(أنواع الحروف)

١٩- تاء التأنيث الساكنة

١٩- تاء التأنيث الساكنة

وهي التاءُ في نحو "قامت وقعدّت". وتلحَقُ الماضي، للايذان من

Yaitu huruf *ta'* dalam contoh seperti "قامت" (ia perempuan telah berdiri) dan "قعدت" (ia perempuan telah duduk). Huruf ini bersambung dengan *fi'il madhi* (kata kerja lampau) untuk memberitahukan bahwa…

أوَّلِ الأمرِ بأنَّ الفاعلَ مُؤنث. وهي ساكنةٌ، وتحرّكُ بالكسر إن وَلِيها ساكنٌ، كقوله تعالى ﴿قالتِ امرأةُ عمرانَ﴾ وقولهِ ﴿قالتِ الأعرابُ آمنّا﴾ ، وبالفتح، إن اتصلَ بها ضمير الاثنينِ، نحو "قالتا".

…sejak awal bahwa *fa'il* (subjek) berbentuk *mu'annats* (feminin). *Ta' ta'nits* ini berharakat sukun, namun diubah menjadi kasrah jika setelahnya terdapat huruf mati (*sakin*), seperti firman Allah Ta'ala: ﴿قالتِ امرأةُ عمرانَ﴾ (*Qalatimra'atu 'Imran* – "Istri Imran berkata") dan firman-Nya: ﴿قالتِ الأعرابُ آمنّا﴾ (*Qalatil-a'rabu amanna* – "Orang-orang Arab Badui itu berkata: 'Kami telah beriman'"), dan diubah menjadi fathah jika bersambung dengan *dhamir itsnain* (kata ganti untuk dua orang), seperti: "قالتا" (*Qalata* – "Keduanya [perempuan] berkata").