باب النكاح

فرع في حكم المطلقة بالثلاث

فرع في حكم المطلقة بالثلاث

فرع [في حكم المطلقة بالثلاث]

Cabang Masalah [Hukum Wanita yang Ditalak Tiga]

حرم لحر من طلقها ثلاثا ولعبد من طلقها ثنتين حتى تنكح ويولج حشفة بانتشار ويقبل قولها

Haram bagi pria merdeka untuk menikahi wanita yang telah ditalaknya tiga kali, dan bagi budak pria yang telah menalaknya dua kali, sampai wanita tersebut menikah (dengan pria lain) dan suaminya itu memasukkan kepala zakar dengan ereksi, serta perkataan wanita tersebut dibenarkan.

فرع في حكم المطلقة بالثلاث.

Cabang masalah tentang hukum wanita yang ditalak tiga.

حرم لحر من طلقها ولو قبل الوطء ثلاثا ولعبد من طلقها ثنتين في نكاح أو أنكحة حتى تنكح زوج غيره بنكاح صحيح ثم يطلقها وتنقض عدتها منه كما هو معلوم ويولج بقبلها حشفة منه أو قدرها من فاقدها مع افتضاض لبكر وشرط كون الإيلاج بانتشار للذكر أي معه وإن قل أو أعين بنحو إصبع ولا يشترط إنزال وذلك للآية. [٢ سورة البقرة الآية: ٢٣] .

Haram bagi seorang pria merdeka yang telah menalak istrinya—meskipun sebelum disetubuhi—sebanyak tiga kali, dan bagi seorang budak yang telah menalaknya dua kali dalam satu pernikahan atau beberapa kali pernikahan, hingga wanita tersebut menikah dengan suami lain dengan pernikahan yang sah, kemudian suami baru itu menalaknya dan masa iddahnya dengannya telah habis sebagaimana yang telah diketahui, serta suami baru itu memasukkan kepala zakarnya—atau seukuran itu bagi yang tidak memilikinya—ke dalam kemaluan depan wanita tersebut, disertai pecahnya selaput dara jika ia perawan. Dan disyaratkan penetrasi tersebut dilakukan dengan kondisi ereksi zakar, yakni disertai ereksi meskipun sedikit atau dibantu dengan semisal jari; dan tidak disyaratkan keluar mani. Hal tersebut berdasarkan ayat Al-Qur'an [QS. Al-Baqarah: 230].

والحكمة في اشتراط التحليل التنفير من استيفاء ما يملكه من الطلاق.

Dan hikmah disyaratkan muhallil (suami kedua) adalah untuk membuat jera (pria pertama) dari menghabiskan jatah talak yang dimilikinya.

ويقبل قولها أي المطلقة.

Dan diterima/dibenarkan perkataan wanita tersebut, yaitu wanita yang ditalak.

في تحليل وإن كذبها الثاني وللأول نكاحها ولو أخبرته أنها تحللت ثم رجعت قبلت قبل عقد لا بعده وإن صدقها الثاني.

Dalam hal tahlil (terpenuhinya syarat kehalalan untuk suami pertama) meskipun suami kedua mendustakannya. Dan boleh bagi suami pertama untuk menikahi wanita tersebut. Apabila wanita itu memberitahunya bahwa ia telah halal (tahlil) kemudian ia menarik kembali pengakuannya, maka penarikannya diterima jika sebelum terjadinya akad nikah, bukan setelahnya, meskipun suami kedua membenarkannya.

في تحليل وانقضاء عدة عند إمكان.

Dalam hal tahlil (kehalalan menikah kembali) dan habisnya masa iddah ketika hal itu memungkinkan.

وإن كذبها الثاني في وطئه لها لعسر إثباته.

Meskipun suami kedua mendustakannya mengenai persetubuhannya dengannya, karena sulitnya membuktikannya.

وإذا ادعت نكاحا وانقضاء عدة وحلفت عليهما جاز للزوج الأول نكاحها وإن ظن كذبها لان العبرة في العقود بقول أربابها ولا عبرة بظن لا مستند له.

Apabila wanita itu mengaku telah menikah (dengan pria lain) dan telah habis masa iddahnya serta ia bersumpah atas kedua hal tersebut, maka boleh bagi suami pertama untuk menikahinya meskipun ia menduga wanita itu berbohong, karena patokan dalam akad-akad adalah perkataan pelakunya, dan dugaan tanpa landasan tidaklah dianggap.

ولو ادعى الثاني الوطء وأنكرته لم تحل للأول ولو قالت: لم أنكح ثم كذبت نفسها وادعت نكاحا بشرطه جاز للأول نكاحها إن صدقها.

Jika suami kedua mengaku telah menyetubuhinya sementara wanita itu mengingkarinya, maka ia tidak halal bagi suami pertama. Dan apabila wanita itu sebelumnya berkata: 'Aku belum menikah (lagi)', kemudian ia mendustakan dirinya sendiri dan mengklaim telah menikah sesuai syarat-syaratnya, maka boleh bagi suami pertama untuk menikahinya jika ia membenarkannya.

ولو أخبرته أي المطلقة زوجها الأول أنها تحللت ثم رجعت وكذبت نفسها قبلت دعواها قبل عقد عليها للأول فلا يجوز له نكاحها لا بعده: أي لا يقبل إنكارها التحليل بعد عقد الأول لان رضاها بنكاحه يتضمن الاعتراف بوجود التحليل فلا يقبل منها خلافه.

Dan seandainya wanita tersebut (yakni wanita yang ditalak) mengabarkan kepada suami pertamanya bahwa dirinya telah dihalalkan (telah menikah lagi dengan suami kedua lalu ditalak dan habis masa idahnya), kemudian ia menarik kembali pengakuannya dan mendustakan dirinya sendiri, maka pengakuan pembatalan tersebut diterima sebelum dilangsungkan akad nikah dengan suami pertama, sehingga suami pertama tidak boleh menikahinya. Namun tidak diterima jika setelah akad, artinya: pengingkarannya terhadap penghalalan (tahlil) tersebut tidak diterima setelah akad dengan suami pertama karena kerelaannya untuk menikah lagi dengannya mengandung pengakuan akan adanya tahlil, sehingga pengakuan yang bertentangan dengannya tidak diterima darinya.

وإن صدقها الثاني في عدم الإصابة لان الحق تعلق بالأول فلم تقدر هي ولا مصدقها على رفعه كما أفتى به جمع من مشايخنا المحققين.

Meskipun suami kedua membenarkannya dalam hal tidak adanya persetubuhan (isabah), karena hak sudah berkaitan dengan suami pertama, sehingga baik wanita itu maupun orang yang membenarkannya tidak berkuasa untuk membatalkannya, sebagaimana difatwakan oleh sekelompok guru-guru kami yang muhaqqiq.

تتمة [في ما يثبت به الطلاق] إنما يثبت الطلاق كالإقرار به

Pelengkap [tentang hal yang dengannya talak menjadi terbukti]. Sesungguhnya talak, sebagaimana pengakuan terhadapnya, hanya menjadi terbukti…

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

…………………………..

بشهادة رجلين حرين عدلين فلا يحكم بوقوعه بشهادة الإناث ولو مع رجل أو كن أربعا ولا بالعبيد ولو صلحاء ولا بالفساق ولو كان الفسق بإخراج مكتوبة عن وقتها بلا عذر.

…dengan kesaksian dua orang laki-laki, merdeka, lagi adil. Maka tidak dijatuhi hukum jatuhnya talak dengan kesaksian para perempuan meskipun bersama seorang laki-laki atau meskipun empat orang perempuan; tidak pula dengan kesaksian para budak meskipun mereka orang-orang saleh; dan tidak pula dengan kesaksian orang-orang fasik, meskipun fasiknya karena mengeluarkan shalat fardhu dari waktunya tanpa uzur.

ويشترط للأداء والقبول أن يسمعاه ويبصر المطلق حين النطق به فلا يصح تحملها الشهادة اعتمادا على الصوت من غير أن يريا المطلق لجواز اشتباه الأصوات.

Dan disyaratkan dalam penyampaian (ada') dan penerimaan kesaksian bahwa kedua saksi mendengar dan melihat orang yang menalak ketika mengucapkannya. Maka tidak sah pengambilan (تحمل) kesaksian hanya dengan bersandar pada suara tanpa keduanya melihat orang yang menalak, karena adanya kemungkinan kemiripan suara.

وأن يبينا لفظ الزوج من صريح أو كناية.

Dan hendaknya kedua saksi menjelaskan lafaz suami, baik berupa lafaz sharih (tegas) maupun kinayah (sindiran).

ويقبل فيه شهادة أبي المطلقة وابنها إن شهدا حسبة.

Dan diterima dalam hal itu kesaksian ayah wanita yang ditalak dan kesaksian anaknya jika keduanya bersaksi secara hisbah (karena semata-mata mengharap ridha Allah).

ولو تعارضت بينتا تعليق وتنجيز قدمت الأولى لان معها زيادة علم بسماع التعليق.

Jika terjadi pertentangan antara dua bukti kesaksian mengenai ta'liq (penangguhan) dan tanjiz (penyegeraan), maka bukti ta'liq didahulukan karena padanya terdapat tambahan pengetahuan dengan mendengar ucapan ta'liq tersebut.