بيان معنى الشوق إلى الله تعالى
بيان معنى الشوق إلى الله تعالى
Penjelasan tentang Makna Kerinduan (Asy-Syauq) kepada Allah Ta'ala
اعلم أن من أنكر حقيقة المحبة لله تعالى فلا بد وأن ينكر حقيقة الشوق إذ لا يتصور الشوق إلا إلى محبوب ونحن نثبت وجود الشوق إلى الله تعالى وكون العارف مضطراً إليه بطريق الاعتبار والنظر بأنوار البصائر وبطريق الأخبار والآثار
Ketahuilah bahwa barang siapa memungkiri hakikat kecintaan (mahabbah) kepada Allah Ta'ala, niscaya ia juga memungkiri hakikat kerinduan (syauq), sebab kerinduan tidak dapat dibayangkan melainkan kepada yang dicintai. Dan kami menetapkan adanya kerinduan kepada Allah Ta'ala serta keniscayaan seorang 'arif (yang mengenal Allah) untuk mengalaminya, baik melalui jalan perenungan (i'tibar) dan pandangan mata hati (anwar al-basha'ir), maupun melalui jalan riwayat (akhbar) dan atsar.
أما الاعتبار فيكفي في إثباته ما سبق في إثبات الحب فكل محبوب يشتاق إليه في غيبته
Adapun melalui jalan perenungan (i'tibar), cukuplah untuk membuktikannya apa yang telah lalu dalam pembuktian cinta, sebab setiap yang dicintai pasti dirindukan ketika ia tidak hadir.
لا محالة فأما الحاصل الحاضر فلا يشتاق إليه فإن الشوق طلب وتشوف إلى أمر والموجود لا يطلب ولكن بيانه أن الشوق لا يتصور إلا إلى شيء أدرك من وجه ولم يدرك من وجه فأما ما لا يدرك أصلاً فلا يشتاق إليه فإن من لم ير شخصاً ولم يسمع وصفه ولا يتصور أن يشتاق إليه وما أدرك بكماله لا يشتاق إليه وكمال الإدراك بالرؤية فمن كان في مشاهدة محبوبه مداوماً للنظر إليه لا يتصور أن يكون له شوق ولكن الشوق إنما يتعلق بما أدرك من وجه ولم يدرك من وجه وهو من وجهين لا ينكشف إلا بمثال من المشاهدات
Sudah pasti demikian. Adapun yang sudah didapatkan dan hadir di depan mata, tidaklah dirindukan, karena kerinduan adalah pencarian dan hasrat kepada sesuatu, sedangkan apa yang telah ada tidak dicari. Namun penjelasannya adalah bahwa kerinduan tidak dapat dibayangkan kecuali terhadap sesuatu yang telah dijangkau dari satu sisi namun belum dijangkau dari sisi lain. Adapun sesuatu yang tidak dijangkau sama sekali, tidak akan dirindukan; sebab barang siapa belum pernah melihat seseorang dan belum pernah mendengar sifatnya, tidak dapat dibayangkan akan merindukannya. Demikian pula sesuatu yang telah dijangkau secara sempurna tidak lagi dirindukan, dan kesempurnaan penjangkauan adalah dengan penyaksian langsung (ru'yah). Maka barang siapa berada dalam penyaksian (musyahadah) kekasihnya secara terus-menerus memandangnya, tidak dapat dibayangkan memiliki kerinduan lagi. Akan tetapi, kerinduan itu hanya berkaitan dengan sesuatu yang dijangkau dari satu sisi dan belum dijangkau dari sisi lain. Hal ini memiliki dua bentuk yang tidak akan menjadi jelas kecuali dengan perumpamaan dari pengalaman penyaksian.
فنقول مثلاً من غاب عنه معشوقه وبقي في قلبه خياله فيشتاق إلى استكمال خياله بالرؤية فلو انمحى عن قلبه ذكره وخياله ومعرفته حتى نسيه لم يتصور أن يشتاق إليه ولو رآه لم يتصور أن يشتاق في وقت الرؤية فمعنى شوقه تشوق نفسه إلى استكمال خياله فكذلك قد يراه في ظلمة بحيث لا ينكشف له حقيقة صورته فيشتاق إلى استكمال رؤيته وتمام الانكشاف في صورته بإشراق الضوء عليه والثاني أن يرى وجه محبوبه ولا يرى شعره مثلاً ولا سائر محاسنه فيشتاق لرؤيته وإن لم يرها قط ولم يثبت في نفسه خيال صادر عن الرؤية ولكنه يعلم أن له عضواً وأعضاء جميلة ولم يدرك تفصيل جمالها بالرؤية فيشتاق إلى أن ينكشف له ما لم يره قط
Maka kami katakan sebagai contoh: seseorang yang ditinggal gaib oleh kekasihnya sedangkan bayangannya masih tersisa di dalam hatinya, niscaya ia rindu untuk menyempurnakan bayangan itu dengan penyaksian langsung (ru'yah). Seandainya ingatan, bayangan, dan pengenalan tentang kekasih itu terhapus dari hatinya hingga ia melupakannya, tidak akan dibayangkan ia merindukannya. Dan seandainya ia sedang melihatnya, tidak dibayangkan ia rindu pada saat melihat itu. Maka makna kerinduan jiwanya adalah hasrat untuk menyempurnakan bayangannya. Begitu pula, terkadang ia melihat kekasihnya dalam kegelapan sehingga hakikat rupa kekasihnya belum tersingkap baginya, maka ia rindu untuk menyempurnakan penyaksiannya dan menyempurnakan penyingkapan (inkisyaf) rupanya dengan pancaran cahaya kepadanya. Bentuk kedua adalah ia melihat wajah kekasihnya namun belum melihat rambutnya—misalnya—dan keindahan-keindahan lainnya, maka ia rindu untuk melihatnya meskipun ia belum pernah melihatnya sama sekali dan belum tertanam dalam jiwanya bayangan yang bersumber dari penyaksian itu, akan tetapi ia mengetahui bahwa kekasihnya memiliki anggota-anggota tubuh yang indah dan ia belum menjangkau rincian keindahannya melalui penyaksian, maka ia rindu agar tersingkap baginya apa yang belum pernah ia lihat sama sekali.
والوجهان جميعاً متصوران في حق الله تعالى بل هما لازمان بالضرورة لكل العارفين فإن ما اتضح للعارفين من الأمور الإلهية وإن كان في غاية الوضوح فكأنه من وراء ستر رقيق فلا يكون متضحاً غاية الاتضاح بل يكون مشوباً بشوائب التخيلات فإن الخيالات لا تفتر في هذا العالم عن التمثيل والمحاكاة لجميع المعلومات وهي مكدرات للمعارف ومنغصات وكذلك ينضاف إليها شواغل الدنيا فإنما كمال الوضوح بالمشاهدة وتمام إشراق التجلي ولا يكون ذلك إلا في الآخرة وذلك بالضرورة يوجب الشوق فإنه منتهى محبوب العارفين
Kedua bentuk tersebut dapat dibayangkan berkenaan dengan Allah Ta'ala, bahkan keduanya secara niscaya melekat pada seluruh orang yang 'arif (mengenal Allah). Sebab apa yang telah jelas bagi para 'arif mengenai urusan-urusan ketuhanan (al-umur al-ilahiyyah), meskipun berada dalam puncak kejelasan, ia seolah-olah berada di balik tirai yang tipis. Karena itu, ia belum jelas secara paripurna, melainkan masih tercampur oleh noda-noda imajinasi (takhayyulat). Sebab imajinasi di alam ini tidak pernah berhenti membuat perumpamaan dan peniruan bagi segala hal yang diketahui, dan hal itu menjadi pengkeruh serta pengganggu bagi makrifat. Begitu pula ditambahkan padanya kesibukan-kesibukan duniawi. Sebab kesempurnaan kejelasan itu hanya ada dengan penyaksian langsung (musyahadah) dan kesempurnaan pancaran tajali (isyraq at-tajalli), dan hal itu tidak terjadi kecuali di akhirat kelak. Dan hal tersebut secara niscaya menimbulkan kerinduan (syauq), karena itu merupakan puncak yang dicintai oleh para 'arif.
فهذا أحد نوعي الشوق وهو استكمال الوضوح فيما اتضح اتضاحاً ما الثاني أن الأمور الإلهية لا نهاية لها وإنما ينكشف لكل عبد من العباد بعضها وتبقى أمور لا نهاية لها غامضة والعارف يعلم وجودها وكونها معلومة لله تعالى ويعلم أن ما غاب عن علمه من المعلومات أكثر مما حضر فلا يزال متشوقاً إلى أن يحصل له أصل المعرفة فيما لم يحصل مما بقي من المعلومات التي لم يعرفها أصلاً لا معرفة واضحة ولا معرفة غامضة
Ini adalah salah satu dari dua jenis kerinduan, yaitu penyempurnaan kejelasan pada apa yang telah jelas sampai batas tertentu. Jenis kedua adalah bahwa urusan-urusan ketuhanan itu tidak bertepi, dan yang tersingkap bagi setiap hamba hanyalah sebagian saja, sementara hal-hal yang tidak bertepi tetap samar baginya. Dan seorang 'arif mengetahui keberadaannya dan ketahuannya di sisi Allah Ta'ala, serta mengetahui bahwa apa yang gaib dari pengetahuannya jauh lebih banyak daripada apa yang telah hadir. Maka ia senantiasa merindukan untuk memperoleh pokok makrifat pada hal-hal yang belum ia peroleh dari sisa rahasia pengetahuan yang belum pernah ia ketahui sama sekali, baik dengan pengetahuan yang jelas maupun pengetahuan yang samar.
والشوق الأول ينتهي في الدار الآخرة بالمعنى الذي يسمى رؤية ولقاء ومشاهدة ولا يتصور أن يسكن في الدنيا
Kerinduan jenis pertama akan berakhir di akhirat kelak dengan makna yang dinamakan ru'yah (melihat Allah), liqa' (pertemuan), dan musyahadah (penyaksian langsung); dan tidak dapat dibayangkan kerinduan ini akan tenang di dunia.
وقد كان إبراهيم بن أدهم من المشتاقين فقال قلت ذات يوم يارب إن أعطيت أحداً من المحبين لك ما يسكن به قلبه قبل لقائك فأعطني ذلك فقد أضر بي القلق قال فرأيت في النوم أنه أوقفني بين يديه وقال يا إبراهيم أما استحييت مني أن تسألني أن أعطيك ما يسكن به قلبك قبل لقائي وهل يسكن المشتاق قبل لقاء حبيبه فقلت يا رب تهت في حبك فلم أدر ما أقول فاغفر لي وعلمني ما أقول فقال قل اللهم رضني بقضائك وصبرني على بلائك وأوزعني شكر نعمائك فإن هذا الشوق يسكن في الآخرة
Dahulu Ibrahim bin Adham termasuk orang-orang yang sangat merindu. Beliau berkata: 'Pada suatu hari aku berdoa: Ya Tuhan, jika Engkau memberikan kepada salah seorang dari para pecinta-Mu sesuatu yang dapat menenangkan hatinya sebelum bertemu dengan-Mu, maka berikanlah itu kepadaku, sebab kegelisahan telah memudaratkanku.' Beliau melanjutkan: 'Maka aku bermimpi bahwa Dia memimpin aku berdiri di hadapan-Nya seraya berfirman: Wahai Ibrahim, tidakkah engkau malu kepada-Ku dengan meminta-Ku memberimu sesuatu yang menenangkan hatimu sebelum bertemu dengan-Ku? Dan apakah orang yang merindu bisa merasa tenang sebelum bertemu kekasihnya? Maka aku berkata: Ya Tuhan, aku telah tenggelam dalam cinta-Mu hingga aku tidak tahu apa yang aku katakan, maka ampunilah aku dan ajarkanlah kepadaku apa yang harus aku katakan. Maka Dia berfirman: Katakanlah: Ya Allah, jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu, berilah aku kesabaran atas cobaan-Mu, dan berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu. Kerinduan jenis ini baru akan tenang di akhirat.'
وأما الشوق الثاني فيشبه أن لا يكون له نهاية لا في الدنيا ولا في الآخرة إذ نهايته أن ينكشف للعبد في الآخرة من جلال الله تعالى وصفاته وحكمته وأفعاله ما هو معلوم لله تعالى وهو محال لأن ذلك لا نهاية له
Adapun kerinduan jenis kedua, tampaknya tidak memiliki akhir, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab akhirnya adalah tersingkapnya keagungan (jalal) Allah Ta'ala, sifat-sifat-Nya, hikmah-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya bagi hamba di akhirat seluas apa yang diketahui oleh Allah Ta'ala, dan hal itu adalah mustahil karena pengetahuan tersebut tidak terbatas.
ولا يزال العبد عالماً بأنه بقي من الجمال والجلال ما لم يتضح له فلا يسكن قط شوقه لا سيما من يرى فوق درجته درجات كثيرة إلا أنه تشوق إلى استكمال الوصال مع حصول أصل الوصال فهو يجد لذلك شوقاً لذيذاً لا يظهر فيه ألم ولا يبعد أن تكون ألطاف الكشف والنظر متوالية إلى غير نهاية فلا يزال النعيم واللذة متزايداً أبد الآباد
Maka seorang hamba senantiasa menyadari bahwa masih tersisa keindahan (jamal) dan keagungan (jalal) yang belum jelas baginya, sehingga kerinduannya tidak akan pernah reda, terlebih bagi orang yang melihat di atas derajatnya masih terdapat banyak derajat. Hanya saja, hal itu merupakan hasrat rindu untuk menyempurnakan hubungan spiritual (wushal) di samping telah diperolehnya pokok penyatuan (ashl al-wushal), sehingga ia merasakan kerinduan yang nikmat yang tidak memunculkan rasa sakit. Dan tidaklah jauh kemungkinan bahwa kelembutan-kelembutan penyingkapan (kasyaf) dan pandangan itu berlanjut terus-menerus tanpa batas, sehingga kenikmatan dan kelezatan tersebut senantiasa bertambah selama-lamanya.
وتكون لذة ما يتجدد من لطائف النعيم شاغلة عن الإحساس بالشوق إلى ما لم يحصل وهذا بشرط أن يمكن حصول الكشف فيما لم يحصل فيه كشف في الدنيا أصلاً فإن كان ذلك غير مبذول فيكون النعيم واقفاً على حد لا يتضاعف ولكن يكون مستمراً على الدوام
Dan kelezatan dari kelembutan nikmat yang diperbarui itu memalingkannya dari merasakan kepedihan rindu kepada apa yang belum diperoleh. Ini dengan syarat apabila memungkinkan terjadinya penyingkapan (kasyaf) pada hal-hal yang belum pernah tersingkap di dunia sama sekali. Namun jika hal itu tidak dikaruniakan, maka kenikmatan tersebut berhenti pada satu batas yang tidak melipat ganda, akan tetapi terus berlanjut secara berkesinambungan.
وقوله ﷾ ﴿نورهم يسعى بين أيديهم وبأيمانهم يقولون ربنا أتمم لنا نورنا﴾ محتمل لهذا المعنى وهو أن ينعم عليه بإتمام النور مهما تزود من الدنيا أصل النور ويحتمل أن يكون المراد به إتمام النور في غير ما استنار في الدنيا استنارة محتاجة إلى مزيد الاستكمال والإشراق فيكون هو المراد بتمامه وقوله تعالى ﴿انظرونا نقتبس من نوركم قيل ارجعوا وراءكم فالتمسوا نوراً﴾ يدل على أن الأنوار لابد وأن يتزود أصلها في الدنيا ثم يزداد في الآخرة إشراقاً فأما أن يتجدد نور فلا والحكم في هذا برجم الظنون مخطر ولم ينكشف لنا فيه بعد ما يوثق به فنسأل الله تعالى أن يزيدنا علماً ورشداً ويرينا الحق حقاً
Dan firman-Nya Azza wa Jalla: 'Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, seraya mereka berkata: Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami' (QS. At-Tahrim: 8) mengandung kemungkinan makna ini, yaitu Dia menganugerahkan penyempurnaan cahaya kepadanya selama ia telah berbekal pokok cahaya di dunia. Dan dimungkinkan pula bahwa yang dimaksud adalah penyempurnaan cahaya pada aspek yang belum terpancar di dunia—pancaran yang membutuhkan tambahan penyempurnaan dan kesilauan—maka itulah yang dimaksud dengan penyempurnaannya. Dan firman-Nya Ta'ala: 'Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu. Dikatakan (kepada mereka): Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya' (QS. Al-Hadid: 13) menunjukkan bahwa pokok cahaya-cahaya tersebut haruslah dijadikan bekal di dunia, kemudian di akhirat bertambah pancarannya; adapun munculnya cahaya baru yang sama sekali tidak ada di dunia, maka tidaklah demikian. Namun memutuskan perkara ini dengan dugaan-dugaan semata sangat berbahaya, dan belum tersingkap bagi kami mengenai hal ini perkara yang dapat dipercaya sepenuhnya. Maka kami memohon kepada Allah Ta'ala agar menambah ilmu dan petunjuk kepada kami serta memperlihatkan yang benar sebagai kebenaran.
فهذا القدر من أنوار البصائر كاشف لحقائق الشوق ومعانيه
Maka kadar pancaran mata hati (anwar al-basha'ir) ini sudah cukup untuk menyingkap hakikat-hakikat kerinduan (syauq) dan makna-maknanya.
وأما شواهد الأخبار والآثار فأكثر من أن تحصى فمما اشتهر من دعاء رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنَّهُ كان يقول اللهم إني أسألك الرضا بعد القضاء وبرد العيش بعد الموت ولذة النظر إلى وجهك الكريم والشوق إلى لقائك وقال أبو الدرداء لكعب أخبرني عن أخص آية يعني في التوراة فقال يقول الله تعالى طال شوق الأبرار إلى لقائي وإني إلى لقائهم لأشد شوقاً قال ومكتوت إلى جانبها من طلبني وجدني ومن طلب غيري لم يجدني فقال أبو الدرداء أشهد إني لسمعت رسول الله ﷺ يقول هذا
Adapun bukti-bukti dari riwayat (akhbar) dan atsar sangat banyak hingga tak terhitung. Di antaranya adalah doa Rasulullah ﷺ yang masyhur, bahwasanya beliau pernah berdoa: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keridhaan setelah datangnya ketetapan (qadha), kesejukan hidup setelah kematian, kelezatan memandang Wajah-Mu Yang Mahamulia, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu.' Abu ad-Darda' berkata kepada Ka'ab: 'Beritahukanlah kepadaku tentang ayat yang paling khusus (yakni dalam Taurat).' Ka'ab menjawab: 'Allah Ta'ala berfirman: Telah lama kerinduan orang-orang yang berbakti (al-abrar) untuk bertemu dengan-Ku, dan sesungguhnya Kerinduan-Ku untuk bertemu mereka jauh lebih bersangatan. Ka'ab berkata: Dan tertulis di sampingnya: Barang siapa mencari-Ku niscaya ia menemukan-Ku, dan barang siapa mencari selain-Ku niscaya ia tidak menemukan-Ku. Abu ad-Darda' pun berkata: 'Aku bersaksi bahwa aku benar-benar mendengar Rasulullah ﷺ bersabda demikian.'
وفي أخبار داود ﵇ إن الله تعالى قال يا داود أبلغ أهل أرضي أني حبيب لمن أحبني وجليس لمن جالسني ومؤنس لمن أنس بذكري وصاحب لمن صاحبني ومختار لمن اختارني ومطيع لمن أطاعني ما أحبني عبد أعلم ذلك يقيناً من قلبه إلا قبلته لنفسي وأحببته حباً لا يتقدمه أحد من خلقي من طلبني بالحق وجدني ومن طلب غيري لم يجدني فارفضوا يا أهل الأرض ما أنتم عليه من غرورها وهلموا إلى كرامتى ومصاحبتي ومجالستي وائنسوا بي أؤانسكم وأسارع إلى محبتكم فإني خلقت طينة أحبائي من طينة إبراهيم خليلي وموسى نجي ومحمد صفي وخلقت قلوب المشتاقين من نوري ونعمتها بجلالي
Dan dalam riwayat-riwayat tentang Daud a.s. disebutkan bahwasanya Allah Ta'ala berfirman: 'Wahai Daud, sampaikanlah kepada penduduk bumi-Ku bahwa Aku adalah Kekasih bagi orang yang mencintai-Ku, Teman duduk bagi orang yang duduk bersama-Ku, Pelipur kerinduan bagi orang yang merasa tenteram dengan zikir kepada-Ku, Sahabat bagi orang yang bersahabat dengan-Ku, Yang memilih bagi orang yang memilih-Ku, dan Menuruti bagi orang yang menaati-Ku. Tidaklah seorang hamba mencintai-Ku—yang Aku ketahui secara yakin dari hatinya—melainkan Aku menerimanya untuk diri-Ku dan Aku mencintainya dengan kecintaan yang tidak didahului oleh seorang pun dari makhluk-Ku. Barang siapa mencari-Ku dengan hakikat kebenaran niscaya ia menemukan-Ku, dan barang siapa mencari selain-Ku niscaya ia tidak menemukan-Ku. Maka tinggalkanlah wahai penduduk bumi apa yang sedang kalian jalani dari tipu dayanya, dan kemarilah menuju kemuliaan-Ku, persahabatan-Ku, dan majelis-Ku! Merasalah tenteram bersama-Ku niscaya Aku menenteramkan kalian dan bersegera menuju kecintaan kalian. Sebab sesungguhnya Aku menciptakan tanah para kekasih-Ku dari tanah Ibrahim kekasih-Ku (Khalil-Ku), Musa kawan bicara-Ku (Naji-Ku), dan Muhammad hamba pilihan-Ku (Shafi-Ku), serta Aku menciptakan hati orang-orang yang merindu dari cahaya-Ku dan Aku mengaruniakannya nikmat dengan keagungan-Ku.'
وروي عن بعض السلف أن الله تعالى أوحى إلى بعض الصديقين إن لي عباداً من عبادي يحبوني وأحبهم ويشتاقون إلي وأشتاق إليهم ويذكروني وأذكرهم وينظرون إلي وأنظر إليهم فإن حذوت طريقهم أحببتك وإن عدلت عنهم مقتك قال يارب وما علامتهم قال يراعون الظلال بالنهار كما يراعي الراعي الشفيق غنمه ويحنون إلى غروب الشمس كما يحن الطائر إلى وكره عند الغروب فإذا جنهم الليل واختلط الظلام وفرشت الفرش ونصبت الأسرة وخلا كل حبيب بحبيبه نصبوا إلى أقدامهم وافترشوا إلى وجوههم وناجوني بكلامي وتملقوا إلي بإنعامي فبين صارخ وباك وبين متأوه وشاك وبين قائم وقاعد وبين راكع وساجد بعيني ما يتحملون من أجلي وبسمعي ما يشتكون من حبي أول ما أعطيهم ثلاث أقذف من نوري في قلوبهم فيخبرون عني كما أخبر عنهم
Diriwayatkan dari sebagian ulama Salaf bahwa Allah Ta'ala mewahyukan kepada salah seorang shiddiqin: 'Sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku ada orang-orang yang mencintai-Ku dan Aku mencintai mereka, mereka merindukan-Ku dan Aku merindukan mereka, mereka mengingat-Ku dan Aku mengingat mereka, serta mereka memandang-Ku dan Aku memandang mereka. Jika engkau mengikuti jalan mereka niscaya Aku mencintaimu, dan jika engkau berpaling dari mereka niscaya Aku membencimu.' Ia bertanya: 'Ya Tuhan, apakah tanda-tanda mereka?' Dia berfirman: 'Mereka mengawasi bayang-bayang di siang hari sebagaimana seorang gembala yang penuh kasih mengawasi dombanya, dan mereka merindukan terbenamnya matahari sebagaimana burung merindukan sarangnya saat senja. Maka apabila malam telah menyelimuti mereka, kegelapan telah bercampur, kasur-kasur telah dibentangkan, tempat tidur telah disiapkan, dan setiap pecinta telah berduaan dengan kekasihnya, mereka mendirikan kaki-kaki mereka (untuk shalat), merebahkan wajah-wajah mereka (dalam sujud), bermunajat kepada-Ku dengan firman-Ku, dan memohon iba kepada-Ku dengan nikmat-nikmat-Ku. Ada yang menjerit dan menangis, ada yang mengeluh dan mengadu, ada yang berdiri dan duduk, serta ada yang ruku' dan sujud. Dalam pengawasan-Ku apa yang mereka tanggung demi Aku, dan dalam pendengaran-Ku apa yang mereka adukan karena cinta-Ku. Yang pertama kali Aku berikan kepada mereka ada tiga hal: Aku pancarkan dari cahaya-Ku ke dalam hati mereka sehingga mereka mengabarkan tentang Diri-Ku sebagaimana Aku mengabarkan tentang mereka.'
والثانية لو كانت السموات والأرض وما فيها في موازينهم لاستقللنها لهم
'Dan yang kedua: Seandainya langit dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya diletakkan di dalam timbangan pahala mereka, niscaya Aku menganggapnya masih sangat sedikit bagi mereka.'
والثالثة أقبل بوجهي عليهم فترى من أقبلت عليه يعلم أحد ما أريد أن أعطيه
Dan yang ketiga: Aku menghadapkan wajah-Ku kepada mereka. Maka apakah kamu kira ada seseorang yang tahu apa yang hendak Aku berikan kepada orang yang telah Aku hadapi (dengan keridaan-Ku)?
وفي أخبار داود ﵇ أن الله تعالى أوحى إليه يا داود إلى كم تذكر الجنة ولا تسألنى الشوق إلى
Dan dalam riwayat-riwayat (kisah) Nabi Daud a.s., bahwasanya Allah Ta'ala mewahyukan kepadanya: "Wahai Daud, sampai kapan engkau menyebut surga dan tidak memohon kepada-Ku kerinduan kepada-Ku?"
قال يا رب من المشتاقون إليك قال إن المشتاقين إلى الذين صفيتهم من كل كدر ونبهتهم بالحذر وخرقت من قلوبهم إلي خرقاً ينظرون إلي وإنى لأحمل قلوبهم بيدى فأضعها على سمائي ثم أدعو نجباء ملائكتي فإذا اجتمعوا سجدوا لي فأقول إني لم أدعكم لتسجدوا لي ولكني دعوتكم لأعرض عليكم قلوب المشتاقين إلي وأباهي بكم أهل الشوق إلي فإن قلوبهم لتضيء في سمائي لملائكتي كما تضيء الشمس لأهل الأرض يا داود إني خلقت قلوب المشتاقين من رضواني ونعمتها بنور وجهي فاتخذتهم لنفسي محدثي وجعلت أبدانهم موضع نظري إلى الأرض وقطعت من قلوبهم طريقاً ينظرون به إلي يزدادون في كل يوم شوقاً قال داود يا رب أرني أهل محبتك فقال يا داود ائت جبل لبنان فإن فيه أربعة عشر نفساً فيهم شبان وفيهم شيوخ وفيهم كهول فإذا أتيتهم فأقرئهم مني السلام وقل لهم إن ربكم يقرئكم السلام ويقول لكم ألا تسألون حاجة فإنكم أحبائي وأصفيائي وأوليائي أفرح لفرحكم وأسارع إلى محبتكم
Daud berkata: "Wahai Tuhanku, siapakah orang-orang yang rindu kepada-Mu itu?" Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang rindu kepada-Ku adalah mereka yang telah Aku bersihkan dari segala kekeruhan, Aku sadarkan mereka dengan kewaspadaan spiritual, dan Aku tembuskan sebuah celah dari hati mereka menuju Aku sehingga mereka dapat memandang kepada-Ku. Sungguh, Aku memegang hati mereka dengan tangan-Ku lalu mendudukkannya di atas langit-Ku, kemudian Aku memanggil para malaikat pilihan-Ku. Ketika mereka berkumpul, mereka bersujud kepada-Ku. Maka Aku berfirman: 'Sesungguhnya Aku tidak memanggil kalian untuk bersujud kepada-Ku, melainkan Aku memanggil kalian untuk memperlihatkan kepada kalian hati orang-orang yang rindu kepada-Ku dan membanggakan kalian dengan para pemilik kerinduan kepada-Ku. Sungguh, hati mereka menyinari langit-Ku bagi para malaikat-Ku sebagaimana matahari menyinari penduduk bumi.' Wahai Daud, sesungguhnya Aku menciptakan hati orang-orang yang rindu dari keridaan-Ku, dan Aku memberinya nikmat dengan cahaya wajah-Ku, maka Aku menjadikan mereka sebagai teman berbisik bagi diri-Ku, Aku jadikan tubuh mereka sebagai tempat pandangan-Ku ke bumi, dan Aku membuat jalan dari hati mereka yang melaluinya mereka memandang kepada-Ku, sehingga setiap hari kerinduan mereka kian bertambah." Daud berkata: "Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku para kekasih-Mu." Allah berfirman: "Wahai Daud, pergilah ke Gunung Lebanon, sebab di sana ada empat belas jiwa; di antara mereka terdapat pemuda, orang tua, dan setengah baya. Jika engkau mendatangi mereka, sampaikanlah salam dari-Ku kepada mereka, dan katakan kepada mereka: 'Sesungguhnya Tuhan kalian menyampaikan salam kepada kalian dan berfirman kepada kalian: Tidakkah kalian memohon suatu hajat? Karena kalian adalah para kekasih-Ku, hamba-hamba pilihan-Ku, dan para wali-Ku. Aku bergembira karena kegembiraan kalian dan Aku bersegera menuju kecintaan kalian.'"
فأتاهم داود ﵇ فوجدهم عند عين من العيون يتفكرون في عظمة الله ﷿ فلما نظروا إلى داود ﵇ نهضوا ليتفرقوا عنه فقال داود إني رسول الله إليكم جئتكم لأبلغكم رسالة ربكم فأقبلوا نحوه وألقوا أسماعهم نحو قوله وألقوا أبصارهم إلى الأرض فقال داود إني رسول الله إليكم يقرئكم السلام ويقول لكم ألا تسألون حاجة ألا تنادوني أسمع صوتكم وكلامكم فإنكم أحبائي وأصفيائي وأوليائي أفرح لفرحكم وأسارع إلى محبتكم وأنظر إليكم في كل ساعة نظر الوالدة الشفيقة الرفيقة قال فجرت الدموع على خدودهم فقال شيخهم سبحانك سبحانك نحن عبيدك وبنو عبيدك فاغفر لنا ما قطع قلوبنا عن ذكرك فيما مضى من أعمارنا وقال الآخر سبحانك سبحانك نحن عبيدك وبنو عبيدك فامنن علينا بحسن النظر فيما بيننا وبينك وقال الآخر سبحانك سبحانك نحن عبيدك وبنو عبيد أفنجترىء على الدعاء وقد علمت أنه لا حاجة لنا في شيء من أمورنا فأدم لنا لزوم الطريق إليك وأتمم بذلك المنة علينا
Maka Daud a.s. mendatangi mereka dan mendapati mereka di dekat sebuah mata air, sedang bertafakur tentang keagungan Allah Azza wa Jalla. Ketika mereka melihat Daud a.s., mereka bangkit untuk berpisah darinya. Daud berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian. Aku datang untuk menyampaikan risalah Tuhan kalian." Maka mereka menghadap kepadanya, mendengarkan ucapannya dengan seksama, dan menundukkan pandangan mereka ke tanah. Daud berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian; Dia menyampaikan salam kepada kalian dan berfirman kepada kalian: 'Tidakkah kalian memohon suatu hajat? Tidakkah kalian menyeru-Ku agar Aku mendengar suara dan ucapan kalian? Karena kalian adalah para kekasih-Ku, hamba-hamba pilihan-Ku, dan para wali-Ku. Aku bergembira karena kegembiraan kalian, bersegera menuju kecintaan kalian, dan memandang kalian pada setiap saat seperti pandangan seorang ibu yang penuh kasih sayang lagi lembut.'" Daud berkata: "Maka mengalir air mata di pipi-pipi mereka. Lalu orang tertua di antara mereka berkata: 'Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau! Kami adalah hamba-hamba-Mu dan anak dari hamba-hamba-Mu. Maka ampunilah dosa kami yang telah memutuskan hati kami dari mengingat-Mu pada masa lalu umur kami.' Yang lain berkata: 'Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau! Kami adalah hamba-hamba-Mu dan anak dari hamba-hamba-Mu. Maka anugerahkanlah kepada kami kebaikan pandangan dalam hubungan antara kami dan Engkau.' Yang lain lagi berkata: 'Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau! Kami adalah hamba-hamba-Mu dan anak dari hamba-hamba-Mu. Haruskah kami berani berdoa padahal Engkau telah mengetahui bahwa kami tidak memiliki hajat pada sesuatu pun dari urusan-urusan kami? Maka kekalkanlah bagi kami kelaziman menempuh jalan menuju-Mu dan sempurnakanlah anugerah itu atas kami.'"
وقال الآخر نحن مقصرون في طلب رضاك فأعنا علينا بجودك
Yang lain berkata: "Kami adalah orang-orang yang kurang dalam mencari keridaan-Mu, maka bantulah kami mengatasi diri kami dengan kemurahan-Mu."
وقال الآخر من نطفة خلقتنا ومننت علينا بالتفكر في عظمتك أفيجترىء على الكلام من هو مشتغل بعظمتك متفكر في جلالك وطلبتنا الدنو من نورك
Yang lain berkata: "Dari setitik mani Engkau menciptakan kami, dan Engkau menganugerahkan kepada kami kemampuan bertafakur tentang keagungan-Mu. Maka apakah berani berbicara seseorang yang disibukkan oleh keagungan-Mu dan bertafakur tentang keagungan-Mu? Permohonan kami hanyalah kedekatan dengan cahaya-Mu."
وقال الآخر كلت ألسنتنا عن دعائك لعظم شأنك وقربك من أوليائك وكثرة منتك على أهل محبتك
Yang lain berkata: "Kelu lidah-lidah kami untuk berdoa kepada-Mu karena keagungan kedudukan-Mu, kedekatan-Mu dengan para wali-Mu, serta banyaknya karunia-Mu atas para pencinta-Mu."
وقال الآخر أنت هديت قلوبنا لذكرك فرغتنا للاشتغال بك فاغفر لنا تقصيرنا في شكرك
Yang lain berkata: "Engkau telah menunjuki hati kami untuk mengingat-Mu dan meluangkan waktu kami untuk disibukkan dengan-Mu, maka ampunilah kelalaian kami dalam bersyukur kepada-Mu."
وقال الآخر قد عرفت حاجتنا إنما هي النظر إلى وجهك
Yang lain berkata: "Engkau sungguh telah mengetahui hajat kami, tiada lain hanyalah memandang kepada Wajah-Mu (Zat-Mu)."
وقال الآخر كيف يجترىء العبد على سيده إذ أمرتنا بالدعاء بجودك فهب لنا نوراً نهتدي به في الظلمات من أطباق السموات
Yang lain berkata: "Bagaimana mungkin seorang hamba berani memohon kepada Tuannya? Namun karena Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa dengan kemurahan-Mu, maka anugerahkanlah kepada kami cahaya yang kami jadikan petunjuk dalam kegelapan-kegelapan di lapisan-lapisan langit."
وقال آخر ندعوك أن تقبل علينا وتديمه عندنا
Yang lain berkata: "Kami memohon kepada-Mu agar Engkau berkenan menghadap (memberikan keridaan) kepada kami dan mengekalkannya di sisi kami."
وقال الآخر نسألك تمام نعمتك فيما وهبت لنا وتفضلت به علينا
Yang lain berkata: "Kami memohon kepada-Mu kesempurnaan nikmat-Mu pada apa yang telah Engkau karuniakan dan Engkau anugerahkan kepada kami."
وقال الآخر لا حاجة لنا في شيء من خلقك فامنن علينا بالنظر إلى جمال وجهك
Yang lain berkata: "Kami tidak memiliki hajat pada sesuatu pun dari makhluk-Mu, maka anugerahkanlah kepada kami kenikmatan memandang keindahan Wajah-Mu."
وقال الآخر أسألك من بينهم أن تعمي عيني عن النظر إلى الدنيا وأهلها وقلبي عن الاشتغال بالآخرة
Yang lain berkata: "Aku memohon kepada-Mu di antara mereka agar Engkau membutakan mataku dari memandang dunia dan penghuninya, serta hatiku dari disibukkan oleh akhirat."
وقال الآخر قد عرفت تباركت وتعاليت أنك تحب أولياءك فامنن علينا باشتغال القلب بك عن كل شيء دونك فأوحى الله تعالى إلى داود ﵇ قل لهم قد سمعت كلامكم وأجبتكم إلى ما أحببتم فليفارق كل واحد منكم صاحبه وليتخذ لنفسه سرباً فإني كاشف الحجاب فيما بيني وبينكم حتى تنظروا إلى نوري وجلالى
Yang lain berkata: "Engkau sungguh telah tahu—Maha Berkah Engkau dan Maha Tinggi—bahwa Engkau mencintai para wali-Mu, maka anugerahkanlah kepada kami kesibukan hati dengan-Mu dari segala sesuatu selain-Mu." Lalu Allah Ta'ala mewahyukan kepada Daud a.s.: "Katakanlah kepada mereka: Aku telah mendengar ucapan kalian dan Aku mengabulkan apa yang kalian cintai (inginkan). Maka hendaklah setiap orang dari kalian berpisah dari temannya dan mengambil tempat tinggal (untuk berhalwat) bagi dirinya sendiri, karena Aku akan menyingkap tirai di antara Aku dan kalian hingga kalian dapat memandang cahaya dan keagungan-Ku."
فقال داود يارب بم نالوا هذا منك قال بحسن الظن والكف عن الدنيا وأهلها والخلوات بي ومناجاتهم لي وإن هذا منزل لا يناله إلى من رفض الدنيا وأهلها ولم يشتغل بشيء من ذكرها وفرغ قلبه لي واختارني على جميع خلقي فعند ذلك أعطف عليه وأفرغ نفسه وأكشف الحجاب فيما بيني وبينه حتى ينظر إلي نظر الناظر
Daud berkata: "Wahai Tuhanku, dengan apa mereka memperoleh kedudukan ini dari-Mu?" Allah berfirman: "Dengan prasangka baik, menahan diri dari dunia dan penghuninya, berhalwat dengan-Ku, serta munajat (bisikan mesra) mereka kepada-Ku. Sesungguhnya kedudukan ini tidak akan diperoleh kecuali oleh orang yang menolak dunia beserta penghuninya, tidak disibukkan oleh sedikit pun dari sebutan tentangnya, mengosongkan hatinya hanya untuk-Ku, dan memilih-Ku di atas seluruh makhluk-Ku. Pada saat itulah Aku berbelas kasih kepadanya, mengosongkan jiwanya (dari selain-Ku), dan menyingkap tirai di antara Aku dan dia hingga dia memandang kepada-Ku sebagaimana pandangan orang yang melihat…"
بعينه إلى الشيء وأريه كرامتي في كل ساعة وأقربه من نور وجهي إن مرض مرضته كما تمرض الوالدة الشفيقة ولدها وإن عطش أرويته وأذيقه طعم ذكري فإذا فعلت ذلك به يا داود عميت نفسه عن الدنيا وأهلها ولم أحببها إليه لا يفتر عن الاشتغال بي يستعجلني القدوم وأنا أكره أن أميته لأنه موضع نظري من بين خلقي لا يرى غيري ولا أرى غيره فلو رأيته يا داود وقد ذابت نفسه ونحل جسمه وتهشمت أعضاؤه وانخلع قلبه إذا سمع بذكرى أباهي به ملائكتي وأهل سمواتي يزداد خوفاً وعبادة وعزتي وجلالي يا داود لأقعدنه في الفردوس ولأشفين صدره من النظر إلي حتى يرضى وفوق الرضا
"…dengan matanya sendiri kepada sesuatu, dan Aku perlihatkan kepadanya kemuliaan-Ku pada setiap saat serta Aku mendekatkannya dari cahaya wajah-Ku. Jika ia sakit, Aku merawatnya sebagaimana seorang ibu yang penuh kasih merawat anaknya; dan jika ia dahaga, Aku memberinya minum dan Aku rasakan kepadanya lezatnya mengingat-Ku. Apabila Aku telah melakukan hal itu padanya, wahai Daud, jiwanya menjadi buta dari dunia dan penghuninya, dan Aku tidak menjadikannya mencintai dunia. Ia tidak pernah letih dari disibukkan dengan-Ku, ia meminta-Ku menyegerakan perjumpaannya (kematiannya), sedangkan Aku enggan mematikannya karena ia adalah tempat pandangan-Ku di antara makhluk-Ku; ia tidak melihat selain-Ku dan Aku tidak melihat selainnya. Sekiranya engkau melihatnya, wahai Daud, ketika jiwanya telah meleleh, tubuhnya kurus, tulang-tulangnya melemah, dan hatinya bergetar hebat saat mendengar sebutan-Ku; Aku membanggakannya di hadapan para malaikat-Ku dan penghuni langit-Ku, sementara ia kian bertambah rasa takutnya dan ibadahnya. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, wahai Daud, sungguh Aku akan mendudukkannya di Surga Firdaus dan benar-benar menenangkan dadanya dengan memandang kepada-Ku hingga ia ridha dan bahkan melampaui keridhaan."
وفي أخبار داود أيضاً قل لعبادي المتوجهين إلى محبتي ما ضركم إذا احتجبت عن خلقي ورفعت الحجاب فيما بيني وبينكم حتى تنظروا إلي بعيون قلوبكم وما ضركم ما زويت عنكم من الدنيا إذا بسطت ديني لكم وما ضركم مسخطة الخلق إذا التمستم رضائي
Dan dalam riwayat-riwayat tentang Daud juga: "Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang menuju kepada kecintaan-Ku: Apa ruginya bagi kalian jika Aku terhalang dari makhluk-Ku namun Aku mengangkat tirai antara Aku dan kalian hingga kalian dapat memandang-Ku dengan mata hati kalian? Dan apa ruginya bagi kalian apa yang Aku singkirkan dari kalian berupa dunia jika Aku telah membentangkan agama-Ku untuk kalian? Serta apa ruginya bagi kalian kemurkaan makhluk jika kalian mencari keridaan-Ku?"
وفي أخبار داود أيضاً إن الله تعالى أوحى إليه تزعم أنك تحبني فإن كنت تحبني فأخرج حب الدنيا من قلبك فإن حبي وحبها لا يجتمعان في قلب
Dan dalam riwayat-riwayat tentang Daud juga, sesungguhnya Allah Ta'ala mewahyukan kepadanya: "Engkau mengaku mencintai-Ku, maka jika engkau benar-benar mencintai-Ku, keluarkanlah cinta dunia dari hatimu, sebab cinta kepada-Ku dan cinta kepada dunia tidak akan pernah menyatu dalam satu hati."
يا داود خالص حبيبي مخالصة وخالط أهل الدنيا مخالطة ودينك فقلدنيه ولا تقلد دينك الرجال أما ما استبان لك مما وافق محبتي فتمسك به وأما ما أشكل عليك فقلدنيه حقاً على أني أسارع إلى سياستك وتقويمك وأكن قائدك ودليلك أعطيك من غير أن تسألني وأعينك على الشدائد وإني قد حلفت على نفسي أني لا أثيب إلا عبداً قد عرفت من طلبته وإرادته إلفاء كنفه بين يدي وأنه لا غنى به عني
"Wahai Daud, murnikanlah hubunganmu dengan Kekasih-Ku secara tulus, dan bergaullah dengan ahli dunia sekadar pergaulan lahiriah. Adapun agamamu, pasrahkanlah (ikutkanlah) kepada-Ku dan janganlah engkau pasrahkan agamamu kepada manusia. Apa yang telah jelas bagimu dari hal-hal yang sesuai dengan kecintaan-Ku, maka berpegang teguhlah padanya; dan apa yang samar bagimu, pasrahkanlah kepada-Ku. Menjadi hak-Ku bahwa Aku akan bersegera mengatur dan meluruskanmu, serta menjadi pemandu dan penunjuk jalanmu; Aku memberi kepadamu tanpa engkau meminta kepada-Ku, dan Aku menolongmu menghadapi kesulitan-kesulitan. Dan sesungguhnya Aku telah bersumpah atas diri-Ku sendiri bahwa Aku tidak akan memberi pahala melainkan kepada hamba yang Aku ketahui dari pencarian dan kehendaknya untuk merebahkan perlindungannya di hadapan-Ku, serta bahwasanya ia tidak merasa cukup tanpa diri-Ku."
فإذا كنت كذلك نزعت الذلة والوحشة عنك وأسكن الغنى قلبك فإني قد حلفت على نفسي أنه لا يطمئن عبد لي إلى نفسه ينظر إلى فعالها إلا وكلته إليها أضف الأشياء إلي لا تضاد عملك فتكون متعنياً ولا ينتفع بك من يصحبك ولا تجد لمعرفتي حداً فليس لها غاية ومتى طلبت مني الزيادة أعطك ولا تجد للزيادة مني حدا ثم أعلم بنى إسرائيل أنه ليس بيني وبين أحد من خلقي نسب فلتعظم رغبتهم وإرادتهم عندي أبح لهم مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعْتُ ولا خطر على قلب بشر ضعني بين عينيك وانظر إلي ببصر قلبك ولا تنظر بعينك التي في رأسك إلى الذين حجبت عقولهم عنى فأمر جوها وسخت بانقطاع ثوابي عنها فإني حلفت بعزتي وجلالي لا أفتح ثوابي لعبد دخل في طاعتي للتجربة والتسويف تواضع لمن تعلمه ولا تطاول على المريدين فلو علم أهل محبتي منزلة المريدين عندي لكانوا لهم أرضاً يمشون عليها
Jika engkau telah demikian, Aku akan mencabut kehinaan dan kesepian darimu, serta menempatkan kekayaan (kecukupan) di dalam hatimu. Sebab Aku telah bersumpah atas Diri-Ku bahwa tidak ada seorang hamba-Ku pun yang merasa tenang pada dirinya sendiri seraya memandangi amal perbuatannya melainkan Aku serahkan dia kepada dirinya sendiri. Nisbatkanlah segala sesuatu kepada-Ku, janganlah engkau menentang perbuatan-Ku hingga engkau menjadi sengsara dan tidak memberi manfaat bagi orang yang bersahabat denganmu. Engkau tidak akan menemukan batas bagi ma'rifat (pengetahuan) tentang Aku, karena ia tidak memiliki batas akhir. Kapan pun engkau memohon tambahan dari-Ku, Aku akan memberimu, dan engkau tidak akan menemukan batas bagi tambahan dari-Ku. Kemudian Dia memberitahukan kepada Bani Israil bahwa tidak ada hubungan nasab antara Aku dan seorang pun dari makhluk-Ku. Maka hendaknya keinginan dan kehendak mereka besar di sisi-Ku, niscaya Aku halalkan bagi mereka apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Letakkanlah Aku di antara kedua matamu dan pandanglah Aku dengan pandangan hatimu (bashirah), dan janganlah engkau memandang dengan mata kepalamu kepada orang-orang yang akal mereka telah Kuterhalang dari-Ku, sehingga mereka memperjualbelikannya dan membiarkannya murka dengan terputusnya pahala-Ku dari mereka. Sesungguhnya Aku telah bersumpah demi keagungan dan kebesaran-Ku, Aku tidak akan membuka pahala-Ku bagi hamba yang memasuki ketaatan kepada-Ku sekadar untuk coba-coba dan menunda-nunda. Bertekadlah untuk tawadhu' (rendah hati) kepada orang yang engkau ajari dan janganlah menyombongkan diri terhadap para murid (salik). Seandainya orang-orang yang mencintai-Ku mengetahui kedudukan para murid di sisi-Ku, niscaya mereka akan menjadi tanah tempat mereka berjalan.
يا دواد لأن تخرج مريداً من سكرة هو فيها تستنقذه فأكتبك عندي جهيداً ومن كتبته عندي جهيداً لا تكون عليه وحشة ولا فاقة إلى المخلوقين
Wahai Daud, sungguh jika engkau mengeluarkan seorang murid dari mabuk (kesadaran spiritual) yang sedang ia alami untuk menyelamatkannya, niscaya Aku catat engkau di sisi-Ku sebagai seorang pemenang yang bersungguh-sungguh. Dan siapa yang Aku catat di sisi-Ku sebagai orang yang bersungguh-sungguh, tidak akan ada baginya kesepian dan tidak akan ada kebutuhan (ketergantungan) kepada makhluk.
يا داود تمسك بكلامي وخذ من نفسك لنفسك لا تؤتين منها فأحجب عنك محنتي لا تؤيس عبادي من رحمتي اقطع شهوتك لي فإنما أبحت الشهوات لضعفة خلقي ما بال الأقوياء أن ينالوا الشهوات فإنها تنقص حلاوة مناجاتي وإنما عقوبة الأقوياء عندي في موضع التناول أدنى ما يصل إليهم أن أحجب عقولهم عني فإني لم أرض الدنيا لحبيبي ونزهته عنها
Wahai Daud, berpegang teguhlah pada firman-Ku, dan ambilah kebaikan dari dirimu untuk dirimu sendiri. Jangan sampai engkau terperosok darinya sehingga Aku menghalangi cobaan-Ku darimu. Janganlah engkau membuat hamba-hamba-Ku putus asa dari rahmat-Ku. Putuskanlah syahwatmu demi Aku, karena Aku hanyalah membolehkan syahwat bagi makhluk-Ku yang lemah. Mengapa orang-orang yang kuat hendak meraih syahwat, padahal hal itu mengurangi manisnya bermunajat kepada-Ku? Sesungguhnya hukuman bagi orang-orang yang kuat di sisi-Ku ketika mereka mengambil syahwat—yang paling ringan menimpa mereka—adalah Aku menghalangi akal mereka dari-Ku. Sebab Aku tidak meredhai dunia bagi kekasih-Ku dan Aku telah menyucikannya darinya.
يا داود لا تجعل بينى وبينك عالماً يحجبك بسكره عن محبتي أولئك قطاع الطريق على عبادي المريدين استعن على ترك الشهوات بإدمان الصوم وإياك والتجربة في الإفطار فإن محبتي للصوم إدمانه
Wahai Daud, janganlah engkau jadikan antara Aku dan dirimu seorang 'alim (orang berilmu) yang menghalangimu dengan kelalaiannya dari kecintaan kepada-Ku. Mereka itulah para penyamun jalan bagi hamba-hamba-Ku yang berkehendak (para murid). Mohonlah pertolongan untuk meninggalkan syahwat dengan membiasakan puasa, dan jauhilah sikap coba-coba dalam berbuka, karena kecintaan-Ku pada puasa terletak pada kelanggengannya.
يا داود تحبب إلي بمعاداة نفسك امنعها الشهوات أنظر إليك وترى الحجب بيني وبينك مرفوعة إنما أداريك مداراة لتقوى على ثوابي إذا مننت عليك به وإني أحبسه عنك وأنت متمسك بطاعتي
Wahai Daud, carilah kecintaan-Ku dengan memusuhi hawa nafsumu. Cegahlah ia dari syahwat, niscaya Aku memandangmu dan engkau akan melihat tirai penghalang antara Aku dan dirimu telah diangkat. Sesungguhnya Aku memperlakukanmu dengan lembut agar engkau kuat menerima pahala-Ku saat Aku menganugerahkannya kepadamu, dan sesungguhnya Aku menahannya darimu sementara engkau tetap berpegang teguh dalam ketaatan kepada-Ku.
أوحى الله تعالى إلى داود يا داود لو يعلم المدبرون عني كيف انتظاري لهم ورفقي بهم وشوقي إلى ترك معاصيهم لماتوا شوقاً إلي وتقطعت أوصالهم من محبتي
Allah Ta'ala mengwahyukan kepada Daud: 'Wahai Daud, seandainya orang-orang yang berpaling dari-Ku mengetahui bagaimana penantian-Ku terhadap mereka, kelembutan-Ku kepada mereka, dan kerinduan-Ku agar mereka meninggalkan kemaksiatan kepada-Ku, niscaya mereka akan mati karena rindu kepada-Ku dan sendi-sendi mereka akan terputus karena mencintai-Ku.'
يا داود هذه إرادتي في المدبرين عنى فكيف إرادتي في المقبلين علي
'Wahai Daud, inilah kehendak-Ku terhadap orang-orang yang berpaling dari-Ku, maka bagaimanakah kehendak-Ku terhadap orang-orang yang menghadap kepada-Ku?'
يا داود أحوج ما يكون العبد إلي إذا استغنى عني وأرحم ما أكون بعبدي إذا أدبر عني وأجل ما يكون عندي إذا رجع إلي فهذه الأخبار ونظائرها مما لا يحصى تدل على إثبات المحبة والشوق والأنس وإنما تحقيق معناها ينكشف بما سبق
'Wahai Daud, keadaan hamba yang paling membutuhkan Aku adalah ketika ia merasa tidak membutuhkan Aku, keadaan-Ku yang paling penyayang kepada hamba-Ku adalah ketika ia berpaling dari-Ku, dan keadaan hamba yang paling mulia di sisi-Ku adalah ketika ia kembali kepada-Ku.' Maka riwayat-riwayat ini dan yang seumpamanya—yang tidak terhitung jumlahnya—menunjukkan penetapan adanya mahabbah (cinta), syauq (rindu), dan uns (kedekatan yang menentramkan). Namun hakikat maknanya baru tersingkap melalui penjelasan yang telah lalu.