باب البيع

فصل في بيان أحكام اللقطة

فصل في بيان أحكام اللقطة

فصل في بيان أحكام اللقطة

Fasal menjelaskan hukum-hukum luqatah (barang temuan).

فصل [في بيان أحاكم اللقطة]

Fasal [menjelaskan hukum-hukum luqatah (barang temuan)].

لو التقط شيئا لا يخشى فساده كنقد ونحاس بعمارة أو مفازة عرفه سنة في الأسواق وأبواب المساجد فإن

Jika seseorang memungut (menemukan) sesuatu yang tidak dikhawatirkan rusak seperti uang atau tembaga di permukiman atau padang sahara, maka ia wajib mengumumkannya selama satu tahun di pasar-pasar dan pintu-pintu masjid. Maka…

ظهر مالكه وإلا تملكه بلفظ تملكت وإن شاء باعه وحفظ ثمنه أو ما يخشى فساده كهريسة وبقل وفاكهة ورطب لا يتتمر فيتخير ملتقطة بين أكله متملكا له ويغرم قيمته وبين بيعه ويعرفه بعد بيعه ليتملك ثمنه بعد

…apabila pemiliknya muncul (ia kembalikan), jika tidak, maka ia boleh memilikinya dengan ucapan "Aku memilikinya". Jika ia mau, ia boleh menjualnya dan menyimpan harganya. Atau jika barang itu berupa sesuatu yang dikhawatirkan rusak seperti bubur harisah, sayuran, buah-buahan, dan kurma basah yang tidak bisa dijadikan kurma kering, maka penemu barang tersebut boleh memilih antara memakannya dengan berniat memilikinya lalu menanggung harganya (ganti rugi), atau menjualnya lalu mengumumkannya setelah menjualnya agar ia dapat memiliki harganya setelah…

التعريف فإن ظهر مالكه أعطاه قيمته إن أكله أو ثمنه إن باعه.

…pengumuman tersebut. Jika pemiliknya muncul, ia memberikan kepadanya harganya (nilai barang) jika ia telah memakannya, atau hasil penjualannya jika ia telah menjualnya.

وفي التعريف بعد الأكل وجهان: أصحهما في العمارة وجوبه وفي المفازة قال الإمام: والظاهر أنه لا يجب لأنه لا فائدة فيه.

Mengenai pengumuman setelah memakan barang tersebut ada dua pendapat (wajh): pendapat yang paling sahih adalah wajib jika ditemukan di permukiman. Sedangkan jika ditemukan di padang sahara, al-Imam berkata: "Yang jelas hukumnya tidak wajib karena tidak ada faedahnya".

ولو وجد ببيته درهما مثلا وجوز أنه لمن يدخلونه عرفه لهم كاللقطة قاله القفال.

Jika seseorang menemukan satu dirham misalnya di rumahnya dan ia menduga kemungkinan dirham itu milik orang-orang yang memasuki rumahnya, maka ia wajib mengumumkannya kepada mereka seperti luqatah, demikian yang dikatakan oleh al-Qaffal.

ويعرف حقير لا يعرض عنه غالبا وقيل هو درهم زمنا يظن أن فاقده يعرض عنه بعده غالبا.

Dan diumumkan barang temuan berharga murah yang pada umumnya tidak diabaikan (oleh pemiliknya). Ada yang berpendapat (yang dimaksud berharga murah itu) adalah seharga satu dirham, diumumkan dalam kurun waktu yang diduga bahwa pemiliknya pada umumnya mengabaikannya setelah waktu tersebut.

ويختلف ذلك باختلاف المال: فدانق الفضة حالا والذهب نحو ثلاثة أيام أما ما يعرض عنه غالبا كحبة زبيب استبد به واجده بلا تعريف.

Hal itu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan jenis hartanya: seukuran danaq perak diumumkan seketika (sebentar saja), dan emas seukurannya diumumkan sekitar tiga hari. Adapun barang yang pada umumnya diabaikan seperti sebutir kismis, maka penemunya boleh menguasainya secara pribadi tanpa perlu mengumumkannya.

ومن رأي لقطة فرفعها برجله ليعرفها وتركها لم يضمنها.

Barang siapa melihat barang temuan (luqatah) lalu menyibakkannya dengan kakinya untuk mengenalinya kemudian meninggalkannya, maka ia tidak menanggung ganti rugi atasnya.

٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠

……………………………..

ويجوز أخذ نحو سنابل الحصادين التي اعتيد الإعراض عنها ولو مما فيه زكاة خلافا للزركشي وكذا برادة الحدادين وكسرة الخبز من رشيد ونحو ذلك مما يعرض عنه عادة فيملكه آخذه وينفذ تصرفه فيه أخذا بظاهر أحوال السلف.

Boleh mengambil sisa-sisa bulir gandum para pemanen yang biasanya dibiarkan/diabaikan, meskipun berasal dari jenis tanaman yang wajib zakat (berbeda dengan pendapat Az-Zarkasyi). Demikian pula serbuk besi sisa pekerjaan tukang besi, potongan roti dari Rasyid, dan semacamnya dari benda-benda yang secara adat diabaikan, sehingga orang yang mengambilnya berhak memilikinya dan sah melakukan tindakan hukum padanya berdasarkan keadaan lahiriah dari tradisi para ulama Salaf.

ويحرم أخذ ثمر تساقط إن حوط عليه وسقط داخل الجدار.

Haram hukumnya mengambil buah yang jatuh jika pohonnya dipagari dan buah tersebut jatuh di dalam tembok/pagar.

قال في المجموع: ما سقط خارج الجدار إن لم يعتد إباحته حرم وإن اعتيدت حل عملا بالعادة المستمرة المغلبة على الظن إباحتهم له.

Penulis berkata dalam al-Majmu': Buah yang jatuh di luar tembok/pagar, jika tidak biasa dihalalkan maka hukumnya haram; namun jika biasa dihalalkan maka hukumnya halal, karena mengamalkan kebiasaan yang berlangsung terus-menerus yang menguatkan dugaan bahwa pemiliknya menghalalkannya.