ranting kecil yang hampir tidak terlihat olehku karena kecilnya, lalu ia berkata: 'Wahai Jarir, seandainya engkau mencari yang seperti ini di surga, engkau tidak akan menemukannya.' Aku bertanya: 'Wahai Abu Abdillah, lalu di mana pohon kurma dan pohon-pohon lainnya?' Ia menjawab: 'Batang-batangnya adalah mutiara dan emas, sedangkan bagian atasnya adalah buah-buahan.'