(أنواع الحروف)

٩- أحرف الاستقبال

٩- أحرف الاستقبال

وهي "السينُ، وسوفَ، ونواصبُ المضارعِ، ولامُ الأَمرِ، ولا الناهية وإنْ، وإِذْ ما الجازمتان".

Yaitu huruf *sin* (سـ), *saufa* (سوف), huruf-huruf yang me-*nasab*-kan *fi'il mudhari'*, *lam al-amr* (lam perintah), *la al-nahiyah* (la larangan), serta "إِنْ" dan "إِذْ مَا" yang me-*jazam*-kan.

فالسينُ وسوفَ تختصّانِ بالمضارعِ وتَمحضانهِ الاستقبالَ، بعدَ أن كان يحتملُ الحالَ والاستقبالَ، كما أَنَّ لامَ التأكيدِ تُخلِصُهُ للحالِ، نحو "إنَّ سعيداً لَيَكتبُ". والسينُ تُسمّى حرفَ استقبال، وحرفَ تنفيسٍ (أَي توسيعٍ) ، لأنها تَنقُلُ المضارعَ من الزمان الضيّقِ، وهو الحالُ؛ إلى الزمانِ الواسعِ وهو الاستبقال. وكذلك "سوفَ"، إلا أَنها أَطولُ زماناً من السين، ولذلك يُسمُّونها "حرفَ تسويفٍ"، فتقولُ "سَيَشِبُّ الغلامُ، وسوفَ يَشيخُ الفتى"، لِقُربِ زمان الشبابِ من الغلام وبُعدِ زمان الشيخوخةِ من الفتى. ويجبُ التصاقُهما بالفعلِ، فلا يجوزُ أن يَفصلَ بَينَهما وبينه شيءٌ. وإذا أردتَ نفيَ الاستبقالِ أَتيتَ بِلا، في مُقابلة "السين"، وبِلَنْ، في مقابلة "سوف"، نحو "لا أفعلُ"، تَنفي المستقبل القريب، ونحو "لن أَفعلَ"، تنفي المستقبلَ البعيد. ولا يجوزُ أن يُؤتى بسوفَ و"لا" معاً، ولا بسوفَ و"لن" معاً، فلا يُقالُ "سوفَ لا أفعلُ" ولا "سوف لن أفعلَ" كما يقولُ كثيرٌ من الناسِ، وبينهم جَمهَرةٌ من كتّابِ العصر.

Maka huruf *sin* dan *saufa* dikhususkan untuk *fi'il mudhari'* dan memurnikan maknanya untuk masa depan (*al-istiqbal*), setelah sebelumnya ia mengandung kemungkinan masa sekarang (*al-hal*) dan masa depan, sebagaimana sesungguhnya *lam taukid* (lam penguat) memurnikan maknanya untuk masa sekarang, seperti: "إنَّ سعيداً لَيَكتبُ" (*inna Sa'idan layaktubu* – sesungguhnya Said benar-benar sedang menulis). Dan huruf *sin* dinamakan sebagai *harf istiqbal* (huruf penunjuk masa depan) dan *harf tanfis* (yaitu huruf pelonggar/perluas), karena ia memindahkan *fi'il mudhari'* dari waktu yang sempit, yaitu masa sekarang (*al-hal*), menuju waktu yang luas, yaitu masa depan (*al-istiqbal*). Demikian pula kata "سَوْفَ" (*saufa*), hanya saja ia memiliki jangkauan waktu yang lebih panjang daripada huruf *sin*. Oleh karena itu, para ulama menamakannya sebagai *harf taswif* (huruf penangguhan). Maka Anda mengucapkan: "سَيَشِبُّ الغلامُ، وسوفَ يَشيخُ الفتى" (*sayasyibbu al-ghulamu, wa saufa yasyikhu al-fata* – anak laki-laki itu akan tumbuh dewasa [dalam waktu dekat], dan pemuda itu akan menjadi tua [dalam waktu lambat]), karena dekatnya waktu masa muda bagi anak laki-laki dan jauhnya waktu masa tua bagi pemuda. Dan wajib menempelkan kedua huruf tersebut pada *fi'il*, sehingga tidak boleh ada sesuatu pun yang memisahkan antara keduanya dengan *fi'il*. Dan apabila Anda ingin menafikan masa depan, Anda mendatangkan kata "لَا" (*la*) sebagai tandingan bagi huruf *sin*, dan kata "لَنْ" (*lan*) sebagai tandingan bagi kata *saufa*, seperti: "لا أفعلُ" (*la af'alu* – aku tidak akan melakukan [dalam waktu dekat]) untuk menafikan masa depan yang dekat, dan seperti: "لن أَفعلَ" (*lan af'ala* – aku tidak akan pernah melakukan) untuk menafikan masa depan yang jauh. Dan tidak diperbolehkan mendatangkan kata *saufa* bersama "لَا" secara bersama-sama, tidak pula kata *saufa* bersama "لَنْ" secara bersama-sama. Maka tidak boleh diucapkan: "سوفَ لا أفعلُ" (*saufa la af'alu*) dan tidak pula "سوف لن أفعلَ" (*saufa lan af'ala*) sebagaimana yang diucapkan oleh banyak orang, termasuk di antara mereka adalah sekelompok penulis masa kini.