فصل في بيان احكام الوديعة
فصل في بيان احكام الوديعة
Fasal menjelaskan tentang hukum-hukum barang titipan (al-wadi'ah).
…
…
فصل بفي بيان أحكام الوديعة]
Fasal menjelaskan hukum-hukum wadi'ah (titipan).
صح إيداع محترم بأودعتك هذا أو استحفظتكه وبخذه مع نية وحرم على عاجز عن حفظ الوديعة أخذها وكره على غير واثق بأمانته ويضمن وديع بإيداع غيره ولو قاضيا بلا إذن من المالك لا إن كان لعذر
Sah menitipkan barang yang dihormati (berharga menurut syariat) dengan ucapan "Aku titipkan ini kepadamu" atau "Aku minta engkau menjaganya", atau dengan ucapan "Ambillah ini" disertai niat. Haram bagi orang yang tidak mampu menjaga barang titipan untuk mengambinya (menerimanya), dan dimakruhkan bagi orang yang tidak percaya akan keamanahannya. Orang yang dititipi barang (wadi') menanggung ganti rugi jika ia menitipkannya kepada orang lain, meskipun kepada seorang hakim, tanpa izin dari pemilik barang, kecuali jika karena ada uzur…
كمرض وسفر وخوف حرق وإشراف حرز على خراب وبوضع في غير حرز مثلها وبنقلها إلى دون حرز مثلها وبترك دفع متلفاتها كتهوية ثياب صوف أو ترك لبسها عند حاجتها وبعدول عن الحفظ المأمور به من
…seperti sakit, bepergian, takut kebakaran, tempat penyimpanan (hirz) di ambang kehancuran, atau dengan meletakkannya di tempat yang bukan hirz yang sepadan darinya, atau dengan memindahkannya ke hirz yang derajatnya lebih rendah dari hirz yang sepadan, atau dengan membiarkan tidak mencegah hal-hal yang merusaknya seperti mengangin-anginkan pakaian wol atau membiarkan tidak memakainya ketika diperlukan (untuk menjaganya dari kerusakan), atau dengan menyimpang dari cara penjagaan yang diperintahkan oleh…
المالك وبجحدها وتأخير تسليمها لمالك بلا عذر بعد طلب مالكها وبانتفاع بها كلبس وركوب بلا غرض المالك وبأخذ درهم مثلا من كيس فيه دراهم مودعة عنده وإن رد إليه مثله فيضمن الجميع إذا لم يتميز الدرهم المردود عن البقية لأنه خلطها بمال نفسه بلا تمييز فهو متعد فإن تميز بنحو سكة أو رد إليه عين الدرهم ضمنه فقط.
…pemilik barang, atau dengan mengingkari keberadaan titipan tersebut, atau menunda menyerahkannya kepada pemilik tanpa uzur setelah pemiliknya memintanya, atau memanfaatkannya seperti memakai atau mengendarainya tanpa tujuan (kemaslahatan) dari pemiliknya, atau mengambil satu dirham misalnya dari kantong berisi dirham-dirham yang dititipkan kepadanya meskipun ia mengembalikan yang sepadan ke dalamnya; maka ia menanggung ganti rugi seluruhnya jika dirham yang dikembalikan tersebut tidak dapat dibedakan dari sisanya, karena ia telah mencampurnya dengan hartanya sendiri tanpa pembeda sehingga ia berstatus melanggar (muta'addi). Namun jika dapat dibedakan dengan cetakan (sikka) atau ia mengembalikan fisik dirham yang persis sama, maka ia hanya menanggung dirham itu saja.
٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠
……………………………..
وصدق وديع كوكيل وشريك وعامل قراض بيمين في دعوى ردها على مؤتمنه لا على وارثه.
Orang yang dititipi barang (wadi')—seperti halnya wakil, sekutu (syarik), dan pengelola qiradh (mudharib)—dibenarkan pengakuannya beserta sumpah dalam klaim telah mengembalikan barang titipan kepada orang yang mengamanahkannya, bukan kepada ahli warisnya.
وفي قوله ما لك عندي وديعة وفي تلفها مطلقا أو بسبب خفي كسرقة أو بظاهر كحريق عرف دون عمومه فإن عرف عمومه لم يحلف حيث لا تهمة.
Dan (dibenarkan pula beserta sumpah) dalam ucapannya: "Engkau tidak punya barang titipan padaku", dan dalam hal kerusakannya secara mutlak, atau karena sebab yang samar seperti pencurian, atau sebab yang tampak seperti kebakaran yang diketahui meluas tanpa mencakup keseluruhan; namun jika diketahui kebakarannya mencakup keseluruhan secara umum, maka ia tidak perlu bersumpah selama tidak ada prasangka/tuduhan.
فائدة [في بيان أحكام الكذب] الكذب حرام وقد يجب: كما إذا سأل ظالم عن وديعة يريد أخذها فيجب إنكارها وإن كذب وله الحلف عليه مع التورية وإذا لم ينكرها ولم يمتنع من إعلامه بها جهده ضمن.
Faidah [menjelaskan hukum-hukum berbohong]: Berbohong itu haram, tetapi terkadang hukumnya wajib, seperti ketika seorang zhalim bertanya tentang barang titipan yang ingin ia rampas, maka wajib mengingkarinya meskipun harus berbohong, dan ia boleh bersumpah atas hal itu dengan tauriyah (menggunakan kata yang bermakna ganda). Jika ia tidak mengingkarinya dan tidak berusaha mencegah untuk memberitahukannya semampunya, maka ia menanggung ganti rugi.
وكذا لو رأى معصوما اختفى من ظالم يريد قتله.
Demikian pula jika ia melihat seorang yang ma'shum (terpelihara darahnya) yang bersembunyi dari orang zhalim yang hendak membunuhnya.
وقد يجوز كما إذا كان لا يتم مقصود حرب وإصلاح ذات البين وإرضاء زوجته إلا بالكذب فمباح.
Dan terkadang hukumnya boleh (mubah), seperti apabila tujuan peperangan, mendamaikan perselisihan antar sesama, dan menyenangkan istrinya tidak dapat dicapai kecuali dengan berbohong, maka hukumnya mubah.
ولو كان تحت يده وديعة لم يعرف صاحبها وأيس من معرفته بعد البحث التام صرفها فيما يجب على الإمام الصرف فيه وهو أهم مصالح المسلمين مقدما أهل الضرورة وشدة الحاجة لا في بناء نحو مسجد فإن جهل ما ذكر دفعه لثقة عالم بالمصالح الواجبة التقديم والأروع الأعلم أولى.
Jika di tangannya terdapat barang titipan yang tidak diketahui pemiliknya dan ia telah putus asa untuk mengetahuinya setelah pencarian secara sempurna, maka ia mentasharrufkannya (menyalurkannya) ke dalam hal yang wajib disalurkan oleh imam (pemerintah), yaitu kemaslahatan kaum muslimin yang paling penting, dengan mendahulukan orang-orang yang berada dalam kondisi darurat dan kebutuhan yang sangat mendesak, bukan untuk pembangunan sejenis masjid. Jika ia tidak mengetahui hal tersebut, maka ia menyerahkannya kepada orang terpercaya yang alim mengenai kemaslahatan yang wajib didahulukan, dan orang yang lebih warak lagi alim adalah lebih utama.