كتاب المراقبة والمحاسبة

نختم الكتاب بباب في سعة رحمة الله تعالى على سبيل التفاؤل بذلك

نختم الكتاب بباب في سعة رحمة الله تعالى على سبيل التفاؤل بذلك

Beranda كتاب إحياء علوم الدين ربع المنجيات كتاب المراقبة والمحاسبة نختم الكتاب بباب في سعة رحمة الله تعالى على سبيل التفاؤل بذلك

نختم الكتاب بباب في سعة رحمة الله تعالى على سبيل التفاؤل بذلك

Penutupan Kitab dengan Bab Tentang Luasnya Rahmat Allah Ta'ala sebagai Bentuk Optimisme (Tafa'ul)

فقد كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وآله وسلم يحب الفأل وليس لنا من الأعمال ما نرجو به المغفرة فنقتدي برسول الله ﷺ في التفاؤل ونرجو أن يختم عاقبتنا بالخير في الدنيا والآخرة كما ختمنا الكتاب بذكر رحمة الله تعالى

Sungguh Rasulullah ﷺ beserta keluarga beliau menyukai sikap optimistis (al-fa'l). Dan kita tidak memiliki amal perbuatan yang dapat kita harapkan dengannya ampunan, maka kita meneladani Rasulullah ﷺ dalam sikap optimistis, dan kita berharap agar kesudahan kita ditutup dengan kebaikan di dunia dan akhirat sebagaimana kita mengakhiri kitab ini dengan menyebutkan rahmat Allah Ta'ala.

فقد قال الله تعالى إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء وقال تعالى قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعاً إنه هو الغفور الرحيم وَقَالَ تَعَالَى وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رحيماً

Sungguh Allah Ta'ala telah berfirman: 'Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya' (QS. An-Nisa: 48). Dan Ta'ala berfirman: 'Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang' (QS. Az-Zumar: 53). Dan Ta'ala berfirman: 'Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang' (QS. An-Nisa: 110).

ونحن نستغفر الله تعالى مِنْ كُلِّ مَا زَلَّتْ بِهِ الْقَدَمُ أَوْ طغى به القلم في كتابنا هذا وفي سائر كتبنا ونستغفره من أقوالنا التي لا توافقها أعمالنا ونستغفره مما ادعيناه وأظهرناه من العلم والبصيرة بدين الله تعالى مع التقصير فيه ونستغفره من كل علم وعمل قصدنا به وجهه الكريم ثم خالطه غيره ونستغفره من كل وعد وعدناه به من أنفسنا ثم قصرنا في الوفاء به ونستغفره من كل نعمة أنعم بها علينا فاستعملناها في معصيته ونستغفره من كل تصريح وتعريض بنقصان ناقص وتقصير مقصر كنا متصفين به ونستغفره من كل خطرة دعتنا إلى تصنع وتكلف تزينا للناس في كتاب سطرناه أو كلام نظمناه أو علم أفدناه أو استفدناه ونرجو بعد الاستغفار من جميع ذلك كله لنا ولمن طالع كتابنا هذا أو كتبه أو سمعه أن نكرم بالمغفرة والرحمة والتجاوز عن جميع السيئات ظاهراً وباطناً فإن الكرم عميم والرحمة واسعة والجود على أصناف الخلائق فائض

Dan kami memohon ampun (istighfar) kepada Allah Ta'ala dari setiap ketergelinciran kaki atau kelalangan pena dalam kitab kami ini dan dalam seluruh kitab kami lainnya. Kami memohon ampun kepada-Nya dari perkataan-perkataan kami yang tidak disesuaikan oleh perbuatan kami. Kami memohon ampun kepada-Nya dari apa yang kami klaim dan tampakkan berupa ilmu dan bashirah (mata hati) tentang agama Allah Ta'ala disertai adanya kelalaian di dalamnya. Kami memohon ampun kepada-Nya dari setiap ilmu dan amal yang kami maksudkan dengannya Wajah-Nya Yang Mulia namun kemudian tercampur oleh selain-Nya. Kami memohon ampun kepada-Nya dari setiap janji dari diri kami yang kami janjikan kepada-Nya kemudian kami lalai dalam memenuhinya. Kami memohon ampun kepada-Nya dari setiap nikmat yang Dia anugerahkan kepada kami lalu kami menggunakannya dalam bermaksiat kepada-Nya. Kami memohon ampun kepada-Nya dari setiap pernyataan eksplisit maupun sindiran implisik tentang kekurangan orang yang kurang dan kelalaian orang yang lalai, padahal kami sendiri memiliki sifat tersebut. Dan kami memohon ampun kepada-Nya dari setiap bisikan hati yang mengajak kami pada sikap berpura-pura (tashannu') dan memaksakan diri (takalluf) demi berhias di hadapan manusia dalam kitab yang kami tulis, atau perkataan yang kami susun, atau ilmu yang kami ajarkan atau kami pelajari. Kami berharap setelah beristighfar dari seluruh hal tersebut untuk diri kami dan bagi siapa saja yang membaca kitab kami ini, menyalinnya, atau mendengarkannya, agar dimuliakan dengan ampunan, rahmat, dan pemaafan dari segala keburukan lahir dan batin; sebab kedermawanan-Nya meliputi segalanya, rahmat-Nya mahaluas, dan kemurahan-Nya melimpah ruah kepada berbagai ragam makhluk.

ونحن خلق من خلق الله ﷿ لا وسيلة لنا إليه إلا فضله وكرمه فقد قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن لله تعالى مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والأنس والطير والبهائم والهوام فبها يتعاطفون وبها يتراحمون وأخر تسعاً وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة ويروى أنه كان يوم القيامة أخرج الله تعالى كتاباً من تحت العرش فيه إن رحمتي سبقت غضبي وأنا أرحم الراحمين فيخرج من النار مثلا أهل الجنة وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يتجلى الله ﷿ لنا يوم القيامة ضاحكاً فيقول أبشروا معشر المسلمين فإنه ليس منكم أحد إلا وقد جعلت مكانه في النار يهودياً أو نصرانياً وقال النبي ﷺ يشفع الله تعالى آدم يوم القيامة من جميع ذريته في مائة ألف ألف وعشرة آلاف ألف وَقَالَ ﷺ إِنَّ اللَّهَ ﷿ يقول يوم القيامة للمؤمنين هل أحببتم لقائي فيقولون نعم يا ربنا فيقول لم فيقولون رجونا عفوك ومغفرتك فيقول قد أوجبت لكم مغفرتي وقال

Dan kami adalah makhluk di antara makhluk-makhluk Allah 'Azza wa Jalla, tidak ada wasilah (perantara) bagi kami kepada-Nya melainkan karunia dan kedermawanan-Nya. Sungguh Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki seratus rahmat, Dia menurunkan satu rahmat di antaranya ke antara jin, manusia, burung, binatang ternak, dan hewan-hewan melata; maka dengan satu rahmat itulah mereka saling bersikap lembut dan saling menyayangi, serta menangguhkan sembilan puluh sembilan rahmat yang dengannya Dia akan merahmati hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.' Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat kelak, Allah Ta'ala mengeluarkan sebuah Kitab dari bawah 'Arsy yang di dalamnya tertulis: 'Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku, dan Aku adalah Yang Paling Penyayang di antara para penyayang', lalu dikeluarkan dari neraka seumpama penghuni surga. Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Allah 'Azza wa Jalla mentajallikan diri-Nya kepada kita pada hari kiamat seraya tersenyum/ridha, lalu berfirman: Bergembiralah wahai sekalian kaum muslimin, karena sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian melainkan Aku telah menjadikan tempatnya di neraka diisi oleh seorang Yahudi atau Nasrani.' Dan Nabi ﷺ bersabda: 'Allah Ta'ala memberi syafaat kepada Adam pada hari kiamat bagi seluruh keturunannya sebanyak seratus sepuluh juta orang.' Dan Beliau ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat kepada orang-orang beriman: Apakah kalian menyukai perjumpaan dengan-Ku? Mereka menjawab: Ya, wahai Tuhan kami. Dia berfirman: Mengapa? Mereka menjawab: Kami mengharapkan ampunan dan pemaafan-Mu. Maka Dia berfirman: Sungguh Aku telah mewajibkan ampunan-Ku bagi kalian.' Dan…

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ ﷿ يوم القيامة أخرجوا من النار من ذكرني يوماً أو خافني في مقام وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إذا اجتمع أهل النار في النار ومن شاء الله معهم من أهل القبلة قال الكفار للمسلمين ألم تكونوا مسلمين قالوا بلى فيقولون ما أغنى عنكم إسلامكم إذ أنتم معنا في النار فيقولون كانت لنا ذنوب فأخذنا بها فيسمع الله ﷿ ما قالوا فيأمر بإخراج من كان في النار من أهل القبلة فيخرجون فإذا رأى ذلك الكفار قالوا يا ليتنا كنا مسلمين فنخرج كما أخرجوا ثم قرأ رسول الله ﷺ ﴿ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين﴾ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لله أرحم بعبده المؤمن من الوالدة الشفيقة بولدها وقال جابر بن عبد الله من زادت حسناته على سيآته يوم القيامة فذلك الذي يدخل الجنة بغير حساب ومن استوت حسناته وسيآته فذلك الذي يحاسب حساباً يسيراً ثم يدخل الجنة وإنما شفاعة رسول الله ﷺ لمن أوبق نفسه وأثقل ظهره

…Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: 'Allah 'Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat: Keluarkanlah dari neraka siapa saja yang mengingat-Ku walau sehari atau yang takut kepada-Ku di suatu tempat.' Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Apabila penghuni neraka telah berkumpul di neraka beserta orang-orang yang dikehendaki Allah dari kalangan Ahlul Qiblah (umat Islam yang berdosa), orang-orang kafir berkata kepada orang-orang muslim: Bukankah kalian dahulu orang-orang muslim? Mereka menjawab: Ya. Orang kafir berkata: Keislaman kalian tidak memberi manfaat apa-apa bagi kalian ketika kalian bersama kami di dalam neraka. Orang muslim menjawab: Kami memiliki dosa-dosa sehingga kami dihukum karenanya. Maka Allah 'Azza wa Jalla mendengar apa yang mereka katakan, lalu memerintahkan untuk mengeluarkan orang-orang dari kalangan Ahlul Qiblah yang ada di dalam neraka, maka mereka pun dikeluarkan. Ketika orang-orang kafir melihat hal itu, mereka berkata: Duhai sekiranya dahulu kami menjadi orang-orang muslim, niscaya kami akan keluar sebagaimana mereka dikeluarkan. Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya: 'Boleh jadi orang-orang kafir itu (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang muslim' (QS. Al-Hijr: 2).' Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-Nya yang beriman daripada seorang ibu yang penuh kasih sayang kepada anaknya.' Jabir bin Abdullah berkata: 'Barangsiapa kebaikannya lebih banyak daripada keburukannya pada hari kiamat, maka dialah yang masuk surga tanpa hisab. Barangsiapa kebaikan dan keburukannya seimbang, maka dialah yang dihisab dengan hisab yang ringan lalu masuk surga. Sesungguhnya syafaat Rasulullah ﷺ hanyalah bagi orang yang telah membinasakan dirinya dan memberatkan punggungnya (dengan dosa).'

ويروى إن الله ﷿ قال لموسى ﵇ يا موسى استغاث بك قارون فلم تغثه وعزتي وجلالي لو استغاث بي لأغثته وعفوت عنه وقال سعد بن بلال يؤمر يوم القيامة بإخراج رجلين من النار فيقول الله ﵎ ذلك بما قدمت أيديكما وما أنا بظلام للعبيد ويأمر بردهما إلى النار فيعدو أحدهما في سلاسله حتى يقتحمها ويتلكأ الآخر ويأمر بردهما ويسألهما عن فعلهما فيقول الذي عدا إلى النار قد حذرت من وبال المعصية فلم أكن لأتعرض لسخطك ثانية ويقول الذي تلكأ حسن ظني بك كان يشعرني أن لا تردني إليها بعد ما أخرجتني منها فيأمر بهما إلى الجنة وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ينادي مناد من تحت العرش يوم القيامة يا أمة محمد أما ما كان لي قبلكم فقد وهبته لكم وبقيت التبعات فتواهبوها وادخلوا الجنة برحمتي ويروى أن أعرابياً سمع ابن عباس يقرأ ﴿وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها﴾ فقال الأعرابي فوالله ما أنقذكم منها وهو يريد أن يوقعكم فيها فقال ابن عباس خذوها من غير فقيه وقال الصنابحي دخلت على عبادة بن الصامت وهو في مرض الموت فبكيت فقال مهلاً لم تبكي فوالله ما من حديث سمعته من رسول الله ﷺ لكم فيه خير إلا حدثتكموه إلا حديثا واحدا وسوف أحدثكموه اليوم وقد أحيط بنفسي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يقول من شهد أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رسول الله حرم الله النار عليه وقال عبد الله ابن عمرو بن العاص قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إن الله يستخلص رجلاً من أمتي على رءوس الخلائق يوم القيامة فينشر عليه تسعة وتسعين سجلاً كل سجل منها مثل مد البصر ثم يقول أتنكر من هذا شيئا أظلمتك كتبتي الحافظون فيقول لا يا رب فيقول أفلك عذر فيقول لا يا رب فيقول بلى إن لك عندنا حسنة وإنه لا ظلم عليك

Dan diriwayatkan bahwasanya Allah 'Azza wa Jalla berfirman kepada Musa 'alaihissalam: 'Wahai Musa, Karun meminta pertolongan kepadamu namun engkau tidak menolongnya. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, sekiranya ia meminta pertolongan kepada-Ku, niscaya Aku akan menolongnya dan mengampuninya.' Sa'ad bin Bilal berkata: 'Pada hari kiamat diperintahkan untuk mengeluarkan dua orang laki-laki dari neraka, lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Demikian itu disebabkan oleh apa yang telah diperbuat oleh tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menganiaya hamba-hamba-Nya. Kemudian Dia memerintahkan untuk mengembalikan keduanya ke neraka. Maka salah seorang dari keduanya berlari dengan belenggu-belenggunya hingga menceburkan diri ke dalamnya, sedangkan yang lain ragu-ragu. Lalu Dia memerintahkan untuk mengembalikan keduanya kembali dan menanyakan perbuatan mereka. Orang yang berlari ke neraka berkata: Aku telah takut dari akibat buruk kemaksiatan, maka aku tidak ingin menantang kemurkaan-Mu untuk kedua kalinya. Dan orang yang ragu-ragu berkata: Prasangka baikku kepada-Mu membuatku merasa bahwa Engkau tidak akan mengembalikan aku ke neraka setelah Engkau mengeluarkanku darinya. Maka Dia memerintahkan agar keduanya dimasukkan ke surga.' Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Seorang penyeru memanggil dari bawah 'Arsy pada hari kiamat: Wahai umat Muhammad, adapun hak-Ku yang ada pada kalian telah Aku hibahkan (ampuni) untuk kalian, dan tinggal hak-hak antar sesama (at-tuba'at), maka saling menghibahkanlah kalian di antara sesama dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku.' Diriwayatkan bahwa seorang Arab Badui mendengar Ibn Abbas membaca: 'Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya' (QS. Ali Imran: 103), maka orang Arab Badui itu berkata: 'Demi Allah, tidaklah Dia menyelamatkan kalian darinya sementara Dia ingin menjatuhkan kalian ke dalamnya.' Maka Ibn Abbas berkata: 'Ambillah (hikmah ini) dari orang yang bukan ahli fiqih!' As-Shunabihi berkata: Aku menemui Ubadah bin as-Samit ketika ia sedang dalam sakit menjelang ajalnya, lalu aku menangis. Ia berkata: 'Pelan-pelan, mengapa engkau menangis? Demi Allah, tidak ada satu pun hadis yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ yang mengandung kebaikan bagi kalian melainkan telah aku sampaikan kepada kalian, kecuali satu hadis saja. Dan aku akan menyampaikannya kepada kalian hari ini karena ajalku telah dekat. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, niscaya Allah mengharamkan neraka atasnya.' Dan Abdullah bin Amr bin al-'Ash berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah akan memilih seseorang dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, lalu dibentangkan kepadanya sembilan puluh sembilan gulungan catatan (dosa), yang mana setiap gulungan sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman: Apakah engkau mengingkari sesuatu dari catatan ini? Apakah para malaikat-Ku yang mencatat dan menjaga telah menganiayamu? Ia menjawab: Tidak, wahai Tuhan. Dia berfirman: Apakah engkau memiliki uzur? Ia menjawab: Tidak, wahai Tuhan. Maka Dia berfirman: Bahkan engkau memiliki satu kebaikan di sisi Kami, dan sesungguhnya tidak ada kezaliman atasmu…

اليوم فيخرج بطاقة فيها أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أن محمداً رسول الله فيقول يا رب ما هذه البطاقة مع هذه السجلات فيقول إنك لا تظلم قال فتوضع السجلات في كفة والبطاقة في كفة قال فطاشت السجلات وثقلت البطاقة فلا يثقل مع اسم الله شيء وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ في آخر حديث طويل يصف فيه القيامة والصراط إن الله يقول للملائكة من وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه من النار فيخرجون خلقاً كثيراً ثم يقولون يا ربنا لم نذر فيها أحداً ممن أمرتنا به ثم يقول ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال نصف دينار من خير فأخرجوه فيخرجون خلقاً كثيراً ثم يقولون يا ربنا لم نذر فيها أحداً ممن أمرتنا به يقول ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال ذرة من خير فأخرجوه فيخرجون خلقاً كثيراً ثم يقولون يا ربنا لم نذر فيها أحداً ممن أمرتنا به فكان أبو سعيد يقول إن لم تصدقوني بهذا الحديث فاقرءوا إن شئتم إن الله لا يظلم مثقال ذرة وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجراً عظيماً قال فيقول الله تعالى شفعت الملائكة وشفع النبيون وشفع المؤمنون ولم يبق إلا أرحم الراحمين فيقبض قبضة فيخرج منها قوماً لم يعملوا خيراً قط قد عادوا حمماً فيلقيهم في نهر في أفواه الجنة يقال له نهر الحياة فيخرجون منها كما تخرج الحبة في حميل السيل ألا ترونها تكون مما يلي الحجر والشجر ما يكون إلى الشمس أصفر وأخضر وما يكون منها إلى الظل أبيض قالوا يا رسول الله كأنك كنت ترعى بالبادية قال فيخرجون كاللؤلؤ في رقابهم الخواتيم يعرفهم أهل الجنة يقولون هؤلاء عتقاء الرحمن الذين أدخلهم الجنة بغير عمل عملوه ولا خير قدموه ثم يقول ادخلوا الجنة فما رأيتم فهو لكم فيقولون ربنا أعطيتنا ما لم تعط أحداً من العالمين فيقول الله تعالى إن لكم عندي ما هو أفضل من هذا فيقولون يا ربنا أي شيء أفضل من هذا فيقول رضائي عنكم فلا أسخط عليكم بعده أبداً رواه البخاري ومسلم في صحيحيهما وروى البخاري أيضاً عن ابن عباس ﵄ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ذات يوم فقال عرضت علي الأمم يمر النبي ومعه الرجل والنبي ومعه الرجلان والنبى ليس معه أحد والنبي معه الرهط فرأيت سواداً كثيراً فرجوت أن تكون أمتي فقيل لي هذا موسى وقومه ثم قيل لي انظر فرأيت سواداً كثيراً قد سد الأفق فقيل لي انظر هكذا وهكذا فرأيت سواد كثيراً فقيل لي هؤلاء أمتك ومع هؤلاء سبعون ألفاً يدخلون الجنة بغير حساب فتفرق الناس ولم يبين لهم رسول الله ﷺ فتذاكر ذلك الصحابة فقالوا أما نحن فولدنا في الشرك ولكن قد آمنا بالله ورسوله هؤلاء هم أبناؤنا فبلغ ذلك رسول الله ﷺ فقال هم الذين لا يكتوون ولا يسترقون ولا يتطيرون وعلى ربهم يتوكلون فقام عكاشة فقال ادع الله أن يجعلني منهم يا رسول الله فقال أنت منهم ثم قام آخر فقال مثل قول عكاشة فقال النبي ﷺ سبقك بها عكاشة عن عمر بن حزم الأنصاري قال تغيب عنا رسول الله ﷺ ثلاثاً لا يخرج إلا لصلاة مكتوبة ثم يرجع فلما كان اليوم الرابع خرج إلينا فقلنا يا رسول الله احتبست عنا حتى ظننا أنه قد حدث حدث قال لم يحدث إلا خير إن ربي ﷿ وعدني أن يدخل الجنة من أمتي سبعين ألفاً لا حساب عليهم وإني سألت ربي في هذه الثلاثة أيام المزيد فوجدت ربي ماجداً واجداً كريماً فأعطاني مع كل واحد من

…pada hari ini.' Maka dikeluarkanlah selembar kartu (bithaqah) yang tertulis di dalamnya: Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah. Orang itu berkata: Wahai Tuhan, apakah artinya kartu ini dibandingkan dengan gulungan-gulungan catatan ini? Allah berfirman: Sesungguhnya engkau tidak akan dizalimi. Rasulullah bersabda: Maka diletakkanlah gulungan-gulungan catatan itu di satu daun timbangan dan kartu tersebut di daun timbangan yang lain. Beliau bersabda: Maka terangkatlah gulungan-gulungan catatan itu dan beratlah kartu tersebut, sebab tidak ada sesuatu pun yang lebih berat bersama Nama Allah.' Dan Rasulullah ﷺ bersabda pada akhir hadis panjang yang menggambarkan kiamat dan shirath: 'Sesungguhnya Allah berfirman kepada para malaikat: Siapa yang kalian dapati di dalam hatinya kebaikan seberat dinar, maka keluarkanlah ia dari neraka. Maka mereka mengeluarkan banyak sekali makhluk. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak menyisakan di dalamnya seorang pun yang Engkau perintahkan kepada kami. Kemudian Dia berfirman: Kembalilah, maka siapa yang kalian dapati di dalam hatinya kebaikan seberat setengah dinar, keluarkanlah ia. Maka mereka mengeluarkan banyak sekali makhluk. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak menyisakan di dalamnya seorang pun yang Engkau perintahkan kepada kami. Dia berfirman: Kembalilah, maka siapa yang kalian dapati di dalam hatinya kebaikan seberat zarrah, keluarkanlah ia. Maka mereka mengeluarkan banyak sekali makhluk. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak menyisakan di dalamnya seorang pun dari mereka yang Engkau perintahkan kepada kami.' Abu Sa'id al-Khudri biasa berkata: 'Jika kalian tidak membenarkanku dalam hadis ini, bacalah jika kalian mau: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah; dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar (QS. An-Nisa: 40).' Beliau bersabda: 'Maka Allah Ta'ala berfirman: Para malaikat telah memberi syafaat, para nabi telah memberi syafaat, dan orang-orang beriman telah memberi syafaat; dan tidak ada yang tersisa selain Yang Paling Penyayang di antara para penyayang. Lalu Dia menggenggam satu genggaman, maka Dia mengeluarkan darinya suatu kaum yang belum pernah berbuat kebaikan sedikit pun dan telah menjadi arang/kerak hitam. Lalu Dia melemparkan mereka ke sungai di mulut-mulut surga yang dinamakan Sungai Kehidupan (Nahrul Hayat), maka mereka tumbuh daripadanya sebagaimana tumbuhnya biji-bijian di dalam muatan buih bah. Tidakkah kalian melihatnya tumbuh di dekat batu dan pohon, yang mana bagian yang menghadap matahari berwarna kuning dan hijau, sedangkan yang menghadap naungan berwarna putih?' Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, seolah-olah Engkau pernah menggembala di padang sahara. Beliau bersabda: 'Maka mereka keluar bagaikan mutiara, di leher-leher mereka ada stempel yang dikenali oleh penghuni surga. Penghuni surga berkata: Mereka ini adalah orang-orang yang dibebaskan oleh ar-Rahman (Utaqaa'ur Rahman), yang dimasukkan-Nya ke dalam surga tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka persembahkan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah ke surga, maka apa yang kalian lihat adalah milik kalian. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di alam semesta. Maka Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya bagi kalian di sisi-Ku ada yang lebih utama dari ini. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, apakah sesuatu yang lebih utama dari ini? Dia berfirman: Keridhaan-Ku atas kalian, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelah ini selama-lamanya.' (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam As-Shahihain keduanya). Dan al-Bukhari juga meriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ keluar kepada kami pada suatu hari seraya bersabda: 'Diperlihatkan kepadaku umat-umat. Ada nabi yang lewat bersama satu orang, ada nabi bersama dua orang, ada nabi yang tidak bersama seorang pun, dan ada nabi bersama rombongan kecil (raht). Lalu aku melihat kumpulan hitam yang sangat banyak, maka aku berharap mereka adalah umatku. Namun dikatakan kepadaku: Ini adalah Musa dan kaumnya. Kemudian dikatakan kepadaku: Lihatlah! Maka aku melihat kumpulan hitam yang sangat banyak memenuhi ufuk. Dikatakan lagi kepadaku: Lihatlah ke arah sini dan sini! Maka aku melihat kumpulan hitam yang sangat banyak. Dikatakan kepadaku: Mereka ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab.' Lalu orang-orang membubarkan diri dan Rasulullah ﷺ belum menjelaskan hal itu kepada mereka. Para sahabat mendiskusikannya seraya berkata: Adapun kita, kita dilahirkan dalam kemusyrikan namun kita telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu pastilah anak-anak kita. Hal itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau bersabda: 'Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta pengobatan dengan besi panas (la yaktawun), tidak meminta diruqyah (la yastarqun), tidak meramal nasib buruk (la yatathayyarun), dan hanya kepada Tuhan merekalah mereka bertawakal.' Maka 'Ukkasyah berdiri dan berkata: Doakanlah kepada Allah agar menjadikan aku bagian dari mereka, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: 'Engkau bagian dari mereka.' Kemudian berdiri laki-laki lain dan mengucapkan perkataan seperti 'Ukkasyah, maka Nabi ﷺ bersabda: ''Ukkasyah telah mendahuluimu.' Dari Umar bin Hazm al-Anshari, ia berkata: Rasulullah ﷺ tidak kelihatan dari kita selama tiga hari, beliau tidak keluar kecuali untuk shalat fardhu kemudian kembali. Ketika hari keempat, beliau keluar kepada kami, maka kami berkata: Wahai Rasulullah, Engkau tertahan dari kami hingga kami menyangka telah terjadi sesuatu peristiwa. Beliau bersabda: 'Tidak terjadi kecuali kebaikan. Sesungguhnya Tuhanku 'Azza wa Jalla menjanjikan kepadaku untuk memasukkan ke surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab. Dan sesungguhnya aku memohon tambahan kepada Tuhanku dalam tiga hari ini, maka aku mendapati Tuhanku Maha Mulia, Maha Kaya, lagi Maha Pemurah, lalu Dia memberiku bersama setiap satu orang dari…

السبعين ألفاً سبعين ألفاً قال قلت يا رب وتبلغ أمتي هذا قال أكمل لك العدد من الأعراب وقال أبو ذر قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عرض لى جبريل فى جانب الحرة فقال بشر أمتك أنه من مات لا يشرك بالله شيئاً دخل الجنة فقلت يا جبريل وإن سرق وإن زنى قال نعم وإن سرق وإن زنى قلت وإن سرق وإن زنى قال وإن سرق وإن زنى قلت وإن سرق وإن زنى قال وإن سرق وإن زنى وإن شرب الخمر وقال أبو الدرداء قرأ رسول الله ﷺ ولمن خاف مقام ربه جنتان فقلت وإن سرق وإن زنى يا رسول الله فقال ولمن خاف مقام ربه جنتان فقلت وإن سرق وإن زنى فقال ولمن خاف مقام ربه جنتان فقلت وإنى سرق وإن زنى يا رسول الله قال وإن رغم أنف أبي الدرداء وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إذا كان يوم القيامة دفع إلى كل مؤمن رجل من أهل الملل فقيل له هذا فداؤك من النار وروى مسلم في الصحيح عن أبي بردة أنه حدث عمر بن عبد العزيز عن أبيه أبي موسى عن النبي ﷺ قال لا يموت رجل مسلم إلا أدخل الله تعالى مكانه النار يهودياً أو نصرانياً فاستحلفه عمر بن عبد العزيز بالله الذي لا إله إلا هو ثلاث مرات أن أباه حدثه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فحلف له وروي أنه وقف صبي في بعض المغازي ينادي عليه فيمن يزيد في يوم صائف شديد الحر فبصرت به امرأة في خباء القوم فأقبلت تشتد وأقبل أصحابها خلفها حتى أخذت الصبي وألصقته إلى صدرها ثم ألقت ظهرها على البطحاء وجعلته على بطنها تقيه الحر وقالت ابني ابني فبكى الناس وتركوا ما هم فيه فأقبل رَسُولِ اللَّهِ ﷺ حَتَّى وقف عليهم فأخبروه الخبر فسر برحمتهم ثم بشرهم فقال أعجبتم من رحمة هذه لابنها قالوا نعم قال ﷺ فإن الله ﵎ أرحم بكم جميعاً من هذه بابنها والحمد لله تعالى عودا على بدء والصلاة والتسليم على سيدنا محمد فى كل حركة وهده يقول مؤلفه عبد الرحيم بن الحسين العراقى اننى أكملت مسودة هذا التأليف فى سنة ٧٦١ وأكملت تبييض هذا المختصر منها فى يوم الأثنين ١٢ من شهر ربيع الأول سنة ٧٩٠ انتهى فتفرق المسلمون على أفضل السرور وأعظم البشارة

‘Dari tujuh puluh ribu itu, pada setiap ribunya terdapat tujuh puluh ribu lagi.’ Beliau bersabda: Aku berkata, 'Wahai Tuhanku, apakah umatku mencapai jumlah ini?' Allah berfirman, 'Aku akan menyempurnakan bilangan itu untukmu dari orang-orang Arab Badui.' Abu Dzar meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jibril menampakkan diri kepadaku di sisi Al-Harrah lalu berkata: Berilah kabar gembira kepada umatmu bahwa barangsiapa yang meninggal tanpa mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, niscaya ia masuk surga.' Aku bertanya: 'Wahai Jibril, meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina?' Jibril menjawab: 'Ya, meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina.' Aku bertanya lagi: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina?' Jibril menjawab: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina.' Aku bertanya lagi: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina?' Jibril menjawab: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina, bahkan meskipun ia meminum khamr.' Abu Ad-Darda' meriwayatkan: Rasulullah ﷺ membaca ayat: 'Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.' Lalu aku bertanya: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.' Aku bertanya lagi: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina?' Beliau menjawab: 'Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.' Aku bertanya lagi: 'Meskipun ia mencuri dan meskipun ia berzina, wahai Rasulullah?' Beliau bersabda: 'Meskipun Abu Ad-Darda' merasa tidak suka.' Dan Rasulullah ﷺ bersabda: 'Apabila hari kiamat telah tiba, diserahkanlah kepada setiap orang mukmin seorang laki-laki dari pemeluk agama-agama lain (yang kafir), lalu dikatakan kepadanya: Ini adalah tebusanmu dari neraka.' Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya dari Abu Burdah bahwa ia menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz dari ayahnya, Abu Musa, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: 'Tidaklah seorang muslim meninggal dunia melainkan Allah Ta'ala akan memasukkan seorang Yahudi atau Nasrani ke dalam neraka sebagai gantinya.' Maka Umar bin Abdul Aziz meminta Abu Burdah bersumpah demi Allah yang tidak ada tuhan selain Dia sebanyak tiga kali bahwa ayahnya benar-benar menceritakan hal itu dari Rasulullah ﷺ, lalu ia pun bersumpah kepadanya. Diriwayatkan pula bahwa dalam suatu peperangan, seorang anak kecil ditawarkan dalam lelang tawanan pada suatu hari musim panas yang sangat terik. Lalu seorang wanita di tenda kaumnya melihat anak itu, maka ia segera berlari kencang dan kawan-kawannya mengikutinya dari belakang hingga ia mengambil anak kecil itu dan mendekapnya ke dadanya. Kemudian ia membaringkan punggungnya di atas tanah yang panas dan meletakkan anak itu di atas perutnya untuk melindunginya dari terik panas seraya berkata, 'Anakku, anakku!' Maka orang-orang pun menangis dan meninggalkan kesibukan mereka. Lalu Rasulullah ﷺ datang hingga berdiri di hadapan mereka, maka mereka memberitahukan kejadian itu kepada beliau. Beliau merasa gembira atas kasih sayang mereka, kemudian beliau memberi kabar gembira kepada mereka seraya bersabda: 'Apakah kalian kagum terhadap kasih sayang wanita ini kepada anaknya?' Mereka menjawab, 'Ya.' Beliau ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah ﵎ lebih menyayangi kalian semua daripada wanita ini menyayangi anaknya.' Segala puji bagi Allah Ta'ala dari awal hingga akhir, serta shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad pada setiap gerak dan diam. Penulisnya, Abdurrahim bin Al-Husain Al-Iraqi, berkata: 'Sesungguhnya aku telah menyelesaikan buram (draf) penyusunan ini pada tahun 761 H dan menyelesaikan penulisan bersih ringkasan ini pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 790 H.' Selesai. Maka kaum muslimin pun berpisah dalam kebahagiaan yang paling utama dan kabar gembira yang paling agung.

فهذه الأحاديث وما أوردنا في كتاب الرجاء يبشرنا بسعة رحمة الله تعالى فنرجو من الله تعالى أن لا يعاملنا بما نستحقه ويتفضل علينا بما هو أهله بمنه وسعة جوده ورحمته

Maka hadis-hadis ini beserta apa yang telah kami paparkan dalam Kitab Ar-Raja' (Kitab tentang Harapan) memberi kita kabar gembira akan luasnya rahmat Allah Ta'ala. Kita memohon dan berharap kepada Allah Ta'ala agar Dia tidak memperlakukan kita sesuai dengan apa yang patut kita terima, melainkan melimpahkan karunia-Nya kepada kita sesuai dengan keagungan-Nya, dengan anugerah-Nya, kelapangan kemurahan-Nya, dan rahmat-Nya.