فصل في بيان أحكام الغصب
فصل [في بيان أحكام الغصب]
Fasal [Penjelasan Hukum-Hukum Ghashab]
وعلى الغاصب: رد وضمان متمول تلف بأقصى قيمه من حين غصب إلى تلف ويضمن بمثله.
Wajib bagi perampas (ghasib): mengembalikan dan menanggung ganti rugi barang bernilai harta (mutaqawwam) yang rusak dengan harga tertingginya sejak saat di-ghashab hingga rusaknya, serta menanggung barang yang ada padanannya (mitsli) dengan barang yang sepadan.
فصل [في بيان أحكام الغصب]
Fasal [Penjelasan Hukum-Hukum Ghashab]
لغصب: استيلاء على حق غير ولو منفعة كإقامة من قعد بمسجد أو سوق بلا حق كجلوسه على فراش غيره وإن لم ينقله وإزعاجه عن داره وإن لم يدخلها وكركوب دابة غيره واستخدام عبده.
Ghashab secara istilah adalah penguasaan atas hak orang lain meskipun berupa manfaat, seperti mengusir orang yang duduk di masjid atau pasar tanpa hak, seperti duduk di atas tikar milik orang lain meskipun tidak memindahkannya, dan mengusir seseorang dari rumahnya meskipun perampas tidak memasukinya, serta menunggangi hewan milik orang lain dan mempekerjakan budaknya.
وعلى الغاصب: رد وضمان متمول تلف بأقصى قيمه من حين غصب إلى تلف ويضمن مثلي وهو ما حصره كيل أو وزن وجاز السلم فيه كقطن ودقيق وماء ومسك ونحاس ودراهم ودنانير ولو مغشوشا وتمر وزبيب وحب صاف١ ودهن وسمن بمثله في أي مكان حل به المثلي.
Wajib bagi perampas: mengembalikan barang dan menanggung ganti rugi barang bernilai harta (mutaqawwam) yang rusak dengan harga tertingginya sejak saat di-ghashab hingga rusaknya. Dan ia menanggung barang mitsli —yaitu barang yang dibatasi oleh takaran atau timbangan serta boleh di-salam-kan padanya, seperti kapuk, tepung, air, minyak kasturi, tembaga, dirham, dinar meskipun campuran, kurma, kismis, biji-bijian yang bersih, minyak, dan samin— dengan barang yang sepadan di tempat mana saja barang mitsli tersebut berada.
فإن فقد المثل فيضمن بأقصى قيم من غصب إلى فقد.
Jika barang mitsli (sepadan) tersebut tidak ditemukan, maka ia wajib menanggungnya dengan harga tertinggi sejak waktu perampasan (ghashab) hingga waktu ketiadaannya.
٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠
……………………………
ولو تلف المثلي: فله مطالبته بمثله في غير المكان الذي حل به المثلي إن لم يكن لنقله مؤنة وأمن الطريق وإلا فبأقصى قيم المكان.
Jika barang mitsli rusak, maka pemilik berhak menuntut gantinya yang sepadan di tempat selain tempat berlakunya barang mitsli tersebut jika pengangkutannya tidak memerlukan biaya dan jalannya aman. Jika tidak demikian, maka diganti dengan harga tertinggi di tempat tersebut.
ويضمن متقوم أتلف كالمنافع والحيوان بالقيمة.
Barang mutaqawwam (non-mitsli) yang dirusakkan, seperti manfaat dan hewan, ditanggung ganti ruginya dengan harga (nilai uang).
ويجوز أخذ القيمة عن المثلي بالتراضي وإذا أخذ منه القيمة فاجتمعا ببلد التلف لم يرجعا إلى المثل وحيث وجب مثل فلا أثر لغلاء أو رخص.
Boleh mengambil nilai harga atas barang mitsli dengan kerelaan bersama. Dan apabila pemilik telah mengambil harganya lalu mereka berdua bertemu di negeri tempat kerusakan terjadi, mereka tidak kembali ke barang mitsli. Dan selama yang wajib adalah barang mitsli, maka mahal atau murahnya harga tidak berpengaruh.
فروع لوحل رباط سفينة فغرقت بسببه ضمنها أو بحادث ريح فلا وكذا إن لم يظهر سبب.
Cabang-cabang masalah: Jika seseorang melepaskan ikatan kapal lalu kapal itu tenggelam karenanya, maka ia wajib menanggungnya; namun jika karena tiupan angin mendadak, maka tidak menanggungnya, begitu pula jika tidak tampak sebabnya.
ولو حل وثاق بهيمة أو عبد لا يميز أو فتح قفصا عن طير فخرجوا ضمن إن كان بتهييجه وتنفيره.
Jika seseorang melepas tali pengikat hewan atau budak yang belum tamyiz, atau membuka sangkar burung lalu mereka keluar, maka ia menanggung ganti rugi jika keluarnya mereka karena ia menakut-nakuti atau mengusiknya.
وكذا إن اقتصر على الفتح إن كان الخروج حالا لا عبدا عاقلا حل قيده فأبق ولو معتادا للإباق.
Demikian pula jika ia hanya sekadar membuka sangkar/ikatan apabila keluarnya seketika itu juga, bukan terhadap budak berakal yang dilepas ikatannya lalu melarikan diri, meskipun budak tersebut terbiasa kabur.
ولو ضرب ظالم عبد غيره فأبق لم يضمن.
Jika seorang yang zalim memukul budak milik orang lain lalu budak itu kabur, maka orang zalim tersebut tidak menanggung ganti rugi.
ويبرأ الغاصب برد العين إلى المالك ويكفي وضعها عنده ولو نسيه برئ بالرد إلى القاضي.
Perampas (ghashib) bebas dari tanggungan dengan mengembalikan fisik barang kepada pemiliknya, dan cukup dengan meletakkannya di dekat pemilik. Jika ia lupa pemiliknya, ia bebas dari tanggungan dengan menyerahkannya kepada hakim (qadhi).
ولو خلط مثليا أو متقوما بما لا يتميز: كدهن أو حب وكذا درهم على الأوجه بجنسه أو غيره وتعذر
Jika ia mencampur barang mitsli atau mutaqawwam dengan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan lagi, seperti minyak atau biji-bijian, begitu pula dirham menurut pendapat yang kuat, baik dengan yang sejenis atau selain jenisnya, dan sulit…
التمييز صار هالكا لا مشتركا فيملكه الغاصب لكن الأوجه أنه محجور عليه في التصرف فيه حتى يعطى بدله.
…dipisahkan, maka barang tersebut dianggap rusak (musnah), bukan menjadi milik bersama, sehingga menjadi milik perampas. Namun, pendapat yang kuat menyatakan bahwa ia dilarang (mahjur 'alaih) melakukan tindakan hukum terhadap barang tersebut sampai ia menyerahkan penggantinya.