٣- حرفا التفسير
وهُما "أيْ وأن". وهُما موضوعانِ لتفسيرِ ما قبلهما، غيرَ أنَّ "أيْ" تُفسَّرُ بها المُفرداتُ، نحو "رأيتُ ليثاً، أي أسداً"، والجُمَلُ، كقول الشاعر [من الطويل] وَتَرْمينَني بالطَّرْفِ، أَيْ، أَنتَ مُذْنِبٌ … وَتَقْلينني، لكِنَّ إِيَّاكِ لا أَقلي وأمّا "أنْ" فتختصُّ بتفسير الجُمَلِ. وهي تقعُ بينَ جملتينِ، تتضمَّنُ الأولى منهما معنى القولِ دونَ أحرفهِ، كقوله تعالى ﴿فأوحينا إليه، ان اصنَعِ الفُلكَ﴾ ، ونحو "كتبتُ إليه، أنِ تحضرْ".
Keduanya adalah أَيْ dan أَنْ. Keduanya diletakkan untuk menafsirkan (menjelaskan) kata sebelumnya. Hanya saja, kata أَيْ digunakan untuk menafsirkan kata tunggal (*al-mufradat*), seperti: رَأَيْتُ لَيْثاً، أَيْ أَسَداً (Aku melihat laits, yaitu singa), maupun menafsirkan kalimat (*al-jumal*), seperti perkataan penyair [bahr Thawil]: *Wa-tarmīnanī bi-al-ṭarfi, ay, anta mudhnibun… wa-taqlīnanī, lākinna iyyāki lā aqlī* (Dan kamu melirikku dengan sudut matamu, yang berarti: "kamu bersalah"… dan kamu membenciku, namun aku tidak akan membencimu). Adapun kata أَنْ, maka ia khusus digunakan untuk menafsirkan kalimat (*al-jumal*). Ia terletak di antara dua kalimat, di mana kalimat pertama mengandung makna ucapan (*al-qaul*) namun tidak menggunakan huruf-huruf pembentuk kata ucap tersebut, seperti firman Allah Ta'ala: فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الفُلْكَ (Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera itu!"), dan contoh: كَتَبْتُ إِلَيْهِ أَنِ احْضُرْ (Aku menulis surat kepadanya agar ia hadir).