بيان فضيلة الفقر مطلقا
بيان فضيلة الفقر مطلقاً
Penjelasan Keutamaan Kefakiran secara Mutlak
أما من الآيات فيدل عليه قوله تعالى ﴿للفقراء المهاجرين الذين أخرجوا من ديارهم وأموالهم﴾ الآية وقال تعالى ﴿للفقراء الذين أحصروا في سبيل الله لا يستطيعون ضرباً في الأرض﴾ ساق الكلام في معرض المدح ثم قدم وصفهم بالفقر على وصفهم بالهجرة والإحصار وفيه دلالة ظاهرة على مدح الفقر
Adapun dari ayat-ayat Al-Qur'an, ditunjukkan oleh firman Allah Ta'ala: "(Harta rampasan itu) bagi orang-orang fakir yang berhijrah yang diusir dari negeri dan harta benda mereka…" hingga akhir ayat. Dan Allah Ta'ala berfirman: "(Memberi nafkah itu) bagi orang-orang fakir yang terikat di jalan Allah; mereka tidak dapat berusaha di bumi…" Allah menyampaikan firman ini dalam konteks pujian, kemudian mendahulukan sifat kefakiran mereka atas sifat hijrah dan terikat (di jalan Allah). Di dalamnya terdapat petunjuk yang jelas atas pujian terhadap kefakiran.
وأما الأخبار في مدح الفقر فأكثر من أن تحصى روى عبد الله بن عمر ﵄ قال قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لأصحابه أي الناس خير فقالوا موسر من المال يعطي حق الله من نفسه وماله فقال نعم الرجل هذا وليس به قالوا فمن خير الناس يا رسول الله قال فقير يعطي جهده وقال ﷺ لبلال الق الله فقيراً ولا تلقه غنياً وَقَالَ ﷺ إِنَّ اللَّهَ يحب الفقير المتعفف أبا العيال وفي الخبر المشهور يَدْخُلُ فُقَرَاءُ أُمَّتِي الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهَا بِخَمْسِمِائَةِ عام وفي حديث آخر
Adapun riwayat-riwayat tentang pujian terhadap kefakiran sangat banyak hingga tidak terhitung. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya, "Manakah manusia yang paling baik?" Mereka menjawab, "Orang berkecukupan harta yang menunaikan hak Allah dari diri dan hartanya." Beliau bersabda, "Betapa baiknya orang itu, namun bukan itu yang dimaksud." Mereka bertanya, "Lantas siapakah manusia yang paling baik, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang fakir yang memberi sesuai kemampuannya." Beliau ﷺ juga bersabda kepada Bilal, "Temuilah Allah dalam keadaan fakir dan jangan menemui-Nya dalam keadaan kaya." Beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai orang fakir yang menjaga kehormatan diri (ta'affuf) lagi menanggung keluarga." Dan dalam hadis yang masyhur: "Orang-orang fakir dari umatku akan masuk surga lima ratus tahun sebelum orang-orang kayanya." Dan dalam hadis yang lain…
بأربعين خريفاً أي أربعين سنة فيكون المراد به تقدير تقدم الفقير الحريص على الغني الحريص والتقدير بخمسمائة عام تقدير تقدم الفقير الزاهد على الغني الراغب وما ذكرناه من اختلاف درجات الفقر يعرفك بالضرورة تفاوتاً بين الفقراء في درجاتهم وكأن الفقير الحريص على درجة من خمسوعشرين درجة من الفقير الزاهد إذ هذه نسبة الأربعين إلى خمسمائة ولا تظنن أن تقدير رسول الله ﷺ يجري على لسانه جزافاً وبالاتفاق بل لا يستنطق ﷺ إلا بحقيقة الحق فإنه لا ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى وهذا كقوله ﷺ الرؤيا الصالحة جزء من ستة وأربعين جزءامن النبوة فإنه تقدير تحقيق لا محالة لكن ليس في قوة غيره أن يعرف علة تلك النسبة إلا بتخمين فأما بالتحقيق فلا إذ يعلم أن النبوة عبارة عما يختص به النبي ويفارق به غيره وهو يختص بأنواع من الخواص أحدها أن يعرف حقائق الأمور المتعلقة بالله وصفاته والملائكة والدار الآخرة لا كما يعلمه غيره بل مخالفاً له بكثرة المعلومات وبزيادة اليقين والتحقيق والكشف
…"sebanyak empat puluh musim gugur" yakni empat puluh tahun. Maka yang dimaksudkan dengannya adalah takdir mendahulunya orang fakir yang harish (masih ada keinginan) atas orang kaya yang harish. Sedangkan penentuan lima ratus tahun adalah takdir mendahulunya orang fakir yang zahid (zuhud) atas orang kaya yang raghib (sangat menginginkan dunia). Perbedaan derajat kefakiran yang telah kami sebutkan secara niscaya memberitahukan kepadamu akan adanya perbandingan antara para fuqara dalam derajat mereka. Seolah-olah orang fakir yang harish berada pada satu derajat dari dua puluh lima derajat orang fakir yang zahid, karena demikianlah nisbah antara empat puluh dengan lima ratus. Janganlah engkau mengira bahwa penetapan kadar oleh Rasulullah ﷺ mengalir di atas lidah beliau secara kebetulan atau sembarangan, melainkan beliau ﷺ tidak mengucapkannya kecuali dengan hakikat kebenaran, sebab beliau tidak berbicara dari hawa nafsu melainkan wahyu yang diwahyukan. Ini sebagaimana sabda beliau ﷺ: "Mimpi yang shalih adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian." Ini merupakan takdir penetapan yang nyata, namun tidak ada kekuatan bagi selain beliau untuk mengetahui 'illat (alasan) nisbah tersebut melainkan dengan rekaan semata, adapun secara hakikat tidaklah mampu. Sebab diketahui bahwa kenabian merupakan ungkapan dari apa yang dikhususkan bagi nabi dan membedakannya dari yang lain, di mana beliau dikhususkan dengan beberapa jenis keistimewaan. Salah satunya adalah mengetahui hakikat urusan yang berkaitan dengan Allah, sifat-sifat-Nya, para malaikat, dan negeri akhirat, tidak sebagaimana yang diketahui oleh selain beliau, melainkan berbeda dengannya karena banyaknya informasi dan bertambahnya keyakinan, penguatan, serta kasyf (singkapan spiritual).
والثاني أن له في نفسه صفة بها تتم له الأفعال الخارقة للعادات كما أن لنا صفة بها تتم الحركات المقرونة بإرادتنا وباختيارنا وهي القدرة وإن كانت القدرة والمقدور جميعاً من فعل الله تعالى
Yang kedua, bahwa nabi memiliki sifat dalam dirinya yang dengannya menjadi sempurna perbuatan-perbuatan yang menyalahi kebiasaan (mukjizat), sebagaimana kita memiliki sifat yang dengannya menjadi sempurna gerakan-gerakan yang terhubung dengan kehendak dan ikhtiar kita, yaitu kudrat (kemampuan), meskipun kudrat dan maqdur (apa yang ditakdirkan) semuanya adalah perbuatan Allah Ta'ala.
والثالث أن له صفة بها يبصر الملائكة ويشاهدهم كما أن للبصر صفة بها يفارق الأعمى حتى يدرك بها المبصرات
Yang ketiga, bahwa beliau memiliki sifat yang dengannya beliau melihat para malaikat dan menyaksikan mereka, sebagaimana penglihatan memiliki sifat yang dengannya orang yang melihat berbeda dari orang buta hingga ia dapat menangkap objek-objek penglihatan.
والرابع أن له صفة بها يدرك ما سيكون في الغيب إما في اليقظة أو في المنام إذ بها يطالع اللوح المحفوظ فيرى ما فيه من الغيب فهذه كمالات وصفات يعلم ثبوتها للأنبياء وبعلم انقسام كل واحد منها إلى أقسام وربما يمكننا أن نقسمها إلى أربعين وإلى خمسين وإلى ستين ويمكننا أيضاً أن نتكلف تقسيمها إلى ستة وأربعين بحيث تقع الرؤيا الصحيحة جزءاً واحداً من جملتها ولكن تعيين طريق واحد من طرق التقسيمات الممكنة لا يمكن إلا بظن وتخمين فلا ندري تحقيقاً أنه الذي أراده رسول الله ﷺ أم لا وإنما المعلوم مجامع الصفات التي بها تتم النبوة وأصل انقسامها وذلك لا يرشدنا إلى معرفة علة التقدير فكذلك نعلم أن الفقراء لهم درجات كما سبق فأما لم كان هذا الفقير الحريص مثلاً على نصف سدس درجة الفقير الزاهد حتى لم يبق له التقدم بأكثر من أربعين سنة إلى الجنة واقتضى ذلك التقدم بخمسمائة عام فليس في قوة البشر غير الأنبياء الوقوف على ذلك إلا بنوع من التخمين ولا وثوق به والغرض التنبيه على منهاج التقدير في أمثال هذه الأمور فإن الضعيف الإيمان قد يظن أن ذلك يجري من رسول الله ﷺ على سبيل الاتفاق وحاشا منصب النبوة عن ذلك ولنرجع إلى نقل الأخبار فقد قال ﷺ أيضاً خير هذه الأمة فقراؤها وأسرعها تضجعاً في الجنة ضعفاؤها وقال ﷺ إن لي حرفتين اثنتين فمن أحبهما فقد أحبني ومن أبغضهما فقد أبغضني الفقر والجهاد وروي أن جبريل ﵇ نزل عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فقال يا محمد إن الله ﷿ يقرأ عليك السلام ويقول أنحب أن أجعل هذه الجبال ذهبا
Yang keempat, bahwa beliau memiliki sifat yang dengannya beliau dapat mengetahui apa yang akan terjadi di alam gaib, baik dalam keadaan jaga maupun tidur, karena dengannya beliau menelaah Lauh Mahfuzh lalu melihat apa yang ada di dalamnya berupa hal gaib. Ini semua adalah kesempurnaan dan sifat-sifat yang diketahui ketetapannya bagi para nabi, serta diketahui pembagian masing-masing darinya ke dalam beberapa bagian. Boleh jadi kita mampu membaginya menjadi empat puluh, lima puluh, atau enam puluh, dan kita juga dapat mengusahakan pembagiannya menjadi empat puluh enam sehingga mimpi yang benar jatuh sebagai satu bagian dari keseluruhannya. Akan tetapi, menentukan satu jalan saja dari jalan-jalan pembagian yang memungkinkan itu tidak dapat dilakukan kecuali dengan prasangka dan rekaan, sehingga kita tidak mengetahui secara pasti apakah itu yang dimaksudkan oleh Rasulullah ﷺ atau bukan. Yang diketahui hanyalah kumpulan sifat-sifat yang dengannya kenabian menjadi sempurna dan asal pembagiannya, dan hal itu tidak membimbing kita untuk mengetahui 'illat (alasan) penentuan kadar tersebut. Demikian pula kita tahu bahwa orang-orang fakir memiliki derajat-derajat sebagaimana telah lalu. Adapun mengapa orang fakir yang harish ini, misalnya, berada pada setengah dari seperenam derajat orang fakir yang zahid sehingga ia tidak memiliki keunggulan mendahului ke surga lebih dari empat puluh tahun, sedangkan keadaan tersebut menuntut keunggulan lima ratus tahun, maka tidak ada kekuatan bagi manusia selain para nabi untuk mengetahui hal itu kecuali dengan sejenis rekaan yang tidak dapat diandalkan. Maksudnya adalah mengingatkan tentang metode penentuan kadar dalam urusan-urusan seperti ini, sebab orang yang lemah imannya mungkin mengira bahwa hal itu mengalir dari Rasulullah ﷺ secara kebetulan saja, dan mahasuci kedudukan kenabian dari hal demikian. Mari kita kembali pada penukilan riwayat. Beliau ﷺ juga bersabda: "Sebaik-baik umat ini adalah orang-orang fakirnya, dan yang paling cepat beristirahat di surga adalah orang-orang lelahnya (kaum dhuafa)." Beliau ﷺ juga bersabda: "Sesungguhnya aku memiliki dua pencaharian (mata pencaharian spiritual); barang siapa mencintai keduanya maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa membenci keduanya maka ia telah membenciku: yaitu kefakiran dan jihad." Dan diriwayatkan bahwa Jibril 'Alaihissalam turun kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata, "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: Apakah engkau suka jika Aku jadikan gunung-gunung ini emas…
وتكون معك أينما كنت فأطرق رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ثُمَّ قال يا جبريل إن الدنيا دار من لا دار له ومال من لا مال له ولها يجمع من لا عقل له فقال له جبريل يا محمد ثبتك الله بالقول الثابت
…dan berada bersamamu di mana pun engkau berada?" Maka Rasulullah ﷺ menundukkan kepala, kemudian bersabda: "Wahai Jibril, sesungguhnya dunia adalah rumah bagi orang yang tidak memiliki rumah, dan harta bagi orang yang tidak memiliki harta, dan untuk nyalah mengumpulkan orang yang tidak memiliki akal." Maka Jibril berkata kepada beliau: "Wahai Muhammad, semoga Allah menetapkanmu dengan perkataan yang teguh."
وروي أن المسيح ﷺ مر في سياحته برجل نائم ملتف في عباءة فأيقظه وقال يا نائم قم فاذكر الله تعالى فقال ما تريد مني إني قد تركت الدنيا لأهلها فقال له قم إذن يا حبيبي
Dan diriwayatkan bahwa Al-Masih 'Alaihissalam dalam pengembaraannya melintasi seorang laki-laki yang sedang tidur berselimutkan jubah, lalu beliau membangunkannya dan berkata, "Wahai orang yang tidur, bangunlah dan berzikirlah kepada Allah Ta'ala!" Laki-laki itu menjawab, "Apa yang engkau inginkan dariku? Sesungguhnya aku telah meninggalkan dunia bagi penghuninya." Maka Al-Masih berkata kepadanya, "Bangunlah kalau begitu, wahai kekasihku!"
ومر موسى ﷺ برجل نائم على التراب وتحت رأسه لبنة ووجهه ولحيته في التراب وهو متزر بعباءة فقال يا رب عبدك هذا في الدنيا ضائع فأوحى الله تعالى إليه يا موسى أما علمت أني إذا نظرت إلى عبد بوجهي كله زويت عنه الدنيا كلها
Dan Musa 'Alaihissalam melintasi seorang laki-laki yang tidur di atas tanah dengan beralaskan batu bata di bawah kepalanya, wajah dan janggutnya berlumur tanah, serta ia bersarung jubah. Maka Musa berkata, "Wahai Tuhan, hamba-Mu ini terlantar di dunia." Lalu Allah Ta'ala mewahyukan kepadanya: "Wahai Musa, tidakkah engkau tahu bahwa apabila Aku memandang kepada seorang hamba dengan segenap keridaan-Ku, maka Aku akan menyingkirkan seluruh dunia darinya?"
وعن أبي رافع أنه قال ورد عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ضيف فلم يجد عنده ما يصلحه فأرسلى إلى رجل من يهود خيبر وقال قل له يقول لك محمدا سلفنى أو بعني دقيقاً إلى هلال رجب قال فأتيته فقال لا والله إلا برهن فأخبرت رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِذَلِكَ فقال أما والله إني لأمين في أهل السماء أمين في أهل الأرض ولو باعني أو أسلفني لأديت إليه اذهب بدرعي هذا إليه فارهنه فلما خرجت نزلت هذه الآية ﴿وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أزواجاً منهم زهرة الحياة الدنيا﴾ الآية وهذه الآية تعزية لرسول الله ﷺ عن الدنيا وقال ﷺ الفقر أزين بالمؤمن من العذار الحسن على خد الفرس وقال ﷺ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جِسْمِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيرِهَا
Dari Abu Rafi' bahwasanya ia berkata: Seorang tamu berkunjung kepada Rasulullah ﷺ, namun beliau tidak mendapati pada dirinya sesuatu yang memadai untuk menjamunya. Maka beliau mengutusku kepada seorang laki-laki dari Yahudi Khaibar dan bersabda, "Katakan kepadanya: Muhammad berkata kepadamu, pinjamkanlah atau juallah tepung kepadaku hingga awal bulan Rajab." Abu Rafi' berkata: Maka aku mendatanginya, lalu ia menjawab, "Tidak, demi Allah, kecuali dengan jaminan (gadai)." Aku pun memberitahukan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda, "Adapun demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang terpercaya di antara penghuni langit dan terpercaya di antara penghuni bumi. Seandainya ia menjual atau meminjamkan kepadaku, niscaya aku akan menunaikannya kepadanya. Pergilah dengan baju besiku ini kepadanya lalu gadaikanlah." Ketika aku keluar, turunlah ayat ini: "Dan janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kesenangan kepadanya kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia…" hingga akhir ayat. Ayat ini merupakan hiburan bagi Rasulullah ﷺ dari keduniaan. Dan beliau ﷺ bersabda: "Kefakiran itu lebih indah bagi seorang mukmin daripada tali kekang yang bagus pada pipi kuda." Dan beliau ﷺ bersabda: "Barang siapa di antara kamu yang memasuki waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman dalam kediamannya, dan memiliki makanan untuk harinya, maka seolah-olah dunia telah dikumpulkan baginya beserta seluruh isinya."
وقال كعب الأحبار قال الله تعالى لموسى ﵇ يا موسى إذا رأيت الفقر مقبلاً فقل مرحباً بشعار الصالحين
Ka'ab al-Ahbar berkata: Allah Ta'ala berfirman kepada Musa 'Alaihissalam, "Wahai Musa, apabila engkau melihat kefakiran datang menyambut, maka katakanlah: 'Selamat datang syiar orang-orang shalih.'"
وقال عطاء الخراساني مر نبي من الأنبياء بساحل فإذا هو برجل يصطاد حيتاناً فقال بسم الله وألقى الشبكة فلم يخرج فيها شيء ثم مر بآخر فقال باسم الشيطان وألقى شبكته فخرج فيها من الحيتان ما كان يتقاعس من كثرتها
Atha al-Khurasani berkata: Seorang nabi dari para nabi melintasi tepi pantai, lalu tiba-tiba ia mendapati seorang laki-laki sedang menangkap ikan. Laki-laki itu membaca "Bismillah" lalu melemparkan jalanya, namun tidak ada sesuatu pun yang keluar padanya. Kemudian nabi itu melintasi orang lain yang membaca "Bismisy-Syaithan" lalu melemparkan jalanya, maka keluarlah darinya ikan-ikan yang sangat banyak sampai ia keberatan membawanya.
فقال النبي ﷺ يا رب ما هذا وقد علمت أن كل ذلك بيدك فقال الله تعالى للملائكة اكشفوا لعبدي عن منزلتيهما فلما رأى ما أعد الله تعالى لهذا من الكرامة ولذاك من الهوان قال رضيت يا رب
Maka nabi itu berkata, "Wahai Tuhan, apakah ini? Padahal aku tahu bahwa semuanya berada dalam genggaman-Mu." Lalu Allah Ta'ala berfirman kepada para malaikat, "Singkapkanlah bagi hamba-Ku ini kedudukan keduanya!" Ketika nabi itu melihat apa yang telah Allah sediakan bagi yang pertama berupa kemuliaan dan bagi yang kedua berupa kehinaan, ia berkata, "Aku ridha, wahai Tuhanku."
وقال نبينا ﷺ اطلعت في الجنة فرأيت أكثر أهلها الفقراء واطلعت في النار فرأيت أكثر أهلها الأغنياء والنساء وفي لفظ آخر فقلت أين الأغنياء حبسهم الجد وفي حديث آخر فرأيت أكثر أهل النار النساء فقلت ما شأنهن فقيل شغلهن الأحمران الذهب والزعفران وقال ﷺ تحفة المؤمن في الدنيا الفقر وفي الخبر آخر الأنبياء دخولاً الجنة سليمان بن داود ﵉ لمكان ملكه وآخر أصحابي دخولاً الجنة عبد الرحمن بن عوف لأجل غناه وفي حديث آخر رأيته يدخل الجنة زحفا
Nabi kita ﷺ bersabda, "Aku melihat ke dalam surga, maka aku melihat sebagian besar penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku melihat ke dalam neraka, maka aku melihat sebagian besar penghuninya adalah orang-orang kaya dan kaum wanita." Dalam lafaz lain: "Aku bertanya, 'Di manakah orang-orang kaya?' (Dijawab): 'Kekayaan dan kedudukan mereka telah menahan mereka.'" Dalam hadis lain: "Maka aku melihat sebagian besar penghuni neraka adalah wanita. Aku bertanya, 'Mengapa mereka?' Dikatakan, 'Mereka disibukkan oleh dua perkara merah: emas dan za'faran (perhiasan dan wewangian/kemewahan).'" Dan Beliau ﷺ bersabda, "Hadiah terindah bagi seorang mukmin di dunia adalah kefakiran." Dalam riwayat lain: "Nabi yang paling terakhir masuk surga adalah Sulaiman bin Daud 'alaihimassalam karena kerajaan yang dimilikinya, dan sahabatku yang paling terakhir masuk surga adalah 'Abdurrahman bin 'Auf karena kekayaannya." Dalam hadis lain: "Aku melihatnya masuk surga dengan merangkak."
وقال المسيح ﷺ بشدة يدخل الغني الجنة
Al-Masih (Nabi Isa) 'alaihissalam bersabda, "Sungguh amat sulit bagi orang kaya untuk masuk surga."
وفي خبر آخر عن أهل البيت ﵃ أنه ﷺ قال إذا أحب الله عبداً ابتلاه فإذا أحبه الحب البالغ اقتناه قيل وما اقتناه قال لم يترك له أهلاً ولا مالاً
Dalam riwayat lain dari Ahlul Bait radhiyallahu 'anhum, bahwasanya Beliau ﷺ bersabda, "Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya. Dan apabila Dia mencintainya dengan kecintaan yang sempurna, Dia akan memilih-Nya (mengambilnya untuk diri-Nya)." Ditanyakan, "Apakah arti memilih-Nya?" Beliau bersabda, "Dia tidak meninggalkan baginya keluarga maupun harta."
وفي الخبر إذا رأيت الفقر مقبلاً فقل مرحباً بشعار الصالحين وإذا رأيت الغني مقبلاً فقل ذنب عجلت عقوبته
Dalam sebuah riwayat: "Jika engkau melihat kefakiran datang menyambutmu, katakanlah, 'Selamat datang wahai syiar orang-orang saleh!' Dan jika engkau melihat kekayaan datang menyambutmu, katakanlah, 'Dosa yang disegerakan hukumannya.'"
وقال موسى ﵇ يا رب من أحباؤك من خلقك حتى أحبهم لأجلك فقال كل فقير فقير فيمكن أن يكون الثاني للتوكيد ويمكن أن يراد به الشديد الضر
Nabi Musa 'alaihissalam berkata, "Wahai Tuhanku, siapakah kekasih-kekasih-Mu di antara makhluk-Mu agar aku mencintai mereka karena-Mu?" Maka Allah berfirman, "Setiap orang yang fakir lagi fakir." Pengulangan kata ini memungkinkan sebagai penegasan (taukid), dan memungkinkan pula yang dimaksud adalah orang yang sangat berada dalam kesusahan.
وقال المسيح صلوات الله عليه وسلامه إني لأحب المسكنة وأبغض النعماء وكان أحب الأسامي إليه صلوات الله عليه أن يقال له يا مسكين ولما قالت سادات العرب وأغنياؤهم للنبي ﷺ اجعل لنا يوماً ولهم يوماً يجيئون إليك ولا نجيء ونجيء إليك ولا يجيئون بعنون بذلك الفقراء مثل بلال وسلمان وصهيب وأبي ذر وخباب بن الأرت وعمار بن ياسر وأبي هريرة وأصحاب الصفة من الفقراء ﵃ أجمعين أجابهم النبي ﷺ إلى ذلك وذلك لأنهم شكوا إليه التأذي برائحتهم وكان لباس القوم الصوف في شدة الحر فإذا عرقوا فاحت الروائح من ثيابهم فاشتد ذلك على الأغنياء منهم الأقرع بن حابس التميمي وعيينة بن حصن الفزاري وعباس بن مرداس السلمي وغيرهم فأجابهم رسول الله ﷺ أن لا يجمعهم وإياهم مجلس واحد فنزل عليه قَوْلُهُ تَعَالَى وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عيناك عنهم يعني الفقراء تريد زينة الحياة الدنيا يَعْنِي الْأَغْنِيَاءَ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عن ذكرنا يعني الأغنياء إلى قوله تعالى وقل الحق من ربكم فمن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر الآية
Al-Masih salawat dan salam Allah atasnya bersabda, "Sesungguhnya aku mencintai kemiskinan dan membenci kemewahan." Dan nama yang paling beliau sukai untuk dipanggil adalah, "Wahai orang miskin." Ketika pemuka-pemuka Arab dan orang-orang kaya mereka berkata kepada Nabi ﷺ, "Buatkanlah untuk kami satu hari khusus dan untuk mereka satu hari khusus; mereka datang kepadamu dan kami tidak datang, serta kami datang kepadamu dan mereka tidak datang"—yang dimaksud dengan "mereka" adalah para sahabat fakir seperti Bilal, Salman, Suhaib, Abu Dharr, Khabbab bin al-Aratt, 'Ammar bin Yasir, Abu Hurairah, serta para penghuni Shuffah dari kaum fakir radhiyallahu 'anhum ajma'in—Nabi ﷺ hampir memenuhi permintaan mereka tersebut. Hal itu terjadi karena mereka mengeluh terganggu oleh bau badan kaum fakir itu; pakaian kaum fakir saat itu adalah wol (shuf) di tengah terik panas, sehingga ketika mereka berkeringat, terciumlah bau dari pakaian mereka. Hal itu terasa berat bagi orang-orang kaya tersebut, di antaranya al-Aqra' bin Habis at-Tamimi, 'Uyainah bin Hishn al-Fazari, 'Abbas bin Mirdas as-Sulami, dan yang lainnya. Maka Rasulullah ﷺ hendak mengabulkan untuk tidak menyatukan mereka dalam satu majelis. Lalu turunlah firman Allah Ta'ala: "Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka"—yakni orang-orang fakir—"(karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia"—yakni orang-orang kaya—"; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami"—yakni orang-orang kaya—sampai firman-Nya Ta'ala: "Dan katakanlah (Muhammad), 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa hendak beriman hendaklah dia beriman, dan barang siapa hendak kafir biarlah dia kafir.'" (QS. Al-Kahf: 28-29).
وَاسْتَأْذَنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ وَعِنْدَهُ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِ قُرَيْشٍ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى عَبَسَ وَتَوَلَّى أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى أو يذكر فتنفعه الذكرى يعني ابن مَكْتُومٍ أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى يعني هذا الشريف
Ibnu Ummi Maktum meminta izin menemui Nabi ﷺ ketika di sisi Beliau ada seorang tokoh terkemuka Quraisy, sehingga hal itu terasa membebani bagi Nabi ﷺ. Maka Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: "Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya. Dan tahukah engkau boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), atau dia ingin mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?"—yakni Ibnu Ummi Maktum—"Adapun orang yang merasa dirinya cukup (orang kaya/berkuasa), maka engkau memperhatikannya"—yakni tokoh terkemuka ini (QS. 'Abasa: 1-7).
وعن النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ يؤتى بالعبد يوم القيامة فيعتذر الله تعالى إليه كما يعتذر الرجل للرجل في الدنيا فيقول وعزتي وجلالي ما زويت الدنيا عنك لهوانك علي ولكن لما أعددت لك من الكرامة والفضيلة اخرج يا عبدي إلى هذه الصفوف فمن أطعمك فيّ أو كساك فيّ يريد بذلك وجهي فخذ بيده فهو لك والناس يومئذ قد ألجمهم العرق فيتخلل الصفوف وينظر من فعل ذلك به فيأخذ بيده ويدخله الجنة // حديث يؤتى بالعبد يوم القيامة فيعتذر الله إليه كما يعتذر الرجل إلى الرجل في الدنيا فيقول وعزتي وجلالي ما زويت عنك الدنيا لهرناك على الحديث أخرجه أبو الشيخ في كتاب الثواب من حديث أنس بإسناد ضعيف يقول الله ﷿ يوم القيامة أدنوا منى أحبائي فتقول الملائكة ومن أحباؤك فيقول فقراء المسلمين فيدنون منه فيقول أما إني لم أزو الدنيا عنكم لهوان كان بكم علي ولاكن أردت بذلك أن أضعف لكم كرامتي اليوم فتمنوا على ماشئتم اليوم الحديث دون آخر الحديث وأما أول الحديث فرواه أبو نعيم في الحلية وسيأتي في الحديث الذي بعده
Dari Nabi ﷺ bahwasanya Beliau bersabda, "Pada hari kiamat, seorang hamba dipanggil, lalu Allah Ta'ala menyampaikan permohonan maaf (penjelasan kasih sayang) kepadanya sebagaimana seorang laki-laki memohon maaf kepada saudaranya di dunia. Allah berfirman: 'Demi keagungan-Ku dan kemuliaan-Ku, Aku tidak menghalangi dunia darimu karena engkau hina di mata-Ku, melainkan karena kemuliaan dan keutamaan yang telah Kusediakan untukmu. Keluar wahai hamba-Ku menuju barisan-barisan ini! Barang siapa yang pernah memberimu makan karena Aku atau memberimu pakaian karena Aku, dengan hanya mengharapkan keridaan-Ku, maka peganglah tangannya, dan dia menjadi milikmu.' Pada hari itu manusia telah terkekang oleh peluh keringat mereka. Maka hamba itu membelah barisan dan melihat siapa yang telah berbuat demikian kepadanya, lalu ia memegang tangannya dan memasukkannya ke dalam surga." // Hadis "Seorang hamba dipanggil pada hari kiamat lalu Allah memohon maaf kepadanya…" diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dalam Kitab at-Thawab dari hadis Anas dengan sanad yang daif. Allah Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat, "Mendekatlah kepada-Ku wahai kekasih-kekasih-Ku!" Para malaikat bertanya, "Siapakah kekasih-kekasih-Mu?" Allah berfirman, "Orang-orang fakir dari kaum muslimin." Maka mereka mendekat kepada-Nya, lalu Dia berfirman, "Ketahuilah, Aku tidak menghalangi dunia dari kalian bukan karena kalian hina di mata-Ku, melainkan Aku ingin melipatgandakan kemuliaan-Ku untuk kalian pada hari ini. Maka mintalah kepada-Ku apa saja yang kalian kehendaki pada hari ini…" (hadis dipapar tanpa bagian akhir). Adapun bagian awal hadis diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah dan akan datang pada hadis berikutnya.
وقال ﵇ أكثروا معرفة الفقراء واتخذوا عندهم الأيادي فإن لهم دولة قالوا يا رسول الله وما دولتهم قال إذا كان يوم القيامة قيل لهم انظروا من أطعمكم كسرة أو سقاكم شربة أو كساكم ثوباً فخذوا بيده ثم امضوا به إِلَى الْجَنَّةِ وَقَالَ ﷺ دخلت الجنة فسمعت حركة أمامي فنظرت فإذا بلال ونظرت في أعلاها فإذا فقراء أمتي وأولادهم ونظرت في أسفلها فإذا فيه من الأغنياء والنساء قليل فقلت يا رب ما شأنهم قال أما النساء فأضربهن الأحمران الذهب والحرير وأما الأغنياء فاشتغلوا بطول الحساب وتفقدت أصحابي فلم أر عبد الرحمن بن عوف ثم جاءني بعد ذلك وهو يبكي فقلت ما خلفك عني قال يا رسول الله والله ما وصلت إليك حتى لقيت المشيبات وظننت أني لا أراك فقلت ولم قال كنت أحاسب بمالي فانظر إلى هذا وعبد الرحمن صاحب السابقة العظيمة مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وهو من العشرة المخصوصين بأنهم من أهل الجنة وهو من الأغنياء الذين قال فيهم رسول الله ﷺ إلا من قال بالمال هكذا وهكذا ومع هذا فقد استضر بالغنى إلى هذا الحد
Dan Beliau 'alaihissalam bersabda, "Perbanyaklah mengenali orang-orang fakir dan tanamlah jasa kebaikan pada mereka, karena sesungguhnya mereka memiliki kekuasaan (kedudukan)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kekuasaan mereka?" Beliau bersabda, "Apabila hari kiamat tiba, dikatakan kepada mereka: Lihatlah siapa yang pernah memberimu sepotong roti, memberimu seteguk minuman, atau memberimu selembar pakaian, maka peganglah tangannya lalu bawalah dia ke surga." Dan Beliau ﷺ bersabda, "Aku masuk ke surga lalu aku mendengar gerak langkah di depanku, maka aku melihat ternyata itu Bilal. Dan aku melihat di bagian atasnya, ternyata di sana ada kaum fakir dari umatku beserta anak-anak mereka. Dan aku melihat di bagian bawahnya, ternyata hanya sedikit dari kalangan orang kaya dan kaum wanita. Maka aku bertanya, 'Wahai Tuhan, ada apa dengan mereka?' Allah berfirman, 'Adapun kaum wanita, mereka dimudaratkan oleh dua perkara merah: emas dan sutra. Sedangkan orang-orang kaya, mereka disibukkan oleh panjangnya hisab (perhitungan harta).' Lalu aku mencari sahabat-sahabatku dan aku tidak melihat 'Abdurrahman bin 'Auf. Kemudian ia datang kepadaku setelah itu sambil menangis. Aku bertanya, 'Apa yang menahanmu dariku?' Ia menjawab, 'Wahai Rasulullah, demi Allah aku tidak bisa menyusulmu hingga aku mengalami hal-hal yang membuat beruban (sangat berat) dan aku mengira tidak akan melihatmu lagi.' Aku bertanya, 'Mengapa demikian?' Ia menjawab, 'Aku ditahan untuk dihisab atas hartaku.'" Maka perhatikanlah hal ini, padahal 'Abdurrahman adalah pemilik keutamaan terdahulu yang agung bersama Rasulullah ﷺ, dan beliau termasuk sepuluh sahabat yang dipastikan sebagai penghuni surga, serta termasuk orang kaya yang tentang mereka Rasulullah ﷺ bersabda, "Kecuali orang yang menginfakkan hartanya begini dan begitu." Namun demikian, kekayaan tetap memberi dampak hambatan baginya sejauh ini.
ودخل رسول الله ﷺ على رجل فقير فلم ير له شيئاً فقال لو قسم نور هذا على أهل الأرض لوسعهم
Rasulullah ﷺ pernah menemui seorang laki-laki fakir dan Beliau tidak melihat sesuatu pun padanya (harta duniawi), lalu Beliau bersabda, "Seandainya cahaya orang ini dibagikan kepada seluruh penduduk bumi, niscaya akan mencukupi mereka."
وقال ﷺ ألا أخبركم بملوك أهل الجنة قالوا بلى يا رسول الله قال كل ضعيف مستضعف أغبر أشعث ذِي طِمْرَيْنِ لَا يُؤْبَهُ لَهُ لَوْ أَقْسَمَ على الله لأبره
Dan Beliau ﷺ bersabda, "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang raja-raja penghuni surga?" Mereka menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Yaitu setiap orang yang lemah dan dianggap lemah, berdebu, kusut rambutnya, hanya memiliki dua potong pakaian lusuh, yang tidak dipedulikan orang. Namun sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya."
وقال عمران بن حصين كانت لي من رسول الله ﷺ منزلة وجاه فقال يا عمران إن لك عندنا منزلة وجاهاً فهل لك في عيادة فاطمة بنت رسول الله ﷺ قلت نعم بأبي أنت وأمي يا رسول الله فقام وقمت معه حتى وقف بباب فاطمة فقرع الباب وقال السلام عليكم أأدخل فقالت ادخل يا رسول الله قال أنا ومن معي قالت ومن معك يا رسول الله قال عمران فقالت فاطمة والذي بعثك بالحق نبياً ما علي إلا عباءة قال اصنعي بها هكذا وهكذا وأشار بيده فقالت هذا جسدي قد واريته فكيف برأسي فألقى إليها ملاءة كانت عليه خلقة فقال شدي على رأسك ثم أذنت له فدخل فقال
Imran bin Hushain berkata: Aku mempunyai kedudukan dan kehormatan di sisi Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda, "Wahai Imran, sesungguhnya engkau memiliki kedudukan dan kehormatan di sisi kami. Apakah engkau mau menjenguk Fatimah putri Rasulullah ﷺ?" Aku menjawab, "Ya, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah." Maka Beliau bangkit dan aku pun bangkit bersama Beliau hingga tiba di pintu Fatimah. Beliau mengetuk pintu seraya mengucapkan, "Assalamu 'alaikum, bolehkah aku masuk?" Fatimah menjawab, "Masuklah, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Aku dan orang yang bersamaku?" Fatimah bertanya, "Siapakah yang bersamamu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Imran." Lalu Fatimah berkata, "Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi, tidak ada padaku kecuali sehelai jubah (pakaian kain)." Beliau bersabda, "Perbuatlah dengannya begini dan begitu," seraya memberi isyarat dengan tangannya. Fatimah berkata, "Ini tubuhku sudah aku tutupi, lalu bagaimana dengan kepalaku?" Maka Beliau melemparkan sehelai kain lapuk yang ada pada Beliau, lalu bersabda, "Ikatkanlah pada kepalamu!" Kemudian Fatimah mengizinkannya, lalu Beliau masuk dan bersabda:
السلام عليكم يا ابنتاه كيف أصبحت قالت أصبحت والله وجعة وزادني وجعاً على ما بي أني لست أقدر على طعام آكله فقد أضر بي الجوع فبكى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ لا تجزعي يا ابنتاه فو الله ما ذقت طعاماً منذ ثلاث وإني لأكرم على الله منك ولو سألت ربي لأطعمني ولكني آثرت الآخرة على الدنيا ثم ضرب بيده على منكبها وقال لها أبشري فو الله إنك لسيدة نساء أهل الجنة قالت فأين آسية امرأة فرعون ومريم بنت عمران قال آسية سيدة نساء عالمها ومريم سيدة نساء عالمها وأنت سيدة نساء عالمك إنكن في بيوت من قصب لا أذى فيها ولا صخب ولا نصب ثم قال لها اقنعي بابن عمك فو الله لقد زوجتك سيداً في الدنيا سيداً في الآخرة
"Assalamu 'alaikum wahai putriku, bagaimana keadaanmu pagi ini?" Fatimah menjawab, "Demi Allah, aku memasuki pagi dalam keadaan sakit, dan yang menambah rasa sakit atas apa yang ada padaku adalah aku tidak mendapati makanan untuk kumakan, sungguh kelaparan telah memudaratkanku." Maka Rasulullah ﷺ menangis dan bersabda, "Janganlah engkau bersedih hati wahai putriku. Demi Allah, aku belum merasakan makanan sejak tiga hari, padahal aku lebih mulia di sisi Allah daripada engkau. Seandainya aku memohon kepada Tuhanku, niscaya Dia memberiku makan, tetapi aku lebih memilih akhirat daripada dunia." Kemudian Beliau menepuk bahunya dengan tangan Beliau seraya bersabda, "Bergembiralah, demi Allah engkau adalah penghulu wanita ahli surga!" Fatimah bertanya, "Lalu di manakah Asiyah istri Firaun dan Maryam binti 'Imran?" Beliau menjawab, "Asiyah adalah penghulu wanita pada zamannya, Maryam adalah penghulu wanita pada zamannya, dan engkau adalah penghulu wanita pada zamanmu. Sesungguhnya kalian berada di dalam rumah-rumah dari permata yang tidak ada kegaduhan di dalamnya, tidak ada kesulitan, dan tidak ada kelelahan." Kemudian Beliau bersabda kepadanya, "Meridailah dan merasa cukup dengan sepupumu (Ali), demi Allah sungguh aku telah menikahkanmu dengan seorang pemimpin di dunia dan pemimpin di akhirat."
وروي عن علي كرم الله وجهه أن رسول الله ﷺ قال إذا أبغض الناس فقراءهم وأظهروا عمارة الدنيا وتكالبوا على جمع الدراهم رماهم الله بأربع خصال بالقحط من الزمان والجور من السلطان والخيانة من ولاة الأحكام والشوكة من الأعداء
Diriwayatkan dari Ali karramallahu wajhah bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila manusia membenci orang-orang fakir mereka, menampakkan megahnya pembangunan dunia, dan saling berebut dalam mengumpulkan dirham (harta), niscaya Allah menimpa mereka dengan empat perkara: paceklik zaman, kezaliman penguasa, pengkhianatan dari para penegak hukum, dan ancaman kekuatan dari para musuh."
وأما الآثار فقد قال أبو الدرداء ﵁ ذو الدرهمين أشد حبساً أو قال أشد حساباً من ذي الدرهم
Adapun atsar (riwayat sahabat dan tabi'in), Abu ad-Darda' radhiyallahu 'anhu berkata, "Orang yang memiliki dua dirham lebih lama ditahan—atau beliau berkata: lebih berat hisabnya—daripada orang yang hanya memiliki satu dirham."
وأرسل عمر ﵁ إلى سعيد بن عامر بألف دينار فجاء حزيناً كئيباً فقالت امرأته أحدث أمر قال أشد من ذلك ثم قال أريني درعك الخلق فشقه وجعله صرراً وفرقه ثم قام يصلي ويبكي إلى الغداة ثم قال سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يقول يدخل فقراء أمتي الجنة قبل الأغنياء بخمسمائة عام حتى إن الرجل من الأغنياء يدخل في غمارهم فيؤخذ بيده فيستخرج
Umar radhiyallahu 'anhu mengirimkan seribu dinar kepada Sa'id bin 'Amir, maka Sa'id datang dengan raut wajah sedih dan muram. Istrinya bertanya, "Apakah telah terjadi sesuatu?" Sa'id menjawab, "Perkara yang lebih berat dari itu." Kemudian ia berkata, "Perlihatkan padaku baju kurungmu yang lusuh." Lalu ia menyobeknya dan menjadikannya kantong-kantong pundi (untuk membungkus dinar tersebut) lalu membagikannya. Setelah itu ia berdiri untuk shalat dan menangis hingga subuh. Kemudian ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Kaum fakir dari umatku akan masuk surga lima ratus tahun sebelum orang-orang kaya, hingga sesungguhnya ada seorang laki-laki dari kalangan orang kaya menyelinap masuk di tengah-tengah rombongan mereka, lalu tangannya ditarik dan ia dikeluarkan.'"
وقال أبو هريرة ثلاثة يدخلون الجنة بغير حساب رجل يريد أن يغسل ثوبه فلم يكن له خلق يلبسه ورجل لم ينصب على مستوقد قدرين ورجل دعا بشرابه فلا يقال له أيها تريد
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Ada tiga golongan yang masuk surga tanpa hisab: seorang laki-laki yang hendak mencuci pakaiannya namun ia tidak memiliki pakaian lusuh lain untuk dikenakan; seorang laki-laki yang tidak pernah menumpuk dua periuk di atas tungku pemanasnya; dan seorang laki-laki yang ketika meminta minuman, tidak ditanyakan kepadanya jenis minuman mana yang ia inginkan."
وقيل جاء فقير إلى مجلس الثوري ﵀ فقال له تخط لو كنت غنياً لما قربتك وكان الأغنياء من أصحابه يودون أنهم فقراء لكثرة تقريبه للفقراء وإعراضه عن الأغنياء وقال المؤمل ما رأيت الغني أذل منه في مجلس الثوري ولا رأيت الفقير أعز منه في مجلس الثوري ﵀
Diceritakan bahwa seorang yang fakir datang ke majelis Sufyan ats-Tsauri rahmatullah 'alaih, lalu beliau berkata kepadanya, "Melangkah majulah! Seandainya engkau orang kaya, niscaya aku tidak mendekatkanmu." Dan murid-muridnya yang kaya sangat berharap sekiranya mereka menjadi orang-orang fakir karena betapa seringnya beliau mendekatkan orang-orang fakir dan berpaling dari orang-orang kaya. Al-Mu'ammal berkata, "Aku tidak pernah melihat orang kaya merasa lebih hina daripada di majelis ats-Tsauri, dan aku tidak pernah melihat orang fakir merasa lebih mulia daripada di majelis ats-Tsauri rahmatullah 'alaih."
وقال بعض الحكماء مسكين ابن آدم لو خاف من النار كما يخاف من الفقر لنجا منهما جميعاً ولو رغب في الجنة كما يرغب في الغنى لفاز بهما جميعاً ولو خاف الله في الباطن كما يخاف خلقه في الظاهر لسعد في الدارين جميعاً
Sebagian orang bijak (hukama) berkata, "Alangkah malangnya anak Adam! Seandainya ia takut kepada neraka sebagaimana ia takut kepada kefakiran, niscaya ia akan selamat dari keduanya. Seandainya ia mendambakan surga sebagaimana ia mendambakan kekayaan, niscaya ia akan beruntung mendapatkan keduanya. Dan seandainya ia takut kepada Allah secara batin sebagaimana ia takut kepada makhluk-Nya secara lahiriah, niscaya ia akan bahagia di kedua negeri (dunia dan akhirat) secara keseluruhan."
وقال ابن عباس ملعون من أكرم بالغنى وأهان بالفقر
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Terjauhkan dari rahmat (terkutuk) orang yang memuliakan seseorang karena kekayaannya dan menghinakan seseorang karena kefakirannya."
وقال يحيى بن معاذ حبك الفقراء مِنْ أَخْلَاقِ الْمُرْسَلِينَ وَإِيثَارُكَ مُجَالَسَتَهُمْ مِنْ عَلَامَةِ الصَّالِحِينَ وَفِرَارُكَ مِنْ صُحْبَتِهِمْ مِنْ عَلَامَةِ الْمُنَافِقِينَ
Yahya bin Mu'adz berkata, "Kecintaanmu kepada orang-orang fakir adalah bagian dari akhlak para rasul, keutamaanmu memilih duduk bersama mereka adalah tanda orang-orang saleh, dan larimu dari bersahabat dengan mereka adalah tanda orang-orang munafik."
وفي الأخبار عن الكتب السالفة أن الله تعالى أوحى إلى بعض أنبيائه ﵈ احذر أن أمقتك فتسقط
Dalam riwayat-riwayat dari kitab-kitab terdahulu disebutkan bahwa Allah Ta'ala memfirmankan wahyu kepada sebagian nabi-Nya 'Alaihis Salam, "Waspadalah jangan sampai Aku membencimu sehingga engkau jatuh…
من عينى فأصب الدنيا عليك صباً
…dari pandangan-Ku, lalu Aku curahkan dunia kepadamu securah-curahnya."
ولقد كانت عائشة ﵂ تفرق مائة ألف درهم في يوم واحد يوجهها إليها معاوية وابن عامر وغيرهما وإن درعها لمرقوع وتقول لها الجارية لو اشتريت لك بدرهم لحماً تفطرين عليه وكانت صائمة فقالت لو ذكرتيني لفعلت وكان قد أوصاها رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ إن أردت اللحوق بي فعليك بعيش الفقراء وإياك ومجالسة الأغنياء ولا تنزعي درعك حتى ترقعيه
Pernah Aisyah Radhiyallahu 'Anha membagikan seratus ribu dirham dalam sehari yang dikirimkan kepadanya oleh Mu'awiyah, Ibn Amir, dan yang lainnya, padahal baju kurungnya dalam keadaan tertambal. Pelayannya berkata kepadanya, "Sekiranya engkau membeli daging seharga satu dirham untuk berbuka puasa," sebab waktu itu beliau sedang berpuasa. Aisyah menjawab, "Seandainya engkau mengingatkanku (tadi), tentu aku lakukan." Dan Rasulullah ﷺ sungguh telah berwasiat kepadanya, beliau bersabda, "Jika engkau ingin menyusulku, hendaknya engkau berpegang pada kehidupan orang-orang fakir, jauhilah duduk bersama orang-orang kaya, dan janganlah engkau menanggalkan baju kurungmu sampai engkau menambalnya."
وجاء رجل إلى إبراهيم بن أدهم بعشرة آلاف درهم فأبى عليه أن يقبلها فألح عليه الرجل فقال له إبراهيم أتريد أن أمحو اسمي من ديوان الفقراء بعشرة آلاف درهم لا أفعل ذلك أبداً ﵁
Seseorang datang kepada Ibrahim bin Adham membawa sepuluh ribu dirham, tetapi beliau enggan menerimanya. Orang tersebut mendesaknya, maka Ibrahim berkata kepadanya, "Apakah engkau ingin aku menghapus namaku dari daftar orang-orang fakir hanya demi sepuluh ribu dirham? Aku tidak akan pernah melakukan itu sama sekali." Semoga Allah meredainya.