باب النكاح

فصل في الرجعة

فصل في الرجعة

فصل في الرجعة

Fasal tentang Rujuk

صح رجوع مفارقة بطلاق دون أكثره مجانا بعد وطء

Sah merujuk wanita yang dipisah dengan talak kurang dari jumlah maksimalnya secara gratis setelah adanya persetubuhan…

فصل في الرجعة.

Fasal tentang Rujuk.

هي لغة: المرة من الرجوع وشرعا رد المرأة إلى النكاح من طلاق غير بائن في العدة.

Rujuk secara bahasa berarti: satu kali kembali. Menurut syariat adalah: mengembalikan wanita ke dalam ikatan pernikahan dari talak yang bukan ba'in di dalam masa idah.

صح رجوع مفارقة بطلاق دون أكثره فهو ثلاث لحر وثنتان لعبد مجانا بلا عوض بعد وطئ أي في عدة وطء.

Sah merujuk wanita yang dipisah dengan talak kurang dari jumlah maksimalnya—yakni tiga kali bagi lelaki merdeka dan dua kali bagi budak—secara gratis tanpa imbalan, setelah persetubuhan (yakni di dalam masa idah persetubuhan).

قبل انقضاء عدة بـ: راجعت زوجتي,

…sebelum habisnya masa idah dengan ucapan: 'Aku merujuk istriku',

قبل انقضاء عدة فلا يصح رجوع مفارقة بغير طلاق كفسخ.

…sebelum habisnya masa idah. Maka tidak sah merujuk wanita yang dipisah bukan dengan talak, seperti fasakh.

ولا مفارقة بدون ثلاث مع عوض كخلع لبينونتها.

Tidak sah pula merujuk wanita yang dipisah dengan talak kurang dari tiga tetapi disertai imbalan seperti khuluk, karena statusnya telah menjadi ba'in.

ومفارقة قبل وطئ: إذ لا عدة عليها.

Dan wanita yang dicerai sebelum digauli, karena tidak ada masa iddah baginya.

ولا من انقضت عدتها لأنها صارت أجنبية.

Dan tidak pula wanita yang telah habis masa iddahnya, karena ia telah menjadi orang asing (bukan istrinya lagi).

ويصح تجديد نكاحهن بإذن جديد وولي وشهود ومهر آخر.

Dan sah memperbarui pernikahan mereka dengan izin (kerelaan) yang baru, wali, saksi-saksi, dan mahar yang lain.

ولا مفارقة بالطلاق الثلاث فلا يصح نكاحها إلا بعد التحليل.

Dan tidak pula wanita yang dicerai dengan talak tiga, maka tidak sah menikahinya kecuali setelah tahliil.

وإنما يصح الرجوع براجعت أو رجعت زوجتي أو فلانة وإن لم يقل: إلي نكاحي أو إلي لكن يسن أن يزيد أحدهما مع الصيغة.

Rujuk hanya sah dengan ucapan: "Aku merujuk" atau "Aku merujuk istriku" atau "Si Fulanah", meskipun ia tidak mengatakan: "kembali ke nikahku" atau "kepadaku", namun disunnahkan menambahkan salah satu dari keduanya beserta shighah tersebut.

ويصح برددتها إلى نكاحي وبأمسكتها.

Dan sah (pula rujuk) dengan ucapan: "Aku mengembalikan dia ke nikahku" dan "Aku menahannya".

وأما عقد النكاح عليها بإيجاب وقبول فكناية تحتاج إلى نية.

Adapun akad nikah kepadanya dengan ijab dan kabul, maka itu merupakan kinayah (sindiran) yang membutuhkan niat.

ولا يصح تعليقها كراجعتك إن شئت.

Dan tidak sah menggantungkan rujuk (ta'liq), seperti: "Aku merujukmu jika engkau mau".

ولا يشترط الإشهاد عليها بل يسن.

Dan tidak disyaratkan adanya persaksian atas rujuk, melainkan hukumnya sunnah.

فروع يحرم التمتع برجعية ولو بمجرد نظر ولأحد إن وطئ بل يعزر.

Cabang-cabang hukum: Diharamkan bersenang-senang dengan wanita yang dalam masa iddah raj'iyyah, meskipun hanya sekadar memandang. Dan tidak ada had (hukuman pidana syar'i) bagi seseorang jika menggaulinya, melainkan ia dijatuhi ta'zir.

وتصدق بيمينها في انقضاء العدة بغير الأشهر من أقراء أو وضع إذا أمكن وإذا أنكره الزوج أو خالفت عادتها لان النساء مؤتمنات على أرحامهن.

Dan wanita itu dibenarkan beserta sumpah dalam hal habisnya masa iddah selain hitungan bulan—yaitu dengan quru' (suci/haid) atau melahirkan—jika hal itu memungkinkan, walaupun suami mengingkarinya atau wanita itu menyelisih kebiasaannya, karena para wanita dipercaya atas rahim-rahim mereka.

ولو تزوج مفارقته بدون ثلاث ولو بعد زوج آخر عادت ببقيته.

Dan seandainya seorang laki-laki menikahi kembali wanita yang dipisahkannya kurang dari tiga kali talak, meskipun setelah wanita itu menikah dengan suami lain, maka wanita itu kembali kepadanya dengan sisa jumlah talak yang tersisa.

ولو ادعى رجعة العدة وهي منقضية ولم تنكح فإن اتفقا على وقت الانقضاء كيوم الجمعة وقال: راجعت قبله فقالت بل بعده حلفت أنها لا تعلم أنه راجع فتصدق لان الأصل عدم الرجعة قبله فلو اتفقتا على وقت الرجعة كيوم الجمعة وقالت: انقضت يوم الخميس وقال: بل انقضت يوم السبت صدق بيمينه أنها ما انقضت يوم الخميس لاتفاقهما على وقت الرجعة والأصل عدم انقضاء العدة قبله.

Seandainya suami mengklaim telah merujuk pada masa iddah padahal iddah telah habis dan wanita itu belum menikah lagi, jika keduanya sepakat atas waktu habisnya iddah seperti hari Jumat, lalu suami berkata: "Aku telah merujuk sebelum hari itu," dan istri berkata: "Bahkan setelahnya," maka istri bersumpah bahwa ia tidak mengetahui bahwa suami telah merujuknya, sehingga perkataan istri dibenarkan karena hukum asalnya adalah tidak adanya rujuk sebelum waktu tersebut. Namun jika keduanya sepakat atas waktu rujuk seperti hari Jumat, lalu istri berkata: "Iddahku telah habis pada hari Kamis," dan suami berkata: "Bahkan habis pada hari Sabtu," maka suami dibenarkan beserta sumpahnya bahwa iddah belum habis pada hari Kamis, karena kesepakatan keduanya atas waktu rujuk dan hukum asalnya adalah belum habisnya iddah sebelum waktu tersebut.

ولو تزوج رجل مفارقته ولو بخلع بدون ثلاث ولو بعد أن نكحت ل زوج آخر ودخوله بها عادت إليه ببقيته: أي بقية الثلاث فقط من ثنتين أو واحدة.

Dan seandainya seorang laki-laki menikahi kembali wanita yang dipisahkannya, meskipun dengan khulu', kurang dari tiga kali talak, walaupun setelah wanita itu menikah dengan suami lain dan suami baru itu telah menggaulinya, maka wanita itu kembali kepadanya dengan sisa talaknya saja: yaitu sisa dari tiga kali talak, baik berupa dua atau satu talak.