باب النكاح

فصل في الصداق

فصل في الصداق

فصل في الصداق

Pasal tentang Mahar (Shadaq)

فصل في الصداق

Pasal tentang Mahar (Shadaq)

وهو ما وجب بنكاح أو وطء وسمي بذلك لإشعاره بصدق رغبة باذله في النكاح الذي هو الأصل في

Mahar adalah apa yang wajib disebabkan oleh nikah atau persetubuhan. Dinamakan shadaq karena menunjukkan ketulusan (shidq) keinginan orang yang memberikannya dalam pernikahan yang menjadi dasar…

إيجابه ويقال له أيضا مهر وقيل الصداق ما وجب بتسميته في العقد والمهر ما وجب بغير ذلك.

kewajibannya. Disebut juga mahar. Ada pendapat mengatakan shadaq adalah apa yang wajib karena penyebutannya di dalam akad, sedangkan mahar adalah apa yang wajib dengan tanpa penyebutan itu.

سن ذكر صداق في عقد وما صح ثمنا صح صداقا ولها حبس نفسها لتقبض غير مؤجل,

Disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad. Apa yang sah dijadikan harga (dalam jual beli) sah pula dijadikan mahar. Dan wanita berhak menahan dirinya sampai ia menerima mahar yang tidak ditangguhkan (kontan).

سن ولو في تزويج أمته بعبده ذكر صداق في عقد وكونه من فضة للاتباع فيهما وعدم زيادة على خمسمائة درهم١ أصدقة بناته ﷺ أو نقصان عن عشرة دراهم خالصة٢: وكره إخلاؤه عن ذكره وقد يجب لعارض كأن كانت المرأة غير جائزة التصرف.

Disunnahkan—meskipun dalam menikahkan budak wanitanya dengan budak laki-lakinya—menyebutkan mahar dalam akad dan mahar tersebut berupa perak karena mengikut tuntunan (ittiba') dalam kedua hal tersebut, serta tidak melebihi lima ratus dirham—yaitu mahar putri-putri Nabi ﷺ—atau kurang dari sepuluh dirham murni. Makruh mengosongkan akad dari penyebutan mahar, dan terkadang penyebutannya hukumnya wajib karena sebab tertentu, seperti apabila si wanita termasuk orang yang tidak sah bertindak hukum (ghairu ja'izit tasharruf).

وما صح كونه ثمنا صح كونه صداقا وإن قل لصحة كونه عوضا فإن عقد بما لا يتمول كنواة وحصاة وقمع باذنجان وترك حد قذف فسدت التسمية لخروجه عن العوضية.

Apa saja yang sah dijadikan harga (dalam jual beli), maka sah pula dijadikan mahar, meskipun sedikit, karena sahnya barang tersebut sebagai pengganti (imbalan). Jika akad dilakukan dengan sesuatu yang tidak bernilai harta, seperti biji kurma, batu kerikil, tangkai terung, atau gugurnya hukuman had qazaf, maka penentuan maharnya batal (fasad) karena keluar dari kriteria imbalan (harta).

ولها كولي ناقصة بصغر أو جنون وسيد أمة حبس نفسها لتقبض غير مؤجل من المهر المعين أو الحال سواء كان بعضه أم كله أما لو كان مؤجلا فلا حبس لها وإن حل قبل تسليمها نفسها له ويسقط حق الحبس بوطئه إياها طائعة كاملة فلغيرها الحبس بعد الكمال إلا أن يسلمها الولي بمصلحة وتمهل وجوبا النحو تنظف بالطلب منها أو من وليها ما يراه قاض من ثلاثة أيام فأقل لا لانقطاع حيض ونفاس.

Bagi seorang wanita—sebagaimana wali bagi wanita yang belum sempurna akal/usianya karena masih kecil atau gila, serta tuan dari hamba sahaya perempuan—berhak menahan dirinya untuk menerima mahar yang tidak ditangguhkan (berupa mahar tertentu atau mahar kontan), baik sebagian maupun seluruhnya. Adapun jika maharnya ditangguhkan, maka ia tidak berhak menahan diri, meskipun telah jatuh tempo sebelum ia menyerahkan dirinya kepada suami. Hak menahan diri ini gugur apabila suami telah menggaulinya secara sukarela dalam keadaan wanita itu sudah sempurna (baligh dan berakal). Maka bagi selainnya (wanita yang digauli sebelum sempurna) berhak menahan diri setelah ia sempurna, kecuali jika wali telah menyerahkannya demi suatu kemaslahatan. Wanita tersebut wajib diberi penangguhan waktu—seperti untuk bersolek atau membersihkan diri—atas permintaan darinya atau dari walinya, selama jangka waktu yang dipandang layak oleh hakim, yaitu tiga hari atau kurang, dan bukan karena terhentinya haid atau nifas.

نعم لو خشيت أنه يطؤها سلمت نفسها وعليها الامتناع فإن علمت أن امتناعها لا يفيد واقتضت القرائن بالقطع بأنه يطوها لم يبعد

Ya, jika ia khawatir suami akan menggaulinya, ia menyerahkan dirinya dan ia wajib menolak. Jika ia mengetahui bahwa penolakannya tidak ada gunanya dan indikasi-indikasi memastikan secara pasti bahwa suaminya akan menggaulinya, maka tidak jauh dari kebenaran…

ولو أنكح صغيرة أو رشيدة بكرا بلا إذن بدون مهر مثل أو عينت له قدرا فنقص عنه صح بمهر مثل.

Jika seorang wali menikahkan anak perempuan yang masih kecil atau wanita dewasa yang gadis tanpa izinnya dengan mahar di bawah mahar mitsil, atau wanita itu telah menentukan kadar maharnya lalu wali menguranginya, maka pernikahan tersebut sah dengan mahar mitsil.

وفي وطء نكاح فاسد مهر مثل ويتقرر كله بموت أو وطء ويسقط بفراق قبله كفسخها.

Pada persetubuhan dalam pernikahan yang fasad (rusak), wajib membayar mahar mitsil. Seluruh mahar menjadi tetap (menjadi kewajiban penuh) sebab kematian atau persetubuhan, dan gugur sebab perpisahan sebelumnya, seperti pembatalan (fasakh) dari pihak wanita.

أن لها بل عليها الامتناع حينئذ على ما قاله شيخنا.

…bahwa ia berhak, bahkan wajib menolak pada saat itu, sebagaimana yang disampaikan oleh guru kami.

ولو أنكح الولي صغيرة أو مجنونة أو رشيدة بكرا بلا إذن بدون مهر مثل أو عينت له قدرا فنقص عنه أو أطلقت الإذن ولم تتعرض لمهر فنقص عن مهر مثل صح النكاح على الأصح بمهر مثل لفساد المسمى كما إذا قبل النكاح لطفله بفوق مهر مثل من ماله ولو ذكروا مهرا سرا وأكثر منه جهرا لزمه ما عقد به اعتبارا بالعقد وإذا عقد سرا بألف ثم أعيد جهرا بألفين تجملا لزم ألف.

Jika seorang wali menikahkan anak kecil, wanita gila, atau wanita dewasa yang gadis tanpa izinnya dengan mahar di bawah mahar mitsil, atau wanita itu telah menentukan kadar maharnya lalu wali menguranginya, atau wanita itu memberikan izin secara mutlak tanpa menyebutkan mahar lalu wali memberikannya kurang dari mahar mitsil, maka pernikahan tersebut sah menurut pendapat yang lebih shahih dengan mahar mitsil karena batalnya mahar yang ditentukan (al-musamma), sebagaimana jika wali menerima pernikahan untuk anak kecilnya dengan mahar di atas mahar mitsil dari harta anak itu sendiri. Jika mereka menyebutkan mahar secara rahasia dan menyebutkan jumlah yang lebih banyak secara terang-terangan, maka yang wajib dibayar adalah jumlah yang menjadi dasar akad berdasarkan pertimbangan akad tersebut. Apabila diakadkan secara rahasia sebesar seribu kemudian diulangi secara terang-terangan sebesar dua ribu untuk kepatutan/keindahan, maka yang wajib adalah seribu.

وفي وطئ نكاح أو شراء فاسد كما في وطء شبهة يجب مهر مثل لاستيفائه منفعة البضع.

Dalam persetubuhan nikah yang fasad (rusak) atau pembelian (hamba) yang fasad, sebagaimana dalam persetubuhan syubhat, wajib membayar mahar mitsil karena ia telah mengambil manfaat dari kemaluan.

ولا يتعدد بتعدد الوطء إن اتحدت الشبهة.

Kewajiban mahar tersebut tidak berbilang (bertambah) dengan berulangnya persetubuhan apabila syubhatnya sama.

ويتقرر كله أي كل الصداق بموت لأحدهما ولو قبل الوطء لإجماع الصحابة على ذلك.

Seluruh mahar menjadi tetap (wajib dibayar penuh) dengan kematian salah satu dari keduanya, meskipun sebelum terjadinya persetubuhan, berdasarkan kesepakatan (ijmak) para sahabat atas hal tersebut.

أو وطء أي بغيبة الحشفة وإن بقيت البكارة.

Atau dengan persetubuhan, yaitu dengan masuknya hasyafah (kepala zakar), meskipun keperawanannya tetap utuh.

ويسقط أي كله بفراق وقع منها قبله أي قبل وطئ كفسخها بعيبه أو بإعساره وكردتها أو بسببها كفسخه بعيبها.

Mahar gugur seluruhnya sebab perpisahan yang berasal dari pihak wanita sebelum persetubuhan, seperti fasakh yang dilakukannya karena cacat pada suami atau karena ketidakmampuan suami memberi nafkah, dan seperti murtadnya wanita tersebut, atau disebabkan oleh pihak wanita seperti fasakh yang dilakukan suami karena cacat pada wanita.

ويتشطر بطلاق قبله وصدق نافي وطء وإذا اختلفا في قدره أو صفته ولا بينة تحالفا ثم يفسخ المسمى ويجب مهر المثل.

Mahar terbagi dua (menjadi setengah) sebab talak sebelum persetubuhan. Perkataan pihak yang mengingkari adanya persetubuhan dibenarkan. Apabila keduanya berselisih mengenai ukuran atau sifat mahar dan tidak ada bukti, maka keduanya saling bersumpah (tahaluf), kemudian mahar yang dinamakan (al-musamma) dibatalkan dan wajib membayar mahar mitsil.

ويتشطر المهر: أي يجب نصفه فقط بطلاق ولو باختيارها: كأن فوض الطلاق إليها فطلقت نفسها أو علقه بفعلها ففعلت أو فورقت بالخلع وبانفساخ نكاح بردته وحده قبله أي الوطء.

Mahar terbagi dua: yaitu wajib setengahnya saja sebab talak, meskipun atas pilihan wanita itu sendiri, seperti suami menyerahkan hak talak kepadanya lalu wanita itu menalak dirinya sendiri, atau suami menggantungkan talak pada perbuatannya lalu wanita itu melakukannya, atau dipisahkan dengan khuluk, dan sebab rusaknya pernikahan akibat murtadnya suami saja sebelum persetubuhan.

وصدق نافي وطئ من الزوجين بيمينه لان الأصل عدمه إلا إذا نكحها بشرط البكارة ثم قال وجدتها ثيبا ولم أطأها فقالت بل زالت بوطئك فتصدق بيمينها لدفع الفسخ ويصدق هو لتشطيره إن طلق قبل وطء.

Pihak dari kedua suami-istri yang mengingkari terjadinya persetubuhan dibenarkan dengan sumpahnya, karena hukum asalnya adalah tidak adanya persetubuhan. Kecuali jika suami menikahinya dengan syarat masih gadis, lalu suami berkata: "Aku mendapatkannya sudah tidak gadis dan aku belum menggaulinya," kemudian wanita itu menjawab: "Bahkan hilangnya keperawanan itu karena persetubuhanmu," maka wanita itu dibenarkan dengan sumpahnya untuk menolak pembatalan nikah (fasakh), dan suami dibenarkan untuk membagi dua maharnya jika ia menalak sebelum persetubuhan.

وإذا اختلفا أي الزوجان في قدره أي المهر المسمى وكان ما يدعيه الزوج أقل.

Apabila keduanya—yaitu suami istri—berselisih tentang ukuran mahar yang dinamakan (al-musamma), dan apa yang diakui oleh suami lebih sedikit,

أو في صفته من نحو جنس كدنانير وحلول وقدر أجل وصحة وضدها ولا بينة لأحدهما أو تعارضت بيناتهما تحالفا كما في البيع.

atau berselisih mengenai sifatnya, seperti jenisnya (misalnya dinar), pembayaran kontan (hulul), jangka waktu (ajal), kualitas baik atau buruknya, serta tidak ada bukti bagi salah satu dari keduanya atau bukti-bukti keduanya saling bertentangan, maka keduanya saling bersumpah sebagaimana dalam akad jual beli.

ثم بعد التحالف يفسخ المسمى ويجب مهر المثل وإن زاد على ما ادعته الزوجة.

Kemudian setelah saling bersumpah, penentuan mahar (al-musamma) dibatalkan dan wajib membayar mahar mitsil, meskipun jumlahnya melebihi dari apa yang dituntut oleh istri.

وهو: ما يرغب به عادة في مثلها نسبا وصفة من نساء عصباتها فتقدم أخت لأبوين فلأب فبنت أخ فعمة كذلك فإن جهل مهرهن فيعتبر مهر رحم لها كجدة وخالة.

Yaitu (mahar mitsil) kadar mahar yang biasanya diinginkan untuk wanita sepertinya dari segi nasab dan sifat dari kalangan wanita 'ashabah-nya. Maka didahulukan saudara perempuan kandung, lalu saudara perempuan sebapak, lalu anak perempuan dari saudara laki-laki, lalu bibi dari pihak bapak demikian pula. Jika tidak diketahui mahar mereka, maka dipertimbangkan mahar dari kerabat kerahiman (arham)-nya seperti nenek dan bibi dari pihak ibu (khalah).

وليس لولي عفو عن مهر.

Seorang wali tidak berhak memaafkan (menggugurkan) mahar.

قال الماوردي والروياني: تقدم الأم فالأخت للام فالجدات فالخالة فبنت الأخت أي للام فبنت الخالة.

Al-Mawardi dan Ar-Ruyani berkata: Didahulukan ibu, lalu saudara perempuan seibu, lalu nenek-nenek, lalu bibi dari pihak ibu (khalah), lalu anak perempuan dari saudara perempuan (seibu), lalu anak perempuan dari khalah.

ولو اجتمع أم أب وأم أم فالذي يتجه استواؤهما فإن تعذرت اعتبر بمثلها في الشبه من الأجنبيات.

Jika berkumpul nenek dari pihak bapak (ibu dari bapak) dan nenek dari pihak ibu (ibu dari ibu), maka pandangan yang tepat adalah disamakan (posisi keduanya). Jika hal itu sulit/tidak memungkinkan, maka dipertimbangkan dengan wanita lain (bukan kerabat) yang serupa/mempunyai kemiripan.

ويعتبر مع ذلك ما يختلف به غرض كسن ويسار وبكارة وجمال وفصاحة فإن اختصت عنهن بفضل أو نقص زيد عليه أو نقص منه لائق بالحال بحسب ما يراه قاض.

Di samping itu, dipertimbangkan pula hal-hal yang membedakan tujuan/keinginan, seperti usia, kekayaan, keperawanan, kecantikan, dan kefasihan berbicara. Jika ia memiliki kelebihan atau kekurangan dibanding mereka, maka maharnya ditambah atau dikurangi secara layak sesuai keadaan berdasarkan pertimbangan hakim.

ولو سامحت واحدة لم يجب موافقتها.

Jika salah seorang dari mereka memurahkan maharnya (meminta sedikit mahar), tidak wajib mengikutinya.

وليس لولي عفو عن مهر لموليته كسائر ديونها وحقوقها.

Wali tidak berhak memaafkan/menggugurkan mahar milik perempuannya (perempuan di bawah perwaliannya), sebagaimana utang-utang dan hak-haknya yang lain.

ووجدت من خط العلامة الطنبداوي أن الحيلة في براءة الزوج عن المهر حيث كانت المرأة صغيرة أو مجنونة أو سفيهة أن يقول الولي مثلا طلق موليتي على خمسمائة درهم مثلا علي فيطلق ثم يقول الزوج أحلت عليك موليتك بالصداق الذي لها علي فيقول الولي قبلت فيبرأ الزوج حينئذ من الصداق انتهى.

Dan aku menemukan dari tulisan Al-Allamah At-Thanbidawi bahwa siasat (hilah) untuk membebaskan suami dari mahar ketika perempuannya masih kecil, gila, atau kurang akal (safiha) adalah wali berkata misalnya, "Talaklah perempuan perwalianku dengan imbalan lima ratus dirham misalnya yang menjadi tanggunganku," lalu suami menalaknya, kemudian suami berkata, "Aku mengalihkan tanggungan mahar perwalianmu yang ada padaku kepadamu," lalu wali berkata, "Aku terima," maka suami pun bebas dari mas kawin tersebut. Selesai.

ويصح التبرع بالمهر من مكلفة بلفظ الإبراء والعفو والإسقاط والإحلال والتحليل والإباحة والهبة وإن لم يحصل قبول.

Sah menyerahkan/membebaskan mahar secara sukarela dari seorang wanita mukalaf dengan lafal ibra' (pembebasan), 'afwu (pengguguran), isqath (pengguguran), ihlal, tahlil, ibahah (pembolehan), dan hibah, meskipun tidak terjadi penerimaan (qabul dari suami).

مهمات لو خطب امرأة ثم أرسل أو دفع بلا لفظ إليها مالا قبل العقد: أي ولم يقصد التبرع ثم وقع الإعراض منها أو منه رجع

Hal-hal penting: Jika seseorang melamar seorang wanita kemudian mengirimkan atau memberikan harta kepadanya tanpa lafal sebelum akad—yakni tanpa bermaksud memberikan hibah/pemberian sukarela—kemudian terjadi pemutusan/pembatalan dari pihak wanita maupun pihak laki-laki, maka ia dapat meminta kembali…

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

……………………………..

بما وصلها منه كما صرح به جمع محققون.

…apa yang telah sampai kepadanya (wanita tersebut) darinya, sebagaimana ditegaskan oleh sekelompok ulama peneliti (muhaqqiqin).

ولو أعطاها مالا فقالت هدية وقال صداقا صدق بيمينه وإن كان من غير جنسه ولو دفع لمخطوبته وقال جعلته من الصداق الذي سيجب بالعقد أو من الكسوة التي ستجب بالعقد والتمكين وقالت بل هي هدية فالذي يتجه تصديقها إذ لا قرينة هنا على صدقه في قصده.

Jika ia memberinya harta, lalu pihak wanita berkata "Ini adalah hadiah" sedangkan laki-laki berkata "Ini adalah mahar", maka perkataan laki-laki dibenarkan beserta sumpahnya, meskipun harta itu bukan dari jenis mahar yang biasa. Dan jika ia memberikan sesuatu kepada wanita yang dilamarnya seraya berkata "Aku menjadikannya bagian dari mahar yang kelak wajib dengan adanya akad" atau "bagian dari nafkah pakaian yang kelak wajib dengan akad dan penyerahan diri", sedangkan wanita itu berkata "Bahkan ini adalah hadiah", maka pandangan yang kuat adalah membenarkan perkataan wanita tersebut, karena tidak ada indikasi di sini yang menunjukkan kebenaran niat laki-laki itu.

ولو طلق في مسألتنا بعد العقد لم يرجع بشيء كما رجحه الأذرعي خلافا للبغوي لأنه إنما أعطى لأجل العقد وقد وجد.

Jika ia menalak dalam masalah kita ini setelah akad, ia tidak boleh meminta kembali sesuatu pun sebagaimana yang dirajihkan oleh Al-Adzra'i, berbeda dengan pendapat Al-Baghawi, karena ia memberikan harta itu demi terlaksananya akad, dan akad tersebut telah terjadi.

تتمة [في بيان حكم المتعة] تجب عليه لزوجة موطوءة ولو أمة متعة بفراق بغير سببها وبغير موت أحدهما وهي ما يتراضى الزوجان عليه وقيل أقل مال يجوز جعله صداقا ويسن أن لا ينقص عن ثلاثين درهما١ فإن تنازعا قدرها القاضي بقدر حالهما من يساره وإعساره ونسبها وصفتها.

Pelengkap [Penjelasan Hukum Mut'ah]: Wajib bagi suami memberikan mut'ah (pemberian pemisah) kepada istri yang telah digauli, meskipun berupa hamba sahaya, disebabkan perpisahan yang bukan karena sebab dari pihak istri dan bukan karena kematian salah satu dari keduanya. Mut'ah adalah apa yang disepakati oleh kedua suami istri tersebut; dan dikatakan (pendapat lain): minimal berupa harta yang sah dijadikan mahar, serta disunahkan tidak kurang dari tiga puluh dirham. Jika keduanya berselisih, maka hakim yang menetapkan kadarnya sesuai dengan keadaan keduanya, dari segi kelapangan/kesempitan ekonomi suami serta nasab dan sifat sang istri.

خاتمة [في بيان حكم الوليمة] الوليمة لعرس سنة مؤكدة للزوج الرشيد وولي غيره من مال نفسه ولا حد لأقلها لكن الأفضل للقادر شاة ووقتها الأفضل بعد الدخول للاتباع وقبله بعد العقد يحصل بها

Penutup [Penjelasan Hukum Walimah]: Walimah untuk pernikahan (walimatul 'urs) hukumnya sunnah muakkadah bagi suami yang rasyid (dewasa/cakap) dan bagi wali selainnya dari hartanya sendiri. Tidak ada batas minimalnya, namun yang paling utama bagi yang mampu adalah menyembelih seekor kambing. Waktu yang paling utama adalah setelah dukhul (bersenggama) karena mengikuti sunnah (itba'), dan sebelum dukhul setelah akad nikah sudah dianggap terlaksana…

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

……………………………..

أصل السنة والمتجه استمرار طلبها بعد الدخول وإن طال الزمن كالعقيقة أو طلقها وهي ليلا أولى.

Hukum asal kesunnahannya (walimah) dan pendapat yang kuat adalah berlanjutnya anjuran melaksanakannya setelah dukhul (bersetubuh) meskipun sudah lama berlalu seperti halnya aqiqah, atau jika ia telah menceraikannya. Dan melaksanakannya pada malam hari itu lebih utama.

وتجب على غير معذور بأعذار الجمعة وقاض الإجابة إلى وليمة عرس عملت بعد عقد لا قبله إن دعاه مسلم إليها بنفسه أو نائبة الثقة وكذا مميز لم يعهد منه كذب وعم بالدعاء الموصوفين يوصف قصده كجيرانه وعشيرته أو أصدقائه أو أهل حرفته فلو كثر نحو عشيرته أو عجز عن الاستيعاب لفقره لم يشترط عموم الدعوة على الأوجه بل الشرط أن لا يظهر منه قصد تخصيص لغني أو غيره وأن يعين المدعو بعينه أو وصفه فلا يكفي من أراد فليحضر أو ادع من شئت أو لقيت بل لا تسن الإجابة حينئذ وأن لا يترتب على إجابته خلوة محرمة فالمرأة تجيبها المرأة إن أذن زوجها أو سيدها لا الرجل إلا إن كان هناك مانع خلوة محرمة كمحرم لها أو له أو امرأة أما مع الخلوة فلا يجيبها مطلقا وكذا مع عدمها إن كان الطعام خاصا به: كأن جلست ببيت وبعثت له الطعام إلى بيت آخر من دارها خوف الفتنة بخلاف إذا لم تخف فقد كان شعبان وأضرابه رابعة العدوية ويسمعون كلامها: فإن وجد رجل كسفيان وامرأة كرابعة لم تحرم الإجابة بل لا تكره وأن لا يدعي لنحو خوف منه أو طمع في جاهه أو لإعانته على باطل ولا إلى شبهة بأن لا يعلم حرام في ماله أما إذا كان فيه شبهة بأن علم اختلاطه أو طعام الوليمة بحرام وإن قل فلا تجب إجابة بل تكره إن كان أكثر ماله حراما فإن علم أن عين

Wajib hukumnya menghadiri undangan walimatul 'urs (pesta pernikahan) yang diadakan setelah akad nikah, bukan sebelumnya, bagi orang yang tidak memiliki uzur (seperti uzur salat Jumat) dan hakim, jika yang mengundangnya adalah seorang muslim secara langsung atau melalui wakilnya yang terpercaya, begitu pula anak mumayyiz yang tidak dikenal suka berbohong; dan orang yang mengundang tersebut meratakan undangannya kepada orang-orang yang disifati dengan suatu sifat yang menjadi tujuannya, seperti para tetangganya, kerabatnya, teman-temannya, atau sesama profesinya. Jika kerabatnya sangat banyak atau ia tidak mampu mengundang semuanya karena kemiskinannya, menurut pendapat yang kuat tidak disyaratkan meratakan undangan, melainkan syaratnya adalah tidak tampak dari dirinya maksud mengkhususkan orang kaya saja atau sejenisnya, serta mengidentifikasi orang yang diundang dengan menyebut nama atau sifatnya. Maka tidak cukup ucapan "siapa yang mau silakan datang" atau "undanglah siapa saja yang engkau kehendaki atau temui", bahkan menghadiri undangan seperti itu tidak disunnahkan. Syarat lainnya adalah tidak menimbulkan khalwat (berduaan) yang diharamkan, maka seorang wanita memenuhi undangan wanita lain jika diizinkan oleh suami atau tuannya, bukan undangan laki-laki kecuali jika ada penghalang dari khalwat yang diharamkan seperti adanya mahram bagi wanita/laki-laki tersebut atau wanita lain. Adapun jika terjadi khalwat, maka ia tidak boleh memenuhi undangannya secara mutlak; demikian pula jika tidak ada khalwat tetapi makanan itu khusus untuknya, seperti wanita itu duduk di satu rumah dan mengirimkan makanan kepadanya di rumah lain dari kediamannya karena takut fitnah, berbeda jika tidak dikhawatirkan fitnah, sebab dahulu Sya'ban dan sejawatnya mendatangi Rabiah al-Adawiyah dan mendengarkan perkataannya: maka jika ditemukan laki-laki seperti Sufyan dan wanita seperti Rabiah, tidak haram memenuhi undangan tersebut bahkan tidak makruh. Dan (syarat lainnya) ia tidak diundang karena rasa takut padanya, mengharapkan kedudukannya, atau untuk membantunya dalam kebatilan; serta tidak diundang ke makanan syubhat dengan sekira tidak diketahui adanya keharaman dalam hartanya. Adapun jika di dalamnya terdapat syubhat, seperti diketahui tercampurnya harta atau makanan walimah tersebut dengan yang haram meskipun sedikit, maka tidak wajib memenuhi undangan, bahkan makruh jika mayoritas hartanya adalah haram. Jika ia mengetahui bahwa zat…

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

……………………………..

الطعام حرام حرمت الإجابة وإن لم يرد الأكل منه كما استظهره شيخنا.

makanan itu haram, maka haram hukumnya menghadiri undangan tersebut meskipun ia tidak bermaksud memakannya, sebagaimana yang ditegaskan oleh guru kami.

ولا إلى محل فيه منكر لا يزول بحضوره ومن المنكر ستر جدار بحرير وفرش مغصوبة أو مسروقة ووجود من يضحك الحاضرين بالفحش والكذب فإن كان حرمت الإجابة ومنه صورة حيوان مشتملة على ما لا يمكن بقاؤه بدونه وإن لم يكن لها نظير كفرس بأجنحة وطير بوجه إنسان على سقف أو جدار أو ستر علق لزينة أو ثياب ملبوسة أو وسادة منصوبة لأنها تشبه الأصنام فلا تجب الإجابة في شيء من الصور المذكورة بل تحرم.

Dan (syarat lainnya) tidak dipanggil ke tempat yang di dalamnya terdapat kemungkaran yang tidak bisa hilang dengan kehadirannya. Di antara kemungkaran tersebut adalah menutupi dinding dengan kain sutra, hamparan hasil ghasab atau curian, serta keberadaan orang yang membuat hadirin tertawa dengan kata-kata keji dan kebohongan. Jika hal itu ada, maka haram hukumnya memenuhi undangan. Termasuk kemungkaran juga adalah gambar makhluk bernyawa yang mencakup organ yang tidak mungkin hidup tanpanya, meskipun tidak ada tandingannya di alam nyata seperti kuda bersayap atau burung berwajah manusia, baik berada di atap, dinding, tirai yang digantung untuk perhiasan, pakaian yang dikenakan, atau bantal yang ditegakkan, karena hal itu menyerupai berhala. Maka tidak wajib memenuhi undangan pada semua bentuk gambar yang disebutkan tersebut, bahkan hukumnya haram.

ولا أثر بحمل النقد الذي عليه صورة كاملة لأنه للحاجة ولأنها ممتهنة بالمعاملة بها.

Dan tidak berdampak (tidak diharamkan) membawa uang bernilai (mata uang) yang terdapat gambar utuh, karena hal itu untuk keperluan dan gambar tersebut dihinakan (tidak diagungkan) dengan digunakannya dalam transaksi.

ويجوز حضور محل فيه صورة تمتهن كالصور ببساط يداس ومخدة ينام أو يتكأ عليها وطبق وخوان وقصعة وإبريق وكذا إن قطع رأسها لزوال ما به الحياة.

Boleh menghadiri tempat yang di dalamnya terdapat gambar yang dihinakan (diinjak atau dipakai sehari-hari), seperti gambar pada karpet yang diinjak, bantal yang ditiduri atau dijadikan sandaran, nampan, meja makan, mangkuk besar, dan teko. Demikian pula jika bagian kepalanya dipotong karena telah hilang organ yang menjadi sarana kehidupan.

ويحرم ولو على نحو أرض تصوير حيوان وإن لم يكن له نظير نعم: يجوز تصوير لعب البنات لان عائشة ﵁ كانت تلعب بها عنده ﷺ كما في مسلم [رقم: ٢٤٤٠] وحكمته تدريبهن أمر التربية.

Haram melukis/membuat gambar makhluk bernyawa meskipun di atas tanah dan meskipun tidak ada tandingannya (di alam nyata). Namun, boleh membuat mainan boneka untuk anak perempuan, karena Aisyah radhiyallahu 'anha dahulu bermain boneka di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim [No. 2440], dan hikmahnya adalah untuk melatih mereka dalam hal pengasuhan anak.

ولا يحرم أيضا تصوير حيوان بلا رأس خلافا للمتولي.

Tidak haram pula menggambarkan makhluk bernyawa tanpa kepala, berbeda dengan pendapat al-Mutawalli.

ويحل صوغ حلي ونسج حرير لأنه يحل للنساء نعم: صنعته لمن

Boleh mengukir/membuat perhiasan dan menenun kain sutra karena hal itu halal bagi wanita. Namun, pembuatannya bagi orang yang…

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

……………………………..

لا يحل له استعماله حرام.

tidak halal menggunakannya hukumnya haram.

ولو دعاه اثنان أجاب أسبقهما دعوة فإن دعواه معا أجاب الأقرب رحما فدارا ثم بالقرعة.

Apabila dua orang mengundangnya bersamaan, ia memenuhi undangan orang yang lebih dahulu mengundangnya. Jika keduanya mengundang secara bersamaan, ia memenuhi undangan yang lebih dekat hubungan kerabatnya, kemudian yang lebih dekat rumahnya, lalu dengan cara diundi.

وتسن إجابة سائر الولائم كما عمل للختان والولادة وسلامة المرأة الطلق وقدوم المسافر وختم القرآن وهي مستحبة في كلها.

Disunnahkan memenuhi undangan pesta-pesta lainnya, seperti yang diadakan untuk khitanan, kelahiran anak, keselamatan wanita dari proses melahirkan, kepulangan musafir, dan khatam Al-Qur'an; hukum mendatangi pesta-pesta ini adalah sunnah (mustahab) pada semuanya.

فروع يندب الأكل في صوم نفل ولو مؤكدا لإرضاء ذي الطعام بأن شق عليه إمساكه ولو آخر النهار

Cabang Masalah: Disunnahkan makan bagi orang yang berpuasa sunnah (meskipun puasa sunnah muakkad) demi menyenangkan pemilik makanan, sekira pemilik makanan merasa berat/kecewa jika ia tetap berpuasa, meskipun hal itu terjadi di akhir siang,

للأمر بالفطر ويثاب على ما مضى وقضى ندبا يوما مكانه فإن لم يشق عليه إمساكه لم يندب الإفطار بل الإمساك أولى قال الغزالي: يندب أن ينوي بفطره إدخال السرور عليه.

karena adanya anjuran untuk berbuka, dan ia tetap mendapat pahala atas puasa yang telah berlalu serta disunnahkan mengganti puasa sehari di hari lain. Namun jika tidak memberatkan pemilik makanan apabila ia tetap berpuasa, maka tidak disunnahkan membatalkan puasa melainkan menahannya (tetap berpuasa) lebih utama. Al-Ghazali berkata: Disunnahkan ia berniat dengan membatalkan puasanya untuk memasukkan rasa bahagia ke dalam hati pemilik makanan.

ويجوز للضيف أن يأكل مما قدم له بلا لفظ من المضيف نعم إن انتظر غيره لم يجز قبل حضوره إلا بلفظ منه.

Boleh bagi tamu untuk memakan makanan yang disajikan kepadanya tanpa perlu ada ucapan (izin lisan) dari tuan rumah. Ya, jika tuan rumah sedang menunggu orang lain, maka tidak boleh memakannya sebelum orang tersebut hadir kecuali dengan persetujuan lisan dari tuan rumah.

وصرح الشيخان بكراهة الأكل فوق الشبع وآخرون بحرمته.

Asy-Syaikhani (An-Nawawi dan Ar-Rafi'i) menegaskan makruhnya makan melebihi rasa kenyang, sedangkan ulama lainnya menegaskan keharamannya.

وورد بسند ضعيف زجر النبي ص أن يعتمد الرجل على يده اليسرى عند الأكل قال مالك: هو نوع من الاتكاء فالسنة للأكل أن يجلس

Diriwayatkan dengan sanad yang lemah bahwasanya Nabi SAW melarang seseorang bertumpu pada tangan kirinya saat makan. Malik berkata: Itu merupakan salah satu bentuk bertelekan (ittika'). Maka sunnah bagi orang yang makan adalah duduk

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

……………………………

جاثيا على ركبتيه وظهور قدميه أو ينصب رجله اليمنى ويجلس على اليسرى ويكره الأكل متكئا وهو المعتمد على وطاء تحته ومضطجعا إلا فيما يتنقل به لا قائما والشرب قائما خلاف الأولى.

berlutut di atas kedua lutut dan punggung kedua kakinya, atau menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas kaki kiri. Makruh hukumnya makan sambil bertelekan—yaitu bertumpu pada alas di bawahnya—dan makan sambil berbaring kecuali makanan ringan (camilan), serta tidak makan sambil berdiri. Adapun minum sambil berdiri hukumnya khilaful aula (menyelisih yang utama).

ويسن للآكل أن يغسل اليدين والفم قبل الأكل وبعده ويقرأ سورتي الإخلاص وقريش بعده ولا يبتلع ما يخرج من أسنانه بالخلال بل يرميه بخلاف ما يجمعه بلسانه من بينها فإنه يبتلعه.

Disunnahkan bagi orang yang makan untuk mencuci kedua tangan dan mulut sebelum dan sesudah makan, serta membaca surah Al-Ikhlas dan Quraisy setelahnya. Janganlah ia menelan sisa makanan yang keluar dari sela-sela giginya menggunakan tusuk gigi (khilal), melainkan hendaknya ia membuangnya, berbeda dengan apa yang dikumpulkan oleh lidahnya dari sela-sela gigi, maka ia boleh menelannya.

ويحرم أن يكبر اللقم مسرعا حتى يستوفي أكثر الطعام ويحرم غيره.

Diharamkan memperbesar suapan dengan terburu-buru hingga menghabiskan sebagian besar makanan dan menghalangi orang lain.

ولو دخل على آكلين فأذنوا له لم يجز له الأكل معهم إلا إن ظن أنه عن طيب نفس لا لنحو حياء.

Jika seseorang mendatangi sekelompok orang yang sedang makan lalu mereka mengizinkannya, maka ia tidak boleh makan bersama mereka kecuali jika ia meyakini (menduga kuat) bahwa izin tersebut berasal dari kerelaan hati, bukan karena rasa malu atau segan.

ولا يجوز للضيف أن يطعم سائلا أو هرة إلا إن علم رضا الداعي.

Tidak boleh bagi seorang tamu memberi makan kepada peminta-minta atau kucing kecuali jika ia mengetahui kerelaan orang yang mengundang.

ويكره للداعي تخصيص بعض الضيفان بطعام نفيس.

Dimakruhkan bagi tuan rumah yang mengundang untuk mengistimewakan sebagian tamu dengan makanan yang istimewa.

ويحرم للأراذل أكل ما قدم للأماثل.

Diharamkan bagi orang-orang jelata (tamu biasa) memakan makanan yang disajikan khusus untuk orang-orang terhormat.

ولو تناول ضيف إناء طعام فانكسر منه ضمنه كما بحثه الزركشي لأنه في يده في حكم العارية.

Jika seorang tamu mengambil wadah makanan lalu pecah di tangannya, maka ia wajib menggantinya sebagaimana dibahas oleh Az-Zarkaszi, karena wadah tersebut di tangannya berstatus hukum barang pinjaman ('ariyah).

ويجوز للإنسان أخذ من نحو طعام صديقه مع ظن رضا مالكه بذلك ويختلف بقدر المأخوذ وجنسه وبحال المضيف ومع ذلك ينبغي له مراعاة نصفة أصحابه فلا يأخذ إلا ما يخصه أو يرضون به عن طيب نفس لا عن حياء وكذا يقال في قران نحو تمرتين أما عند الشك في الرضا فيحرم الأخذ كالتطفل ما لم يعم: كأن فتح الباب

Boleh bagi seseorang mengambil makanan (atau sejenisnya) milik temannya jika ia menduga kuat kerelaan pemiliknya. Hal ini berbeda-beda tergantung kadar yang diambil, jenisnya, dan kondisi tuan rumah. Meskipun demikian, ia hendaknya memperhatikan keadilan terhadap teman-temannya, sehingga ia tidak mengambil kecuali bagian yang menjadi haknya atau apa yang mereka relakan dengan senang hati bukan karena rasa malu. Demikian pula halnya dalam memakan dua kurma sekaligus (qiran). Adapun ketika ada keraguan tentang kerelaan pemiliknya, maka haram mengambilnya seperti halnya tatafful (menghadiri undangan tanpa diundang), selama tidak ada keumuman izin, seperti pintu rumah dibuka

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

………………………

ليدخل من شاء.

agar siapa saja yang berkehendak boleh masuk.

ولزم مالك طعام إطعام مضطر قدر سد رمقه إن كان معصوما مسلما أو ذميا وإن احتاجه مالكه مآلا وكذا بهيمة الغير المحترمة بخلاف حربي ومرتد وزان محصن وتارك صلاة وكلب عقور فإن منع فله أخذه قهرا بعوض إن حضر وإلا فنسيئة ولو أطعمه ولم يذكر عوضا فلا عوض له لتقصيره ولو اختلفا في ذكر العوض صدق المالك بيمينه.

Wajib bagi pemilik makanan untuk memberi makan orang yang dalam keadaan darurat sekadar untuk menyambung hidupnya jika ia adalah orang yang terlindungi darahnya (ma'shum), baik muslim maupun kafir dzimmi, meskipun pemiliknya akan membutuhkannya di kemudian hari. Demikian pula halnya hewan milik orang lain yang dihormati (dilindungi), berbeda dengan kafir harbi, orang murtad, pezina muhshan, orang yang meninggalkan shalat, dan anjing gila. Jika pemilik menolak, maka orang yang darurat boleh mengambilnya secara paksa dengan pembayaran ganti rugi jika ada uangnya, atau secara utang jika tidak ada. Jika pemilik memberinya makan tanpa menyebutkan ganti rugi, maka ia tidak berhak menuntut ganti rugi karena kelalaiannya. Dan jika keduanya berselisih tentang penyebutan ganti rugi, maka pernyataan pemilik yang dibenarkan dengan sumpahnya.

ويجوز نثر نحو سكر وتنبل وتركه أولى ويحل التقاطه للعلم برضا مالكه ويكره أخذه لأنه دناءة.

Boleh menyebarkan/membagikan sejenis gula dan sirih (pada acara pesta), namun meninggalkannya lebih utama. Dan halal mengutipnya karena diketahui adanya kerelaan dari pemiliknya, tetapi makruh mengambilnya karena hal itu mencerminkan kerendahan diri.

ويحرم أخذ فرخ طير عشش بملك الغير وسمك دخل مع الماء في حوضه.

Diharamkan mengambil anak burung yang membuat sarang di properti milik orang lain, serta ikan yang masuk bersama air ke dalam kolam miliknya.